MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Tim MER-C Tinjau Kebutuhan Layanan Luka Bakar di Turkish Hospital di Lebanon

Saida – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan Lebanon pada Sabtu (6/6/2026) mengunjungi Turkish Trauma and Emergency Hospital di Saida, Lebanon Selatan. Kunjungan ini untuk meninjau secara langsung kebutuhan bantuan di unit luka bakar (burn unit) rumah sakit tersebut, yang saat ini menerima banyak pasien trauma seiring meningkatnya eskalasi konflik dengan Israel. Direktur rumah sakit, dr. Noura Shakaroun, menjelaskan bahwa burn unit di Turkish Hospital telah tersedia, baik dari sarana maupun sumber daya manusia (SDM). Pada awal tahun, rumah sakit menerima bantuan peralatan serta pelatihan penanganan trauma luka bakar dari lembaga amal Inggris. Saat ini, rumah sakit juga memiliki satu dokter spesialis bedah rekonstruksi dan telah siap menangani pasien luka bakar yang dirujuk ke fasilitas mereka. Dr. Noura menuturkan, kebutuhan yang sebenarnya ingin dikembangkan lebih luas adalah departemen pediatrik secara menyeluruh, baik untuk penanganan kasus trauma, termasuk luka bakar, maupun kasus non-trauma. Rumah sakit bahkan telah menyiapkan ruangan khusus untuk departemen anak, termasuk Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dengan kapasitas lima tempat tidur. Karena kebutuhan yang dihadapi lebih besar daripada sekadar unit luka bakar anak, kebutuhan pendukung yang diperlukan pun semakin luas, mulai dari peralatan medis, bahan habis pakai, tenaga kesehatan, hingga pelatihan agar layanan pediatrik dapat berjalan secara menyeluruh, mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), rawat inap, hingga PICU. Harapannya, departemen ini dapat terus beroperasi secara berkelanjutan meskipun tim bantuan internasional telah menyelesaikan tugasnya. Secara umum, dr. Noura menyampaikan bahwa pihaknya lebih memilih bantuan dalam bentuk peralatan dan pelatihan dibandingkan bantuan dana tunai. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

MER-C Kirimkan Tim Medis ke-5 untuk Bertugas di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengirimkan Medical Emergency Tim (EMT) ke-5 untuk bertugas ke Jalur Gaza, Senin (29/7).  Tim EMT 5 ini terdiri dari empat orang relawan, yaitu satu dokter spesialis bedah syaraf, satu dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi, satu dokter spesialis anastesi serta satu dokter spesialis penyakit dalam.  Sebelumnya, satu dokter sudah berangkat lebih dulu ke Jordan dan tiga orang lainnya menyusul dari Jakarta pada hari Senin. Tim EMT 5 ditargetkan bisa segera masuk ke Jalur Gaza awal Agustus ini. Salah satu relawan yang merupakan dokter spesialis bedah syaraf, dr. Dany K Ramdhan, mengaku bersemangat untuk berangkat ke Jalur Gaza, karena sudah lama menanti untuk diberangkatkan ke sana.  “Sudah kewajiban kita membantu saudara-saudara kita di sana dan setelah berbulan-bulan menunggu, Alhamdulillah dikasih kesempatan untuk ke sana,” ujar Dany.  Dany mengatakan, Tim EMT 5 rencananya akan bertugas selama satu bulan, namun tetap melihat situasi karena bisa saja lebih dari perkiraan.  “Rencananya kita akan bertugas di RS An Nasser, di sana nanti kita akan bertugas sesuai dengan bidang kita masing-masing. Kalau dikasih kesempatan, kita juga harus melihat situasi di Gaza Utara, bagaimana Rumah Sakit Indonesia,” tambahnya.  “Mudah mudahan apa yang kita upayakan diridhoi Allah, bermanfaat buat umat dan buat keluarga,” tuturnya.  Dany juga mengajak masyarakat untuk jangan pernah berhenti memperjuangkan saudara-saudara di Gaza, karena sekecil apapun usaha yang dilakukan tetap akan bernilai.  MER-C secara berkelanjutan mengirimkan tim medis ke Jalur Gaza melalui kerja sama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO).  Saat ini ada 5 relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza, yaitu satu relawan medis, tiga relawan non-medis, dan satu Liaison Officer Tim EMT yang baru saja berhasil kembali masuk Gaza pada 16 Juli 2024.

