MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Alumni GMJ Indonesia Serukan Pembebasan Al-Aqaha

Bogor, 23 Dzulhijjah 1434/28 Oktober 2013 (MINA) – Para relawan kemanusiaan yang tergabung dalam Alumni Global March to Jerussalem (GMJ) asal Indonesia menyerukan kepada umat Islam untuk memperhatikan pentingnya Masjid Al-Aqsha bagi perjuangan umat Islam sedunia. “Ini bukan sekedar pertemuan relawan yang pernah melakukan aksi longmarch hingga ke perbatasan Jodania-Palestina. Tetapi untuk mengingatkan kembali untuk terus-menerus menggencarkan pentingnya memperhatikan upaya-upaya pembebasan Masjid Al-Aqsha dan Palestina dari penjajahan Israel,” kata Ketua Alumni GMJ Indonesia, Tatang Syahria kepada Mi’raj News Agency (MINA), usai Silaturahim Alumni GMJ Indonesia di Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Ahad sore (27/10). Beberapa waktu sebelumnya, Ketua GMJ Internasional, Dr. Ribhi Halloum kepada MINA juga menyerukan umat muslim sedunia untuk bergerak mencegah tindakan Zionis Israel bertindak lebih jauh terhadap Al-Aqsha dan kawasan kota suci Jerusalem. Tindakan antara lain melalui sosialisasi dan aksi GMJ yang diikuti oleh ribuan peserta, termasuk dari Indonesia, tambahnya. Pada acara temu peserta GMJ itu juga diadakan Pelatihan Video Televisi untuk wartawan MINA, staf MER-C dan alumni GMJ bersama Tim Tutor Fitra Ratory (TV One), Silvano Hajid (Kompas TV), Hery Alamsyah (MNC Tv), dan Nashih Nashrullah (Republika). Turut hadir peserta GMJ dari Bogor, Tasikmalaya, Sukabumi, Garut dan Lampung. Menurut Fitra, pelatihan untuk menggali potensi dan meningkatkan kemampuan wartawan dalam pengambilan video reportase televisi. “Apalagi saat ini berkembang citizen journalism yang melibatkan masyarakat dalam pemberitaan tertentu,” ujarnya. Menurut Widi Kusnadi, Redaktur Timur Tengah MINA, pelatihan video televisi sangat bermanfaat bagi wartawan, khususnya untuk koresponden MINA di Palestina, Mesir, Yaman, Jordania dan Sudan. (L/P010/R1). Sumber http://mirajnews.com/indonesia/11243-kantor-berita-mina-adakan-pelatihan-jurnalistik-tv.html

