Futsal Fun Match MER-C vs AWG

Futsal Fun Match #NoSportForApartheid MER-C vs AWG Dalam rangka terus menyuarakan penolakan terhadap keikutsertaan Timnas Israel pada gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun depan, AWG dan MER-C selenggarakan Futsal Fun Match #NoSport4Apartheid. Kegiatan dilaksanakan pada: Hari/tgl: Jumat, 16 September 2022 Pukul: 15.00-17.00 Tempat: Futsal Cilandak Sport Center (Citos). Ayo hadir dan meriahkan…. TOLAK TIMNAS ISRAEL KE INDONESIA CP 1. Panji Ahmad +62852-8001-9196 2. Imam Pora +62896-0648-4060
HNW: Indonesia Harus Tolak Timnas Israel, Ini Jati Diri Bangsa

Dalam rangka mendorong Pemerintah untuk berani menolak kedatangan Timnas Israel ke Indonesia, Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad terus melakukan safari kemanusiaan ke berbagai elemen bangsa. Jum’at/2 September 2022, Sarbini bertemu dan bersilaturahim dengan Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, MA untuk membahas dan meminta dukungan atas Gerakan Tolak Timnas Israel. Seperti diketahui, Tim Sepak Bola Nasional U-20 Israel direncanakan akan datang dan bertanding di Indonesia pada tahun 2023 mendatang, seiring izin dan jaminan yang diberikan Pemerintah dalam hal ini Menpora RI terhadap Timnas Israel tersebut. MER-C memandang ini sebagai ujian berat bangsa Indonesia untuk membuktikan kekonsistenannya dalam menentang penjajahan dan membela kemerdekaan Palestina, satu-satunya negara peserta KAA (Konferensi Asia Afrika) yang sampai saat ini belum merdeka. Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, MA menyatakan dukungannya terhadap gerakan Tolak Timnas Israel yang tengah digaungkan oleh MER-C. Ia secara pribadi juga sudah menyatakan penolakannya karena menurutnya sikap tersebut adalah kekhasan dan merupakan jati diri bangsa Indonesia yang sudah berlaku sejak zaman Presiden Pertama RI, Bung Karno. “Indonesia sebagai negara berdaulat dan mempunyai kekhasan. Kita menghormati kekhasan masing-masing negara. Kekhasan Indonesia sesuai dengan kosntitusinya adalah sikap politik yang sudah berlaku sejak zaman Bung Karno, yaitu Indonesia menolak penjajahan Israel,” ujar Hidayat. “Jadi hendaknya semua pihak memahami itu. Obyektifitas dan sportifitas kita justru harus menghadirkan pemahaman ini. Sebagai tuan rumah, harus diingat bahwa kita punya nilai yang kita pegang. Indonesia itu tidak seperti negara-negara Eropa atau negara-negara lain yang membuka hubungan dengan Israel. Indonesia sejak dari awal justru menolak Israel,” tegasnya. Lebih jauh ia memaparkan bahwa sejarah panjang bangsa Indonesia sudah mencatat dengan baik sikap Indonesia tersebut. Seperti pada tahun 1955, Bung Karno menolak keinginan Israel untuk diundang ke Bandung pada Konferensi Asia Afrika (KAA). Bung Karno malah mengundang Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, seorang Tokoh Pejuang Palestina, Mufti Yerusalem. Tidak hanya itu, pada tahun 1957, Bung Karno juga tegas melarang Indonesia main dengan Israel. Bung Karno berpandangan lebih baik tidak masuk ke Piala Dunia daripada harus main dengan Israel. Begitupun pada Asian Games tahun 1962. Indonesia lebih memilih dihukum oleh Panitia Asian Games ketimbang harus mengundang Israel. “Inilah Indonesia. Indonesia mempunyai sikap dasar, pembukaan UUD-nya sangat jelas dan itulah cita-cita bangsa Indonesia yang diterjemahkan dengan sangat gamblang oleh Bung Karno dalam menyikapi berbagai event internasional,” lanjutnya. Hidayat pun memberikan perbandingan, bahwa ketika Bung Karno menolak Indonesia main dengan Israel pada tahun 1958, posisi Israel menjajah tanah Paletina baru sekitar 22%. Sekarang Israel sudah menjajah tanah Palestina di atas 80%. “Masa dulu 22% kita tolak, sekarang sudah 85% malah kita terima. Terbalik dong. Seharusnya dulu 22% saja kita tolak, apalagi sekarang 85%, harusnya kan begitu,” ujarnya. Ia melanjutkan sikap ini sesuai dengan pernyataan Presiden RI, Joko Widodo bahwa Indonesia mempunyai hutang sejarah dengan Palestina karena merupakan satu-satunya negara peserta KAA yang sampai saat ini belum merdeka. Oleh karenanya, Indonesia harusnya membayar hutang sejarah itu dengan memaksimalkan usaha untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Hidayat mengingtakan bahwa seluruh manuver sekecil apapun yang bermakna terhadap pengakuan terhadap Israel dan semakin menjauhkan Palestina merdeka harus dihindari. Apabila hal-hal seperti ini terus dibiarkan, seperti Timnas diterima, di Parlemen diterima, NGO diterima, jual beli senjata, dsb, maka akan dijadikan alasan normalisasi. “Sedikit-sedikit akan dijadikan akumulasi, dalih untuk akhirnya kenapa tidak melakukan normalisasi. Karenanya ini harus kita tolak supaya kita bisa mengkoreksi manuver-manuver Israel yang ingin menjerumuskan Indonesia keluar dari konstitusinya, yaitu mengakui penjajahan Israel,” imbuhnya. Ia berpendapat Indonesia sangat bisa melakukan penolakan karena Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel dan Indonesia mempunyai kekhasan serta jati diri yang selama ini sudah dengan tegas menolak penjajahan Israel.
PELATIHAN PJS (PIJAT JANTUNG SAJA)

