MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

ABAIKAN RESIKO KEMANUSIAAN JATUH KORBAN JIWA, PILKADA DITENGAH PANDEMI COVID ADALAH KEJAHATAN KEMANUSIAAN. (PELAJARAN PILPRES 2019 TANPA COVID YANG TIMBULKAN 800 LEBIH KORBAN JIWA KPPS)

Press Release   Pandemi covid-19 masih melanda dunia dan Indonesia, angka kasus positif yang semakin bertambah dari hari ke hari hingga mencapai angka 300 ribu, dengan angka kematian akibat covid mencapai lebih dari 10.000. Hal ini harusnya membuat kita semua lebih berhati-hati menyusun langkah. Segala upaya pencegahan dilakukan untuk mengurangi transmisi penularan dan mencegah kematian baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Kegiatan sehari-hari, mulai dari kegiatan Pendidikan, keagamaan, bahkan bekerja dilakukan secara virtual. Pilkada serentak yang akan diselenggarakan akhir 2020 mengancam keselamatan warga, meningkatkan resiko transmisi penularan Covid-19. Kegiatan pilkada masih belum bisa dilakukan secara virtual, sehingga masih terjadi pengumpulan orang baik kegiatan kampanye ataupun kegiatan pencoblosan itu sendiri. Masih segar dalam ingatan kita  tentang penyelenggaraan Pilpres 2019 yang menimbulkan lebih dari 800 korban jiwa dan ribuan yang jatuh sakit. Harga yang begitu mahal untuk sebuah resiko penyelenggaraan pesta demokrasi. Banyak spekulasi berkembang mengenai penyebab kematian ratusan petugas kpps, namun yang tampak kasat mata adalah faktor beratnya dan lamanya pekerjaan yang diemban oleh kpps sehingga menyebabkan kesakitan dan kematian. Situasi diperburuk dengan kesiapan penanganan medis yang kurang. Sistem rujukan kegawatdaruratan medis yang dipersiapkan belum mampu menangani para kpps yang mendadak sakit. Banyak kpps yang mengeluh sakit dada yang disinyalir sebagai gangguan jantung, lalu dibawa ke fasilitas kesehatan seperti pukesmas, RS kecamatan atau bahkan tidak berobat, namun tidak berhasil diselamatkan karena fasilitas kesehatan tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk menangani gangguan jantung. Kemudian juga tidak adanya call center dan sistem ambulance yang bisa bergerak cepat apabila ada kpps yang jatuh sakit. Kesimpulannya adalah sistem kegawatdaruratan medis yang dibangun belum siap. Pilkada 2020 yang akan digelar ini akan melibatkan 600 ribu TPS yang akan berpotensi menjadi kluster penularan Covid-19 diseluruh Indonesia. MER-C menilai memaksakan penyelenggaraan Pilkada ditengah situasi Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung berpotensi menimbulkan korban yang signifikan karena 2 hal penting, yaitu situasi pandemic yang belum menunjukkan tanda-tanda usai dan ketidaksiapan sistem rujukan kesehatan dan kegawatdaruratan. Bahkan Covid-19 sudah menginfeksi bebrapa calon kepala daerah, ketua KPU dan petingginya, ini harus dijadikan peringatan dan sinyal bahwa Pilkada harus ditunda. Apabila KPU tidak mengindahkan kondisi pandemic dan resiko jatuhnya korban, artinya adalah mengabaikan nyawa manusia dan bisa menjadi kejahatan kemanusiaan dan tentu saja akan menambah catatan hitam KPU yang harus dipertanggung jawabkan di kemudian hari. Maka MER-C merekomendasikan :1.    Penundaan Pilkada sampai kondisi pandemic membaik2.    Menyiapkan sistem rujukan kegawatdaruratan dan kesehatan yang memadai sebagai upaya mitigasi jatuhnya korban jiwa seperti Pilpres 20193.    KPU dan pemerintah bisa menahan diri, demi keselamatan masyarakat4.    KPU mempersiapkan sistem Pilkada yang mengurangi pengumpulan massa dan kerja berat para kpps, KPU harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan dan melakukan modifikasi sistem pilkada Jakarta, 30 September 2020 Medical Emergency Rescue Committee Selengkapnya : https://youtu.be/MA2Bd22TEP8

