Climb Rinjani for Palestine
The ongoing aggression and genocide in Palestine by Israeli military forces have prompted many individuals to take tangible actions to help the Palestinian people. Dr. Billal Patel, a Cardiologist, Emin Poljarevic, an Associate Professor of Islamic Studies, and Bilal Buttar, an executive principal of an international Islamic school, all residing in Brunei Darussalam are planning a campaign to raise awareness about the humanitarian crisis in Palestine. All donations will be directly channelled through MER-C Indonesia, an Indonesian NGO that has been active in the Gaza Strip for 14 years. We, MER-C Indonesia, express our gratitude for every humanitarian endeavour dedicated to Gaza and Palestine. Donations will be utilized for MER-C humanitarian aid programs in Gaza, including medicine, ready-to-eat food, winter equipment, etc. Program Description A Support Mission for People of Gaza: Raising Awareness and Funds In December, our small diverse team, consisting of a cardiologist, an Islamic studies professor, and a school principal, will embark on a charity mission: climbing Mount Rinjani in Indonesia. Our mission is twofold: to support global awareness of the humanitarian crisis in Gaza and to raise funds for medical projects through a dedicated charity. The situation in Gaza remains catastrophic, with the healthcare infrastructure destroyed and disabled. This includes the tragic loss of nearly 300 healthcare workers, the bombing of 22 hospitals, and attacks on well over 200 healthcare facilities. Our primary goal is to ensure the world continues to recognize the hardships faced by the people of Gaza. Since October 7, 2023, more than 270 schools in Gaza have been damaged due to the conflict. Israeli occupation forces have targeted various civilian structures, resulting in the complete destruction of more than 62,000 housing units and partial damage to 170,000. Consequently, 1.9 million people are currently displaced from their homes. That’s over 90% of the total population of Gaza! The intention here is to support medical projects through fundraising. We are collaborating with a charity renowned for its direct aid and effective implementation of medical projects in Gaza. This charity has been instrumental in providing care and rebuilding essential healthcare facilities, even amidst overwhelming challenges, such as the bombing and partial destruction of the Indonesian hospital. By combining these objectives, we aim not only to provide tangible assistance but also to keep the spotlight on the ongoing genocide in Gaza. We invite you to join us in this vital effort to make a real difference in the lives of those affected in Gaza. Your support can help heal and rebuild, keeping hope alive amidst the crisis. Lebih dari 70 hari, Palestina telah menjadi saksi perang kemanusiaan yang terus berkecamuk. Jatuhnya banyak korban sipil terutama wanita dan anak-anak, serangan terhadap fasilitas kesehatan dan staf medis, telah menorehkan luka dan duka yang mendalam. Di tengah ketidakberdayaan menyaksikan segala kehancuran ini, sekecil apapun tekad dan langkah kita akan sangat berarti untuk membuat perbedaan bagi mereka. Dalam perjalanan mendaki Gunung Rinjani di Lombok, Indonesia, kami tidak hanya mengajak Anda untuk menguji batas fisik, tetapi juga turut menggalang dana untuk MER-C Indonesia, lembaga amal pengelola rumah sakit Indonesia di Gaza yang baru-baru ini diserang. Kami berkomitmen untuk mendistribusikan 100% donasi langsung kepada yang membutuhkan. Bergabunglah bersama kami, sebarkan informasi ini, bersama-sama kita akan memberikan harapan dan dukungan nyata kepada saudara-saudara di Gaza. For International Donation, please click this link: Www.totalgiving.co.uk/mypage/mer-c Regards,Billal Patel, Emil Poljarevic, Bilal Buttar
