MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Jemput Bola, MER-C Datangi Pasien Patah Tulang Korban Gempa

Lombok Utara, MINA – Tim mobile clinic medis kemanusiaan MER-C melakukan aksi jemput bola kepada tiga korban gempa yang menderita patah tulang di Dusun Kertaraharja, Desa Genghelang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (13/8). Kepala Dusun Kertaraharja, Khoirul Hadi sebelumnya menghubungi tim MER-C yang berada di Rumah Sakit Tanjung, ibu kota Kabupaten Lombok Utara. Setelah mengecek langsung kondisi korban, tim dokter MER-C memutuskan, ketiga pasien harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan, mengingat kondisinya yang semakin memburuk Tim MER-C akan membawa korban ke RS Tanjung dan RS Awet Muda untuk segera dilakukan operasi. “Semua biaya pengobatan sepenuhnya akan ditanggung oleh Tim MER-C mengingat para korban masih dalam kondisi kekurangan akibat musibah gempa,” kata Widi Kusnadi wartawan MINA melaporkan dari Dusun Kertaraharja. Widi mengatakan, seluruh rumah warga yang ada di dusun tersebut hancur rata dengan tanah. Tidak ada satu bangunan pun yang bisa digunakan untuk tempat tinggal. (L/P2/RI-1) Sumber : https://minanews.net/jemput-bola-tim-medis-mer-c-datangi-pasien-patah-tulang-korban-gempa/

MER-C Turunkan Tim Nasional untuk Gempa Lombok

Lombok berduka dan hampir lumpuh pasca 2 gempa besar mengguncang wilayah ini pada Minggu/29 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 SR dan diikuti dengan gempa yang lebih besar berkekuatan 7 SR, Minggu/5 Agustus 2018, hanya dalam jangka waktu sepekan. Namun pola bencana gempa Lombok kali ini tidak biasa. BMKG merilis sampai dengan 13 Agustus 2018 pukul 10.00 WITA tercatat sebanyak 593 gempa susulan terjadi di Lombok. Kebanyakan gempa susulan yang terjadi tidak besar, terasa hanya seperti getaran atau goyangan kecil. Namun satu gempa susulan yang terjadi pada hari Kamis/9 Agustus 2018 terasa cukup besar. Gempa dengan kekuatan 6,2 SR, mengejutkan Tim bedah MER-C yang saat itu tengah melakukan tindakan operasi pada pasien korban gempa di lantai 4 RSU Provinsi Mataram, setelah dinyatakan aman untuk digunakan. Gempa membuat para dokter dan pasien panik bahkan sampai ada yang berlarian. Pelayanan medis di RSU ini akhirnya dihentikan dan dipindahkan ke tempat lain yang lebih aman. Gempa susulan diperkirakan akan terus terjadi hingga beberapa waktu ke depan. Merespon bencana gempa bumi Lombok, MER-C Indonesia telah menurunkan Tim Nasionalnya untuk tanggap bencana dan melakukan pertolongan medis dan tindakan operasi. MER-C juga menetapkan Lombok sebagai wilayah misi kemanusiaan jangka panjang. Hal ini disampaikan saat konferensi pers mengenai “Hasil Temuan dan Pernyataan MER-C Menyikapi Gempa Lombok dan Action Plan ke Depan” yang digelar di Kantor Pusat MER-C, Selasa/14 Agustus 2018. Hingga saat ini, MER-C telah menurunkan 31 relawan dengan rincian 6 dokter spesialis, 12 dokter umum, 5 perawat, dan 8 relawan non medis. Kamis/16 Agustus 2018 akan dikirimkan tim lanjutan yang terdiri 10 relawan medis dengan berbagai keahlian untuk mendukung program kemanusiaan MER-C di Lombok. Pengiriman Tim akan terus dilakukan secara rolling dan terjadwal hingga beberapa bulan ke depan. Sementara data yang masuk sampai dengan hari Sabtu/11 Agustus 2018, Tim Bedah MER-C telah melakukan 14 tindakan operasi dan Tim mobile clinic telah melayani 505 pasien korban gempa dengan menyusuri desa-desa yang belum tersentuh bantuan di Lombok Utara. Pada Fase Akut MER-C membentuk 4 tim kecil sbb: 1.    Tim Mobile Clinic untuk melakukan case finding, fokus di Lombok Utara2.    Tim Rujuk Balik dan Kontrol untuk mengawasi perawatan pasien di tempat penampungan sementara3.    Tim Perawatan Pasien Bangsal4.    Tim Bedah, saat ini bertugas di RSUD Awet Muda, Narmada Lombok Barat Untuk mendukung kerja medis di lapangan, Senin malam/13 Agustus 2018, MER-C mengirimkan satu truk berisi bantuan medis dan kemanusiaan untuk Lombok diantaranya tenda-tenda dan peralatan guna pembukaan RS Lapangan di Lombok Utara. MER-C juga mengirimkan kendaraan operasional berupa satu unit ford ranger dan dua unit motor trail untuk memperluas jangkauan mobile clinic MER-C. Dukungan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Atas Nama: Medical Emergency Rescue Committee Info:Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

