MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Bantu Korban Gempa, Tim Medis MER-C Tiba di Suriah

Usai menunaikan Misi Kemanusiaan ke wilayah terdampak gempa di Turki, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) mengarahkan Tim Medisnya untuk melanjutkan misi kemanusiaan ke Suriah. Hal ini dalam rangka membantu korban bencana gempa bumi dahsyat di negara ini. Tim yang ditugaskan terdiri dari 5 orang relawan, yaitu dr. Wahyu Bimantoro, SpAn, dr. T. Meaty Fransisca, Ita Muswita (perawat bedah), Thoyib Mirad (perawat bedah) dan Desi Fitriani (Jurnalis Metro TV). Mereka bertolak ke Suriah melalui Amman Yordania, setelah mengantongi izin visa dari Kementerian Luar Negeri Republik Arab Suriah. “Berbekal visa, kami berangkat dari Istanbul Turki pada Kamis malam/23 Februari 2023 menuju Amman Yordania. Dari Amman, Jum’at pagi/24 Februari 2023, kami langsung melanjutkan perjalanan darat ke Damaskus, Ibukota Suriah,” ucap dr. Wahyu Bimantoro, SpAn selaku Ketua Tim Medis MER-C untuk Suriah. Jarak dari Amman ke Damaskus sekitar 200 kilometer. Apabila lancar, perjalanan darat dapat ditempuh dalam waktu 2,5 hingga 3 jam. Namun hal ini tergantung dengan antrian pemeriksaan di sejumlah check point yang ada. Jum’at/24 Februari 2023, sekitar pkl 14.30 wib atau pkl 10.30 waktu setempat, Tim MER-C akhirnya mengabarkan sudah melewati perbatasan Yordania dan masuk ke wilayah Suriah. “Syukur Alhamdulillah, dengan izin visa yang ada, kami bisa melalui semua pemeriksaan check point yang cukup ketat sepanjang perbatasan Yordania – Suriah tanpa kendala yang berarti. Saat ini kami sudah masuk wilayah negara Suriah,” lanjut Wahyu. Tim Medis MER-C untuk Suriah rencananya akan bertugas selama satu minggu. Koordinasi dengan berbagai pihak sebelumnya telah dilakukan seperti Kedutaan Besar Suriah di Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Damaskus serta mitra medis lokal untuk menentukan wilayah gempa yang masih membutuhkan bantuan medis. “Mohon doanya agar kami bisa menunaikan amanah ini dengan baik dan misi kemanusiaan ini diberi kelancaran. Kami berharap bisa masuk ke wilayah-wilayah terdampak gempa di Suriah yang masih minim bantuan khususnya bantuan medis. Kami juga akan melakukan assessment untuk kebutuhan pengiriman tim lanjutan atau bantuan lainnya,” tambahnya. Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan MER-C bagi korban gempa bumi di Turki dan Suriah dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176

Tiba di Wilayah Gempa Turki, Tim MER-C Berikan Bantuan

Tim Relawan MER-C (Medical Emergency Resceue Committee) akhirnya tiba di wilayah terdampak gempa di Turki bagian Selatan, diantaranya Adana, Kahramanmaras, dan Hatay. Tampak bangunan di kota-kota tersebut yang sebagian besar berbentuk bangunan bertingkat dan tempat tinggal warga berbentuk apartemen mengalami kehancuran dan kerusakan parah pasca diguncang gempa berkekuatan magnitude 7,8 dan 7,5 pada 6 Februari 2023 lalu.   Kamp-kamp pengungsian berupa tenda-tenda yang dibangun pemerintah menjadi tempat berlindung para warga penyintas gempa yang kehilangan tempat tinggal. Mereka tinggal bersama sanak keluarga yang masih tersisa. Selain menyapa warga di kamp-kamp pengungsian.  Ketua Tim Bedah MER-C untuk Turki, dr. Risa Dumastoro, SpOT mengatakan Timnya bisa mulai masuk ke lokasi terdampak gempa pada hari Kamis/16 Februari 2023, dengan bantuan dan koordinasi dari Lembaga kemanusiaan serta Lembaga medis local. Namun karena izin yang ketat, Tim tidak dapat mengunjungi RS.  “Berdasarkan informasi dari rekan sejawat dan NGO local, korban gempa di sini sebagian besar yang terluka atau memerlukan tindakan operasi langsung dibawa ke RS-RS di daerah sekitar yang tidak terkena bencana. Mereka dibawa ke RS-RS yang masih bisa beroperasi. Sedangkan para pengungsi atau para korban ringan biasanya langsung ditempatkan di tenda-tenda pengungsian,” ujar Risa.  Lebih lanjut Risa memaparkan bahwa di kamp-kamp pengungsian yang Tim datangi, mereka tidak menemukan warga atau korban-korban yang memerlukan perawatan luka atau penanganan medis khusus. “Alhamdulillah, saat kami berkunjung tidak ada warga yang memerlukan pelayanan medis,” lanjut Risa.  Tim berada di lokasi terdampak gempa di Turki bagian Selatan hingga hari Minggu/19 Februari 2023. Sementara itu, jumlah korban akibat gempa di Turki dan Suriah masih terus bertambah. Sampai hari ini, jumlah korban meninggal sudah mencapai lebih dari 46 ribu. Jumlah korban meninggal diperkirakan massih terus bertambah seiring 345 ribu apartemen di Turki yang telah hancur dan masih banyak warga yang dikabarkan hilang.

