MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Peringati Hari Jadi ke 17, Provices Group Salurkan Donasi untuk Palestina Lewat MER-C

Provices Group, perusahan yang bergerak di bidang jasa, baru saja memperingati hari jadinya yang ke 17 pada Kamis (18/1/2024). Dalam kesempatan ini mereka memberikan donasi untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia sebesar 50 Juta rupiah. Syarifudin Ahmad Perwakilan dari Provices Group mengatakan, pihaknya berharap donasi yang diberikan ini dapat meringankan beban warga Palestina di Jalur Gaza, yang saat ini sedang berada dalam situasi konflik. “Tujuan dari donasi ini adalah untuk meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap masyarakat Palestina khususnya, dan pastinya untuk meringankan beban mereka di sana, yang saat ini sedang berada di bawah penjajahan Israel,” Kata Syarif. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada MER-C sebagai lembaga penyalur donasi, dan mempercayakan sepenuhnya donasi yang diberikan karena MER-C menjadi salah satu lembaga yang cukup concern terhadap masyarakat Palestina, terbukti dengan adanya Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Kenapa memilih MER-C sebagai penyalur donasi, karena setahu kami MER-C merupakan salah satu lembaga atau NGO yang bergerak di bidang kemanusiaan dan concern terhadap masyarakat Palestina, terbukti dengan adanya Rumah Sakit Indonesia di sana,” ujarnya. “Kami berharap donasi ini bisa tersalurkan dan bisa meringankan teman-teman yang ada di Palestina dan semoga masyarakat Palestina bisa terbebas dari kondisi sekarang,” tutur Syarif. “Terima kasih banyak MER-C Indonesia yang telah menjadi lembaga penyalur donasi kami, semoga apa yang kami donasikan bermanfaat dan kami percayakan donasi kami sepenuhnya kepada MER-C Indonesia,” tambanya.

Internet Kembali Terputus, MER-C Kehilangan Kontak dengan Relawan di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia kembali kehilangan kontak dengan dua relawan dan staf lokal yang berada di Jalur Gaza selama hampir sepekan. “Kami terakhir kali kontak dengan relawan di Gaza hari Jumat (12/1), kemudian siang sudah tidak ada kabar dan memang ternyata internet di Gaza kembali terputus. Biasanya mereka update penyaluran bantuan untuk warga Gaza dan kondisi terkini di sana, tapi sudah hampir sepekan belum ada kabar lagi,” kata Manajer Operasional MER-C, Rima Manzanaris, Kamis (18/1). Rima meminta rakyat Indonesia untuk mendoakan warga Gaza sekaligus relawan MER-C dan staf lokalnya yang berada di Gaza, semoga dalam keadaan sehat dan aman. Saat ini dua orang Relawan MER-C, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan masih berada di Jalur Gaza. Fikri dan Reza bersama petugas medis, pasien serta ratusan warga Palestina yang berlindung di Rumah Sakit Indonesia terpaksa mengungsi ke Jalur Gaza bagian selatan setelah Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara hancur akibat serangan Israel. Di pengungsian, Relawan MER-C dibantu staf lokal terus menyalurkan bantuan berupa makanan dan lainnya dari masyarakat Indonesia kepada warga Gaza. Selama agresi Israel sejak 7 Oktober lalu, MER-C sudah beberapa kali kehilangan kontak dengan relawan. Sebelumnya, hilang kontak juga pernah terjadi selama 10 hari akibat terputusnya layanan internet. Serangan intens Israel di Gaza tidak hanya menyebabkan kehancuran bangunan-bangunan infrastruktur dan tempat ibadah, tapi juga menghancurkan generator yang menggerakkan divisi utama telekomunikasi sehingga seringkali warga Gaza sulit untuk memberikan informasi.

