MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Warga Filipina Puji Tim Bedah MER-C

Seorang warga berjalan melewati pemukiman yang hancur akibat Topan Haiyan di kota Tacloban, Leyte provinsi Leyte, Filipina tengah, Ahad (10/11). (AP/Bullit Marquez) REPUBLIKA.CO.ID,  CEBU — Department of Health Filipina dan sejumlah NGO asing dari berbagai negara menyatakan salut dan apresiasi yang besar bagi kinerja Tim Bedah MER-C. Hal ini disampaikan pada saat rapat koordinasi yang diadakan DOH Filipina, Selasa (3/12) bertempat di kantor DOH, Cebu City. Turut hadir tiga relawan MER-C pada rapat tersebut untuk memberikan laporan kegiatan Tim, yaitu dr Abdul Mughni SpB KBD, dr Nurul Qomaruzzaman SpOT, dan dr Dany Kurniadi Ramdhan, SpBS. Kami tidak menyangka diberi applaus dan salut dari semua hadirin seperti UNICEF Japan Army, sesaat setelah dr. Abdul Mughni Ketua Tim MER-C memberikan laporan, ungkap dr Nurul Qomaruzzaman yang juga merupakan Wakil Ketua Tim MER-C untuk Filipina, dalam pernyataannya, Sabtu (7/12).   Relawan yang berprofesi sebagai ahli bedah tulang ini memaparkan, sejak awal peserta rapat menyampaikan bahwa di Medellin dan sejumlah wilayah di Cebu Utara yang dilanda topan belum ada medis dan warga belum tertangani. Padahal, Tim MER-C sudah menjangkau seluruh daerah yang disebutkan tadi.   Kami sudah melayani sekitar 1.670 pasien rawat jalan melalui program mobile clinic dan telah melakukan 12 kali operasi mayor di seluruh radius North District Cebu sampai ke pulau terjauh Kinatarcan, jelas dr Nurul. Paparan inilah yang membuat para hadirin salut dan bertepuk tangan karena apa yang telah dilakukan Tim MER-C menjawab semua permasalahan dan keluhan yang semenjak tadi dibicarakan, yakni belum adanya medis di Medellin.   Ungkapan terima kasih juga berdatangan dari sejumlah sejawat medis Bogo Medellin Medical Center (BMMC). Rumah Sakit yang turut mengalami kerusakan akibat topan ini juga merupakan tempat Tim MER-C berposko selama menunaikan tugas kemanusiaan di Filipina.   “Selamat kepada grup MER-C Indonesia yang telah menjadi grup pertama dari 20 negara yang telah memberikan bantuan medis di Cebu Utara,” ujar perwakilan Kemenkes Filipina, Enirhtak Ocificap Atelom. Rasa terima kasih juga disampaikan langsung perwakilan RS Medellin. “Selamat kepada seluruh grup MER-C! Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk dapat bekerja sama dengan anda semua. Dengan cinta dari kami BBMC dan seluruh warga Medellin,” ujat LZ Hurado Iscanilla. Reporter : Indah wulandari Redaktur : Dewi mardiani Sumber  : http://www.republika.co.id/berita/internasional/asean/13/12/07/mxf3pd-warga-filipina-puji-tim-bedah-merc