Laporan Ir. Edy Wahyudi: Suasana Idul Adha di Jalur Gaza

Gaza, MINA – Gema takbir terdengar dari pengeras suara di masjid-masjid yang bersahutan sejak Kamis Subuh, atau sehari sebelum Idul Adha. Tepatnya sejak 9 Dzulhijjah atau pagi hari Arafah. Demikian  Ir. Edy Wahyudi, seorang relawan Indonesia  yang merupakan Site Manager Pembangunan RS Indonesia di Gaza, memberikan informasi terkait suasana Idul Adha di Jalur Gaza, Palestina, Jumat (31/7). Edy menyampaikan hal ini dalam laporan pada program info terkini Gaza, Palestina, yang disiarkan Radio Silaturahim AM 720, edisi 10 Dzulhijjah 1441 H atau bertepatan pada Jumat pagi (31/7). Dia mengatakan selanjutnya, pelaksanaan sholat Idul Adha di Gaza dilakukan di masjid-masjid, namun ada juga yang melaksanakan di tanah lapang atau jalan raya yang ditutup sementara waktu saat sholat Id berlangsung. “Bagaimana dengan suasana ibadah kurban di Gaza Palestina? Gaza, negeri ini miskin dan diblokade darat, laut dan udara yang sudah 13 tahun lamanya,” ujar Edy. Pengangguran mencapai 60 persen, Jalur Gaza sudah mengalami tragedi ekonomi. Kehidupan dan kemanusiaan yang dahsyat akibat blokade sampai datang krisis pandemi Corona yang sampai memperburuk keadaan. “Akan tetapi Allah memenuhi Gaza dengan penuh keberkahan. Terbukti, puluhan sapi sudah masuk dalam daftar pemotongan kurban apalagi domba lebih banyak lagi ditambah lagi binatang kurban lainnya yaitu unta yang biasa dipotong untuk kurban di Gaza,” kata Edy. Para relawan di Gaza aktif untuk penyembelihan hewan kurban pada tahun 1441 H ini, walau pun tidak sebanyak tahun lalu. Tahun ini tercatat ada tujuh ekor domba/kambing yang disalurkan melalui Jama’ah Muslimin (Hizbullah), kemudian yang disalurkan oleh MER-C di Gaza Palestina terdiri dari 31 domba/kambing ditambah satu ekor sapi dan satu ekor unta. “Idul Adha atau hari raya kurban adalah hari libur keagamaan di Gaza, di mana umat Islam memperingati hari ujian iman Nabi Ibrahim dengan menyembelih hewan dan ternak, serta membagikan daging kepada orang-orang yang miskin,” katanya. Edy menambahkan, warga Gaza mempunyai kebiasaan melakukan silaturahim usai sholat Idul Adha, biasanya pada hari pertama sikaturahim dilakukan kepada keluarga terdekat seperti orangtua dan mertua, hari berikutnya baru mengunjungi kerabat lainnya. “Saat bertemu silaturahim mereka saling mengucapkan ‘kullu am wa antum bi khoir’ yang berarti semoga sepanjang tahun ini Anda mendapatkan kebaikan. Ucapan itu dijawab dengan ‘Kullu am wa antumun toyyibin’ itulah Idul Adha dengan cita rasa Gaza,” ucap Edy. (L/R6/P1) Sumber : https://minanews.net/laporan-ir-edy-wahyudi-suasana-idul-adha-di-jalur-gaza/

