OPEN RECRUITMENT – “MER-C EMT for Gaza Response 2024”

*OPEN RECRUITMENT – “MER-C EMT for Gaza Response 2024”* Salam Sejawat Medis, *MER-C atau Medical Emergency Rescue Committee* adalah sebuah lembaga kegawatdaruratan medis Indonesia untuk korban perang, konflik dan bencana alam baik di dalam maupun luar negeri. Merespon krisis kemanusiaan di Gaza, pada *Senin/18 Maret 2024*, MER-C telah mengirimkan Tim Medis I ke Jalur Gaza, Palestina. Tim terdiri dari 11 relawan dari berbagai keahlian medis yang dibutuhkan di lapangan. MER-C berencana mengirimkan Tim yang berkelanjutan ke Jalur Gaza untuk memberikan bantuan pengobatan kepada para korban agresi. Kegiatan ini bersifat *Kerelawanan (unpaid volunteers)*, *Netral*, dan *Amanah*. Bagi rekan-rekan sejawat medis yang terpanggil untuk bergabung dan bertugas sebagai relawan *“MER-C EMT (Emergency Medical Teams) for Gaza Response 2024”*, silahkan mengisi form di link berikut ini dan melengkapi persyaratan yang diperlukan: Bagi rekan-rekan yang lolos seleksi akan dihubungi oleh Sekretariat MER-C untuk proses lebih lanjut. *NOTE:* Proses ini tidak dipungut biaya. Harap berhati-hati terhadap semua informasi yang mengatasnamakan MER-C Indonesia. Informasi resmi melalui official website MER-C Indonesia: www.mer-c.org atau Call Center MER-C Indonesia : 0811990176 (wa only) Atas perhatian rekan-rekan, kami mengucapkan terima kasih. Salam Kemanusiaan, *MER-C Indonesia*
MER-C Salurkan Bantuan Logistik dan Tambah Tim Relawan ke Lokasi Banjir Demak

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Sabtu/23 Maret 2024 kembali mengirimkan tim ke Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Hal ini dalam rangka membantu penanganan dampak bencana banjir di Demak yang masih meluas. Tim pertama berasal dari MER-C cabang Yogyakarta membawa amanah bantuan logistik untuk disalurkan kepada warga korban banjir. Pada hari yang sama, tim dari MER-C pusat Jakarta yang merupakan tim medis juga bergerak menuju lokasi bencana. Tim terdiri dari satu dokter umum, satu dokter gigi, satu perawat, satu relawan logistik dan satu supir. Salah satu Relawan MER-C Cabang Yogyakarta, Nanang mengatakan bantuan logistik yang disalurkan berupa obat-obatan, sembako, selimut, susu formula dan pampers. “Alhamdulillah sudah selesai droping logistik obat-obatan, pampers, susu, selimut dan sembako. Diterima oleh staf Pusat Service Center (PSC) Demak,” ujarnya. Nanang mengatakan, adapun bantuan obat-obatan yang disalurkan berupa obat kulit, antibiotik, anti hipertensi dan vitamin. Ia menuturkan, penyaluran donasi ini dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak. Sementara itu, Tim medis dari MER-C Pusat Jakarta juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Demak untuk penempatan wilayah bencana yang masih membutuhkan bantuan medis. Merespon bencana banjir di Demak, MER-C sejak hari Selasa (19/3) telah menurunkan tim relawannya untuk turut membantu para korban. Sebelumnya, Ketua MER-C Cabang Yogyakarta, dr. Rizki Rinaldi yang juga ikut turun ke lokasi bencana mengatakan, saat ini tenaga kesehatan dari luar wilayah Demak sangat dibutuhkan, karena banyak tenaga kesehatan yang juga jadi korban banjir.