Tim Bedah MER-C Bertolak ke Turkiye

Minggu/12 Februari 2023, Tim Bedah MER-C yang beranggotakan 7 orang bertolak ke Turkiye untuk menunaikan tugas kemanusiaan, pasca gempa dahsyat mengguncang bagian Tenggara negara tersebut yang berdasarkan data sementara telah  mengakibatkan sedikitnya 30,000 orang meninggal dunia dan puluhan ribu lainnya luka-luka. Tim Bedah MER-C terdiri dari 2 Dokter Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatologi (dr. Risa Dumastoro, SpOT dan dr. M. Nurul Qomaruzzaman, SpOT), 1 dokter Spesialis Anastesi (dr. Wahyu Bimantoro, SpAn), 1 Dokter Umum (dr. Meaty Fransisca), 2 perawat bedah (Ita Muswita dan Thoyib Mirad), serta Desi Fitriani. Berangkat pada Minggu malam dari bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, keberangkatan Tim turut dilepas jajaran Presidium MER-C dan sejumlah relawan. Dr. Risa Dumastoro, SpOT selaku Ketua Tim Bedah MER-C mengatakan bahwa tim yang dipimpinnya dijadwalkan akan bertugas selama kurang lebih 2 pekan. “Tim awal ini akan bertugas selama 2 pekan. Dari Istanbul kami akan menuju lokasi terdampak gempa, kemungkinan Kahramanmaras, salah satu wilayah gempa yang cukup parah. Target wilayah lainnya, akan sangat tergantung dari hasil koordinasi dan situasi di lapangan,” ucapnya. Untuk menunjang kerja di lapangan, Tim juga telah dilengkapi dengan alat-alat operasi serta sejumlah obat-obatan yang diperlukan untuk melakukan tindakan bedah dan pengobatan.“Kami membawa sejumlah peralatan operasi yang sudah steril siap pakai, serta obat-obatan untuk menunjang tugas Tim di lapangan. Kami siap berkolaborasi dengan tenaga medis setempat di RS yang ditunjuk. Semoga keahlian yang kami miliki bisa bermanfaat maksimal untuk membantu saudara-saudara kita di Turki yang menjadi korban,” ujarnya. Sementara itu Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, mengatakan bahwa selain Turki, bencana gempa yang juga dirasakan di Suriah dan menyebabkan ribuan korban jiwa serta luka, turut menjadi perhatian Tim MER-C. “Setelah Turki, Suriah turut menjadi perhatian kami. Kami upayakan untuk mengirimkan segera Tim Bedah ke Suriah. Sebelumnya kami telah menyambangi Kedutaan Besar Suriah di Jakarta untuk menyampaikan bela sungkawa dan berkoordinasi dengan perwakilan negara tersebut,” ungkap Sarbini. Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan MER-C bagi korban gempa bumi di Turki dan Suriah dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400 Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176