Hasil Temuan dan Pernyataan MER-C Menyikapi Gempa Lombok

Siaran Pers Lombok berduka dan hampir lumpuh pasca 2 gempa besar mengguncang wilayah ini pada Minggu/29 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 SR dan diikuti dengan gempa yang lebih besar berkekuatan 7 SR, Minggu/5 Agustus 2018, hanya dalam jangka waktu sepekan. Namun pola bencana gempa Lombok kali ini tidak biasa. BMKG merilis sampai dengan 13 Agustus 2018 pukul 10.00 WITA tercatat sebanyak 593 gempa susulan terjadi di Lombok. Kebanyakan gempa susulan yang terjadi tidak besar, terasa hanya seperti getaran atau goyangan kecil. Namun satu gempa susulan yang terjadi pada hari Kamis/9 Agustus 2018 terasa cukup besar. Gempa dengan kekuatan 6,2 SR, mengejutkan Tim bedah MER-C yang saat itu tengah melakukan tindakan operasi pada pasien korban gempa di lantai 4 RSU Provinsi Mataram, setelah dinyatakan aman untuk digunakan. Gempa membuat para dokter dan pasien panik bahkan sampai ada yang berlarian. Pelayanan medis di RSU ini akhirnya dihentikan dan dipindahkan ke tempat lain yang lebih aman. Gempa susulan diperkirakan akan terus terjadi hingga beberapa waktu ke depan. Pemerintah Indonesia menetapkan status bencana gempa Lombok, NTB sebagai bencana daerah. Terlepas dari kontroversi penetapan status bencana ini, MER-C Indonesia sebagai lembaga kemanusiaan di bidang kegawatdaruratan medis dan kebencanaan telah menurunkan Tim Nasional untuk memberikan pertolongan kepada para korban dan melakukan assessment. Berikut hasil temuan dan pengamatan Tim MERC di lapangan yang perlu kami sampaikan untuk menjadi rekomendasi bagi pemerintah dan elemen lain yang terkait dengan penanganan gempa pada fase akut : 1.    Assessment kelayakan bangunan seharusnya dilakukan pada Fase Rehabilitasi untuk menyatakan apakah bangunan tersebut akan dipertahankan atau diruntuhkan, bukan pada Fase Akut dan menyatakan bahwa bangunan aman untuk relawan bekerja, sementara gempa belum berakhir. Hal ini dapat membahayakan upaya pertolongan, berdasarkan pengalaman Tim Bedah MER-C di RSU Provinsi Mataram; 2.    Pada fase akut, pelayanan kesehatan pasca bencana seharusnya tidak menggunakan gedung yang terkena gempa atau gedung yang berada di lokasi gempa. Pelayanan kesehatan dilakukan di luar gedung, RS Lapangan atau container. Apabila tetap akan bekerja di dalam gedung agar memperhatikan 3 hal: a.    Bangunan memiliki akses evakuasi yang mudah b.    Fasilitas medis memadaic.    Bangunan terdiri dari satu lantai dan struktur atap aman Kedua hal di atas kami harapkan dapat menjadi SOP Nasional untuk penanganan bencana gempa pada fase akut dalam rangka keamanan dalam pemberian pertolongan. Masalah Gempa Lombok Pasca Fase Akut Gempa yang terjadi di Lombok menyebabkan lebih dari 90% rumah hancur khususnya di Lombok Utara, ratusan jiwa menjadi korban, ribuan lainnya menderita luka-luka dan ratusan ribu masyarakat menjadi pengungsi. Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah seiring masih banyak wilayah gempa yang belum terjangkau tim penolong dan bantuan. Karakter masyarakat setempat yang tidak berkumpul di satu titik pengungsian melainkan memilih mendirikan tenda seadanya di dekat reruntuhan rumah mereka, membuat titik pengungsian menyebar dan penyaluran bantuan belum merata. Masih banyak korban luka yang bertahan di rumah-rumah mereka Gempa susulan yang masih terus terjadi dan besarnya dampak bencana gempa kali ini, akan memunculkan problem yang harus diantisipasi bersama pasca Fase Akut sbb: 1.    Masalah distribusi bantuan2.    Aksesibilitas kesehatan3.    Faktor gizi4.    Tempat hunian sementara5.    Evakuasi jenazah MER-C Turunkan Tim Nasional dan Tetapkan Lombok Wilayah Misi Jangka Panjang Merespon bencana gempa bumi Lombok, MER-C Indonesia telah menurunkan Tim Nasionalnya untuk tanggap bencana dan melakukan pertolongan medis dan tindakan operasi. MER-C bahkan menetapkan Lombok sebagai wilayah misi kemanusiaan jangka panjang. Hingga saat ini, 14 Agustus 2018, MER-C telah menurunkan 31 relawan dengan rincian 6 dokter spesialis, 12 dokter umum, 5 perawat, dan 8 relawan non medis. Kamis/16 Agustus 2018 akan dikirimkan tim lanjutan yang terdiri 10 relawan medis dengan berbagai keahlian untuk mendukung program kemanusiaan MER-C di Lombok. Pengiriman Tim akan terus dilakukan secara rolling dan terjadwal hingga beberapa bulan ke depan. Sementara data yang masuk sampai dengan hari Sabtu/11 Agustus 2018, Tim Bedah MER-C telah melakukan 14 tindakan operasi dan Tim mobile clinic telah melayani 505 pasien korban gempa dengan menyusuri desa-desa yang belum tersentuh bantuan di Lombok Utara. Pada Fase Akut MER-C membentuk 4 tim kecil sbb: 1.    Tim Mobile Clinic untuk melakukan case finding, fokus di Lombok Utara2.    Tim Rujuk Balik dan Kontrol untuk mengawasi perawatan pasien di tempat penampungan sementara3.    Tim Perawatan Pasien Bangsal4.    Tim Bedah, saat ini bertugas di RSUD Awet Muda, Narmada Lombok Barat Untuk mendukung kerja medis di lapangan, Senin malam/13 Agustus 2018, MER-C mengirimkan satu truk berisi bantuan medis dan kemanusiaan untuk Lombok diantaranya tenda-tenda dan peralatan guna pembukaan RS Lapangan di Lombok Utara. MER-C juga mengirimkan kendaraan operasional berupa satu unit ford ranger dan dua unit motor trail untuk memperluas jangkauan mobile clinic MER-C. Jakarta, 14 Agustus 2018Divisi Humas MER-C ————– Dukungan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Atas Nama: Medical Emergency Rescue Committee Info:Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

