MER-C Indonesia Medical Center Bawa Semangat Layanan Rumah Sakit Indonesia ke Gaza Selatan

Gaza – Berlokasi di Mawasi, Khan Younis, MER-C Indonesia Medical Center hadir untuk mendekatkan dan memperluas layanan medis kepada masyarakat Gaza, yang sebelumnya diberikan oleh Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara. Mulai beroperasi pada 1 Desember 2024 melalui kerja sama antara MER-C Indonesia dan Kementerian Kesehatan Palestina (MoH), MER-C Indonesia Medical Center hadir untuk menjawab kebutuhan medis masyarakat di zona padat pengungsi di Gaza Selatan. Setelah melalui berbagai upaya untuk melengkapi fasilitas dan perbaikan layanan, MER-C Indonesia Medical Center kini menjadi salah satu akses penting bagi keluarga pengungsi di Gaza Selatan. MER-C Indonesia Medical Center kini didukung oleh 116 anggota staf yang terdiri dari dokter spesialis dan umum, perawat, bidan, apoteker, teknisi laboratorium, fisioterapis, dokter gigi, serta tenaga kesehatan dan personel pendukung lainnya. Melayani sekitar 1.100–1.500 pasien per hari, MER-C Indonesia Medical Center melengkapi kontribusi MER-C bersama masyarakat Indonesia dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi rakyat Palestina, selain melalui Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara yang saat ini terpaksa berhenti beroperasi akibat terdampak langsung serangan Israel. Seperti Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, MER-C Indonesia Medical Center di Gaza Selatan juga membawa semangat pelayanan dan solidaritas masyarakat Indonesia kepada Palestina, di tengah kondisi kemanusiaan yang terus memburuk. Semoga melalui kolaborasi dan kontribusi kita bersama, MER-C Indonesia Medical Center dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Gaza dan melanjutkan upaya pelayanan kesehatan yang selama ini dihadirkan melalui Rumah Sakit Indonesia, meski di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Detr3Hxk-zZ/?rpxt=MXM3a29sYXh5bXBuOQ== https://www.facebook.com/share/p/19eDijdC5c/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSgSxP7GR
Infeksi Pernapasan Anak di Gaza Meningkat, MER-C Indonesia Medical Center Tangani 100 Kasus per Hari

Gaza – Kepadatan kamp pengungsian, kondisi lingkungan yang buruk, serta perubahan musim telah meningkatkan risiko penularan infeksi saluran pernapasan pada anak yang kini harus dihadapi pengungsi di Gaza Selatan. Merespons hal itu, pada 3 Oktober 2026, Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-14 yang juga Koordinator Perawat dan Wakil Manajer Proyek Gaza, Nadia Rosi, mengunjungi kamp pengungsian yang berada tepat di depan MER-C Indonesia Medical Center, di Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan. Nadia mengatakan, dalam kunjungan tersebut, ia menemukan banyak anak yang mengalami infeksi saluran pernapasan. Kondisi kamp yang padat membuat penyakit mudah menular dari satu anak ke anak lainnya. Di tengah situasi tersebut, MER-C Indonesia Medical Center terus hadir memberikan layanan kesehatan bagi anak-anak di wilayah Gaza Selatan. Dr. Osama Qudeih, dokter spesialis anak di MER-C Indonesia Medical Center mengatakan mereka menangani sekitar 100 kasus infeksi saluran pernapasan setiap harinya. Namun, upaya penanganan pasien menghadapi tantangan yang semakin sulit di tengah kelangkaan obat-obatan esensial akibat blokade dan genosida yang masih berlanjut. Situasi ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan bagi anak-anak pengungsi di Gaza. Di tengah kondisi serba terbatas, ketersediaan fasilitas kesehatan yang layak dan akses terhadap pengobatan menjadi hal penting untuk memenuhi kebutuhan medis anak-anak serta mencegah kondisi mereka semakin memburuk. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DerBdfez_HN/?obrf=MWl1dXphY2k1ZHdnZg== https://www.facebook.com/share/v/1RG41rUMqj/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSghCSh5J
Generator Dukung Kebutuhan Listrik MER-C Indonesia Medical Center dan Sekolah di Gaza