Dalwa Peduli Sesama Serahkan Donasi Kemanusiaan Palestina 2,1 M Lewat MER-C

Yayasan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, menyerahkan donasi sebesar 2.110.000.00 rupiah untuk Palestina melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Donasi ini diserahkan langsung oleh perwakilan Dalwa, Habib Hanif bin Abdurrahman Alattas, Habib Muhammad bin Tohir bin Yahya serta Habib Muhammad Jadid bin Abdurrahman Assegaf kepada Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan Presidium MER-C Ir. Faried Thalib, Kamis (11/1). “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan hartanya untuk kepedulian kepada saudara-saudara kita yang ada di Palestina. Semoga sedikit yang kita lakukan ini akan menjadi saksi di sisi Allah atas kepedulian kita kepada saudara-saudara kita di Palestina,” kata Habib Muhammad bin Tohir bin Yahya. Ia mengatakan, donasi yang terkumpul ini dari alumni dan simpatisan Pesantren Dalwa, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian dengan Palestina. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada MER-C pusat, yang insyaa Allah akan menyampaikan bantuan ini untuk saudara kita di Palestina,” ujarnya. “Kita bertawasul kepada Allah dengan donasi kita yang sedikit ini, Allah buka pintu kemenangan bagi Gaza, Allah kuatkan rakyat Gaza dan diberi ketabahan,” tambahnya. Presidium MER-C Ir. Faried Thalib mengucapkan terima kasih kepada Dalwa Peduli Sesama atas kepercayaannya menyalurkan donasi melalui MER-C. “Terima kasih atas kepercayaannya Pesantren Dalwa Jawa Timur kepada MER-C, untuk bantuan kemanusiaan khususnya di Gaza dan Palestina. Kami akan menyampaikan kepada yang berhak sesegera mungkin, sesuai program-program MER-C yang sudah dijalankan sampai saat ini,” tuturnya.

MER-C Tambah Jumlah Bantuan Makanan untuk Warga Gaza Jadi 5.800 Porsi

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menambah jumlah bantuan makanan untuk warga Palestina yang mengungsi di Khan Younis, Gaza Selatan, di mana sebelumnya hanya 1.800 kini menjadi 5.800 porsi. Bantuan makanan disalurkan langsung oleh relawan MER-C yang saat ini masih berada di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan dibantu relawan lokal.   “Alhamdulillah sejak hari Ahad, 7 Januari 2024 kita membuat makanan siap saji untuk 5.800 porsi. Biasanya kami hanya membagikan makanan di dua sekolahan tempat pengungsian untuk 1.800 orang. Sekarang kami juga membagikan makanan ke satu sekolahan lainya yang menampung 4000 pengungsi. Jadi total makanan yang dibagikan 5.800 porsi,” kata Reza. “Hari ini Alhamdulillah kami memasak cukup banyak, ada 13 panci besar menu kacang adas untuk dibagikan kepada warga Gaza,” ujarnya. Fikri menambahkan, saat ini jumlah pengungsi dan korban luka-luka di sekolah-sekolah dekat rumah sakit Eropa di Gaza Selatan terus bertambah, karena serangan Israel masih berlangsung di seluruh Jalur Gaza.Hari Senin (08/01/2024) pukul 18:21 waktu setempat atau 23:21 WIB, serangan Israel kembali terjadi tepat di depan sekolah tempat relawan MER-C mengungsi. “Kami mohon doa dari temen-temen semua semoga kami tim relawan MER-C di Gaza selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam menyampaikan amanah-amanah dari teman-teman semua. Tentunya kami juga mohon doa agar kami selalu dalam lindungan Allah subhanahu wata ala” ucap Fikri.

Relawan MER-C: Serangan Israel Terjadi Tepat di Depan Tempat Kami Mengungsi

Relawan MER-C yang saat ini masih di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq melaporkan, serangan Israel Kembali terjadi pada Senin (08/01/2024) pukul 18:21 waktu setempat atau 23:21 WIB, tepat di depan sekolah tempat mereka mengungsi, di Khan Younis, Gaza Selatan.   “Terjadi ledakan yang sangat besar hari senin 8 Januari 2024, didekat sekolahan tempat kami berada. Dan ini sangat dekat sekali dengan sekolahan tempat kami tinggal, hanya berjarak beberapa puluh meter saja atau bahkan beberapa belas meter saja, karena persis di depan tempat kami berada,” kata Fikri. Dalam video yang ia kirimkan, terlihat asap sangat tebal setelah ledakan tersebut. “Dan tadi ledakannya sangat kencang sekali, sampai menggetarkan tempat kami mengungsi dan warga yang sedang berkegiatan mereka langsung masuk ke sekolahan tempat kita berada,” tambahnya. Israel masih terus menggempur Gaza hingga dan kini sudah memasuki bulan keempat. Perang ini telah menyebabkan sedikitnya 85 persen dari 2,4 juta penduduk Gaza mengungsi, menurut angka PBB. Pasukan Israel juga pada November lalu melakukan pengepungan serta serangan ke RS Indonesia di Bait Lahiya, Gaza Utara, selama berhari-hari. Mereka memerintahkan pengosongan Rumah Sakit yang memaksa tiga relawan MER-C, 550 pasien yang masih dirawat, bersama 200 pekerja medis dan setidaknya 1.500 warga Palestina yang mencari perlindungan harus mengungsi ke Gaza Selatan.

