Tertunda Keluar, Tim MER-C Tetap Bertugas Bantu Sejumlah Rumah Sakit di Rafah

Tertunda keluar akibat invasi Israel, Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C yang saat ini masih berada di Rafah, Gaza Selatan, tetap bertugas membantu di sejumlah rumah sakit.Tertunda keluar akibat invasi Israel, Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C yang saat ini masih berada di Rafah, Gaza Selatan, tetap bertugas membantu di sejumlah rumah sakit. Sejak Rabu (8/5), empat relawan EMT MER-C diarahkan oleh WHO untuk bertugas di Rumah Sakit Al Kuwaiti. Tim terdiri dari dokter spesialis bedah orthopedi, dokter layanan primer dan perawat. Tim MER-C bertugas bersama Tim EMT dari Mercy Malaysia yang membantu tenaga medis local memberikan pertolongan kepada para korban serangan. Selain di RS Kuwaiti, relawan EMT MER-C lainnya, yaitu dua perawat juga masih bertugas di klinik Tal Al-Sultan Primary Health Care Center. Sejak Kamis pagi (9/5), kedua relawan membantu melayani pasien dan korban luka-luka yang terus berdatangan. Sementara itu, RS An Najjar yang biasa menjadi lokasi tugas TIM EMT MER-C, saat ini sudah berhenti beroperasi. Salah satu relawan medis MER-C, Ita Muswita mengatakan, RS Kuwaiti merupakan pintu pertama pasien sehinga sejak ditugaskan mereka banyak menerima pasien korban langsung perang yang terkena bom, terutama luka bakar yang perlu dirujuk. “Alhamdulillah kami bisa bantu mereka sebelum border (perbatasan) dibuka. Atas izin Allah, kami menerima apapun bentuk takdir Allah karena memang ini yang terbaik dari Allah. Doa kan kami tetap istiqomah dalam tugas,” tuturnya. Saat ini tersisa 12 relawan MER-C di Gaza. Hari Senin/6 Mei 2024, aktifitas medis relawan MER-C sempat dihentikan imbas serangan darat Israel ke Rafah. Hal ini juga mengakibatkan pergerakan masuk dan keluar Gaza untuk semua Tim EMT dibawah koordinasi WHO ditunda, termasuk Tim EMT MER-C.
MER-C Berangkatkan Tim EMT ke-4 untuk Bertugas di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberangkatkan Emergency Medical Team (EMT) ke-4 untuk bertugas di Jalur Gaza, Palestina. “Alhamdulillah hari ini MER-C bisa memberangkatkan Emergency Medical Team yang ke-4. Di Gaza saat ini masih bertugas Tim ke-3 yang nanti kemudian sebagian Tim ini akan bertukar dengan Tim ke-4 diperkirakan di tanggal 6,” ujar dr. Arief Rachman, salah satu anggota Presidium MER-C yang juga merupakan Ketua EMT MER-C, saat melepas keberangkatan Tim EMT ke-4 di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Jumat (3/5/2024). “Tim yang berangkat hari ini terdiri dari 7 orang, sesuai dengan kapasitas maksimal yang diminta oleh EMTCC di Kairo bahwa untuk anggota dari setiap lembaga itu 7 orang, dan dalam 7 orang yang kita kirimkan ini terdiri dari satu dokter spesialis kandungan, satu dokter spesialis bedah, satu dokter spesialis anestesi, satu dokter umum dan dua perawat,” katanya. Arief mengatakan, tidak ada kendala berarti selama pengiriman tim ke Jalur Gaza yang telah memasuki tahap ke-4 ini karena adanya skema yang dibuat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). “Hanya mungkin yang perlu menjadi perhatian adalah, untuk pemberangkatan itu memerlukan prosedur pendaftaran. Jadi untuk entri dan exit plan-nya itu sudah harus dikirimkan 7 hari sebelum pemberangkatan. Nah itu memerlukan waktu dan di satu sisi teman-teman yang akan berangkat dari Indonesia mereka bekerja di tempat-tempat seperti klinik dan rumah sakit yang memerlukan kepastian kapan mereka akan berangkat. Ini yang kemudian biasanya menyebabkan pengiriman diundur,” ungkapnya. Selain itu, ia menambahkan situasi keamanan di Jalur Gaza secara keseluruhan terutama di Gaza Selatan, tempat banyak lembaga bantuan asing bekerja, juga menjadi pertimbangan apakah jadwal pengiriman relawan akan mengalami penundaan. “Ini yang selalu kita pantau di Indonesia melalui Liaison Officer kami yang langsung berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan Palestina dan juga pihak WHO,” tuturnya. MER-C sejak 18 Maret 2024 terus mengirimkan bantuan Tim Medis ke Jalur Gaza, Palestina. Dengan dikirimnya Tim EMT ke-4, terhitung MER-C telah mengirimkan total 31 relawan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat dan bidan. Saat ini Tim Medis MER-C bertugas di sejumlah rumah sakit yang masih berfungsi di Rafah, Gaza Selatan, yaitu Rumah Sakit An Najjar, Rumah Sakit Al-Helal Al-Emiraty dan Klinik Tal Al Sultan Primary Health Care Center.
