MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Kembali Kirim Tim Medis dan Psikolog Bantu Korban Gempa NTT

Jakarta – MER-C kembali mengirimkan tim medis ke lokasi terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (1/9/2026). Dalam misi kali ini, MER-C turut mengirimkan psikolog klinis untuk memberikan layanan psikososial kepada para penyintas bencana. Tim berjumlah empat relawan, terdiri dari satu dokter spesialis bedah anak, satu dokter spesialis ortopedi, satu perawat, dan satu psikolog klinis. Psikolog Klinis MER-C, Nida Nur Rahmawati, mengatakan layanan psikososial akan diberikan kepada penyintas dari berbagai kelompok usia, khususnya anak-anak. “Untuk anak-anak, kami membantu menangani trauma agar tidak berdampak berkepanjangan. Sementara untuk orang dewasa dan lansia, kami membantu menangani stres agar tidak berkembang menjadi gangguan yang dapat memengaruhi kondisi fisik maupun aspek lainnya,” ujar Nida. Dalam memberikan pendampingan kepada anak-anak, tim juga membawa sejumlah perlengkapan sederhana untuk mendukung kegiatan bermain dan membantu proses pemulihan psikologis, seperti krayon dan karet gelang. Selain memberikan layanan psikososial, tim medis MER-C juga akan memberikan pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah terdampak gempa, bekerja sama dengan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI). Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/Dc-8PH2zHWC/?stkn=eDNvbHB1bDJpcDBy https://www.facebook.com/share/v/1EcTZP32o2/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSq6qPDAC

Tim Medis MER-C Layani 223 Warga Dusun Terpencil di Reo Barat

Manggarai Tengah— Tim medis MER-C menggelar pelayanan kesehatan di Dusun Nggalak dan Dusun Jong, Desa Way Kajong, Kecamatan Reo Barat, Kabupaten Manggarai Tengah, Minggu (1/9/2026). Tim yang terdiri dari 1 dokter spesialis KKLP, 1 spesialis bedah tulang (Sp.OT), 3 dokter umum, 1 perawat, dan 1 dokumentasi ini sempat mendapat prioritas pengisian BBM di Reo sebelum menempuh perjalanan 2,5 jam melintasi jalan rusak. Sebanyak 223 warga antusias memeriksakan kesehatan. Antusiasme tinggi ini dipicu oleh ketiadaan tenaga dokter di puskesmas yang menaungi desa setempat. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tiga penyakit terbanyak yang ditemukan pada pasien meliputi tuberkulosis (TB), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan hipertensi. Aksi medis ini menjadi bentuk respons MER-C dalam menjangkau wilayah terpencil yang minim akses fasilitas kesehatan pascabencana. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/Dc9-8S9Trty/?stkn=NXo0NGE4a3Q1ZW44 https://www.facebook.com/share/v/19hsz2Wr6F/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqjoLEJR

MER-C Terjunkan Tim Medis Layani Korban Gempa di Kecamatan Lamba Leda Utara, NTT

Manggarai Timur— Tim medis MER-C menggelar pelayanan kesehatan di Desa Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (31/8/2026). Giat ini menerjunkan 7 personel: 1 dokter spesialis KKLP, 1 dokter spesialis bedah tulang (Sp.OT), 3 dokter umum, 1 perawat, dan 1 dokumentasi. Tim dibagi dua kelompok. Tim pertama bertugas di RS Lapangan Kolaboratif Dampek memantau 4 pasien rawat inap pascaoperasi dan merapikan stok obat. Tim kedua menyisir Kampung Nanga Lirang secara mobile dan berhasil memberikan pelayanan kesehatan kepada 31 warga setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, mayoritas warga mengeluhkan gangguan kesehatan berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, dan dermatitis. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi risiko pemburukan kondisi kesehatan masyarakat terdampak pascabencana. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/Dc3L2XuzVCj/?igsi=MXBucnB6bDU3dDJ2aw== https://www.facebook.com/share/v/14naPAT7SHp/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqRKArwm

Tim Mobile MER-C Berikan Layanan Kesehatan untuk Warga Terdampak Gempa di Reok Barat, NTT

