MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Tambah Jumlah Bantuan Makanan untuk Warga Gaza Jadi 5.800 Porsi

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menambah jumlah bantuan makanan untuk warga Palestina yang mengungsi di Khan Younis, Gaza Selatan, di mana sebelumnya hanya 1.800 kini menjadi 5.800 porsi. Bantuan makanan disalurkan langsung oleh relawan MER-C yang saat ini masih berada di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan dibantu relawan lokal.   “Alhamdulillah sejak hari Ahad, 7 Januari 2024 kita membuat makanan siap saji untuk 5.800 porsi. Biasanya kami hanya membagikan makanan di dua sekolahan tempat pengungsian untuk 1.800 orang. Sekarang kami juga membagikan makanan ke satu sekolahan lainya yang menampung 4000 pengungsi. Jadi total makanan yang dibagikan 5.800 porsi,” kata Reza. “Hari ini Alhamdulillah kami memasak cukup banyak, ada 13 panci besar menu kacang adas untuk dibagikan kepada warga Gaza,” ujarnya. Fikri menambahkan, saat ini jumlah pengungsi dan korban luka-luka di sekolah-sekolah dekat rumah sakit Eropa di Gaza Selatan terus bertambah, karena serangan Israel masih berlangsung di seluruh Jalur Gaza.Hari Senin (08/01/2024) pukul 18:21 waktu setempat atau 23:21 WIB, serangan Israel kembali terjadi tepat di depan sekolah tempat relawan MER-C mengungsi. “Kami mohon doa dari temen-temen semua semoga kami tim relawan MER-C di Gaza selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam menyampaikan amanah-amanah dari teman-teman semua. Tentunya kami juga mohon doa agar kami selalu dalam lindungan Allah subhanahu wata ala” ucap Fikri.

MER-C – YAPISMEN Tanda Tangani MoU Bantuan Renovasi Sekolah dan Pembanguan Sarana Ibadah di Mentawai

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Yayasan Pembina Islam Mentawai (YAPISMEN) untuk bantuan renovasi sekolah, pembangunan sarana ibadah, dan bangunan pendukung lainnya yang berada di MTs.S. Al Muhtadin, di Dusun Muara Sikabaluan, Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kab. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Jumat (05/01/2024).    Penandatanganan dilakukan oleh Dr. dr. Yusrie Dianne Jurnalis, Sp.A (K) mewakili MER-C selaku Pembina MER-C Sumatera Barat, dengan Ustadz Bayu Pringadi selaku Pembina YAPISMEN. Selain sarana ibadah (musala) dan renovasi sekolah, MER-C juga akan membangun fasilitas pendukung lainya seperti posko kesehatan serta rumah singgah, yang akan digunakan menjadi pusat kegiatan kemanusiaan MER-C di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. *Latar Belakang Program Bantuan Mentawai* Presidium MER-C Ir. Faried Thalib mengatakan, program bantuan ke Mentawai dibuka saat terjadi gempa tahun 2007. “Program ini cukup panjang perjalanannya. Jadi 2007 ada gempa kita coba membantu. Itu gempa yang cukup dahsyat ya. Setelah itu tsunami tahun 2010, kita berbulan-bulan di wilayah Pariaman, di Koto Tinggi. Kita siapkan rumah sebanyak puluhan unit kemudian merenovasi masjid, memperbaiki sekolahan, madrasah, puskesmas. Saya sendiri ketika itu tiga sampai empat bulan bolak-balik ke wilayah itu,” ujarnya. Faried mengatakan, gempa di Mentawai ini cukup sering terjadi. Potensi gempa di Kepulauan Mentawai bersumber dari zona megathrust maupun pada zona sesar Mentawai. “Akhirnya MER-C mulai fokus ke sana dan tim relawan sudah beberapa kali melakukan pengobatan untuk yang terdampak sampai ke daerah-daerah terpencil. Tim relawan datang berkala dan saat itu tidak punya tempat. Untuk posko bekerjasama dengan penduduk atau puskesmas setempat. Kemudian donasi untuk Mentawai masih dibuka dan kami masih terus aktifkan MER-C cabang Padang,” katanya. “Akhirnya sebelum pandemi, sekitar tahun 2018 kami mulai memikirkan bantuan yang nantinya bisa berkelanjutan dan berkepanjangan. Apakah itu rumah ibadah, puskesmas atau tempat-tempat pendidikan,” tutur Faried. Sampai tahun 2023, ia mengatakan MER-C sudah mulai aktif dimana sebelumnya fokus terpecah ke beberapa isu dan program internasional. Kemudian diputuskan untuk mengirimkan relawan ke Mentawai selama hampir dua pekan untuk meninjau lokasi pembangunan. “Kita kirim dua orang, Khoirul Mustofa dan Rohmat, relawan yang memang sudah berpengalaman untuk melakukan survei dan mencari lokasi pembangunan. Setelah sampai di Mentawai dan meninjau sejumlah lokasi, akhirnya diputuskan dibangun di Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kab. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, di atas tanah wakaf seluas 5.000 m². *Target Pembangunan dan Renovasi* “Kondisi bangunan sekolah saat ini sangat memprihatinkan. Kalau kata tim konstruksi, ini sudah stadium empat. Hampir roboh,” ujarnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, MER-C akan merenovasi bangunan sekolah yang berada di atas lahan wakaf, membangun musala di lahan tersebut seluas 150 m², lalu rumah singgah dengan luas lahan sekitar 150 m², dan juga pembangunan posko kesehatan dengan luas lahan sekitar 100 m². “Kita sepakat untuk membangun dari kayu karena ini yang paling ideal. Selain harganya cukup murah, ketika ada gempa juga lebih elastis dan lebih tahan,” ungkapnya. Faried memperkirakan total biaya pembangunan ini sekitar 1 miliar rupiah. Ia juga mengatakan, saat ini para relawan di divisi konstruksi sudah bersiap dan sedang menunggu tahap pengerjaan kayu yang diperkirakan selesai dalam waktu 45 hari, terhitung sejak MOU ditandatangani.  “Targetnya pembangunan musala dapat segera selesai sehingga bisa digunakan pada bulan Ramadhan. Kami ingin segera selesai karena dari pihak pengurus sekolah juga merasa sangat bersyukur dan terharu, sebab sejak 20 tahun berdiri belum pernah ada perbaikan. Namun nanti kita lihat lagi perkembangannya,” tambahnya.   Donasi untuk Misi Kemanusiaan Mentawai dapat disalurkan melalui:BSI, 3032000922Atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Konfirmasi donasi dapat melalui Call Center MER-C (0811990176) dengan mengirimkan bukti transfer dan nama donatur.  