MER-C Sambangi Kedubes Uni Eropa Bahas Gencatan Senjata di Gaza Palestina

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, sambangi Kedutaan Besar Uni Eropa di Jakarta sampaikan masalah krisis kemanusiaan di Palestina, Kamis/14 Desember 2023. Kunjungan ini diterima oleh Anneleen Van Landeghem Sekretaris ke-2 Bagian Politik dan beberapa staf Kedutaan. Dalam pertemuan tersebut, Sarbini menyampaikan apresiasinya atas langkah Uni Eropa yang secara umum telah mendukung upaya gencatan senjata di Palestina. “Kami mengapresiasi Langkah Belgia dan Spanyol serta Uni Eropa secara umum yang mendukung gencatan senjata di Palestina. Uni Eropa telah melakukan hal yang tepat,” ujar Sarbini. Namun ia berharap Uni Eropa sebagai sahabat dan negara yang diperhitungkan oleh Israel dapat mendorong terjadinya gencatan senjata permanen di Jalur Gaza. “Gencatan senjata permanen harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana kemanusiaan yang lebih besar di Palestina. Saya yakin, Uni Eropa dengan kekuatan dan pengaruh yang dimiliki dapat mendorong terjadinya gencatan senjata permanen di Palestina,” lanjutnya. Sementara itu, Sekretaris ke-2 Kedutaan Besar Uni Eropa, Annaleen juga menyampaikan apresiasi, penghormatan dan ucapan terima kasihnya atas apa yang sudah dilakukan MER-C di Jalur Gaza, Palestina. Ia juga menyesalkan korban sipil yang berjatuhan dan penderitaan yang dialami Gaza. Pada pertemuan tersebut, ia mengatakan Uni Eropa melalui perwakilannya di Dewan Keamanan PBB juga terus mengupayakan resolusi gencatan senjata mendesak di Jalur Gaza. Hal ini juga sudah dibicarakan dengan Menteri Luar Negeri RI serta menjadi kesepahaman yang sama antara Uni Eropa dan Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa Uni Eropa telah memberikan dukungan kepada rakyat Palestina sejak lama, termasuk memberikan bantuan-bantuan kemanusiaan yang mencapai ratusan juta euro dari tahun ke tahunnya. “Namun bantuan kemanusiaan hanya bisa bermanfaat apabila terjadi perdamaian di dalam Gaza. Dan, Uni Eropa akan mendukung Palestina merdeka melalui solusi dua negara,” ungkapnya. Ketua Presidium MER-C menyambut baik Langkah-langkah yang telah dilakukan Uni Eropa dan meminta agar Uni Eropa dan negara-negara lainnya di dunia untuk terus aktif menyuarakan gencatan senjata di Gaza dan menciptakan perdamaian serta kemerdekaan bagi Palestina.
Kisah Nyata Relawan Indonesia di Gaza, MER-C dan FK UNAND Berikan Dukungan untuk Palestina

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Duka Palestina adalah duka kita semua. Perjuangan merebut kembali kemerdekaan Palestina dari Israel menjadi tugas kita bersama. Sebab Palestina yang kini luluhlantak akibat bombardir yang dilakukan Israel masih memiliki jutaan rakyat yang berhak untuk hidup merdeka. Puluhan ribu anak dan masyarakat sipil Palestina, telah syahid akibat serangan membabibuta Israel. Bahkan berbagai fasilitas umum pun dihancurkan tanpa perikemanusiaan. Mereka, rakyat Palestina membutuhkan uluran tangan kita semua, agar mereka kembali bisa menikmati kemerdekaannya. Ada banyak kisah di balik perjuangan Fikri, salah seorang relawan Indonesia yang dikirim ke Palestina melalui Lembaga Medical Emergency Rescue Comittee (MER-C) Indonesia. Setelah RS Indonesia di Gaza tak lagi beroperasi karena rusak parah dibombardir Israel, Fikri bersama rekannya sesama relawan Reza, kini fokus untuk membantu para pengungsi di sekitar RS Indonesia di Gaza. Setiap hari, tugas mereka adalah berbelanja bahan makanan, memasak dan membagikan makanan pada pengungsi. “Kami sudah buang rasa takut sejak memutuskan untuk memutuskan menjadi relawan di sini, meski setiap hari dihadapkan pada ancaman kematian akibat perang. Semuanya kami serahkan pada Allah. Hanya Allah yang melindungi dan akan