DOH Filipina Apresiasi Kinerja Tim Bedah MER-C

Cebu, Filipina – DOH atau Department of Health of the Philippines dan sejumlah NGO asing dari berbagai negara menyampaikan rasa salut dan apresiasi yang besar bagi kinerja Tim Bedah MER-C. Hal ini disampaikan pada saat rapat koordinasi yang diadakan DOH Filipina, Selasa (3/12) di kantor DOH, Cebu City. Turut hadir tiga relawan MER-C pada rapat tersebut untuk memberikan laporan kegiatan tim. Ketiga relawan tersebut adalah dr. Abdul Mughni, SpB KBD, dr. Nurul Qomaruzzaman, SpOT dan dr. Dany Kurniadi Ramdhan, SpBS. “Kami tidak menyangka diberi applause (tepuk tangan) dan salut dari semua hadirin seperti Unicef, Japanese Army, dll sesaat setelah dr. Abdul Mughni Ketua Tim MER-C memberikan laporan,” ungkap dr. Nurul Qomaruzzaman yang juga merupakan Wakil Ketua Tim MER-C untuk Filipina.  Lebih lanjut relawan yang berprofesi sebagai ahli bedah tulang ini memaparkan bahwa sejak awal peserta rapat yang lain menyampaikan bahwa di Medellin dan sejumlah wilayah di Cebu Utara yang dilanda topan belum ada bantuan medis dan warga yang sakit belum tertangani. Padahal, menurutnya lagi, Tim MER-C sudah menjangkau seluruh daerah yang disebutkan tadi.  “Kami sudah melayani sekitar 1.670 pasien rawat jalan melalui program mobile clinic dan telah melakukan 12 kali operasi mayor di seluruh radius North District Cebu sampai ke pulau terjauh Kinatarcan,” tambahnya. Paparan inilah yang membuat para hadirin salut dan bertepuk tangan karena apa yang telah dilakukan Tim MER-C menjawab semua permasalahan dan keluhan yang semenjak tadi dibicarakan, yakni belum adanya bantuan medis di Medellin.   Ungkapan terima kasih juga berdatangan dari sejumlah sejawat medis Bogo Medellin Medical Center (BMMC), Rumah Sakit yang turut mengalami kerusakan akibat topan yang juga merupakan tempat Tim MER-C berposko selama menunaikan tugas kemanusiaan di Filipina. “Selamat kepada grup Merc Indonesia yang telah menjadi grup pertama dari 20 negara yang telah memberikan bantuan medis di Cebu utara, terimakasih banyak.” (Enirhtak Ocificap Atelom). “Selamat kepada seluruh grup Merc! Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk dapat bekerja sama dengan anda semua. Dengan cinta dari kami bbmc Dan seluruh warga Medellin.” (LZ Hurado Iscanilla) Tim Medical Emergency Rescue Committee dari Indonesia telah membuat kami sadar bahwa kami tidak sendirian Dan andalah Salah satu Alasan mengapa kami dapat bertahan Dan bangkit kembali. Terima kasih. (Holda)