Tiba di Jalur Gaza, Relawan MER-C Langsung Bertugas di Sejumlah Rumah Sakit

Sebelas relawan MER-C yang telah berhasil memasuki Gaza sejak Senin (18/3/2024) lalu langsung ditempatkan dan bertugas di sejumlah rumah sakit untuk membantu warga Gaza. Salah satu relawan yang merupakan Dokter Spesialis Orthopedi, dr. Reza, SpOT mengatakan, Rabu (20/3/2024) pagi Tim sudah melakukan koordinasi terkait penempatan relawan bersama Emergency Medical Teams (EMT) Gaza dan Kementrian Kesehatan Palestina (MoH) di Gaza. Tim langsung disambut dr. Muhammad yang merupakan Koordinator Rumah Sakit Se-Gaza. Relawan medis MER-C langsung dibagi menjadi tiga tim yang disebar di tiga fasilitas Kesehatan di Gaza bagian Selatan yang masih beroperasional. Pembagian tim berdasarkan hasil kordinasi dengan Kementrian Kesehatan Palestina. Tim 1 terdiri dari Tim bedah ditempatkan di RS Abu Yousef Al Najjar di Rafah yang diperuntukkan melayani pasien-pasien bedah dan trauma. Kasus terbanyak adalah open fraktur yang terinfeksi dan luka bakar. Tim 2 terdiri dari bidan dan perawat ditempatkan di RS Bersalin Al-Helal Al-Emirati di Rafah yang memang didedikasikan untuk perawatan pasien-pasien melahirkan. Jumlah operasi Sectio Caesaria di RS ini mencapai 15 operasi perhari. Sementara jumlah persalinan yang ditangani di RS ini mencapai 7000 kasus perbulannya.Sedangkan Tim 3, merupakan Primary Care Team yang terdiri dari dokter umum dan perawat ditempatkan di Tall Al-Sultan Primary Health Clinic di Rafah yang cukup besar dengan fasilitas seperti X Ray dan laboratorium. Pasien yang dilayani dalam satu hari bisa mencapai 1500 orang. “Alhamdulillah ketiga tempat di atas cukup sesuai bagi Tim kita sebagai spesialis, dokter umum, dan bidan. Sesuai dalam artian pasiennya memang banyak, peralatan yang kita miliki memang dibutuhkan dan cukup membantu tim medis di sini yang telah lelah,” tutur Reza. “Jadi dengan mendapat tempat yang sesuai di daerah yang relatif aman, kami sudah sangat bersyukur,” tambahnya. Relawan MER-C itu juga mengatakan berdasarkan hasil penilaian Tim hari pertama, dengan jumlah dokter, nakes, obat obatan serta peralatan yang tidak cukup, pihak rumah sakit sangat berharap mereka dapat bantuan tim medis berikutnya. Para relawan dokter dan nakes dari berbagai negara mulai masuk ke Gaza untuk membantu. EMT MER-C merupakan tim Indonesia pertama yang memberikan pertolongan medis sejak agresi 7 Oktober terjadi. Tim membantu melakukan operasi pasien trauma, layanan maternal dan layanan umum. Tim akan bekerja selama dua pekan hingga maksimal satu bulan.Pengiriman bantuan tim medis ini membutuhkan keberlanjutan program. Oleh karena itu, besar harapan Kementrian Kesehatan Gaza, Indonesia bisa mengirimkan bantuan tim medis secara berkelanjutan dengan kebutuhan dokter-doketer spesialis ortopedi traumatologi, obgyn, bedah saraf, bedah plastik, spesialis anestesi, spesialis anak, spesialis penyakit dalam dan dokter umum serta layanan bidan dan perawat. Apa saja yang kita punya amat sangat dibutuhkan oleh warga Palestina di Gaza saat ini. Bantuan medis dari Indonesia bagaikan oase persaudaraan Indonesia-Palestina.
