MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Relawan MER-C Lakukan Homevisit Pasien-Pasien Pasca Operasi

Salah satu kegiatan Tim MER-C di Lombok adalah homevisit ke tempat tinggal pasien-pasien korban gempa yang telah dioperasi. Homevisit dilakukan terjadwal setiap 3 hari sekali untuk mengecek dan merawat luka-luka mereka hingga sembuh. Minggu/26 Agustus 2018, adalah jadwal homevisit. Hari ini, Tim MER-C mengunjungi 5 pasien, yaitu Ibu Jumasip (dusun Gubug Indah, kec. Kayangan), Pak Arna (dusun Luk Barat, kec. Gangga), Bu Pasi (dusun Kertaraharja, kec. Gangga), Pak Bambang (dusun Jenggala, kec. Tanjung) dan Pak Sahidin (Tegal Wareng, kec. Pamenang). Tim juga menemukan satu warga korban gempa di dusun Sejongga, kec. Kayangan yang mengalami fraktur namum belum dioperasi. Untuk sementara waktu, Tim MER-C memberikan bantuan tongkat (kruk) kepada keluarga pasien sambil menunggu penjadwalan operasi. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulilombok

Relawan MER-C Terus Pantau Kondisi Pasien Pasca Operasi

Kondisi Lombok yang masih digoyang gempa tidak saja menambah trauma bagi masyarakat, namun juga memperluas daerah terdampak. Goncangan terakhir yang menembus magnitude 7 dikabarkan menimbulkan kerusakan parah hingga ke Pulau Sumbawa yang bersebelahan dengan Pulau Lombok.     Satu hal yang patut disyukuri, jumlah korban khususnya yang berasal dari Kab. Lombok Utara tidak bertambah signifikan. Pun demikian, fasilitas kesehatan yang sebelum sudah rusak semakin bertambah keparahannya sehingga tidak aman digunakan. Situasi yang semakin mengancam kondisi kesehatan warga korban dan pasien. Menanggapi ini, relawan MER-C Indonesia melakukan terobosan dengan mendirikan RS Lapangan di halaman SMP 3 Desa Gumantar, Kec. Kayangan, Kab. Lombok Utara untuk menambah jaringan RS lapangan yang sudah ada sebelumnya. Selain sebagai pos kesehatan, lokasi ini diharapkan bisa dipergunakan bersama dengan lembaga lain dengan misi yang berbeda sehingga penanganan terhadap korban gempa semakin terkoordinasi dan komprehensif. Sisi lain yang didapat adalah kedekatan dan kemudahan bagi pasien untuk memperoleh layanan kesehatan berkualitas. Kondisi pasien berat saat ini biasanya dirujuk ke RS Lapangan di RSUD Tanjung atau ke RS Apung di Pamenang, bahkan hingga ke Mataram. Tidak heran banyak yang menolak saat ditawarkan pilihan untuk perawatan. Dengan aspek kedekatan ini, diharapkan korban/ pasien mau untuk mendapatkan perawatan yang lebih memadai ketimbang di tenda. Satu yang diprediksi ke depan, setelah korban trauma (patah tulang), adalah meningkatnya kasus penyakit infeksi terutama yang mengenai saluran napas dan cerna. Kedua, adanya pos kesehatan menetap, juga memudahkan relawan untuk melakukan pengawasan pasien pasca operasi. Sepertinya ini yang berbeda dengan cara kerja lembaga lain. Banyak yang bisa merujuk, banyak yang bisa mengoperasi, namun sedikit yang bisa melakukan perawatan pasca operasi dan hampir tidak ada yang melakukan keseluruhan kegiatan itu semua. MER-C mencoba melakukan itu, mulai dari menemukan pasien, memeriksa kondisi, merencanakan tindakan yang diperlukan, operasi jika diperlukan dan perawatan sesudahnya. Hingga saat ini, relawan masih secara rutin mengunjungi tenda-tenda untuk mengecek kondisi luka operasi, instrumen fiksasi eksterna yang terpasang dan penyulit lainnya. Dan rutin dilakukan secara terjadwal, bukan acak. Terlepas dari fase bencananya, MER-C terus mendampingi pasien untuk melakukan rehabilitasi pasca operasi dengan pembagian tongkat (crutch) dan kursi roda sebagai bagian dari mobilisasi bertahap pasien. Kita berharap kegiatan ini bisa menginspirasi yang lain dan menjadi magnet agar distribusi bantuan semakin terorganisir, demi masa depan masyarakat Lombok yang terdampak. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui : BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