MER-C Sayangkan Tindakan Represif Polisi terhadap Mahasiswa di AS

Medical Emergency Rescue Committtee (MER-C) menyayangkan tindakan represif polisi terhadap mahasiswa di Amerika Serikat yang menggelar aksi demo untuk mendesak dihentikannya genosida Israel di Jalur Gaza, Palestina. Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad hari Jumat (3/5/2024) mengatakan, demo mahasiswa di sejumlah kampus ternama AS untuk meminta negara tersebut menekan Israel menghentikan serangan di Gaza ini menandakan mahasiswa yang mewakili kaum muda melihat dengan mata hati sehingga meraka paham apa yang dilakukan Israel dan didukung penuh AS adalah genosida. “Tapi yang disayangkan adalah respon polisi yang represif dalam menangani para demonstran sebagai kampium demokrasi. Apa yang dilakukan aparat terhadap para demonstran tidak mencerminkan wajah negara demokrasi,” kata Sarbini. “Dalam hal ini MER-C sebagai organisasi yang konsen dengan kemanusiaan menyerukan agar AS lebih persuasif dan mendengar apa yang disuarakan oleh mahasiswa,” tambahnya. Ia mengatakan, cara pendekatan represif akan menjadi catatan buruk demokrasi yang dipertontonkan AS di etalase dunia. “Sudah selayaknya pemerintah AS mendengarkan aspirasi mereka dan melakukan langkah cepat menghentikan kekejaman Israel di Palestina. Apabila AS mengabaikan tuntutan mahasiswa, kami khawatir gelombang besar ini akan lebih menggema ke seluruh dunia,” ujarnya. Al Jazeera melaporkan, protes yang dilakukan mahasiswa berlangsung damai dan sebagian besar penuh rasa hormat, namun ditanggapi dengan tindakan keras oleh banyak universitas di tengah tuduhan anti-Semitisme. Pihak kampus memanggil petugas keamanan yang datang menyerang massa dan menangkap paksa mahasiswa. Polisi Amerika menangkap lebih dari 900 orang dalam demonstrasi pro-Palestina yang dimulai di beberapa universitas di Amerika sejak tanggal 18 April lalu.
MER-C Kecam Israel Terkait Temuan Kuburan Massal di Dua Rumah Sakit di Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengecam keras Israel terkait temuan kuburan massal di Rumah Sakit Nasser dan Al Shifa pekan lalu. “Kami mengutuk keras pelaku pembunuhan massal terhadap ratusan jenazah yang ditemukan di komplek Rumah Sakit Nasser dan Al Shifa,” kata Ketua Presidum MER-C dr. Sarbini Abdul Murad, Kamis (02/05/2024). Sarbini juga menyerukan pengiriman tim investigasi internasional untuk menyelidiki lebih rinci dan menyeret pelaku ke Mahkamah Internasional sebagaimana yang telah dilakukan terhadap pejabat Serbia yang melakukan genosida di Bosnia. Setidaknya 310 jenazah telah ditemukan dari kuburan massal di Kompleks Rumah Sakit Nasser setelah tentara Israel mundur dari kota itu pada 7 April usai serangan darat selama empat bulan, menurut badan pertahanan sipil Gaza. Ravina Shamdasani selaku Juru Bicara Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB mengatakan, di antara jenazah yang ditemukan diduga adalah orang-orang lanjut usia, perempuan dan korban terluka, sementara yang lain ditemukan terikat dan pakaiannya dilucuti. Terkait temuan tersebut, PBB mengatakan adanya kekhawatiran tentang kemungkinan kejahatan perang yang dilakukan Israel atas warga Gaza. MER-C sejak 18 Maret 2024 terus mengirimkan bantuan Tim Medis ke Jalur Gaza, Palestina. Terhitung MER-C telah mengirimkan tiga tim ke Gaza, dengan total 24 relawan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat dan bidan. Saat ini Tim Medis MER-C bertugas di sejumlah rumah sakit yang masih berfungsi di Rafah, Gaza Selatan, yaitu Rumah Sakit An Najar, Rumah Sakit El Emiraty dan Klinik Tal Al Sultan Primary Health Care Center.