MER-C Kirim Tim Relawan Bantu Korban Banjir Demak

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), hari Selasa (19/3) mengirimkan tim relawan dari Cabang Yogyakarta untuk membantu korban banjir di Demak, Jawa Tengah. Ketua MER-C Cabang Yogyakarta, dr. Rizki Rinaldi yang juga ikut turun ke lokasi bencana pada hari Kamis (21/3) mengatakan, saat ini tenaga kesehatan dari luar wilayah Demak sangat dibutuhkan, karena banyak tenaga kesehatan yang juga jadi korban banjir. “Rumah sakit juga kalau ada pasien baru harus dijemput agak jauh oleh tim rumah sakitnya biar bisa menerjang banjir. Beberapa kantor inti pemerintahan juga terendam, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Masjid Demak, BKKBN, RSUD Sunan Kalijaga dan beberapa RS lainnya,” kata Rinaldi. Ia mengatakan, saat ini Tim Relawan MER-C yang dikirimkan sudah berada di Pusat Service Center (PSC) dan akan mendiskusikan penempatan relawan. Untuk kegiatan Tim, sementara mereka akan melakukan assessment lapangan. Rinaldi mengatakan banjir yang terjadi cukup tinggi dan sudah terjadi sejak bulan lalu sehingga warga sudah terpusat di lokasi pengungsian. Untuk itu, Tim fokus memberikan pelayanan di pengungsian dan tidak melakukan mobile clinic. “Kita sementara ditempatkan di pengungsian warga Demak di Kudus, karena saat ini di Kota Demaknya sendiri lumpuh jadi warga di beberapa kecamatan diungsikan di Kudus,” ujarnya. Berdasarkan laporan dari Tim yang turun di lapangan terkait situasi terkini di Demak dan perlunya tambahan relawan, MER-C akan kembali mengirimkan sejumlah relawan dari pusat. Dikutip dari Dinkominfo Demak, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jawa Tengah dan jebolnya enam tanggul mengakibatkan 89 desa di 11 kecamatan yang berada di Kabupaten Demak terendam banjir. Selain itu, pada Ahad 17 Maret 2024 tanggul Sungai Wulan yang berada diperbatasan Kabupaten Demak dan Kudus juga kembali jebol. Adapun Sebelas kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Demak, Kecamatan Karangtengah, Kecamatan Sayung, Kecamatan Mranggen, dan Kecamatan Wonosalam. Kemudian, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Karangawen, Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Guntur, Kecamatan Dempet, serta Kecamatan Gajah. Bedasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Demak, Senin (18/3/24), mencatat ketinggian banjir di 11 Kecamatan tersebut antara 30-80 cm. Sebanyak 93.149 jiwa terdampak dan 22.725 diantaranya mengungsi,Saat ini Pemkab Demak telah mendirikan lokasi pengungsian di 45 titik. BPBD Kabupaten Demak hingga kini masih bersiaga dengan kondisi banjir tersebut mengingat hingga (19/03/24) Selasa banjir semakin meluas. Bantu kami menyediakan layanan kesehatan untuk penyintas banjir di Kab. Demak melalui donasi ke rekening: Bank Syariah Indonesia (BSI) 700 499 5818 atas nama MER-C DIJ. Informasi dan konfirmasi donasi ke 085150723118 a.n MER-C DIJ
Cerita Sehat untuk Papua MER-C yang Telah Berjalan 18 Tahun

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) terus berbkomitmen menjalankan misi kemanusiaan baik di luar negeri hingga ke pelosok Indonesia. Hadir di tengah masyarakat membutuhkan, yang terdampak akibat bencana alam, perang ataupun konflik. Salah satu program kemanusiaan MER-C yang telah berjalan sejak 2006 atau selama 18 tahun adalah “Sehat untuk Papua”. Relawan medis MER-C hadir langsung di tengah masyarakat Papua untuk memberikan pelayanan kesehatan. Salah satu pelayanan yang rutin dilakukan MER-C di Papua adalah pengobatan mobile clinic ke kampung-kampung yang membutuhkan secara rutin setiap bulannya. Salah satu Kampung yang menjadi sasaran mobile clinic MER-C adalah Kampung Arar, di Pulau Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Pada awal mobile clinic tahun 2008 di Kampung ini, pengobatan masih dilakukan di rumah salah seorang warga. Namun sejak beberapa tahun terakhir pengobatan sudah bisa dilakukan di balai desa, sumbangan dari salah satu CSR perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Sorong. Perjalanan yang dilakukan relawan dari posko sampai ke lokasi memerlukan waktu