MER-C Terus Salurkan Bantuan Makanan Siap Saji ke Warga Sekitar RS Indonesia di Gaza Utara

MER-C melalui relawan lokalnya di Jalur Gaza bagian Utara kembali membagikan bantuan makanan siap saji kepada warga di sekitar Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara yang saat ini masih terisolasi. “Kami sekarang berada di depan Rumah Sakit Indonesia. Saat ini kami dalam proses pembagian bantuan kemanusiaan yaitu berupa makanan siap saji,” kata salah satu relawan MER-C. Warga di kamp-kamp pengungsi di sekitar RS Indonesia di Gaza Utara mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan masyarakat Indonesia melalui MER-C. “Terima kasih Indonesia, terima kasih untuk bantuan makan siang dari MER-C. Alhamdulillah jumlahnya bisa mencukupi yaitu setiap orang bisa mendapatkan satu piring. Tentunya ini akan sangat bermanfaat bagi kami, membahagiakan kami di tengah keadaan kami yang seperti ini. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menerima amal anda dan memperbaiki kehidupan anda semua,” kata seorang pengungsi. Pengungsi lain yang juga menerima bantuan mengatakan, saat ini mereka tidak punya apa-apa. Bantuan sepiring makanan siang yang diberikan MER-C sangat bermakna untuk mereka. Selain tidak punya makanan dan minuman, ia mengungkap mereka juga memerlukan kasur, tikar, selimut atau pakaian hangat karena Gaza sedang memasuki musim dingin. “Terima kasih atas bantuan berupa makanan siap saji ini yang sangat membahagiakan kami. Terima kasih untuk Indonesia, terima kasih untuk MER-C kami dapat merasakan kebersamaan rakyat Indonesia di saat negeri-negeri Arab diam saja atas apa yang menimpa kami. Mudah-mudahan kondisi berat ini segera berubah dan Allah rahmati syuhada kami dan menyembuhkan yang sakit dari kami,” katanya. Saat ini warga Gaza yang bertahan di Jalur Gaza Utara terisolasi di kamp-kamp pengungsian dan rumah mereka yang telah hancur akibat serangan yang dilakukan Israel sejak 7 Oktober 2023 .
Tim MER-C Berangkat ke Yordania untuk Ikuti Konferensi Pembangunan Kembali Fasilitas Kesehatan Gaza

Senin/5 Februari 2024, Tim MER-C bertolak ke Yordania untuk mengikuti konferensi terkait pembangunan kembali fasilitas kesehatan di Jalur Gaza yang hancur akibat serangan Israel. Tim yang berangkat terdiri dari tiga orang, yaitu Presidium MER-C Dr. Arief Rachman, SpRad, Relawan MER-C Marissa Noriti, S.Farm dan Relawan MER-C Cabang Medan Kipa Jundapri, S.Kep., Ners., M.Kep. “Insyaallah kita akan berangkat ke Amman, Yordania dalam rangka menghadiri konferensi membangun kembali fasilitas kesehatan di Jalur Gaza. Jadi konferensi ini diikuti berbagai organisasi internasional yang memang mempunyai concern membangun kembali fasilitas kesehatan di Gaza,” kata Marissa, salah satu anggota Tim yang berangkat ke Yordania. Ia mengatakan, di sana Tim akan melakukan kordinasi dengan berbagai pihak, sehingga diharapkan dengan mengikuti konferensi ini bisa membantu membuka jalan pembangunan kembali Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang juga mengalami kerusakan akibat serangan Israel. “Sebenarnya kita ada agenda lain juga yaitu koordinasi dengan berbagai NGO, serta melihat situasi di sana. Kita juga sedang mencari jalan untuk masuk ke Gaza,” ujarnya. Marissa menambahkan, Tim sendiri rencananya berada di Yordania sekitar 1- 2 minggu, kemudian akan menyusun strategi kembali apa yang akan dilakukan setelah konferensi. “Nanti kita atur strategi lagi, apakah kita langsung kembali ke Indonesia atau bagaimana, nanti kita akan putuskan,” katanya.
