MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Mengintip Kesibukan Relawan MER-C Indonesia di Klinik Giving Without Borders

Gaza – Relawan MER-C Indonesia, Nadia Rosi, Amd.Kep., pada 25 Maret 2026 kembali membagikan kegiatannya selama bertugas di Klinik Giving Without Borders (GWB) di Khan Younis, Gaza Selatan. Jika sebelumnya ia membantu pelayanan untuk ibu hamil, kali ini Nadia bertugas di bagian perawatan luka. Ia juga memperlihatkan sejumlah fasilitas serta kondisi pelayanan di klinik tersebut, sekaligus berinteraksi dengan para pasien yang datang untuk berobat. Pada kesempatan itu, ia juga menunjukkan kegiatan penyuluhan terkait personal hygiene yang sangat dibutuhkan warga Gaza di tengah krisis air dan sabun akibat blokade dan agresi yang masih terus berlangsung. Selain memberikan layanan medis, Klinik GWB bersama MER-C juga aktif menyelenggarakan edukasi dan pelatihan bagi warga serta staf klinik. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Nadia Rosi telah bertugas di Jalur Gaza untuk ketiga kalinya. Dalam penugasan ketiganya bersama Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-10 sejak Oktober 2025, ia memutuskan untuk memperpanjang masa tugasnya. Hingga kini, Nadia telah menjalankan misi kemanusiaan di Gaza selama hampir enam bulan. Ia mengaku bersyukur kembali mendapat kepercayaan dari MER-C dan merasa senang dapat kembali bertemu serta membantu masyarakat Gaza. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111.925 Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061 Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400 Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720 Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

MER-C Kirimkan Tim Medis ke-5 untuk Bertugas di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengirimkan Medical Emergency Tim (EMT) ke-5 untuk bertugas ke Jalur Gaza, Senin (29/7).  Tim EMT 5 ini terdiri dari empat orang relawan, yaitu satu dokter spesialis bedah syaraf, satu dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi, satu dokter spesialis anastesi serta satu dokter spesialis penyakit dalam.  Sebelumnya, satu dokter sudah berangkat lebih dulu ke Jordan dan tiga orang lainnya menyusul dari Jakarta pada hari Senin. Tim EMT 5 ditargetkan bisa segera masuk ke Jalur Gaza awal Agustus ini. Salah satu relawan yang merupakan dokter spesialis bedah syaraf, dr. Dany K Ramdhan, mengaku bersemangat untuk berangkat ke Jalur Gaza, karena sudah lama menanti untuk diberangkatkan ke sana.  “Sudah kewajiban kita membantu saudara-saudara kita di sana dan setelah berbulan-bulan menunggu, Alhamdulillah dikasih kesempatan untuk ke sana,” ujar Dany.  Dany mengatakan, Tim EMT 5 rencananya akan bertugas selama satu bulan, namun tetap melihat situasi karena bisa saja lebih dari perkiraan.  “Rencananya kita akan bertugas di RS An Nasser, di sana nanti kita akan bertugas sesuai dengan bidang kita masing-masing. Kalau dikasih kesempatan, kita juga harus melihat situasi di Gaza Utara, bagaimana Rumah Sakit Indonesia,” tambahnya.  “Mudah mudahan apa yang kita upayakan diridhoi Allah, bermanfaat buat umat dan buat keluarga,” tuturnya.  Dany juga mengajak masyarakat untuk jangan pernah berhenti memperjuangkan saudara-saudara di Gaza, karena sekecil apapun usaha yang dilakukan tetap akan bernilai.  MER-C secara berkelanjutan mengirimkan tim medis ke Jalur Gaza melalui kerja sama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO).  Saat ini ada 5 relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza, yaitu satu relawan medis, tiga relawan non-medis, dan satu Liaison Officer Tim EMT yang baru saja berhasil kembali masuk Gaza pada 16 Juli 2024.