Satu Relawan Liaison Officer MER-C Masuk Gaza, Upayakan Misi ke RS Indonesia di Gaza Utara

Satu Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang merupakan Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT), Marissa Noriti, masuk ke Jalur Gaza bersama konvoi PBB, melalui perbatasan Karem Abu Salem, Selasa (16/7). Ini merupakan kali kedua ia masuk ke Gaza setelah sebelumnya pada 18 Maret, menjadi Tim relawan EMT MER-C pertama bersama 10 relawan lainnya yang berhasil masuk ke Jalur Gaza. Misinya masuk ke Jalur Gaza kali ini adalah untuk menindaklanjuti pembangunan Primary Health Care (PHC) di area kompleks RS Nasser di Gaza Selatan dan persiapan rencana pengiriman bantuan serta tim medis ke RS Indonesia di Gaza Utara. “Ini merupakan misi kedua saya, misi pertama saat itu pada 18 Maret. Kita sedang mempersiapkan pembangunan Primary Health Care di area Nasser Hospital dan ada rencana deployment tim juga ke RS Indonesia di Gaza Utara. Mohon doanya mudah-mudahan berjalan lancar dan makin banyak hal lagi yang bisa kita lakukan untuk saudara kita di Palestina,” ujar Marissa. Ia mengungkap, situasi perjalanan kali ini dibandingkan konvoi sebelumnya terbilang cukup lancar. Semua tim konvoi juga mematuhi peraturan sehingga tidak ada permasalahan saat di perbatasan. Dengan kedatangan Marissa Noriti, saat ini relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza berjumlah enam orang, lima relawan asal Indonesia dan satu relawan lokal. MER-C akan kembali mengirimkan relawan ke Jalur Gaza, yang tergabung dalam TIM EMT 5, terdiri dari beberapa dokter sepesialis. Saat ini keberangkatan Tim masih menunggu izin.

Jusuf Kalla Apresiasi Program Bantuan MER-C di Afghanistan

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, M. Jusuf Kalla mengapresiasi dan mendukung program bantuan yang disalurkan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Afghanistan. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Tim MER-C untuk Afghanistan, dr. T. Meaty Fransisca, dan Manager Operasional, Rima Manzanaris di kediamannya, Senin (1/7). “Jadi kalau MER-C ingin mengadakan upaya sosial di sana tentu sangat dihargai, membantu masyarakat dengan operasi kesehatan, sanitasi atau pendidikan, sangat dihargai sama dengan di Gaza,” ujar Jusuf Kalla. “Kita tahu semua bahwa sekarang ini Afghanistan setelah Amerika mundur, di bawah pemerintahan yang dipimpin oleh Taliban keadaanya lebih damai karena tidak ada lagi konflik yang besar tetapi kondisi masyarakat tetap tentu membutuhkan bantuan karena soal kemiskinan di sana, kekurangan sarana setelah 20 tahun perang,” katanya. Ia juga mengatakan, bantuan yang diberikan MER-C ini mewakili wajah Indonesia untuk membantu orang yang sedang dalam keadaan susah. Bantuan dalam keadaan sulit tentu berbeda dan mereka sangat hargai itu karena mereka membutuhkan. “Itulah hal-hal yang dilakukan MER-C selama ini dan sekarang kita hargai,” tuturnya. Jusuf Kalla berharap, masyarakat dapat membantu warga Afganistan yang saat ini dalam keadaan susah setelah perang. “Tentu membantu mereka itu merupakan amal ibadah yang baik dan dibutuhkan partisipasi masyarakat secara keseluruhan. Mereka 20 tahun dalam perang, otomatis mereka kekurangan ekonomi dan fasilitas sosial yang sulit,” ungkapnya. Sebelumnya, MER-C mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan pada 14 Desember 2023 – 9 Januari 2024 lalu untuk membantu korban bencana gempa bumi dahsyat di Herat. Tim menempuh perjalanan darat selama 36 jam dari ibukota Afghanistan Kabul ke Herat dengan membawa bantuan dari masyarakat Indonesia. Bantuan berupa obat-obatan, alat kesehatan, perlengkapan musim dingin, dan makanan semua disalurkan langsung oleh Tim MER-C setelah mendapat izin dan pengamanan dari otoritas setempat. Bahkan Tim Medis MER-C juga mendapatkan izin melakukan pengobatan bagi warga terdampak gempa di Herat. Seiring musim dingin ekstrem yang melanda Afghanistan, MER-C kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap 2 ke Herat tepatnya di Distrik Zenda, pada 12 – 13 Maret 2024. Bantuan berupa perlengkapan musim dingin dan bahan makanan didistribusikan ke empat desa yang terdampak gempa paling parah. MER-C terus menjalankan bantuan berkelanjutan di wilayah pasca gempa Afghanistan. Saat ini tengah berlangsung penyaluran bantuan kemanusiaan tahap 3 yaitu program pembuatan sumur air bersih di beberapa desa di wilayah pasca gempa di sana.