MER-C Buka Posko Kesehatan di Kayangan

Lombok, MINA – Untuk memudahkan akses bantuan kemanusiaan di bidang kesehatan untuk korban gempa lombok di daerah pelosok, Lembaga kemanusiaan Kegawatdaruratan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bangun Posko di SMPN 3 Kayangan, Dusun Boyotan baru, Desa gumantar, Kec. kayangan, Lombok Utara. Demikian dikatakan koordinator lapangan MER-C untuk Lombok, Dokter Hadiki Habib kepada Mi’raj News Agency (MINA), Sabtu, (18/8). Menurutnya lokasi ini dipilih untuk memudahkan MER-C mengakses daerah pelosok yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan. “Selain itu, posko ini juga ada lapangan luas dan relatif cukup jaraknya dari bangunan sekolah yang rusak sehingga aman bila terjadi gempa susulan,” ujarnya. Lebih lanjut, dari posko ini menurutnya, tim MER-C akan mudah menjangkau dua kecamatan yang lumayan besar terdampak gempa yakni kecamatan Kayangan dan Gangga. Posko ini terdiri dari satu tenda sebagai UGD, satu tenda untuk rawat observasi, satu tenda logistik dan relawan perempuan, dan satu tenda untuk relawan pria. “Posko ini untuk posko kita dan untuk pasien yang berobat ataupun dirawat. Ada ruang tindakan untuk perawatan luka dan pencegahan infeksi dari luka,” katanya. MER-C sendiri dalam menangani korban gempa, tidak hanya melakukan tindakan seperti operasi saja, tapi dilanjutkan perawatan berikutnya sehingga diperlukan posko kesehatan yang memadai. “Kami lakukan operasi, perawatan, sampai rehabilitasi. Jadi pasien kita pantau terus perkembangannya, sampai sembuh,” ujarnya. Selain itu, MER-C melakukan kegiatan mobile clinic di kantong-kantong pengungsian untuk mencegah terjadinya public health emergency, juga kegiatan Psychology trauma healing. Proses pengerjaan posko sendiri sudah berlangsung dua hari oleh Tim dari Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) dibantu tim MER-C dengan harapan Senin besok sudah dapat digunakan. (L/B01/P2). Sumber : https://minanews.net/permudah-akses-pengobatan-di-pelosok-mer-c-buka-posko-di-kesehatan-di-kayangan/

MER-C Tim Medis Pertama Capai Desa Salut

Kamis, 9 Agustus 2018, tim mobile clinic MER-C berangggotakan dr. Miftahul Masruri, dr. Akita Akbar, dr. Lia Rahmarini, Kipa Jundapri, Islamiyah Samaun, bersama tim MER-C Mataram masih menyisiri wilayah- wilayah gempa terparah di Lombok Utara. Kali ini wilayah yang dituju adalah dusun Salut Timur, desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kab. Lombok Utara. Tim MER-C merupakan yang pertama melakukan pertolongan medis di desa itu pasca gempa yang terjadi Ahad (5/8) lalu yang melanda NTB. Data pejabat desa setempat menyatakan, korban meninggal di desa tersebut 14 orang. Sementara korban luka ringan dan berat baru mendapat pengobatan setelah tim MER-C tiba di desa. Desa Salut memiliki delapan dusun, yaitu Salut timur, Kendal Barat, Montong Singgang, Tunjang Besi, Tanak Sebang, Nursnjong, Sambitintang, dan Lokok Beru. Kondisi desa Salut masih mencekam. Listrik belum menyala sejak tragedi gempa. Masyarakat masih trauma. Hampir semua rumah warga hancur (90 persen). Selain bantuan pengobatan medis, hal yang mendesak adalah kebutuhan air bersih. Selama ini warga mengandalkan air PAM desa. Sejak gempa, saluran air terputus hingga warga belum mendapat air bersih hingga saat ini. Gempa Ditengah Operasi Sementara itu, Tim Bedah MER-C bersama tim bedah lainnya masih berfokus membantu pasien-pasien korban gempa dari berbagai daerah yang dirujuk ke RSU Mataram. Tim melakukan _ward triage_ utk menentukan prioritas pasien yang dioperasi, lalu dilanjutkan dengan kegiatan operasi. Ditengah operasi, tim dikejutkan dengan gempa cukup besar berkekuatan 6,2 SR, membuat dokter dan pasien panik sampai ada yang berlarian. Sementara, Tim berlindung di tepi-tepi dinding lantai 4, tempat kamar operasi berada. Setelah gempa mereda, operasi segera diselesaikan dan lanjut briefing dengan Direktur RS serta tim lainnya. Diputuskan untuk menghentikan pelayanan di RS Mataram dan mencari alternatif pelayanan bedah di RS lain, atau dengan menggunakan tenda atau kontainer.Dukungan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui : BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