MER-C kembali Salurkan Bantuan ke Gaza Utara

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui relawan lokalnya di Jalur Gaza Utara kembali menyalurkan bantuan berupa makanan cepat saji untuk warga yang berada di Pengungsian. “Saat ini kami sedang menyiapkan bantuan paket makanan dari masyarakat Indonesia dan MER-C untuk pengungsi kamp Jabaliya yang terisolasi. InsyaAllah setiap harinya akan ada paket makanan untuk para pengungsi di pusat-pusat penampungan,” ujar salah satu relawan MER-C. “Semoga bantuan dari masyarakat Indonesia ini dapat memberikan dukungan kepada kami. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberkahi kalian, juga upaya kalian. Dan kami berharap semoga semakin banyak bantuan yang dapat disalurkan kepada masyarakat yang tengah terisolasi di sini,” tambahnya. Salah satu pengungsi yang menerima bantuan juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan masyarakat Indonesia melalui MER-C ini. “Terima kasih banyak warga Indonesia, kami haturkan ucapan syukur atas upaya baik yang kalian lakukan. Atas izin Allah semua hal ini akan dicatat sebagai amal kebaikan kalian. Kami rakyat Palestina selalu mengharapkan doa dari kalian. Semoga Allah limpahkan keberkahan-Nya dan Allah berikan kami kekuatan melalui bantuan kalian,” ujarnya. Saat ini warga Gaza yang bertahan di Jalur Gaza Utara terisolasi di kamp-kamp pengungsian dan rumah mereka yang telah hancur akibat serangan yang dilakukan Israel sejak 7 Oktober 2023. Dua relawan MER-C asal Indonesia Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan sendiri terpaksa mengungsi ke Gaza Selatan setelah Rumah Sakit Indonesia dikepung dan diserang tentara Israel. Untuk itu, penyaluran bantuan di Gaza Utara saat ini dilakuakan oleh relawan lokal MER-C. Sebelumnya MER-C juga telah menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia di Gaza Utara berupa makanan cepat saji ke pusat-pusat penampungan dan rumah-rumah yang terisolasi di sekitar kamp Jabaliya.
Sempat Sakit, Dua Relawan MER-C di Jalur Gaza Mulai Membaik

Dua relawan MER-C yang saat ini berada di Jalur Gaza, Palestina, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan sempat mengalami sakit sejak Kamis (25/1), namun dalam video yang dikirimkan hari Senin (29/1), mereka mengatakan sudah mulai membaik. “Kembali lagi dengan kami, relawan MER-C di Gaza, hari ini Senin tanggal 29 Januari 2024, mengingat kondisi kami yang masih sedikit drop, kadang sembuh tapi kadang panas kembali tinggi, juga masih sedikit batuk tapi Alhamdulillah setiap hari semakin membaik,” ujar Fikri. “Tentunya ini berkat doa dari temen-temen semua, kami mengucapkan terima kasih teman-teman yang peduli terus mendoakan kami dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah SWT dan temen-temen juga semoga selalu diberikan kesehatan dan perlindungan oleh Allah SWT,” tambahnya. Fikri juga mengatakan, saat ini gempuran Israel masih terus terjadi. Tapi di wilayah tempat mereka mengungsi sedikit lebih kondusif, tidak banyak mendengar suara serangan. “Doakan semoga kondisi di Palestina ini terus membaik dan semoga ada genjatan senjata. Dan yang diharapkan warga Gaza adalah berakhirnya perang itu sendiri, jadi genjatan senjata tidak hanya bersifat sementara tapi permanen sehingga warga bisa kembali ke rumah masing-masing,” tuturnya. Dua relawan MER-C dibantu relawan lokal terus membagikan bantuan masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui MER-C. Bantuan yang diberikan berupa makanan, baju hangat dan air bersih.
