MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Masuk Susah, Keluar pun Susah

Ini adalah hari ke-2 bagi tiga relawan RS Indonesia (Ir. Edy Wahyudi, Karidi dan Miyanto) menunggu di perbatasan Rafah. Sejak beberapa lama info pembukaan Rafah hanya “katanya dan katanya”, alhamdulillah kali ini benar pintu perbatasan Rafah akhirnya dibuka, meskipun hanya 2 hari, ya hanya 2 hari, Sabtu dan Ahad ini. Mendengar informasi tersebut, 3 relawan dari 5 relawan yg masih berada di Gaza segera bersiap. Tugas mereka telah selesai di Gaza krn RS Indonesia telah diserahterimakan & telah beroperasional. Kini waktunya mereka pulang utk di rolling dg relawan lainnya.   Sejak Sabtu pagi (13/2), 3 relawan telah bergegas menuju perbatasan Rafah untuk mencoba keluar dari Gaza dan berharap bisa kembali ke tanah air. Di perbatasan Rafah, ternyata banyak orang yang mengantri utk keluar dr Gaza g berbagai keperluan. Info dr relawan ada sekitar 5.000 orang. Mengantri di kerumunan orang hingga malam hari ternyata kesabaran para relawan kembali diuji. Mereka blm bisa keluar dr Gaza pd hari Sabtu kemarin. Kesempatan utk mencoba keluar tinggal hari Ahad ini. Klo tdk berhasil, para relawan hrs bersabar lg menunggu info pembukaan Rafah berikutnya yang entah kapan dan berapa lama lagi. Masuk susah, keluar pun susah. Hari ini, hari kedua atau hari terakhir pembukaan Rafah, tiga relawan RS Indonesia tengah berikhtiar kembali di Perbatasan Rafah.   Mohon doa dari Bapak/Ibu/Sahabat semoga urusan para relawan diberi kemudahan dan kelancaran. Smg mereka bisa segera kembali ke tanah air dg selamat & berkumpul lagi dg keluarga tercinta yg sdh sekian lama mengikhlaskan kepergian suami mereka utk melaksanakan jihad profesi membangun RS Indonesia di Gaza, Palestina.        

Menengok Wisma Rakyat Indonesia di Gaza

Sebagai wilayah misi jangka panjang, di dalam area kompleks RS Indonesia tepatnya di belakang RS Indonesia, MER-C juga telah mempersiapkan sebuah bangunan yang diberi nama “Wisma Rakyat Indonesia”.   Wisma yang terdiri dari 2 lantai ini dibangun oleh para relawan dan berfungsi sebagai kantor MER-C serta tempat tinggal para relawan Indonesia yang bertugas di Gaza. Saat ini sebanyak 4 relawan masih menempati Wisma Rakyat Indonesia. Ke depan, Wisma akan menjadi tempat tinggal bagi para relawan Indonesia baik medis maupun non medis yang akan bertugas di Gaza selanjutnya. Warga Indonesia yang sedang berkunjung ke Gaza, juga dipersilahkan untuk singgah ke wisma ini. Yuk menengok ke bagian dalam Wisma Rakyat Indonesia…

Ruang Operasi RS Indonesia

Bagi yang bertanya-tanya kenapa nama pulau Jawa tidak ada dalam daftar nama ruang perawatan di RS Indonesia, ini jawabannya…. Nama pulau Jawa ditetapkan sebagai nama untuk ruang operasi di RS Indonesia. Rumah sakit karya anak bangsa ini dilengkapi dengan 4 kamar operasi yang diberi nama Jawa 1, Jawa 2, Jawa 3 dan Jawa 4. Dengan 4 ruang operasi, RS Indonesia sanggup melakukan semua operasi kedaruratan berupa bedah umum, trauma kepala, trauma dada dan abdomen hingga kegawatan kardiovaskuler. Peralatan bedah terkini memudahkan dokter bedah dan anestesi untuk melakukan tindakan dengan aman, nyaman dan efisien sehingga meningkatkan survival rate pasien operasi. Sejak dibuka pada akhir Desember 2015 lalu, hingga saat ini, ruang operasi RS Indonesia telah menangani banyak pasien. ‪#‎Semoga_terus_manfaat  