Satu Relawan Liaison Officer MER-C Masuk Gaza, Upayakan Misi ke RS Indonesia di Gaza Utara

Satu Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang merupakan Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT), Marissa Noriti, masuk ke Jalur Gaza bersama konvoi PBB, melalui perbatasan Karem Abu Salem, Selasa (16/7). Ini merupakan kali kedua ia masuk ke Gaza setelah sebelumnya pada 18 Maret, menjadi Tim relawan EMT MER-C pertama bersama 10 relawan lainnya yang berhasil masuk ke Jalur Gaza. Misinya masuk ke Jalur Gaza kali ini adalah untuk menindaklanjuti pembangunan Primary Health Care (PHC) di area kompleks RS Nasser di Gaza Selatan dan persiapan rencana pengiriman bantuan serta tim medis ke RS Indonesia di Gaza Utara. “Ini merupakan misi kedua saya, misi pertama saat itu pada 18 Maret. Kita sedang mempersiapkan pembangunan Primary Health Care di area Nasser Hospital dan ada rencana deployment tim juga ke RS Indonesia di Gaza Utara. Mohon doanya mudah-mudahan berjalan lancar dan makin banyak hal lagi yang bisa kita lakukan untuk saudara kita di Palestina,” ujar Marissa. Ia mengungkap, situasi perjalanan kali ini dibandingkan konvoi sebelumnya terbilang cukup lancar. Semua tim konvoi juga mematuhi peraturan sehingga tidak ada permasalahan saat di perbatasan. Dengan kedatangan Marissa Noriti, saat ini relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza berjumlah enam orang, lima relawan asal Indonesia dan satu relawan lokal. MER-C akan kembali mengirimkan relawan ke Jalur Gaza, yang tergabung dalam TIM EMT 5, terdiri dari beberapa dokter sepesialis. Saat ini keberangkatan Tim masih menunggu izin.

Komunitas Pejuang Subuh Serahkan Donasi Kemanusiaan Gaza Melalui MER-C

Komunitas Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah menyerahkan donasi kemanusiaan tahap 4  untuk Gaza, Palestina, sebesar Rp. 100.000.000 melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Donasi diserahkan oleh Ketua dan Pengurus Jamaah PSMRPI Irwan Prima Aditya pada hari Ahad (14/7) di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan. Donasi diterima langsung oleh Ir. Luly Larissa, Ketua Divisi Penggalangan Dana dan Ita Muswita, Relawan Bidan yang baru kembali dari Jalur Gaza. Turut hadir secara online salah satu Presidium sekaligus Ketua EMT MER-C Indonesia, dr. Arief Rachman, SpRad. “Sekarang saudara-saudara kita di Palestina sedang dilihat oleh Allah bagaimana kesabaran mereka, tapi kita juga di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Alhamdulillah kita menyalurkan bantuan tersebut pada pagi hari ini,” ujar Irwan dalam sambutannya. “Terima kasih kepada para jamaah, semoga Bapak, Ibu sekalian menjadi hamba-hamba Allah yang paling baik amalannya. Semoga bantuan ini, walau tidak besar bisa menunjukkan kepada Allah bahwa kita tidak diam, bahwa kita juga melakukan tanggung jawab dengan kemampuan kita untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami ujian yang berat di Palestina,” katanya. Setelah penyerahan donasi, acara dilanjutkan dengan sharing kegiatan dan pengalaman relawan MER-C dari Jalur Gaza, Ita Muswita yang telah bertugas di sana selama 74 hari atau 2,5 bulan kepada para jamaah pengajian rutin Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah yang hadir secara online.