“Pijat Jantung Saja” adalah pelatihan yang diselenggarakan oleh MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) untuk meningkatkan kemampuan masyarakat awam dalam memberikan pertolongan pertama khususnya pada kasus henti jantung dan henti nafas. Ayo tingkatkan kemampuan diri & buat diri lebih berarti bagi sesama GRATIS & TERBUKA UNTUK UMUM /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Aula MER-C Training Center Sabtu, 21 April 2018 Pkl. 09.00 – 11.00 wib Ketentuan pendaftaran sbb: Ø Usia min 16 Thn Ø Kirim WA/SMS ke Call Center MER-C 0811990176 format : PJSMER-C # Nama Lengkap # Usia # Jenis Kelamin # Alamat Ø Jumlah peserta max 40 orang Lokasi Pelatihan : Gedung MER-C (Lantai 3) Jl. Kramat Lontar no J 157, Senen, Jakarta Pusat (di belakang Hotel The Acacia) Mohon bantu share lg info ini, terima kasih /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} MER-C Indonesia www.mer-c.org
MER-C Menerima Kunjungan dari Peserta “Indonesia International Leadership Camp”

Senin/12 Desember 2016, kantor Pusat MER-C yang terletak di bilangan Senen, Jakarta Pusat menerima kunjungan dari peserta Indonesia International Leadership Camp (IILC). Indonesia International Leadership Camp (IILC) 2016 adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Al Azhar Youth Leader Institute (AYLI). Tahun ini adalah IILC ke-5 dengan tema Building Global Leadership Through Youth Empowerment. Salah satu kegiatan peserta adalah diperkenalkan dengan Organisasi Indonesia secara holistik. MER-C menjadi salah satu tempat bagi peserta untuk mempelajari organisasi di Indonesia. Bertempat di Aula MER-C Training Center, sebanyak 21 peserta dari 7 negara, yaitu Afrika Selatan, Srilanka, Filipina, Thailand, Australia, Mesir, dan Indonesia mendengarkan pemaparan mengenai MER-C dan kerelawanan dari dr. Arief Rachman (Presidium MER-C). Beberapa relawan MER-C yang pernah melakukan tugas-tugas kemanusiaan ke berbagai wilayah juga turut membagikan pengalamannya dan memberikan motivasi kepada para peserta untuk dapat berbuat sesuatu bagi lingkungan mereka.
Dari Para Pecinta Musik Metal untuk Suriah