RS INDONESIA DI GAZA MULAI BEROPERASI

Minggu/27 Desember 2015 menjadi salah satu hari bersejarah dalam proses panjang program pembangunan RS INDONESIA di Jalur Gaza, Palestina. Pada hari ini, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza secara resmi membuka dan mengoperasionalkan RS INDONESIA. Bahkan dua hari sebelumnya, Kamis (24/12), Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS INDONESIA melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan sudah melakukan uji coba kesiapan peralatan-peralatan medis di RS INDONESIA dengan adanya tindakan operasi bagi tiga pasien yang berasal dari Gaza Utara. Operasi dilakukan di Ruang Operasi Jawa 1 dan Ruang Operasi Jawa 2. Usai operasi pasien langsung dipindahkan dan diinapkan ke ruang rawat inap Batam yang berada di lantai 2 RS INDONESIA.   Pembukaan RS INDONESIA disambut antusias oleh warga Gaza. Pada hari Sabtu (26/12), RS INDONESIA sudah mulai menerima antrian pasien rawat jalan yang sementara masih dilayani di Ruang IGD Teungku Cik Ditiro  karena Ruang Poliklinik masih dalam tahap persiapan untuk pembukaan. Sejak hari Sabtu – Minggu (26 – 27 Desember 2015), jumlah pasien rawat jalan yang berobat ke RS INDONESIA sudah mencapai 312 orang. Ruang Rawat Inap dan ICU pun mulai terisi pasien.   RS Indonesia adalah sebuah karya anak bangsa yang dikerjakan oleh putra-putra bangsa dengan donasi seluruhnya murni berasal dari rakyat Indonesia tanpa bantuan asing. Dicetuskan pada Januari 2009, kemudian pembangunan fisik RS INDONESIA dimulai pada Mei 2011. Melalui dua peperangan besar pada tahun 2012 dan 2014, pembangunan RS Indonesia tetap berjalan dan selesai pada pertengahan tahun 2014.   Pembangunan kemudian dilanjutkan dengan pengadaan alat kesehatan, furniture serta instalasi listrik, oksigen, telepon, internet, dll yang dimulai sejak November 2014 hingga Desember 2015. Kini di penghujung tahun 2015, tepatnya Minggu/27 Desember 2015 RS Indonesia akhirnya resmi dibuka dan memberikan pelayanan medis bagi rakyat Gaza yang membutuhkan.   Rasa syukur tak terhingga dan haru yang luar biasa ketika melihat RS INDONESIA mulai dipenuhi oleh tenaga medis dan para pasien yang mengantri untuk mendapatkan pengobatan. Alat-alat medis canggih dan modern pun, akhirnya mulai digunakan dan dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan medis terbaik bagi warga Gaza yang selama ini hidup dalam agresi dan blokade illegal ketat Israel.   Terima kasih dan selamat kepada rakyat Indonesia atas  beroperasinya RS INDONESIA di Gaza, Palestina. Semoga semua doa, donasi, jerih payah dan keikhlasan, menjadi amal baik yang terus mengalir bagi para relawan dan donatur serta seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung program ini.  

MER-C Adakan Videoconference dengan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza

Rabu (28/10), pkl 19.00 wib atau sekitar pkl 14.00 waktu Gaza, Tim MER-C yang diwakili oleh dr. Joserizal Jurnalis, SpOT (Presidium), Ir. Faried Thalib (Presidium), Ahyahudin Sodri, MSc. VDI (Ketua Tim Alkes RSI) dan dr. Yogi Prabowo, SpOT mengadakan videoconference dengan Wakil Menteri Kesehatan Palestina (dr. Yusuf Abu Al Reesh) yang didampingi staf Kementerian Kesehatan untuk membicarakan persiapan operasionalisasi RS INDONESIA.   Videoconference yang berlangsung selama lebih dari 1 jam 30 menit tersebut membahas berbagai hal detail terkait persiapan pembukaan RS INDONESIA seperti kebutuhan SDM Medis dan Non Medis yang akan bertugas, pemasangan jaringan IT rumah sakit, penambahan peralatan serta sarana lainnya untuk mendukung berjalannya RS INDONESIA nanti. Rencananya, kegiatan videoconference ini akan diadakan rutin dan berkala hingga RS INDONESIA dibuka. Sementara itu, sampai saat ini MER-C masih menempatkan empat relawannya di Jalur Gaza, Palestina. Mereka adalah Ir. Edy Wahyudi, Karidi bin Martono Parjo, Miyanto Modo Sodimejo dan salah satu relawan muda yang juga tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam Gaza, Reza Aldilla Kurniawan. Meskipun pembangunan RS INDONESIA telah selesai , namun tugas keempat relawan ini  masih sangat penting dan berat. Para relawan dibawah komando Ir. Edy Wahyudi harus berkoordinasi dengan berbagai pihak di Gaza, khususnya Kementerian Kesehatan Palestina untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar RS INDONESIA bisa segera dibuka.