Di tengah blokade listrik total yang melanda Jalur Gaza, operasional MER-C Indonesia Medical Center (MMC) di Khan Younis, Gaza Selatan, menambahkan satu unit generator bekas berkapasitas 65.000 Volt Ampere (VA). Kondisi tersebut didokumentasikan langsung oleh Perawat Nadia Rosi, anggota Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-14 di Gaza Generator tersebut menjadi sumber utama listrik untuk memastikan seluruh layanan kesehatan di fasilitas tersebut tetap berjalan, menyusul lumpuhnya jaringan listrik umum akibat blokade yang masih berlangsung. Tidak Ada Generator Baru di Gaza Tim MER-C menyampaikan, pengadaan generator di Gaza saat ini tidak dapat dilakukan dalam kondisi baru. Blokade yang ketat membuat pasokan mesin baru tidak tersedia di pasaran. Generator 65.000 VA yang saat ini digunakan merupakan unit bekas yang baru saja dibeli sebagai pengganti generator sebelumnya yang mengalami kerusakan. “Proses pengadaannya tidak mudah. Kami harus mencari ke sejumlah lokasi untuk menemukan generator yang masih laik pakai, di antara genset yang berhasil selamat dari reruntuhan bangunan dan serangan roket,” ujar Dr. Lius Hariman, SpAn-TI, anggota EMT MER-C ke 14. Tidak Hanya untuk Rumah Sakit Dengan kapasitas 65.000 VA, daya yang dihasilkan generator tersebut tergolong besar. Selain untuk menopang kebutuhan listrik MER-C Indonesia Medical Center — mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang tindakan, hingga penyimpanan obat — generator tersebut juga kerap membantu memenuhi kebutuhan listrik sekolah-sekolah yang berada di sekitar fasilitas kesehatan tersebut. Kondisi ini menggambarkan betapa vitalnya satu unit generator di tengah krisis energi yang dialami warga Gaza, di mana satu mesin harus menopang fungsi layanan kesehatan dan pendidikan sekaligus. MER-C Indonesia menyatakan akan terus berupaya menjaga keberlangsungan operasional dari MMC sebagai upaya menghadirkan pelayanan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Selatan, di tengah keterbatasan logistik akibat blokade. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/Degt1USziIh/?cplk=MW1ucDBhdGJsdXJyNA== https://www.facebook.com/share/v/1LmTP2xUnA/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSgRCUCfV
PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya Kembali Salurkan Donasi untuk Rumah Sakit Indonesia Gaza

Jakarta – MER-C Indonesia menerima donasi dari PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya pada Rabu (14/10/2026) untuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. Bantuan ini merupakan yang ketiga kalinya disalurkan PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya melalui MER-C, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Palestina. Community Development Officer PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya, Anindita Dian Safira, mengatakan bantuan ini dari dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Anindita mengatakan, sebelumnya bantuan disalurkan kepada masyarakat di dalam negeri, kali ini PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya juga ingin memperluas kontribusinya untuk membantu masyarakat di tingkat internasional, termasuk Palestina. “Sebelumnya memang yang kami lakukan bantuan untuk di daerah lokal Indonesia, tapi kami juga ingin memberikan bantuan lebih luas di tingkat Internasional,” ujarnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Def_XIvk3yk/?utm_source=ig_web_copy_link&cplk=MzRlODBiNWFlZA==&srtk=MzRlODBiNWFlZA==
Peringati Pink Oktober, MER-C Indonesia Medical Center Gelar Edukasi Kesehatan Payudara

Gaza – Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Pink Oktober di MER-C Indonesia Medical Center terus berlanjut. Pada Rabu (7/10/2026), kegiatan diisi dengan penyampaian edukasi kesehatan yang dihadiri staf MER-C Indonesia Medical Center dan para pasien yang sedang berkunjung. Edukasi disampaikan oleh Nadia Rosi (Koordinator Perawat dan Wakil Manajer Proyek Gaza), Dr. Issam Radwan (Direktur Medis), Mohammad Al-Naqa (Manajer Administrasi), serta Mona Abu Omar (Petugas Keperawatan Layanan Kesehatan Primer di Rafah). Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara, deteksi dini, serta perhatian terhadap kesehatan payudara, khususnya bagi perempuan. Selain kegiatan edukasi, staf MER-C Indonesia Medical Center sebelumnya juga membuat dekorasi bertema merah muda. Dekorasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga pesan tentang pentingnya kesadaran terhadap kanker payudara tetap terlihat selama peringatan Pink Oktober. Melalui rangkaian kegiatan ini, MER-C Indonesia Medical Center terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, terhadap pentingnya menjaga kesehatan payudara dan melakukan deteksi dini kanker payudara. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/Deaz-ZrzZ0Q/?psln=MXFyOW92cHg4bTgwbA== https://www.facebook.com/share/v/1KCFM48z99/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSbEeGaHe
MER-C Indonesia Medical Center Peringati Pink Oktober untuk Tingkatkan Kesadaran Kanker Payudara