Komunitas pecinta musik metal (metalheads) Indonesia menggelar konser amal “Peduli Damai Anti Perang”. Dengan tema “MetalheadS Respect Solidarity For Syria”, acara konser amal kali ini dikhususkan untuk menggalang bantuan bagi korban perang di Suriah. Acara yang merupakan aksi kemanusiaan dari semua metalheads tanah air digelar pada hari Minggu/30 Oktober 2016 bertempat di Outdoor Gelanggang Olah Raga Bulungan, Jakarta Selatan. Pecinta music metal yang ingin menonton konser dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp 40.000,- per orang. Seluruh hasil penjualan tiket dan merchandise pada saat acara didonasikan untuk korban perang di Suriah. MER-C menjadi organisasi yang dipercaya untuk menerima dan menyalurkan amanah ini. Pada konser malam itu terkumpul donasi sebesar Rp 54.361.000,- yang kemudian langsung diserahkan oleh panitia konser amal kepada perwakilan MER-C, Ir. Faried Thalib (Presidium MER-C) dan Ir. Idrus M. Alatas (Ketua Divisi Konstruksi MER-C). Untuk Suriah, MER-C sendiri mempunyai program “Ambulance(s) and Medical Aid for Syria”. Donasi yang diterima dari rekan-rekan pecinta music metal dan dari masyarakat lainnya akan digunakan untuk membeli bantuan ambulans bagi korban perang di Suriah. Ini bukan pertama kalinya komunitas Pecinta Musik Metal menunjukkan kepeduliannya bagi kemanusiaan melalui MER-C. Sebelumnya, untuk membantu rakyat Palestina yang mengalami blockade dan penyerangan Israel, MetalheadS Respect juga mengadakan konser amal serupa dan berhasil mengumpulkan donasi puluhan juta rupiah. Donasi langsung diserahkan kepada MER-C untuk merampungkan pembangunan dan pengadaan alat kesehatan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina.
Relawan MER-C di Gaza Salurkan Amanah Qurban dari Indonesia

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini MER-C melalui cabangnya di Jalur Gaza (Palestina) kembali menyelenggarakan program qurban di wilayah terblokade ini. Sebanyak 11 ekor domba dan satu ekor sapi disembelih oleh relawan untuk kemudian dagingnya disebarkan secara langsung kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan di Jalur Gaza, baik Gaza Utara, Gaza Tengah hingga ke Gaza Selatan. Pelaksanaan qurban dikomandoi oleh perwakilan relawan MER-C di Gaza, Reza Aldilla Kurniawan yang dibantu sejumlah tenaga lokal. “Alhamdulillah, dengan dibantu oleh beberapa tenaga lokal, hari pertama Iedul Adha kami telah menjangkau keluarga yang membutuhkan di Jalur Gaza Utara dan Jalur Gaza Tengah. Penyaluran daging qurban dilakukan hingga beberapa hari ke depan dengan menjangkau wilayah Jalur Gaza Selatan meliputi Khan Younis dan Rafah,” ungkap Reza. Qurban adalah program rutin tahunan MER-C Cabang Gaza. Sejak resmi terdaftar di Kementerian Dalam Negeri setempat pada tahun 2010, MER-C Cabang Gaza menjadi perpanjangan tangan rakyat Indonesia dalam menyalurkan berbagai amanah bantuan bagi saudara-saudaranya di Gaza (Palestina), salah satunya adalah amanah qurban.
MER-C Bagikan 2.000 Voucher Sembako Ramadhan untuk Rakyat Gaza

