MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Ukhuwah Al-Fatah Rescue: Warga Naiman NTT Kekurangan Air Bersih

Malaka Tengah, MINA – Warga Naimana Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban paska Banjir Bandang saat ini mengalami kekurangan air bersih. Demikian laporan Ketua Koordinator Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) NTT Jawir Julfikar kepada MINA, Kamis (15/4). “Selain itu, (di lokasi terdampak parah) rawan kelaparan karena penyimpanan hasil panen hampir semuanya rusak akibat air banjir menghantam rumah-rumah warga,” kata Jawir. Dia mengatakan, UAR bersama lembaga kegawatdaruratan medis Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) mendirikan dua posko dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana banjir. Sebelumnya, MER-C dan UAR memberikan pelayanan kesehatan untuk 100 Kartu Keluarga desa Naimana NTT, korban banjir yang menghantam warga. “UAR dan MER-C memberikan pelayanan kesehatan untuk 100 KK, rata-rata warga Naimana mengalami sakit batuk, flu, gatal-gatal karena lumpur dan demam dialami anak-anak,” ujarnya. Lanjut kata Jawir, mereka merasa tertolong dengan bantuan Sembako tapi tidak menjamin untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu yang lama.Tim UAR dan MER-C difungsikan penanganan medis, UAR mendampingi MER-C untuk bantuan medis. Tim MER-C berjumlah 5 relawan terdiri dari 1 orang Dokter Bedah, 1 orang dokter umum, bersama 3 perawat, sedangkan team UAR menerjunkan 2 relawannya. (L/R4/R1) Sumber : https://minanews.net/ukhuwah-al-fatah-rescue-warga-naiman-ntt-kekurangan-air-bersih/

Nasionalisme Dan Kemanusiaan Di Batas Negeri

(Catatan Tim Relawan MER-C untuk NTT)   Rabu/14 April 2021, menjumpai para mama, papa, oma, opa, beserta adik-adik yang memilih  untuk setia pada NKRI sejak tahun 1999, ketika Timor Timur atau yang saat ini dikenal dengan Timor Leste memisahkan diri dari Indonesia. Mereka lebih memilih Indonesia ketimbang Timor Leste karena merasakan hidup di NKRI lebih aman. Konon kabarnya saat itu kondisi Timor Leste sangat tidak stabil, sering terjadi pembunuhan. Entah apa motif pembunuhan tersebut, kami juga tidak memahami.   Memilih menjadi WNI meninggalkan tanah kelahirannya Timor Leste bukanlah hal yang mudah. Terutama bagi mereka yang tidak memiliki cukup harta untuk memulai kehidupan baru di negeri baru. Seorang mama menceritakan, dia tidak memiliki tanah sama sekali. Keluarganya bertahan hidup dari kebaikan saudara sesuku yang mengijinkan tanahnya untuk dikelola.    Para pemilik wajah eksotis khas Timor Leste ini, berdiam di sebuah kampung yang dikenal dengan Trans Kotun di desa Naimana kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketika kami menanyakan salah seorang Mama, apakah punya KTP Indonesia? “Tentu saja punya,” jawab Mama dengan dialek khasnya. Apa mama bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya? Tentu saja bisa, seketika serentak para mama dan papa beserta muda-mudinya menyanyikan lagu Indonesia Raya. Rasa haru terpancar dari sorot mata masyarakat transkotu, dan juga para relawan yang hadir di sana. Tak lama kemudian relawan MER-C bergegas mempersiapkan layanan pengobatan umum bagi warga Trans Kotun, sambil sesekali berdialog dengan warga yang menunggu antrian untuk diperiksa. Sebelumnya memang pernah ada bantuan layanan kesehatan, di sekitar lokasi kampung mereka, cukup jauh lokasinya. Ketika mereka berbondong-bondong datang, ternyata pengobatan telah bubar.    Lokasi pengobatan umum kami buka di pekarangan rumah seorang warga Trans Kotun, terdapat juga kuburan keluarga khas katolik di pekarangan tersebut. Mama bercerita saat itu banjir air bercampur lumpur setinggi lebih dari 1 meter, masuk ke dalam rumahnya. Mereka bertahan di loteng rumah bersama 30 warga lainnya, hingga bantuan untuk mengungsi datang. Mereka tidak hanya kehilangan harta benda, tetapi juga hasil kebun yang diharapkan untuk menyambung kehidupan sehari-hari. Saat ini mereka bertahan hidup dari bantuan sembako yang disalurkan oleh pemerintah setempat maupun LSM. Cerita pilu lainnya dari dusun Kobadein, Kab. Malaka Tengah. Seorang mama bercerita mereka bertahan hidup di atas atap rumah selama 2 hari tanpa makan dan minum hingga bantuan datang. Mereka sangat bersyukur keluarga dan tetangga sekitarnya selamat semua, hanya harta yang hilang.    Di negeri batas Timor Leste ini, bahasa kemanusiaan dan nasionalisme begitu terasa, tanpa ada sekat pemisah agama, ras, ataupun pandangan politik. Semoga akan selalu ada semangat berbagi untuk saudara kita yang membutuhkan.   —— Bantuan dan Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C :   BCA. 686.0099339 BSM. 701.5658.899 BNI Syariah. 303.2000.922 Bank Mega Syariah. 1000.209.400   Semua rekening atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Call Center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG dan Twitter : @mercindonesia Youtube : MER-C Indonesia