Bantu Korban Bencana Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan Sumbar, MER-C Turunkan Tim Relawan dari Dua Cabang

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali mengirimkan dua Tim Relawan ke lokasi bencana banjir dan longsor di Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada hari Ahad (10/3). Tim MER-C Cabang Padang yang diketuai Dr. dr. Yusri Dianne Jurnalis, SpA(K) bersama Ir. Zirma Juneldi, MSi, Isra Monalisa, S.Psi dan Furqon berangkat lebih dulu menuju lokasi dengan membawa berbagai bantuan logistik dan obat-obatan. Kemudian menyusul Tim MER-C Cabang Medan yang terdiri dari 9 orang relawan medis. Sementara Tim yang diterjunkan membawa bantuan logistik berupa air mineral, kasur matras, selimut, mantel hujan, serta bahan makanan seperti beras, mie instan, minyak goreng, gula, cabe, ikan asin, kentang, teh dan minuman serta biskuit. dr. Riri mengatakan, Kabupaten Pesisir Selatan, merupakan daerah paling terdampak, di mana posko MER-C didirikan di Nagari Lubuk Nyiur, yang sekaligus menjadi posko pengobatan. Ia menuturkan, perjalanan menuju lokasi bencana sempat terhambat macet selama tiga jam di Barung-barung, Belantai dan Duku. “Tadi malam sudah ada yang sakit dan minta obat, kami sampai di Posko setelah maghrib. Pagi ini mulai jam 9 kami buka posko pengobatan dan pembagian logistik berupa beras, gula, minyak, biskuit, air mineral, selimut, matras untuk tidur, dan lainnya,” ujar dr. Riri. Ia mengungkap, karena jembatan putus dan belum ada bantuan logistik dari Pemerintah, sedangkan banyak kasur dan beras warga terendam air maka bantuan bagi yang membutuhkan segera dibagikan oleh Tim MER-C. dr. Riri juga mengatakan, saat ini air PDAM mati dan jarang penduduk yang memiliki sumur jadi ketersediaan air bersih sangat terbatas. Salah satu daerah, Lubuk Nyiur Batang Kapeh, terisolir karena akses jalan keluar hanya bisa jalan kaki atau menggunakan motor akibat jembatan putus “Air bersih sulit didapat, saat ini pemerintah fokus pembersihan lumpur dan jalan yang rusak oleh banjir,” katanya. Selain banjir, hujan lebat juga memicu terjadi tanah longsor. BPBD setempat menyebutkan material longsor telah menghambat akses jalan. Sementara BNPB mencatat setidaknya 26 orang warga meninggal dunia 11 lainnya masih dilaporkan hilang akibat banjir dan longsor yang melanda 9 kabupaten 3 kota di Sumbar pada Kamis (7/3) lalu. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, telah menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir bandang selama 14 hari terhitung sejak 8 Maret 2024.
Eksklusif dari Gaza Utara : Kondisi RS Indonesia Bantuan MER-C yang Terus Berjalan di Tengah Situasi Gaza Utara yang Memprihatinkan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) terus menyalurkan bantuan masyarakat Indonesia untuk warga Gaza yang saat ini berada dalam situasi yang memprihatinkan akibat agresi Israel sejak 7 Oktober 2023. Warga Gaza saat ini mengungsi di kamp-kamp penampungan, sekolah-sekolah atau tetap bertahan di rumah mereka yang telah hancur. Mereka kekurangan air bersih, makanan, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainya akibat tindakan Israel yang melarang masuknya bantuan ke Jalur Gaza. Di tengah situasi ini, MER-C melalui relawannya di Jalur Gaza terus membagikan bantuan secara langsung kepada para pengungsi. Saat ini dua relawan MER-C asal Indonesia Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldila Kurniawan terus melanjutkan program bantuan MER-C di Gaza bagian Selatan. Keduanya bersama para pasien dan tenaga Kesehatan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara serta warga yang berlindung di sana terpaksa mengungsi saat Pasukan Israel menyerang dan menghancurkan Rumah Sakit. Namun MER-C akhirnya kembali terhubung dengan relawan lokal yang masih bertahan di Gaza Utara, setelah sebelumnya wilayah ini terisolasi akibat serangan baik darat maupun udara yang dilakukan oleh pasukan Israel. Sejak 21 Januari 2023, MER-C juga dapat menyalurkan bantuan untuk warga Gaza Utara. MER-C terus melakukan komunikasi dengan relawan lokal di Gaza Utara, menanyakan situasi di sana serta kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh para pengungsi. Berikut up date situasi yang disampaikan relawan lokal MER-C; 1. Bagaimana kondisi di Gaza Utara saat ini? Apakah masih ada tentara Israel dan serangan udara atau darat? Situasi di Jalur Gaza bagian utara saat ini sangat sulit untuk mendapatkan makanan. Masyarakat tidak punya uang untuk membeli bahan pangan dan stoknya sudah hampir habis dalam waktu sepekan. Selain itu, harga bahan pokok juga sangat mahal. Harga sekantong tepung adalah 1.200 shekel, satu kilo daging 120 shekel dan beras per kilo mencapai 20 shekel. Tentara Israel sendiri saat ini telah ditarik sepenuhnya dari Jalur Gaza utara, tetapi serangan udara masih sesekali terjadi. 