GMJ Darat Tiba di Beirut: 8,5 Jam Tertahan di Kapal

Turki Tim Konvoi Darat Global March to Jerusalem (GMJ) tiba di Pelabuhan Mersin Turki, pukul 02.30 pagi hari, 27/3. Sebelumnya tim sempat demonstrasi dan singgah di pusat kota Konya tepat di depan gedung Konya Bolge 26/3. Tim disambut oleh NGO Mazlumder Konya. Feroze, delegasi India mengatakan, kita akan marcing ke Jerusalem dari seluruh penjuru dunia untuk membebaskan Aqsa, setelah Netanyahu memberi peringatan akan menindak tegas demonstran GMJ yang mendekati perbatasan, peserta GMJ tambah besar hingga 2 juta. Seluruh peserta kelihatan lelah setelah  lima jam perjalanan dari Konya. Delegasi sempat mengunjungi Museum dan makam Jalaluddin Rumi, di Konya sekitar lima jam. Usai dari museum, Panitia GMJ Konya menjamu makan malam kemudian dilanjutkan dengan  pertemuan dengan organisasi Kaum Dhuafa (Enderun Egitim Fakfi Kenya Subesi),   Direktur Enderum Foundation, Mr. Latief mengucapkan selamat datang di Konya dan semoga anda bisa kesini lagi., kami menyambut GMJ dan insyaAllah Palestina akan merdeka. Meski peserta dari berbagai agama dan negara kita punya satu tujuan, membebaskan Jerusalem. Fadil salah satu peserta dari Palestina mengatakan, solidaritas bangsa Asia sangat penting untuk menekan Israel, Jerusalem harus menjadi  milik semua umat monoteisme, Jerusalem harus dibebaskan dari kolonialisme. Nyanyian Aqsa terdengar serempak dari para peserta, Aqsa Haquna. Dengan menggunakan 3 bus, tim GMJ melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Mersin, Turki, dengan jarak 255 KM. Setelah menunggu dari pukul 03.00 hingga pukul 23.00, tim akhirnya berangkat dengan menggunakan kapal berbendera Turki, Fergun Express 2. Angin bergerak kencang, peserta nampak kedinginan, gelombang laut naik turun hingga separuh lebih peserta GMJ mabuk laut. Rabu (28/03) pukul 07.00 pagi waktu lokal, mulai nampak bayangan gedung-gedung bertingkat kota Beirut. Emeraude Express tetap melaju dengan kecepatannya yang konstan hingga akhirnya bersandar di pelabuhan Beirut pada pukul 09.30 waktu Beirut. Tentara Perdamaian PBB dari Brazil dan Libanon nampak berjaga di luar kapal. Di pelabuhan, para delegasi GMJ dari berbagai negara; India, Indonesia, Filipina, Malaysia, Iran, Turki dll berpikir bisa segera turun dan bergabung dengan delegasi yang lain. Tapi ternyata masih menunggu lama dengan ketidakpastian. Informasi simpang siur, belum bisa keluar dari kapal karena masih terganjal dengan masalah visa masuk Beirut. Awalnya para delegasi bersikap tenang dengan mengobrol dan bercanda di dalam kapal maupun di dek. Ada juga yang berusaha mengajak ngobrol aparat keamanan yang mondar mandir di luar kapal, walaupun tidak membuahkan hasil. Aparat bersenjata lengkap hanya diam dan memasang muka sangar. Pukul 12.00, Feroze Mithiborwala, selaku koordinator GMJ India, membawa informasi bahwa tertahannya para delegasi ternyata bukan karena masalah visa belaka, tetapi karena situasi politik Libanon dengan adanya pihak-pihak yang tidak menginginkan delegasi GMJ memasuki Libanon. Para delegasi mulai emosional, berbondong-bondong naik ke palka/atap kapal sambil meneriakkan yel-yel dan memukul-mukul atap kapal. Setelah tertahan selama kurang lebih 8,5 jam di kapal, sekitar pukul. 18.00 khusus delegasi Indonesia yang berjumlah 28 orang dengan bantuan dan jaminan visa dari Pihak KBRI akhirnya bisa keluar dari kapal sementara delegasi yang lain masih menunggu administrasi pelabuhan. Sempat acara seremoni perpisahan di kapal, delegasi GMJ Indonesia kemudian dibagi menjadi dua tim, tim pertama sebanyak 24 orang  menuju Yordania 28/3 malam pukul 22.15 untuk berkampanye di Front Yordania. Sementara, tim kedua sebanyak empat orang ikut bergabung dengan panitia GMJ Libanon untuk berkampanye di Front Libanon. Duta Besar Indonesia di Libanon, Dimas Samudra sempat memberikan statemen dukungan pada kegiatan GMJ, karena amanah mukadimah Undang-Undang Dasar 1945, dan menyerukan bahwa tempat suci Jerusalem untuk semua umat dan mendukung dibebaskanya Jerusalem dari kolonialisame. KBRI Libanon akan  menfasilitasi bagi kelancaran kampanye sipil GMJ di Libanon.   Tim Konvoi Darat GMJ Indonesia Laporan dari Muhammad Maruf (VOP) & dr. Nafan Akhun (MER-C)

GMJ Konvoi Darat Tiba di Yordania

Jordan Rabu (28/03), dari KBRI Beirut, sebanyak 24 orang Tim Konvoi Darat GMJ Indonesia langsung menuju bandara internasional Rafic Hariri Beirut Libanon untuk mengejar jadwal penerbangan ke Amman Yordania pada pukul 22.15. Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, Tim Konvoi darat GMJ Indonesia tiba di Bandara Internasional Queen Alia Amman Yordania pada pukul 23.10 waktu setempat. Di bandara Amman, Tim Konvoi Darat dijemput oleh Tim GMJ Indonesia rute 2 yang sudah lebih dulu tiba di Yordania yang kemudian dibawa ke penginapan dimana delegasi Indonesia lainnya sudah menunggu. Sesampainya di penginapan, di daerah Syifa Badran, rombongan Konvoi Darat GMJ bisa beristirahat dengan tenang dan membersihkan badan setelah hampir tiga hari tidak mandi. Kamis (29/03), pagi hingga siang harinya, tim GMJ Indonesia baik rute 1 (konvoi darat) maupun rute 2 sebanyak 79 orang berkumpul untuk melakukan evaluasi kegiatan konvoi darat yang telah dilalui, membahas segala kekurangan dan keterbatasan yang  ada untuk dilakukan perbaikan pada GMJ di tahun-tahun mendatang. Usai shalat maghrib seluruh rombongan GMJ Indonesia menghadiri acara jamuan makan malam di kediaman KBRI Jordania. Selepas menikmati hidangan, diadakan acara ramah-tamah dan sambutan dari pimpinan masing-masing delegasi. Acara dibuka oleh Bapak Zainul Bahar Noor, Duta Besar RI untuk Yordania sekaligus selaku tuan rumah yang didampingi oleh istri, Ibu Rosidah. Disusul oleh Bapak Bachtiar Nasir selaku Ketua ASPAC (Asia Pasific Committee for Palestine), kemudian dr. Joserizal Jurnalis, Sp.OT selaku Penggagas GMJ, lalu Bapak Ferry Nur dari KISPA, Ibu Marwah Daud Ibrahim (ASPAC), Koordinator AWG (Aqsha Working Group), M. Hafidz dari DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia) dan Ibuu Siti Aminah Assegaf dari VOP (Voice of Palestine). Masing-masing delegasi berkomitmen dan bersepakat bahwa rombongan dari Indonesia harus bersatu dalam satu barisan untuk acara yang akan digelar esok hari, 30 Maret 2012. Usai acara resmi ditutup, dilakukan pembicaraan antar koordinator delegasi untuk membahas masalah teknis di lapangan, termasuk memilih Koordinator Pusat untuk seluruh rombongan, yaitu Ust. Agus Sudarmaji dari AWG dan Lilik Nur Kholili dari ASPAC. Acara berakhir pukul 23.00 waktu lokal, para delegasi menuju kediaman masing-masing untuk menyiapkan acara keesokan harinya. Diperoleh informasi via SMS dari pelabuhan Beirut Lebanon bahwa tadi malam rekan-rekan delegasi GMJ dari India, Turki, Iran dan lain-lain sudah diizinkan menginjakkan kaki di Beirut dan saat ini  dalam perjalanan menuju Nabakhtiye, Beirut Selatan. Laporan dari Tim GMJ Indonesia dr. Naf’an Akhun (MER-C)

