MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Pertukaran Perspektif Kemanusiaan, Mahasiswa University of Chicago Kunjungi MER-C

Bagaimana sebuah organisasi kemanusiaan bekerja di tengah keterbatasan akses, merespons kebutuhan masyarakat, dan membangun kolaborasi untuk menghadirkan bantuan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian dari pertemuan 24 mahasiswa/i undergraduate University of Chicago bersama pendamping mereka, Paige Williams dan Erick Amick, saat berkunjung ke Markas MER-C Indonesia, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Dalam suasana dialog yang hangat dan terbuka, para mahasiswa yang disambut oleh perwakilan Presidium dr. Tonggo Meaty Fransisca, Kepala Divisi Humas Diana Caroline, S.E, Manajer Operasional Rima Manzanaris, perwakilan relawan juga jajaran staff MER-C, berkesempatan mengenal lebih dekat kiprah MER-C dalam berbagai misi kemanusiaan. Mereka berdiskusi mengenai pengalaman di lapangan, pendekatan dalam membangun dukungan dan kolaborasi, hingga berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dalam memperoleh akses layanan kesehatan. Bagi para mahasiswa, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat bagaimana kerja-kerja kemanusiaan berlangsung di dunia nyata—bukan hanya melalui teori dan pembelajaran di ruang akademik, tetapi melalui pengalaman, cerita, dan praktik langsung di lapangan. Sementara bagi MER-C, pertemuan ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, bertukar perspektif, dan membuka dialog lintas negara tentang kemanusiaan serta akses kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DddCtQ9TmcC/?stkn=MXBhaDBnODdha2E5Zg== https://www.facebook.com/share/v/1Duh7AR2jK/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqnweUvE

Langkah Siaga Hadapi Sebaran Abu Vulkanik

Partikel halus abu vulkanik sangat berisiko mengiritasi saluran pernapasan, terutama pada anak-anak dan penderita asma. Tetap waspada dengan menerapkan langkah proteksi diri: ⚠️ Segera bawa ke fasilitas kesehatan jika anak mengalami batuk terus-menerus, sesak nafas yang bertambah, atau terlihat lemas.Salam sehat bersama MER-C! 🩺❤️ Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DdDP1MQTyzc/?stkn=d2lhMHVtOTQ4aTN6 https://www.facebook.com/share/r/1Fe9ongzSS/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqBks5Kk

MER-C Turunkan Tim Medis Kawal Demo di Gedung DPR

Jakarta — Tim MER-C Indonesia menerjunkan 16 personel medis untuk mengawal aksi penyampaian pendapat di Sekitar Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Berkoordinasi dengan PK3D DKI Jakarta, tim yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, mahasiswi kedokteran, hingga logistik ini menyiagakan 1 ambulans, 1 mobile clinic, dan 1 motor trail. Sejak siang hingga malam, tim melakukan asesmen serta penanganan medis bagi peserta aksi di lapangan. Dari hasil siaga, MER-C menangani 8 korban mual, pusing, sesak napas, hingga luka ringan, serta merujuk 1 pasien ke rumah sakit terdekat. Situasi tetap terkendali hingga massa membubarkan diri secara tertib. Tim MER-C menyelesaikan tugas pengawalan dan meninggalkan lokasi pukul 20.00 WIB. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DckamlMSEqf/?igsi=aGpzNDdqcHVzd2V6 https://www.facebook.com/share/v/1ciESwnqC8/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVseBQ5F

MER-C Berikan Pelatihan CPR dalam Kegiatan EDRR Indonesia 2026

Jakarta – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberikan pelatihan cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau pijat jantung kepada masyarakat dalam kegiatan Emergency Disaster Reduction and Rescue (EDRR) Indonesia 2026 yang berlangsung pada 12–14 Agustus 2026 di Hall D2 JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pelatihan tersebut diberikan kepada masyarakat awam agar semakin banyak orang memiliki kemampuan melakukan pertolongan pertama dalam situasi darurat. Kegiatan ini sejalan dengan motto MER-C, “Semua Bisa Menolong.” Sebanyak 10 relawan MER-C hadir untuk memberikan pelatihan kepada para peserta yang mengunjungi pameran. Para peserta menyambut antusias kegiatan ini karena tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi mereka juga berkesempatan mempraktikkan langsung teknik CPR. Praktik langsung bertujuan memberikan gambaran kepada peserta mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat secara nyata. Sejumlah peserta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MER-C atas pelatihan yang diberikan. Mereka menilai pelatihan ini memberikan pengetahuan baru yang dapat dipraktikkan ketika menghadapi kondisi darurat. Para peserta juga berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih banyak untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat awam dalam memberikan pertolongan pertama. EDRR Indonesia 2026 digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk ketiga kalinya pada tahun ini. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, dan ketangguhan nasional. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcNl1lIzsRQ/?utm_source=ig_web_copy_link&igsi=MzRlODBiNWFlZA== https://www.facebook.com/share/v/1C5cjcw9BS/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVBnBk9S