SURAT TERBUKA MER-C KEPADA PRESIDEN RI “SELAMATKAN RS INDONESIA DAN JALUR GAZA”

Jakarta, 11 November 2023 SURAT TERBUKA MER-C KEPADA PRESIDEN RI “SELAMATKAN RS INDONESIA DAN JALUR GAZA” Kepada yang terhormat, Bapak Ir. H. Joko Widodo Presiden Republik Indonesia Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua Hari ini 36 hari sudah dunia menyaksikan agresi membabi buta, pembunuhan dan pembantaian massal terhadap rakyat sipil di Jalur Gaza, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Pemukiman warga, bahkan tempat ibadah baik masjid maupun gereja, sekolah, lokasi-lokasi pengungsian, serta berbagai fasilitas umum lainnya, bahkan seluruh rumah sakit di Jalur Gaza tak luput menjadi sasaran kebrutalan militer Israel. Belasan ribu jiwa meninggal, puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka tanpa bisa mendapatkan penanganan yang layak akibat habisnya obat-obatan, padamnya aliran listrik di rumah sakit karena kehabisan bahan bakar serta sederet situasi menyedihkan lainnya. Warga Gaza kini hidup tanpa harapan, tanpa makanan, air, listrik, bahan bakar di tengah gempuran serangan udara dan darat Israel yang semakin gencar, tanpa mengindahkan kemanusiaan dan hukum-hukum internasional. Rumah Sakit Indonesia, asset bangsa Indonesia yang berada di Gaza bagian Utara yang dibangun dari dana rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, yang pembangunannya dikerjakan oleh tangan anak-anak bangsa tak luput menjadi sasaran. Berbagai fitnah dan framing disebarkan Israel untuk melegitimasi serangan terhadap RS Indonesia. Sebagai informasi bagi Bapak, saat ini 3 relawan MER-C, WNI, masih berada di Jalur Gaza, di RS Indonesia untuk menyalurkan bantuan amanah dari rakyat Indonesia untuk warga Palestina di Jalur Gaza. RS Indonesia kini mencoba tetap bertahan dan beroperasional di tengah kegelapan dan keterbatasan obat-obatan, karena ini adalah satu-satunya tumpuan harapan masyarakat Gaza Utara untuk berlindung dan mendapatkan akses pengobatan. Akankah dunia dan kita bangsa Indonesia terus berdiam diri melihat hal ini ? Untuk itu, sebagai perwakilan rakyat Indonesia, atas nama bangsa Indonesia, bangsa yang memiliki asset Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, kami berharap Bapak Presiden dengan segala kemampuan dan kapabilitas yang dimiliki untuk dapat melakukan perubahan dan menyelamatkan RS Indonesia di Jalur Gaza. Kami berharap, pada kesempatan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, Bapak dapat menyampaikan hal ini, memberikan tekanan kepada dunia, khususnya kepada Amerika Serikat agar segera mengadakan gencatan senjata di Jalur Gaza dan menyelamatkan Rumah Sakit Indonesia dari serangan Israel. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian khusus Bapak Presiden. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hormat kami, Atas nama rakyat Indonesia Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C Indonesia ————————————————— Subject: Open Letter from MER-C to the President of the Republic of Indonesia Dear Mr. Ir. H. Joko Widodo, President of the Republic of Indonesia Peace be upon you, and may the mercy of Allah and His blessings be upon you—greetings of peace for all of us. Today marks the 36th day of the world witnessing indiscriminate aggression, murder, and mass slaughter of civilians in the Gaza Strip, the majority of whom are women and children. Residential areas, including places of worship such as mosques and churches, schools, evacuation locations, and various other public facilities, not to mention all hospitals in the Gaza Strip, have fallen victim to the brutality of the Israeli military. Tens of thousands have lost their lives, and tens of thousands more are injured, unable to receive proper treatment due to the depletion of medications, the blackout