MER-C, Wujud Nyata Peranan Masyarakat Indonesia Peduli Palestina

Ceknricek.com — Konflik di Jalur Gaza, Palestina, seolah tidak berkesudahan. Sebagai negara dengan masyarakat Muslim terbesar di dunia, Indonesia tentu tak bisa tinggal diam melihat penderitaan yang dialami saudara-saudaranya di Palestina. Organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) terjun langsung menolong para warga Palestina dengan berbagai aksi kemanusiaan. Lembaga yang berasaskan Islam dan prinsip rahmatan lil’aalamiin itu menerjunkan para relawannya, serta mengirimkan berbagai bantuan medis dan kemanusiaan. “Pada 18 November lalu para relawan MER-C di Jalur Gaza melakukan kunjungan ke rumah korban akibat serangan roket militer zionis Israel ke Daerah Zaitun dan Deri Balah, Jalur Gaza Bagian Tengah,” kata Luly Larissa, Head of Fundraising Division MER-C, saat berkunjung ke Redaksi Ceknricek.com, Senin (25/11).“Tim relawan menemukan seorang bayi dari keluarga Abu Malhus Swarkah yang selamat dari serangan 4 roket yang menghantam rumahnya. Ada 2 bocah selamat setelah terlempar akibat serangan roket, Alhamdulillah masih bisa bangun dan langsung lari ke rumah neneknya,” ucap Luly seraya membagikan foto-foto kegiatan relawan MER-C.Selain mengirimkan relawan, MER-C juga memiliki Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza, Palestina. RS Indonesia ini letaknya hanya 2,5 kilometer dari perbatasan Israel. “Kalau ada serangan bom dari Israel, biasanya kami turut merasakan getaran akibat ledakan itu. Beberapa sedikit merusak bagian-bagian depan dari rumah sakit, lalu kami perbaikinya demi menjaga kenyamanan para pasien,” ujar Luly. Menurut Luly, kehadiran MER-C dan Rumah Sakit Indonesia ini merupakan wujud nyata masyarakat Indonesia untuk menolong saudara-saudaranya di Palestina. Pasalnya, semua pembangunan RS ini merupakan hasil donasi dari rakyat Indonesia. “Ini murni donasi dari rakyat. Kami meminta donasi di masjid-masjid, masuk sekolah, minta donasi dari perusahaan. Beberapa kali kami juga melibatkan para band misalnya Slank, Wali, NAIF. Intinya ini ialah uluran tangan para masyarakat Indonesia yang peduli dengan Palestina,” ucapnya. Sumber : https://ceknricek.com/a/mer-c-wujud-nyata-peranan-masyarakat-indonesia-peduli-palestina/12591

MER-C Hibahkan Bantuan Ambulans untuk Palu

Hari ini, Sabtu/28 September 2019, MER-C yang diwakili oleh dr. Arief Rachman, SpRad (Presidium) menghibahkan bantuan 1 (satu) unit Ambulans untuk Palu. Bantuan ambulans diterima oleh dr. Syahrir Abdurrasyid, SpOG selaku Direktur Rumah Sakit Umum SIS Aldjufrie Palu, Sulawesi Tengah.   Hibah ini adalah bentuk penyaluran amanah lanjutan yang diterima MER-C dari masyarakat Indonesia untuk musibah bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang menerjang Palu beberapa waktu lalu.   Ambulans diserahkan kepada RS SIS Aldufrie Palu untuk melengkapi rumah sakit ini dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Palu dan sekitarnya.    