MER-C Hadiri FGD FH UI Bahas Perlindungan Misi Kemanusiaan di Wilayah Konflik

Jakarta – MER-C Indonesia pada Kamis (9/7/2026) menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Centre for Research of Welfare Law, Children Protection and Global Migration (CRESWELL), Fakultas Hukum Universitas Indonesia, di Ruang Boedi Harsono, Gedung F Lantai 1, FH UI, Depok, Jawa Barat. FGD mengusung tema “Memetakan Kebijakan dan Mekanisme Perlindungan Negara pada Misi Kemanusiaan di Wilayah Konflik” dan dihadiri oleh perwakilan sejumlah lembaga kemanusiaan. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kerangka hukum dan mekanisme perlindungan negara bagi misi kemanusiaan di wilayah konflik, memetakan peran serta tantangan yang dihadapi lembaga kemanusiaan, merumuskan rekomendasi mekanisme perlindungan, serta menyusun elemen awal peta jalan damai Palestina yang menempatkan perlindungan kemanusiaan sebagai salah satu pilar utama. Mewakili MER-C sebagai penanggap dalam FGD, Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT) MER-C, Marissa Noriti, menekankan pentingnya pemerintah Indonesia memiliki mekanisme perlindungan yang baku bagi misi kemanusiaan. Menurut Marissa, pemerintah perlu mengoptimalkan jaringan dan koordinasi yang lebih terintegrasi sehingga ketika dibutuhkan dukungan diplomasi kemanusiaan, organisasi kemanusiaan telah memiliki jalur koordinasi yang jelas mengenai langkah yang harus ditempuh dan pihak-pihak yang perlu dihubungi. “Kami sudah mendapatkan dukungan yang cukup baik dari WHO. Namun akan lebih baik jika negara juga dapat memberikan dukungan yang lebih optimal dan selaras melalui mekanisme perlindungan yang baku, bukan hanya bersifat spontan ketika terjadi insiden,” ujarnya. Ia menilai, apabila mekanisme tersebut dapat diwujudkan hingga pada tataran diplomasi kemanusiaan, hal itu akan memperkuat upaya diplomasi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Untuk itu, Marissa berharap hasil FGD ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan yang nyata. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Da1sg-Ik__e/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

FIRST ANNOUNCEMENT

EMT Induction Training & Simulation Exercise A collaborative training between MER-C Indonesia, Universitas Indonesia Emergency Medicine Specialist Programme, and MER-C Training Center. This program is designed to strengthen the readiness, leadership, teamwork, and emergency response capacity of Emergency Medical Team (EMT) personnel through intensive training and field simulation exercises. Participants of this program consist of MER-C Indonesia volunteers and Emergency Medicine Resident from Faculty of Medicine Universitas Indonesia. 📍 Buperta Cibubur 📅 June 19–21, 2026 Together, We Learn Something Useful. #EMT #SimulationExercise #EmergencyMedicalTeam #DisasterManagement

MER-C Siagakan Tim Medis dalam Aksi Mahasiswa di Jakarta

Jakarta – MER-C Indonesia menerjunkan tim medis untuk bersiaga dalam aksi demonstrasi aliansi mahasiswa dari sejumlah kampus di Jakarta pada 12 Juni 2026. Tim MER-C mulai bersiaga sejak pukul 16.00 WIB hingga massa aksi membubarkan diri sekitar pukul 21.30 WIB. Tim yang diturunkan terdiri dari tiga dokter, dua perawat, lima mahasiswa kedokteran, dan empat personel logistik. Tim medis MER-C bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban apabila terjadi kericuhan selama aksi berlangsung, serta memberikan bantuan medis kepada masyarakat dan siapa pun yang membutuhkan pertolongan. Dalam aksi kali ini, tim MER-C tidak menemukan atau menangani korban akibat kericuhan. Namun, terdapat dua peserta aksi yang mengalami keluhan GERD dan mendapatkan penanganan dari tim medis. Selain bersiaga di titik utama aksi, tim MER-C juga melakukan penyisiran di sejumlah area demonstrasi yang ramai dengan membawa peralatan medis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertolongan medis dapat diberikan secara cepat apabila diperlukan peserta aksi maupun masyarakat di sekitar lokasi. Selengkapnya di link ini