of electricity in hospitals due to fuel shortages, and a series of other distressing situations. The people of Gaza live without hope now, without food, water, electricity, and fuel amid the intensified air and ground attacks by Israel, disregarding humanity and international laws. The Indonesia Hospital, a national asset built in the northern part of Gaza with funds from the Indonesian people from Sabang to Merauke, constructed by the hands of our fellow countrymen, has not escaped becoming a target. Israel has spread various false accusations and framings to legitimize attacks on the Indonesia Hospital. For your information, Mr. President, currently, three MER-C volunteers, Indonesian citizens, are still in the Gaza Strip at the Indonesia Hospital to deliver aid entrusted by the Indonesian people to the people of Palestine in the Gaza Strip. The Indonesia Hospital is now trying to survive and operate amid darkness and a shortage of medications because it is the only hope for the people of North Gaza to seek refuge and access medical treatment. Will the world and our Indonesian nation continue to remain silent in the face of this? Therefore, as representatives of the Indonesian people, on behalf of the Indonesian nation that owns the Indonesia Hospital in the Gaza Strip, we hope that you, Mr. President, with all your capacities, can bring about change and save the Indonesia Hospital in the Gaza Strip. We hope that during the meeting with the President of the United States, Joe Biden, you can convey this matter, exerting pressure on the world, especially the United States, to immediately initiate a ceasefire in the Gaza Strip and save the Indonesia Hospital from Israeli attacks. This open letter is for your special attention, Mr. President. Peace be upon you, and may the mercy of Allah and His blessings be upon you. Sincerely, On behalf of the Indonesian people, Dr. Sarbini Abdul Murad Chairman of the MER-C Presidium
Di Tengah Serangan, 4.000 Paket Bantuan Ramadhan Masyarakat Indonesia untuk Masyarakat Gaza Selesai Disalurkan

Dalam rangka menyemarakkan Ramadhan di Gaza, Palestina, MER-C salurkan 2.000 paket sembako dan 2.000 paket ifthar (berbuka puasa) bantuan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. Proses penyaluran bantuan Ramadhan sempat terkendala karena adanya serangan dari jet-jet tempur Israel ke sejumlah wilayah di Jalur Gaza pada pertengahan Ramadhan lalu. Hal ini disampaikan oleh Reza Aldilla Kurniawan, salah satu relawan yang masih bertugas di Jalur Gaza. “Kendala penyaluran bantuan tahun ini karena ada penyerangan. Namun Alhamdulillah selebihnya lancar dan semua bantuan akhirnya selesai kami distribusikan,” ujar Reza. Program Bantuan Ramadhan adalah rangkaian Program Rutin Kemanusiaan MER-C Cabang Gaza dalam rangka membantu memeriahkan suasana Ramadhan untuk warga Gaza yang masih hidup dalam blokade berkepanjangan. Pada tahun-tahun sebelumnya, MER-C menyalurkan bantuan sebanyak 1000 paket sembako dan 1000 paket ifthar. Tahun ini, dengan donasi dan dukungan dari rakyat Indonesia, MER-C bisa melipat gandakan jumlah bantuan. “Di tahun ini Alhamdulillah dengan dukungan dan donasi dari rakyat Indonesia, kita bisa memberikan bantuan lebih banyak. Hal ini untuk memberikan pesan bahwa dukungan rakyat Indonesia terhadap saudara-saudara kita di Palestina tidak akan pernah surut, bahkan terus menguat dari hari ke hari,” lanjutnya. Proses packing bantuan 2000 paket sembako sudah dimulai sejak awal Ramadhan. Lalu pada minggu ke-2 Ramadhan, relawan mulai bergerak mendistribusikan bantuan tersebut kepada warga Gaza yang berhak menerimanya. Distribusi bantuan dilakukan secara langsung oleh relawan ke rumah-rumah warga Gaza yang sudah didata sebelumnya. Sebagian bantuan didistribusikan bekerja sama dengan beberapa