Flores – Tim Mobile MER-C yang terdiri dari dua dokter umum, satu dokter spesialis bedah anak, dan dua perawat kembali memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Sabtu (29/8/2026), tim memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas Wae Kajong, Kecamatan Reok Barat, serta menjangkau masyarakat di Kampung Ngolak yang merupakan salah satu wilayah kerja Puskesmas Wae Kajong. Di Kampung Kolang, tim melayani 51 pasien. Sementara itu, pelayanan di pos kesehatan Puskesmas Wae Kajong mencatat 50 pasien. Keluhan yang paling banyak ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kepala Puskesmas Wae Kajong, Bonefasius Ceisman atau yang akrab disapa Beni, menyambut positif kehadiran relawan MER-C dalam membantu pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. “Ini merupakan hal yang positif dan menjadi kebanggaan bagi kami sebagai petugas kesehatan di Puskesmas Wae Kajong dengan kehadiran tim relawan MER-C dari Jakarta maupun Mataram,” ujarnya. Ia mengapresiasi para relawan MER-C yang dengan sukarela mendatangi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Wae Kajong dan memberikan pelayanan kesehatan secara langsung. “Kami atas nama teman-teman Puskesmas mengucapkan terima kasih banyak kepada para relawan MER-C dari Jakarta maupun Mataram. Kiranya silaturahmi dan persaudaraan ini semakin erat, tidak hanya hari ini, tetapi terus berlanjut kapan pun dan di mana pun,” katanya. Pelayanan kesehatan mobile ini menjadi bagian dari upaya MER-C menjangkau masyarakat di wilayah terdampak gempa yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan, termasuk daerah yang sulit dijangkau. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Dc0jnPZk0w2/?igsi=NGs5ZXR3cTJibGp3 https://www.facebook.com/share/v/1Lrxw7bNJv/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqeFwtRN

Penyintas Gempa di Reok Mulai Bangkit, MER-C Dampingi Pemulihan

Manggarai— Relawan MER-C Indonesia, dr. M. Rizky Firmansyah melaporkan kondisi pascagempa bumi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT. Gempa ini merusak pemukiman, ruko, hingga masjid yang terpaksa berpindah ke tenda darurat. Di tengah kerusakan parah, para penyintas mulai bangkit pascabencana. Salah satu warga, Mama Nancy, menceritakan kepanikan saat gempa melanda. “Langsung lari, ketakutan dibilang tsunami, lari ke Gunung Cunggu tempat pengungsian,” ungkapnya. Sekitar seminggu setelah bencana, warga seperti pasangan Bapak Ivan-Mama Nancy serta Mama Saputri memberanikan diri kembali berjualan makanan dan kue demi menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Aktivitas ini menjadi tumpuan warga untuk memulihkan trauma dan ekonomi. Relawan dr. M. Rizky menyebutkan, timnya rutin membeli sarapan di warung warga untuk mendukung usaha para korban yang terus berjuang di tengah keterbatasan. Melalui basecamp di Reok, MER-C Indonesia terus mendampingi warga dan menyalurkan bantuan kemanusiaan guna mempercepat proses pemulihan korban bencana. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcyDFysTRNW/?igsi=MWJtdGFnbWtiazF6cA== https://www.facebook.com/share/v/19Vkn6ejVw/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVowYuat

Tim Ke-3 MER-C Tiba di NTT untuk Misi Kemanusiaan Pasca Bencana

Manggarai — Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia memberangkatkan Tim ke-3 Misi Kemanusiaan menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (29/8/2026). Tim yang terdiri dari empat personel—meliputi 1 Dokter Spesialis Kesehatan Keluarga Pelayanan Primer (dr. D. Lingga, Sp.KKLP), 2 Dokter Umum (dr. Ilham Wahyu dan dr. Rizqy), serta 1 staf dokumentasi (Novinto Sulihantoro Asdi)—diberangkatkan dari Jakarta menuju Labuan Bajo, NTT. Perjalanan ditempuh melalui jalur udara dari Jakarta menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, selama kurang lebih 2 jam penerbangan dan tiba sekitar pukul 16.00 WITA. Setelah mendarat di Labuan Bajo, tim langsung melanjutkan perjalanan darat menuju Posko MER-C yang berlokasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, dengan waktu tempuh sekitar 8 jam perjalanan. Keberangkatan tim medis ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan serta pemeriksaan medis secara langsung bagi masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah NTT. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcsTiYdT3-s/?igsi=MXVwZjhtc21qMWIzOA== https://www.facebook.com/share/v/1DzYN7FPSK/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVcQEq8m

Tim Bedah MER-C Lakukan Lima Operasi Korban Gempa NTT di Atas RS Kapal Ksatria Airlangga

Flores – Tim Bedah MER-C pada 26 Agustus 2026 melakukan lima tindakan operasi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA). Salah satu tindakan yang dilakukan adalah operasi pemasangan Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) pada pasien patah tulang paha yang mengalami cedera akibat gempa. Tindakan operasi dilakukan oleh dr. Alfian Marthunus sebagai operator, dr. Wahyu Bimantoro sebagai dokter anestesi, dr. Awan Wicaksana sebagai asisten anestesi, serta Hendrik sebagai perawat bedah. Selain menangani pasien dengan cedera akibat gempa, Tim Bedah MER-C juga melakukan tindakan operasi terhadap pasien dengan kondisi yang tidak berkaitan dengan trauma. Seluruh operasi yang dilakukan di atas kapal melalui kolaborasi antara Tim Bedah MER-C dan RSKKA berjalan dengan lancar. Pasien merasa sangat terbantu dengan kehadiran layanan operasi tersebut di tengah situasi pascagempa. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Dcn65gPE6oV/?igsi=eHc2Mzd4OHp2d2Nr https://www.facebook.com/share/p/1HRSJ925mQ/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVngPa3v