MER-C Bertemu Komnasham Jajaki Kemungkinan Kerjasama Kemanusiaan

Jum’at/10 Mei 2019, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad bertemu dengan Ketua Komnasham, Ahmad Taufan Damanik di kantornya di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut dibicarakan mengenai berbagai masalah kemanusiaan yang tengah berlangsung di dalam negeri dan kemungkinan kerjasama kedua lembaga sebagai komponen anak bangsa untuk turut mengatasi permasalahan yang ada.   Ada tiga isu kemanusiaan yang disampaikan oleh Tim MER-C. Pertama banyaknya korban petugas Pemilu yang berjatuhan baik yang mengalami sakit bahkan meninggal dunia yang menjadi keprihatinan bersama. Kedua mengenai masalah deradikalisasi, khususnya penanganan DPO Poso dimana MER-C dan Komnasham pernah turun bersama ke wilayah ini tahun 2016 silam. Hal lainnya turut disampaikan adalah mengenai penanganan kesehatan di lapas, khususnya Lapas Nusa Kambangan dimana MER-C pernah beberapa kali turun untuk melakukan pengobatan.   Terkait besarnya jumlah korban petugas pada Pemilu 2019 dan langkah-langkah pemerintah yang menurut MER-C kurang cepat untuk menganulir pandangan-pandangan yang berkembang di masyarakat, Sarbini Abdul Murad menyampaikan bahwa sebagai lembaga medis dan kemanusiaan yang independen, MER-C telah membentuk Tim Mitigasi Kesehatan Bencana Pemilu 2019. Tim akan melakukan langkah-langkah kemanusiaan dan mitigasi baik kepada korban yang mengalami sakit, maupun membuka kemungkinan untuk melakukan otopsi pada korban yang meninggal. Hal ini dilakukan guna mencari tahu penyebab banyaknya kasus ini.    Sarbini berharap adanya kesamaan concern kemanusiaan antara MER-C dan Komnasham, maka kedua lembaga bisa bekerjasama. “Harus ada kepastian bagi masyarakat. Kita harus mencari tahu penyebabnya dan membuat langkah-langkah serta solusi yang tepat untuk mengatasinya, agar hal serupa tidak terulang lagi pada Pemilu-pemilu selanjutnya,” ungkap dokter asal Aceh ini.   Menanggapi hal ini, Ahmad Taufan Damanik mengatakan bahwa pihaknya juga sudah membentuk Tim Pemantau Pemilu untuk melakukan penggalian fakta mengenai penyebab kematian. Menurutnya, Komnasham sudah melakukan rapat koordinasi dengan FKUI dan IDI, tapi memungkinkan juga kerjasama dengan pihak-pihak lain termasuk MER-C. “Dalam hal ini kami sangat senang apabila nanti bisa mendapat dukungan, bekerjasama dengan pihak lain termasuk MER-C, apalagi kalau sudah ada hasil yang bisa disampaikan ke masyarakat karena harus sudah diumumkan kepada masyarakat sebelum tanggal 22 Mei mendatang,” tambahnya.   Selain memberikan bantuan kemanusiaan di berbagai wilayah bencana, wilayah konflik juga turut menjadi perhatian Tim MER-C. Terkait hal ini, salah satu relawan MER-C yang turut dalam pertemuan tersebut, dr. Meaty Fransisca, memaparkan kiprah MER-C di Poso, salah satu wilayah konflik yang masih menjadi fokus MER-C. MER-C melakukan Politik Kemanusiaan untuk mengurangi dampak konflik dan mencegah korban yang lebih banyak akibat konflik berkepanjangan dan penanganan konflik yang non persuasif.   Sejak 2016 MER-C sudah menurunkan Tim sebanyak 3 kali ke Poso dimana misi pertama kali bersama Komnasham. Dengan latar belakang medis, menurutnya, MER-C bisa diterima oleh masyarakat di tempat-tempat yang berhubungan dengan konflik Poso, khususnya keluarga-keluarga DPO Poso, melakukan pengobatan dan pendekatan kepada mereka. Hal ini dilakukan untuk membangun kepercayaan dan merangkul mereka. Lebih lanjut Mea menyampaikan, “Bibit-bibit radikal yang ada apabila tidak kita sentuh, mereka akan mengikuti kembali jejak-jejak keluarga mereka yang sudah “di atas”. Kami berharap Komnasham bisa turut andil juga dalam hal ini,” tambah Mea.   Terkait hal ini, Ketua Komnasham sepakat bahwa penanganan kasus-kasus terorisme harus tanpa kekerasan. “Angka kekerasan harus sampai titik nol,” ujarnya. Menurutnya, hal ini sesuai konvensi internasional bahwa setiap proses hukum apapun terhadap proses hukum peradilan tidak boleh ada penyiksaan, perendahan martabat.   Ahmad Taufan Damanik menjelaskan bahwa Komnasham adalah lembaga negara yang independen yang concern pada Hak Asasi Manusia. “Kami sangat setuju agar kita bisa diatur pertemuan lebih lanjut antara Tim Komnasham dan MER-C untuk mendiskusikan masalah-masalah ini secara lebih detail,” tegasnya.   Info : Website : www.mer-c.org Call Center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia

Bertemu dengan Wakil Duta Besar Inggris, MER-C Jajaki Kerjasama Kemanusiaan

MER-C menyadari bahwa dana bukanlah hal yang utama, namun SDM relawan yang setiap saat siap turun ke lapangan dan jaringan (networking) adalah hal terpenting dalam menjalankan organisasi kemanusiaan ini. Dalam rangka memperluas jaringan tersebut, pertemuan dan audiensi dengan berbagai pihak terus dilakukan. Untuk itu, hari ini, Senin/15 April 2019, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad didampingi oleh dua staf MER-C melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Kedatangan Tim MER-C diterima dengan hangat oleh Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Rob Fenn dan staf. Dalam kunjungannya, Sarbini memaparkan mengenai MER-C sebagai sebuah NGO Indonesia dengan berbagai program medis dan kemanusiaan baik di dalam maupun di luar negeri. Dua diantaranya adalah program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di wilayah konflik Jalur Gaza, Palestina dan Rakhine State, Myanmar. Khusus di wilayah Rakhine State, Sarbini menyampaikan bahwa pembangunan RS Indonesia adalah program kerjasama MER-C, PMI (Palang Merah Indonesia) dan Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia). “Kami berharap RS Indonesia di Rakhine State bisa menjadi symbol perdamaian antara umat Muslim dan Budha di Myanmar sebagaimana yang membangun rumah sakit ini adalah umat Muslim, Budha dan rakyat Indonesia,” ujar Sarbini. “Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sangat berperan dalam pembangunan RS Indonesia,” tambahnya. Wakil Duta Besar Inggris memberikan apresiasinya terhadap filosofi yang menjadi dasar program pembangunan RS Indonesia, terlebih di Rakhine State, sebuah wilayah yang sangat tertutup. “Kami menghormati langkah ini, apalagi Bapak Jusuf Kalla terlibat di dalamnya. Kami sangat tertarik dengan apa yang telah MER-C lakukan baik di Palestina maupun di Myanmar. Saya berharap Inggris dan MER-C bisa bekerjasama ke depan,” ujar Rob. Pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit itu ditutup dengan pertukaran cinderamata antara kedua belah pihak. Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia

MER-C Turunkan Tim Medis dan Ambulans Bantu Korban Banjir di DIY

Hujan yang terus mengguyur disertai angin kencang di Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu/17 Maret 2019 telah menyebabkan banjir dan pohon tumbang di beberapa wilayah Bantul dan sekitarnya. Jumlah warga terdampak banjir secara keseluruhan di wilayah DIY tercatat sebanyak +/- 5.046 orang. Warga yang terkena bencana banjir bermalam di lebih dari 23 titik pos evakuasi. Sementara dua korban dikabarkan meninggal dunia. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui cabangnya di Jogjakarta menurunkan Tim Medis dan Ambulans untuk membantu para korban. Tim mengunjungi Dusun Numpukan, Desa Karang Tengah, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Di daerah tersebut banjir sudah mulai surut dan warga sudah mulai membersihkan rumah dari lumpur. Namun listrik masih mati total. Belum ada bantuan medis yang masuk, sehingga Tim MER-C pun langsung membuka pelayanan kesehatan di dusun ini. Sekitar +- 50 warga mendapatkan pengobatan. Lima warga yang tidak dapat datang ke pos MER-C dikunjungi rumahnya oleh Tim (home visit). Satu pasien terpaksa dirujuk ke RS PKU Bantul menggunakan Ambulance yang dibawa tim untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.   Informasi lengkap Kegiatan MER-C Jogja Kantor : Jl. Kaliurang KM 6,7 GG. Timor Timur no E4B, Sono, Sinduadi, Melati, Sleman, Yogyakarta No HP / WA 082135258145 FB : MER-C Jogjakarta IG : Merc_Jogja     #mercindonesia #blessingforuniverse        