menyelamatkan kami. Dan kami pun kuat adalah berkat doa dari masyarakat Indonesia semua,” kata Fikri. Fikri sempat bercerita melalui Zoom Meeting bersama para peserta bedah buku ‘Menghimpun Kebesaran Allah’ yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK UNAND) dan MER-C di Aula FK UNAND, pada Minggu (10/12). Moderator bedah buku Dr. dr. Yusri Dianne Jurnalis, SpA (K) (Pembina MER-C Padang) dan dr Muhammad Reza Saputra, SpOT (Ketua MER-C Padang) menuntun jalannya acara yang ikuti ratusan simpatisan Palestina dari berbagai wilayah di Sumbar. Tampil sebagai Pembicara pada kesempatan itu dr Arief Rachman, SpRad : Presidium MER-C Indonesia, Ir Edi Wahyudi Darta: Manager Site RS Indonesia, Dr. H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag. Datuak Palimo Basa : Ketua MUI Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Yaswirman, MA : Ketua Dewan Dakwah Sumatera Barat dan Prof. Dr. dr. Afriwardi, SH, Sp.KO, MA : Dekan Fakultas Kedokteran Unand. Bagaimana biaya hidup para relawan di sana? Bagaimana juga membiayai makan para pengungsi dan tenaga medis itu? Inilah kebesaran Allah yang dirasakan oleh Tim MER-C Indonesia. Penggalangan dana yang mereka lakukan untuk Palestina mendapat respon luar biasa dari warga Indonesia yang ikut merasakan duka Palestina. “Berapapun biaya semaksimal mungkin kami kirim. Soal penggunaan di sana, tak perlu pakai prosedur resmi lagi karena keadaan darurat. Apalagi sekarang sudah memasuki musim dingin. Suhu di sana tak main-main, minus 10 derajat hingga minus 15 derajat celcius. Jadi, jika ada yang dibutuhkan segera beli, pakai dana yang dikirim,” kata dr Arief Rachman, SpRad., Presidium MER-C Indonesia pada kegiatan bedah buku tersebut. “Rumah Sakit Indonesia yang kini tak beroperasi lagi karena mengalami kerusakan sudah kami data. Ada beberapa bagian yang sudah kami data untuk direnovasi. Antara lain, generator, pintu masuk, kamar bedah dan ruangemergency,” kata Ir Edi Wahyudi Darta: Manager Site RS Indonesia Ia merasakan semua yang dialaminya adalah karena kebesaran Allah. Semuanya adalah misteri Illahi, bagaimana semua tim relawan dan tim medis di Palestina, bisa bertahan hidup dan menjalani semua yang terjadi. “Ini adalah perjuangan kita sepanjang hidup. Juga merupakan kepedulian kita warga Sumbar terhadap Palestina. Semoga ini menjadi nilai baik kita di mata Allah SWT,” kata Gusrizal Gazahar. Pada kesempatan itu, juga digelar doa bersama dan penggalangan donasi baik secara langsung maupun melalu hasil penjualan buku buku ‘Menghimpun Kebesaran Allah’ tersebut. (h/atv) Sumber : https://harianhaluan.id/utama/hh-68248/kisah-nyata-relawan-indonesia-di-gaza-mer-c-dan-fk-unand-berikan-dukungan-untuk-palestina/3/
Satu Relawan MER-C Dievakuasi dari Jalur Gaza

Sabtu/9 Desember 2023, satu relawan MER-C, Farid Zanzabil Al Ayubi mengikuti proses evakuasi keluar dari Jalur Gaza. Sementara dua relawan MER-C lainnya, yaitu Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan masih memutuskan untuk bertahan di Jalur Gaza, melanjutkan misi dan bantuan kemanusiaan Amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. Sabtu sekitar jam 7 pagi waktu Gaza, Farid bergerak ke Gerbang Rafah bagian Gaza diantar oleh relawan. Setelah itu, Farid keluar menuju Gerbang Rafah Mesir bersama dengan para korban luka-luka dan sejumlah warga negara asing lainnya yang telah mendapatkan izin evakuasi keluar dari Jalur Gaza. Di Gerbang Rafah Mesir, Farid menunggu Tim Evakuasi dari KBRI datang menjemput untuk membawanya ke Kairo dan kemudian kembali ke Indonesia. Sekitar Sabtu jam 8 malam waktu Indonesia atau jam 3 sore waktu setempat, Tim Evakuasi KBRI menginformasikan bahwa mereka sudah bertemu dengan Farid. Farid Zanzabil Al Ayubi adalah relawan MER-C yang telah bertugas di Jalur Gaza sejak Februari 2019. Selama 4 tahun bertugas di wilayah terblokade ini, selain sebagai relawan di MER-C Cabang Gaza, Farid dan relawan MER-C lainnya juga menempuh Pendidikan di Universitas Islam Gaza. Hingga saat ini, MER-C masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI mengenai jadwal kepulangan Farid ke Indonesia serta mengenai rencana keberangkatan Tim Medis dan Kemanusiaan MER-C ke Mesir dan Jalur Gaza untuk memberikan bantuan bagi korban agresi Israel
