MER-C Kerahkan Tim Medis dalam Aksi Mahasiswa di Jakarta

Jakarta – MER-C mengerahkan tim medis untuk memberikan dukungan layanan kesehatan dalam aksi mahasiswa yang berlangsung di Jakarta, Selasa (20/10/2026). Tim yang diterjunkan terdiri dari dua dokter umum, satu perawat, dua relawan logistik, satu personel dokumentasi, dan satu pengemudi ambulans. Tim bersiaga untuk memberikan pertolongan medis kepada peserta aksi yang membutuhkan. Ketua tim medis MER-C, dr. Ilham Wahyu, mengatakan aksi berlangsung kondusif dan aman selama tim bertugas. Tidak ada peserta yang membutuhkan penanganan akibat kericuhan. “Tadi hanya ada dua peserta yang meminta obat karena merasa mual,” ujar dr. Ilham. Aksi mahasiswa pada 20 Oktober 2026 bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar aksi di kawasan Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan berbagai tuntutan kepada pemerintah. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DeuBQ2Nk9ls/?mdxt=NXIxdGgxeXBxeWFq https://www.facebook.com/share/v/19wew6z5Pw/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSgSKeLtY
MER-C Tingkatkan Kesiapan Relawan Lewat Program Refresh Skill

Jakarta – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menggelar program “Refresh Skill for Volunteers MER-C” pada Ahad (4/10/2026) di Markas MER-C Indonesia, Jakarta. Program ini merupakan pelatihan gratis bagi relawan MER-C untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan relawan dalam menghadapi berbagai situasi kemanusiaan, termasuk di wilayah bencana maupun konflik. Dalam pelatihan kali ini, peserta mendapatkan tiga materi utama, yakni Intubation Preparation and Technique, Fluid Therapy and Proper IV Insertion Technique, serta Logistics Management in Disaster. Pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga dengan praktik langsung serta saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Para pemateri merupakan relawan MER-C yang memiliki pengalaman dalam misi kemanusiaan di wilayah bencana maupun konflik, yaitu dr. Citra Haflinda P., Sp.An-TI, dr. Arief Rachman, Sp.Rad., Endah, S.S., M.A., dan dr. Dian Fridayani. Kepala Divisi Relawan MER-C, dr. Citra Haflinda P., Sp.An-TI, mengatakan program Refresh Skill direncanakan menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap bulan. “Alhamdulillah berjalan lancar dan diikuti oleh para relawan. Ke depannya, insyaallah akan ada pelatihan setiap bulan dengan materi yang berbeda-beda. Insyaallah ini merupakan program yang berkesinambungan dan semoga bermanfaat bagi relawan,” kata Citra. Salah satu peserta, Najma, S.Ked., mengatakan pelatihan ini memberikan pengalaman baru yang bermanfaat, khususnya dalam meningkatkan kesiapan menjadi dokter kedepan nya. “Tadi juga sempat mencoba praktik, baik intubasi maupun pemasangan IV access. Kemudian belajar tentang logistik juga membuat saya lebih tertarik untuk mengikuti persiapan logistik, terutama untuk penanganan bencana,” ujarnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DeEtHfwzrPn/?stkn=amNhNzJybXNjc2xl https://www.facebook.com/share/r/14mVrPRrD9F/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSbHwobYM
MER-C Indonesia Dorong Efisiensi Kerja Lewat Pelatihan Lean Six Sigma

Jakarta – MER-C Indonesia pada Sabtu (19/9/2026) menggelar pelatihan Lean Six Sigma sebagai upaya meningkatkan kinerja agar proses kerja dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan efisien. Pelatihan ini menghadirkan Dawera Taher, Praktisi Continuous Improvement and Innovation, yang memberikan pemahaman mengenai penerapan metode Lean Six Sigma dalam meningkatkan efisiensi proses kerja di organisasi. Lean Six Sigma merupakan metode perbaikan proses yang memadukan konsep Lean untuk mempercepat alur kerja dengan Six Sigma untuk menjaga kualitas melalui analisis data. Dawera mengatakan, metode Lean Six Sigma tidak hanya dapat diterapkan di perusahaan profit, tetapi juga relevan bagi organisasi non-profit. “Saya lihat ternyata ilmu metode lean six sigma ini tidak hanya bisa diterapkan di perusahaan yang profit tapi organisasi non-profit juga memerlukan. Saat ini, tuntutan dari para stakeholder semakin tinggi sehingga setiap organisasi diharapkan terus melakukan improvement,” ujarnya. Ia mengatakan, kiprah MER-C dalam memberikan kontribusi kemanusiaan, yang tidak hanya di Indonesia tapi juga berbagai wilayah di dunia, menjadi salah satu alasan dirinya tertarik untuk membantu menerapkan prinsip perbaikan berkelanjutan melalui metode Lean Six Sigma. Dawera berharap penerapan Lean Six Sigma di MER-C dapat membantu meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi kualitas layanan kemanusiaan yang diberikan. “Bagaimana MER-C sebagai organisasi non-profit bisa melakukan doing more good with less waste, memberikan kebaikan kepada semakin banyak orang dengan proses yang lebih efisien,” ujarnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DdlWm1DTE6A/?stkn=a2M1Z255ZWdwcWE5 https://www.facebook.com/share/v/1JG4uxZ9P5/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqE6y26v
Pertukaran Perspektif Kemanusiaan, Mahasiswa University of Chicago Kunjungi MER-C