8,5 Jam Tim Konvoi Darat GMJ Indonesia Tertahan di Kapal

Turki – Selasa (27/03), dini hari pukul 02.00 wib, bus yang mengangkut rombongan Konvoi darat GMJ (Global March to Jerusalem) tiba di kota Pelabuhan Mersin, pelabuhan yang terletak di wilayah pesisir selatan negara Turki. Meski demikian para penumpang masih tertidur lelap dalam bus, kecuali yang bangun untuk mencari toilet setelah menahan buang air kecil semalaman. Seluruh rombongan baru terbangun pada pukul 05.30 saat terdengar adzan subuh dari sebuah masjid terdekat.   Sebagian rombongan, termasuk saya, segera mencari arah suara adzan untuk mengikuti shalat berjamaah. Usai shalat subuh, para delegasi segera membersihkan diri walau hanya sekedar menyikat gigi di masjid bernama Haliliye (Resadiye) Camii. Masjid mungil dan cantik ini dibangun pada masa H. Mehmet Pasa Tarafindan pada tahun 1908. Diperoleh informasi bahwa pemberangkatan menuju Beirut (Libanon) ditunda karena cuaca buruk dan angin kencang, ditambah lagi pengurusan visa masuk Beirut yang belum selesai. Namun satu alasan paling mendasar adalah mewaspadai mata-mata bila perjalanan dilakukan di siang hari. Untuk sementara, seluruh rombongan sementara menunggu di Cypru Bazaar, sebuah toko di tepi pantai yang masih dalam renovasi untuk menampung bagasi para delegasi. Pukul 21 waktu lokal, kapal laut yang ditunggu-tunggu mulai kelihatan. Perlahan kapal merapat di dermaga dekat lokasi penampungan bagasi. Seluruh delegasi bersiap, mulai dilakukan pengecekan paspor dan visa masuk Beirut. Jam 23.30 waktu lokal, Emeraude Express, kapal laut yang ditumpangi seluruh delegasi mulai melaju perlahan menuju arah selatan, membelah ombak laut Mediterania dengan tujuan pelabuhan Beirut di Libanon. Rabu (28/03) pukul 07.00 pagi waktu lokal, mulai nampak bayangan gedung-gedung bertingkat kota Beirut. Emeraude Express tetap melaju dengan kecepatannya yang konstan hingga akhirnya bersandar di pelabuhan Beirut pada pukul 09.30 waktu Beirut. Di pelabuhan, para delegasi GMJ dari berbagai negara; India, Indonesia, Filipina, Malaysia, Iran, Turki dll berpikir bisa segera turun dan bergabung dengan delegasi yang lain. Tapi ternyata masih menunggu lama dengan ketidakpastian. Informasi simpang siur; belum bisa keluar dari kapal karena masih terganjal dengan masalah visa masuk Beirut. Awalnya para delegasi bersikap tenang dengan mengobrol dan bercanda di dalam kapal maupun di dek. Ada juga yang berusaha mengajak ngobrol aparat keamanan yang mondar mandir di luar kapal, walaupun tidak membuahkan hasil. Aparat bersenjata lengkap hanya diam dan memasang muka sangar. Pukul 12.00, Feroze Mithiborwala, selaku koordinator GMJ India, membawa informasi bahwa tertahannya para delegasi ternyata bukan karena masalah visa belaka, tetapi karena situasi politik Libanon dengan adanya pihak-pihak yang tidak menginginkan delegasi GMJ memasuki Libanon. Para delegasi mulai emosional, berbondong-bondong naik ke palka/atap kapal sambil meneriakkan yel-yel dan memukul-mukul atap kapal. Setelah tertahan selama kurang lebih 8,5 jam di kapal, khusus delegasi Indonesia yang berjumlah 28 orang mendapat jaminan visa dari KBRI Libanon sehingga akhirnya mendapat kemudahan untuk keluar dari kapal, dengan syarat yang digaris bawahi: delegasi Indonesia dilarang menuju Lebanon Selatan. Syarat ini bisa menjadi masalah di kemudian hari, karena delegasi Konvoi Darat GMJ Indonesia memutuskan berkampanye di dua front, yaitu front Lebanon selatan dan front Yordania. Bagi front Yordania, syarat tersebut tidak menjadi masalah karena delegasi Indonesia memasuki Beirut hanya sekedar transit, untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan via udara menuju Amman, Yordania pada malam harinya. Pukul 19.30 waktu lokal, rombongan dari Indonesia menghadiri jamuan makan malam di KBRI yang diterima langsung oleh Duta Besar RI untuk Lebanon, Bpk. Dimas Samodra Rum. Usai makan malam dan shalat, rombongan segera menuju bandara Internasional Rafiq Hariri Beirut, mengejar jadwal pesawat yang akan take off pada pukul 22.15 waktu lokal. Alhamdulillah, penerbangan selama 45 menit lancar hingga mendarat di bandara Internasional Queen Alia Amman Yordania pada pukul 23.10 waktu setempat. Di bandara Amman, rombongan GMJ (yang telah bertemu dengan panitia penjemputan) langsung meluncur untuk bergabung dengan Tim GMJ Rute 2 yang sudah lebih dulu tiba di Yordania dan menunggu di penginapan. Sesampainya di penginapan, di daerah Syifa Badran (Belakang Levant Academic School), rombongan Konvoi Darat GMJ bisa beristirahat dengan tenang dan membersihkan badan setelah hampir tiga hari tidak mandi. Sampai berita ini ditulis, belum diperoleh informasi mengenai nasib delegasi GMJ dari negara lain yang kami tinggal di atas kapal dan nasib delegasi GMJ Indonesia front Libanon. Naf’an Akhun GMJ Indonesia dari MER-C

