Kasus Omicron Meningkat, MER-C Aktifkan Lagi Program Isomantau

Kasus varian baru Covid-19, yaitu Omicron terus meningkat. Meski tidak seganas Delta (varian sebelumnya), namun Covid-19 varian Omicron disebutkan lebih cepat penyebarannya. Mengantisipasi hal ini, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia telah mengaktifkan kembali program Isomantau atau Isolasi Mandiri Terpantau, yaitu program yang memberikan bimbingan dan pemantauan terhadap pasien-pasien terkonfirmasi Covid-19 bergejala ringan dan/atau tanpa gejala selama mereka menjalani isolasi mandiri di rumah. Program ini gratis dan terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia sebagai bentuk peran serta MER-C dalam membantu penanganan Covid-19 di tanah air. Ketua Tim Isomantau MER-C dr. Tasykuru Rizqa, SpPD mengatakan bahwa MER-C sudah mengaktifkan kembali program Isomantau sejak Januari 2022. “Sebenarnya program Isomantau tidak pernah kami tutup, namun seiring kasus Covid menurun, jumlah pasien yang mendaftar pun menurun. Kini ketika kasus Covid varian Omicron meningkat, mulai banyak lagi masyarakat yang menghubungi call center Isomantau MER-C untuk mendaftar dan mengikuti program ini,” ujarnya. Merespon pemberitaan tentang meningkatnya kasus Covid-19, MER-C menghimbau agar masyarakat tetap antisipatif namun juga rasional dalam mencerna informasi. Antisipatif artinya tetap konsisten menjaga budaya rajin cuci tangan dan memakai masker. Rasional artinya melihat informasi berdasarkan fakta, menghindari komentar hiperbola serta tetap mendukung usaha menjaga kesehatan masyarakat. Bagi masyarakat yang terpapar, khususnya yang bergejala ringan dan/atau tanpa gejala agar mengerjakan isolasi mandiri dengan pemantauan Tim Kesehatan yang terlatih. Hal ini dikarenakan pemantauan merupakan variable penting dalam menjaga kondisi individu dan stabilitas pelayanan kesehatan. Rumah sakit perlu kita manfaatkan seefektif mungkin untuk merawat pasien sesuai indikasi rawat, baik itu karena Covid-19 atau kasus lainnya yang non-Covid-19. Untuk itu, MER-C kembali mengaktifkan program Isomantau, sebuah layanan telemedicine yang memberikan pemantauan setiap hari selama pasien menjalani isolasi mandiri di rumah sampai masa isolasi selesai. Pemantauan rutin setiap hari ini yang membedakan Isomantau MER-C dengan program telemedicine lainnya. Dengan pemantauan rutin diharapkan pasien yang kondisinya memberat akan dapat diketahui dan segera diarahkan ke RS untuk mendapatkan penanganan. Masyarakat yang membutuhkan layanan Isomantau dapat menghubungi Call Center Isomantau MER-C di nomor 0822-9922-5050. Salam,MER-C Indonesia
MER-C dan Dinkes DKI Jakarta Lakukan Pertemuan Virtual Bahas Kerjasama Isomantau

Kasus Covid-19 varian Omicron merebak, MER-C kembali berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Pada Selasa/15 Februari 2022, Tim Isomantau MER-C yang diwakili oleh dr. Naenda Stasya, MARS dan dr. Hadiki Habib, SpPD serta beberapa relawan lainnya melakukan pertemuan virtual dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Pertemuan dimaksudkan untuk menginformasikan pengaktifan kembali program Isomantau atau Isolasi Mandiri Terpantau oleh Tim MER-C dan membahas mengenai kerjasama dalam program ini. Kerjasama MER-C dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dalam program penanganan Covid-19 bukan baru pertama kali. Kerjasama sudah berlangsung sejak gelombang pertama Covid-19 pada tahun 2020, pada gelombang ke-2 pada tahun 2021 dan kini ketika terjadi gelombang ke-3 Covid-19 dengan varian Omicron, MER-C dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta kembali menguatkan kerjasama yang ada dan mensinergikan program penanganan Covid-19 khususnya Isomantau di provinsi DKI Jakarta. Dalam waktu dekat, akan dilakukan pertemuan virtual lanjutan dengan seluruh Puskesmas di enam wilayah Provinsi DKI Jakarta untuk mensosialisasikan alur kerjasama Isomantau terbaru dan informasi lainnya yang diperlukan. Isomantau atau Isolasi Mandiri Terpantau adalah sebuah program yang memberikan bimbingan dan pemantauan terhadap pasien-pasien terkonfirmasi Covid-19 bergejala ringan dan/atau tanpa gejala selama mereka menjalani isolasi mandiri di rumah sampai masa isolasi selesai. Program ini gratis dan terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia sebagai bentuk peran serta MER-C dalam membantu penanganan Covid-19 di tanah air.
Triase COVID-19 dan Akses terhadap Layanan Kesehatan yang Sesuai

Gelombang demi gelombang COVID-19 sudah pernah dialami. Sebagai petugas kesehatan, triase adalah langkah penting untuk memilah kondisi pasien dan memberikan tatalaksana yang sesuai, sehingga kita bisa melakukan penanganan yang terbaik bagi orang-orang yang paling membutuhkan. Triase dimulai sejak di komunitas, mulai dengan memberikan informasi yang akurat (tidak hanya jumlah kasus positif namun juga derajat keparahan), kebijakan kesehatan yang berbasis data sendiri, dan usaha preventif individu seperti memakai masker dan cuci tangan. Kasus ISPA tentu membutuhkan terapi suportif, istirahat, isolasi mandiri dan menghindari stress, namun perlu dipantau oleh tenaga kesehatan terlatih, namanya Isomantau atau Isolasi Mandiri Terpantau. Isomantau diperlukan untuk menghindari penanganan yang berlebihan. Pemantauan ini untuk menjaga agar terhindar dari terlambatnya mengambil keputusan ke rumah sakit, jika memang dianggap perlu, tentunya sesuai indikasi medis. Mengisolasi pasien dengan klinis ringan di rumah sakit akan menghabiskan sumber daya yang dibutuhkan. Kasus-kasus pneumonia COVID-19 yang membutuhkan perawatan malah bisa tertahan di IGD, atau malah tidak bisa masuk IGD sama sekali. Dan ingat, masih ada pasien non-covid yang membutuhkan perawatan. Mereka mau dirawat dimana, kalau rumah sakit diisi dengan kasus ISPA COVID-19? Dr. Hadiki Habib, SpPDRelawan Medis MER-C Salam Kemanusiaan,MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176FB dan Youtube : MER-C IndonesiaIG dan Twitter : @mercindonesia #disastermedicine #Isoman #isomantau #isomantaumerc #covid_19 #mercindonesia