Tim MER-C Lakukan Operasi dan Terus Lanjutkan Mobile Clinic

Pasca kedatangan tim bedah dan tambahan relawan medis dari Jakarta, Rabu (8/8), Tim MER-C mulai melakukan tindakan operasi bagi para korban gempa di RSU Mataram. Kegiatan mobile clinic pun terus dilanjutkan untuk menyisiri wilayah-wilayah terdampak gempa khususnya di Lombok Utara. Hari ini, Tim MER-C dibagi dalam empat tim kecil. Tim 1, yaitu Tim Bedah bertugas di RSU Mataram untuk membantu menangani pasien-pasien korban gempa yang mengalami trauma tulang yang banyak dirujuk ke rumah sakit ini. Tim 2 bertugas di RS Tanjung, Kab. Lombok Utara. Sementara Tim 3 dan Tim 4 melakukan mobile clinic ke wilayah gempa di desa Gumantar, kecamatan Kayangan, dan menyisiri beberapa dusun di desa ini. Desa Gumantar terletak di kaki gunung Rinjani, lima km dari tepi pantai Lombok Utara. Desa ini berjarak sekitar 30 km dari posko utama MER-C di RS Tanjung. Hampir 95 persen bangunan permukiman di desa itu roboh. Sementara 46 warga desa dinyatakan meninggal dan ratusan lainnya luka luka akibat gempa. Salah satu korban luka adalah anak berusia 8 tahun yang datang ke posko mobile MER-C dengan muka dan punggung yang penuh luka baret. Di pahanya ada luka yang sudah dijahit. Namun ternyata masih ada luka di kepala yang belum dijahit. Ketika dokter MER-C memeriksa, kondisi lukanya cukup lebar dan dalam sampai tulang tengkorak kepala terlihat. Lukanya juga sudah terinfeksi. Akhirnya tim merujuk anak ini ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kepala desa Gumantar, Japardi, menyatakan rasa terima kasihnya kepada Tim Medis MER-C yang telah memberikan bantuan medis kepada masyarakat Gumantar. Ia berharap MER C mendirikan posko kesehatan di desa itu. Desa Gumantar memiliki 1.697 kepala keluarga, terbagi atas delapan dusun dengan jarak yang cukup jauh antara satu dusun dengan dusun lainnya. Sebagian kondisi jalan mengalami kerusakan akibat tertimpa longsor.—– Bantuan dan Donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui : BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

Relawan Medis MER-C Terus Lakukan Mobile Clinic

Selain pelayanan medis di Rumah Sakit, relawan MER-C juga terus melakukan mobile clinic ke wilayah terdampak gempa yang masih membutuhkan bantuan pengobatan.   dr. Muhammad Nauval, relawan medis dari MER-C Mataram pada hari ini, Selasa (7/8), bersama Tim Dinkes Provinsi Lombok melakukan mobile clinic dan memberikan bantuan ke wilayah terdampak gempa, tepatnya di daerah dusun Bentek, kecamatan Pemenang, kabupaten Lombok Utara. Tim juga melakukan mobile clinic ke wilayah Gunung Sari, Lombok Barat.  Bantuan dan Donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

Tim Initial Assessment MER-C Bergerak ke Lokasi Gempa Lombok

Update bencana gempa Lombok:   Sekitar pukul 14.00 MER-C melalui cabang mataram mengirimkan relawan dr. AD Irma Ramdhani bersama gabungan tim Dinas kesehatan Lombok Barat yg dipimpin oleh dr. Sapto Sutardi berangkat menuju lokasi bencana.     Tim berangkat menuju lombok utara yaitu daerah bayan untuk melakukan initial assessment (penilaian awal) di lokasi bencana, untuk mencatat apa saja yang dibutuhkan saat ini dan mengatur rencana selanjutnya, tim juga membawa obat-obatan, air minum dan mie instan sebagai bantuan awal untuk korban bencana.   MER-C Cabang Mataram