Hari ini, Rombongan Terakhir GMJ Indonesia Bertolak ke Yordania

Jakarta Hari ini, Selasa (27/03), dua rombongan terakhir GMJ (Global March to Jerusalem) Indonesia bertolak ke Amman Yordania. Rombongan pertama berjumlah 9 orang telah bertolak ke Amman Yordania pada pukul 00.40 wib dengan menggunakan Emirates Airlines. Kesembilan orang tersebut merupakan perwakilan dari beberapa lembaga seperti MER-C, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Aqsa Working Group (AWG), Front Pembela Islam (FPI), dan Forum Indonesia Muda (FIM). Rombongan langsung dipimpin oleh dr. Joserizal Jurnalis, SpOT. Rombongan kedua sebanyak 3 orang yang semuanya berasal dari Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) akan menyusul terbang ke Amman (Yordania) pada siang ini.   Untuk itu, sampai dengan saat ini total jumlah delegasi Indonesia di bawah koordinasi MER-C yang akan berkumpul di Amman Yordania untuk mengikuti gerakan masyarakat sipil dunia Global March to Jerusalem (GMJ) pada tanggal 30 Maret 2012 mendatang, berjumlah 79 orang. Sebanyak 28 orang mengikuti GMJ melalui konvoi darat (rute 1) yang telah bertolak ke Karachi (Pakistan) pada tanggal 9 Maret 2012 lalu. Sementara sisanya, sebanyak 51 orang mengikuti GMJ rute 2, dari Jakarta langsung ke Amman Yordania. Sebelum berangkat, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT mengingatkan kepada para peserta bahwa misi kali ini adalah untuk pembebasan Jerusalem dan mematahkan 4 mitos hak yang selama ini diyakini oleh zionis Israel. Keempat hak tersbeut adalah Yahudi adalah etnis terpilih untuk memimpin dunia, mereka adalah pemilik tanah Palestina yang dijanjikan, mereka berhak kembali ke tanah itu dan mereka berhak untuk melakukan serangan lebih dulu. Empat hak inilah yang harus kita patahkan karena tidak bisa berdampingan dengan norma-norma peradaban manusia, tegas dr. Joserizal pada saat briefing singkat Tim di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno Hatta tadi malam.