yayasan dan lajnah zakat yang ada di Gaza. “Demi menjangkau seluas-luasnya penerima manfaat, bantuan logistik dan iftar bersama tahun ini disebarkan ke seluruh penjuru Jalur Gaza, dari kota Khan Younis, Qarara di Selatan, Deir Balah, Maghazi, Nusairot, Bureij di tengah hingga Jabaliya, Bait Lahiya dan Bait Hanun di utara Jalur Gaza dan Gaza City,” jelas Reza. Sementara untuk bantuan ifthar, MER-C Cabang Gaza juga menggelar acara buka puasa Bersama dengan mengundang lebih dari 600 anggota keluarga syuhada dan anak-anak yatim berlokasi di salah satu lapangan terbuka di Gaza Tengah. Acara ini awalnya akan digelar pada pertengahan Ramadhan, namun tertunda karena terjadi serangan Israel. Setelah mempertimbangkan situasi keamanan, acara buka puasa Bersama akhirnya tetap dapat dilaksanakan pada akhir ramadan tepatnya di hari ke-25 Ramadan. Saat acara buka puasa Bersama, para relawan juga membagikan paket sembako untuk setiap keluarga syuhada yang hadir, memberikan hadiah untuk ibu-ibu yang berhasil memenangkan permainan dan memberikan mini parcel untuk semua anak-anak yang hadir. Bahagia turut dirasakan para relawan melihat senyum anak-anak yatim dan para keluarga syuhada menerima bantuan dari saudara-saudaranya di Indonesia. “Warga Gaza sangat bahagia. Ucapan terima kasih dan doa untuk masyarakat Indonesia terus kami terima saat distribusi berlangsung. Semoga Allah membalas kebaikan para dermawan dan donatur Indonesia, semoga semakin lancar rezekinya, dijauhkan dari berbagai musibah dan bisa melaksanakan ifthar serta shalat berjamaah di Masjidil Al-Aqsa,” ungkap relawan yang telah menyelesaikan studinya di salah satu universitas di Gaza. Sementara itu, salah satu Presidium MER-C, dr. Arief Rachman, SpRad menyampaikan terima kasih atas dukungan dan donasi dari masyarakat Indonesia. “Terima kasih atas bantuan dan partisipasi dari seluruh masyarakat Indonesia sehingga program rutin ini dapat terus berlangsung. Kami berharap dengan bantuan dan dukungan dari masyarakat semua, maka kita bisa bersama-sama mengurangi penderitaan yang dirasakan saudara-saudara kita di Gaza,” tambah Arief.
Relawan MER-C di Palestina Kabarkan Suasana Ramadhan di Gaza

Gaza, Rasilnews – Relawan medis dari lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), Fikri Rofiul Haq mengabarkan suasana Ramadhan 1443 Hijriah atau 2022 di Jalur Gaza, Palestina melalui siaran Radio Silaturahim 720 AM, pada Kamis (14/4) pagi. Fikri mengatakan, Ramadhan kali ini terasa berbeda. Di tahun-tahun sebelumnya, para relawan MER-C di Jalur Gaza biasa melaksanakan sholat tarawih di Masjid Glebo yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, tidak jauh dari Rumah Sakit Indonesia. Namun Ramadhan tahun ini, masjid tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi imbas peran 11 hari pada Ramadhan 2021 di Jalur Gaza. “MER-C pernah menyumbangkan karpet untuk Masjid Glebo dan biasa sholat tarawih di sana, tapi tahun ini kami tidak bisa lagi sholat tarawih di sana karena bangunan yang sudah hancur,” tutur Fikri. Hingga saat ini, kata Fikri, pemerintah Gaza masih terus melakukan renovasi-renovasi gedung yang hancur akibat serangan Israel pada Ramadhan tahun lalu. Patut disyukuri, Ramadhan 1443 H ini di Jalur Gaza tidak terjadi konflik besar, sehingga umat muslim di sana dapat melaksanakan ibadah Ramadhan dengan tenang. “Yang patut kami syukuri, Ramadhan tahun ini, Jalur Gaza khususnya sudah tidak ada konflik besar sehingga masyarakat Gaza bisa melaksanakan ibadah Ramadhan dengan tenang,” ucap Fikri. Perkembangan virus Covid-19 di Jalur Gaza pun, lanjut Fikri, dikabarkan menurun atau bahkan bisa dikatakan hampir tidak ada lagi karena sudah tidak ada kewajiban memakai masker, maupun aturan berjarak saat sholat berjamaah. Ada yang unik pada Ramadhan kali ini. Fikri