Tim MER-C Layani Kesehatan 310 Warga Korban Banjir di Ngawi

Tim MER-C Indonesia melalui cabangnya di Jogjakarta yang terdiri dari dua relawan dokter, empat paramedis dan satu logistik memberikan bantuan pengobatan bagi sekitar 310 warga korban banjir di Ngawi, Jawa Timur. Rangkaian pelayanan kesehatan dimulai pada hari Minggu pagi, 10 Maret 2019. Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD kabupaten & Dinkes Ngawi, tim memfokuskan pelayanan di kecamatan Kwadungan, yang menjadi lokasi terparah karena air baru benar-benar surut pada hari Jum’at lalu. Di kecamatan Kwadungan, tim dibagi menjadi dua untuk melakukan pelayanan di empat tempat, yaitu dusun Genyol, dusun Putat, dusun Kendung Satu dan dusun Kendung Dua. Wilayah Kendung dan Putat menjadi daerah yang sama sekali belum tersentuh bantuan medis, sehingga MER-C menjadi tim medis pertama yang bisa memberikan layanan pengobatan umum di wilayah tersebut. Rincian jumlah pasien di empat dusun tersebut adalahKendung Dua 72 orang, Putat 101 orang, Genyol 82 orang, Kendung Satu 55 orang sehingga total pasien adalah  310 orang. Keluhan utama warga umumnya gatal-gatal, demam dan nyeri. Selain itu juga terdapat 10 pasien gigi yang diberikan penangan berupa pemeriksaan dan edukasi. Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia #mercindonesia#blessingforuniverse#relawanmerc#jihadprofesional

MER-C Menurunkan Tim Assessment Ke Lokasi Banjir Ngawi

Hari Sabtu (9/3/2019) MER-C Cabang Yogyakarta mengirimkan Tim Medis ke Kab. Ngawi, Jawa Timur yang saat ini dilanda musibah banjir. Misi tim adalah melakukan assessment dan pelayanan kesehatan di sejumlah lokasi terdampak banjir.    Tim terdiri dari dr. Fitriahati Setiyarizki, dr. M. Iqbal dan paramedis Rafiu Hafizhati, Bayu Setiyani, Fadli Mahjud, Tedy Febriadi, S.Kg, dan Nanang Khoirino di bagian logistik.   Selamat bertugas teman-teman relawan   Blessing for Universe…   Info : Website : www.mer-c.org Call center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia   #mercindonesia #blessingforuniverse #relawanmerc #jihadprofesional

Misi Kemanusiaan bagi Korban Tsunami Banten

Jumat/28 Des 2018 sekitar pkl 11 tadi malam, Tim ke-2 MER-C berangkat menuju kec. Sumur, Pandeglang untuk melanjutkan misi kemanusian bagi korban tsunami di Banten. Tim tediri dari 13 relawan dengan berbagai keahlian, yaitu dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, perawat, logistik dan dokumentasi. Tim berangkat dengan menggunakan 3 unit mobil double cabin dan 1 unit Isuzu Panther, disamping itu disiapkan juga 1 unit motor trail untuk menambah daya jelajah menembus daerah bencana yang masih terisolir dan terpencil. Dalam misi ke-2 ini, tim akan mengantisipasi turunnya korban-korban yang mengungsi ke perbukitan di belakang pantai sepanjang Sumur – Tamanjaya, juga mengunjungi titik di Desa Paniis, Desa Dungus dan Desa Gunung Priuk yang dalam kunjungan sebelumnya diketahui menjadi kantong pengungsian. Selain membawa bantuan obat-obatan, tim juga membawa bantuan logistic, jilbab, sarung serta masker bantuan dari para donatur yang akan disalurkan langsung kepada para korban. Masa tugas tim ke-2 direncanakan selama 6 hari ke depan hingga hari Kamis/3 Januari 2018. Sementara itu, saat ini MER-C masih mendalami informasi kebutuhan bantuan bagi masyarakat terdampak di wilayah Lampung Selatan dan sekitarnya untuk rencana penyaluran bantuan ke wilayah ini.   Info :Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaInstagram : @mercindonesia Rekening Donasi Misi Kemanusiaan untuk Korban Tsunami Banten – Lampung : BCA, 686.0099339 BSM, 701.5658.899 BNI Syariah, 303.2000.922 Semua Rekening atas nama:Medical Emergency Rescue Committee |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk Orang-orang yang Paling Membutuhkan|

Silahkan bertanya?