Peserta GMJ Bertambah dari India

Karachi Pagi ini, 12 Maret 2012, delegasi dari India mulai berdatangan sebanyak 12 orang dari berbagai kota, suku dan agama dengan pakaian dan atribut seperti yang biasa kita lihat di film-film India. Kami langsung membaur dan segera akrab karena disatukan oleh satu misi dan tujuan, yaitu membebaskan Jerusalem dengan aksi damai.   Menginjak siang, mendadak peserta GMJ kedatangan tamu dari Duta Besar Palestina untuk Pakistan, Mr. Hazim Abu Shannab yang mengunjungi basecamp GMJ di PILER CENTER. Ramah tamah dilakukan di Ruang Auditorium yang diisi dengan sambutan dari tiap wakil delegasi dan dari pihak Dubes. Berikut sambutan dari Dubes Palestina untuk Pakistan: Terima kasih untuk kedatangan dan usaha anda yang luar biasa. Terima kasih untuk orang-orang anda, negara anda, dan kesadaran anda terhadap apa yang menimpa Palestina. Saya adalah seorang Duta Besar tetapi saya juga adalah pengungsi. Kakek, ayah dan anak laki-laki saya adalah pengungsi. Dengan dukungan dari anda, saya harap cucu saya tidak akan menjadi pengungsi. Kami ingin pulang, kami ingin kembali ke Palestina. Kami senang tinggal dimanapun, tapi kami merasakan kehausan dan kelaparan untuk kembali ke Palestina. Mungkin kami tidak punya uang untuk gerakan ini, tapi kami siap untuk menanggung tanggungjawab tidak hanya politik tapi juga jika anda butuh badan kami untuk jadi jembatan menuju Palestina, KAMI SIAP. Siapapun kita, kita punya hak untuk pergi kemanapun. Palestina adalah bagian dari dunia ini. Masjidil Aqsha adalah tempat yang sangat penting untuk orang Islam, tetapi di sana bahkan sholat Jumat saja tidak boleh melebihi 2 shaf. Orang Palestina tidak boleh masuk ke sana, berapapun usianya. Saya percaya bahwa Jerussalem adalah untuk semua orang, bukan hanya untuk satu kelompok orang. Saya mengapresiasi adanya gerakan ini yang akan menyuarakan bahwa Palestina adalah untuk semua orang dan orang Palestina harus kembali pulang dengan damai. Kami ingin semua orang hidup. Kami tidak ingin membunuh siapapun. Menjelang pukul 15 sore waktu setempat, seluruh tim GMJ bergerak ke Karachi Press Club yang berada di pusat kota Karachi untuk mengadakan konferensi pers. Karachi Press Club merupakan markas persatuan jurnalis Pakistan di karachi. Menurut Mustafa, salah seorang anggota GMJ Pakistan, di lingkungan Karachi Press Club terdapat toko kebutuhan pokok yang disediakan khusus untuk para jurnalis dengan harga super murah untuk menjamin kesejahteraan jurnalis, ini demi perkembangan pers di Pakistan. Selepas konferensi press, kami jalan-jalan sejenak di keramaian kota Karachi sembari menunggu jadwal undangan makan malam di kantor Jamaat Islami Karachi Pakistan. Setelah Isya, dimulai acara ramah tamah di markas Jamaat Islami Pakistan yang dihadiri juga dari perwakilan partai dari Pakistan dan perwakilan ekspatriat Saudi Arabia. Berikut kutipan dari masing-masing pembicara: Ketua World Moslem Congress Pakistan: Sejarah menunjukkan bahwa selama masa kekuasaan Islam, siapapun penguasanya, tidak ada darah yang tertumpah di Palestina. Tahun 1987, PBB dibawah kendali Amerika Serikat, memutuskan bahwa Israel juga berhak atas tanah Palestina. Dan sejak saat itu banyak tragedi berdarah terjadi. Contoh : Des 2008 Jan 2009 (bombardir Israel di Gaza), Mavi Marmara, bahkan Ismail Haniya yang hendak pergi ke Mesir untuk meminta bantuan dilarang oleh Israel. Konflik ini tidak dibatasi oleh muslim atau bukan. Ini adalah masalah kemanusiaan. Saya ucapkan selamat untuk para delegasi untuk persatuan dan dedikasinya. Saya doakan semoga anda sukses. Suatu saat akan tiba hari dimana Palestina merdeka. Kepercayaan bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjkan adalah mitos yang terus didengung-dengungkan Amerika dan Israel. Palestina bukannya sekedar tanah tanpa tuan, tapi para zionis itulah yang orang-orang tanpa (memiliki) tanah. Founding father Pakistan, Muhammad Ali Jinnah, pernah berkata pada Mufti Palestina : Jangan takut menghadapi Israel, orang-orang Pakistan ada di belakangmu. Perwakilan ekspatriat Saudi Arabia : Saudi Arabia (mungkin) tidak bisa bergabung bersama Anda, para delegasi GMJ secara fisik. Tetapi mereka selalu berdoa untuk anda, untuk kesuksesan anda, untuk keamanan anda. Untuk Jamaat Islami dan rakyat Pakistan, saya mengucapkan terimakasih atas dukungannya pada orang-orang ini (Delegasi GMJ -red), mereka (delegasi GMJ) meninggalkan rumahnya, anak-anaknya, keluarganya, tanah airnya, tanpa tahu apakah mereka bisa kembali atau tidak. Untuk itu,saya mengucapkan banyak terimakasih.

Aksi Kampanye Damai GMJ di Karachi

Karachi – Hari ini (11/3) jadwal GMJ mengadakan aksi kampanye damai di pusat keramaian kota Karachi, Pakistan. Tempat yang dipilih adalah Sea View, sebuah jalan ditepi pantai yang ramai pengunjung dan lalu lintas. Tujuan aksi adalah untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa ada kepedulian dari berbagai negara terhadap kondisi Palestina yang masih dijajah oleh Israel.   Aksi yang dimulai pukul 15.00 waktu setempat ini berhasil menyedot perhatian publik, baik pejalan kaki maupun pengendara walaupun tidak sampai menimbulkan kemacetan. Berbagai media lokal juga datang untuk meliput aksi, diantaranya; Geo News, Saama News, ARY News, Express News, Dawn News, Huriyat New, Shiite New, Metro New Pakistan, TVone New Pakistan. Orasi oleh masing-masing delegasi, dari GMJ Indonesia, GMJ Filipina, GMJ Malaysia, Nazim Jamaat Islami Karachi Hussain Mehenti yang menyempatkan diri untuk hadir, PSF (Pakistan Student Foundation), ATI (Anjuman-e-Talba-e-Islam dan dari PLF (Palistinian Foundation) Pakistan selaku koordinator GMJ Pakistan dan Koordinator aksi hari ini. Aksi dilakukan dengan pawai berjalan kaki sejauh kira-kira 1 km dan berakhir hingga menjelang matahari terbenam.