MER-C Kembali Salurkan Bantuan Makanan untuk 1600 Pengungsi Palestina di Gaza Selatan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui relawannya di Jalur Gaza, membagikan bantuan makanan kepada 1600 pengungsi Palestina, di Khan Younis, Gaza Selatan, Jumat (05/01/2024).   Salah satu relawan MER-C di Gaza, Fikri Rofiul Haq mengatakan untuk bantuan makanan kali ini, ia bersama relawan lokal MER-C memotong 15 ekor kambing dengan total daging 300 kg dan memasak nasi sekitar 75 kg. “_In Syaa Allah_ hari ini kita akan membuat makan besar untuk pengungsi Palestina di dua sekolah dekat rumah sakit Eropa, karena memang adat warga Gaza setiap Jumat mereka makan besar bersama keluarga, kerabat ataupun teman-teman mereka,” kata Fikri. Fikri mengatakan, sebenarnya orang Gaza biasanya memakan roti. Mereka tidak makan nasi setiap hari. Hanya pada hari Jumat saja saat makan besar ini, mereka makan nasi bersama-sama.  “Namun saat peperangan ini kita makan apa adanya, karena barang yang semakin sulit serta kondisi yang sangat memprihatikan sekali,” tuturnya. Ia mengungkapkan, rencananya mereka akan memotong sapi yang biasa beratnya bisa mencapai 500, 600 kg sampai 1 ton. Namun saat ini stoknya sudah tidak tersedia lagi. Terkahir Fikri mengatakan masih mendapatkan sapi dengan berat 350 kg, yang jika memotong dua ekor sapi jadi berat totalnya bisa mencapai 700 kg.  “Namun kemarin ketika kita ke Rafah hanya ada sapi yang beratnya 180 sampai 200 kg saja. Ini sangat kecil sekali.” ujarnya. “Kita juga mencari daging sapi jadi (yang sudah dipotong) untuk 350 kg awalnya dan satu kilo daging sapi harganya 50 syekel atau 200 ribu rupiah, jadi totalnya 70 juta untuk makan besar dua sekolah tersebut. Namun kita juga tidak mendapatkan dagingnya, jadi kita ganti dengan daging kambing 15 ekor,” tambahnya. Lebih lanjut ia mengungkapkan, sebelumnya warga Gaza yang mengungsi di sekolah tersebut hanya 1.200 orang. Namun saat ini bertambah menjadi 1600 lebih termasuk korban luka-luka. Program makanan siap saji MER-C di pengungsian Jalur Gaza bagian Selatan telah berlangsung sejak 30 November 2023.  Setiap hari, dua relawan MER-C yang masih bertahan di Jalur Gaza Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan dibantu staf lokal berupaya untuk mengadakan program makanan siap saji secara rutin bagi lebih dari 1.200 pengungsi. Serangan Israel ke Jalur Gaza hingga saat ini telah menewaskan sedikitnya 22.800 warga Palestina dan melukai lebih dari 58.400 lainnya. Serangan gencar Israel telah menyebabkan kehancuran di Gaza, dengan 60% infrastruktur di daerah tersebut rusak atau hancur, dan hampir 2 juta penduduk mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Fikri sendiri melaporkan, saat ini drone-drone Israel masih berlalu-lalang di langit Gaza. Suara-suara tembakan antara pejuang Palestina dan pasukan Israel juga masih sering terdengar dari perbatasan-perbatasan. Jarak antara pengungsian yang mereka tempati ke perbatasan hanya 2 km saja sehingga terdengar sangat jelas.