Turki Diguncang Gempa Dahsyat, MER-C Siapkan Tim Bedah untuk Bantu Para Korban

Siaran Pers Senin/6 Februari 2023, bencana gempa bumi dahsyat dengan magnitudo 7,8 melanda Turki bagian selatan, bahkan gempa juga dirasakan hingga ke Suriah dan Lebanon. Gempa terjadi sekitar pukul 4 dini hari waktu setempat dimana sebagian besar orang masih terlelap, sehingga banyak yang tidak dapat menyelamatkan diri. Hal ini mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Data sementara menyebutkan bahwa sampai dengan Rabu/8 Februari 2023 jumlah korban tewas akibat gempa telah mencapai angka 7.926 orang, dimana sebanyak 5.894 korban tewas di Turki dan sisanya sebanyak 2.032 korban tewas di Suriah. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring masih banyaknya warga yang tertimbun reruntuhan bangunan, menunggu proses evakuasi dan pertolongan. Besarnya kekuatan gempa dan dampak kerusakan yang ditimbulkan menjadikan bencana ini sebagai bencana terbesar dalam satu abad terakhir yang melanda Turki, setelah gempa bumi Erzincan pada tahun 1939 yang diperkirakan menewaskan 33,000 orang. MER-C mengucapkan duka cita yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Turki, khususnya para korban gempa dan keluarganya. Semoga korban tewas mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan korban luka-luka bisa segera pulih kembali. Semoga korban-korban lainnya bisa segera ditemukan dan kanmendapat pertolongan. Kami berdoa yang terbaik bagi negara Turki agar dapat segera bangkit dari tragedi kemanusiaan ini. Merespon bencana dahsyat tersebut dan dalam rangka memfasilitasi aspirasi masyarakat Indonesia melalui MER-C, maka sebagai lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam, MER-C akan mengirimkan relawannya yang merupakan Tim Bedah ke Turki. Tim akan terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi, Dokter Anastesi, Dokter Umum, Perawat Bedah dan Perawat. Di tengah cuaca dingin yang ekstrim di Turki saat ini, penyakit akut dan kronik non-bedah juga akan sangat mungkin cepat meningkat dan berpotensi fatal bagi kelompok rentan (anak, ibu hamil dan lansia). Untuk itu, MER-C akan melengkapi timnya dengan spesialis non-bedah seperti Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter Spesialis Anak untuk mem-back-up dokter umum dalam menangani kasus-kasus tersebut. Tim awal MER-C ditargetkan berangkat dalam waktu secepatnya, tentative pada hari Sabtu ini/11 Februari 2023 ke lokasi bencana untuk turut memberikan bantuan bagi para korban. Koordinasi dengan berbagai pihak baik di Indonesia maupun di negara tujuan tengah dilakukan untuk dapat menyalurkan amanah serta aspirasi masyarakat Indonesia bagi korban bencana gempa di Turki. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Bencana Gempa Turki: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 8 Februari 2023 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua Presidium MER-C Indonesia

MER-C Kerahkan Tim Bedah dan Medis Bantu Korban Gempa Cianjur

Indonesia Kembali berduka. Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR mengguncang Cianjur, Jawa Barat pada Senin/21 November 2022 sekitar pukul 13.21 waktu setempat. Data sementara menyebutkan jumlah korban jiwa akibat gempa yang berpusat di daratan dengan kedalaman 10 km diperkirakan sudah mencapai angka 162 orang dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring masih banyak warga yang tertimpa reruntuhan bangunan menunggu proses evakuasi. Merespon bencana tersebut, Selasa pagi ini/22 November 2022, MER-C telah menurunkan dua tim relawannya untuk membantu korban gempa di Cianjur. Tim Pertama berjumlah tiga relawan yang terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatology, Dokter Spesialis Bedah Syaraf dan juga Insinyur. Tim akan melakukan assessment kebutuhan bedah, medis dan juga konstruksi di wilayah terdampak gempa. Tim kedua telah menyusul berangkat ke Cianjur pada hari ini, Selasa (22/11) pukul 10 tadi pagi. Tim terdiri dari lima relawan, yaitu dua dokter umum, satu perawat bedah dan dua logistic. Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan bahwa mempertimbangkan dampak gempa yang cukup besar, maka MER-C mempersiapkan Tim Medis lanjutan dan juga Tim Bedah. “Karakteristik bencana gempa adalah banyaknya korban-korban yang mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Ini spesifikasi lembaga MER-C. Kami cukup banyak mempunyai relawan di bidang bedah, khususnya bedah orthopedi. Apabila diperlukan berdasarkan assessment tim awal ini, kami siap mengerahkan Tim Bedah MER-C,” ujar Sarbini. Sementara itu, Tim MER-C di Kantor Pusat sedang mempersiapkan peralatan dan perlengkapan bedah untuk membantu korban gempa yang memerlukan tindakan operasi. #PrayforCianjurBantuan & Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C:BCA, 686.0099339BSI, 701.5658.899a/n. Medical Emergency Rescue Committee Salam,www.mer-c.orgCall Center : 0811990176