GMJ Indonesia Memulai Perjalanannya Menuju Jerusalem

Jakarta – Jumat (9/3), 27 delegasi Indonesia dan 3 delegasi Filipina bertolak ke Karachi (Pakistan) untuk mengikuti konvoi Asia yang merupakan bagian integral dari proses pelaksanaan Global March to Jerusalem GMJ. Konvoi yang diorganisasi gerakan aktivis se-Asia ini akan menempuh jalur darat sebelum akhirnya akan berkumpul bersama jutaan manusia di perbatasan Yordania pada 30 Maret 2012.   Delegasi Indonesia terdiri dari 2 aktifis dari VOP (Voice of Palestine), 4 relawan MER-C sebagai Tim Medis, 1 mahasiswa, 16 aktifis dari AWG (Aqsa Working Group), 1 jurnalis Metro TV, 1 jurnalis TV One dan 1 jurnalis dari HU Republika. Delegasi GMJ yang berangkat kemarin terbagi menjadi 2 grup. Grup pertama sebanyak 11 orang yang terdiri dari 8 delegasi Indonesia dan 3 delegasi Filipina bertolak ke Karachi (Pakistan), pada pkl. 17.40 wib dengan menggunakan Qatar Airways. Sementara grup kedua sebanyak 19 orang juga telah bertolak ke Karachi (Pakistan) pada pukul 10 malamnya. Dalam acara pelepasan delegasi GMJ yang digelar di kantor MER-C Jumat siang, Ir. Mujtahid Hashem, Direktur Eksekutif VOP mengatakan bahwa delegasi yang berangkat hari ini adalah Tim pertama dari GMJ Indonesia. Tim-tim berikutnya akan menyusul dan bergabung dengan konvoi GMJ ini di Teheran, Istanbul, Beirut dan juga Yordania. “Konvoi darat GMJ ini sangat penting karena dengannya kita dapat meraih dukungan dari setiap negara yang kita lewati,” tambahnya. Sementara itu, Ustadz Yakhsyallah Mansur dari Aqsha Working Group (AWG) menyampaikan pesan-pesannya kepada para aktifis GMJ, “Berangkatlah dengan bismillah, bersyukurlah telah terpilih menjadi mujahid pembela agama untuk kemanusiaan. Bergantunglah hanya kepada Allah dan serahkan hasil akhir kepada-NYA, karena jihad kalian telah terlaksana dengan persiapan dan keseluruhan proses perjalanan.” Sementara itu, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT dari MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) mengatakan bahwa image yang telah dibangun zionis dengan sedemikian rupa harus dipatahkan. GMJ adalah salah satu bagian penting dari usaha untuk mematahkan image tersebut,” katanya ketika memberikan pesan terakhir di Kantor Pusat MER-C.   Tim GMJ Indonesia Tiba di Pakistan Berdasarkan informasi terakhir, tim pertama telah tiba dengan selamat di Karachi dan disambut oleh Panitia GMJ Pakistan yang diketuai oleh Mr. Sabir Karbalai. Saat ini tim tengah beristirahat sambil menunggu kedatangan Tim kedua yang dijadwalkan akan tiba di Karachi pada sore harinya pkl. 16.00 waktu setempat. Di Pakistan sejumlah jadwal kegiatan konferensi pers dan kampanye GMJ sudah menanti, begitu juga di negara-negara berikutnya yang menjadi rute konvoi darat GMJ Asia yaitu Iran Turki Lebanon Yordania.

