Sebuah Serangan Udara Jatuh dekat Guest House MER-C di Gaza

Jum’at/17 Mei 2024, sekitar pukul 20.53 malam waktu Indonesia atau 16.53 waktu gaza, sebuah serangan udara menyasar sebuah bangunan rumah dekat guest house MER-C di Rafah, Gaza Selatan. Serangan terjadi ketika Tim MER-C Pusat Jakarta sedang menghubungi salah satu relawan di Gaza. Alhamdulillah semua relawan selamat dan dalam kondisi baik. Namun beberapa bagian Guest house mengalami kerusakan dampak getaran yang cukup kuat. Saat ini semua relawan sudah dievakuasi ke Guest House MER-C yang baru di daerah Almawasi. MER-C sudah berkoordinasi dengan EMTCC WHO di Gaza dan Cairo serta Kemenlu RI terkait situasi ini. Saat ini masih ada 12 relawan MER-C di Gaza yang tergabung dalam Tim EMT (Emergency Medical Teams). Rotasi tim EMT MER-C Indonesia dan semua tim EMT di bawah WHO tertunda pasca operasi militer Israel di Rafah sejak 6 Mei 2024. Upaya untuk mengeluarkan relawan yang telah selesai bertugas dari Gaza masih terus diupayakan. Sementara menunggu izin keluar Gaza, relawan medis MER-C di sana masih melakukan pelayanan medis di fasilitas kesehatan yang direkomendasikan. Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia untuk keselamatan para relawan.
Tertunda Keluar, Tim MER-C Tetap Bertugas Bantu Sejumlah Rumah Sakit di Rafah

Tertunda keluar akibat invasi Israel, Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C yang saat ini masih berada di Rafah, Gaza Selatan, tetap bertugas membantu di sejumlah rumah sakit.Tertunda keluar akibat invasi Israel, Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C yang saat ini masih berada di Rafah, Gaza Selatan, tetap bertugas membantu di sejumlah rumah sakit. Sejak Rabu (8/5), empat relawan EMT MER-C diarahkan oleh WHO untuk bertugas di Rumah Sakit Al Kuwaiti. Tim terdiri dari dokter spesialis bedah orthopedi, dokter layanan primer dan perawat. Tim MER-C bertugas bersama Tim EMT dari Mercy Malaysia yang membantu tenaga medis local memberikan pertolongan kepada para korban serangan. Selain di RS Kuwaiti, relawan EMT MER-C lainnya, yaitu dua perawat juga masih bertugas di klinik Tal Al-Sultan Primary Health Care Center. Sejak Kamis pagi (9/5), kedua relawan membantu melayani pasien dan korban luka-luka yang terus berdatangan. Sementara itu, RS An Najjar yang biasa menjadi lokasi tugas TIM EMT MER-C, saat ini sudah berhenti beroperasi. Salah satu relawan medis MER-C, Ita Muswita mengatakan, RS Kuwaiti merupakan pintu pertama pasien sehinga sejak ditugaskan mereka banyak menerima pasien korban langsung perang yang terkena bom, terutama luka bakar yang perlu dirujuk. “Alhamdulillah kami bisa bantu mereka sebelum border (perbatasan) dibuka. Atas izin Allah, kami menerima apapun bentuk takdir Allah karena memang ini yang terbaik dari Allah. Doa kan kami tetap istiqomah dalam tugas,” tuturnya. Saat ini tersisa 12 relawan MER-C di Gaza. Hari Senin/6 Mei 2024, aktifitas medis relawan MER-C sempat dihentikan imbas serangan darat Israel ke Rafah. Hal ini juga mengakibatkan pergerakan masuk dan keluar Gaza untuk semua Tim EMT dibawah koordinasi WHO ditunda, termasuk Tim EMT MER-C.