Sempat Tertunda Sebulan, Satu Relawan MER-C Akhirnya Bisa Masuk Gaza

Dr. Regintha Yasmeen, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, akhirnya mendapat kesempatan masuk ke Jalur Gaza,  setelah menunggu selama satu bulan di Kairo, Mesir, Selasa (4/6). Dr. Regintha yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) 4, berangkat dari Jakarta ke Kairo bersama 6 relawan lainnya pada tanggal 3 Mei 2024. Ia dan Tim EMT 4 lain sebelumnya dijadwalkan masuk ke Jalur Gaza menggantikan Tim EMT 3 MER-C pada Senin (6/5). Namun invasi darat Israel ke Rafah pada hari itu membuat semua pergerakan konvoi relawan di bawah koordinasi WHO UNOCHA baik yang akan masuk ke Jalur Gaza, maupun yang akan keluar dari Jalur Gaza tertunda. Bahkan sejak saat itu, perbatasan Rafah ditutup total hingga hari ini. Kegagalan masuk ke Jalur Gaza tidak membuat para relawan putus asa. Keinginan besar untuk membantu warga Gaza yang menjadi korban membuat mereka bertahan menunggu kesempatan masuk berikutnya. Sebulan berlalu, kesempatan itu akhirnya datang. Sejak 31 Mei 2024, secara bertahap relawan dari Tim EMT 4 MER-C masuk ke Jalur Gaza dari Amman Yordania melalui Perbatasan Karem Abu Salem. Sementara itu, pada Selasa kemarin (4/6), satu relawan dari Tim EMT 1 MER-C, Ita Muswita, yang telah bertugas hampir tiga bulan juga berhasil keluar dari Jalur Gaza. Saat ini, ada tujuh relawan MER-C yang masih berada di Jalur Gaza dan bertugas di rumah sakit dan klinik yang masih beroperasi.

Secara Bertahap, Relawan MER-C Kembali ke Tanah Air Usai Bertugas di Jalur Gaza

Berkoordinasi dengan WHO dan UNOCHA, Tim ke-3 EMT (Emergency Medical Teams) MER-C yang tertahan di Rafah akibat serangan darat Israel akhirnya bisa keluar. Relawan pertama berhasil keluar dari Jalur Gaza pada hari Selasa (21/5) pukul 22:15 waktu Amman Yordania dan telah tiba di tanah air pada hari ini, Jumat (24/5). Selanjutnya, satu relawan lagi berhasil keluar dari Jalur Gaza pada hari Kamis (23/5). “Kedua relawan berhasil keluar dari Jalur Gaza bersama konvoi WHO UNOCHA dengan menempuh perjalanan sekitar 7 jam dari pintu perbatasan Karem Shalom menuju Amman Yordania,” ujar Ketua EMT MER-C Indonesia, dr. Arief Rachman, SpRad yang terus memantau proses exit relawan langsung di Amman, Yordania. Pada hari ini, Jum’at (24/5), dua relawan EMT MER-C lainnya juga dijadwalkan keluar dari Jalur Gaza melalui pintu perbatasan Karem Shalom bersama konvoi WHO  UNOCHA. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses ini. Kepada WHO, lalu kepada KBRI Amman yang turut menjemput relawan di Imigrasi King Husein Bridge Yordania,” ucap Arief. “Terima kasih juga kami sampaikan kepada teman-teman relawan dari Tim Peduli pimpinan Pak Eko Sulistio atas dukungan dan bantuannya dalam hal akomodasi serta transportasi bagi Tim EMT MER-C selama berada di Yordania,” lanjut Arief. Semua relawan yang telah berhasil keluar dari Jalur Gaza tergabung dalam Tim 3 EMT MER-C yang berhasil masuk Jalur Gaza, Palestina, sejak Senin (22/4). Saat ini, masih terdapat delapan relawan MER-C di Jalur Gaza. MER-C terus berkomunikasi dengan EMTCC WHO agar relawan yang telah menyelesaikan misi kemanusiaan di Jalur Gaza, bisa segera kembali ke tanah air.