Surat Terbuka : CAPRES RI HARUS TOTALITAS DALAM MENDUKUNG KEMERDEKAAN PALESTINA

Kepada Ykh.,Calon Presiden Republik Indonesia2024 – 2029di tempat Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pertama-tama, kami mengucapkan selamat berkampanye dan berkontestasi pada Pemilihan Umum tahun 2024 mendatang kepada semua Calon Presiden Republik Indonesia. Calon Presiden yang terhormat, Palestina mempunyai hubungan yang sangat dekat dan mendalam dengan Indonesia. Palestina tinggal satu-satunya negara anggota KAA tahun 1955 yang sampai dengan hari ini belum mendapatkan kemerdekaannya. Secara kontitusi dan sejarah kita mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina. Tanggung jawab ini mesti diperjuangkan, tidak cukup dengan slogan semata. Perjuangan untuk mencapai kemerdekaan semakin lama tidak menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan, tapi malah sebaliknya. Israel dengan kekuatan penuh dan didukung oleh AS dan sebagian negara Eropa melakukan agresi ke Palestina baik di Gaza maupun di Tepi Barat. Agresi ini menimbulkan bencana kemanusiaan dan mengarah ke genosida. Kita menyaksikan betapa sadis apa yang telah dilakukan Israel terhadap Palestina. Dalam surat terbuka ini, kami ingin mengingatkan kepada para Capres agar jika terpilih dan ditakdirkan menjadi Presiden Republik Indonesia untuk lima tahun mendatang, Bapak dapat melakukan upaya yang lebih terhadap Palestina dan juga tegas kepada Israel baik politik maupun ekonomi. Ketegasan ini sangat dibutuhkan ketika dunia Arab semakin mesra dengan Israel. Adapun poin penting yang ingin kami sampaikan kepada Bapak jika terpilih sebagai Presiden RI sbb: 1.    Tetap berjuang untuk membela Palestina dalam solusi dua negara hingga Palestina meraih kemerdekaannya; 2.    Berkomitmen untuk tidak membuka hubungan atau komunikasi dalam konteks membuka hubungan diplomatik dengan Israel; 3.    Berkomitmen memboikot ekonomi Israel, dengan memboikot produk-produk Israel khususnya yang berasal dari Tepi Barat sehingga tidak ada impor-impor illegal dan tidak ada transaksi perdagangan gelap antara Indonesia dengan Israel di level manapun; 4.    Berkomitmen mendukung Palestina di forum-forum internasional. 5.    Berkomitmen untuk totalitas dalam membantu Palestina dan memutus hubungan dengan Israel di bidang apapun. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan kepada Bapak, semoga pandangan kami dapat menjadi perhatian penting bagi Bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Jakarta, 5 Januari 2024 Hormat kami,MER-C Indonesia

Surat Terbuka MER-C kepada WHO mengenai Panggilan Darurat untuk Perlindungan dan Pengaktifan Kembali Semua Rumah Sakit di Gaza