BANGUN KEMBALI RS INDONESIA DI GAZA – PALESTINA

Bumi Gaza telah menjadi ladang pembantaian, ladang genosida. Sejak agresi hari pertama agresi pada Sabtu/7 Oktober 2023, hingga saat ini jumlah korban jiwa mencapai sekitar 15.000 orang dan 40.000 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar adalah anak-anak, wanita dan lanjut usia. Pemukiman, masjid, gereja, sekolah, kampus bahkan rumah sakit tak luput menjadi target serangan pasukan penjajah, termasuk RS Indonesia persembahan rakyat Indonesia yang berada di Jalur Gaza bagian Utara. RS Indonesia dikepung, diserang dan semua penghuni baik tenaga medis, pasien, warga yang mengungsi dan 3 relawan MER-C Indonesia dipaksa untuk keluar dari RS Indonesia. Akibat serangan pasukan penjajah ke RS Indonesia menyebabkan sedikitnya 12 warga meninggal dan ratusan luka-luka. Bangunan utama dan bangunan pendukung RS Indonesia termasuk Wisma Rakyat Indonesia mengalami kerusakan parah !!! Pasukan penjajah bisa saja menghancurkannya, namun rakyat Indonesia tidak akan tinggal diam. Dengan mengharap pertolongan ALLAH SWT, MER-C INDONESIA dengan dukungan RAKYAT INDONESIA akan membangun kembali RUMAH SAKIT INDONESIA sebagai bukti cinta kasih dan dukungan BANGSA INDONESIA untuk kemerdekaan Palestina. Dukungan dan Donasi: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info Lebih Lanjut:Kantor Pusat MER-CJl. Kramat Lontar No. J-157, Senen, Jakarta Pusathttps://bit.ly/merc-gmapCall Center : 0811 99 0176Facebook & Youtube: MER-C IndonesiaInstagram & Twitter: @mercindonesia #StopGenocide#FreePalestine#rsindonesiagaza #bangunkembalirsindonesiagaza#mercindonesia
RS INDONESIA DISERANG

Militer Israel sejak tadi malam waktu Gaza, melakukan serangan besar yang menargetkan RS Indonesia, sedikitnya 12 korban meninggal dan ratusan lainnya terluka baik dari kalangan tenaga medis, pasien maupun warga yang mengungsi di RS Indonesia. Tank-tank Israel juga dikabarkan mulai mendekat ke RS Indonesia. Tenaga medis RS Indonesia tidak bisa bergerak mengevakuasi korban karena ditembak secara langsung karena setiap ada pergerakan orang baik keluar maupun masuk langsung ditembak atau di sekitarnya. Tim medis juga tidak dapat mengevakuasi pasien dan korban luka dari unit perawatan intensif karena kondisi kritis mereka. Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, dikutip dari Quds News Network, mengatakan situasi di Rumah Sakit Indonesia sangat buruk dan penjajah Israel meningkatkan serangannya terhadap Rumah Sakit Indonesia. “Pasukan penjajah Israel mengepung Rumah Sakit Indonesia, dan kami khawatir mereka akan mengulangi apa yang mereka lakukan terhadap Kompleks Medis Al Shifa,” ujarnya. Meski situasi memburuk terjadi di RS Indonesia, namun staf medis RS Indonesia masih bersikeras tetap tinggal di rumah sakit untuk merawat korban luka-luka. Sementara 3 relawan MER-C, yaitu Reza Aldilla Kurniawan, Fikri Rofiul Haq dan Farid Zanzabil Al Ayubi masih berada di Jalur Gaza, tepatnya di RS Indonesia. Ketiga relawan belum dapat dihubungi sejak Sabtu lalu, 11 November 2023. Pasca serangan dan pengepungan terhadap RS Indonesia, kondisi relawan belum diketahui. Link Instagram : https://www.instagram.com/p/Cz27D6bptSa/ Link youtube : https://www.youtube.com/watch?v=sFg4Q1sodMk
INDONESIAN HEALTH WORKERS STAND WITH PALESTINE Time to SCREAM to the World STOP GENOCIDE!!