Ramadhan 2015, MER-C Bagikan 1.000 Paket Sembako dan 500 Paket Ifthar di Gaza

Di bulan suci Ramadhan tahun ini, MER-C Indonesia kembali menyalurkan bantuan dari para donator di Indonesia yang masuk melalui rekening amanah khusus kemanusiaan Gaza. Bantuan yang diberikan berupa 1.000 paket sembako ditambah 500 paket ifthar (buka puasa) yang ditujukan bagi para anak yatim di Gaza. Kegiatan ini dilakukan langsung oleh 4 relawan MER-C Indonesia yang masih melanjutkan tugas di Jalur Gaza, Palestina mempersiapkan Grand Opening RS Indonesia.   Menurut dr. Henry Hidayatullah, Ketua Presidium MER-C, “Kegiatan ini dilakukan selain dalam rangka menyalurkan amanah donasi dari para donator, juga membantu rakyat Gaza yang mengalami kondisi terblokade darat, laut dan udara yang menjadi lebih sulit pasca perang 51 hari lalu. Dengan adanya bantuan ini, kami berharap bisa sedikit meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita di sana, sebagaimana amanah yang kami terima.”   Koordinator program Ramadhan 2015 yang juga Site Manager RS Indonesia, Ir. Edy Wahyudi mengatakan bahwa pembagian 1.000 sembako mulai dilakukan secara bertahap sejak hari Selasa lalu. “Pada tanggal 7 bulan 7 pukul 7 waktu setempat, persiapan kami lakukan untuk memulai pembagian paket sembako. Tim relawan yang masih tersisa sebanyak 4 orang dibagi menjadi 2 tim yang menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang berhak menerimanya di berbagai wilayah di Jalur Gaza.   Paket sembako yang berisi beras 5 kg, daging kornet 4 kaleng, gula pasir 3 kg, saos tomat 2 kaleng besar, broad beans/kacang kara oncet 3 kaleng, kacang fudi (fuul) 1 kaleng, macaroni besar 2 bungkus, macaroni golda 1 bungkus, macaroni filiz 1 bungkus, kacang adas 1 bungkus, kacang humus 1 bungkus, kacang fasuliah 1 bungkus, teh celup 1 kotak besar, dan mentega (samnah) 1 kaleng diangkut dengan menggunakan 3 kendaraan operasional truk terbuka, mobil box dan mobil operasional RS Indonesia.   “Alhamdulillah seluruh paket telah selesai tersalurkan ke berbagai tempat yang berhak menerimanya, kepada para anak-anak yatim dan fakir miskin baik di Gaza bagian Utara hingga ke wilayah Gaza bagian Selatan,” jelas Ir. Edy Wahyudi yang sudah tiga kali bertugas di Jalur Gaza untuk memimpin program pembangunan RS Indonesia.   500 Anak Yatim dan Janda Para Syuhada Berbuka Puasa Bersama di RS Indonesia   Sementara itu paket bantuan ifthar (buka puasa) dilakukan dengan mengundang 500 anak yatim untuk berbuka puasa bersama di RS Indonesia, Kamis (9/7). Relawan Indonesia yang mempersiapkan 4 bus besar untuk membawa seluruh para anak yatim dari berbagai wilayah di Jalur Gaza ke lokasi RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina.   “Kami mempersiapkan 600 kursi yang disusun di depan RS Indonesia dan Alhamdulillah hampir semuanya terisi penuh oleh anak-anak yatim yang didampingi oleh ibunda atau keluarga mereka,” tutur Ir. Edy Wahyudi. Sekitar 30 menit sebelum adzan maghrib, atau sekitar jam 19.30 waktu setempat, para anak yatim sudah berkumpul di RS Indonesia. Sejumlah menu berbuka puasa terbaik yang ada di Gaza telah disiapkan oleh para relawan untuk menyambut mereka.   “Kami menyiapkan kurma-kurma dengan kualitas terbaik (kurma Ajwa), sebotol minuman dalam kondisi dingin, satu nampan makanan Dajaj untuk 2 – 3 orang/nampan (makanan khas Arab dengan nasi bercampur bumbu khas dan satu ekor ayam/nampan), sebotol juz buah kualitas terbaik, Laban (sejenis susu yang sudah difermentasi dalam keadaan dingin) dan ditutup dengan Halawiyat (kue kacang dengan berbalut bahan serabut gandum),” ungkap Ir. Edy.   Tidak hanya itu, sebelum pulang anak-anak juga diberikan satu paket oleh-oleh berisi berbagai macam snack, permen, cokelat dan makanan lainnya yang disukai anak-anak Gaza yang dikemas dalam plastik bergambar RS Indonesia. Hari itu RS Indonesia benar-benar semarak dan dipenuhi oleh keceriaan anak-anak Gaza. Terima kasih kepada para donator yang telah menyisihkan rizkinya sehingga kegiatan-kegiatan seperti ini bisa berlangsung. MER-C melalui relawan-relawannya yang bertugas di Jalur Gaza, siap menyalurkan amanah donasi dari para donator untuk berbagai program kemanusiaan di Jalur Gaza.   Rekening Kemanusiaan Gaza, Palestina : BCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753754 BSM, 700.290.5803 Semua rekening atas nama: Medical Emergency Rescue Committee              