MER-C Beri bantuan Medis Ke Pelosok Filipina

Warga menggunakan terpal untuk melindungi mereka dari hujan saat topan melanda kota Tacloban di provinsi Leyte, Filipina tengah, Ahad (10/11). (AP/Bullit Marquez) REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) mengirimkan tim medis untuk membantu pengungsi badai Haiyan di Filipina. Tim yang terdiri dari dokter ahli bedah, ortopedi, saraf dan umum dibantu tim perawat terjun hingga pelosok Filipina. Presidium MER-C, Jose Rizal Jurnalis menyebutkan tim MER-C fokus pada pertolongan medis, mobile clinik dan tindakan operasi. Tim medis MER-C sementara bermarkas di Medellin Medical Clinic. “Tim mobile clinic juga melakukan bedah di lokasi yang memungkinkan,” ujarnya saat dihubungi Republika, Kamis (28/11). Jose menyebut lembaganya fokus memberi bantuan medis meski memiliki divisi konstruksi. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang medis, timnya lebih mendahulukan menolong pengungsi dibanding rekonstruksi. Namun timnya juga siap menyalurkan bantuan untuk konstruksi. “Sesuai amanah masyarakat. Kalau amananahnya bangun sekolah, rumah sakit, Insya Allah disalurkan,” ujar Jose. Ketua Tim MER-C untuk Filipina, Abdul Mughni melaporkan saat ini tim sedang melakukan mobile clinic di pulau Instrasan. Daerah ini adalah daerah terjauh yang dijangkau tim dari posko di Medellin. Tim harus menempuh tiga jam perjalanan dengan ferry dilanjut boat kecil ke lokasi ini. “Separuh rumah sudah hancur atapnya. Pohon-pohon juga habis bertumbangan,” ujar Mughni dari Filipina, Kamis (28/11). Medical Clinic yang digelar sejak kedatangan disambut antusias pengungsi. Rata-rata 250 pasien ditangani setiap harinya. Saat ini yang dikeluhkan pengungsi adalah diare, Ispa dan gatal. “Tiga pekan setelah bencana tidak ada air sehingga penyakit kulit muncul,” terang Mughni. Tim membagi peran dalam misi ini. Ada yang berjaga di Medellin untuk melakukan tindakan operasi dan ada tim yang terjun dengan mobile clinic. Relawan MER-C juga telah melakukan tindakan operasi terhadap 20 pasien. Sebagian besar karena luka yang terlambat ditangani. “Kasus patah tulang 4 orang kita operasi,” ujarnya. Tim yang tiba di Filipina sejak, Sabtu (23/11) direncakan akan kembali ke tanah air 4 Desember mendatang. MER-C akan terus menggalang bantuan kemanusiaan untuk Filipina. Jose menerangkan dana untuk Filipina diambil dari pos kemanusiaan. “Kita tak ambil dari dana untuk Gaza dan Afghanistan,” kata Jose. Pihaknya juga masih menerima donasi dari masyarakat untuk membantu korban badai Haiyan Filipina. Bagi masyarakat yang ingin menyumbang lewat MER-C bisa melalui rekening BCA Cabang Kwitang 6860099339 atau Bank Syariah Mandiri Cabang Salemba  7015658899 atas nama Medical Emergency Rescue Committe. Reporter : Hafidz Muftisany Redaktur : Heri Ruslan Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/11/28/mwz801-merc-beri-bantuan-medis-ke-pelosok-filipina

Tim MER-C Lakukan Tindakan Operasi dan Pengobatan bagi Korban Topan Haiyan

Cebu, Filipina – Tim Bedah MER-C yang dipimpin oleh Dr. Abdul Mughni SpB KBD yang bertolak ke Cebu Filipina pada Jum’at malam (22/11), telah tiba dengan selamat di Bandara Mactan Cebu pada esok tanggal harinya Sabtu (23/11) pukul 11.30 waktu setempat. Setiba di Cebu, Tim langsung berkoordinasi dengan Health Management Center guna mengurus perizinan dan pemetaan lokasi-lokasi bencana yang dianggap penting. Usai mendapatkan informasi, tim langsung meluncur ke arah utara Cebu, tepatnya Municipality of Medellin yang turut dilanda bencana dahsyat topan Haiyan pada 8-9 November 2013 lalu. Di sini tim mengunjungi Bogo-Medellin Medical Center, sebuah rumah sakit umum daerah setempat yang juga tampak mengalami kerusakan pada beberapa bagian ruangan akibat topan. Setelah berkoordinasi dengan Kepala dan staf RS serta mengevaluasi kebutuhan medis, maka Tim MER-C memutuskan untuk memberikan bantuan terlebih dahulu di wilayah ini. Malam itu, tim pun beristirahat di ruangan laboratorium yang sudah disiapkan oleh pihak RS, untuk melepas lelah setelah sehari semalam melakukan perjalanan. Esok harinya, Minggu (24/11), untuk mengefektifkan waktu dan pekerjaan, dr. Abdul Mughni selaku Ketua membagi timnya yang terdiri dari 9 relawan menjadi 2, yaitu Tim Bedah dan Tim Mobile Clinic. Tim Bedah berfokus membantu penanganan pasien-pasien trauma di RS sementara Tim Mobile Clinic bertugas menyisiri wilayah-wilayah utara Cebu yang menjadi sasaran topan Haiyan. Dr. Abdul Mughni, SpB KBD, dr. Dany Kurniadi, SpBS, dr. Nurul Qomaruzzaman, SpOT dan Ita Muswita (perawat bedah) sejak Minggu pagi langsung membantu menangani pasien yang dirawat maupun yang datang ke IGD RS. Hari itu juga dilakukan tindakan operasi dengan kasus fraktur pergelangan tangan kiri (Radius Ulna). Walaupun dengan peralatan operasi yang seadanya, yaitu ketiadaan alat electric cauter, namun operasi berhasil diselesaikan dalam waktu kira-kira satu setengah jam.  Seperti padatnya kegiatan Tim Bedah di RS, Tim yang memberikan pelayanan medis mobile clinic juga demikian halnya. Tim disambut antusias oleh warga masyarakat korban topan, tepatnya warga di Barangay of Kawit. Di wilayah ini kerusakan akibat topan terlihat di sana-sini. Meskipun rumah dan bangunan tempat tinggal mereka terkena sapuan topan, tapi warga tidak mengungsi. Mereka membuat tenda di samping reruntuhan dan sisa rumah. Bertempat di Kawit Barangay Hall yang berjarak sekitar satu jam dari Bogo Medelin Medical Center, Tim Mobile yang terdiri dari 2 dokter umum, 1 perawat dan 2 non medis melayani satu-persatu warga yang datang. Obat-obatan yang diberikan tim adalah obat-obatan yang dibawa dari Indonesia, sumbangan para donatur. Meskipun ramai warga yang berkumpul, namun mereka terlihat dengan sabar dan tertib mengantri untuk mendapatkan pengobatan. Tercatat warga yang berobat pada hari itu mencapai 216 orang. Tim dijadwalkan masih akan menginap di Bogo-Medellin Medical Center satu hari lagi sebelum bergerak ke wilayah bencana topan lainnya. Hal ini dikarenakan masih ada warga korban topan Haiyan yang memerlukan bantuan penanganan operasi, seperti fraktur pergelangan tangan bawah dan necrotic wound debridemant.