Pasca Siklon Tropis, MER-C Kirim Tim ke NTT

MER-C Indonesia mengirimkan lima relawannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT), provinsi yang sebagian wilayahnya diterjang bencana angin kencang, banjir bandang dan tanah longsor akibat siklon tropis Seroja, Minggu/11 April 2021. Setibanya di Kupang, ibukota NTT Tim langsung berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Kesehatan setempat dan pihak terkait lainnya.                             Berdasarkan hasil koordinasi sementara, Tim MER-C yang beranggotakan Dr. Rifqi Zulfikar, SpB, Dr. Laily Anna Diah Ardi Shinta, Ade Andrian, S.Kep., Ns., Iis Islamiah dan Marissa Noriti, S.Farm, memutuskan untuk melakukan assessment ke Desa Bena di Timor Tengah Selatan (TTS). “Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak, dari BPBD Provinsi menyarankan kami ke Desa Bena di Timor Tengah Selatan,” ujar dr. Rifqi Zulfikar, SpB, Ketua Tim MER-C untuk NTT. “Menurut data yang kami dapat belum ada tim medis ke sana. Info dari lokasi juga masih sangat terbatas karena sulitnya sinyal pasca bencana. Untuk itu, kami akan melakukan assessment langsung ke lapangan,” tambahnya. Bena adalah salah satu desa yang dilanda bencana banjir. Desa ini sering mengalami banjir karena wilayahnya landai, ditambah adanya siklon tropis Seroja yang memicu cuaca ekstrem di NTT.                               Senin/12 April 2021, Tim MER-C bersama Relawan Ukhuwah Al Fatah Rescue (UAR) bergerak menuju desa Bena. Sebelumnya, Tim membeli tambahan obat-obatan di Kupang untuk persiapan pelayanan medis bagi warga korban bencana. “Sebagian obat kami bawa dari Jakarta, beberapa tambahan obat kami beli di Kupang. Kami juga membawa emergency kit dan set bedah minor yang memungkinkan penanganan operasi kecil di lapangan jika diperlukan. Dengan bekal ini, kami akan melakukan assessment ke wilayah terdampak bencana yang masih membutuhkan bantuan medis. Mohon doanya,” ujar dr. Rifqi, relawan yang baru saja menyelesaikan pendidikan spesialis bedahnya dan langsung terpanggil untuk menjalankan tugas kemanusiaan ke NTT.                               Bantuan dan Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C : BCA. 686.0099339BSM. 701.5658.899BNI Syariah. 303.2000.922Bank Mega Syariah. 1000.209.400Semua rekening atas namaMedical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut :Call Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG dan Twitter : @mercindonesiaYoutube : MER-C Indonesia

Silahkan bertanya?