Surat Terbuka MER-C kepada WHO mengenai Panggilan Darurat untuk Perlindungan dan Pengaktifan Kembali Semua Rumah Sakit di Gaza

Jakarta, 24 Desember 2023 Kepada Ykh,Bapak Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kantor Pusat WHO Avenue Appia 20 1211 Jenewa, Swiss Subjek:Surat Terbuka MER-C kepada WHO mengenai Panggilan Daruratuntuk Perlindungan dan Pengaktifan Kembali Semua Rumah Sakit di Gaza Yth. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Saya menulis kepada Anda dalam kapasitas saya sebagai Ketua Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), sebuah NGO Indonesia yang melakukan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, yang dibangun dari kebaikan hati masyarakat Indonesia untuk kepentingan rakyat Palestina Kami memperhatikan bahwa banyak rumah sakit di Gaza telah dikelilingi, diserang, dan yang lebih buruk lagi, telah digunakan sebagai markas militer oleh Israel Defense Forces (IDF), seperti yang terjadi pada Rumah Sakit Indonesia. Kami sangat prihatin atas potensi dampak tindakan ini terhadap keselamatan dan misi kemanusiaan fasilitas medis tersebut. MER-C Indonesia, atas nama masyarakat Indonesia, mendesak Organisasi Kesehatan Dunia untuk turun tangan dan membela perlindungan semua rumah sakit di sepanjang Jalur Gaza agar tidak digunakan sebagai instalasi militer. Kami percaya bahwa rumah sakit, terutama dalam situasi konflik, harus tetap menjadi zona aman, dilindungi bahkan selama masa perang, agar dapat menjalankan tugas mulia mereka dalam merawat dan menyelamatkan nyawa korban perang. Selain itu, kami dengan tulus meminta bantuan segera dari WHO dalam mengaktifkan kembali dan memastikan fungsi yang benar dari rumah sakit di Gaza, khususnya Rumah Sakit Indonesia sebagai pusat medis utama di utara Jalur Gaza, yang akan memberikan kontribusi besar terhadap pelayanan medis yang dibutuhkan di daerah yang dilanda konflik ini. MER-C Indonesia yakin bahwa Organisasi Kesehatan Dunia, dengan kekuatan dan misi mulianya untuk menyelamatkan nyawa dan menegakkan prinsip kemanusiaan, dapat memainkan peran penting dalam melindungi kesucian fasilitas medis dan memastikan akses ke layanan kesehatan yang penting bagi populasi yang terkena dampak. Kami menghargai perhatian dan tindakan cepat Anda terhadap masalah ini dan komitmen Anda untuk memajukan kesejahteraan komunitas di zona konflik. Kami menantikan tanggapan positif dan kerjasama Anda dalam melindungi dan mengaktifkan kembali Rumah Sakit Indonesia dan fasilitas medis penting lainnya di Jalur Gaza. Terima kasih atas dedikasi Anda terhadap kesehatan global dan nilai-nilai kemanusiaan. Hormat kami, Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C Indonesia ———————————————————————————————————————————————- Jakarta, December 24th, 2023 To :Mr. Tedros Adhanom Ghebreyesus Director-General of the World Health Organization WHO HeadquartersAvenue Appia 201211 Geneva, Switzerland Subject:MER-C Open Letter to WHO Regarding Urgent Appealfor the Protection and Reactivation of All Hospitals in Gaza Dear Director-General of the World Health Organization, I am writing to you in my capacity as the Chairman of the Presidium of MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), an Indonesian NGO who conducted the construction of Indonesia Hospital located in Bayt Lahiya, Northern Gaza, Palestine, which was built from the generosity from the Indonesian people for the benefit of the Palestinian people. It has come to our attention that many hospitals in Gaza have been surrounded, attacked, and worst of all, have been used as military bases by the Israel Defense Forces (IDF) as they did with Indonesia Hospital. We are deeply concerned about the potential impact of these actions on the safety and humanitarian mission of these medical facilities. MER-C Indonesia, on behalf of the Indonesian people, urges the World Health