Menuju Momentum Bersejarah Grand Opening RS Indonesia di Gaza, Palestina

Senin, 15 Juni 2015 menjadi salah satu hari yang bersejarah dari rangkaian panjang program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Pada hari itulah MER-C melalui relawannya di Jalur Gaza telah melakukan Soft Opening RS Indonesia yang pembangunan fisiknya telah selesai dan proses pengadaan alat kesehatannya telah mencapai tahap akhir.   Salah satu proses penting dalam acara ini adalah penandatanganan MOU serah terima RS Indonesia. MER-C selaku inisiator pembangunan RS Indonesia, menyerahkan bangunan fisik RS Indonesia berikut seluruh alat kesehatan yang ada di dalamnya kepada rakyat Palestina.  Penandatanganan MOU dilakukan oleh Ir. Nur Ikhwan Abadi, salah satu relawan MER-C di Gaza selaku wakil dari rakyat Indonesia dan Dr.Ashraf Abu Mahadi selaku Dirjen Hubungan Luar Negeri Kementerian Kesehatan, mewakili rakyat Palestina.   Bendera kedua Negara tampak menghiasi area rumah sakit Indonesia sebagai tanda ikatan dan silaturahmi yang semakin erat dari kedua bangsa. Prosesi sederhana serah terima itu dihadiri oleh seluruh relawan Indonesia yang berjumlah 19 orang, para Pejabat dan rakyat Gaza.   RS Indonesia akhirnya diputuskan untuk diserah terimakan dengan tujuan agar Kementerian Kesehatan Palestina bisa segera melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan agar RS Indonesia bisa segera beroperasional, diantaranya mempersiapkan SDM lokal yang akan bertugas, mempersiapkan manajemen RS dan mengadakan pelatihan-pelatihan yang diperlukan bagi para SDM yang akan mengoperasikan alat-alat medis tertentu.   Sebagai tahapan selanjutnya dan sebagai acara puncak dari rangkaian ini, MER-C akan melakukan Grand Opening RS Indonesia, yaitu peresmian dan pembukaan RS Indonesia yang rencananya akan dihadiri oleh delegasi dari Indonesia. Sejumlah pejabat Indonesia, bahkan Presiden RI, Ketua DPR RI serta donatur RS Indonesia telah menyatakan kesediaannya untuk hadir pada acara ini. Kami berharap Grand Opening RS Indonesia bisa terlaksana dalam waktu dekat dan saat itu RS Indonesia telah dapat beroperasionalisasi memberikan pelayanan kesehatan kepada rakyat Gaza yang membutuhkan.     Presiden RI Akan Meresmikan RS Indonesia di Gaza   Berbagai persiapan menuju momentum bersejarah Grand Opening RS Indonesia tengah dilakukan, diantaranya audiensi dengan sejumlah pejabat pemerintahan telah dilakukan untuk melaporkan perkembangan Program Pembangunan RS Indonesia dan rencana Grand Opening RS Indonesia.   Program ini mendapat apresiasi mendalam salah satunya dari Presiden RI. Tim MER-C berkesempatan bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara, Rabu/17 Juni 2015 lalu. Mendengar pemaparan tentang RS Indonesia, Presiden Joko Widodo menyatakan keinginannya untuk memenuhi undangan MER-C ke Gaza untuk meresmikan RS Indonesia. Keinginan ini bahkan sampai tiga dinyatakannya dan langsung meminta kepada Mensesneg RI (Prof. Dr. Pratikno), Wakil Menteri Luar Negeri (AM Fachir) dan Tim Komunikasi Presiden (Teten Masduki) yang mendampinginya menerima audiensi Tim MER-C, untuk dapat menyusun kunjungannya ke Gaza, Palestina.   Mensesneg RI, Prof. Dr. Pratikno saat di wawancarai usai menerima audiensi Tim MER-C menyampaikan bahwa Presiden sangat tertarik dengan pembangunan RS Indonesia di Gaza, yang merupakan RS terbesar di Gaza yang dibangun oleh masyarakat Indonesia, tanpa dana pemerintah, tanpa dana dari masyarakat negara lain.     