sekitar 30 menit via darat dengan motor untuk sampai ke pelabuhan dan dilanjutkan 30 menit dengan perahu sampai ke lokasi Kampung Arar. MER-C dalam menjalankan misinya memiliki prinsip bahwa semua orang memiliki hak yang sama. Untuk itu, saat memberikan pelayanan MER-C tidak membedakan ras, suku atau agama. Begitupun selama melakukan pelayanan di Kampung Arar yang masyarakatnya terbagi di dua lokasi yaitu kampung muslim dan non-muslim. Keduanya mendapatkan pelayanan yang sama dari MER-C. Tidak hanya di Kampung Arar, mobile clinic yang dilakukan MER-C Papua terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Tantangan yang dihadapi di sejumlah wilayah hampir sama, yaitu akses dan medan yang dilalui cukup berat. Beberapa akses ke kampung-kampung masih harus menggunakan perahu atau kapal. Melalui program “Sehat untuk Papua”, MER-C juga memberikan berbagai bantuan lainnya seperti sunat masal, pembagian paket sembako Ramadhan dan qurban untuk Papua. Masyarakat juga bisa ikut berkontribusi dalam program Sehat untuk Papua dengan cara berdonasi, sehingga lebih banyak wilayah terpencil di Papua khususnya Papua Barat Daya yang masyarakatnya bisa mendapatkan bantuan medis secara rutin dan terus menerus. Dukungan & Donasi Program “Sehat untuk Papua” melalui: BCA, 686.066.6608 BSI, 8111 929.620 Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee
Ketua Presidium MER-C: Pengriman Tim Medis ke Gaza Tanggung Jawab Besar untuk Bantu Saudara Kita

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Sarbini Abdul Murad dalam konfereni pers yang digelar hari Selasa (19/3) mengatakan, pengiriman tim relawan medis ke Jalur Gaza merupakan tanggung jawab besar untuk membantu warga Gaza.Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Sarbini Abdul Murad dalam konfereni pers yang digelar hari Selasa (19/3) mengatakan, pengiriman tim relawan medis ke Jalur Gaza merupakan tanggung jawab besar untuk membantu warga Gaza. “Perjalanan panjang ini tidaklah melelahkan buat kami, karena ini merupakan tanggung jawab besar untuk membantu saudara kita yang ada di Gaza. Walaupun situasi dan kondisi hari ini di Indonesia begitu dinamis, tapi kami tidak akan pernah melupakan perjuangan dan penderitaan yang dialami oleh saudara kita yang ada di Gaza,” kata Sarbini di Kantor MER-C di Jakarta. Ia mengatakan, pengiriman 11 relawan MER-C yang saat ini sudah tiba di Gaza merupakan tujuan utama sejak awal terjadinya agresi, untuk membantu warga Gaza yang pada hari ini sangat membutuhkan tenaga medis. Sarbini mengungkapkan, MER-C telah berupaya sekuat tenaga untuk bisa mengirimkan tim medis ke Gaza dengan bekerjasama ke semua pihak tapi sejak dulu belum ada kabar gembira, hingga akhirnya melalui kerja sama dengan WHO di bawah naungan Emergency Medical Tim (EMT), Tim Medis MER-C berhasil masuk ke Jalur Gaza pada hari Senin (18/3) pukul 17.15 waktu Gaza atau jam 22.15 waktu Indonesia. “Maka hari ini ada 11 orang relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza terdiri dari dokter bedah orthopedi, dokter umum, perawat dengan berbagai keahlian, bidan dan lainya. Semua ada 11 orang ditambah dua relawan yang sudah ada di sana jadi total ada 13 relawan. Mereka akan bekerja di sana minimal selama dua minggu, maksimal satu bulan dan nanti akan ada estafet selanjutnya karena kami tidak mau ini berhenti selama ada relawan kita di sana,” tambahnya. Pada kesempatan ini, Sarbini mengajak semua elemen bidang Kesehatan baik yang berada di naungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) maupun di bawah lembaga rumah sakit atau pemerintah untuk bersama membangun koalisi besar mengirim tim medis ke Gaza secara berkelanjutan. “Ini pekerjaan besar, masalah besar, kasus besar, maka harus melibatkan segala elemen anak bangsa. Pada kesempatan ini kita mengajak kepada pemerintah untuk bisa terdepan, secara bersama kita membantu warga Gaza. Masalah Gaza adalah masalah dunia, masalah kita bersama yang tidak cukup hanya satu elemen membantu . Kita harus saling berkontribusi membangun kerja sama, sehingga satu bidang kesehatan bisa kita tangani bersama,” tuturnya.