Lima Hari Bertugas, Relawan MER-C Beri Sejumlah Bantuan kepada Korban Banjir Sumbar

Tim Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bertugas selama lima hari di lokasi bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor di Padang, Sumatera Barat untuk memberikan sejumlah bantuan kepada para korban. Tim bertugas dari tanggal 15-20 Mei 2024. MER-C mengirimkan empat relawan dari pusat yaitu Iis Islamiah (Ketua Tim), dua dokter umum yaitu dr. Asfianti Eka Pratiwi dan dr. Ilham Wahyu, serta satu perawat Rina Hertanti, AMK. Di Padang, bergabung Tim lokal yang juga berjumlah empat orang;  dr. Yusri Dianne, SpA(K) yang juga merupakan Pembina MER-C Padang, Ir. Zirma Juneldi, Msi, Hanifah Farhatal ‘Aisy dan Melky Anggara. Selama bertugas Tim berkordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memberikan bantuan pengobatan yang dilakukan di posko atau bergerak mengunjungi rumah-rumah warga. Banyak korban memilih untuk tinggal di rumah kerabat nya daripada pengungsian yang telah disediakan. Selain itu, Tim juga melakukan kegiatan trauma healing di Nagari Parambahan, Kecamatan Lima Kaum yang diikuti sekitar 40 anak-anak di pengungsian. Kegiatan dipimpin langsung oleh dr. Yusri Dianne, SpA(K). Salah satu relawan, dr. Ilham Wahyu mengatakan, berdasarkan hasil assestment di lapangan saat ini para korban sangat membutuhkan bantuan psikolog karena banyak yang mengalami trauma pasca terjadinya bencana.Sedangkan untuk pengobatan baik luka-luka dan penyakit lainya sudah terpenuhi oleh tenaga dari dinas kesehatan setempat. Lebih lanjut, dr. Ilham mengatakan tantangan saat menjalankan misi kali ini adalah luasnya wilayah yang harus dijangkau oleh Tim, sehingga dibutuhkan lebih banyak relawan. Banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat pada Sabtu (11/5/2024) dan Minggu (12/5/2024). Banjir dipicu oleh hujan lebat dan meluapnya aliran sungai yang sebagian besar berhulu di Gunung Marapi. Banjir diperparah dengan terbawanya material vulkanik dari Gunung Marapi melalui sungai karena hujan lebat di sekitar puncak. Terdapat lima kabupaten/kota di Sumatera Barat yang terdampak banjir lahar, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang.

Relawan MER-C Berangkat ke Mentawai untuk Bangun Sarana Ibadah dan Sekolah

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengirim tim untuk menindak lanjuti program kemanusiaan pembangunan sarana Ibadah, renovasi sarana pendidikan serta fasilitas pendukungnya di Dusun Muara Sikabaluan, Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Tim yang beranggotakan tujuh orang berangkat dari Jakarta pada hari Senin (20/5/2024) dan akan bertugas kurang lebih selama dua bulan.   “Hari ini, Senin 20 Mei 2024 kami bersama 6 orang relawan MER-C akan melaksanakan program kemanusiaan dalam negeri pembangunan sarana ibadah dan renovasi sekolah bersama fasilitas pendukungnya,” ujar Ketua Tim Khoirul Mustofa. “Inshaa Allah kita akan tempuh dari Jakarta menuju Padang, kemudian dari Padang menuju Desa Sikabaluan tepatnya di Dusun Muara Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai menggunakan Kapal Mentawai Fast kurang lebih 3-4 jam perjalanan laut,” tambahnya. Ia mengatakan, pembangunan akan langsung dimulai begitu tim tiba. Material untuk pembangunan sudah tersedia karena sudah dipesan dari jauh hari. Selain itu, Tim juga membawa sejumlah peralatan pembangunan yang dibutuhkan di lapangan. Ia mengungkapkan, karena wilayah ini rawan gempa bumi, maka material yang dipilih adalah kayu yang lebih tahan dan aman saat terjadi gempa. “Mohon doa urusan ini diberi kelancaran oleh Allah dan kami kembali dengan selamat,” ujar Mustofa. Sebelumnya,  MER-C menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Yayasan Pembina Islam Mentawai (YAPISMEN) untuk bantuan renovasi sekolah, pembangunan sarana ibadah, dan bangunan pendukung lainnya yang berada di MTs.S. Al Muhtadin, di Dusun Muara Sikabaluan, Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kab. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Jumat (05/01/2024).  Kemudian MER-C mengrimkan dua orang relawannya pada akhir 2023 selama hampir dua pekan, untuk meninjau lokasi pembangunan.