Organization to intervene and advocate for the protection of all hospitals along the Gaza Strip from being utilized as military installations. We believe that hospitals, especially in times of conflict, should remain safe zones, protected even during wartime, to carry out their noble duty of treating and saving the lives of war victims. Furthermore, we kindly request the WHO’s immediate assistance in reactivating and ensuring the proper functioning of hospitals in Gaza, particularly Indonesia Hospital as a primary medical center in the northern Gaza Strip, contributing significantly to the medical services required in this conflict-ridden region. We believe that the World Health Organization, with its power and noble mission to save lives and uphold humanitarian principles, can play a crucial role in safeguarding the sanctity of medical facilities and ensuring access to essential healthcare services for the affected population. We appreciate your prompt attention and action to this matter and your commitment to promoting the well-being of communities in conflict zones. We look forward to your positive response and collaboration in protecting and reactivating Indonesia Hospital and other vital medical facilities in the Gaza Strip. Thank you for your dedication to global health and humanitarian values. Sincerely, Dr. Sarbini Abdul Murad Chairman of the PresidiumMER-C Indonesia
RS INDONESIA DISERANG

Militer Israel sejak tadi malam waktu Gaza, melakukan serangan besar yang menargetkan RS Indonesia, sedikitnya 12 korban meninggal dan ratusan lainnya terluka baik dari kalangan tenaga medis, pasien maupun warga yang mengungsi di RS Indonesia. Tank-tank Israel juga dikabarkan mulai mendekat ke RS Indonesia. Tenaga medis RS Indonesia tidak bisa bergerak mengevakuasi korban karena ditembak secara langsung karena setiap ada pergerakan orang baik keluar maupun masuk langsung ditembak atau di sekitarnya. Tim medis juga tidak dapat mengevakuasi pasien dan korban luka dari unit perawatan intensif karena kondisi kritis mereka. Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, dikutip dari Quds News Network, mengatakan situasi di Rumah Sakit Indonesia sangat buruk dan penjajah Israel meningkatkan serangannya terhadap Rumah Sakit Indonesia. “Pasukan penjajah Israel mengepung Rumah Sakit Indonesia, dan kami khawatir mereka akan mengulangi apa yang mereka lakukan terhadap Kompleks Medis Al Shifa,” ujarnya. Meski situasi memburuk terjadi di RS Indonesia, namun staf medis RS Indonesia masih bersikeras tetap tinggal di rumah sakit untuk merawat korban luka-luka. Sementara 3 relawan MER-C, yaitu Reza Aldilla Kurniawan, Fikri Rofiul Haq dan Farid Zanzabil Al Ayubi masih berada di Jalur Gaza, tepatnya di RS Indonesia. Ketiga relawan belum dapat dihubungi sejak Sabtu lalu, 11 November 2023. Pasca serangan dan pengepungan terhadap RS Indonesia, kondisi relawan belum diketahui. Link Instagram : https://www.instagram.com/p/Cz27D6bptSa/ Link youtube : https://www.youtube.com/watch?v=sFg4Q1sodMk
MER-C MENGUTUK KERAS PENGEBOMAN RS AL-AHLI ARABI BAPTIST DI GAZA

Siaran Pers MER-C Indonesia mengutuk keras pengeboman yang dilakukan Israel yang menargetkan rumah sakit di Jalur Gaza. RS Al Ahly Arabi Baptist menjadi target serangan udara militer Israel pada Selasa 17 Oktober 2023 waktu setempat. Serangan brutal ini menewaskan sedikitnya 500 orang dan melukai 600 orang lainnya yang sedang berada di rumah sakit tersebut. “Kami mengutuk keras pengeboman terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga medis serta orang-orang yang terluka dan sakit. Ini adalah sebuah pelanggaran HAM berat, sebuah pelanggaran terhadap Hukum Kemanusiaan Internasional,” tegas Sarbini. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa masyarakat dunia harus memberikan tekanan secara kolektif dan simultan kepada Israel. “PBB dan masyarakat Internasional harus bersama-sama harus mencegah pembantaian massal di Gaza. Bila dunia tidak segera menghentikan perang ini, maka akan terjadi bencana kemanusiaan yang lebih dahsyat,” ujarnya. “Kami juga beharap kepada Pemerintah Indonesia dengan posisi Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB yang baru saja terpilih untuk periode 2024 – 2026 dapat mendesak sidang darurat DK PBB untuk menghentikan pembantaian massal yang dilakukan Israel terhadap Gaza, menghentikan penjajahan Israel terhadap Palestina,” lanjutnya. Sarbini juga menyerukan kepada OKI (Organisasi Kerjasama Islam) dengan seluruh saluran diplomatic yang dimiliki OKI dapat berbuat lebih esensi dan terukur untuk mencegah pembantaian kemanusiaan lebih besar di Jalur Gaza. Dalam pernyataannya, Sarbini juga meminta koridor kemanusiaan mesti dibuka dalam waktu secepatnya. “Perbatasan Rafah harus segera dibuka sebagai koridor kemanusiaan agar Tim medis dan bantuan internasional dapat segera masuk ke Jalur Gaza dan menyalurkan bantuan yang dibutuhkan para korban dan warga Gaza,” tambah Sarbini. Pemimpin Lembaga kemanusiaan MER-C Indonesia ini juga meminta kepada Pemerintah Indonesia agar melakukan penyaluran bantuan atas nama bangsa Indonesia dan memfasilitasi Masyarakat Indonesia dan Lembaga kemanusiaan dari Indonesia yang ingin menyalurkan bantuannya ke Jalur Gaza. Hal ini sebagai bentuk simpati dan aksi nyata bangsa Indonesia untuk membantu rakyat Gaza. Menurutnya, langkah cepat ini perlu dukungan semua pihak agar tragedi kemanusiaan di Gaza dapat segera dihentikan. Sementara itu, tiga relawan MER-C sampai saat ini masih berada di Jalur Gaza, tepatnya di RS Indonesia di Gaza Utara. MER-C Indonesia yang selama 13 tahun terakhir telah beroperasi di Jalur Gaza juga telah menyiapkan Tim tambahan, yaitu Relawan Medis dan Kemanusiaannya untuk memberikan bantuan ke Jalur Gaza. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, Tim Relawan kami sudah siap dikirimkan. Kami berharap Pemerintah RI dapat memfasilitasi kami untuk berangkat ke Jalur Gaza dan memberikan bantuan medis dan kemanusiaan bagi para korban,” ucap Sarbini.
Gaza Membara, MER-C Siapkan Tim dan Bantuan Kemanusiaan

Siaran Pers Perang dahsyat kembali pecah di Jalur Gaza, Palestina. Memasuki hari ke-4, Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza merilis jumlah korban serangan brutal militer Israel yang terus meningkat signifikan setiap saat. Jumlah korban telah mencapai sedikitnya 704 warga meninggal dan 3.900 lainnya mengalami luka-luka. Merespon perang dan krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina, maka MER-C Indonesia sebagai sebuah lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam baik di dalam maupun di luar negeri pada hari ini, Selasa/10 Oktober 2023 menggelar Konferensi Pers di kantor pusat MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat. Konferensi Pers bertajuk “Gaza Membara, MER-C Siapkan Tim dan Bantuan Kemanusiaan” disampaikan secara langsung oleh Pimpinan MER-C, yaitu dr. Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), dr. Henry Hidayatullah, MSi (Presidium MER-C) dan Ir. Faried Thalib (Presidium MER-C). Menyikapi krisis kemanusiaan ini, MER-C Indonesia menyatakan: 1. MER-C Indonesia menyerukan agar segera menghentikan perang untuk menghindari korban berjatuhan yang lebih banyak lagi dan memberikan kesempatan untuk menolong para korban perang; 2. RS Indonesia sumbangan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina saat ini menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan bagi korban perang, khususnya di Jalur Gaza bagian Utara. RS Indonesia yang berjarak sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel menerima jumlah korban yang begitu luar biasa. Jika hal ini terus berlanjut stok obat-obatan akan menipis dan tenaga medis akan mengalami kelelahan. Sampai dengan Senin siang, RS Indonesia yang berkapasitas 230 tempat tidur tidak dapat menampung korban jiwa akibat serangan Israel. Kamar mayat penuh dan jasad-jasad yang terus berdatangan harus diletakkan di bagian luar bangunan rumah sakit. 