Kitabisa Salurkan Donasi Tahap 4 untuk Palestina Melalui MER-C

Situs donasi dan penggalangan dana, Kitabisa, menyalurkan donasi tahap 4 yang ditujukan untuk warga Palestina di Jalur Gaza melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Donasi diserahkan pada Jumat, 28 Juni 2024, di Kantor Pusat MER-C di Jakarta, total sebesar Rp 2.512.769.402,-. Bantuan ini merupakan hasil solidaritas dan patungan ribuan #OrangBaik dan influencer Indonesia di platform Kitabisa diantaranya Rachel Venya, The Sungkars, Dwi Handayani dan Mira Agile, Raffi Ahmad dan Nagita RANS, Zaskia Adya Mecca, Adam Hawa, Alfy Saga dan Fatma, Syifa Hadju, Rinrin dan “Hearts to Gaza Rafah”. Donasi yang terkumpul juga berasal dari sejumlah #BrandBaik Indonesia, yaitu LinkAja, Hijra, Flip, Komunitas Mitra Driver Gojek, Masak.tv, Mitra Bukalapak, MySkill, Napocut, Dana, Mother of Pearl, Sedjuk, ShowKoffie dan Urban Wagyu. Penyerahan donasi dihadiri Ketua Divisi Fund Raising MER-C Ir. Luly Larissa, Relawan Bidan dan Perawat Bedah yang baru kembali dari Gaza Ita Muswita dan Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris. Donasi dari Kitabisa diserahkan oleh Head of Partnership Kitabisa.com Fania Khamada, Communication and Community Development Kitabisa.com Nurkholis Hanifa serta Partnership Account Executive Kitabisa.com Hibatur Rahman dan Adit Hasbullah. Ketua Divisi Fund Raising MER-C, Ir Luly Larissa, mengatakan kerjasama MER-C dan Kitabisa sudah berlangsung cukup lama, khususnya untuk program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza. Ia mengatakan, bahkan sejak agresi terjadi, kerjasama yang ada semakin baik. Dengan dukungan orang-orang baik, yaitu masyarakat Indonesia yang berdonasi melalui platform ini, Kitabisa sudah menyalurkan 4 tahap donasi untuk Gaza. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari Kitabisa dan seluruh influencer serta masyarakat Indonesia,” ujarnya. Sebelumnya, Kitabisa telah menyerahkan donasi tahap 1 pada bulan November 2023 sebesar Rp 1.000.000.000,-, donasi tahap 2 pada Desember 2023 sebesar Rp 500.000.000,- dan donasi tahap 3 pada Januari 2024 sebesar Rp 1.576.195.000,-. Seluruh donasi yang diterima oleh MER-C telah disalurkan secara bertahap sejak Oktober 2023 dan masih terus berlangsung hingga sekarang. Bahkan sejak 18 Maret 2024, MER-C telah mengirimkan 4 tim relawan medis yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) ke Gaza. Saat ini, MER-C tengah mempersiapkan Tim EMT 5 ke Gaza dan berharap bisa masuk Gaza pada bulan Juli 2024. Tim Medis MER-C menjadi satu-satunya tim dari Indonesia yang bertugas di dalam Gaza. Dengan dukungan dan donasi yang ada, MER-C akan terus mengirimkan bantuan kebutuhan medis baik berupa obat-obatan, peralatan medis serta relawan dan bantuan kemanusiaan lainnya yang dibutuhkan warga Gaza

Musisi dan Seniman Indonesia Berkolaborasi dengan Lima Lembaga Kemanusiaan akan Gelar Konser Amal Simfoni Indonesia untuk Gaza