Gaza – Selain program buka puasa bersama dengan mengundang 1.000 anak dan keluarga yatim di Gaza, di penghujung Ramadhan MER-C Cabang Gaza juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa pembagian voucher sembako bagi warga Gaza yang membutuhkan. Sebanyak 2.000 voucher dibagikan langsung oleh MER-C Cabang Gaza kepada warga Gaza yang berhak menerimanya. Voucher sembako senilai 150 nis atau setara dengan Rp 510 ribu per voucher dapat ditukarkan oleh warga dengan berbagai kebutuhan pokok yang mereka perlukan di toko yang telah ditunjuk dan bekerjasama dengan MER-C Cabang Gaza. Salah satu relawan MER-C Cabang Gaza, Reza Aldilla Kurniawan, melaporkan bahwa penyebaran voucher sembako mencakup wilayah Gaza Utara, Gaza Tengah dan Gaza Selatan. Untuk wilayah Gaza Utara difokuskan pada warga yang membutuhkan di sekitar RS Indonesia seperti wilayah Bayt Lahiya, Bayt Hanoun dan Jabaliya. “Awalnya MER-C Cabang Gaza hanya bekerjasama dengan 3 toko. Namun, untuk mempermudah warga melakukan penukaran voucher khususnya di Gaza bagian Selatan, maka MER-C Cabang Gaza menambah lagi kerjasama dengan 3 toko lainnya sehingga total toko yang bekerjasama dalam program ini menjadi 6 toko,” terang relawan yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam Gaza. Reza juga menjelaskan bahwa program berlangsung selama 8 hari di akhir Ramadhan mulai tanggal 23 hingga 30 Ramadhan 1437 H. Hal ini bertujuan agar bantuan dari rakyat Indonesia dapat memberikan sedikit keceriaan bagi warga Gaza dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
MER-C Gelar Buka Puasa Bersama Keluarga Yatim di Gaza

Gaza – Seperti tahun sebelumnya, pada bulan suci Ramadhan tahun ini, MER-C akan kembali mengadakan kegiatan sosial bagi keluarga yatim dan dhuafa di Jalur Gaza, Palestina. Salah satu kegiatan yang akan digelar pada hari ini adalah Buka Puasa Bersama Keluarga Yatim. Bekerjasama dengan Yayasan Anak Yatim Annakhil, sebanyak 1.000 orang yang akan terdiri dari anak yatim serta keluarganya telah diundang untuk menjadi tamu agung pada acara ini. Bertempat di taman rekreasi Madinat Bisan yang terletak tidak jauh dari RS Indonesia, acara rencananya akan dimulai pada pukul 18.30 waktu setempat. Salah satu relawan MER-C di Jalur Gaza, Reza Aldilla, melaporkan bahwa segala persiapan untuk acara buka puasa bersama pada sore hari waktu Gaza sudah siap. Selain makanan untuk berbuka, relawan MER-C di Jalur Gaza juga telah menyiapkan 1.000 bingkisan yang akan dibagikan kepada seluruh undangan yang hadir. Selain kegiatan buka puasa bersama, kegiatan MER-C Cabang Gaza lainnya adalah pembagian 2.000 paket bantuan sembako dalam bentuk voucher bagi warga Gaza yang membutuhkan. Voucher dapat ditukarkan di toko-toko yang telah ditunjuk oleh MER-C Cabang Gaza dengan periode penukaran hingga tanggal 30 Ramadhan nanti. Kegiatan-kegiatan ini diharapkan bisa meringankan beban dan memberikan sedikit kebahagiaan bagi saudara-saudara kita di Jalur Gaza yang mengalami blockade berkepanjangan.
Al-Syami Jajaki Kerjasama dengan MER-C untuk Penyaluran Bantuan ke Suriah