Tim MER-C dan SAR MTA Jangkau Ratusan Korban Gempa di Sejumlah Desa NTT

Flores – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama SAR Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) berhasil menjangkau ratusan korban gempa di sejumlah desa. Pada Selasa (25/8/2026), Tim Mobile MER-C yang terdiri dari dr. Ramadhita, Sp.BA, dr. AD Irma Ramdani, dan Samsudin Aziz, S.Kep., bersama SAR MTA dan petugas Puskesmas Benteng, menempuh perjalanan sekitar tiga jam untuk mencapai tiga titik pelayanan, yaitu Kampung Langkas, Desa Compang Deru; Kampung Vodong, Desa Gorang Meni Utara; dan Batu Pajul, Desa Deru. Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan pelayanan kesehatan kepada 360 pasien. Selanjutnya, pada Kamis (26/8/2026), tim kembali memberikan pelayanan kesehatan di Kampung Ajang, Desa Golo Rentung. Untuk mencapai lokasi, tim membutuhkan waktu lebih dari 30 menit karena kondisi akses jalan yang sulit. Sejumlah warga mulai mengalami keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) karena sejak gempa yang terjadi pada 15 Agustus warga harus tinggal dan tidur di tenda, sementara wilayah Kecamatan Lamba Leda berada di dataran tinggi dengan suhu udara malam hari dapat mencapai 14 derajat Celsius. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DclZ9g2FKRJ/?igsi=MTBrNjVsdGhteDVqZg== https://www.facebook.com/share/v/1ErtMzkzNY/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVGjApgQ

Tim MER-C Jangkau Ratusan Pasien di Wilayah Sulit di Lamba Leda, NTT

Flores – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (25/8/2026) bergerak memberikan layanan kesehatan melalui mobile clinic di sejumlah titik wilayah yang sulit dijangkau di Kecamatan Lamba Leda. Melalui layanan mobile clinic, Tim MER-C berhasil menjangkau ratusan pasien di sejumlah wilayah yang sulit mengakses fasilitas kesehatan. Pelayanan dilakukan hingga malam hari. Selain mobile clinic, Tim MER-C juga melakukan penanganan korban di Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSTKA) serta mengunjungi Puskesmas Benteng Jawa. Kepala Puskesmas Benteng Jawa, Grandus Hsu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian MER-C yang turut membantu masyarakat terdampak gempa di NTT. “Atas nama Puskesmas Benteng Jawa, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Relawan MER-C yang datang, baik dari NTB maupun dokter dari Jakarta, yang telah datang jauh-jauh untuk membantu kami,” ujar Grandus. Layanan mobile clinic MER-C merupakan bagian dari upaya untuk memastikan warga tetap dapat mengakses layanan kesehatan, khususnya masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau, pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di NTT. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DciiyPyT_r5/?igsi=MXR2YWk0dHlkYm5iNQ== https://www.facebook.com/share/v/1E19QEt2Ce/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVg8rxpq

Tim MER-C Lakukan Tindakan Bedah Korban Gempa NTT di Atas Kapal RSKKA

Flores – Tim Bedah MER-C yang diterjunkan dalam respons bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bergerak memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak di lokasi pengungsian. Pada Senin (24/8/2026), Tim Bedah MER-C berkolaborasi dengan perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA), Emergency Medical Team (EMT) IDI Jawa Timur, mengunjungi Posko Dampek di Manggarai Timur. Kunjungan dilakukan untuk melakukan asesmen terhadap korban gempa, khususnya mencari pasien yang mengalami trauma akibat gempa dan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Berdasarkan hasil asesmen, sebagian besar pasien telah mendapatkan penanganan sebelumnya. Sementara itu, sejumlah pasien bedah yang datang ke RS Lapangan Kolaboratif, tempat Tim MER-C bertugas, merupakan pasien yang mengalami kendala mengakses fasilitas kesehatan lanjutan. Beberapa kasus yang ditemukan antara lain abses pada kaki serta ruptur otot. Pasien memilih datang ke RS Lapangan Kolaboratif, karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal mereka dan pasien juga tidak bersedia dirujuk ke fasilitas kesehatan lain. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Tim MER-C bekerja sama dengan RSKKA, Pemerintah Provinsi NTB dan EMT IDI Jawa Timur melakukan tindakan bedah di atas kapal RSKKA. Para pasien menyampaikan rasa syukur karena keluhan yang telah lama mereka alami akhirnya dapat ditangani oleh tim dokter. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DciEtavE9Us/?igsi=ZGkzcXQ1cjVrZmpq https://www.facebook.com/share/v/1EwcriCR9E/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVbmAw2X

Silahkan bertanya?