Jakarta, 24 Desember 2023 Kepada Ykh,Bapak Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kantor Pusat WHO Avenue Appia 20 1211 Jenewa, Swiss Subjek:Surat Terbuka MER-C kepada WHO mengenai Panggilan Daruratuntuk Perlindungan dan Pengaktifan Kembali Semua Rumah Sakit di Gaza Yth. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Saya menulis kepada Anda dalam kapasitas saya sebagai Ketua Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), sebuah NGO Indonesia yang melakukan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, yang dibangun dari kebaikan hati masyarakat Indonesia untuk kepentingan rakyat Palestina Kami memperhatikan bahwa banyak rumah sakit di Gaza telah dikelilingi, diserang, dan yang lebih buruk lagi, telah digunakan sebagai markas militer oleh Israel Defense Forces (IDF), seperti yang terjadi pada Rumah Sakit Indonesia. Kami sangat prihatin atas potensi dampak tindakan ini terhadap keselamatan dan misi kemanusiaan fasilitas medis tersebut. MER-C Indonesia, atas nama masyarakat Indonesia, mendesak Organisasi Kesehatan Dunia untuk turun tangan dan membela perlindungan semua rumah sakit di sepanjang Jalur Gaza agar tidak digunakan sebagai instalasi militer. Kami percaya bahwa rumah sakit, terutama dalam situasi konflik, harus tetap menjadi zona aman, dilindungi bahkan selama masa perang, agar dapat menjalankan tugas mulia mereka dalam merawat dan menyelamatkan nyawa korban perang. Selain itu, kami dengan tulus meminta bantuan segera dari WHO dalam mengaktifkan kembali dan memastikan fungsi yang benar dari rumah sakit di Gaza, khususnya Rumah Sakit Indonesia sebagai pusat medis utama di utara Jalur Gaza, yang akan memberikan kontribusi besar terhadap pelayanan medis yang dibutuhkan di daerah yang dilanda konflik ini. MER-C Indonesia yakin bahwa Organisasi Kesehatan Dunia, dengan kekuatan dan misi mulianya untuk menyelamatkan nyawa dan menegakkan prinsip kemanusiaan, dapat memainkan peran penting dalam melindungi kesucian fasilitas medis dan memastikan akses ke layanan kesehatan yang penting bagi populasi yang terkena dampak. Kami menghargai perhatian dan tindakan cepat Anda terhadap masalah ini dan komitmen Anda untuk memajukan kesejahteraan komunitas di zona konflik. Kami menantikan tanggapan positif dan kerjasama Anda dalam melindungi dan mengaktifkan kembali Rumah Sakit Indonesia dan fasilitas medis penting lainnya di Jalur Gaza. Terima kasih atas dedikasi Anda terhadap kesehatan global dan nilai-nilai kemanusiaan. Hormat kami, Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C Indonesia ———————————————————————————————————————————————- Jakarta, December 24th, 2023 To    :Mr. Tedros Adhanom Ghebreyesus Director-General of the World Health Organization WHO HeadquartersAvenue Appia 201211 Geneva, Switzerland Subject:MER-C Open Letter to WHO Regarding Urgent Appealfor the Protection and Reactivation of All Hospitals in Gaza Dear Director-General of the World Health Organization, I am writing to you in my capacity as the Chairman of the Presidium of MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), an Indonesian NGO who conducted the construction of Indonesia Hospital located in Bayt Lahiya, Northern Gaza, Palestine, which was built from the generosity from the Indonesian people for the benefit of the Palestinian people. It has come to our attention that many hospitals in Gaza have been surrounded, attacked, and worst of all, have been used as military bases by the Israel Defense Forces (IDF) as they did with Indonesia Hospital. We are deeply concerned about the potential impact of these actions on the safety and humanitarian mission of these medical facilities. MER-C Indonesia, on behalf of the Indonesian people, urges the World Health Organization to intervene and advocate for the protection of all hospitals along the Gaza Strip from being utilized as military installations. We believe that hospitals, especially in times of conflict, should remain safe zones, protected even during wartime, to carry out their noble duty of treating and saving the lives of war victims. Furthermore, we kindly request the WHO’s immediate assistance in reactivating and ensuring the proper functioning of hospitals in Gaza, particularly Indonesia Hospital as a primary medical center in the northern Gaza Strip, contributing significantly to the medical services required in this conflict-ridden region. We believe that the World Health Organization, with its power and noble mission to save lives and uphold humanitarian principles, can play a crucial role in safeguarding the sanctity of medical facilities and ensuring access to essential healthcare services for the affected population. We appreciate your prompt attention and action to this matter and your commitment to promoting the well-being of communities in conflict zones. We look forward to your positive response and collaboration in protecting and reactivating Indonesia Hospital and other vital medical facilities in the Gaza Strip. Thank you for your dedication to global health and humanitarian values. Sincerely, Dr. Sarbini Abdul Murad Chairman of the PresidiumMER-C Indonesia

Climb Rinjani for Palestine

The ongoing aggression and genocide in Palestine by Israeli military forces have prompted many individuals to take tangible actions to help the Palestinian people. Dr. Billal Patel, a Cardiologist, Emin Poljarevic, an Associate Professor of Islamic Studies, and Bilal Buttar, an executive principal of an international Islamic school, all residing in Brunei Darussalam are planning a campaign to raise awareness about the humanitarian crisis in Palestine. All donations will be directly channelled through MER-C Indonesia, an Indonesian NGO that has been active in the Gaza Strip for 14 years. We, MER-C Indonesia, express our gratitude for every humanitarian endeavour dedicated to Gaza and Palestine. Donations will be utilized for MER-C humanitarian aid programs in Gaza, including medicine, ready-to-eat food, winter equipment, etc. Program Description A Support Mission for People of Gaza: Raising Awareness and Funds In December, our small diverse team, consisting of a cardiologist, an Islamic studies professor, and a school principal, will embark on a charity mission: climbing Mount Rinjani in Indonesia. Our mission is twofold: to support global awareness of the humanitarian crisis in Gaza and to raise funds for medical projects through a dedicated charity. The situation in Gaza remains catastrophic, with the healthcare infrastructure destroyed and disabled. This includes the tragic loss of nearly 300 healthcare workers, the bombing of 22 hospitals, and attacks on well over 200 healthcare facilities. Our primary goal is to ensure the world continues to recognize the hardships faced by the people of Gaza. Since October 7, 2023, more than 270 schools in Gaza have been damaged due to the conflict. Israeli occupation forces have targeted various civilian structures, resulting in the complete destruction of more than 62,000 housing units and partial damage to 170,000. Consequently, 1.9 million people are currently displaced from their homes. That’s over 90% of the total population of Gaza! The intention here is to support medical projects through fundraising. We are collaborating with a charity renowned for its direct aid and effective implementation of medical projects in Gaza. This charity has been instrumental in providing care and rebuilding essential healthcare facilities, even amidst overwhelming challenges, such as the bombing and partial destruction of the Indonesian hospital. By combining these objectives, we aim not only to provide tangible assistance but also to keep the spotlight on the ongoing genocide in Gaza. We invite you to join us in this vital effort to make a real difference in the lives of those affected in Gaza. Your support can help heal and rebuild, keeping hope alive amidst the crisis. Lebih dari 70 hari, Palestina telah menjadi saksi perang kemanusiaan yang terus berkecamuk. Jatuhnya banyak korban sipil terutama wanita dan anak-anak, serangan terhadap fasilitas kesehatan dan staf medis, telah menorehkan luka dan duka yang mendalam. Di tengah ketidakberdayaan menyaksikan segala kehancuran ini, sekecil apapun tekad dan langkah kita akan sangat berarti untuk membuat perbedaan bagi mereka. Dalam perjalanan mendaki Gunung Rinjani di Lombok, Indonesia, kami tidak hanya mengajak Anda untuk menguji batas fisik, tetapi juga turut menggalang dana untuk MER-C Indonesia, lembaga amal pengelola rumah sakit Indonesia di Gaza yang baru-baru ini diserang. Kami berkomitmen untuk mendistribusikan 100% donasi langsung kepada yang membutuhkan. Bergabunglah bersama kami, sebarkan informasi ini, bersama-sama kita akan memberikan harapan dan dukungan nyata kepada saudara-saudara di Gaza. For International Donation, please click this link: Www.totalgiving.co.uk/mypage/mer-c  Regards,Billal Patel, Emil Poljarevic, Bilal Buttar  