Pindah ke Narmada, MER-C Lanjutkan Operasi Korban Gempa

Pasca gempa berkekuatan 6,2 SR yang terjadi Kamis, 9 Agustus 2018 pukul 13.25 WITA, pelayanan medis di RS Propinsi Mataram terhenti. Manajemen RS Propinsi memutuskan memindahkan seluruh pasien dan tindakan ke RS Lapangan yang dibangun di halaman RS. Hal ini membuat antrian pasien operasi semakin panjang. Beberapa pasien bahkan dirujuk ke RS lain. Menyikapi hal tersebut, tim medis MER-C bergerak cepat mencari alternatif RS yang masih aman untuk melakukan tindakan operasi dan perawatan pasien. Dipilihlah RS Awet Muda (RSAM) yang berlokasi di daerah Narmada, sekitar 30 menit perjalanan dari RS Propinsi Mataram. Sebagai rumah sakit tipe D, RS ini memiliki fasilitas kamar operasi dan perawatan yang mencukupi. Dengan ijin penggunaan dari direktur RSAM dan dokter bedah yang bertugas disana, tim bedah MER-C juga meminta kepada Dinas Kesehatan untuk dapat menarik dan mengerjakan operasi pasien di RSAM. Dan siang tadi, Jumat 10 Agustus 2018, tim bedah melakukan operasi perdana terhadap pasien dengan diagnosa patah tulang tungkai kiri. Kita berharap agar masyarakat terdampak gempa di Lombok bisa bersabar menghadapi bencana. Dan tim medis yang bertugas diberikan kekuatan, kesehatan dan keamanan agar bisa terus memberikan bantuan kepada para korban yang membutuhkan. Dukungan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui : BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