3. Relawan MER-C Indonesia yang masih berada di Jalur Gaza berjumlah 3 (tiga) orang, yaitu:a. Reza Aldilla Kurniawanb. Fikri Rofiul Haqc. Farid ZanzabilAkan tetap tinggal di Jalur Gaza untuk bisa memberikan pertolongan-pertolongan darurat dalam kondisi yang sangat krusial seperti sekarang ini. Hal ini dikarenakan mereka bukan hanya relawan MER-C namun merupakan perwakilan rakyat Indonesia di Palestina untuk membantu apa yang dibutuhkan oleh rakyat Palestina. Apabila kondisi semakin genting, kami telah mempersiapkan contingency planning untuk dilakukan oleh relawan MER-C di Jalur Gaza. 4. MER-C Indonesia memandang perlu untuk segera mengirimkan Tim dan Bantuan Kemanusiaan ke Jalur Gaza untuk memberikan bantuan kepada para korban perang sebagai Emergency Response. Tim sedikitnya akan berjumlah 5 (lima) orang yang akan terdiri dari Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, Dokter Spesialis Anestesi, Relawan Medis dan Insinyur. Tim akan dipimpin oleh Ir. Faried Thalib, relawan yang sudah berpengalaman di Jalur Gaza sejak 2009 dan merupakan Pimpinan Pembangunan RS Indonesia. Target utama Tim adalah menyalurkan amanah Masyarakat Indonesia dalam bentuk bantuan medis dan kemanusiaan yang diperlukan para korban. Selain itu, Tim akan menindaklanjuti rencana Pembangunan Tahap 3 RS Indonesia, yaitu Pembangunan Poli Spesialis; 5. Kami meminta kepada Kementerian Luar Negeri RI dan Pemerintah RI untuk dapat membantu dan memfasilitasi Tim ini untuk bisa sesegara mungkin berangkat ke Jalur Gaza sebagai bentuk Diplomasi Kemanusiaan. Jakarta, 10 Oktober 2023MER-C Indonesia Bantuan dan Donasi dapat disalurkan melalui : Rek. No. 686.0153678 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.8111.925 Bank MandiriRek. No. 700.1352.061 Bank Syariah Indonesia (BSI)Rek. No. 358.000.1720 Bank Muamalat Indonesia (BMI)Rek. No. 033.501.0007.60308 Bank Rakyat Indonesia (BRI)Rek. No. 1000.209.400 Bank Mega Syariah (BMS) Semua Rekening Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Mengutuk Israel atas Penyerbuan ke Al Quds

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mengutuk keras aksi keji Israel yang kembali melakukan penyerbuan ke Al-Quds saat bulan Ramadhan. Sebagaimana diketahui, pasukan keamanan Israel pada Selasa malam hingga Rabu dini hari (4-5 April 2023) menyerbu Masjidil Aqsa dan menembakkan gas air mata, granat kejut dan juga peluru baja berlapis karet kepada para jamaah warga negara Palestina baik pria, wanita, orang tua dan anak-anak yang tengah beribadah di masjid suci umat Islam tersebut. Penyerangan ini mengakibatkan banyak warga Palestina yang tengah menunaikan itikaf Ramadhan di Masjid Al Aqsa terluka dan ratusan lainnya ditangkap. “Kami prihatin dan mengutuk keras tindakan Israel yang kembali menyerang warga Palestina yang sedang beribadah di masjid Al Aqsa. Tindakan ini telah menodai bulan suci Ramadhan dan menyakiti umat Islam seluruh dunia,” ujar Sarbini. Ia mengatakan MER-C sudah memberi peringatan sejak awal sebelum Ramadhan agar Israel menghormati bulan suci ini dan tidak membuat gaduh di Al Quds. Tapi untuk kesekian kalinya Israel melanggar itu semua. Israel kembali mempertontonkan kepongahan, melakukan kejahatan kemanusiaan, melabrak semua aturan yang ada. Lebih lanjut ia menyerukan agar Israel segera menghentikan semua kebrutalannya, membebaskan para jamaah yang ditahan dan memberikan akses bagi umat muslim di Palestina untuk beribadah di Masjid Al Aqsa. Sarbini juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak menekan Israel. Begitupun dengan negara-negara OKI untuk bersama-sama menekan Israel. Hal ini untuk mencegah eskalasi konflik meningkat dan meluas.