Bagaimana sebuah organisasi kemanusiaan bekerja di tengah keterbatasan akses, merespons kebutuhan masyarakat, dan membangun kolaborasi untuk menghadirkan bantuan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian dari pertemuan 24 mahasiswa/i undergraduate University of Chicago bersama pendamping mereka, Paige Williams dan Erick Amick, saat berkunjung ke Markas MER-C Indonesia, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Dalam suasana dialog yang hangat dan terbuka, para mahasiswa yang disambut oleh perwakilan Presidium dr. Tonggo Meaty Fransisca, Kepala Divisi Humas Diana Caroline, S.E, Manajer Operasional Rima Manzanaris, perwakilan relawan juga jajaran staff MER-C, berkesempatan mengenal lebih dekat kiprah MER-C dalam berbagai misi kemanusiaan. Mereka berdiskusi mengenai pengalaman di lapangan, pendekatan dalam membangun dukungan dan kolaborasi, hingga berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dalam memperoleh akses layanan kesehatan. Bagi para mahasiswa, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat bagaimana kerja-kerja kemanusiaan berlangsung di dunia nyata—bukan hanya melalui teori dan pembelajaran di ruang akademik, tetapi melalui pengalaman, cerita, dan praktik langsung di lapangan. Sementara bagi MER-C, pertemuan ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, bertukar perspektif, dan membuka dialog lintas negara tentang kemanusiaan serta akses kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DddCtQ9TmcC/?stkn=MXBhaDBnODdha2E5Zg== https://www.facebook.com/share/v/1Duh7AR2jK/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqnweUvE
Langkah Siaga Hadapi Sebaran Abu Vulkanik

Partikel halus abu vulkanik sangat berisiko mengiritasi saluran pernapasan, terutama pada anak-anak dan penderita asma. Tetap waspada dengan menerapkan langkah proteksi diri: ⚠️ Segera bawa ke fasilitas kesehatan jika anak mengalami batuk terus-menerus, sesak nafas yang bertambah, atau terlihat lemas.Salam sehat bersama MER-C! 🩺❤️ Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DdDP1MQTyzc/?stkn=d2lhMHVtOTQ4aTN6 https://www.facebook.com/share/r/1Fe9ongzSS/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqBks5Kk
MER-C Turunkan Tim Medis Kawal Demo di Gedung DPR

Jakarta — Tim MER-C Indonesia menerjunkan 16 personel medis untuk mengawal aksi penyampaian pendapat di Sekitar Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Berkoordinasi dengan PK3D DKI Jakarta, tim yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, mahasiswi kedokteran, hingga logistik ini menyiagakan 1 ambulans, 1 mobile clinic, dan 1 motor trail. Sejak siang hingga malam, tim melakukan asesmen serta penanganan medis bagi peserta aksi di lapangan. Dari hasil siaga, MER-C menangani 8 korban mual, pusing, sesak napas, hingga luka ringan, serta merujuk 1 pasien ke rumah sakit terdekat. Situasi tetap terkendali hingga massa membubarkan diri secara tertib. Tim MER-C menyelesaikan tugas pengawalan dan meninggalkan lokasi pukul 20.00 WIB. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DckamlMSEqf/?igsi=aGpzNDdqcHVzd2V6 https://www.facebook.com/share/v/1ciESwnqC8/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVseBQ5F
MER-C Berikan Pelatihan CPR dalam Kegiatan EDRR Indonesia 2026

Jakarta – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberikan pelatihan cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau pijat jantung kepada masyarakat dalam kegiatan Emergency Disaster Reduction and Rescue (EDRR) Indonesia 2026 yang berlangsung pada 12–14 Agustus 2026 di Hall D2 JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pelatihan tersebut diberikan kepada masyarakat awam agar semakin banyak orang memiliki kemampuan melakukan pertolongan pertama dalam situasi darurat. Kegiatan ini sejalan dengan motto MER-C, “Semua Bisa Menolong.” Sebanyak 10 relawan MER-C hadir untuk memberikan pelatihan kepada para peserta yang mengunjungi pameran. Para peserta menyambut antusias kegiatan ini karena tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi mereka juga berkesempatan mempraktikkan langsung teknik CPR. Praktik langsung bertujuan memberikan gambaran kepada peserta mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat secara nyata. Sejumlah peserta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MER-C atas pelatihan yang diberikan. Mereka menilai pelatihan ini memberikan pengetahuan baru yang dapat dipraktikkan ketika menghadapi kondisi darurat. Para peserta juga berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih banyak untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat awam dalam memberikan pertolongan pertama. EDRR Indonesia 2026 digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk ketiga kalinya pada tahun ini. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, dan ketangguhan nasional. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcNl1lIzsRQ/?utm_source=ig_web_copy_link&igsi=MzRlODBiNWFlZA== https://www.facebook.com/share/v/1C5cjcw9BS/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVBnBk9S
MER-C Hadiri FGD FH UI Bahas Perlindungan Misi Kemanusiaan di Wilayah Konflik