MER-C Tim Medis Pertama Capai Desa Salut

Kamis, 9 Agustus 2018, tim mobile clinic MER-C berangggotakan dr. Miftahul Masruri, dr. Akita Akbar, dr. Lia Rahmarini, Kipa Jundapri, Islamiyah Samaun, bersama tim MER-C Mataram masih menyisiri wilayah- wilayah gempa terparah di Lombok Utara. Kali ini wilayah yang dituju adalah dusun Salut Timur, desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kab. Lombok Utara. Tim MER-C merupakan yang pertama melakukan pertolongan medis di desa itu pasca gempa yang terjadi Ahad (5/8) lalu yang melanda NTB. Data pejabat desa setempat menyatakan, korban meninggal di desa tersebut 14 orang. Sementara korban luka ringan dan berat baru mendapat pengobatan setelah tim MER-C tiba di desa. Desa Salut memiliki delapan dusun, yaitu Salut timur, Kendal Barat, Montong Singgang, Tunjang Besi, Tanak Sebang, Nursnjong, Sambitintang, dan Lokok Beru. Kondisi desa Salut masih mencekam. Listrik belum menyala sejak tragedi gempa. Masyarakat masih trauma. Hampir semua rumah warga hancur (90 persen). Selain bantuan pengobatan medis, hal yang mendesak adalah kebutuhan air bersih. Selama ini warga mengandalkan air PAM desa. Sejak gempa, saluran air terputus hingga warga belum mendapat air bersih hingga saat ini. Gempa Ditengah Operasi Sementara itu, Tim Bedah MER-C bersama tim bedah lainnya masih berfokus membantu pasien-pasien korban gempa dari berbagai daerah yang dirujuk ke RSU Mataram. Tim melakukan _ward triage_ utk menentukan prioritas pasien yang dioperasi, lalu dilanjutkan dengan kegiatan operasi. Ditengah operasi, tim dikejutkan dengan gempa cukup besar berkekuatan 6,2 SR, membuat dokter dan pasien panik sampai ada yang berlarian. Sementara, Tim berlindung di tepi-tepi dinding lantai 4, tempat kamar operasi berada. Setelah gempa mereda, operasi segera diselesaikan dan lanjut briefing dengan Direktur RS serta tim lainnya. Diputuskan untuk menghentikan pelayanan di RS Mataram dan mencari alternatif pelayanan bedah di RS lain, atau dengan menggunakan tenda atau kontainer.Dukungan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui : BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

Lombok Gempa Lagi, Trauma Masyarakat Bertambah

Gempa terbaru hari ini, Kamis/9 Agustus 2018 yang terjadi pukul 13.25 WITA menambah trauma masyarakat khususnya di kabupaten Lombok Utara. Sebagai daerah terdampak paling parah, goyangan ini memang melebihi getaran susulan sebelumnya. Terlebih waktu kejadian siang hari, tidak seperti gempa-gempa kecil susulan sebelumnya yang lebih sering terjadi di malam dan dini hari. Beruntung pelayanan pasien di RSUD Tanjung masih dilakukan di tenda-tenda di halaman rumah sakit. Sehingga tingkat cedera dari gempa terakhir di lingkungan RS hampir nol. Namun tetap saja perasaan kaget dan trauma terbaca dari wajah-wajah mereka. Petugas radiologi yang sedang bertugas berlari keluar ruangan, diikuti oleh pasien yang terbaring digotong oleh prajurit Batalyon Kesehatan (Yonkes) 2 dari Malang. Dari luar, sangat jelas terlihat bangunan RSUD Tanjung yang sudah rusak bergoyang- goyang, kusen alumunium berjatuhan dari lantai 2, plafon runtuh dan tembok yang sebelumnya retak roboh. Bahkan petugas teknik yang sebelumnya memindahkan inkubator dari lantai 2 tidak dapat menyembunyikan kecemasannya. Tubuh dan bicaranya bergetar. Petugas radiologi pun meminta ijin untuk tidak melanjutkan kerja saat itu. Gempa ini juga semakin menyulitkan upaya percepatan pemindahan pasien dari tenda ke gedung RS yang layak pakai. Beberapa ruang yang sudah dinyatakan aman oleh ahli sipil, rencananya akan digunakan sebagai bangsal perawatan. Hal ini mengingat perawatan di tenda sangat melelahkan. Pasien sendiri terpapar debu, panas, suara berisik lalu-lalang lalu-lintas. Privasi pun tidak terjaga. Tapi upaya ini sepertinya akan ditolak oleh pasien dan keluarga. Mereka bisa jadi memilih keamanan di atas kenyamanan. Semoga saja gempa segera berlalu. Atau ini memang bentuk ujian kesabaran untuk kita semua? _Arief Rachman__Relawan Medis_ ———-Dukungan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dpt disalurkan mll: BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #CatatanRelawanMER_C#mercpedulilombok

Tim MER-C Lakukan Operasi dan Terus Lanjutkan Mobile Clinic

Pasca kedatangan tim bedah dan tambahan relawan medis dari Jakarta, Rabu (8/8), Tim MER-C mulai melakukan tindakan operasi bagi para korban gempa di RSU Mataram. Kegiatan mobile clinic pun terus dilanjutkan untuk menyisiri wilayah-wilayah terdampak gempa khususnya di Lombok Utara. Hari ini, Tim MER-C dibagi dalam empat tim kecil. Tim 1, yaitu Tim Bedah bertugas di RSU Mataram untuk membantu menangani pasien-pasien korban gempa yang mengalami trauma tulang yang banyak dirujuk ke rumah sakit ini. Tim 2 bertugas di RS Tanjung, Kab. Lombok Utara. Sementara Tim 3 dan Tim 4 melakukan mobile clinic ke wilayah gempa di desa Gumantar, kecamatan Kayangan, dan menyisiri beberapa dusun di desa ini. Desa Gumantar terletak di kaki gunung Rinjani, lima km dari tepi pantai Lombok Utara. Desa ini berjarak sekitar 30 km dari posko utama MER-C di RS Tanjung. Hampir 95 persen bangunan permukiman di desa itu roboh. Sementara 46 warga desa dinyatakan meninggal dan ratusan lainnya luka luka akibat gempa. Salah satu korban luka adalah anak berusia 8 tahun yang datang ke posko mobile MER-C dengan muka dan punggung yang penuh luka baret. Di pahanya ada luka yang sudah dijahit. Namun ternyata masih ada luka di kepala yang belum dijahit. Ketika dokter MER-C memeriksa, kondisi lukanya cukup lebar dan dalam sampai tulang tengkorak kepala terlihat. Lukanya juga sudah terinfeksi. Akhirnya tim merujuk anak ini ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kepala desa Gumantar, Japardi, menyatakan rasa terima kasihnya kepada Tim Medis MER-C yang telah memberikan bantuan medis kepada masyarakat Gumantar. Ia berharap MER C mendirikan posko kesehatan di desa itu. Desa Gumantar memiliki 1.697 kepala keluarga, terbagi atas delapan dusun dengan jarak yang cukup jauh antara satu dusun dengan dusun lainnya. Sebagian kondisi jalan mengalami kerusakan akibat tertimpa longsor.—– Bantuan dan Donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui : BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

Tim Bedah Gabungan Bertolak ke Lombok

Merespon gempa besar yang menerjang Lombok, lembaga kemanusiaan MER-C, PABOI Jaya (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi), dan Departemen Orthopaedi FKUI/RSCM, hari ini, Selasa (7/8) mengirimkan Tim gabungan. Tim ini adalah Tim khusus Bedah yang akan berfokus pada tindakan operasi bagi korban gempa yang biasanya banyak mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Sejumlah peralatan dan perlengkapan operasi bedah orthopaedi telah disiapkan dan mewarna barang bawaan tim. Berikut susunan tim gabungan MER-C, PABOI Jaya (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi), dan Departemen Orthopaedi FKUI/RSCM : 1. Dr. Yogi Prabowo, SpOT (Ketua Tim)2. Dr. Dwi Purnomo, Setyo, SpOT3. Dr. Mohamad Sadabaskara, SpOT4. Dr. Basuki Adam, SpOT5. Dr. Indragiri, SpAn6. Dr. Zecky Eko Triwahyudi7. Dr. Muhammad Deryl Ivansyah8. Dr. Fahmi Anshori9. Dr. Lia Rahmarini10. Islamiyah Samaun Saat ini Tim dikabarkan telah tiba di Bandara Internasional Lombok.—–Bantuan dan Donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok: BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