Gempa 5,6 SR Guncang Cianjur, MER-C Siapkan Tim Medis

Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR menguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin/21 November 2022 sekitar pukul 13.21 waktu setempat. Getaran gempa terasa kuat hingga di DKI Jakarta dan sekitarnya. Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan korban meninggal mencapai 56 jiwa dan sebanyak 700 lainnya mengalami luka-luka.  Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah seiring banyaknya bangunan yang rusak diakibatkan oleh gempa dengan kedalaman 10 km. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan himbauan agar masyarakat yang berada di dalam ruangan untuk keluar terlebih dahulu karena adanya potensi gempa susulan. Pasca gempa mengguncang, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia segera berkoordinasi membentuk tim relawan medisnya dan mempersiapkan bantuan obat-obatan serta alat kesehatan yang diperlukan untuk turut memberikan bantuan medis bagi para korban. Semoga saudara-saudara kita di Cianjur, khususnya para korban dan keluarganya diberikan perlindungan dan kekuatan menghadapi musibah ini. #PrayforCianjur Bantuan & Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C:BCA, 686.0099339BSI, 701.5658.899a/n. Medical Emergency Rescue Committee Salam,www.mer-c.orgCall Center : 0811990176

Kemenlu RI Sambut Baik Upaya MER-C untuk Afghanistan

Kementerian Luar Negeri RI mengapresiasi dan menyambut baik upaya MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia dalam melakukan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Abdul Kadir Jailani, saat menerima audiensi Tim MER-C di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Rabu/10 Agustus 2022. “Tentunya Pemerintah selalu menyambut baik setiap upaya dari elemen bangsa Indonesia untuk melakukan bantuan kemanusiaan dimanapun, karena itu hal yang mulia,” ujar Abdul Kadir. “Saya senang dan bangga mendengar kegiatan kemanusiaan MER-C di Afghanistan,” imbuhnya usai mendengar pemaparan dari dua perwakilan relawan MER-C yang baru kembali dari Afghanistan pada akhir Juli 2022 dalam rangka menunaikan tugas kemanusiaan. Ia juga memberikan respon positif terhadap rencana program jangka panjang MER-C untuk Afghanistan berupa capacity building dalam bidang kesehatan. “Mengenai rencana MER-C untuk memberikan beasiswa atau fellowship bagi beberapa tenaga kesehatan di Indonesia, menurut hemat saya langkah ini merupakan langkah yang sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia. Salah satu program yang dilakukan pemerintah saat ini adalah upaya membantu peningkatan kualitas SDM di Afghanistan,” ungkapnya. Lebih lanjut ia memaparkan bahwa Pemerintah memang secara khusus berfokus pada pemberian beasiswa di berbagai sektor, dan kesehatan merupakan satu sector yang cukup penting. Pemberian bantuan peningkatan kapasitas tersebut menurutnya akan lebih baik juga apabila difokuskan untuk Afghanistan adalah bagi perempuan. Namun, seiring dengan kondisi di Afghanistan yang masih memiliki dinamika tersendiri, Abdul Kadir mengingatkan agar semua bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh MER-C di Afghanistan bisa disinergikan dengan Pemerintah dan pelaksanaannya melibatkan otoritas setempat. “Harapan saya kita bisa bersinergi, bekerja sama, itu akan menjadi suatu yang baik,” imbuhnya. Dalam pertemuan tersebut, selain memaparkan tentang misi Kemanusiaan MER-C di Afghanistan, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad juga menyampaikan perkembangan Misi Kemanusiaan MER-C di Palestina, khususnya program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza. Sarbini menyampaikan harapannya agar pemerintah bisa terus mengupayakan izin bagi Tim Medis dan Konstruksi MER-C dapat masuk ke Jalur Gaza, meskipun Jalur Gaza masih dalam situasi gencatan senjata pasca agresi yang menewaskan puluhan korban jiwa dan melukai ratusan warga. Pertemuan ini turut dihadiri oleh Muhsin Syihab (Duta Besar Bidang Hubungan Antarlembaga Kemenlu RI), Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo (Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemenlu RI), dr. Zecky Eko Triwahyudi, SpOT., MARS (Ketua Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan), dr. Guntur Utama Putera, SpOT (Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan), Ir. Luly Larissa dan Rima Manzanaris. Jakarta, 10 Agustus 2022