Tim Medis MER-C Tiba di Jalur Gaza Palestina

Siaran Pers Setelah menunggu beberapa pekan, Senin/18 Maret 2024, Tim Medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang terdiri dari dokter spesialis bedah orthopedi, dokter umum, perawat dengan berbagai keahlian, bidan dan lainnya, sekitar pkl 22.15 wib atau pkl 17.15 waktu setempat mengabarkan bahwa mereka sudah tiba di Jalur Gaza, Palestina. “Sudah sampai di sisi Palestina,” demikian isi pesan singkat yang diterima MER-C Pusat Jakarta Senin malam, tepat pukul 22.15 wib. Kedatangan Tim disambut oleh relawan MER-C yang berada di Gaza dan pejabat Kementerian Kesehatan Palestina. Suasana haru dan syukur mewarnai Gedung imigrasi di Perbatasan Rafah sisi Gaza ketika 11 relawan MER-C turun dari bis yang membawa mereka dari Perbatasan Rafah Mesir ke Perbatasan Rafah Gaza yang hanya berjarak sekitar 100-meter saja. Dengan masuknya 11 relawan, maka total relawan WNI MER-C di Gaza saat ini sebanyak 13 orang. Tim MER-C akan bertugas selama minimal dua pekan. Mereka akan bekerja di fasilitas kesehatan yang ditunjuk oleh WHO dan Kementerian Kesehatan Palestina. Wilayah penugasan akan berada di Jalur Gaza bagian Selatan, karena rumah sakit di wilayah ini yang masih berfungsi, di tengah lumpuhnya sebagian besar fasilitas kesehatan di sepanjang Jalur Gaza. Tim Medis MER-C bisa mencapai Jalur Gaza atas kolaborasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang mengkoordinir Tim medis dari berbagai negara dibawah payung Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan bantuan di wilayah Gaza yang masih membara. MER-C atas kolaborasi dengan WHO berkomitmen untuk dapat mengirimkan Tim Medis yang berkelanjutan ke Jalur Gaza, Palestina. Untuk itu, kami mengajak sejawat dari organisasi profesi, Lembaga medis, Fakultas Kedokteran dan instansi medis lainnya untuk dapat bersama-sama atas nama bangsa Indonesia mengirimkan Tim medis ke Jalur Gaza. Pengiriman Tim dan bantuan medis diharapkan dapat menjadi salah satu dukungan nyata bangsa Indonesia, khususnya untuk Palestina sesuai dengan amanat UUD 1945 dan politik luar negeri Indonesia. Hal ini dapat terlaksana tentunya atas doa dan dukungan rakyat Indonesia. Bantuan-bantuan medis dan kemanusiaan akan terus disalurkan oleh MER-C secara bertahap ke Jalur Gaza. Kami berharap jika situasi sudah kondusif, MER-C dapat melakukan kembali Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza bagian Utara yang saat masih sulit untuk dijangkau karena situasi yang masih mencekam. Dukungan dan Donasi dapat disalurkan melalui: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Semua rekening atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 19 Maret 2024MER-C Indonesia
Korban Banjir di Pesisir Selatan Masih Minim Bantuan dan Butuh Air Bersih

Korban banjir dan longsor di Pesisir Selatan Sumatera Barat membutuhkan bantuan air bersih pasca bencana yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (7/3). Hal ini dikatakan Kepala Puskesmas IV Koto Mudik. Kec. Batang Kapas, Kab. Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sukmatal Kadipopu Rita Saif, S.Kep.,Ns saat kegiatan mobile clinic bersama Tim MER-C di kecamatan Batang Kapas, salah satu wilayah terdampak bencana yang terisolir. “Akses ke wilayah kerja kami, sempat terputus tidak bisa dilalui kendaraan dan tidak bisa ditempuh dengan jalan kaki selama dua hari. Alhamdulillah saat ini sudah bisa diakses kendaraan roda dua, kendaraan roda empat masih belum,” ujarnya. “Keadaan tempat kami sekarang ini, kami sangat membutuhkan air bersih karena semua sumber air bersih di sini sudah tidak bisa kami gunakan lagi. Untuk sementara masyarakat kami menggunakan MCK adalah air sungai padahal air sungai sangat tidak bagus untuk kesehatan. Sungai saat ini keadaan sungainya juga cukup parah dampak dari banjir,” lanjutnya. Ia juga mengkhawatirkan apabila masalah air bersih tidak segera ditangani maka bisa menyebabkan penyakit ISPA akan lebih meningkat lagi dan juga munculnya penyakit diare. Selain itu, warga korban banjir juga mengeluhkan masih minimnya bantuan yang mereka peroleh seperti bahan makanan, air bersih dan pelayanan kesehatan.