Sejumlah musisi dan seniman Indonesia lintas agama berkolaborasi dengan lima Lembaga Kemanusiaan Peduli Palestina, yaitu ESQ Kemanusiaan, Dompet Dhuafa, Palang Merah Indonesia (PMI), Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan Internasional Networking For Humanitarian (INH) pada Minggu (14/7) akan menggelar konser amal bertajuk “Simfoni Indonesia untuk Gaza”, di Granada Ballroom, Menara 165, pukul 18.00 – 22.00 wib. Konser Amal “Simfoni Indonesia untuk Gaza” hadir dari keresahan dan keprihatinan akan pembantaian yang telah berlangsung hampir 9 bulan di Jalur Gaza yang telah merenggut puluhan ribu korban jiwa dan luka. Sejumlah musisi dan seniman Indonesia lintas agama, yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu akan hadir dan menunjukkan kepedulian mereka terhadap tragedy kemanusiaan yang terjadi di Palestina, yaitu Dwiki Dharmawan World Peace Orchestra, Penyair Taufik Ismail, Penyanyi Putri Ariani, Once Mekel, Bella dan Chiki Fawzi, Lucky Resha serta pengisi acara lainnya, dr. Ary Ginanjar Agustian, Ustadz Erick Yusuf, David Chalik, dan masih banyak lagi musisi serta seniman yang akan memeriahkan acara ini. Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris mengajak masyarakat untuk bisa ikut menghadiri dan meramaikan acara ini, karena dengan membeli tiket berarti sudah berdonasi untuk Palestina. “Kami mengajak masyarakat, apapun agama anda, siapa pun yang peduli pada Gaza dan kemanusiaan, untuk hadir pada acara ini, karena dengan membeli tiket berarti Anda sudah berdonasi untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Dan MER-C menjadi salah satu lembaga yang nantinya akan menyalurkan donasi yang terkumpul,” ujarnya. Terkait informasi pendaftaran, dapat menghubungi nomor 08111337165 (June) dan mengirimkan donasi Anda melalui rekening nomor 7274.5878.86, Bank Syariah Indonesia (BSI) atas nama Simfoni Indonesia untuk Gaza. Donasi dari pembelian tiket konser amal ini dibagi menjadi tiga paket, yaitu Gold 1.5 juta rupiah, Titanium 2 juta rupiah dan Diamond 3 juta rupiah. MER-C sejak agresi Israel pada 7 Oktober 2023 terus menyalurkan bantuan yang langsung diserahkan oleh relawan MER-C di Jalur Gaza, berupa kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, obat-obatan, sembako dan air bersih untuk para pengungsi. Selain itu, MER-C bekerja sama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak 18 Maret 2024 juga terus mengirimkan tim medis yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, bidan dan juga perawat, untuk bertugas di sejumlah fasilitas kesehatan yang masih beroperasi di wilayah itu. Pengiriman tim medis dari MER-C ini masih berlangsung dan akan memasuki tahap ke-5. Sebagai program jangka Panjang, MER-C berkomitmen untuk merenovasi Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara yang mengalami kerusakan parah akibat agresi Israel.

Yayasan Cianjur Kota Qur’an Kunjungi MER-C Bahas Penggalangan Donasi untuk Palestina

Yayasan Cianjur Kota Qur’an pada Rabu (26/6) mengunjungi Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), membahas rencana penggalangan donasi untuk Palestina yang akan dilakukan oleh lembaga yang didirikan Yayasan tersebut, Gerakan Amal Wakaf Inovatif (GAWAI) Untuk Semua. “Kami silaturahim dengan MER-C untuk berpartisipasi dalam program-program kemanusiaan terkhusus di Gaza, Palestina, akibat korban genosida Israel,” ujar Ketua Yayasan Cianjur Kota Qur’an Ustaz Deden Abdullah Suja’i. “Alhamdulillah MER-C membuka tangan untuk bekerja sama dengan kami, karena kami ingin berbuat banyak dalam hal kemanusiaan khususnya bagi korban perang Gaza kekejaman Israel ini, yang kami tidak punya akses kami titipkan ke MER-C. Mudah-mudahan tidak hanya hari ini kami bertemu dengan MER-C dan mudah-mudahan sekali kita semua berkumpul di surganya Allah,” kata Ustaz Deden. “Saya sendiri sudah lama menjadi fans MER-C sejak tahun 1999 waktu konflik Ambon. Founder MER-C dr. Jozerizal Journalis itu luar biasa kiprahnya dan teruji, apalagi di Palestina dan berbagai tempat bencana di Aceh terutama termasuk saat gempa di wilayah kami di Cianjur,” ungkapnya. Ia mengatakan, terkait situasi saat ini di Gaza, Palestina, sudah mati rasa karena Israel sendiri pun sudah mati rasa terhadap kemanusiaan. “Tapi tetap kita jangan berpangku tangan, harus berbuat minimal berdoa dan memboikot. Mudah-mudahan Allah memberikan pertolongan terhadap Gaza,” tuturnya.