Menurutnya, Presiden akan melakukan kunjungan ke Timur Tengah. Dalam konteks semacam ini, teman-teman dari MER-C juga mempunyai program yang sangat menarik, yaitu pembangunan RS Indonesia di Gaza yang didanai oleh masyarakat Indonesia sepenuhnya dan merupakan RS terbesar di Gaza. RS Indonesia di Gaza akan menjadi titik tambahan dari rencana kunjungan Presiden ke Timur Tengah yang sampai saat ini belum terjadwal, karena perlu komunikasi dengan negara-negara di Timur Tengah yang sedang dijajaki oleh Kemenlu RI.    Menurut Pratikno, bagi Presiden yang menarik adalah ini kontribusi dari masyarakat Indonesia, recehan yang dikumpulkan dari seluruh Indonesia tanpa dana dari pemerintah, tanpa dana dari masyarakat negara lain.     Selain Presiden RI, Ketua DPR RI, Setya Novanto juga mengapresiasi pendirian Rumah Sakit Indonesia. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi Tim MER-C pada hari Senin/20 April 2015 di Gedung DPR RI.   Ketua DPR RI yang dturut didampingi oleh Wakil Ketua DPR RI, Fachri Hamzah dan Staf Ahli Ketua DPR Nurul Arifin, menyambut baik rencana Peresmian dan Grand Opening RS Indonesia dan berniat hadir pada acara ini. Bahkan, Fachri Hamzah mengusulkan kepada Ketua DPR agar pemerintah memberikan anggaran untuk mendukung operasionalisasi RS Indonesia ke depan melalui perencanaan APBN.     Di kesempatkan lain, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, saat ditemui oleh Tim MER-C untuk memberikan undangan peresmian Grand Opening RS Indonesia, Rabu/10 Juni 2015 menyampaikan harapannya bahwa RS Indonesia yang merupakan pemberian dari masyarakat Indonesia untuk masyarakat Palestina agar bisa menjadi pemersatu faksi-faksi yang ada di Palestina.   Menteri Luar Negeri RI juga berpesan agar pemberian bantuan bagi rakyat Palestina jangan hanya kepada salah satu golongan/kelompok. Ir. Idrus M Alatas, Ketua Divisi Konstruksi  MER-C, khususnya untuk Pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza memaparkan bahwa selama ini MER-C dan relawannya di Jalur Gaza berusaha menjalin komunikasi dengan semua faksi-faksi yang ada di Palestina, begitupun dengan penyaluran bantuan kemanusiaan yang ditujukan bagi semua kelompok yang membutuhkan, tidak terbatas pada kelompok tertentu saja.   Menanggapi undangan untuk menghadiri Grand Opening RS Indonesia, Menteri Luar Negeri mengatakan bahwa pihaknya belum bisa mengkonfirmasi hal tersebut sebelum adanya kepastian untuk memasuki wilayah Gaza yang diblokade.   Sementara itu, sejumlah donator RS Indonesia yang juga akan turut hadir pada acara Peresmian dan Grand Opening RS Indonesia adalah Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan Aburizal Bakrie.     RS Indonesia Dilengkapi Berbagai Alat Medis Canggih dan Modern   Dengan donasi dan kedermawanan yang luar biasa dari rakyat Indonesia khususnya menengah ke bawah, target Rp 40 Milyar melalui kampanye Rp 20ribu per orang untuk pembangunan fisik RS Indonesia serta target Rp 65 Milyar melalui kampanye Rp 50ribu per orang untuk pengadaan alat kesehatan RS Indonesia di Gaza, Palestina telah tercapai. Bahkan target dana Alat Kesehatan Rp 65 Milyar tercapai hanya dalam jangka waktu tidak lebih dari 2 bulan pada bulan Juni – Juli 2014 lalu.   Tim pengadaan alat kesehatan RS Indonesia yang diketuai oleh Ahyahudin Sodri, MSc, VDI salah seorang relawan dengan keahlian dalam bidang medical technologist, bersama Timnya, menyusun daftar alat-alat kesehatan yang modern dan canggih dalam rangka menyalurkan amanah rakyat Indonesia dan memberikan yang terbaik bagi rakyat Palestina.   Sebagai RS Traumatologi dan Rehabilitasi, RS Indonesia memiliki 4 ruang operasi yang fully equipped dengan meja operasi dan lampu operasi berteknologi LED

