MER-C Indonesia Medical Center Upayakan Layanan Terbaik di Tengah Tantangan Kelangkaan Obat

Gaza – MER-C Indonesia Medical Center di Mawasi, Khan Younis, terus mengupayakan layanan kesehatan bagi warga Gaza di tengah semakin parahnya kelangkaan obat-obatan esensial akibat terbatasnya akses bantuan kemanusiaan. Dokter Umum MER-C Indonesia Medical Center, Dr. Ibrahim Abu Musa, mengatakan kelangkaan obat berdampak langsung pada pelayanan, khususnya bagi pasien penyakit dalam. Sebelum kelangkaan obat semakin parah, layanan penyakit dalam dapat menangani sekitar 200 pasien per hari. Kini, jumlah tersebut menurun menjadi sekitar 120 pasien atau bahkan lebih sedikit. Keterbatasan obat juga semakin menyulitkan pasien dengan penyakit kronis, terutama penderita hipertensi dan diabetes. Mereka kesulitan mendapatkan obat yang dibutuhkan dan harus datang berulang kali untuk memastikan ketersediaan. Salah satunya Hassan Qasem, pasien penderita kanker, hipertensi, serta memiliki disabilitas yang rutin mendapatkan pengobatan di MER-C Indonesia Medical Center. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, obat yang dibutuhkannya sering kali tidak tersedia. Hassan pun harus lebih sering datang untuk memastikan apakah obat yang dibutuhkan telah tersedia. Ketika obat tersedia, jumlah yang dapat diberikan pun sering kali terbatas. Di tengah kondisi ini, MER-C Indonesia Medical Center tetap melakukan upaya berkelanjutan dalam memberikan layanan medis, edukasi kesehatan, dan dukungan kepada pasien, dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DdjDoB1BEV2/?utm_source=ig_web_copy_link
Jaga Kualitas Layanan, MER-C Indonesia Medical Center Gelar Koordinasi dan Evaluasi Rutin

Gaza – MER-C Indonesia Medical Center menggelar Rapat evaluasi dan koordinasi rutin sebagai bagian dari upaya untuk memastikan layanan kesehatan terus berjalan secara optimal di tengah berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Rapat yang digelar pada 12 September 2026 di Mawasi, Khan Younis, Gaza, dihadiri Administrator Proyek MER-C Alaa Abu Halima, Koordinator Perawat sekaligus Wakil Manajer Proyek Gaza yang juga EMT MER-C Indonesia Nadia Rosi, Direktur Medis Dr. Isam Radwan, Manajer Administrasi Mohammad Al-Naqa, serta para kepala departemen MER-C Indonesia Medical Center. Rapat bulanan ini menjadi forum untuk mengevaluasi kondisi dan situasi terkini di pusat medis, termasuk berbagai tantangan serta permasalahan yang membutuhkan perhatian. Selain evaluasi, para kepala departemen juga membahas dan mengoordinasikan sejumlah prioritas untuk mendukung keberlanjutan operasional serta peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi warga Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DdYMjDSk0vo/?stkn=b2FiY2d4MG5yZmZy https://www.facebook.com/share/p/1RhAUscwcF/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqgcgu1g
Anak-Anak Gaza Dapat Layanan Pemeriksaan Mata dari Indonesia Medical Center

Gaza – MER-C Indonesia Medical Center menyediakan layanan kesehatan mata (oftalmologi) bagi pasien pengungsi di Khan Younis, wilayah dengan kepadatan pengungsi paling tinggi di Jalur Gaza. Layanan oftalmologi MER-C Indonesia Medical Center menangani sekitar 100 pasien setiap hari. Para pasien mendapatkan perawatan untuk berbagai masalah penglihatan, kondisi mata kronis, hingga cedera mata. MER-C Indonesia Medical Center juga memiliki Program Kesehatan Sekolah yang membantu anak-anak yang membutuhkan pemeriksaan penglihatan. Melalui program ini, anak-anak mendapatkan konsultasi, pemeriksaan mata, serta rujukan apabila diperlukan. Dokter Spesialis Mata dan Bedah Mata MER-C Indonesia Medical Center, dr. Emas Sadeq, mengatakan pemeriksaan mata secara menyeluruh saat ini masih membutuhkan perangkat autorefraktometer. Alat tersebut diperlukan untuk membantu mengevaluasi kelainan refraksi pada pasien. “Untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, kami membutuhkan autorefraktometer, yaitu perangkat penting di klinik oftalmologi untuk mengevaluasi kelainan refraksi. Kami berharap dapat segera menerima perangkat ini agar layanan dapat terintegrasi sepenuhnya,” ujarnya. Layanan oftalmologi MER-C Indonesia Medical Center menjadi bagian dari upaya memberikan perawatan mata bagi warga Gaza yang menghadapi kondisi sulit serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, akibat blokade dan genosida yang terus berlangsung. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DdQ2-G5zp8_/?stkn=MWU4cXFpcmhoNG41ag== https://vt.tiktok.com/ZSqQRRN4x