Jakarta – Rabu/15 Juni 2016, Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia (Al-Syami) bersilaturahmi ke kantor MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat. Tujuan kedatangan Al-Syami yang diwakili oleh dua orang perngurusnya adalah untuk menjajaki kerjasama dengan lembaga MER-C dalam hal penggalangan dan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk rakyat Suriah yang telah mengalami krisis kemanusiaan akibat perang berkepanjangan. Salah satu Pengurus, M. Najih selaku Sekretaris Al-Syami menyampaikan bahwa ada informasi akhir-akhir ini Suriah membuka beberapa wilayahnya untuk bantuan kemanusiaan. “Ini menjadi momentum kita bersama untuk menggalang bantuan untuk rakyat Suriah. Oleh karena itu, kami tertarik untuk menjajaki kerjasama dengan MER-C dalam misi tersebut,” ungkap Najih yang pernah menempuh pendidikan selama 3 tahun di Suriah. Itikad kerjasama ini disambut baik oleh salah satu Presidium MER-C, dr. Arief Rachman yang menerima kunjungan pengurus Al-Syami. Pada kesempatan tersebut, Arief menjelaskan bahwa saat ini MER-C juga tengah berupaya untuk mengirimkan Tim Bedah (Medis) dan bantuan kemanusiaan ke Suriah. Seperti prinsip yang dipegang MER-C selama ini, bahwa penyaluran bantuan haruslah legal dan netral, maka MER-C telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar RI di Damaskus untuk pengurusan perizinan tim. Berdasarkan informasi dari KBRI Damaskus bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah ambulans, maka selain pengiriman Tim Medis, bantuan medis lainnya yang akan diberikan oleh MER-C adalah berupa ambulans. “Izin Tim Medis dan rencana pembelian ambulans sedang dibantu pengurusannya oleh KBRI. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari KBRI,” tambah Arief. Sementara itu, Al-Syami menegaskan bahwa mereka siap mendukung program kemanusiaan untuk rakyat Suriah. Bahkan, anggota mereka siap bergabung dan membantu menjadi relawan bersama Tim MER-C di lapangan. MER-C dan Al-Syami sepakat bahwa perlu diadakan pertemuan lebih lanjut untuk membahas teknis kerjasama dalam program kemanusiaan ini.
RS Indonesia, Salah Satu Tema yang Diangkat pada Peringatan 61 Tahun KAA

Dalam rangka Peringatan 61 Tahun Konferensi Asia Afrika, Museum Konferensi Asia Afrika (KAA), Kementerian Luar Negeri RI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Bandung menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 17 April 2016 hingga 1 Mei 2016, bertempat di Museum KAA, Bandung – Jawa Barat. Salah satu rangkaian kegiatan dari peringatan ini adalah “Bandung Spirit for Palestine” yang dikemas dalam bentuk Pameran Foto dan Talkshow. Selasa, 19 April 2016 kemarin, kegiatan pameran foto mulai dibuka dengan salah satu tema yang diangkat adalah mengenai program pembangunan Rumah Sakit Indonesia, di Jalur Gaza, Palestina. Selain foto, dokumentasi kegiatan dalam bentuk video juga ditayangkan dihadapan undangan yang hadir yang berasal dari berbagai kalangan mulai dari pejabat pemerintahan, akademisi, mahasiswa dan masyarakat umum. Kegiatan pameran foto berbagai dukungan Indonesia untuk Palestina akan berlangsung hingga tanggal 1 Mei 2016. Perwakilan MER-C juga turut menghadiri acara ini dan berkesempatan memberikan sedikit penjelasan mengenai program pembangunan Rumah Sakit Indonesia sebagai sebuah karya anak bangsa dan salah satu bentuk dukungan nyata dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. Pada pernyataannya, perwakilan MER-C menyampaikan harapannya bahwa RS Indonesia bukan hanya sekedar rumah sakit tapi bisa menjadi bukti persaudaraan dan dukungan jangka panjang rakyat Indonesia untuk Palestina hingga Palestina meraih kemerdekaannya.