MER-C Adakan Lomba Gambar RS Indonesia dan Tahfidz Qur’an di Gaza

Seiring telah selesainya pembangunan RS Indonesia dan akan rampungnya proses pengadaan alat kesehatan RS Indonesia yang sudah mencapai hampir 90%, MER-C akan segera melakukan serah terima RS Indonesia kepada rakyat Gaza, Palestina. Segala persiapan menuju momentum bersejarah ini tengah dilakukan.   Mengawali rangkaian acara menuju serah terima RS Indonesia, MER-C melalui cabangnya di Jalur Gaza, Palestina akan mengadakan lomba-lomba yang diperuntukkan bagi anak-anak di Jalur Gaza. Ada dua lomba yang akan dipertandingkan, yaitu lomba menggambar bangunan RS Indonesia dan lomba tahfidz Al Qur’an yang terbuka bagi anak-anak mulai tingkat pendidikan SD hingga SMU.   Pengumuman lomba telah diiklankan di harian berbahasa Arab di Gaza, yaitu koran Palestina, yang terbit pada hari Minggu (7/6) lalu. Sejak adanya pengumuman tersebut, anak-anak di Jalur Gaza mulai berdatangan ke lokasi Rumah Sakit Indonesia untuk mendaftarkan diri mereka menjadi peserta.   Rangkaian lomba dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 13 dan 14 Juni 2015 mendatang, bertempat di Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina.       Lomba terdiri dari menggambar bangunan RS Indonesia untuk anak-anak di bawah usia 15 tahun serta tahfidz Al Qur’an juz 30 untuk anak-anak usia di bawah delapan tahun.   Rencananya acara akan dibuka oleh Syaikh Dr. Abdurrahman Al-Jamal, Pimpinan Ma’had Tahfidz Darul Qur’an Karim Wa Sunnah Gaza.   “Kelak anak-anak usia SD hingga SMU yang menjadi target peserta dari lomba ini akan mengingat event bersejarah ini, sehingga nama Indonesia akan tersimpan dalam ingatan dan hati mereka,” ujar Muqarrabin Al Fikri, Ketua MER-C Cabang Gaza.        