Negara Sahabat, DPR RI, MPR RI Dukung GMJ

Jakarta – Sejumlah organisasi; Megawati Institute, Maarif Institute, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), MER-C, Aqsa Working Group (WG), Voice of Palestine (VOP),  Hilal Ahmar Society Indonesia, Yayasan Dana Mustadafin, Viva Palestina Indonesia, Rasil 720 AM, Forum Indonesia Muda, I Love Muhammad, radioalfatah.com mengadakan konferensi pers bersama menyatakan sikap terhadap Pembebasan Jerusalem, 5/3 di Megawati Institute, Jl. Proklamasi No. 53 Jakarta Pusat. Turut hadir perwakilan dari Malaysia; Nusrat Howard-Moore, Mohd Auzani Bin Johari,  Philipina:  Aliakbar Abinal, Almerah Mamalampac, Ansari Alonto, Palestina:  Dr. Taher Lulu (Dosen, Spesialis Anak), Dr. Sami Haja (Ketua Majelis Fatwa Gaza) dan Dr. Amir Salah (Dosen Ahli Psikologi Politik). Dukungan juga datang komisi I DPR RI yang diwakili Helmy Fauzi, MPR RI yang diwakili Hajriyanto Y. Tohari, dan juga dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang diwakili Pdt. Henry Lokra.   Hajriyanto Y. Tohari mengungkapkan bahwa dukungan untuk kemerdekaan Palestina merupakan kewajiban konstitusional bangsa Indonesia yang dinyatakan dalam alinea pertama UUD 1945 bahwa semua penjajahan di muka bumi harus dihapuskan. Konsistensi sikap Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina dalam berbagai forum internasional telah dikenal oleh dunia. “Kita tetap konsisten sampai dengan hari ini yang justru berbeda dengan beberapa negara Arab, kita tetap konsisten tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Ini membanggakan kita sebagai bangsa, bahkan dalam beberapa kesempatan, bangsa Arab sendiri menyatakan kekagumannya pada Indonesia karena konsistensi ini,” ujarnya. Sementara itu direktur Voice of Palestine (VOP) Indonesia Ir. Mujtahid Hashem menyatakan Israel adalah entitas zionis yang mempertontonkan kepada dunia semua bentuk pelanggaran hukum internasional, pengikut setia kebijakan apartheid, pelopor keserakahan dan arogansi dunia, karenanya dunia ditantang untuk menghentikanya. Acara dibuka dengan pembacaan pernyataan sikap oleh Pelopor GMJ Indonesia, dr Joserizal Jurnalis, Sp.OT yang sekaligus anggota Presidium MER-C Indonesia. Demikian kutipan langsung pernyataan sikap GMJ Indonesia: Dengan menyebut nama Allah-Tuhan Yang Maha Esa yang dari Nya kita berasal dan kita akan kembali, sumber segala kebajikan dan maha suci atas segala keburukan. Maha suci Engkau yang telah memberikan kami akal yang dengannya kami mengenal-Mu dan mengenal kebaikan dan keburukan. Semoga kami termasuk manusia yang selalu berharap akan rahmat dan kasih sayang-Mu. Kami meyakini bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan bebas, mempunyai hak yang sama dengan manusia yang lainnya tanpa melihat warna kulit dan keyakinnnya. Hak dan kebebasan ini tidak diberikan oleh siapapun. Tidak ada satu orang pun yang boleh mengklaim telah memberikan kebebasan atau membatasi kebebasan seseorang. Namun kita seringkali mendapati kenyataan di dunia ini bahwa disebabkan oleh kesombongan dan keserakahan seseorang atau sekelompok orang, mereka merasa berhak untuk membatasi kebebasan dan mencabut hak manusia lainnya. Inilah penindasan yang sebenarnya dan saat ini terjadi di bumi Palestina, dimana sebuah diskriminasi etnik secara sistimatis dan terbuka dipertontonkan kepada kita dan memberikan ujian kepada kita untuk berani mengambil sikap secara nyata. Para pendiri bangsa kita telah mendeklarasikan dengan tegas dan berani dalam mukaddimah UUD 1945 bahwa merdeka atau kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan keberanian mengambil resiko bersama barisan yang ingin menghapus penjajahan di atas muka bumi. Ini adalah sebuah deklarasi jiwa yang merdeka yang tentunya bukan hanya slogan semata namun harus menjadi acuan dan spirit kita dalam berbangsa dan bernegara. Sehingga, berkompromi, berkolaborasi dan bekerjasama dengan para penjajah dan perampas kemerdekaan pada dasarnya adalah pengkhiatan terhadap amanah konstitusi kita. Perjalanan peradaban manusia akan menuju pada satu titik dimana keadilan dan persamaan bagi semua akan ditegakkan. Rezim Zionis Israel yang membangun ideologi apartheid tentunya tidak akan compatibel dengan fitrah dasar manusia yang mencintai keadilan dan menjadi basis peradaban. Sehingga nasib rezim Zionis Israel seolah akan menggali kuburnya sendiri ditengah peradaban manusia, meskipun konspirasi internasional berusaha untuk menyelamatkannya. Keadilan adalah cita-cita semua umat manusia, namun demikian tanpa upaya yang serius untuk mewujudkannya, keadilan hanyalah sebuah imajinasi. Keadilan telah lama menunggu siapakah diantara kita yang siap melayaninya mengikuti jejak Musa, Isa Almasih dan Muhammad saw. Kami, Global March to Jerusalem (GMJ) Komite Indonesia bersama gerakan masyarakat sipil dunia yang menentang Rezim Zionist Israel dengan spirit yang telah kami sebutkan diatas menyatakan bahwa: ¢    Kami menegaskan posisi penting Yerusalem-Al-Quds, baik secara politik, budaya, dan agama, bagi bangsa Palestina dan kemanusiaan secara keseluruhan. Kami menyerukan perlindungan tempat-tempat suci dan semua situs arkeologis. Kami menyatakan bahwa setiap upaya yang ditujukan untuk mengubah identitas budaya Yerusalem sebagai kejahatan melawan kemanusiaan. Kami menyerukan semua lembaga internasional untuk menunaikan kewajiban mereka kepada kota suci Yerusalem; ¢    Pembelaan dan pembebasan Yerusalem adalah tugas setiap orang merdeka di seluruh dunia, dan kami menyerukan kepada setiap individu, institusi, dan organisasi untuk menunaikan tugas ini; ¢    Kami mengecam Zionisme dan segala upayanya dalam melakukan pembersihan etnis di Yerusalem dan wilayah Palestina secara keseluruhan. Kami juga mengecam kebijakan Zionisasi Yerusalem yang bertujuan mengubah situasi demografis dan geografis dari Kota Suci. Kami juga mengecam pembangunan tembok Apartheid yang bermaksud merampas lebih banyak lagi tanah Palestina. ¢    Kami membela hak bangsa Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri dan untuk membebaskan negeri mereka dari pendudukan Zionis, sehingga mereka bisa hidup di merdeka dan damai di dalamnya, seperti bangsa lain di dunia. Kami juga membela hak mutlak bangsa Palestina untuk kembali ke rumah dan tanah dari mana mereka terusir. ¢    Kami mendukung satu negara Palestina yang demokratis atas seluruh wilayahnya tanpa diskriminasi dimana umat Islam, Kristen dan Yahudi mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam menetukan masa depannya.  ¢    Kami melawan semua hukum rasis yang membedakan manusia berdasarkan etnis atau agama. ¢    Kami menyeru kepada pemerintah Indonesia dan DPR untuk menegaskan sikap perlawanan yang jelas terhadap entitas politik Zionisme bernama Israel. Kami menuntut kepada pemerintah Indonesia dan DPR untuk segera menerbitkan UU yang melarang segala jenis aktivitas yang berhubungan dengan entitas Zionisme dan Israel, baik secara politik, militer, ekonomi, budaya, maupun sosial. ¢    Global March to Jerusalem (GMJ) Komite Indonesia tidak mewakili satu faksi atau partai politik, tetapi kami menyeru kepada semua kekuatan sosial, politik, dan ideologi untuk bergabung dan berpartisipasi. Yerusalem Yerusalem adalah kota suci bagi tiga pemeluk agama besar: Islam, Kristiani, dan Yahudi. Kota suci itu juga situs warisan dunia yang dirindu banyak peziarah dan pelancong dari banyak negeri. Namun selama lebih dari empat dasawarsa, Yerusalem dinodai kejahatan demi kejahatan. Zionis-Israel menduduki kota ini secara ilegal pada 1967. Tak hanya itu,