5 Pernyataan Sikap Tenaga Kesehatan Seluruh Indonesia terhadap Agresi Israel di Jalur Gaza Palestina 5 Statements of Attitude Health Workers throughout Indonesia towards Israeli Aggression in the Gaza Strip, Palestine 1. Menyampaikan duka mendalam atas gugurnya warga sipil akibat agresi membabi buta Israel di Jalur Gaza. Serangan bertubi-tubi sejak 7 Oktober 2023 lalu, telah menelan lebih dari 11.180 warga Palestina telah terbunuh, termasuk lebih dari 7.700 anak-anak dan perempuan, sementara lebih dari 28.200 orang lainnya terluka. Tindakan tersebut tak ubahnya genosida terburuk pada abad ini; Conveying deep condolences for the loss of civilian lives due to Israel’s indiscriminate aggression in the Gaza Strip. Continuous attacks since October 7, 2023, have claimed more than 11,180 Palestinian lives, including over 7,700 children and women, while more than 28,200 others have been injured. Such actions are nothing short of the worst genocide of this century; 2. Mengutuk serangan Israel terhadap fasilitas dan tenaga kesehatan yang mengakibatkan terhentinya layanan total di sejumlah rumah sakit di Gaza. Total 22 rumah sakit dan 49 pusat kesehatan dipaksa berhenti beroperasi di Jalur Gaza akibat arogansi Israel. Serangan terhadap rumah sakit dan tenaga kesehatan adalah bentuk pelanggaran terhadap hukum internasional, sebagaimana termaktub dalam Konvensi Jenewa pertama tanggal 12 Agustus 1949 dan protokol tambahan 1977; Condemning Israel’s attacks on facilities and healthcare workers, resulting in the complete cessation of services in several hospitals in Gaza. A total of 22 hospitals and 49 health centers were forced to stop operating in the Gaza Strip due to Israeli arrogance. Attacks on hospitals and healthcare workers constitute violations of international law, as stipulated in the First Geneva Convention of August 12, 1949, and Additional Protocol of 1977; 3. Mendesak PBB, organisasi, dan komunitas kesehatan internasional untuk mengambil langkah-langkah konkret dan segera untuk menghentikan serangan Israel terhadap fasilitas dan tenaga medis di Gaza serta memulihkan secepat mungkin layanan medis yang terhenti sekaligus membuka akses bantuan kesehatan berupa obat-obatan dan tim medis untuk membantu korban-korban terdampak serangan Israel. Urging the UN, international health organizations, and communities to take concrete and immediate steps to stop Israeli attacks on medical facilities and personnel in Gaza, restore halted medical services, and open access to health assistance, including medicines and medical teams, to aid those affected by Israeli attacks; 4. Meminta pemerintah untuk melakukan diplomasi secara tegas di kancah internasional untuk menekan Israel menghentikan agresinya di Gaza Palestina; Requesting the government to engage in firm diplomacy on the international stage to pressure Israel to cease its aggression in Gaza, Palestine; 5. Mengajak rekan sejawat medis untuk memberikan bantuan terbaik meliputi bantuan tenaga, dana, hingga doa untuk korban-korban serangan bengis Israel di Gaza. Encouraging fellow medical colleagues to provide the best assistance, including personnel, funds, and prayers for the victims of Israel’s brutal attacks in Gaza. Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=PcOD3lIjjqU Jakarta, 17 November 2023 Tenaga Kesehatan Indonesia:Indonesian Health Workers: MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) IndonesiaIDI (Ikatan Dokter Indonesia)IBI (Ikatan Bidan Indonesia)IAI (Ikatan Apoteker Indonesia)PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia)PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia)JDN (Junior Doctors Network)Patelki (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia)PTGMI (Persatuan Terapi Gigi dan Mulut Indonesia) #TIMETOSCREAMTOTHEWORLD#LEAVETHEHOSPITALALONE#STOPGENOCIDE#FREEPALESTINE
SURAT TERBUKA MER-C KEPADA PRESIDEN RI “SELAMATKAN RS INDONESIA DAN JALUR GAZA”