Tertunda 2 bulan, Peralatan Fisioterapy dan USG Akhirnya Tiba di RS Indonesia

Gaza – Satu persatu alat kesehatan berdatangan di RS Indonesia (RSI). Alat yang baru saja tiba setelah terlambat hampir dua bulan adalah peralatan Fisioterapy dan USG. “Alamdulillah atas ijin Allah peralatan Fisioterapy dan USG RS Indonesia akhirnya tiba,” ungkap Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RSI dengan penuh rasa syukur.     Peralatan tersebut terdiri dari peralatan fisioterapy produk Enraf Holland sejumlah 11 unit dari total kontrak sejumlah 13 unit yang tiba pada tanggal 25 Mei 2015 dan peralatan USG produk Philips sejumlah 2 unit yang tiba pada tanggal 3 Juni 2015 lalu.     Edy memaparkan bahwa kedatangan peralatan tersebut seharusnya maksimal pada tanggal 10 April 2015, akan tetapi alat ini baru tiba di RSI pada tanggal 3 Juni 2015 atau mengalami keterlambatan hampir dua bulan.                     “Sebelumnya kami merasa kecil hati bahwa peralatan tersebut akan tiba di RSI mengingat kondisi supplier yang memasok alat ini mengalami goncangan krisis keuangan perusahaan yang cukup parah akibat situasi secara global Palestina,” tambah relawan yang sudah 3 kali bertugas di Gaza, Palestina menunaikan amanah pembangunan RSI.       /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Sementara itu, dr. Arief Rachman, anggota Tim Pengadaan Alat Kesehatan RSI Gaza menjelaskan bahwa 2 unit alat USG RSI terdiri dari alat fixed dan portable. USG utama akan ditempatkan di ruang poliklinik RSI untuk melayani kasus rawat jalan dan pasien rawat inap. “Alat USG dengan klasifikasi multipurpose ini mampu melakukan pemeriksaan dasar seperti abdomen (perut), hingga yang advance seperti Doppler vascular, Echocardiography dan small parts (payudara, tiroid),” terangnya.                 “Sedangkan alat USG portable dengan kemampuan yang sama akan ditempatkan di ruang IGD RSI untuk mendukung diagnosis trauma. Pemeriksaan real time pada kasus cedera organ dalam seperti liver, limpa atau ginjal menjadi krusial untuk menentukan penanganan pasien apakah akan dioperasi atau konservatif,” ungkapnya.         Dokter yang tengah menjalani pendidikan Kedokteran Spesialis Radiologi di FKUI ini juga memaparkan bahwa pemeriksaan emergensi lain semisal adanya cairan bebas di rongga paru atau sumbatan pada sistem pembuluh darah tungkai juga bias diperiksa dengan alat USG ini                 Dengan kedatangan alat Fisioterapy dan USG ini, hampir 90% alat kesehatan RSI telah terpenuhi. Sisanya masih dalam proses pemesanan dan perizinan, yaitu peralatan untuk Bank Darah, Laboratorium dan Kamar Jenazah, yang diharapkan bisa segera selesai waktu dekat.              

Dua Alat Canggih untuk Ruang Radiologi Tiba di RS Indonesia

Sempat tertunda selama 3 minggu akhirnya alat CT Scan dan X-Ray untuk melengkapi Ruang Radiologi tiba di RS Indonesia, Gaza, Palestina. Informasi ini disampaikan oleh Site Manager RS Indonesia, Ir. Edy Wahyudi via pesan singkat, Sabtu (23/5). Salah seorang anggota tim pengadaan alat kesehatan RS Indonesia yang selama ini memberikan pengarahan dan panduan bagi relawan di Gaza untuk pemesanan seluruh paket alat kesehatan RS Indonesia, dr. Arief Rachman, menjelaskan bahwa alat CT Scan yang ada di RS Indonesia adalah CT Scan 128 slices yang memiliki kecepatan dan resolusi tinggi.   “Untuk Rumah Sakit Traumatologi seperti RS Indonesia, kecepatan dan resolusi tinggi itu nomor satu. Makin cepat, makin baik. Hasil gambar makin bagus, maka diagnosis akan makin tajam,” ungkapnya.   “CT Scan ini multipurpose, bisa untuk pemeriksaan dasar mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki pada kasus trauma dan non-trauma, pemeriksaan jantung (CT Cardiac) atau evaluasi pembuluh darah (CT Angiografi). Ditambah dengan kemampuan rekonstruksi 3 dimensi, kami harap klinisi mendapat manfaat yang besar dari mesin ini,” tambah relawan yang sudah dua kali bertugas ke Gaza, Palestina, pada 2009 dan 2010.   Relawan yang tengah menempuh Pendidikan Kedokteran Spesialis Radiologi di FKUI ini juga memaparkan bahwa alat X-Ray RS Indonesia adalah X-Ray fluoroskopi.    “Untuk radiologi konvensional, kami melengkapi mesin X-Ray dengan RF system atau fluoroskopi. Sistem ini digital. Pemeriksaan bisa dilihat secara real-time, langsung terhubung ke monitor dan direkam sehingga sangat bermanfaat untuk mengevaluasi pergerakan saluran nafas, saluran cerna atau jantung. Karena digital, tidak diperlukan kaset. Seluruh gambar dikirim ke printer dan dicetak ke film. Praktis karena tidak menggunakan lagi kamar gelap.”   “Dengan donasi yang kami terima dari rakyat Indonesia, kami ingin memberi yang terbaik untuk RS Indonesia, untuk rakyat Gaza,” tambahnya.  

Silahkan bertanya?