MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Tim MER-C Jangkau Ratusan Pasien di Wilayah Sulit di Lamba Leda, NTT

Flores – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (25/8/2026) bergerak memberikan layanan kesehatan melalui mobile clinic di sejumlah titik wilayah yang sulit dijangkau di Kecamatan Lamba Leda. Melalui layanan mobile clinic, Tim MER-C berhasil menjangkau ratusan pasien di sejumlah wilayah yang sulit mengakses fasilitas kesehatan. Pelayanan dilakukan hingga malam hari. Selain mobile clinic, Tim MER-C juga melakukan penanganan korban di Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSTKA) serta mengunjungi Puskesmas Benteng Jawa. Kepala Puskesmas Benteng Jawa, Grandus Hsu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian MER-C yang turut membantu masyarakat terdampak gempa di NTT. “Atas nama Puskesmas Benteng Jawa, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Relawan MER-C yang datang, baik dari NTB maupun dokter dari Jakarta, yang telah datang jauh-jauh untuk membantu kami,” ujar Grandus. Layanan mobile clinic MER-C merupakan bagian dari upaya untuk memastikan warga tetap dapat mengakses layanan kesehatan, khususnya masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau, pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di NTT. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DciiyPyT_r5/?igsi=MXR2YWk0dHlkYm5iNQ== https://www.facebook.com/share/v/1E19QEt2Ce/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVg8rxpq

Tim MER-C Lakukan Tindakan Bedah Korban Gempa NTT di Atas Kapal RSKKA

Flores – Tim Bedah MER-C yang diterjunkan dalam respons bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bergerak memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak di lokasi pengungsian. Pada Senin (24/8/2026), Tim Bedah MER-C berkolaborasi dengan perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA), Emergency Medical Team (EMT) IDI Jawa Timur, mengunjungi Posko Dampek di Manggarai Timur. Kunjungan dilakukan untuk melakukan asesmen terhadap korban gempa, khususnya mencari pasien yang mengalami trauma akibat gempa dan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Berdasarkan hasil asesmen, sebagian besar pasien telah mendapatkan penanganan sebelumnya. Sementara itu, sejumlah pasien bedah yang datang ke RS Lapangan Kolaboratif, tempat Tim MER-C bertugas, merupakan pasien yang mengalami kendala mengakses fasilitas kesehatan lanjutan. Beberapa kasus yang ditemukan antara lain abses pada kaki serta ruptur otot. Pasien memilih datang ke RS Lapangan Kolaboratif, karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal mereka dan pasien juga tidak bersedia dirujuk ke fasilitas kesehatan lain. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Tim MER-C bekerja sama dengan RSKKA, Pemerintah Provinsi NTB dan EMT IDI Jawa Timur melakukan tindakan bedah di atas kapal RSKKA. Para pasien menyampaikan rasa syukur karena keluhan yang telah lama mereka alami akhirnya dapat ditangani oleh tim dokter. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DciEtavE9Us/?igsi=ZGkzcXQ1cjVrZmpq https://www.facebook.com/share/v/1EwcriCR9E/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVbmAw2X

MER-C Berangkatkan Tim Bedah ke NTT

Jakarta – MER-C Indonesia pada Minggu (23/8/2026) memberangkatkan Tim Bedah ke lokasi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman Tim Bedah merupakan tindak lanjut dari respons MER-C terhadap bencana gempa bumi di NTT. Sebelumnya, MER-C telah memberangkatkan Tim Advance untuk melakukan asesmen awal di lokasi. Setelah Tim Bedah, MER-C juga berencana mengirimkan tim lanjutan, yakni Emergency Medical Team Fixed 1 (EMT-F1). Tim Bedah ini terdiri dari dokter spesialis bedah anak, dokter spesialis bedah ortopedi, dokter umum, serta perawat kamar bedah. Dalam misi ini, Tim membawa sejumlah bantuan untuk mendukung penanganan kasus bedah anak, trauma, dan kasus lainnya. Bantuan tersebut meliputi peralatan dan instrumen ortopedi, implan ortopedi, serta peralatan untuk tindakan konservatif pada kasus-kasus ortopedi. Salurkan bantuan Anda melalui Rekening Bank Amanah Kemanusiaan Umum Rek. No. 686.0099339 Bank Central Asia (BCA) Rek. No. 701.5658.899 Bank Syariah Indonesia (BSI) atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcgLmuFz9vi/?igsi=MTMxcDIxNDJ4c2RuOQ== https://www.facebook.com/share/v/1JsZL8qfLV/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVVgVstY

Tiba di NTT, Tim MER-C Langsung Bergerak ke Area Terdampak Gempa

Flores– Tiba di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (22/8), tim MER-C Indonesia langsung bergerak memeriksa sejumlah korban luka terdampak gempa bumi di lokasi pengungsian. Sebelumnya, tim MER-C telah melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan sejumlah pihak, di antaranya Puskesmas Dampek dan Camat Lawa Leda Utara, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga, Tim Medis Pemerintah Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Manggarai Tengah dan Dinas Kesehatan Manggarai Timur, serta Rumah Sakit Lapangan Pusat Krisis di Ruteng Tim kemudian mendapat informasi dari Puskesmas Dampek mengenai sejumlah pengungsi yang mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan rumah saat gempa terjadi. Mendapat informasi tersebut, tim MER-C bersama tim medis Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga dr. Agus Harianto, Sp.B, serta Tim Kesehatan NTB bergerak menuju lokasi pengungsian di Dusun Waso, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para korban direncanakan menjalani pemeriksaan penunjang berupa rontgen untuk menentukan penanganan selanjutnya. Relawan MER-C,dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.OT., Subsp.CO(K)., berangkat dari Jakarta pada Jumat (21/8)6 menuju Labuan Bajo. Setibanya di Labuan Bajo, ia langsung melanjutkan perjalanan menuju Ruteng. Dari Ruteng, perjalanan dilanjutkan menuju Reo kemudian ke Dampek. Dalam perjalanan menuju wilayah terdampak, tim menemukan sejumlah kondisi jalan yang terdampak bencana. Di beberapa titik terdapat bekas longsoran, sementara jembatan Wae Pesi di ruas Ruteng-Reo mengalami kerusakan ringan. Tim MER-C juga sempat bertemu dengan Yayasan Nurul Huda di Masjid Nurul Huda Reo. Masjid tersebut mengalami kerusakan berat sehingga didirikan masjid darurat di halaman. MER-C berencana membuka posko di sekitar masjid tersebut, karena akses air, listrik serta bangunan yang dapat digunakan sebagai posko di lokasi tersebut dalam kondisi cukup baik. Berdasarkan pemantauan awal tim MER-C, kerusakan akibat gempa cukup berat di sejumlah wilayah. Di wilayah Reo, Manggarai Tengah, tingkat kerusakan diperkirakan mencapai 30–40 persen. Sementara di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, kerusakan dilaporkan mencapai sekitar 90 persen. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DcbBFhZkyqY/?igsi=MTNxcmQ0YXFuaGVzaA== https://www.facebook.com/share/v/1Jj3Bbdunq/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVxycBLm

MER-C Berangkatkan Tim Advance ke NTT

Jakarta – MER-C Indonesia pada Jumat (21/8/2026) memberangkatkan tim advance ke lokasi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim tersebut terdiri dari tiga relawan medis, yakni Presidium MER-C dr. Zecky Eko Triwahyudi yang berangkat dari Jakarta, serta dr. AD Irma dan perawat Samsudin Aziz dari Mataram. Tim advance dikirim untuk melakukan asesmen langsung di lapangan dan memetakan sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi penugasan bagi tim lanjutan yang akan diberangkatkan MER-C. Dr. Zecky mengatakan, sebagai respons terhadap situasi di NTT, MER-C berencana mengirimkan dua tim utama, yakni tim bedah trauma dan Emergency Medical Team Fixed 1 (EMT-F1). “Kita tahu beberapa area cukup luas dan berbagai tim sudah turun di sana. MER-C akan melengkapi tim yang sudah ada di sana. Kita akan menyusuri area yang masih membutuhkan tenaga medis,” ujar dr. Zecky. MER-C rencananya akan bertugas di wilayah Ngada dan Nagekeo. Namun, lokasi penugasan masih akan ditinjau lebih lanjut berdasarkan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat terdampak. “Sejauh mana wilayah-wilayah terdampak membutuhkan tim medis akan kita lihat di lapangan, sehingga kondisi kesehatan masyarakat masih bisa kita back up sementara waktu sampai fasilitas kesehatan di lokasi pulih kembali,” katanya. Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WIB. Menurut data BMKG, sebanyak 87 orang dilaporkan meninggal dunia, 1.298 orang luka-luka, dan 150.576 jiwa terpaksa mengungsi di berbagai posko akibat gempa tersebut. Bencana tersebut juga menyebabkan sedikitnya 11.925 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat, serta merusak puluhan fasilitas ibadah dan sekolah. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcXoPKGToJS/?igsi=bGtsbjRsY3kwdXFx https://www.facebook.com/share/v/1BpkfAY6Fp/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVu1SDyo

Misi Kemanusiaan Gempa Nusa Tenggara Timur

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) telah menyebabkan sejumlah kerusakan dan korban jiwa. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, MER-C tengah menyiapkan keberangkatan tim medis untuk memberikan dukungan pelayanan kesehatan bagi para korban. MER-C mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung misi kemanusiaan bagi saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT. Dukungan dapat disalurkan melalui: Medical Emergency Rescue Committee (MER-C)Amanah Kemanusiaan Umum Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 686.0099339 Bank Syariah Indonesia (BSI)Rek. No. 701.5658.899 Mari bersama membantu meringankan beban masyarakat terdampak dan mendukung upaya pemulihan pascagempa di NTT.

PRAY FOR NUSA TENGGARA TIMUR

Duka menyelimuti saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Gempa bumi yang terjadi meninggalkan kepanikan, kehilangan, dan ketidakpastian bagi masyarakat yang terdampak. MER-C Indonesia menyampaikan duka dan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh masyarakat terdampak musibah gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Semoga mereka yang sedang menghadapi masa sulit diberi kekuatan, ketabahan, dan perlindungan. Mari bersama, menguatkan Nusa Tenggara Timur.

Silahkan bertanya?