MER-C Koordinasi dengan Kemlu RI Terkait Rencana Pengiriman Relawan ke Lebanon

Jakarta – MER-C melakukan audiensi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Rabu (20/5) untuk berkoordinasi terkait rencana pengiriman relawan kemanusiaan ke Lebanon. Kedatangan MER-C yang diwakili oleh Presidium dr. Tonggo Meaty Fransisca dan Manajer Operasional Rima Manzanaris diterima oleh Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI, Ahrul Tsani Fathurrahman. Ahrul Tsani menyambut baik rencana MER-C untuk mengirimkan relawan ke Lebanon. Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Lebanon. “Alhamdulillah hari ini saya bisa bertemu teman-teman MER-C yang menyampaikan rencana keberangkatan ke Lebanon untuk memberikan bantuan kemanusiaan melalui pengiriman relawan. Tentunya kami menyambut baik dan memang ini bagian dari upaya kita memperkuat kerja sama dengan Lebanon,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya pemerintah Lebanon telah meminta bantuan kepada Indonesia di tengah krisis kemanusiaan akibat perang yang masih berlangsung. Ahrul Tsani menegaskan Kementerian Luar Negeri siap memfasilitasi keberangkatan relawan MER-C, termasuk membantu komunikasi dengan pihak dan otoritas di Lebanon. “Mudah-mudahan nanti rencana perjalanannya lancar. Kemudian KBRI Beirut juga akan membantu. Mudah-mudahan masyarakat Indonesia yang peduli dengan Lebanon bisa menyalurkan bantuannya melalui MER-C. Selain itu juga tidak lupa dengan Gaza dan Palestina,” pungkasnya. Rencana misi kemanusiaan MER-C ke Lebanon dilakukan menyusul konflik berkepanjangan di wilayah tersebut yang telah memasuki fase krisis kemanusiaan yang semakin mengkhawatirkan. Pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi juga memperburuk kondisi warga sipil yang membutuhkan perlindungan serta bantuan kemanusiaan mendesak. Selengkapnya di link ini

EMT MER-C dan FKUI akan Gelar EMT Induction Training & Simulation Exercise

🚨 FIRST ANNOUNCEMENT 🚨 EMT Induction Training & Simulation Exercise A collaborative training between MER-C Indonesia, Universitas Indonesia Emergency Medicine Specialist Programme, and MER-C Training Center. This program is designed to strengthen the readiness, leadership, teamwork, and emergency response capacity of Emergency Medical Team (EMT) personnel through intensive training and field simulation exercises. Participants of this program consist of MER-C Indonesia volunteers and Emergency Medicine Resident from Faculty of Medicine Universitas Indonesia. 📍 Buperta Cibubur 📅 June 19–21, 2026 Together, We Learn Something Useful. #EMT #SimulationExercise #EmergencyMedicalTeam #DisasterManagement ____________________________________________________ EMT MER-C dan FKUI akan Gelar EMT Induction Training & Simulation Exercise Jakarta – Emergency Medical Team MER-C Indonesia berkolaborasi dengan Program Studi Spesialis Pendidikan Kedokteran Emergensi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) serta MER-C Training Center, akan menggelar kegiatan EMT Induction Training & Simulation Exercise pada 19–21 Juni 2026 di Buperta Cibubur. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan, kepemimpinan, serta kemampuan kerja tim para relawan MER-C dan dokter residen Spesialis Pendidikan Kedokteran Emergensi FKUI dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan dan bencana. Program pelatihan EMT ini akan menghadirkan berbagai materi, mulai dari kreativitas pembangunan tim EMT, siklus penugasan dan mekanisme aktivasi EMT, hingga pengenalan peralatan dan perlengkapan penugasan lapangan. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan fisik dan manajemen stres, strategi negosiasi tata letak pusat EMT, standar kesehatan, serta Bantuan Hidup Dasar (BLS/RJP). Materi lainnya mencakup pemasangan bidai dan perban, transportasi dan evakuasi korban, triase korban bencana dan manajemen korban massal, termasuk penilaian kesehatan cepat (Rapid Health Assessment/RHA), triase bencana, dan identifikasi korban bencana (Disaster Victim Identification/DVI). Pelatihan juga dilengkapi dengan praktik penyelamatan air, prinsip dan etika kemanusiaan, serta prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi untuk mendukung kesiapan peserta dalam penugasan medis emergensi di lapangan. Bagi Anda yang ingin mengikuti pelatihan ini dapat melakukan pendaftaran melalui kontak 0812 8444 7594 atau melalui Instagram @merctrainingcenter. Selengkapnya di link ini

Silahkan bertanya?