2. Bagaimana kondisi warga dan pengungsian di Gaza Utara? Sebagian besar masyarakat di Jalur Gaza bagian utara saat ini berada di pusat-pusat penampungan dan sebagian lainnya berada di rumah-rumah. Meskipun kondisinya rusak dan hancur namun mereka tinggal di ruangan yang layak huni. Para pengungsi sangat sulit mendapatkan air dan makanan. Kondisi masyarakat di Jalur Gaza sangat tragis. Kami kesulitasn dalam segala hal. Kondisi kami di pengungsian tidak dapat digambarkan. Penyakit menyebar pada anak-anak dan kami kekurangan makanan.3. Bantuan apa saja yang sangat dibutuhkan warga Gaza di pengungsian saat ini? Semua orang di sini membutuhkan makanan, pakaian dan susu untuk bayi serta pakaian hangat 4. Apakah pembagian bantuan makanan ini dapat dilakukan setiap hari? Ya, saya berusaha menghemat lebih banyak uang, agar bisa membantu lebih banyak saudara-saudara yang mengungsi 5. Apa kendala yang dihadapi relawan lokal dalam pelaksanaan program bantuan makanan ini mulai dari pencarian bahan, pengelolaan dan pembagiannya? Karena harga beras dan daging setiap hari naik dan harga satu kilo daging hari ini mencapai 120 Shekel. Sekarung beras mencapai lebih dari 500 shekel 6. Berapa banyak paket makanan yang biasa dibagikan oleh relawan untuk warga Gaza? Saya sekarang membagikan bantuan sebanyak 500 nampan nasi, namun ini tentu tidak cukup untuk semua pengungsi yang ada di satu sekolah. 7. Kemana saja area distribusi bantuan makanan? Saya membagikan makanan di sekolah dekat RS Indonesia yang menjadi tempat pengungsian, di beberapa daerah padat penduduk di sekitar RS Indonesia dan terkadang di Kamp Jabalia. 8. Bagimana kondisi RS Indonesia saat ini? Rumah sakit Indonesia kini ditutup karena pendudukan Israel dengan sengaja menyabotase peralatan medis, menghancurkan total ruang gawat darurat, merusak lantai tiga, menghancurkan ruangan dokter, membakar generator listrik, menghancurkan saluran listrik dan air. Banyak bagian rumah sakit yang hancur, namun kini ditutup dengan pembatas tanah. Memperbaiki dan memulihkan layananya akan membutuhkan banyak usaha dan dana. 9. Bagaimana kondisi wisma indonesia (Wisma dr. Joserizal)? Bagian dalam hancur, semua barang mulai dari meja, kaca dan pintu rumah semuanya rusak. Bangunan di sebelah utara dibom, mobil rusak parah, listrik dan jaringan air telah dirusak. Hampir semuanya hancur. 10. Berapa rumah sakit yang masih bisa beroperasi di Gaza Utara? Kini terdapat dua rumah sakit yang masih beroperasi di Jalur Gaza bagian utara yaitu Rumah Sakit Kamal Adwan dan Rumah Sakit Al Awda, dengan kemampuan yang tentu sangat tidak memadai. 11. Apa pesan yang ingin disampaikan untuk rakyat Indonesia? Saya ingin menyampaikan pesan dari masyarakat Gaza dan menggambarkan situasi kami kepada Anda, saudaraku. Kami telah mencapai titik di mana Anda akan menangis karena tidak mampu memberi anak-anak Anda satu syikal pun atau menyediakan makanan untuk mereka. Sekarang di Gaza, 100 syikal tidak berarti apa-apa dan hanya cukup untuk satu kali makan karena harga yang mahal. Rakyat di Gaza sedang sekarat karena penindasan dan kesedihan. Kami sedang mengalami keadaan di mana tidak ada yang dapat memahaminya kecuali Allah. Bayangkan seorang lelaki tua mendatangi Anda dan meminta makan siang, Demi Tuhan, inilah puncak kehinaan yang telah kami capai saat ini. Tapi kami bersyukur kepada Allah atas apa yang telah menimpa kami dan kami akan diberi pahala, Insya Allah. Insya Allah kami akan berdiri teguh, bersabar dan memenangkan surga, Insya Allah. Kami berharap syahid di jalan Allah setiap hari, kami tahu pahala kami di sisi Allah. Semoga Allah memberkati Anda karena telah berdiri di samping kami, mendukung kami dan menyediakan makanan untuk orang-orang di Gaza, dan semoga Allah menjadikan ini sebagai pahala atas perbuatan baik Anda. Apa yang terjadi di Gaza, saudaraku, adalah ujian