MER-C Sambangi Kedubes Uni Eropa Bahas Gencatan Senjata di Gaza Palestina

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, sambangi Kedutaan Besar Uni Eropa di Jakarta sampaikan masalah krisis kemanusiaan di Palestina, Kamis/14 Desember 2023. Kunjungan ini diterima oleh Anneleen Van Landeghem Sekretaris ke-2 Bagian Politik dan beberapa staf Kedutaan. Dalam pertemuan tersebut, Sarbini menyampaikan apresiasinya atas langkah Uni Eropa yang secara umum telah mendukung upaya gencatan senjata di Palestina. “Kami mengapresiasi Langkah Belgia dan Spanyol serta Uni Eropa secara umum yang mendukung gencatan senjata di Palestina. Uni Eropa telah melakukan hal yang tepat,” ujar Sarbini. Namun ia berharap Uni Eropa sebagai sahabat dan negara yang diperhitungkan oleh Israel dapat mendorong terjadinya gencatan senjata permanen di Jalur Gaza. “Gencatan senjata permanen harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana kemanusiaan yang lebih besar di Palestina. Saya yakin, Uni Eropa dengan kekuatan dan pengaruh yang dimiliki dapat mendorong terjadinya gencatan senjata permanen di Palestina,” lanjutnya. Sementara itu, Sekretaris ke-2 Kedutaan Besar Uni Eropa, Annaleen juga menyampaikan apresiasi, penghormatan dan ucapan terima kasihnya atas apa yang sudah dilakukan MER-C di Jalur Gaza, Palestina. Ia juga menyesalkan korban sipil yang berjatuhan dan penderitaan yang dialami Gaza. Pada pertemuan tersebut, ia mengatakan Uni Eropa melalui perwakilannya di Dewan Keamanan PBB juga terus mengupayakan resolusi gencatan senjata mendesak di Jalur Gaza. Hal ini juga sudah dibicarakan dengan Menteri Luar Negeri RI serta menjadi kesepahaman yang sama antara Uni Eropa dan Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa Uni Eropa telah memberikan dukungan kepada rakyat Palestina sejak lama, termasuk memberikan bantuan-bantuan kemanusiaan yang mencapai ratusan juta euro dari tahun ke tahunnya. “Namun bantuan kemanusiaan hanya bisa bermanfaat apabila terjadi perdamaian di dalam Gaza. Dan, Uni Eropa akan mendukung Palestina merdeka melalui solusi dua negara,” ungkapnya. Ketua Presidium MER-C menyambut baik Langkah-langkah yang telah dilakukan Uni Eropa dan meminta agar Uni Eropa dan negara-negara lainnya di dunia untuk terus aktif menyuarakan gencatan senjata di Gaza dan menciptakan perdamaian serta kemerdekaan bagi Palestina.

Silahkan bertanya?