Gaza – MER-C Indonesia Medical Center di Khan Younis, Gaza Selatan, menggelar kegiatan Pink Oktober untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara dan pentingnya deteksi dini. Kegiatan ini melibatkan seluruh staf MER-C Indonesia Medical Center. Pita merah muda dibagikan sebagai simbol dukungan terhadap upaya pencegahan kanker payudara sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan payudara. MER-C Indonesia Medical Center juga dihiasi stiker dan dekorasi bertema merah muda untuk menjaga pesan edukasi tentang kanker payudara tetap terlihat selama peringatan Pink Oktober. Edukasi terkait pencegahan kanker payudara, deteksi dini, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi perempuan menjadi penting di tengah genosida dan blokade yang membatasi akses masyarakat terhadap berbagai layanan kesehatan, termasuk informasi dan edukasi kesehatan perempuan. Melalui peringatan Pink Oktober, MER-C Indonesia Medical Center yang membawa semangat dan layanan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara ke Gaza Selatan, berupaya meningkatkan kesadaran perempuan Gaza akan pentingnya kesehatan payudara. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DeQ2MneTXAX/?psln=MTEzdG9vb2V2cng0dA== https://www.facebook.com/share/v/19k1nged7V/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSbG9KEFs
MER-C Indonesia Medical Center Sediakan Layanan Pasca-Melahirkan bagi Para Ibu di Gaza

Gaza – Klinik Obstetri dan Ginekologi di MER-C Indonesia Medical Center menyediakan layanan perawatan pasca-melahirkan bagi ibu-ibu pengungsi di Jalur Gaza yang rutin diberikan setiap Selasa. Layanan ini menangani lebih dari 50 pasien setiap Selasa, menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap layanan kesehatan bagi ibu setelah melahirkan. Bidan MER-C Indonesia Medical Center, Maiser Al-Jazzar, mengatakan proses melahirkan bukanlah akhir dari perjalanan kesehatan seorang ibu, melainkan awal dari tahapan baru yang membutuhkan pemantauan, perawatan, dan dukungan berkelanjutan. Ia menjelaskan, dalam setiap kunjungan kondisi ibu dievaluasi secara menyeluruh, termasuk riwayat dan pengalaman persalinan serta pemeriksaan yang diperlukan. Pemeriksaan dapat meliputi pemantauan tanda-tanda vital, pemeriksaan luka operasi caesar dan luka episiotomi yang terinfeksi, dukungan menyusui, serta pemantauan lanjutan bagi ibu dengan diabetes atau hipertensi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, setiap ibu mendapatkan perawatan dan tindak lanjut sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya. Maiser menegaskan, meskipun berada di pengungsian dan akses kesehatan terbatas, pemulihan setelah melahirkan harus tetap menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DeL5tUOTD6N/?stkn=MW9rd28wcWdkYmI4cQ== https://www.facebook.com/share/v/19ZC6qVAau/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSbq2X6KW
Perjuangan Relawan MER-C Cari Pengganti Satu-Satunya Genset di MER-C Indonesia Medical Center

Gaza – Relawan MER-C Indonesia, dr. Lius Hariman, menceritakan perjuangan mencari genset pengganti untuk MER-C Indonesia Medical Center di Jalur Gaza, yang selama ini mengandalkan genset sebagai satu-satunya sumber listrik. Dr. Lius mengatakan blokade yang dilakukan penjajah Israel membatasi masuknya pelumas dan suku cadang yang dibutuhkan untuk perawatan genset. Kondisi tersebut membuat banyak genset yang beroperasi di seluruh Jalur Gaza tidak dapat berfungsi secara optimal. Masalah pada genset MER-C Indonesia Medical Center muncul pada pekan pertama kedatangannya bersama Emergency Medical Team (EMT) ke-14 ke Gaza. Di tengah kondisi Gaza yang tidak memiliki pasokan listrik dan air bersih yang teratur, setiap organisasi dan lembaga harus mengupayakan sendiri untuk menjamin kelancaran layanan yang mereka berikan. Dr. Lius kemudian terlibat dalam proses pengadaan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik di MER-C Indonesia Medical Center. “Kami harus mengelilingi Jalur Gaza untuk mencari genset pengganti dengan kapasitas cukup besar karena titik layanan MER-C Indonesia Medical Center ini sangat banyak poliklinik yang sudah berjalan. Sebagian layanan juga sudah terkomputerisasi, sehingga listrik menjadi kebutuhan esensial untuk menjalankan pelayanan,” ujarnya. Bersama relawan MER-C lainnya, dr. Lius melacak unit genset yang masih dapat berfungsi di tengah kondisi bangunan yang banyak mengalami kerusakan dan reruntuhan akibat serangan. Survei dilakukan di empat titik dengan berbagai tantangan. Kondisi genset yang tersedia umumnya tidak optimal karena keterbatasan perawatan, suku cadang, serta minyak pelumas. “Kami harus memilih di antara genset yang tersedia dan selamat dari reruntuhan maupun ledakan roket. Kami pilih yang terbaik dan memastikan prosesnya berjalan sesuai dengan protokol organisasi serta dapat dipertanggungjawabkan di kemudian hari,” tuturnya. Setelah melalui proses pencarian, MER-C Indonesia Medical Center kini telah mendapatkan genset pengganti sehingga kebutuhan listrik untuk pelayanan kesehatan dapat kembali terpenuhi. Namun, keberadaan genset baru ini tidak menghilangkan persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat Gaza. Blokade penjajah Israel harus segera berakhir dan bantuan kemanusiaan harus diizinkan masuk tanpa hambatan, di tengah kondisi kemanusiaan yang terus memburuk di berbagai lini kehidupan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DeHL0l-z4-3/?stkn=MXh4enRwNTljZ2hhNQ== https://www.facebook.com/share/v/1Bzvo83Mqc/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSbQUeHLW
Mengukir Senyum Anak-Anak Gaza di Hari Apoteker Sedunia