Relawan Medis MER-C Terus Lakukan Mobile Clinic

Selain pelayanan medis di Rumah Sakit, relawan MER-C juga terus melakukan mobile clinic ke wilayah terdampak gempa yang masih membutuhkan bantuan pengobatan.   dr. Muhammad Nauval, relawan medis dari MER-C Mataram pada hari ini, Selasa (7/8), bersama Tim Dinkes Provinsi Lombok melakukan mobile clinic dan memberikan bantuan ke wilayah terdampak gempa, tepatnya di daerah dusun Bentek, kecamatan Pemenang, kabupaten Lombok Utara. Tim juga melakukan mobile clinic ke wilayah Gunung Sari, Lombok Barat.  Bantuan dan Donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

Takut Gempa Susulan, Warga Tidur di Jalanan

Jam menunjukkan pukul 00 lebih saat Tim MER-C masuk ke terminal kedatangan Lombok International Airport. Pesawat yang kami tumpangi delayed beberapa lama. Ruang bagasi nyaris hanya ditunggui oleh penumpang dari Jakarta. Namun kondisi berbeda terlihat saat kami keluar menuju pintu masuk. Ratusan calon penumpang yang didominasi wisatawan asing, tersebar memenuhi ruang tunggu. Entah apakah mereka memang akan pulang, atau terpaksa mempersingkat kunjungan karena bencana yang terjadi. Gempa kedua yang mengguncang Lombok Utara memang mengubah segalanya. Setidaknya 90-an warga meninggal dunia. Hampir seluruh bangunan di Lombok Utara termasuk fasilitas kesehatan rusak ringan hingga berat, mengakibatkan pelayanan terpaksa dilakukan di halaman. Bersama Husaini, seorang relawan yang pernah aktif dalam penanganan bencana gempa dan tsunami Aceh 2004, kendaraan memasuki komplek rumah beliau di bilangan Gunungsari. Dalam perjalanan menuju Mataram, sesekali terlihat warga yang berkumpul dengan kendaraannya. Kadang terlihat anak-anak kecil tertidur dalam pelukan ibunya. Walau peringatan tsunami sudah dicabut oleh BMKG pasca gempa 5 Agustus, warga tetap waspada. Laju kendaraan semakin lambat saat memasuki kompleks perumahan di BTN Graha Royal. Warga yang memilih tidur di halaman rumah, bahkan di jalanan semakin banyak. Secara fisik, tidak terlihat kerusakan berarti di rumah-rumah yang berada di kawasan Lombok Barat ini. Namun, sepertinya trauma lah yamg mendasari pilihan warga untuk tidur di luar saat malam. Jam 03.00 dini hari kondisi berubah ramai akibat gempa cukup besar yang dirasakan. Walau hanya 2-3 detik, namun cukup membangunkan warga yang tertidur dan panik. Untungnya, kondisi ini tidak berlanjut sehingga mereka bisa beristirahat kembali. Menurut Husaini, kondisi ini sudah mulai menimbulkan dampak di warga Graha Royal. Beberapa sudah terkena batuk pilek akibat tidur di luar dalam kondisi udara dingin. Rencana pagi ini Tim MER-C yang baru datang akan berkoordinasi dengan relawan MER-C Mataram yang sudah bergerak sejak awal bencana untuk merencanakan keberangkatan ke Lombok Utara. Di sana tim akan memberikan layanan kesehatan, memetakan titik-titik kantong pengungsian, dan kemungkinan pendirian RS Lapangan bekerja sama dengan setiap elemen bantuan yang hadir di Lombok. Dr. Arief Rachman, SpRadRelawan Medis —– Bantuan dan Donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok: BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee   Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #CatatanRelawanMER_C#mercpedulilombok

Silahkan bertanya?