MER-C kirimkan Tim Bedah bantu Rehabilitasi Korban Gempa Afghanistan: Masyarakat Afghanistan Berharap Kepedulian Jangka Panjang

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan, menyusul bencana gempa bumi dahsyat yang melanda negara ini akhir Juni lalu. Tim yang dikirimkan merupakan Tim Bedah yang terdiri dari relawan Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi, Dokter Spesialis Anestesi dan Perawat Kamar Bedah. Tim dipimpin oleh Dr. Zecky Eko Triwahyudi, SpOT., MARS dengan anggota tim Dr. Guntur Utama Putera, SpOT, Dr. Wahyu Bimantoro, SpAn dan Ebo Subaha, S.Kep. Bertolak dari Jakarta menuju Dubai pada hari Kamis/14 Juli 2022, Tim MER-C untuk rehabilitasi korban gempa Afghanistan tiba di Kabul, Ibukota Afghanistan pada hari Jum’at pagi/15 Juli 2022. Setibanya di ibukota negara yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Taliban, Tim langsung berkoordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di Kabul dan Kementerian Kesehatan Publik Afghanistan. Dalam waktu berdekatan, Afghanistan mengalami dua bencana alam besar. Di akhir bulan Juni mengalami Gempa Bumi di daerah Afghanistan Timur, kemudian pada awal Juli mengalami banjir bandang di daerah Afghanistan Tengah dan Timur. Hal ini menyebabkan Afghanistan menghadapi bencana ganda. Di kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan krisis ekonomi pasca Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun lalu yang diikuti pembekuan asetnya oleh asing/barat, serta belum adanya pengakuan resmi (de yure) terhadap otoritas Taliban di Afghanistan dari UN dan negara-negara di dunia. Bencana ini semakin memperparah kondisi negara yang sebelumnya selama hampir 40 tahun hidup di tengah perang berkepanjangan. Pembekuan asset menyebabkan Afghanistan sangat bergantung dari bantuan asing dan NGO dalam pelayanan publiknya.   Berdasarkan laporan Tim, situasi di Kota Kabul cukup kondusif meski dalam 11 bulan pemerintahan otoritas Taliban sejumlah fasilitas publik tampak masih dijaga ketat oleh militer. Ketua Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan, dr. Zecky Eko Triwahyudi mengatakan Timnya telah berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan Orthopaedi dan Pusat Rujukan Orthopaedi di RS Nasional Wazir Mohammad Akbar Khan Afghanistan, dengan Prof. Emal Wardak selaku Kepala Depatemen Orthopaedi dan Traumatologi yang juga menangani korban gempa. “Sambutan hangat dari para dokter dan petugas RS terhadap kehadiran Tim Bedah MER-C. Bahkan Tim bergabung untuk turut serta melakukan operasi kasus-kasus neglected trauma di RS tersebut,” ujar Zecky. Ia juga menambahkan bahwa pihak-pihak yang ditemui MER-C di Afghanistan berharap kerjasama dengan MER-C bisa berjalan untuk jangka panjang termasuk untuk memberikan pendidikan ( training) pada tenaga medis dalam bidang pelayanan publik karena mereka sangat membutuhkan sharing ilmu terkait pelatihan peningkatan skills dan sistem pelayanan publik yang lebih baik, termasuk fellowship program untuk meningkatkan keilmuan para tenaga medis dan pelatihan dalam bidang kebencanaan ( disaster preparedness / mass casualty management ). “Beberapa sharing ilmu sudah mulai kami lakukan, seperti relawan Dokter Spesialis Anestesi kami melakukan sharing keilmuan terkait USG guided nerve block kepada Dokter-dokter Anestesi di ruang operasi RS Wazir Mohammad Akbar Khan,” lanjutnya. Dalam rangka capacity building, hari Sabtu besok/23 Juli 2022, Tim MER-C juga akan memberikan pelatihan Basic Orthopaedic Operation Preparation dan pemberian ilmu-ilmu dasar kamar operasi bagi staff perawat ruang operasi RS Wazir Mohammad Akbar Khan National Hospital. Melihat keterbatasan peralatan yang ada khususnya di ruang operasi RS Wazir Mohamad Akbar Khan National Hospital Afghanistan, Tim MER-C akan menyumbangkan set alat-alat orthopaedi dan implant. Tim juga telah menyumbangkan alat USG portable untuk anestesi blok demi melengkapi pelayanan di ruang operasi RS ini. Sementara itu, bantuan obat-obatan yang dibawa akan diserahkan oleh Tim untuk nantinya akan didistribusikan ke lokasi klinik yang paling membutuhkan di Afghanistan. Assessment Tim Bedah MER-C juga mencatat beberapa hal yang terjadi pasca bencana dan harus segera mendapatkan pemecahannya di bidang medis, yaitu malnutrisi anak dan depresi kronik yang diderita warga Afghanistan di seluruh wilayah Afghanistan, kemudian air bersih, tempat tinggal dan ancaman kolera serta infeksi virus pasca bencana alam di area terdampak. Tim Bedah MER-C dijadwalkan akan bertugas selama dua pekan. Ini adalah kunjungan MER-C ke-4 ke Afghanistan, sebelumnya pada tahun 2001 dan 2002 (sekitar 20 tahun lalu), kemudian pada Maret 2022 dan Juli 2022. Terlepas dari situasi politik dan belum diakuinya pemerintahan Taliban di Afghanistan oleh dunia Internasional, namun krisis kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Afghanistan sangat nyata dan membutuhkan perhatian serta bantuan dari masyarakat Internasional. Untuk itu, MER-C berharap dukungan dari masyarakat Indonesia agar bisa menjalankan program bantuan jangka panjang seperti yang diharapkan rakyat Afghanistan khususnya dalam bidang medis. Kami juga mengajak elemen bangsa lainnya untuk ikut terlibat membantu masyarakat Afghanistan bangkit dari krisis kemanusiaan ini. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan:Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 22 Juli 2022