Tim MER-C Mobile Clinic ke Wilayah Banjir di Pesisir Selatan yang Terisolir

Tim MER-C Indonesia yang berasal dari Padang dan Medan yang turun ke lokasi bencana banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat melakukan mobile clinic untuk bisa menjangkau wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang terisolir, Selasa/12 Maret 2024. Mobile clinic dilakukan bekerjasama dengan Tim Kesehatan dari Puskesmas setempat. “Selain membuka pelayanan pengobatan di Posko Induk di nagari Lubuk Nyiur, Tim MER-C juga melakukan mobile clinic di nagari Teratak Tempatih. Pasien yang ditangani tercatat sebanyak 108 orang, dengan kasus penyakit tertinggi yaitu gatal gatal dan nyeri otot serta 2 perawatan luka,” Wirsal, salah satu perawat anggota Tim MER-C melaporkan. Ia memaparkan bahwa banjir yang melanda Kab. Pesisir Selatan terjadi di beberapa titik. Korban terbanyak berada di Kec. Bayang, Kec. Terusan dan Kec. Sutera. Berdasarkan informasi yang didapat dari BPBD Pesisir Selatan, jumlah korban jiwa akibat bencana ini berkisar 23 orang yang sudah teridentifikasi, 1 orang masih diidentifikasi, dan 5 orang lainnya masih dalam proses pencarian. Sementara total pasien korban bencana yang telah ditangani oleh Tim MER-C sejak Senin/11 Maret 2024 mencapai sekitar 345 orang. Hasil pantauan Tim MER-C di lapangan, masih banyak reruntuhan reruntuhan rumah warga yang belum ditangani dan infrastruktur yang terputus akibat longsoran juga masih belum ditangani. Rabu/13 Maret 2024, Tim MER-C masih terus melanjutkan kegiatan mobile clinic yang akan menelusuri desa yang terisolir, yaitu nagari Langgai kec. Sutera. Akses ke nagari atau desa ini masih sulit karena sempat terputus akibat longsoran. Listrik juga maish padam dan jaringan internet tidak ada.
Bantu Korban Bencana Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan Sumbar, MER-C Turunkan Tim Relawan dari Dua Cabang

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali mengirimkan dua Tim Relawan ke lokasi bencana banjir dan longsor di Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada hari Ahad (10/3). Tim MER-C Cabang Padang yang diketuai Dr. dr. Yusri Dianne Jurnalis, SpA(K) bersama Ir. Zirma Juneldi, MSi, Isra Monalisa, S.Psi dan Furqon berangkat lebih dulu menuju lokasi dengan membawa berbagai bantuan logistik dan obat-obatan. Kemudian menyusul Tim MER-C Cabang Medan yang terdiri dari 9 orang relawan medis. Sementara Tim yang diterjunkan membawa bantuan logistik berupa air mineral, kasur matras, selimut, mantel hujan, serta bahan makanan seperti beras, mie instan, minyak goreng, gula, cabe, ikan asin, kentang, teh dan minuman serta biskuit. dr. Riri mengatakan, Kabupaten Pesisir Selatan, merupakan daerah paling terdampak, di mana posko MER-C didirikan di Nagari Lubuk Nyiur, yang sekaligus menjadi posko pengobatan. Ia menuturkan, perjalanan menuju lokasi bencana sempat terhambat macet selama tiga jam di Barung-barung, Belantai dan Duku. “Tadi malam sudah ada yang sakit dan minta obat, kami sampai di Posko setelah maghrib. Pagi ini mulai jam 9 kami buka posko pengobatan dan pembagian logistik berupa beras, gula, minyak, biskuit, air mineral, selimut, matras untuk tidur, dan lainnya,” ujar dr. Riri. Ia mengungkap, karena jembatan putus dan belum ada bantuan logistik dari Pemerintah, sedangkan banyak kasur dan beras warga terendam air maka bantuan bagi yang membutuhkan segera dibagikan oleh Tim MER-C. dr. Riri juga mengatakan, saat ini air PDAM mati dan jarang penduduk yang memiliki sumur jadi ketersediaan air bersih sangat terbatas. Salah satu daerah, Lubuk Nyiur Batang Kapeh, terisolir karena akses jalan keluar hanya bisa jalan kaki atau menggunakan motor akibat jembatan putus “Air bersih sulit didapat, saat ini pemerintah fokus pembersihan lumpur dan jalan yang rusak oleh banjir,” katanya. Selain banjir, hujan lebat juga memicu terjadi tanah longsor. BPBD setempat menyebutkan material longsor telah menghambat akses jalan. Sementara BNPB mencatat setidaknya 26 orang warga meninggal dunia 11 lainnya masih dilaporkan hilang akibat banjir dan longsor yang melanda 9 kabupaten 3 kota di Sumbar pada Kamis (7/3) lalu. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, telah menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir bandang selama 14 hari terhitung sejak 8 Maret 2024.