Jakarta, 11 November 2023 SURAT TERBUKA MER-C KEPADA PRESIDEN RI “SELAMATKAN RS INDONESIA DAN JALUR GAZA” Kepada yang terhormat, Bapak Ir. H. Joko Widodo Presiden Republik Indonesia Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua Hari ini 36 hari sudah dunia menyaksikan agresi membabi buta, pembunuhan dan pembantaian massal terhadap rakyat sipil di Jalur Gaza, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Pemukiman warga, bahkan tempat ibadah baik masjid maupun gereja, sekolah, lokasi-lokasi pengungsian, serta berbagai fasilitas umum lainnya, bahkan seluruh rumah sakit di Jalur Gaza tak luput menjadi sasaran kebrutalan militer Israel. Belasan ribu jiwa meninggal, puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka tanpa bisa mendapatkan penanganan yang layak akibat habisnya obat-obatan, padamnya aliran listrik di rumah sakit karena kehabisan bahan bakar serta sederet situasi menyedihkan lainnya. Warga Gaza kini hidup tanpa harapan, tanpa makanan, air, listrik, bahan bakar di tengah gempuran serangan udara dan darat Israel yang semakin gencar, tanpa mengindahkan kemanusiaan dan hukum-hukum internasional. Rumah Sakit Indonesia, asset bangsa Indonesia yang berada di Gaza bagian Utara yang dibangun dari dana rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, yang pembangunannya dikerjakan oleh tangan anak-anak bangsa tak luput menjadi sasaran. Berbagai fitnah dan framing disebarkan Israel untuk melegitimasi serangan terhadap RS Indonesia. Sebagai informasi bagi Bapak, saat ini 3 relawan MER-C, WNI, masih berada di Jalur Gaza, di RS Indonesia untuk menyalurkan bantuan amanah dari rakyat Indonesia untuk warga Palestina di Jalur Gaza. RS Indonesia kini mencoba tetap bertahan dan beroperasional di tengah kegelapan dan keterbatasan obat-obatan, karena ini adalah satu-satunya tumpuan harapan masyarakat Gaza Utara untuk berlindung dan mendapatkan akses pengobatan. Akankah dunia dan kita bangsa Indonesia terus berdiam diri melihat hal ini ? Untuk itu, sebagai perwakilan rakyat Indonesia, atas nama bangsa Indonesia, bangsa yang memiliki asset Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, kami berharap Bapak Presiden dengan segala kemampuan dan kapabilitas yang dimiliki untuk dapat melakukan perubahan dan menyelamatkan RS Indonesia di Jalur Gaza. Kami berharap, pada kesempatan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, Bapak dapat menyampaikan hal ini, memberikan tekanan kepada dunia, khususnya kepada Amerika Serikat agar segera mengadakan gencatan senjata di Jalur Gaza dan menyelamatkan Rumah Sakit Indonesia dari serangan Israel. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian khusus Bapak Presiden. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hormat kami, Atas nama rakyat Indonesia Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C Indonesia ————————————————— Subject: Open Letter from MER-C to the President of the Republic of Indonesia Dear Mr. Ir. H. Joko Widodo, President of the Republic of Indonesia Peace be upon you, and may the mercy of Allah and His blessings be upon you—greetings of peace for all of us. Today marks the 36th day of the world witnessing indiscriminate aggression, murder, and mass slaughter of civilians in the Gaza Strip, the majority of whom are women and children. Residential areas, including places of worship such as mosques and churches, schools, evacuation locations, and various other public facilities, not to mention all hospitals in the Gaza Strip, have fallen victim to the brutality of the Israeli military. Tens of thousands have lost their lives, and tens of thousands more are injured, unable to receive proper treatment due to the depletion of medications, the blackout of electricity in hospitals due to fuel shortages, and a series of other distressing situations. The people of Gaza live without hope now, without food, water, electricity, and fuel amid the intensified air and ground attacks by Israel, disregarding humanity and international laws. The Indonesia Hospital, a national asset built in the northern part of Gaza with funds from the Indonesian people from Sabang to Merauke, constructed by the hands of our fellow countrymen, has not escaped becoming a target. Israel has spread various false accusations and framings to legitimize attacks on the Indonesia Hospital. For your information, Mr. President, currently, three MER-C volunteers, Indonesian citizens, are still in the Gaza Strip at the Indonesia Hospital to deliver aid entrusted by the Indonesian people to the people of Palestine in the Gaza Strip. The Indonesia Hospital is now trying to survive and operate amid darkness and a shortage of medications because it is the only hope for the people of North Gaza to seek refuge and access medical treatment. Will the world and our Indonesian nation continue to remain silent in the face of this? Therefore, as representatives of the Indonesian people, on behalf of the Indonesian nation that owns the Indonesia Hospital in the Gaza Strip, we hope that you, Mr. President, with all your capacities, can bring about change and save the Indonesia Hospital in the Gaza Strip. We hope that during the meeting with the President of the United States, Joe Biden, you can convey this matter, exerting pressure on the world, especially the United States, to immediately initiate a ceasefire in the Gaza Strip and save the Indonesia Hospital from Israeli attacks. This open letter is for your special attention, Mr. President. Peace be upon you, and may the mercy of Allah and His blessings be upon you. Sincerely, On behalf of the Indonesian people, Dr. Sarbini Abdul Murad Chairman of the MER-C Presidium