menceritakan, toko-toko dan mall di Jalur Gaza mulai tutup sejak sore hari. Bertujuan agar umat muslim dapat lebih fokus beribadah pada malam hari, terutama saat melaksanakan sholat tarawih. “Untuk sholat tarawih di Gaza ada yang melaksanakan 11 rakaat, ada pula yang 23 rakaat. Hampir rata-rata mereka melaksanakan dengan dua rakaat satu salam lalu ditutup dengan 1 rakaat sholat witir,” kata Fikri. Salah satu menu andalan ketika berbuka puasa di Jalur Gaza ialah Gathoif. Fikri mengatakan, makanan ini hanya ada satu tahun sekali, tepatnya bulan Ramadhan dan mudah sekali dijumpai di warung-warung pinggir jalan. “Makanan ini tergolong makanan manis berisikan kelapa pada umumnya. Bentuknya seperti martabak tapi versi mini. Biasa kami beli mentahannya untuk diisi dengan selai coklat,” tuturnya. Selain itu, Fikri juga mengabarkan konflik Rusia-Ukraina tidak terlalu berdampak pada Jalur Gaza. Harga kebutuhan pokok di sana masih normal. Meski ada beberapa barang yang naik, tapi hal itu dinilai normal terjadi setiap bulan Ramadhan. “Konflik Rusia-Ukraina tidak terlalu berpengaruh di Jalur Gaza. Harga barang pokok masih tergolong normal, meski harga telur dan daging ayam cukup mahal, tapi ini memang selalu terjadi saat bulan Ramadhan,” ujar relawan MER-C yang kurang lebih sejak 2020 berada di Jalur Gaza itu. Sumber : https://www.radiosilaturahim.com/relawan-mer-c-di-palestina-kabarkan-suasana-ramadhan-di-gaza/
Qurban Peduli Gaza 2021
MER-C melalui Cabangnya di Jalur Gaza insya Allah siap menjalankan niat Bpk/Ibu/Sahabat yang ingin berqurban untuk saudara-saudara kita di Gaza – Palestina. Harga Hewan Qurban :???? Domba Kambing = Rp. 5.500.000,-???? Sapi = Rp. 33.500.000,- Konfirmasi : Call Center MER-C :0811990176 (Telp/wa) Rekening Program Qurban MER-C:BSM, Cab. TangerangNo. Rek. 700.2905.803A/n. Medical Emergency Rescue Committee – Batas akhir pentransferan hari Rabu, 15 Juli 2021 “Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Daging daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Al Hajj : 36-37) Wassalam,MER-C Indonesiawww.mer-c.org Info:Facebook : MER-C IndonesiaInstagram : @mercindonesiaTwitter : @mercindonesiaYoutube : MER-C Indonesia #qurbanpeduligaza #savegaza#savepalestine#mercgaza#mercindonesia#qurbangaza#donasipalestine#donasigaza#donasigazapalestina#amanahbagikemanusiaan
Kami Bersama Palestina, Stop Agresi Israel Sekarang Juga

Siaran Pers Penghujung bulan suci Ramadhan yang mulia sedianya dilalui dengan khidmat dan sukacita menyambut hari kemenangan. Namun, bulan yang sakral bagi umat muslim di seluruh dunia kembali dinodai dengan serentetan aksi brutal yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga sipil Palestina. Jum’at/7 Mei 2021, pasukan zionis Israel melakukan penyerangan terhadap jamaah sholat tarawih di kompleks situs suci Masjid Al-Aqsa dan pengusiran serta penggusuran pemukiman warga Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Aksi brutal ini telah menyebabkan ratusan warga sipil mengalami luka-luka. Kami mengutuk keras aksi brutal Israel dan menyatakan bahwa tindakan ini sebagai penghinaan terhadap umat muslim di dunia dan penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Tidak hanya wilayah Palestina di Tepi Barat, Senin/10 Mei 2021 di kala warga Gaza bersiap untuk berbuka puasa, pasukan zionis Israel membombardir Jalur Gaza, Palestina. Serangan merata pada wilayah Gaza Utara hingga Gaza Selatan. Sampai dengan Selasa malam/11 Mei 2021, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza merilis jumlah korban akibat serangan Israel mencapai 28 orang, termasuk 10 orang diantaranya adalah anak-anak dan satu wanita, semantara 152 orang lainnya mengalami luka-luka. Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, yang berjarak sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel menjadi rumah sakit rujukan untuk korban-korban agresi Israel di Gaza Utara. Korban jiwa dan luka sejak Senin malam (10 Mei 2021) berdatangan ke RS Indonesia untuk mendapatkan penanganan medis. Pagi hari ini (12 Mei 2021) kami mendapat informasi dari Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza bahwa serangan Israel menyasar sebidang tanah di sebelah Rumah Sakit Indonesia di provinsi utara Jalur Gaza yang berdampak kerusakan sebagian pada ruang administrasi Rumah Sakit Indonesia.Untuk itu, MER-C Indonesia menyatakan : 1. Mengutuk serangan Israel terhadap warga sipil di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Palestina, terlebih serangan ini dilakukan di bulan suci Ramadhan; 2. Mengutuk serangan terhadap Palestina yang berdampak pada kerusakan, khususnya Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang merupakan darah bangsa Indonesia yang diperuntukkan bagi rakyat Palestina; 3. Menuntut dihentikannya segala bentuk agresi terhadap Palestina; 4. Jika eskalasi terus meningkat, MER-C siap mengirimkan Tim Bedah ke Jalur Gaza, Palestina untuk memberikan bantuan kepada para korban. Jakarta, 12 Mei 2021 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua Presidium MER-C Pernyataan Pers selengkapnya : https://youtu.be/CpB-ht6AdBQ Info:www.mer-c.orgCall Center : 0811 99 0176Facebook & Youtube : MER-C IndonesiaInstagram & Twitter : @mercindonesia #savealaqsa#savesheikhjarrah#savegaza#savepalestine#mercgaza#mercindonesia#rsindonesiagaza —————— Rekening Donasi Amanah Kemanusiaan Gaza, Palestina : BCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 Bank Syariah Mandiri (BSM), 700.290.5803 Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee
Ramadhan di Tengah Pandemi di Gaza

Ramadhan adalah bulan mulia yang dinanti semua umat muslim di dunia, tak terkecuali umat muslim di Jalur Gaza, Palestina. Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, warga Gaza menyambut Ramadhan kali ini masih dengan berbagai krisis kemanusiaan yang melanda akibat blokade. Harga kebutuhan pokok meningkat. Beberapa warga yang masih cukup mampu, menghias rumah-rumah mereka dengan lampion Ramadhan dan lampu-lampu tali. Dari sektor keamanan masih kondusif. Tidak ada serangan meski pesawat tempur tanpa awak milik zionis Israel masih terus beroperasi di langit Gaza selama 24 jam. Tidak hanya krisis kemanusiaan, ramadhan di Gaza juga diwarnai dengan jumlah kasus Covid-19 yang masih terus bertambah. Per tanggal 21 April 2021, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza merilis penambahan kasus baru di Gaza dalam 24 jam terakhir sebanyak 1.268 sehingga total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Gaza sebanyak 93.910. Sementara kasus aktif 19.178, sembuh 73.924 dan sebanyak 808 meninggal dunia. Relawan MER-C di Gaza, Reza Aldilla Kurniawan menyampaikan bahwa Pemerintah Palestina di Gaza kembali menerapkan sejumlah pembatasan kepada warganya untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayah ini. Pembatasan yang diterapkan diantaranya pemberlakuan aturan jam malam untuk kendaraan bermotor selepas shalat maghrib setiap hari. Bahkan pada hari Jum’at dan Sabtu, penggunaan kendaraan bermotor dihentikan secara total. “Warga hanya boleh berkeliaran ke luar rumah tanpa kendaraan,” ujarnya. Sementara aktifitas ibadah di masjid untuk Ramadhan tahun ini masih diperbolehkan. “Pemerintah membolehkan warga sholat berjamaah di masjid dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu shaf berjarak, menggunakan masker dan membawa sajadah dari rumah,” ungkap Reza. Hal ini dimanfaatkan Reza dan dua relawan Indonesia lainnya untuk shalat taraweh berjamaah di masjid terdekat dengan Wisma dr. Joserizal Jurnalis, SpOT yang mereka tempati, yaitu masjid Glebo yang berjarak sekitar 200 meter dari Wisma.