Disambut Dengan Penuh Haru, Relawan MER-C Kembali ke Indonesia Setelah Misi Kemanusiaan di Gaza

Banten, Rasilnews – Setelah melalui perjalanan panjang dan penuh tantangan, tiga relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akhirnya tiba kembali di tanah air, Indonesia. Mereka adalah Ita Muswita (Ketua Tim/Bidan & Perawat Bedah), Asrina Sari (Perawat), dan Nadia Rosi (Perawat), yang telah mengabdi di Gaza selama lebih dari dua bulan, memberikan bantuan medis kepada warga yang terdampak konflik berkepanjangan. Setelah tertahan di Rafah, kota di selatan Gaza, karena situasi keamanan yang tidak menentu, para relawan akhirnya berhasil kembali. Mereka harus melewati berbagai rintangan sebelum tiba di Indonesia. Uni Ita, panggilan akrab Ita Muswita, menceritakan kisah penuh haru dan keteguhan hatinya kepada Radio Silaturahim. “Kami masuk ke Gaza melalui perbatasan Rafah dan bertugas di sana selama 2,5 bulan. Setiap hari di sana adalah perjuangan. Kami keluar lewat Kerem Shalom dan kemudian tinggal di Yordania, menunggu tim ke-4 masuk ke Gaza, baru kemudian kami kembali ke tanah air,” ungkap Uni Ita dengan suara yang bergetar, mengenang masa-masa sulit tersebut. Selama bertugas, mereka menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan peralatan medis hingga ancaman keselamatan. Namun, semangat untuk membantu sesama tidak pernah padam. “Alhamdulillah, saya diberi kesempatan oleh MER-C untuk ikut misi ini. Dari sekian banyak misi yang saya ikuti, misi ke Gaza lah yang paling banyak menguras air mata. Kondisi di Gaza sangat memprihatinkan, tidak ada tempat yang benar-benar aman. Namun, insya Allah, jika diberi kesempatan lagi, saya dan teman-teman siap untuk kembali demi misi kemanusiaan,” tambahnya dengan penuh semangat. Uni Ita juga mengungkapkan pelajaran berharga yang didapatnya dari Gaza. “Dari Gaza, saya belajar arti sebenarnya dari ‘InsyaAllah’. Di sana, InsyaAllah bukan sekadar janji, tapi sebuah pengingat bahwa ‘hari ini kita hidup, mungkin besok kita belum tentu…’. “Setiap hari adalah anugerah yang harus disyukuri,” katanya sambil menahan air mata. Kepulangan mereka disambut dengan tangis haru oleh tim MER-C lainnya yang telah menunggu. Banyak dari mereka yang menitikkan air mata, tidak hanya karena bahagia melihat rekan-rekan mereka kembali dengan selamat, tetapi juga karena rasa bangga dan hormat atas keberanian dan dedikasi yang ditunjukkan. “Kami sangat bangga dengan apa yang telah mereka lakukan. Mereka adalah pahlawan sejati,” ujar salah satu anggota tim MER-C yang menyambut. Suasana penyambutan di bandara dipenuhi dengan keharuan. Wajah-wajah yang lelah namun penuh semangat itu, menjadi saksi bisu dari kisah pengorbanan dan keberanian yang tak ternilai harganya. Mereka bukan hanya membawa kembali cerita tentang penderitaan dan perjuangan, tetapi juga harapan dan inspirasi. Kisah mereka adalah pengingat bahwa kemanusiaan masih hidup, bahkan di tengah Genosida yang berlangsung. Relawan MER-C telah menunjukkan kepada dunia bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas. Mereka telah menanamkan semangat kemanusiaan yang tak tergoyahkan, sebuah teladan yang patut ditiru oleh kita semua. Semoga langkah mereka menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus berjuang demi kemanusiaan dan keadilan. Sumber : https://www.radiosilaturahim.com/disambut-dengan-penuh-haru-relawan-mer-c-kembali-ke-indonesia-setelah-misi-kemanusiaan-di-gaza/

Peduli Anak-Anak Palestina, Penggiat Musik Jazz Galang Donasi Lewat Jazz in Unity