Sebuah Serangan Udara Jatuh dekat Guest House MER-C di Gaza

Jum’at/17 Mei 2024, sekitar pukul 20.53 malam waktu Indonesia atau 16.53 waktu gaza, sebuah serangan udara menyasar sebuah bangunan rumah dekat guest house MER-C di Rafah, Gaza Selatan. Serangan terjadi ketika Tim MER-C Pusat Jakarta sedang menghubungi salah satu relawan di Gaza.   Alhamdulillah semua relawan selamat dan dalam kondisi baik. Namun beberapa bagian Guest house mengalami kerusakan dampak getaran yang cukup kuat. Saat ini semua relawan sudah dievakuasi ke Guest House MER-C yang baru di daerah Almawasi. MER-C sudah berkoordinasi dengan EMTCC WHO di Gaza dan Cairo serta Kemenlu RI terkait situasi ini. Saat ini masih ada 12 relawan MER-C di Gaza yang tergabung dalam Tim EMT (Emergency Medical Teams). Rotasi tim EMT MER-C Indonesia dan semua tim EMT di bawah WHO tertunda pasca operasi militer Israel di Rafah sejak 6 Mei 2024. Upaya untuk mengeluarkan relawan yang telah selesai bertugas dari Gaza masih terus diupayakan. Sementara menunggu izin keluar Gaza, relawan medis MER-C di sana masih melakukan pelayanan medis di fasilitas kesehatan yang direkomendasikan. Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia untuk keselamatan para relawan.

MER-C Kirim Tim Bantu Korban Banjir dan Tanah Longsor Sumbar

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) hari Rabu (15/5) mengirimkan Tim untuk membantu korban banjir lahar dingin Gunung Marapi maupun banjir bandang di tiga wilayah di Padang, Sumatera Barat. Tim yang berangkat berjumlah empat relawan yang terdiri dari Iis Islamiah (Ketua Tim), dua dokter umum yaitu dr. Asfianti Eka Pratiwi dan dr. Ilham Wahyu, serta satu perawat Rina Hertanti, AMK. Di Padang, Tim akan bergabung dengan relawan lokal MER-C di sana salah satunya adalah dr. Yusri Dianne, SpA(K) yang juga merupakan Pembina MER-C Padang.   Salah satu anggota Tim, dr. Asfianti mengatakan, Tim akan bertugas selama satu pekan untuk menolong para korban serta melakukan assessment untuk memutuskan bantuan lanjutan. “Keberangkatan Tim ini untuk melakukan assessment di lapangan, guna menentukan apa yang dibutuhkan, baik medis atau perlengkapan dan bantuan lainnya,” kata Asfianti. “Sekarang kita bawa obat-obatan dasar terlebih dahulu seperti obat diare, gatal-gatal dan batuk-pilek. Karena saat ini yang terjadi adalah bencana banjir, biasanya penyakit yang banyak ditemukan adalah diare dan gatal-gatal, untuk itu kita bawa semua obat-obatnya,” ujarnya. Terkait pengiriman tim berikutnya, ia mengatakan hal ini akan diputuskan setelah hasil assessment dan arahan dari Presidium MER-C. Banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat pada Sabtu (11/5/2024) dan Minggu (12/5/2024). Banjir dipicu oleh hujan lebat dan meluapnya aliran sungai yang sebagian besar berhulu di Gunung Marapi. Banjir diperparah dengan terbawanya material vulkanik dari Gunung Marapi melalui sungai karena hujan lebat di sekitar puncak. Terdapat lima kabupaten/kota di Sumatera Barat yang terdampak banjir lahar, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang. Dikutip dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data mutakhir berdasarkan laporan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB hari ini per pukul 18.35 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat 58 orang, sementara korban hilang bertambah dari 27 menjadi 35 orang dalam pencarian. Selain itu, untuk keluarga terdampak berjumlah 1.543 KK dan 33 orang mengalami luka-luka. Pusdalops dan BPBD setempat masih terus melakukan pengkajian dan pemutakhiran data menyusul masih dilaksanakannya proses pencarian dan evakuasi korban.  Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan ini dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339 BSI, 701.565.8899 Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee

Silahkan bertanya?