Tim Bedah MER-C Bertolak ke Turkiye

Minggu/12 Februari 2023, Tim Bedah MER-C yang beranggotakan 7 orang bertolak ke Turkiye untuk menunaikan tugas kemanusiaan, pasca gempa dahsyat mengguncang bagian Tenggara negara tersebut yang berdasarkan data sementara telah  mengakibatkan sedikitnya 30,000 orang meninggal dunia dan puluhan ribu lainnya luka-luka. Tim Bedah MER-C terdiri dari 2 Dokter Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatologi (dr. Risa Dumastoro, SpOT dan dr. M. Nurul Qomaruzzaman, SpOT), 1 dokter Spesialis Anastesi (dr. Wahyu Bimantoro, SpAn), 1 Dokter Umum (dr. Meaty Fransisca), 2 perawat bedah (Ita Muswita dan Thoyib Mirad), serta Desi Fitriani. Berangkat pada Minggu malam dari bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, keberangkatan Tim turut dilepas jajaran Presidium MER-C dan sejumlah relawan. Dr. Risa Dumastoro, SpOT selaku Ketua Tim Bedah MER-C mengatakan bahwa tim yang dipimpinnya dijadwalkan akan bertugas selama kurang lebih 2 pekan. “Tim awal ini akan bertugas selama 2 pekan. Dari Istanbul kami akan menuju lokasi terdampak gempa, kemungkinan Kahramanmaras, salah satu wilayah gempa yang cukup parah. Target wilayah lainnya, akan sangat tergantung dari hasil koordinasi dan situasi di lapangan,” ucapnya. Untuk menunjang kerja di lapangan, Tim juga telah dilengkapi dengan alat-alat operasi serta sejumlah obat-obatan yang diperlukan untuk melakukan tindakan bedah dan pengobatan.“Kami membawa sejumlah peralatan operasi yang sudah steril siap pakai, serta obat-obatan untuk menunjang tugas Tim di lapangan. Kami siap berkolaborasi dengan tenaga medis setempat di RS yang ditunjuk. Semoga keahlian yang kami miliki bisa bermanfaat maksimal untuk membantu saudara-saudara kita di Turki yang menjadi korban,” ujarnya. Sementara itu Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, mengatakan bahwa selain Turki, bencana gempa yang juga dirasakan di Suriah dan menyebabkan ribuan korban jiwa serta luka, turut menjadi perhatian Tim MER-C. “Setelah Turki, Suriah turut menjadi perhatian kami. Kami upayakan untuk mengirimkan segera Tim Bedah ke Suriah. Sebelumnya kami telah menyambangi Kedutaan Besar Suriah di Jakarta untuk menyampaikan bela sungkawa dan berkoordinasi dengan perwakilan negara tersebut,” ungkap Sarbini. Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan MER-C bagi korban gempa bumi di Turki dan Suriah dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400 Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176