dari Tuhan bagi seluruh dunia dan Allah akan memberi pahala kepada orang-orang yang berbuat baik, sabar, dan tabah. Insya Allah kami akan meraih kemenangan besar, betapapun hancurnya kami dan telah kehilangan orang yang kami cintai. Alhamdulillah atas segalanya. Anak-anak Gaza telah tumbuh dewasa sebelum waktunya dan kesedihan memenuhi wajah masyarakat karena kurangnya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan perempuan mereka. Ya Allah, Rabb semesta alam, kasihanilah kami. Demikian up date terkini dari relawan kami di Gaza Utara. Mohon doa dari saudara-saudara sekalian semoga relawan MER-C serta seluruh warga Gaza senantiasa dalam lindungan Allah dan semoga mereka diberi kesabaran atas apa yang sedang terjadi.
Surat Terbuka MER-C kepada WHO mengenai Panggilan Darurat untuk Perlindungan dan Pengaktifan Kembali Semua Rumah Sakit di Gaza

Jakarta, 24 Desember 2023 Kepada Ykh,Bapak Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kantor Pusat WHO Avenue Appia 20 1211 Jenewa, Swiss Subjek:Surat Terbuka MER-C kepada WHO mengenai Panggilan Daruratuntuk Perlindungan dan Pengaktifan Kembali Semua Rumah Sakit di Gaza Yth. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Saya menulis kepada Anda dalam kapasitas saya sebagai Ketua Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), sebuah NGO Indonesia yang melakukan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, yang dibangun dari kebaikan hati masyarakat Indonesia untuk kepentingan rakyat Palestina Kami memperhatikan bahwa banyak rumah sakit di Gaza telah dikelilingi, diserang, dan yang lebih buruk lagi, telah digunakan sebagai markas militer oleh Israel Defense Forces (IDF), seperti yang terjadi pada Rumah Sakit Indonesia. Kami sangat prihatin atas potensi dampak tindakan ini terhadap keselamatan dan misi kemanusiaan fasilitas medis tersebut. MER-C Indonesia, atas nama masyarakat Indonesia, mendesak Organisasi Kesehatan Dunia untuk turun tangan dan membela perlindungan semua rumah sakit di sepanjang Jalur Gaza agar tidak digunakan sebagai instalasi militer. Kami percaya bahwa rumah sakit, terutama dalam situasi konflik, harus tetap menjadi zona aman, dilindungi bahkan selama masa perang, agar dapat menjalankan tugas mulia mereka dalam merawat dan menyelamatkan nyawa korban perang. Selain itu, kami dengan tulus meminta bantuan segera dari WHO dalam mengaktifkan kembali dan memastikan fungsi yang benar dari rumah sakit di Gaza, khususnya Rumah Sakit Indonesia sebagai pusat medis utama di utara Jalur Gaza, yang akan memberikan kontribusi besar terhadap pelayanan medis yang dibutuhkan di daerah yang dilanda konflik ini. MER-C Indonesia yakin bahwa Organisasi Kesehatan Dunia, dengan kekuatan dan misi mulianya untuk menyelamatkan nyawa dan menegakkan prinsip kemanusiaan, dapat memainkan peran penting dalam melindungi kesucian fasilitas medis dan memastikan akses ke layanan kesehatan yang penting bagi populasi yang terkena dampak. Kami menghargai perhatian dan tindakan cepat Anda terhadap masalah ini dan komitmen Anda untuk memajukan kesejahteraan komunitas di zona konflik. Kami menantikan tanggapan positif dan kerjasama Anda dalam melindungi dan mengaktifkan kembali Rumah Sakit Indonesia dan fasilitas medis penting lainnya di Jalur Gaza. Terima kasih atas dedikasi Anda terhadap kesehatan global dan nilai-nilai kemanusiaan. Hormat kami, Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C Indonesia ———————————————————————————————————————————————- Jakarta, December 24th, 2023 To :Mr. Tedros Adhanom Ghebreyesus Director-General of the World Health Organization WHO HeadquartersAvenue Appia 201211 Geneva, Switzerland Subject:MER-C Open Letter to WHO Regarding Urgent Appealfor the Protection and Reactivation of All Hospitals in Gaza Dear Director-General of the World Health Organization, I am writing to you in my capacity as the Chairman of the Presidium of MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), an Indonesian NGO who conducted the construction of Indonesia Hospital located in Bayt Lahiya, Northern Gaza, Palestine, which was built from the generosity from the Indonesian people for the benefit of the Palestinian people. It has come to our attention that many hospitals in Gaza have been surrounded, attacked, and worst of all, have been used as military bases by the Israel Defense Forces (IDF) as they did with Indonesia Hospital. We are deeply concerned about the potential impact of these actions on the safety and humanitarian mission of these medical facilities. MER-C Indonesia, on behalf of the Indonesian people, urges the World Health Organization to intervene and advocate for the protection of all hospitals along the Gaza Strip from being utilized as military installations. We believe that hospitals, especially in times of conflict, should remain safe zones, protected even during wartime, to carry out their noble duty of treating and saving the lives of war victims. Furthermore, we kindly request the WHO’s immediate assistance in reactivating and ensuring the proper functioning of hospitals in Gaza, particularly Indonesia Hospital as a primary medical center in the northern Gaza Strip, contributing significantly to the medical services required in this conflict-ridden region. We believe that the World Health Organization, with its power and noble mission to save lives and uphold humanitarian principles, can play a crucial role in safeguarding the sanctity of medical facilities and ensuring access to essential healthcare services for the affected population. We appreciate your prompt attention and action to this matter and your commitment to promoting the well-being of communities in conflict zones. We look forward to your positive response and collaboration in protecting and reactivating Indonesia Hospital and other vital medical facilities in the Gaza Strip. Thank you for your dedication to global health and humanitarian values. Sincerely, Dr. Sarbini Abdul Murad Chairman of the PresidiumMER-C Indonesia
SURAT TERBUKA MER-C KEPADA PRESIDEN RI “SELAMATKAN RS INDONESIA DAN JALUR GAZA”

Jakarta, 11 November 2023 SURAT TERBUKA MER-C KEPADA PRESIDEN RI “SELAMATKAN RS INDONESIA DAN JALUR GAZA” Kepada yang terhormat, Bapak Ir. H. Joko Widodo Presiden Republik Indonesia Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua Hari ini 36 hari sudah dunia menyaksikan agresi membabi buta, pembunuhan dan pembantaian massal terhadap rakyat sipil di Jalur Gaza, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Pemukiman warga, bahkan tempat ibadah baik masjid maupun gereja, sekolah, lokasi-lokasi pengungsian, serta berbagai fasilitas umum lainnya, bahkan seluruh rumah sakit di Jalur Gaza tak luput menjadi sasaran kebrutalan militer Israel. Belasan ribu jiwa meninggal, puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka tanpa bisa mendapatkan penanganan yang layak akibat habisnya obat-obatan, padamnya aliran listrik di rumah sakit karena kehabisan bahan bakar serta sederet situasi menyedihkan lainnya. Warga Gaza kini hidup tanpa harapan, tanpa makanan, air, listrik, bahan bakar di tengah gempuran serangan udara dan darat Israel yang semakin gencar, tanpa mengindahkan kemanusiaan dan hukum-hukum internasional. Rumah Sakit Indonesia, asset bangsa Indonesia yang berada di Gaza bagian Utara yang dibangun dari dana rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, yang pembangunannya dikerjakan oleh tangan anak-anak bangsa tak luput menjadi sasaran. Berbagai fitnah dan framing disebarkan Israel untuk melegitimasi serangan terhadap RS Indonesia. Sebagai informasi bagi Bapak, saat ini 3 relawan MER-C, WNI, masih berada di Jalur Gaza, di RS Indonesia untuk menyalurkan bantuan amanah dari rakyat Indonesia untuk warga Palestina di Jalur Gaza. RS Indonesia kini mencoba tetap bertahan dan beroperasional di tengah kegelapan dan keterbatasan obat-obatan, karena ini adalah satu-satunya tumpuan harapan masyarakat Gaza Utara untuk berlindung dan mendapatkan akses pengobatan. Akankah dunia dan kita bangsa Indonesia terus berdiam diri melihat hal ini ? Untuk itu, sebagai perwakilan rakyat Indonesia, atas nama bangsa Indonesia, bangsa yang memiliki asset Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, kami berharap Bapak Presiden dengan segala kemampuan dan kapabilitas yang dimiliki untuk dapat melakukan perubahan dan menyelamatkan RS Indonesia di Jalur Gaza. Kami berharap, pada kesempatan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, Bapak dapat menyampaikan hal ini, memberikan tekanan kepada dunia, khususnya kepada Amerika Serikat agar segera mengadakan gencatan senjata di Jalur Gaza dan menyelamatkan Rumah Sakit Indonesia dari serangan Israel. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian khusus Bapak Presiden. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hormat kami, Atas nama rakyat Indonesia Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C Indonesia ————————————————— Subject: Open Letter from MER-C to the President of the Republic of Indonesia Dear Mr. Ir. H. Joko Widodo, President of the Republic of Indonesia Peace be upon you, and may the mercy of Allah and His blessings be upon you—greetings of peace for all of us. Today marks the 36th day of the world witnessing indiscriminate aggression, murder, and mass slaughter of civilians in the Gaza Strip, the majority of whom are women and children. Residential areas, including places of worship such as mosques and churches, schools, evacuation locations, and various other public facilities, not to mention all hospitals in the Gaza Strip, have fallen victim to the brutality of the Israeli military. Tens of thousands have lost their lives, and tens of thousands more are injured, unable to receive proper treatment due to the depletion of medications, the blackout of electricity in hospitals due to fuel shortages, and a series of other distressing situations. The people of Gaza live without hope now, without food, water, electricity, and fuel amid the intensified air and ground attacks by Israel, disregarding humanity and international laws. The Indonesia Hospital, a national asset built in the northern part of Gaza with funds from the Indonesian people from Sabang to Merauke, constructed by the hands of our fellow countrymen, has not escaped becoming a target. Israel has spread various false accusations and framings to legitimize attacks on the Indonesia Hospital. For your information, Mr. President, currently, three MER-C volunteers, Indonesian citizens, are still in the Gaza Strip at the Indonesia Hospital to deliver aid entrusted by the Indonesian people to the people of Palestine in the Gaza Strip. The Indonesia Hospital is now trying to survive and operate amid darkness and a shortage of medications because it is the only hope for the people of North Gaza to seek refuge and access medical treatment. Will the world and our Indonesian nation continue to remain silent in the face of this? Therefore, as representatives of the Indonesian people, on behalf of the Indonesian nation that owns the Indonesia Hospital in the Gaza Strip, we hope that you, Mr. President, with all your capacities, can bring about change and save the Indonesia Hospital in the Gaza Strip. We hope that during the meeting with the President of the United States, Joe Biden, you can convey this matter, exerting pressure on the world, especially the United States, to immediately initiate a ceasefire in the Gaza Strip and save the Indonesia Hospital from Israeli attacks. This open letter is for your special attention, Mr. President. Peace be upon you, and may the mercy of Allah and His blessings be upon you. Sincerely, On behalf of the Indonesian people, Dr. Sarbini Abdul Murad Chairman of the MER-C Presidium
Di Tengah Serangan, Tim MER-C Salurkan Bantuan Tahap Awal di Gaza

SIARAN PERS Di tengah masih masifnya serangan Israel ke Jalur Gaza, Tim MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia yang berada di Gaza telah bergerak menyalurkan bantuan tahap awal dari rakyat Indonesia. Tim MER-C yang terdiri dari tiga relawan Indonesia dibantu staf local pada Kamis/19 Oktober 2023, telah berhasil menyalurkan bantuan obat-obatan untuk RS Indonesia, pakaian medis dan persediaan makanan bagi tenaga medis RS Indonesia yang beberapa hari terakhir berjibaku tanpa henti menangani para korban serangan yang masih terus berdatangan ke RS Indonesia. Bantuan ini diberikan sebagai respons atas situasi darurat yang terus berkembang akibat serangan brutal Israel yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Fikri Rofiul Haq, salah satu relawan MER-C di Gaza, menyatakan, “Kami bertemu dan berbicara dengan Pihak Manajemen RS Indonesia bahwa bantuan yang mereka perlukan saat ini diantaranya obat-obatan, solar untuk genset serta makanan dan pakaian medis untuk tenaga medis.” Ia megatakan seharian penuh pada hari Kamis lalu Tim MER-C di Gaza mencari obat-obatan yang dibutuhkan RS Indonesia. “Alhamdulillah, sejumlah obat-obatan bisa kami dapatkan di Jalur Gaza. Kami membawa obat-obatan dari supplier obat di Gaza ke RS Indonesia menggunakan ambulans, di tengah serangan yang masih berlangsung.”