MER-C Training Center Resmi Diluncurkan

MER-C Training Center (MTC) yang bergerak di bidang pelatihan kegawatdaruratan medis dan keahlian medis lainnya resmi disahkan sebagai PT Medika Tunas Cendikia. Pelaksanaan syukuran digelar di Jakarta pada tanggal 4 Februari 2024. PT MTC yang merupakan bagian dari Yayasan MER-C menawarkan berbagai pelatihan diantaranya; Basic Life Support (BLS) untuk Awam maupun Medis, Basic Trauma & Cardiac Life Support, Surgical Skill (BSS), Basic and Advance Skills Lab, dan Mass Casualties Incident Training. Namun tidak hanya pelatihan, MTC juga akan menggelar berbagai seminar kesehatan dan workshop, Tidak terbatas di Jakarta namun di seluruh daerah di Indonesia. Acara syukuran ini dihadiri oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, Presidium MER-C dr Yogi Prabowo, SpOT., Ketua Yayasan MER-C dr. Muhammad Reza Saputra, Sp.OT., Direktur Utama MTC dr. Naenda Stasya, MARS., jajaran Direksi MTC, Relawan MER-C dan para undangan. “Pada hari ini kita mengucapkan syukur kepada Allah, karena detik ini MTC telah bisa menunjukkan satu kiprah awalnya dan insyaallah kedepan bisa lebih berkembang dan lebih maju,” kata Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dalam sambutannya di peresmian MTC. “Saya berpesan, terkadang sesuatu yang kita rancang tidak selalu seindah yang kita harapkan. Untuk itu butuh perjuangan. Maka harapan saya teman-teman di MTC bisa bekerja sama dengan baik, menjalin komunikasi dengan stakeholder-stakeholder yang lain, apabila ada masalah bisa didiskusikan secara transparan sehingga tidak menghambat bidang kerja bisnis dan lainnya. Jadi kita saling mendukung,” tuturnya. Ketua Yayasan MER-C dalam kesempatan itu menyampaikan harapannya, semua relawan dapat berjuang bersama dengan semakin banyak kolaborasi yang dilakukan, maka semakin bersatu untuk membangun MER-C semakin besar. “Kita berjuang bersama. Semakin banyak SDM kita semakin banyak kita melakukan kolaborasi, bukan semakin berpecah tapi semakin bersatu membangun MER-C supaya semakin besar. Diharapkan MTC ini dapat mengemban amanat tersebut,” kata dr. Reza.Direktur Utama MTC dalam sambutannya mengatakan, MTC merupakan underbow MER-C. MTC menjadi berbeda dari lembaga pelatihan lainnya karena memiliki keunggulan pada SDM Pelatihnya yang juga merupakan relawan MER-C yang telah berpengalaman di wilayah perang, konflik maupun bencana alam. “Alhamdulillah dua hari ini pada tanggal 3 dan 4 Februari pihak manajemen MTC telah melaksanakan rapat kerja yang juga dihadiri perwakilan kantor yang ada di Yogyakarta dan Medan.Kami menargetkan tahun ini sudah bisa menjalankan 11 program,” ungkapnya. Ia mengatakan, Visi MTC adalah menjadi Lembaga Pelatihan Kesehatan dengan keunggulan kegawatdaruratan dan managemen bencana yang diakui baik tingkat nasional maupun internasional di tahun 2029. “Mohon doa restu dan juga support. Mungkin masih banyak hal yang luput atau belum terlintas dalam pemikiran kami. Oleh karena itu, dengan senang hati kami tunggu saran yang konstruktif untuk kemajuan MTC,“ pungkasnya.
MER-C dan Sejumlah Tokoh serta Lembaga Bentuk Afghanistan Support Working Group

Sejumlah Tokoh dan Lembaga Peduli Afghanistan membentuk Afghanistan Support Working Group dalam rangka menggalang dukungan dan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Afghanistan khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Ide ini tercetus saat acara Silaturahim Indonesia – Afghanistan yang diadakan oleh MER-C untuk menyambut kedatangan seorang dokter orthopedi dan tokoh pendidikan Afghanistan, Asst. Prof. Emal Wardak, MD, Sabtu/1 Okt 2022. Acara dihadiri oleh Mayjend TNI (Purn). Arief Rachman (Duta Besar RI untuk Afghanistan), Prof. DR. Hj. Amany Lubis, MA (Rektor UIN Syarif Hidayatullah), DR. KH. Imam Addaruqutni, MA (Tokoh Muhammadiyah), Ustadz Dr. H. Abdurrahman Anton Minardi, MA (Ketua Empathy Foundation) beserta pengurus, dr. Rahyussalim, SpOT, Pengurus Jamaah Muslimin (Hizbullah) dan beberapa media partner diantaranya LKBN Antara, HU Republika, Radio dan TV Silaturahim serta Mi’raj News Agency (MINA). Emal Wardak, MD adalah Kepala Departemen Orthopaedi dan Trauma di RS Nasional Wazir Mohammad Akbar Khan Kabul, Afghanistan. Tim MER-C bertemu dengan ahli bedah orthopedi Afghanistan ini ketika menunaikan misi kemanusiaan ke Afghanistan pada Juli 2022 lalu sebagai respon terhadap bencana gempa bumi dahsyat yang melanda negara tersebut. Saat ia berkunjung ke Kuala Lumpur akhir bulan September lalu untuk suatu kegiatan, kesempatan ini dimanfaatkan MER-C untuk mengundang dokter berusia 43 tahun ini datang ke Indonesia guna menindaklanjuti rencana program capacity building bagi tenaga kesehatan Afghanistan. Selama kunjungannya di Jakarta, MER-C membawa dokter Emal mengunjungi pusat pendidikan orthopedi di FKUI – RSCM, melihat alur dan sistem di IGD RSCM dan IMERI atau Indonesian Medical Education and Research Institute yang merupakan institute pendidikan kedokteran dan penelitian pertama di Indonesia. Pendidikan Kedokteran lain yang juga didatangi adalah FK UIN Syarif Hidayatullah yang berada di Ciputat. Meski waktu kedatangan yang singkat di Indonesia, MER-C bekerjasama dengan RS Islam Jakarta Cempaka Putih, ILUNI FKUI dan PPNI DKI Jakarta berkesempatan mengadakan Seminar dan Worskhop “Mass Casualty Management in Conflict Area”, Minggu/2 Oktober 2022 di Auditoriun RS Islam Jakarta Cempaka Putih dengan pembicara utama Asst. Prof. Emal Wardak dari Afghanistan dan Mohammad Al Attar, MD dari Jalur Gaza, Palestina. Pembicara berkompeten lainnya adalah pembicara dari RSCM, PPNI DKI Jakarta dan relawan MER-C yang berpengalaman di berbagai wilayah konflik dalam dan luar negeri. Seminar dan workshop diadakan secara hybrid dengan peserta yang juga berasal dari tiga negara, yaitu Indonesia, Afghanistan dan Jalur Gaza, Palestina. Kedatangan Asst. Prof. Emal Wardak, MD, diharapkan menjadi awal yang baik untuk terus mempererat jalinan kerjasama yang telah terbangun dan memperkuat dukungan MER-C bersama elemen bangsa Indoensia lainnya untuk bahu membahu membantu rakyat Afghanistan untuk bangkit dari krisis kemanusiaan. Dukungan dan Donasi bagi Program Kemanusiaan MER-C di Afghanistan dapat disalurkan melalui: BSI (Bank Syariah Indonesia)No. Rek. 701.565.8918 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Call Center:0811 99 0176
MER-C dan PPNI DKI Jakarta Bahas Kerjasama Penanggulangan Bencana

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menerima kunjungan dari Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Wilayah DKI Jakarta, Rabu/3 Agustus 2022. Dalam kunjungan ini, Tim PPNI DKI Jakarta dipimpin oleh Jajang Rahmat selaku Ketua, didampingi oleh Indra Jaya Permana (Wakil Sekretaris), Siti Nurlaela (Wakil Ketua Bidang Pelayanan), Diah Sukaesti (Ketua Divisi Pelayanan) serta beberapa anggota Bidang Pelayanan. Kunjungan Pengurus PPNI DKI Jakarta diterima langsung oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan jajaran Presidium MER-C, dr. Yogi Prabowo, SpOT, dr. Henry Hidayatullah, MSi, dan dr. Arief Rachman, SpRad serta sejumlah relawan MER-C. Ketua PPNI DKI Jakarta, Jajang Rahmat mengatakan bahwa tujuan kunjungan ke Kantor Pusat MER-C adalah untuk membuat jejaring kerjasama atau kolaborasi dalam hal penanggulangan bencana. “Kami ingin membuat jejaring kerjasama atau kolaborasi dengan MER-C tentang bagaimana penganggulangan bencana mulai dari aspek keilmuan sampai dengan pelaksanaan pelayanan di lapangan,” jelas Jajang. “Kadang-kadang orang turun ke bencana tanpa ilmu. Ini yang ingin kita belajar dari MER-C agar terstruktur dengan baik dengan penguatan keilmuan di bidang kebencanaan,” ujarnya. Ia berharap nantinya akan ada MOU Kerjasama yang berkaitan dengan pelatihan, workshop, seminar terkait kebencanaan dan tentunya tindak lanjut bagaimana penanggulangan bencana di lapangan. Presidium MER-C, dr. Yogi Prabowo, SpOT mengapresiasi dan menyambut baik kunjungan pengurus PPNI DKI Jakarta. “Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman perawat di PPNI,” ujarnya. Presidium yang juga salah satu Pendiri MER-C ini menilai kunjungan PPNI adalah suatu kolaborasi yang akan baik ke depannya. PPNI terutama di DKI Jakarta dengan jumlah anggota 56 ribu perawat adalah sebuah kekuatan yang cukup besar. Dengan pelatihan bersama, sharing keilmuan dan pengalaman bersama ia yakin akan menjadi hal yang sangat baik untuk penanganan bencana di Indonesia. Ia juga berharap kerjasama dan kolaborasi bisa berlanjut dengan PPNI di kota-kota dan provinsi lainnya. “Langkah terdekat adalah bagaimana segera mewujudkan kolaborasi dalam bentuk pelatihan bersama dan misi bantuan bencana bersama, kemudian yang lebih besar lagi adalah mendirikan pusat pelatihan atau pendidikan tidak hanya untuk perawat namun untuk tenaga kesehatan pada umumnya,” imbuhnya.