Sejumlah pegiat musik Jazz menggalang donasi untuk anak-anak Palestina melalui konser amal bertajuk “Jazz in Unity” yang digelar di salah satu hotel di Jakarta Selatan, Jumat (14/6). Bagas Indyatmono Inisiator Jazz in Unity mengatakan, donasi dikumpulkan melalui platform Kitabisa.com untuk kemudian disalurkan melalui lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Jazz in Unity dimeriahkan oleh sejumlah musisi di antaranya Armiya Husein, Bella Fawzi, Chika Fawzi, Dara Swandana, Dira Sugandi, Eka Annash, Elfa Zulham, Fia, Jamie Aditya, Kevin Yousua, Kojek Rap Betawi, Rebecca Kezia, Sri Hanurga, Yudi Ahmad Tajudin dan lainya. “Awalnya memang dari keresahan kami para penggiat musik jazz terhadap apa yang terjadi sekarang di Palestina, karena memang pastinya yang berdampak sangat parah adalah anak-anak di sana. Maka dari keresahan ini, saya sempat membuat ajakan lewat Instagram story dan ternyata ajakan itu secara organik melebar ke mana-mana. Terkumpullah beberapa orang yang memang punya keresahan dan kegelisahan yang sama dan akhirnya kita sepakat untuk membuat acara ini,” kata Bagas. Ia berharap acara ini akan terus bergulir tidak hanya di Jakarta, tapi juga digelar di kota-kota lain atau luar negeri jika memungkinkan.  Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya memilih MER-C sebagai penyalur donasi karena telah percaya dengan rekam jejak yang dilakukan di Gaza, dan merupakan salah satu lembaga yang saat ini relawannya langsung membantu warga Gaza. Selain itu, beberapa orang juga merekomendasikan untuk mempercayakan donasi kepada MER-C.  Jazz in Unity akan digelar selama dua bulan ke depan dan donasi juga masih terus bisa dilakukan. Bagi yang tidak sempat hadir bisa menyaksikan acara ini lewat streaming di Youtube Jazz ini unity. “Harapannya lebih banyak lagi yang bisa terlibat di acara ini dan pastinya juga berikan hadiah dan donasi terbaik untuk anak-anak di Palestina,” ujar Bagas. Vikra Co Founder dan CEO Kitabisa mengaku senang bisa diajak meremaikan Jazz in Unity yang merupakan salah satu bentuk ekspresi baru dalam memberikan dukungan kepada Palestina. “Harapannya kita dapat terus mengawal sampai Palestina merdeka, sampai tidak ada genosida lagi. Namun, secara realistis ini merupakan perjalanan dan perjuangan jangka panjang,” kata Vikra. “Kami bersyukur sudah menjadi mitra MER-C sejak lama, yang melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan, seperti bantuan Rumah Sakit Indonesia di Gaza,” tambahnya. Ia juga mengajak untuk bergerak dan konsisten memberikan dukungan kepada Palestina apapaun bentuknya, baik doa, share di sosial media atau berdonasi ke lembaga yang kongkret dan nyata seperti MER-C atau Kitabisa.

Ketua Presidium MER-C Bertemu Menkopolhukam Bahas Situasi Jalur Gaza

Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad bertemu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Hadi Tjahjanto, di Kantor Kemenkopolhukam, di Jakarta, Senin (10/6). Keduanya membahas situasi terkini Jalur Gaza di tengah serangan Israel yang masih berlangsung, serta progres bantuan MER-C ke wilayah tersebut. Dalam kesempatan itu, Sarbini menyampaikan kondisi relawan MER-C di Jalur Gaza, juga rencana renovasi Rumah Sakit Indonesia yang hancur akibat serangan Israel, setelah genjatan senjata permanen berhasil dicapai. Ia mengatakan, renovasi Rumah Sakit Indonesia tentu membutuhkan bantuan serta dukungan dari berbagai pihak, terutama selama proses masuk ke Jalur Gaza melalui Rafah, Mesir. Menko menyambut baik rencana tersebut dan siap membantu apabila MER-C membutuhkan bantuan selama proses renovasi yang akan dilakukan. Menko juga mengapresiasi kerja kemanusiaan luar biasa yang telah dilakukan MER-C baik di dalam maupun luar negeri. Ia juga mengaku senang bisa bertemu dengan ketua Presidium MER-C, yang ia sebut sebagai “pahlawan kemanusiaan”.

Silahkan bertanya?