MPR RI Dukung GMJ

Jakarta – Dua orang Wakil Ketua MPR RI, masing-masing Hajriyanto Y Thohari dan Lukman Hakim Saifuddin menerima kunjungan delegasi dari peserta kampanye Global March to Jerusalem (GMJ). Hadir perwakilan dari Voice of Palestine (VOP), Megawati Institute, Aqsa Working Grup (AWG),  Medical Emergency Rescue Commitee (MER-C), Kamis (1/3). Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan MPR RI, Gedung Nusantara 3 lantai 9. Delegasi terdiri dari sepuluh orang dipimpin Muhammad Ma’ruf, dari Voice of Palestine. Tiga orang diantaranya adalah para tokoh dari Palestina, yaitu, Dr. Taher Lulu (Dosen, Spesialis Anak), Dr. Sami Haja (Ketua Majelis Fatwa Gaza) dan Dr. Amir Salah (Dosen Ahli Psikologi Politik).   Pada kesempatan itu, Muhammad Ma’ruf menyampaikan rencana pelaksanaan Global March to Jerusalem (GMJ) yang akan dilaksanakan pada 30 Maret 2012 di Yordania. GMJ merupakan aksi rakyat sipil dunia yang akan mengkampanyekan pembebasan Yerusalem dari penindasan Israel. Rencananya, GMJ akan diikuti satu juta orang dari 5 benua dan 66 negara. Dari berbagai latar belakang, baik agama, bangsa dan bahasa. Sementara itu Dr. Taher Lulu, mewakili masyarakat Palestina menyampaikan rasa terima kasihnya kepada rakyat dan pemerintah Indonesia yang tak henti membantu Palestina. Dukungan itu bukan saja membantu bangsa Palestine, tapi juga menambah semangat untuk terus berjuang dan memberikan perlawanan pada Israel. Menanggapi berbagai pandangan tamunya, Hajriyanto menyatakan bahwa bantuan Indonesia ke Palestina merupakan amanat konstitusi. Karena itu bantuan Indonesia ke Palestine merupakan sesuatu yang wajar dan perlu ditingkatkan. Apalagi, Indonesia mengakui dan mendukung adanya kemerdekaan bagi bangsa-bangsa di dunia. Pendapat serupa disampaikan Lukman Hakim Saifuddin. Menurutnya MPR sangat mendukung upaya pembebasan Palestina dari zionis Israel. Dan perjuangan tersebut harus terus dilakukan, sekalipun yang bakal menikmati hasilnya adalah generasi yang akan datang.

Silahkan bertanya?