MER-C dan Universitas Malikussaleh Aceh Jalin Kerjasama dalam Pendidikan Kedokteran Bencana

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan Universitas Malikussaleh, Nanggroe Aceh Darussalam, melaksanakan penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) pada hari Rabu, tanggal 30 Maret 2022, bertempat di Kantor Pusat MER-C di Jakarta. Penandatangan MOU dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dilakukan antara Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, MT., IPM., ASEAN Eng dengan Ketua Yayasan MER-C, dr. Muhammad Reza Saputra, SpOT. Bersamaan dengan penandatanganan MOU, diikuti juga dengan penandatanganan MOA (Memorandum of Agreement) yang dilakukan antara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Muhammad Sayuti, SpB (KBD) dengan Ketua MER-C Training Center, dr. Naenda Stasya, MARS. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Muhammad Sayuti, SpB (KBD) menyampaikan bahwa kerjasama ini dalam rangka mencapai visi FK Malikussaleh menjadi FK yang unggul dalam bidang kebencanaan. MER-C menjadi salah satu partner kerjasama yang dipilih karena telah banyak berkiprah dalam bidang kedokteran kebencanaan. “Kami berharap kita bisa bekerjasama dalam Tridharma perguruan tinggi, baik itu dalam bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian. Tentu banyak hal yang bisa kita kerjakan misal koordinasi ketika ada bencana-bencana nasional seperti pengiriman relawan-relawan dan di lapangan kita koordinasikan dengan MER-C salah satunya,” ujarnya. Sementara itu Rektor Universitas Malikussaleh dalam sambutannya juga berharap melalui kerjasama ini dan program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, FK Unimal bisa melibatkan mahasiswa dari prodi-prodi di bawahnya untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan MER-C baik di level nasional maupun internasional. “Kami ingin mendorong supaya membuka wawasan mahasiswa kami pada kegiatan yang tidak hanya bersifat nasional, namun juga internasional, agar mahasiswa kami mendapat pengalaman.” Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyambut baik kerjasama MER-C dan Universitas Malikussaleh. “Ini adalah kerjasama yang monumental dan bersejarah bagi MER-C,” katanya. Ia sepakat idealisme harus dibangun sejak dari mahasiswa, termasuk idealisme di bidang kemanusiaan. Dengan adanya didikan dari awal dalam bidang kemanusiaan, mahasiswa akan memiliki ruang untuk mengabdikan ilmunya, mewakafkan profesinya bagi kemanusiaan. “MER-C memiliki ahli-ahli di bidang emergency, sehingga nanti bisa kita rancang program-program yang sesuai. Kita harapkan FK unimal menjadi pelopor dalam bidang kemanusiaan,” ungkapnya. Dr. Yogi Prabowo, SpOT(K), Presidium MER-C mengatakan sebuah kehormatan bagi MER-C diminta untuk terlibat dalam upaya mencapai visi unggulan program FK Unimal dalam bidang kedokteran kebencanaan. “Kami menyambut baik, artinya FK Unimal sedang bergerak ke arah yang benar. Indonesia adalah sebuah wilayah yang sangat rawan dengan bencana sehingga Indonesia wajib mempunyai kurikulum dalam manajemen bencana. Mudah-mudahan MER-C bisa memenuhi harapan FK Unimal dalam menyusun kurikulum kedokteran bencana.”