Gempa Tapanuli Utara MER-C Kirimkan Tim Assessment

Sehubungan dengan bencana alam Gempa Bumi yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara pada Tanggal 01 Oktober 2022, MER-C kirimkan relawan guna assessment pada tanggal 02 – 04 Oktober 2022, tim yang dikirimkan yaitu dr. Miftahul Masruri (Koordinator), Ns. Kipa Jundapri, M.Kep, Bima Anggara, S.Kep dan Budi.   Selain assessment tim juga menyiapkan perlengkapan medis yang nantinya dapat digunakan untuk layanan kesehatan dasar.   Do’akan kami bantu kami, mari kita ringankan bebang saudara kita yang tertimpa musibah.   Info :  MER-C Cabang Medan Jl. Setia Budi Kompleks Ruko Milala Mas No. B22, Kel. Tanjung Rejo, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan. Telp : 0811 648 1408 FB : Relawan MER-C Medan IG : MER-C MEDAN Email : mercmedancenter@gmail.com   Rekening Kemanusiaan : Bank Mandiri Syariah (BSM), 7074585099   Atas nama : MER-C Cabang Medan

MER-C Apresiasi Langkah Denmark Membantu Palestina

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menyampaikan apresiasinya yang tinggi atas langkah Denmark memberikan bantuan kepada Palestina. Bantuan Denmark berupa dana hibah dan kemitraan dilakukan dalam rangka mendukung upaya Palestina memperjuangkan kemerdekaannya. Apresiasi ini disampaikan oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad secara tertulis kepada Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen melalui surat yang dikirimkan ke Kedutaan Besar Denmark di Jakarta, Selasa/12 Oktober 2021. “Kami memberikan apresiasinya setinggi-tingginya kepada Pemerintah dan rakyat Denmark atas langkah yang telah diambil untuk membantu Palestina. Kesepakatan bantuan yang diberikan berupa dana hibah dan kemitraan antara Denmark dan Palestina adalah sebuah langkah berani dan nyata dalam upaya mendukung upaya Palestina memperjuangkan kemerdekaannya. Hal ini menunjukkah sikap tegas Denmark yang berpihak kepada kemanusiaan dan keadilan serta menolak bentuk penjajahan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina,” tulisnya.    Bantuan dan kemitraan seperti ini, tulisnya, tentu akan membantu rakyat Palestina meningkatkan kapasitas rakyatnya, meningkatkan perekonomian, memperluas pembangunan di berbagai bidang, sehingga Palestina dapat menjadi bangsa yang mandiri, merdeka dan berdaulat, sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.   Sarbini berharap langkah yang telah dilakukan Denmark bisa diikuti oleh banyak negara lainnya di dunia. “Kami berharap langkah yang telah dilakukan Denmark bisa diikuti oleh banyak negara lainnya di dunia sebagai bentuk dukungan terhadap kemanusiaan dan perdamaian serta perlawanan terhadap penjajahan,” tambahnya.   “Negara-negara peduli Palestina seperti Denmark, kami harapkan dapat memberikan tekanan kepada Israel untuk menghentikan tindakan ilegalnya di Tepi Barat, yaitu perampasan dan penghancuran properti warga Palestina, dsb,” tegas dokter yang sudah berpengalaman di berbagai wilayah perang dan bencana.   Lebih lanjut, mengenai perdamaian antara Palestina dan Israel melalui solusi dua negara, dalam suratnya, Sarbini juga sangat mengapresiasi hal ini dimana Denmark menjadi salah satu negara yang mendukung solusi ini. “Semoga Denmark dapat terus menyuarakan hal ini di forum-forum internasional, sehingga solusi dua negara bisa segera terwujud.”   MER-C sendiri adalah NGO Indonesia yang memiliki concern terhadap masalah Palestina terutama dalam aspek kemanusiaan dan kesehatan. Salah satu bentuk komitmen MER-C untuk Palestina adalah dengan membangun Rumah Sakit di Bayt Lahiya, Jalur Gaza yang diberi nama Rumah Sakit Indonesia. Pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang sudah berlangsung sejak tahun 2009, sampai saat ini masih terus dilakukan pengembangan-pengembangan yang diperlukan untuk meningkatkan dan memperluas kapasitas pelayanannya.   Jakarta, 12 Oktober 2021 MER-C Indonesia

Silahkan bertanya?