MER-C Mengecam Keras Penembakan Mati Dokter Palestina oleh Israel

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang dokter Palestina, Abdullah Al-Teen (43 tahun) ketika melaksanakan tugas profesi dan kemanusiaan membantu korban kekerasan tentara Israel. Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan Palestina, Dokter Abdullah Al-Teen ditembak di kepala oleh tentara Israel, saat ia sedang berusaha menyelamatkan korban luka tembak Israel di depan rumah sakit pemerintah Jenin, Jum’at (14/10). Tidak hanya Dokter Al-Teen, dua petugas ambulans juga dikabarkan menjadi target tentara Israel yang mencegah staf medis untuk mendekati dan menyelamatkan seorang pemuda Palestina yang menjadi korban. MER-C mengutuk kejahatan kemanusiaan yang terus dilakukan Israel terhadap warga Palestina. MER-C mengecam keras penargetan tenaga dan staf medis yang tengah bertugas karena profesi ini dilindungi oleh undang-undang dan hukum internasional meski di wilayah perang atau konflik. Untuk itu, MER-C memandang penargetan tenaga dan staf medis merupakan sebuah perkembangan berbahaya dari tindakan tentara Israel yang harus segera dihentikan. Merespon hal tersebut, MER-C meminta Dewan Keamanan PBB, lembaga HAM dan kemanusiaan Internasional serta masyarakat dunia untuk turut mengecam dan melakukan langkah-langkah tegas dalam rangka memberikan t
MER-C Mengutuk Sikap Provokatif Ekstrimis Yahudi

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengutuk serbuan dan ritual ibadah yang dilakukan ekstrimis Yahudi di komplek Masjid Al-Aqsa di Kota Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki, Minggu pagi (25/9). Hal ini disampaikan Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C, menanggapi tindakan provokasi yang dilakukan ekstrimis Yahudi ke Masjid Al-Aqsa yang dikawal ketat oleh petugas keamanan Israel. “Langkah provokasi ini patut dikutuk,” ujar Sarbini. “Karena praktek ritual ektrimis Yahudi yang dikawal ketat oleh pihak petugas keamanan Israel telah merusak kesucian Masjid Al-Aqsa serta memprovokasi terjadinya bentrokan dengan kaum muslimin,” lanjutnya. Sarbini menyayangkan peristiwa yang sudah terjadi berulang kali tersebut. Menurutnya, tindakan-tindakan semacam ini memang sengaja diciptakan oleh Israel untu memancing bentrokan dan berujung serangan terhadap penduduk sipil Palestina. Untuk itu, Sarbini mendesak Yordania sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap keamanan dan kesucian Al-Quds untuk melakukan langkah yang lebih tegas terhadap provokasi ekstrimis yang didukung pihak keamanan. Ia juga menyerukan kepada masyarakat Internasional yang cinta damai untuk jangan diam menanggapi hal ini. “Kami menyerukan masyarakat Internasional tidak diam dan agar terus menyuarakan kecaman serta kritikan kepada Israel yang belum ada tanda-tanda menegakkan perdamaian dengan Pihak Palestina,” tambahnya.