Serdang Bedagai Dilanda Banjir, MER-C Siapkan Tim Medis.

Hampir sebulan Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara dilanda banjir, pada tanggal 12 November 2021 MER-C telah melaksanakan Assessment.   Insha Allah MER-C Cabang Medan akan mengirimkan tim untuk melaksanakan layanan kesehatan lebih lanjut pada hari Minggu, 14 November 2021. Kebutuhan Mendesak :1. Makanan2. Selimut3. Matras4. Obat-obatan5. Tenda pengungsian   Rekening Kemanusiaan :Bank Mandiri Syariah (BSM) 7074585099 Atas nama : MER-C Cabang Medan Info : MER-C Cabang MedanJl. Setia Budi Kompleks Ruko Milala Mas No. B22, Kel. Tanjung Rejo, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan.Telp : 0811 648 1408FB : Relawan MER-C MedanIG : MER-C MEDANEmail : mercmedancenter@gmail.com

Pindah ke Narmada, MER-C Lanjutkan Operasi Korban Gempa

Pasca gempa berkekuatan 6,2 SR yang terjadi Kamis, 9 Agustus 2018 pukul 13.25 WITA, pelayanan medis di RS Propinsi Mataram terhenti. Manajemen RS Propinsi memutuskan memindahkan seluruh pasien dan tindakan ke RS Lapangan yang dibangun di halaman RS. Hal ini membuat antrian pasien operasi semakin panjang. Beberapa pasien bahkan dirujuk ke RS lain. Menyikapi hal tersebut, tim medis MER-C bergerak cepat mencari alternatif RS yang masih aman untuk melakukan tindakan operasi dan perawatan pasien. Dipilihlah RS Awet Muda (RSAM) yang berlokasi di daerah Narmada, sekitar 30 menit perjalanan dari RS Propinsi Mataram. Sebagai rumah sakit tipe D, RS ini memiliki fasilitas kamar operasi dan perawatan yang mencukupi. Dengan ijin penggunaan dari direktur RSAM dan dokter bedah yang bertugas disana, tim bedah MER-C juga meminta kepada Dinas Kesehatan untuk dapat menarik dan mengerjakan operasi pasien di RSAM. Dan siang tadi, Jumat 10 Agustus 2018, tim bedah melakukan operasi perdana terhadap pasien dengan diagnosa patah tulang tungkai kiri. Kita berharap agar masyarakat terdampak gempa di Lombok bisa bersabar menghadapi bencana. Dan tim medis yang bertugas diberikan kekuatan, kesehatan dan keamanan agar bisa terus memberikan bantuan kepada para korban yang membutuhkan. Dukungan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui : BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

Silahkan bertanya?