Jakarta – MER-C Indonesia pada Kamis (9/7/2026) menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Centre for Research of Welfare Law, Children Protection and Global Migration (CRESWELL), Fakultas Hukum Universitas Indonesia, di Ruang Boedi Harsono, Gedung F Lantai 1, FH UI, Depok, Jawa Barat. FGD mengusung tema “Memetakan Kebijakan dan Mekanisme Perlindungan Negara pada Misi Kemanusiaan di Wilayah Konflik” dan dihadiri oleh perwakilan sejumlah lembaga kemanusiaan. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kerangka hukum dan mekanisme perlindungan negara bagi misi kemanusiaan di wilayah konflik, memetakan peran serta tantangan yang dihadapi lembaga kemanusiaan, merumuskan rekomendasi mekanisme perlindungan, serta menyusun elemen awal peta jalan damai Palestina yang menempatkan perlindungan kemanusiaan sebagai salah satu pilar utama. Mewakili MER-C sebagai penanggap dalam FGD, Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT) MER-C, Marissa Noriti, menekankan pentingnya pemerintah Indonesia memiliki mekanisme perlindungan yang baku bagi misi kemanusiaan. Menurut Marissa, pemerintah perlu mengoptimalkan jaringan dan koordinasi yang lebih terintegrasi sehingga ketika dibutuhkan dukungan diplomasi kemanusiaan, organisasi kemanusiaan telah memiliki jalur koordinasi yang jelas mengenai langkah yang harus ditempuh dan pihak-pihak yang perlu dihubungi. “Kami sudah mendapatkan dukungan yang cukup baik dari WHO. Namun akan lebih baik jika negara juga dapat memberikan dukungan yang lebih optimal dan selaras melalui mekanisme perlindungan yang baku, bukan hanya bersifat spontan ketika terjadi insiden,” ujarnya. Ia menilai, apabila mekanisme tersebut dapat diwujudkan hingga pada tataran diplomasi kemanusiaan, hal itu akan memperkuat upaya diplomasi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Untuk itu, Marissa berharap hasil FGD ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan yang nyata. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Da1sg-Ik__e/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
FIRST ANNOUNCEMENT

EMT Induction Training & Simulation Exercise A collaborative training between MER-C Indonesia, Universitas Indonesia Emergency Medicine Specialist Programme, and MER-C Training Center. This program is designed to strengthen the readiness, leadership, teamwork, and emergency response capacity of Emergency Medical Team (EMT) personnel through intensive training and field simulation exercises. Participants of this program consist of MER-C Indonesia volunteers and Emergency Medicine Resident from Faculty of Medicine Universitas Indonesia. 📍 Buperta Cibubur 📅 June 19–21, 2026 Together, We Learn Something Useful. #EMT #SimulationExercise #EmergencyMedicalTeam #DisasterManagement
MER-C Siagakan Tim Medis dalam Aksi Mahasiswa di Jakarta

Jakarta – MER-C Indonesia menerjunkan tim medis untuk bersiaga dalam aksi demonstrasi aliansi mahasiswa dari sejumlah kampus di Jakarta pada 12 Juni 2026. Tim MER-C mulai bersiaga sejak pukul 16.00 WIB hingga massa aksi membubarkan diri sekitar pukul 21.30 WIB. Tim yang diturunkan terdiri dari tiga dokter, dua perawat, lima mahasiswa kedokteran, dan empat personel logistik. Tim medis MER-C bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban apabila terjadi kericuhan selama aksi berlangsung, serta memberikan bantuan medis kepada masyarakat dan siapa pun yang membutuhkan pertolongan. Dalam aksi kali ini, tim MER-C tidak menemukan atau menangani korban akibat kericuhan. Namun, terdapat dua peserta aksi yang mengalami keluhan GERD dan mendapatkan penanganan dari tim medis. Selain bersiaga di titik utama aksi, tim MER-C juga melakukan penyisiran di sejumlah area demonstrasi yang ramai dengan membawa peralatan medis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertolongan medis dapat diberikan secara cepat apabila diperlukan peserta aksi maupun masyarakat di sekitar lokasi. Selengkapnya di link ini