MINA dan MER-C Hadirkan Relawan RS Indonesia di Gaza Palestina Sampaikan Situasi Terkini

Jakarta, MINA – Menyikapi agresi Israel di Jalur Gaza, Palestina, Kantor Berita Mi’raj News Agency (MINA) menayangkan Laporan Langsung dari Gaza Palestina bertema “Peran Rumah Sakit Indonesia Selamatkan Rakyat Palestina” di Instagram Minanews_net dan mercindonesia bersama Relawan MER-C, Reza Aldilla Kurniawan di RSI, Gaza, Senin (8/8). “Kami membantu warga Gaza, dan kami juga ditugaskan untuk selalu melaporkan dan mendokumentasikan keadaan di sini,” kata Reza Aldilla. “Terkadang kita tidak cukup kuat harus mendokumentasikan keadaan di sini, melihat korban syahid yang anggota tubuhnya hancur bahkan sampai hilang, lalu melihat dan mendengar tangisan anak-anak kecil yang kehilangan orang tuanya,” lanjutnya menjawab pertanyaan wartawati MINA, Sri Astuti, yang menjadi pemandu acara tersebut. Reza juga melaporkan, setelah perjanjian genjatan senjata disepakati Ahad (7/8), keadaan Jalur Gaza cukup tenang dan kembali normal. Faksi-faksi perlawanan dan otoritas pendudukan Israel melakukan perjanjian genjatan senjata yang ditengahi oleh Mesir, berlaku pada Ahad (7/8) pukul 23:30 waktu Palestina. “Setelah perjanjian genjatan senjata dilakukan, keadaan sekitar langsung hening dan tenang, terikan takbir terdengar sebagai bentuk perayaan kemenangan setelah genjatan senjata,” tuturnya. Serangan yang terjadi selama tiga hari di Gaza sejak Jumat (, ada 16 korban Syahid dan 95 luka-luka yang dilarikan ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Meskipun serangan kali ini terbilang sebentar ketimbang serangan-serangan sebelumnya, namun korban terbilang cukup banyak, sebab serangan yang dilakukan Israel sangat brutal, membuat pihak Rumah Sakit kewalahan menangani pasien yang datang secara berbarengan,” ungkap Reza. Reza melaporkan, agresi Israel yang sudah berlangsung tiga hari dimulai sejak Jumat (5/8), telah menelan banyak korban, 44 orang gugur, termasuk 15 anak-anak, 4 wanita, dan 360 warga lainnya luka-luka. Selama serangan terjadi tidak ada kerusakan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Tidak ada kerusakan di Rumah Sakit Indonesia, dan penanganan pasien sudah kembali normal, tidak lagi kerepotan, meskipun di Rumah Sakit Indonesia kekurangan pasokan obat-obatan, tetapi tetap memaksimalkan penanganan pasien,” ungkap Reza. Ia juga menyatakan: “Warga Gaza sangat membutuhkan kita, kita harus selalu ingat keadaan di sini, jangan hanya karena tidak ada berita serangan lantas kita lupa dengan saudara-saudara kita di Gaza, dan Jazakallah Khoir kepada Rakyat Indonesia yang selalu memberikan doa dan dukungannya untuk warga di sini.” Selain sebagai Relawan MER-C yang telah 9 tahun berada di Jalur Gaza, Reza Aldilla Kurniawan juga merupakan Mahasiswa S1 Universitas Islam Gaza Jurusan Syariah dan telah menyelesaikan hafalan 30 Juz Al-Quran. Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza resmi beroperasi sejak 27 Desember 2015 ini dibangun di atas areal seluas 1,6 hektar, dan terletak hanya tiga kilometer dari perbatasan ke Israel di wilayah utara. Luas bangunan sekitar 10.000 m2. Konstruksi dan pembangunannya melibatkan banyak relawan dari Indonesia. Pembangunan dan pembiayaannya dikoordinasi Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).(L/Iwn/P1) Artikel ini telah tayang di Minanews.net dengan judul *MINA dan MER-C Hadirkan Relawan RS Indonesia di Gaza Palestina Sampaikan Situasi Terkini*, Klik link berikut untuk baca selengkapnya: https://minanews.net/mina-dan-mer-c-hadirkan-relawan-rs-indonesia-di-gaza-palestina-sampaikan-situasi-terkini