Gaza – Dalam rangka memperingati Hari Apoteker Sedunia pada 25 September 2026, tim farmasi MER-C Indonesia Medical Center membagikan keceriaan kepada anak-anak Gaza yang berkunjung ke Klinik Pediatri dan Gizi. Para apoteker menyiapkan paket permen yang dikemas untuk diberikan kepada anak-anak. Melalui “resep” khusus, mereka diundang ke apotek untuk menerima paket tersebut sebagai pengganti obat. Suasana di area pelayanan juga dibuat lebih ceria. Staf MER-C Indonesia Medical Center memasang balon warna-warni dan menghadirkan kegiatan melukis wajah dengan berbagai karakter lucu untuk anak-anak. Di tengah situasi sulit yang masih dihadapi masyarakat Gaza, kegiatan sederhana ini menjadi pengingat bahwa anak-anak Gaza juga berhak merasakan kebahagiaan dan menikmati momen-momen ceria. Apoteker MER-C Indonesia Medical Center, Muhammad Zorob, menyampaikan ucapan selamat Hari Apoteker Sedunia kepada seluruh apoteker. “Pada Hari Apoteker Sedunia, kami mengucapkan selamat Hari Apoteker kepada seluruh apoteker. Kami, para apoteker MER-C Indonesia Medical Center, bangga menjadi bagian dari perjalanan pelayanan pasien dan terus berkarya meski menghadapi berbagai tantangan dalam situasi sulit ini,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh apoteker, baik laki-laki maupun perempuan, atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada setiap apoteker, baik laki-laki maupun perempuan, atas kerja keras dan usaha mereka,” katanya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DeGfNBFTL5R/?stkn=em9yOTlhMGF4OHJo https://www.facebook.com/share/v/19qpenWerk/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSbxxS432
Mengintip Aktivitas di Balik Pelayanan MER-C Indonesia Medical Center di Gaza

Gaza – Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C Indonesia, Nadia Rosi, pada 23 September 2026 menunjukkan aktivitasnya selama menjalankan tugas kemanusiaan di Jalur Gaza. Telah empat kali bertugas dan memberikan pelayanan di sejumlah rumah sakit serta klinik di Jalur Gaza, kali ini Nadia fokus menjalankan tugas di MER-C Indonesia Medical Center di Al-Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan. Nadia menjelaskan, setiap hari sebelum pelayanan dimulai pada pukul 08.00 waktu setempat, ia memastikan kesiapan mulai dari dokter, perawat, hingga tenaga medis lainnya. Ia juga memeriksa kelengkapan peralatan medis serta kebutuhan obat-obatan di setiap ruangan. Selain itu, Nadia juga mendampingi Direktur MER-C Indonesia Medical Center dan melakukan diskusi mengenai berbagai temuan di lapangan serta kebutuhan yang diperlukan agar pelayanan kesehatan dapat terus berkembang dan berjalan lebih baik. Nadia juga turut memastikan kesiapan sejumlah fasilitas penunjang pelayanan, termasuk listrik, laboratorium dan farmasi untuk mengecek ketersediaan obat-obatan. Berada di kawasan padat pengungsi dengan berbagai keterbatasan di tengah blokade dan genosida yang berlangsung di Gaza, MER-C Indonesia Medical Center terus mengupayakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Layanan yang tersedia mencakup pelayanan umum, penyakit dalam, kesehatan gigi dan mulut, mata serta layanan medis lainnya. Untuk menunjang pelayanan, MER-C Indonesia Medical Center memiliki sejumlah fasilitas, seperti ruang pemeriksaan, unit gawat darurat, apotek, laboratorium serta ruang perawatan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/Dd5cdwkTwwb/?stkn=M25wdHgyZjJjdm1k https://www.facebook.com/share/v/1BzT1cMaQx/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSbSCEMxQ