MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Terus Bergerak Membantu Penanganan Wabah Covid-19

  Hari ini, Rabu/20 Mei 2020, Tim MER-C kembali menyerahkan 200 paket APD (Alat Pelindung Diri) ke Posko Gugus Tugas Covid-19 di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta. Ini merupakan bantuan tahap 2 yang telah diserahkan ke Posko Gugus Tugas Covid-19 dari 5 tahap yang direncanakan dengan total bantuan sebanyak 1.000 paket.     Paket APD yang terdiri dari baju hazmat reuseable, face shield, kaca mata google, masker bedah, masker N95, nurse cap, sarung tangan, pelindung sepatu, sepatu boot dan alkohol 70% 5 liter, merupakan bantuan dari PT Repower Asia Indonesia bekerjasama dengan MER-C Indonesia.   Semoga manfaat dan dapat membantu para tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan medis terbaik bagi masyarakat.   #BersamaLawanCovid #LawanCorona #LawanCovid19   Info: www.mer-c.org 0811990176 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Exit Way Pandemi Covid-19 Bidang Kesehatan

Dua bulan lebih Indonesia dilanda Covid-19 dan hampir sebulan PSBB diberlakukan. Pemda DKI juga memberikan sinyal PSBB akan dikendurkan, ditambah dengan kalimat kontroversi pak Presiden akan “berdamai” dengan Covid-19 atau hidup berdampingan. Pro dan kontra timbul di masyarakat. Ada kelompok masyarakat yang sudah tidak tahan berdiam diri di dalam rumah, lapar, tidak ada penghasilan, bosan dan lain-lain, atau bahkan karena sakit , mulai mengalahkan “fearness” terhadap Covid-19. Namun ada juga kelompok masyarakat yang menyayangkan masyarakat yang sudah keluar rumah. Apalagi melihat angka-angka kurva pertambahan jumlah positif Covid-19 yang disajikan media. Kelompok ini misalnya kelompok tenaga kesehatan yang memang garda terdepan dalam menghadapi Covid-19 dan banyak menjadi korban. Situasi mengkhawatirkan dilihat dari keberhasilan lockdown yang bervariasi di negara-negara di dunia, ditambah dengan adanya issue “second hit”. Ketidakjelasan kapan bebas dari Covid-19 ini membuat lockdown harus diperpanjang hingga waktu yang tidak jelas dan semakin mustahil. Lalu apa solusi jalan keluarnya atau EXIT WAY? Terutama dibidang kesehatan yang merupakan MASALAH HULU dari Pandemi Covid-19 ini. Artinya masalah kesehatan ini dapat menyebabkan timbulnya masalah-masalah di bidang lain seperti pendidikan, ekonomi, sosial dsb. Mencoba berpikir jalan tengah, mengaspirasi kedua kelompok dan menganalisa situasi. Untuk kondisi indonesia, khususnya DKI Jakarta. Data objektifnya adalah : 1. Kurva pertambahan kasus positif “cenderung landai”  di DKI namun masih “cenderung memuncak” di Indonesia karena kasus-kasus di daerah baru mulai bermunculan. 2. Angka kematian pasien terduga Covid-19 atau PDP “cenderung menurun” baik di DKI ataupun di Indonesia. 3. Kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker dan “physical distancing” cenderung meningkat di DKI dan beberapa daerah namun masih juga ada yang minim. 4. Meningkatnya “virtualisasi” berbagai bidang, sehingga masyarakat mulai terbiasa. 5. Tingkat stress masyarakat meningkat akibat kekurangan bahan makanan, keuangan, dan sakit. Sementara ada data-data lain yang belum atau tidak terungkap seperti data kasus yang belum diperiksa swab akibat keterbatasan alat, data angka kesakitan atau kematian penduduk di rumah akibat penyakit yang bukan Covid-19 akibat PSBB. Perkembangan dunia dalam mencari pengobatan Covid-19 ini mulai ada pencerahan, dengan diujikan dan direkomendasikan beberapa metode pengobatan seperti Resemdivir, Plasma Convalesence, dan Vaksin. Melihat hal tersebut di atas penulis mencoba membuat SKENARIO EXIT WAY di bidang kesehatan.   UNTUK RUMAH SAKIT/FASKES Untuk mengembalikan percaya diri para Nakes dan meningkatkan safety dalam pelayanan : 1. Tetap menggunakan masker N95 dan face shield, sarung tangan dalam praktek sehari-hari , mengingat sangat tidak nyamannya baju hazmat, maka dapat digantikan baju dinas atau baju jaga yg lebih nyaman yang dicuci di rumah sakit; 2. Tetap membuka ruang rawat infeksi dengan tekanan negatif untuk RS yang mampu, atau bangsal perawatan khusus infeksi saja. Begitu juga untuk IGD dipisahkan perawatan infeksi dengan non infeksi; 3. RS lebih rutin melakukan tindakan dekontaminasi ruang pelayanan; 4. Wajibkan pasien-pasien dan pengantarnya menggunakan masker yang reuseable seperti masker kain yang bisa dicuci; 5. Tingkatkan budaya “Hand Hygiene” baik tenaga RS atau pengunjung; 6. Pastikan tata udara RS memadai.   Untuk menekan angka mortalitas pasien : 1. Perbanyak ICU dan peralatan penunjangnya; 2. Buat tim penanganan multidisiplin ilmu untuk Covid-19 (Covid Board); 3. Pastikan ketersediaan obat-obat Covid-19 seperti  remdesivir, chloroquin, dll; 4. Perkuat pelayanan IGD dengan tim multidisiplin; 5. Perkuat layanan ambulance dan pra hospital; 6. Pastikan alur diagnostik yang cepat, sehingga bisa cepat terdiagnosis; 7. Kelola faktor psikologis pasien dan keluarga yang terisolasi. Untuk mengurangi stress yang bisa berdampak pada kondisi kesehatan. Misalnya dengan membesuk secara virtual dan adanya pusat informasi layanan Covid-19 di rumah sakit, melengkapi fasilitas RS dengan radio atau televisi bagi pasien-pasien yang tidak pakai ventilator;  8. Untuk pasien Non Covid-19, bisa mulai dibuka pelayanan baik poliklinik, IGD, ataupun kamar operasi.   UNTUK PENELITIAN : 1. Teliti strain virus dan upaya memproduksi vaksin; 2. Penelitian obat seperti plasma convalescent; 3. Ujikan pelayanan Kesehatan Virtual (Telekonsultasi, Telenursing, Tele First Aid);   UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT 1. Wajibkan penggunaan masker bila keluar rumah; 2. Sediakan cuci tangan atau hand sanitizer pada fasilitas-fasilitas umum seperti restoran, sekolah, tempat ibadah, pariwisata dll; 3. Tetap melakukan screening kesehatan di perkantoran, sekolah, aktifkan dokter sekolah, klinik perusahaan, klinik-klinik rumah peribadatan, dll; 4. Terus melakukan survey epidemiologi dilengkapi pemeriksaan swab PCR; 5. Penyuluhan kesehatan dan pola hidup sehat melalui media televisi, radio, dsb;   Catatan : Untuk daerah dimana kasus Covid-19 baru mulai bermunculan perlu diterapkan PSBB, physical distancing dan penggunaan masker. Salam Dr. Yogi Prabowo, SpOTPendiri, Presidium dan Relawan Medis MER-C

PT Repower Asia Indonesia Menggandeng MER-C untuk Pengadaan 1.000 Paket Bantuan APD

Dalam rangka berpartisipasi dalam penanganan wabah Covid-19, PT Repower Asia Indonesia Tbk sebuah perusahaan public yang bergerak di bidang property menggandeng MER-C untuk pengadaan dan penyaluran bantuan 1.000 paket Alat Pelindung Diri (APD) yang diperuntukkan bagi para tenaga kesehatan khususnya di DKI Jakarta yang tengah berjuang di garda terdepan. Serah terima bantuan simbolis dilakukan pada hari Selasa/5 Mei 2020 bertempat di Balai Kota disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan beserta jajaran dan dihadiri oleh Direksi PT Repower Asia Indonesia serta Tim MER-C (Medical Emergency Rescue Committee). Aulia Firdaus selaku Direktur Utama PT Repower Asia Indonesia menyampaikan bahwa bantuan ini sebagai respon atas seruan Gubernur DKI Jakarta mengenai KSBB (Kolaborasi Sosial Berskala Besar). “Sebagai perusahaan public kami merasa terpanggil untuk merespon seruan Bapak Gubernur dan kami berharap bisa berpartisipasi memberikan bantuan kepada masyarakat khususnya tenaga medis yang tengah berjuang melawan pandemi Covid-19. Dari hasil konsolidasi internal, alhamdulillah kami berhasil mengumpulkan dana total senilai Rp 1 Milyar yang berasal dari kas perusahaan, karyawan yang menyisihkan gajinya dan warga dalam hal ini pembeli properti kami yang turut terpanggil memberikan bantuannya.” Aulia menyadari tidak bisa sendiri melakukan hal ini. Untuk itu perusahaannya menggandeng MER-C sebagai lembaga yang sudah aktif berkiprah memberikan bantuan medis di berbagai wilayah bencana, untuk membantu pengadaan dan penyaluran bantuan dalam bentuk APD kepada pihak-pihak terkait yang membutuhkan. MER-C sendiri sejak awal wabah merebak sudah melakukan diantaranya pembuatan face shield dan penyaluran bantuan APD ke lebih dari 125 fasilitas kesehatan dari Aceh sampai Papua serta membentuk Tim Monitoring Pasien-pasien dalam Pemantauan Covid-19 bekerjasama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Mewakili MER-C, Dr. Sarbini Abdul Murad selaku Ketua Presidium menyampaikan terima kasih atas kepercayaan PT Repower Asia Indonesia kepada lembaganya dan berharap kolaborasi yang ada serta bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dalam mendukung langkah-langkah Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk bersama-sama menangani dampak wabah ini. Bantuan yang diberikan berisi APD lengkap terdiri dari baju hazmat reusable, face shield, masker bedah, masker N95, sarung tangan, nurse cap, sepatu boot, dan alkohol sebanyak 5 liter per paket. Sebagai tahap awal bantuan yang diserahkan sebanyak 200 paket dan akan terus disalurkan secara bertahap. Info :www.mer-c.orgCall Center : 0811990176 #LawanCorona#LawanCovid19#MERCIndonesia

MER-C Terus Melanjutkan Monitoring Pasien Dalam Pemantauan Covid-19

Sejak merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia, selain menyalurkan bantuan APD (Alat Pelindung Diri) bagi tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan, sejak Maret 2020, MER-C membentuk Tim Relawan untuk Monitoring Pasien dalam Pemantauan Covid-19. Pasien-pasien yang dipantau oleh Tim Relawan MER-C saat ini adalah pasien yang sudah pulang dari rumah sakit dan melanjutkan isolasi mandiri di rumah. Program ini dilakukan untuk membantu penderita Covid-19 mendapatkan edukasi terkait isolasi mandiri, pelaporan ke pihak puskesmas, dan melaporkan hasil pemeriksaan laboratorium yang masih sering belum diketahui pasien. Monitoring Pasien dalam Pemantauan Covid-19 dilakukan selama kurang lebih 14 hari sejak pulang dari RS atau disesuaikan dengan kondisi pasien. Sebanyak 25 relawan medis tergabung dalam Tim, yang terdiri dari 3 orang dokter spesialis, 21 orang dokter umum dan 1 orang perawat. Salah satu relawan dalam Tim, dr. Tasykuru Rizka, memaparkan bahwa Tim Relawan MER-C tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dalam hal program monitoring ini. Data sementara jumlah pasien yang dimonitoring sebanyak 101 orang. Lebih lanjut Iis, sapaan akrabnya, memaparkan bahwa Tim Relawan MER-C melakukan monitoring melalui whatsapp, SMS dan telepon yang dilakukan setiap 3 hari sekali kepada pasien, setiap relawan memantau 2 – 4 orang pasien. Tim akan menanyakan kondisi pasien serta memantau keluhan lain yang disampaikan, dilanjutkan dengan memberikan edukasi terkait isolasi mandiri, keharusan untuk melapor ke puskesmas, indikasi harus ke rumah sakit, dan membantu menyampaikan hasil swab kepada pasien dan puskesmas setempat untuk melakukan contact tracing. Lebih lanjut dokter yang tengah menempuh pendidikan akhir Spesialis Penyakit Dalam FK UI ini menjelaskan bahwa data yang didapat akan diolah secara Deskriptif dan Analitik sebagai informasi Epidemiologi. Laporan hasil selanjutnya akan diserahkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk membantu mengambil keputusan yang Evidence-Based. Kepedulian dan Donasi anda dapat di salurkan melalui : BCA, 686.0099.339BSM, 701.565.8899BNI Syariah, 303.2000.922 An. Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgCall Center : 0811990176 #LawanCorona#LawanCovid19#MERCIndonesia

MER-C Terus Salurkan Bantuan APD ke Berbagai Daerah

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia sejak awal wabah Covid-19 merebak hingga kini terus bergerak untuk turut melakukan penanganan virus ini. Dua kegiatan utama yang dilakukan MER-C adalah membentuk Tim Monitoring Pasien Dalam Pemantauan Covid-19 dan menyalurkan bantuan APD (Alat Pelindung Diri) ke tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan. Khusus untuk APD hingga kini bantuan sudah terdistribusikan ke lebih dari 125 fasilitas kesehatan dari mulai Aceh hingga sampai Papua Barat. “Tercatat sudah lebih dari 125 fasilitas kesehatan baik itu rumah sakit, puskesmas, klinik, praktek dokter yang kami distribusikan APD diantaranya berupa face shield, hand sanitizer, masker, nurse cap, sarung tangan, hazmat, dll. Ini dilakukan dalam rangka turut mendukung keamanan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik mereka kepada masyarakat,” ungkap Ketua Divisi Bantuan dan Logistik MER-C, Ita Muswita AmdKeb, SIkom. “Bantuan kami salurkan sesuai amanah donasi dari masyarakat dan stok yang ada,” lanjut Ita, relawan medis yang sudah berpengalaman di berbagai wilayah konflik dan bencana alam baik di dalam maupun di luar negeri. “Awalnya distribusi APD diprioritaskan untuk fasilitas kesehatan di DKI Jakarta dan sekitarnya sebagai wilayah dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak. Namun seiring kasus yang mulai muncul di berbagai daerah, distribusi bantuan juga sudah menjangkau fasilitas kesehatan di Aceh, Sumbar, Sumut, wilayah Sumatera lainnya, DI Yogyakarta, Jawa tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Kalimantan bahkan Papua Barat,” tambahnya. Khusus face shield, dikarenakan sulit mendapatkan barang dalam jumlah banyak dan harga yang tinggi, relawan MER-C mencoba berinovasi membuat face shield sendiri. “Dengan kondisi barang sulit dan harga yang mahal, kami para relawan mencoba membuat face shield sendiri yang berasal dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan dan harganya pun terjangkau, namun tetap memperhatikan kenyamanan dan keamanan saat face shield digunakan oleh tenaga medis ketika memberikan pelayanan kepada pasien,” terang Ita. “Alhamdulillah face shield sederhana ini memdapat tanggapan positif dari rekan-rekan medis karena ringan dan dapat dipakai berulang kali,” ujarnya. Untuk itu, lanjut Ita, sampai saat ini Tim relawan MER-C masih terus memproduksi face shield setiap harinya guna memenuhi permintaan yang masuk dari fasilitas kesehatan di berbagai daerah. Jumlah face shield yang diproduksi oleh relawan sudah mencapai lebih dari 3.000 buah. Cabang-cabang MER-C di daerah juga diaktifkan untuk dapat membuat face shield sendiri untuk dapat didistribusikan di wilayah kerja masing-masing. Selain face shield, Tim relawan MER-C juga membuat hand sanitizer sendiri ketika cairan ini mulai sulit dicari padahal sangat diperlukan oleh rumah sakit dan klinik. “Tim relawan MER-C berlatar belakang farmasi juga berpartisipasi membuat Hand sanitizer sesuai standar organisasi dunia WHO. Hand sanitizer juga sampai saat ini terus dibuat secara berkala untuk kemudian didistribusikan ke rumah sakit dan klinik yang membutuhkan,” tambah Ita. Yang masih memprihatinkan adalah harga-harga APD lain seperti masker bedah, masker N95, hazmat yang masih tinggi. Barangnya pun masih sulit didapat. Hal ini menurut Ita, membuat Tim MER-C kesulitan untuk menyetok kembali barang-barang tersebut padahal permintaan terus masuk. Ita mencontohkan baju hazmat. “Misalnya baju hazmat, karena harga mahal dan sulit didapat, rumah sakit – rumah sakit bahkan sampai menanyakan apakah MER-C punya jas hujan. Apabila tidak ada hazmat, jas hujan pun mereka terima daripada tidak ada perlindungan sama sekali,” ujar Ita. Ia berharap kondisi ini dapat segera ditangani oleh Pemerintah dan Pihak Berwenang. Meskipun berdasarkan data jumlah kasus Covid-19 menunjukkan tren penurunan, namun pandemi belum berakhir. Kita semua harus terus bergerak melakukan apapun yang kita bisa untuk bersama-sama melawan pandemi ini. Kepedulian dan Donasi anda dapat di salurkan melalui : BCA, 686.0099.339BSM, 701.565.8899BNI Syariah, 303.2000.922An. Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgCall Center : 0811990176 #LawanCorona#LawanCovid19#MERCIndonesia

Meski adanya wabah Covid-19, MER-C Tetap Aktifkan Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Sorong, Papua Barat.

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Yang berbeda, kegiatan mobile clinic yang biasanya rutin dilakukan secara terjadwal ke sekitar lebih dari 20 desa/kampung binaan, harus dihentikan sementara mengikuti aturan Pemerintah setempat. Tim dokter dan perawat MER-C di Sorong saat ini hanya memberikan pelayanan kesehatan kepada  masyarakat yang datang berobat ke klinik. Tim juga dilengkapi dengan alat pelindung saat memberikan pelayanan untuk mengantisipasi wabah Covid-19.     Selain pengobatan, edukasi untuk menggunakan masker dan melakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) seperti mencuci tangan dsb juga diberikan kepada masyarakat.   Terus dukung Papua Sehat, bantuan dan donasi bagi program ini dapat disalurkan melalui :   BNI Syariah, 081.119.2962 BCA, 686.066.6608 An. Medical Emergency Rescue Committee   Info lebih lanjut : www.mer-c.org Call Center : 0811990176   #MERCIndonesia #LawanCorona #LawanCovid19

Catatan Tim Medis MER-C 30 September 2019

Mengantisipasi informasi rencana aksi massa pada tanggal 30 September 2019, MER-C kembali mempersiapkan diri. Kami berharap tidak ada korban. Namun sebagai elemen masyarakat yang berfokus pada pertolongan kegawatdaruratan medis kami turut bersiap diri, mensiagakan ambulans dan tim medis ketika ada pengumpulan massa (mass gathering) seperti saat ini, melengkapi kembali oksigen, obat-obatan dan alat-alat medis serta mengkoordinir relawan yang akan turun.   Kemarin MER-C menurunkan Tim sebanyak 14 relawan yang terdiri dari dokter, perawat, logistik medis dan lainnya.   Ambulans MER-C menuju ke arah pengumpulan massa di sekitar DPR RI. Macet ke arah lokasi mewarnai jalanan yang akan dilalui tim. Namun selalu ada orang-orang yang tergerak hatinya untuk membantu dengan apapun yang mereka bisa. Melihat ambulans tertahan oleh kemacetan di sekitar Tanah Abang, pengendara motor langsung menawari untuk membuka jalan bagi ambulans. Dengan sigap mereka mengatur mobil-mobil untuk bergeser dan membuka jalan, ambulans kami pun bisa lewat sampai akhirnya bertemu kerumunan massa di sekitar perempatan Slipi.  Begitu tiba, ambulans dan Tim Medis MER-C langsung didatangi massa yang berlarian dari arah Palmerah. Mereka mengetuk-ngetuk kaca dan badan ambulans meminta pertolongan akibat terkena gas air mata. Tim MER-C yang sudah dilengkapi kacamata google dan masker keluar dari ambulans untuk memberikan penanganan gas air mata dan pemberian oksigen. Walau sudah memakai pelindung, kami saja masih merasakan perih di mata dan hidung.   Tidak berselang lama, di lokasi tempat kami berada, massa dipukul mundur oleh aparat dengan gas air mata yang dijatuhkan dari atas fly over untuk menghalau dan membubarkan mereka yang masih berkumpul dan melakukan perlawanan. Seketika pandangan ambulans tertutup oleh asap gas air mata yang jatuh, perih makin terasa di mata dan hidung, tenggorokan juga seperti kering tercekik. Dengan kepungan gas air mata, semua anggota tim mencoba masuk ke dalam ambulans dan bergeser ke tempat yang lebih terang dan aman agar tetap bisa memberikan pertolongan lebih lanjut. Kami stanbdy di belakang barisan barikade tentara di sekitar Jl. KS Tubun Petamburan.   Satu tim yang terdiri dari 4 relawan kemudian dipecah untuk melakukan mobile ke titik-titik sekitar yang terdapat korban dengan dipandu warga, sementara relawan lainnya tetap standby di ambulans. Setelah kondisi kondusif kami bergerak menuju masjid Al Falah Pejompongan yang dikabarkan masih banyak korban yang belum tertangani. Sulitnya menuju lokasi karena banyak blokade jalan, sampai akhirnya kami kembali dipandu pengendara motor sampai ke masjid Al Falah.   Satu tim masuk ke masjid Al Falah dan berkoordinasi dengan pengurus dan tim medis yang ada. Karena saat itu tim medis sudah cukup dan korban sudah dapat tertangani, Tim memutuskan untuk mencari wilayah lain yang masih minim medis.   Ambulans dan tim MER-C kemudian menyusuri arah Slipi, Palmerah, Simprug, FX, Senayan, Semanggi. Sepanjang jalan yang kami lalui, kerumunan massa sudah tidak terlihat, jalanan lengang. Yang terlihat hanya sisa-sisa aksi di sepanjang jalan, seperti bekas-bekas pembakaran di beberapa titik di tengah jalan, batu-batu berserakan, pembatas jalan yang berjatuhan dan aparat yang terduduk dan berbaring di pinggir jalan. Sekitar pkl 23.45 kami pun memutuskan kembali ke markas MER-C.   #mercindonesia

MER-C Hibahkan Bantuan Ambulans untuk Palu

Hari ini, Sabtu/28 September 2019, MER-C yang diwakili oleh dr. Arief Rachman, SpRad (Presidium) menghibahkan bantuan 1 (satu) unit Ambulans untuk Palu. Bantuan ambulans diterima oleh dr. Syahrir Abdurrasyid, SpOG selaku Direktur Rumah Sakit Umum SIS Aldjufrie Palu, Sulawesi Tengah.   Hibah ini adalah bentuk penyaluran amanah lanjutan yang diterima MER-C dari masyarakat Indonesia untuk musibah bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang menerjang Palu beberapa waktu lalu.   Ambulans diserahkan kepada RS SIS Aldufrie Palu untuk melengkapi rumah sakit ini dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Palu dan sekitarnya.    

MER-C Turunkan Tim Medis dan Ambulans Bantu Korban Banjir di DIY

Hujan yang terus mengguyur disertai angin kencang di Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu/17 Maret 2019 telah menyebabkan banjir dan pohon tumbang di beberapa wilayah Bantul dan sekitarnya. Jumlah warga terdampak banjir secara keseluruhan di wilayah DIY tercatat sebanyak +/- 5.046 orang. Warga yang terkena bencana banjir bermalam di lebih dari 23 titik pos evakuasi. Sementara dua korban dikabarkan meninggal dunia. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui cabangnya di Jogjakarta menurunkan Tim Medis dan Ambulans untuk membantu para korban. Tim mengunjungi Dusun Numpukan, Desa Karang Tengah, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Di daerah tersebut banjir sudah mulai surut dan warga sudah mulai membersihkan rumah dari lumpur. Namun listrik masih mati total. Belum ada bantuan medis yang masuk, sehingga Tim MER-C pun langsung membuka pelayanan kesehatan di dusun ini. Sekitar +- 50 warga mendapatkan pengobatan. Lima warga yang tidak dapat datang ke pos MER-C dikunjungi rumahnya oleh Tim (home visit). Satu pasien terpaksa dirujuk ke RS PKU Bantul menggunakan Ambulance yang dibawa tim untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.   Informasi lengkap Kegiatan MER-C Jogja Kantor : Jl. Kaliurang KM 6,7 GG. Timor Timur no E4B, Sono, Sinduadi, Melati, Sleman, Yogyakarta No HP / WA 082135258145 FB : MER-C Jogjakarta IG : Merc_Jogja     #mercindonesia #blessingforuniverse        

Tim MER-C Layani Kesehatan 310 Warga Korban Banjir di Ngawi

Tim MER-C Indonesia melalui cabangnya di Jogjakarta yang terdiri dari dua relawan dokter, empat paramedis dan satu logistik memberikan bantuan pengobatan bagi sekitar 310 warga korban banjir di Ngawi, Jawa Timur. Rangkaian pelayanan kesehatan dimulai pada hari Minggu pagi, 10 Maret 2019. Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD kabupaten & Dinkes Ngawi, tim memfokuskan pelayanan di kecamatan Kwadungan, yang menjadi lokasi terparah karena air baru benar-benar surut pada hari Jum’at lalu. Di kecamatan Kwadungan, tim dibagi menjadi dua untuk melakukan pelayanan di empat tempat, yaitu dusun Genyol, dusun Putat, dusun Kendung Satu dan dusun Kendung Dua. Wilayah Kendung dan Putat menjadi daerah yang sama sekali belum tersentuh bantuan medis, sehingga MER-C menjadi tim medis pertama yang bisa memberikan layanan pengobatan umum di wilayah tersebut. Rincian jumlah pasien di empat dusun tersebut adalahKendung Dua 72 orang, Putat 101 orang, Genyol 82 orang, Kendung Satu 55 orang sehingga total pasien adalah  310 orang. Keluhan utama warga umumnya gatal-gatal, demam dan nyeri. Selain itu juga terdapat 10 pasien gigi yang diberikan penangan berupa pemeriksaan dan edukasi. Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia #mercindonesia#blessingforuniverse#relawanmerc#jihadprofesional

Silahkan bertanya?