MER-C Bantah Tuduhan Israel terhadap RS Indonesia
MER-C membantah tuduhan juru bicara Israel yang menyatakan bahwa markas Hamas berada di RS Indonesia di Gaza. Bahkan sebuah akun twitter bernama Sacha Roytman yang merupakan Kepala Media Digital IDF menyebarkan pembohongan publik yang menyebutkan bahwa Hamas memanfaatkan rumah sakit sebagai pusat komando dan infrastruktur sipil untuk operasinya. Ia bahkan menyertakan video yang menyebutkan bahwa bangunan dalam video tersebut adalah bangunan RS Indonesia yang memperlihatkan pintu masuk terowongan di RS Indonesia. Disamping itu, MER-C juga membantah rilis IDF bahwa RS Indonesia menyimpan atau membuat satu bunker yang menyimpan solar, mengambil bahan bakar dari rumah sakit dan menimbun di bawahnya. Untuk membantah dan mengklarifikasi tuduhan-tuduhan tersebut, MER-C menggelar konferensi pers bertajuk “Klarifikasi Tuduhan Israel terhadap RS Indonesia” Senin/6 November 2023 di Kantor Pusat MER-C Indonesia di Jakarta. Konferensi dihadiri oleh dr. Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), Ir. Faried Thalib (Presidium) dan dr. Henry Hidayatullah. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad menilai tuduhan-tuduhan tersebut merupakan pra kondisi Israel untuk menyerang Rumah Sakit Indonesia. “Kami membantah tuduhan Israel. Bangunan dalam video yang beredar di media sosial yang dituduhkan sebagai RS Indonesia bukan merupakan bangunan RS Indonesia. Ini adalah pra kondisi Israel untuk menyerang Rumah Sakit Indonesia,” ujar Sarbini Presidium MER-C lainnya, Ir, Faried Thalib yang juga merupakan Ketua Tim Pembangunan RS Indonesia di Gaza menunjukkan bahwa bangunan RS Indonesia mempunyai bentuk yang khas, berbentuk segi delapan, yang sangat berbeda dengan bentuk bangunan yang dituduhkan akun twitter Sacha Rotman. Sarbini menjelaskan jika RS Indonesia di Gaza dibangun dalam konteks professional dan sesuai kebutuhan masyarakat Gaza, sejak awal hingga saat ini. RS Indonesa dibangun untuk menunjang kebutuhan medis rakyat Gaza. “Oleh sebab itu, kami menghimbau kepada masyarakat Internasional untuk menjaga insitusi atau lembaga-lembaga yang jelas dilindungi oleh undang-undang, salah satunya adalah Rumah Sakit,” tegas Sarbini. Sarbini juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk mengecam Israel agar tidak melakukan langkah-langkah yang brutal terhadap RS Indonesia. Hal ini dikarenakan RS Indonesia merupakan tumpuan dari masyarakat Gaza yang ada di wilayah utara. Dimana 450.000 masyarakat Gaza Utara bergantung dengan keberadaan RS Indonesia. “RS Indonesia menjadi RS utama di Gaza Utara. RS Indonesia menjadi tumpuan Masyarakat Gaza Utara untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan darurat terhadap korban perang yang dilakukan oleh Israel,” lanjutnya. Sementara itu, pada jam 4 sore di hari yang sama, MER-C juga menggelar konferensi pers online dengan media-media asing untuk membantah dan mengklarifikasi isu yang sama, yang dihadiri oleh dr. Henry Hidayatullah (Presidium), dr. Arief Rachman, SpRad (Presidium), Ir. Nur Ikhwan Abadi (Site Manager RS Indonesia) dan Marissa Noriti (Sekretariat MER-C). Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=S1CirZ931pM ———————————————– MER-C denies Israeli accusations against Indonesia Hospital. MER-C denies the Israeli spokesperson’s accusation that Hamas headquarters are located in Indonesia Hospital in Gaza. A Twitter account named Sacha Roytman, who is the Head of IDF Digital Media, spread a public lie that Hamas used the hospital as a command centre and civilian infrastructure for its operations. He even included a video stating that the building in the video was the Indonesia Hospital building, showing the tunnel entrance at the Indonesian Hospital. In addition, MER-C also denied the IDF release that Indonesia Hospital stored or built a bunker that stored diesel fuel, took fuel from the hospital, and