“Karena hari mulai gelap dan cuaca sudah mulai dingin, serta mempertimbangkan keamanan Tim, pencarian bantuan akan kami lanjutkan esok hari, mohon doanya,” ujar Fikri. Jum’at/20 Oktober 2023, Tim rencana bergerilya kembali di Jalur Gaza khususnya untuk mencari distributor Bahan Bakar Minyak (BBM), bahan pangan/makanan dan perlengkapan musim dingin bagi warga Gaza di tengah stok yang semakin menipis dan sulit didapatkan. BBM sangat diperlukan untuk genset RS Indonesia dalam rangka menjamin ketersediaan listrik di rumah sakit sumbangan rakyat Indonesia ini. Sementara itu, di tengah berbagai keterbatasan, hingga hari ke-15 serangan RS Indonesia masih terus beroperasi. RS Indonesia juga menjadi salah satu lokasi pengungsian bagi warga sekitar.Kami mendesak Pintu Perbatasan Rafah dapat segera dibuka untuk dapat masuknya barang-barang bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua rakyat Indonesia, baik individu, organisasi, perusahaan, komunitas, dsb lintas agama, lintas suku yang telah mendukung upaya kemanusiaan MER-C di Jalur Gaza Palestina yang telah berlangsung selama 14 tahun sejak 2009. Mari kita semakin menguatkan doa dan dukungan rakyat Indonesia untuk perjuangan dan kemerdekaan bangsa Palestina.*** *MER-C Indonesia*
MER-C MENGUTUK KERAS PENGEBOMAN RS AL-AHLI ARABI BAPTIST DI GAZA

Siaran Pers MER-C Indonesia mengutuk keras pengeboman yang dilakukan Israel yang menargetkan rumah sakit di Jalur Gaza. RS Al Ahly Arabi Baptist menjadi target serangan udara militer Israel pada Selasa 17 Oktober 2023 waktu setempat. Serangan brutal ini menewaskan sedikitnya 500 orang dan melukai 600 orang lainnya yang sedang berada di rumah sakit tersebut. “Kami mengutuk keras pengeboman terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga medis serta orang-orang yang terluka dan sakit. Ini adalah sebuah pelanggaran HAM berat, sebuah pelanggaran terhadap Hukum Kemanusiaan Internasional,” tegas Sarbini. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa masyarakat dunia harus memberikan tekanan secara kolektif dan simultan kepada Israel. “PBB dan masyarakat Internasional harus bersama-sama harus mencegah pembantaian massal di Gaza. Bila dunia tidak segera menghentikan perang ini, maka akan terjadi bencana kemanusiaan yang lebih dahsyat,” ujarnya. “Kami juga beharap kepada Pemerintah Indonesia dengan posisi Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB yang baru saja terpilih untuk periode 2024 – 2026 dapat mendesak sidang darurat DK PBB untuk menghentikan pembantaian massal yang dilakukan Israel terhadap Gaza, menghentikan penjajahan Israel terhadap Palestina,” lanjutnya. Sarbini juga menyerukan kepada OKI (Organisasi Kerjasama Islam) dengan seluruh saluran diplomatic yang dimiliki OKI dapat berbuat lebih esensi dan terukur untuk mencegah pembantaian kemanusiaan lebih besar di Jalur Gaza. Dalam pernyataannya, Sarbini juga meminta koridor kemanusiaan mesti dibuka dalam waktu secepatnya. “Perbatasan Rafah harus segera dibuka sebagai koridor kemanusiaan agar Tim medis dan bantuan internasional dapat segera masuk ke Jalur Gaza dan menyalurkan bantuan yang dibutuhkan para korban dan warga Gaza,” tambah Sarbini. Pemimpin Lembaga kemanusiaan MER-C Indonesia ini juga meminta kepada Pemerintah Indonesia agar melakukan penyaluran bantuan atas nama bangsa Indonesia dan memfasilitasi Masyarakat Indonesia dan Lembaga kemanusiaan dari Indonesia yang ingin menyalurkan bantuannya ke Jalur Gaza. Hal ini sebagai bentuk simpati dan aksi nyata bangsa Indonesia untuk membantu rakyat Gaza. Menurutnya, langkah cepat ini perlu dukungan semua pihak agar tragedi kemanusiaan di Gaza dapat segera dihentikan. Sementara itu, tiga relawan MER-C sampai saat ini masih berada di Jalur Gaza, tepatnya di RS Indonesia di Gaza Utara. MER-C Indonesia yang selama 13 tahun terakhir telah beroperasi di Jalur Gaza juga telah menyiapkan Tim tambahan, yaitu Relawan Medis dan Kemanusiaannya untuk memberikan bantuan ke Jalur Gaza. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, Tim Relawan kami sudah siap dikirimkan. Kami berharap Pemerintah RI dapat memfasilitasi kami untuk berangkat ke Jalur Gaza dan memberikan bantuan medis dan kemanusiaan bagi para korban,” ucap Sarbini.