Tim Bedah MER-C Berangkat Ke Filipina

Jakarta – Jumat, 22 November 2013 Setelah sempat tertunda beberapa hari karena masalah teknis, malam ini tim bedah MER-C yang dipimpin oleh Dr. Abdul Mughni Sp. B KBD berangkat ke Filipina. Tim yang terdiri dari sembilan relawan ini akan melakukan bantuan medis di tempat-tempat yang masih sangat memerlukan bantuan fase emergency pasca bencana. Abdul Mughni menjelaskan, “Pada masa-masa awal setelah kejadian bencana, kasus kesehatan yang sering dijumpai biasanya masalah trauma , baik trauma muskuloskeletal, trauma abdomen, trauma kepala maupun trauma yang lain. Setelah itu timbul penyakit-penyakit di pengungsian misalnya diare, infeksi saluran nafas, penyakit kulit dan masalah kesehatan ini diperberat oleh sanitasi yang kurang akibat bencana.” Tim diagendakan untuk kembali ke tanah air tanggal 4 Desember 2013.

Tim Bedah MER-C Bersiap Ke Filipina

MER-C sedang bersiap-siap untuk segera memberangkatkan Tim bedah ke Filipina. Presidium MER-C dr Joserizal Jurnalis mengatakan bahwa kemungkinan besar badai Haiyan yang terjadi di Filipina Akan mengakibatkan tingginya jumlah korban trauma yang membutuhkan tindakan operasi. Tim yang diagendakan untuk berangkat tanggal  17 November 2013 ini direncanakan untuk mulai bergerak dari Cebu untuk mencari lokasi yang paling memerlukan bantuan. Joserizal menambahkan bahwa karena masa pemulihan pasca bencana tidak dapat berlangsung cepat, maka inshallah MER-C Akan mengirimkan tim lanjutan. Di Filipina MER-C akan bekerja sama dengan institusi setempat, termasuk dengan gereja Katolik untuk dapat memberikan bantuan kepada para korban bencana. Rekening Donasi Kemanusiaan MER-C untuk Bencana Alam di Filipina : BCA, Cab Kwitang, 686.0099339 BSM, Cab Salemba, 701.5658899 an. Medical Emergency Rescue Committee

Silahkan bertanya?