stockpiled it underneath. To refute and clarify these allegations, MER-C held a press conference entitled “Clarification of Israeli Allegations against Indonesia Hospital” on Monday, November 6th, 2023, at MER-C Indonesia Headquarters in Jakarta. The press conference attended by dr. Sarbini Abdul Murad (Chief Presidium of MER-C), Ir. Faried Thalib (Presidium) and dr. Henry Hidayatullah (Presidium). Chairman of MER-C Presidium, Sarbini Abdul Murad, assessed that the accusations were pre-conditions for Israel to attack Indonesia Hospital. “We refute Israel’s allegations. The building in the video circulating on social media is alleged to be an Indonesia Hospital, but it is not an Indonesia Hospital building. This is a pre-condition for Israel to attack the Indonesian Hospital,” said Sarbini. Another MER-C Presidium, Ir, Faried Talib, who is also the Chairman of the Indonesia Hospital Construction Team in Gaza, pointed out that the building of the Indonesia Hospital has a distinctive octagonal shape, which is very different from the form of the building alleged by Sacha Roytman’s Twitter account. Sarbini explained that the Indonesia Hospital in Gaza was built in a professional context and according to the needs of the people of Gaza from the beginning until now. The hospital was built to support the medical needs of the people of Gaza. “Therefore, we appeal to the international community to protect institutions by law, one of which is the hospital,” said Sarbini. Sarbini also asked the entire community to criticize Israel for not taking brutal steps against Indonesia Hospital. It is because the Indonesia Hospital is the foundation of the people of northern Gaza. Four hundred fifty thousand people in North Gaza depend on The Indonesia Hospital. “Indonesia Hospital is the main hospital in North Gaza. Indonesia Hospital are the foundation of the people of North Gaza to get treatment and emergency care for victims of the war carried out by Israel,” he continued. Meanwhile, at 4 pm at the same day, MER-C also held an online press conference for foreign media also to refute and clarify the same issues, which was attended by dr. Henry Hidayatullah (Presidium), dr. Arief Rachman, SpRad (Presidium), Eng. Nur Ikhwan Abadi (Site Manager of Indonesia Hospital) and Marissa Noriti (Secretariat of MER-C). Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=yeKA8DM3RF8&t=30s
Seruan dari Rumah Sakit Indonesia, Jalur Gaza – Palestina

SERUAN DARI RUMAH SAKIT INDONESIA, JALUR GAZA – PALESTINA Bismillahirrahmanirrahim Dari ruang tamu Rumah Indonesia, dari Jantung Rumah Sakit Indonesia yang dibangun dari kerja keras rakyat Indonesia, yang dibangun dari dana rakyat Indonesia.Dari jantung target serangan, dari utara Jalur Gaza, kami sampaikan pesan kepada Pemerintah Indonesia. Sebagai pembuka, kami memohon kepada pemerintah Indonesia untuk melakukan tekanan terhada semua, kepada Amerika, kepada Inggris, kepada Perancis, kepada PBB, kepada penjajah, agar segera menghentikan serangan terhadap Jalur Gaza. Dan menghentikan ancaman mereka untuk menyerang Rumah Sakit Indonesia. Dan kami meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menekan penjajah agar menghentikan serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia, dan serangan di sekitar Rumah Sakit Indonesia. Rumah Sakit Indonesia sudah diserang dan dibombardir sejak hari pertama yang mengakibatkan 2 orang pekerja syahid di dalam Rumah Sakit Indonesia. Kami sangat yakin kepada pemerintah Indonesia akan mampu menekan penjajah untuk menghentikan serangan terhadap rakyat Palestina, terhadap rumah sakit, dan memberikan perlindungan kepada rumah tamu Indonesia. Di sini, dari jantung serangan, dari jantung Rumah Sakit Indonesia, dari jantung perwakilan pemerintah Indonesia, dari rumah tamunya rakyat Indonesia meminta pemerintah agar memberikan perlindungan penuh kepada seluruh pekerja, seluruh pasien dan para pengungsi yang berada di dalam rumah sakit yang jumlahnya sudah mencapai lebih dari 5000 orang. Meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menekan semuanya agar menghentikan serangan kepada rumah sakit Indonesia, serta memberikan perlindungan penuh kepada Rumah Sakit Indonesia. Kami sangat yakin pemerintah Indonesia mampu memberikan tekanan kuat kepada PBB, kepada USA, kepada penjajah untuk menghentikan serangan kepada rumah sakit. Barakallahufikum. Dr. Atef al-KahloutDirektur RS IndonesiaJalur Gaza, Palestina Link Youtube : https://youtu.be/6xnkknQpVF0