MER-C membuka posko kesehatan di SD Tritis Sanjaya

Jogyakarta – Sabtu, 26 Mei 2018 MER-C cabang Jogja mengirimkan tim medis ke lokasi pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Kondisi kesehatan warga sudah tidak ditemukan keluhan. Kemudian, Tim medis MER-C Jogja beralih membuka posko kesehatan di Titik kumpul SD Tritis Sanjaya dari pukul 21.00 – 23.30 WIB.  Tim MER-C Jogja melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 49 warga. Adapun Penyakit yang paling sering dialami pengungsi adalah nyeri kepala, pusing, batuk pilek, mual, sulit BAB, demam, gatal-gatal, dan mata perih. Bersumber dari Bapak Musdi, Relawan Turgo, Jumlah data warga yang berada pada titik kumpul daerah Tritis yaitu : 1. Titik kumpul di rumah Bapak Heru dan famili Turgo Rt 01/01 Tritis Purwobinangun     Hari sabtu tgl 26 mei 2018, pukul  22:51 wib, Jumlah warga keseluruhan total 64 jiwa 2. Titik kumpul SD Sanjaya tritis, purwobinangun pakem     Hari sabtu tgl 26 mei 2018, pukul  21.30 wib, Jumlah yg ada di titik kumpul SD Sanjaya Tritis 101 jiwa Bahan- bahan yang dibutuhkan untuk  balita, dewasa, lansia : minyak telon, pempers, pmt balita, selimut bayi, popok dan cel baby, perlak, peralatan mandi, vitamin dan obat-obatan, pakaian dalam wanita, bantal, minyak kayu putih, tolak angin Bantuan dan donasi dapat disalurkan melalui rekening kemanusiaan MER-C JogjaBSM 7004995818 Atas Nama MER-C DIJ MER-C Jogja :Jl.Kaliurang Km 6,7, Gang Timor Timur No E4B, Sono, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta Telepon/WA: 082135258145 Facebook:MER-C Jogjakarta Instagram:@merc_jogja

Peningkatan Status Gunung Merapi, MER-C Siagakan tim Medis

Jogyakarta  – MER-C cabang Jogja mengirimkan tim medis ke lokasi pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Jumat (25/5/2018). Tim medis MER-C Jogja membuka posko kesehatan dari pukul 17.00  – 21.00 WIB. Tim MER-C Jogja melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 19 orang pengungsi. Diantaranya adalah lansia 17 orang, dan anak 2 orang. Penyakit yang paling sering dialami pengungsi adalah nyeri kepala, pusing, batuk pilek, mual, sulit BAB dan demam. Hal ini kemungkinan besar terjadi akibat kondisi hidup di barak pengungsian yang penuh tekanan psikis sehingga timbul cemas yang menimbulkan ketegangan otot dan hiperaktivitas saraf. Selain itu kondisi barak yang padat pengungsi meningkatkan risiko penyakit menular seperti demam ataupun batuk dan pilek. Untuk itulah, selama terjadi peningkatan status Gunung Merapi, MER-C Jogja akan rutin membuka posko kesehatan guna membantu pencegahan dan penanggulangan penyakit pada pengungsi dan relawan terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. MER-C Jogja :Jl.Kaliurang Km 6,7, Gang Timor Timur No E4B, Sono, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta Telepon/WA: 082135258145 Facebook:MER-C Jogjakarta Instagram:@merc_jogja

MER-C Cabang Jogya Buka Posko Kesehatan di Desa Glagaharjo

Jogyakarta – Kamis 24 Mei 2018 MER-C cabang Jogja mengirimkan tim medis ke lokasi pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Tim medis MER-C Jogja membuka posko kesehatan dari pukul 16.00 – 21.00 WIB. Pada hari kamis 24 Mei MER-C melakulan pemeriksaan kesehatan terhadap 6 orang pengungsi. Diantaranya adalah lansia 3 orang, dewasa 2 orang dan anak 1 orang. Selain itu MER-C Jogja turut melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap relawan dan menyediakan suplemen multivitamin bagi 30 orang relawan.     Berikut adalah komposisi warga yang mengungsi di Desa Glagaharjo: Warga Mengungsi (mandiri) :#Dusun Kalitengah Lor : 187 jiwa;#Dusun Kalitengah Kidul : 8 jiwa;#Dusun Srunen : 6 jiwa.Total : 201 jiwa #Berdasar Pembagian Kelompok :– Anak : L 19 jiwa; P 18 jiwa;– Balita : L 5 jiwa; P 2 jiwa;– Lansia : L 17 jiwa; P 54 jiwa;– Ibu Hamil : 1 jiwa;– Dewasa : L 28 jiwa; P 56 jiwa. Sumber informasi: TRC BPBD DIY Selama terjadi peningkatan status Gunung Merapi, MER-C Jogja akan rutin membuka posko kesehatan guna membantu pencegahan dan penanggulangan penyakit pada pengungsi dan relawan terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. MER-C Jogja :Jl.Kaliurang Km 6,7, Gang Timor Timur No E4B, Sono, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta Telepon/WA: 082135258145 Facebook:MER-C Jogjakarta Instagram:@merc_jogja

Silahkan bertanya?