MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Tolak Kedatangan Timnas Israel, AWG-MER-C Gelar Futsal Fun Match

Jakarta, MINA – Aqsa Working Group (AWG) bersama Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), pada Jumat (16/9) menggelar pertandingan Futsal Fun Match , sebagai rangkaian aksi menolak kedatangan Timnas Sepakbola Israel, yang akan berlaga pada gelaran Piala Dunia Sepakbola U-20 di Indonesia tahun 2023  mendatang. Pembina AWG Imaam Yakhsyallah Mansur dalam sambutannya mengatakan, jika pertandingan ini diniatkan sebagai bentuk pembelaan terhadap rakyat Palestina maka mereka akan merasakan bahwa ada yang membela dan memperhatikan mereka. “Meskipun ini sebuah permainan, bersifat hiburan tapi kita punya niat bahwa ini dalam rangka membela membela rakyat Palestina. Segala sesuatu itu tergantung niat, jika kita niatkan untuk membela bangsa Palestina maka In Shaa Allah akan dinilai sebagai salah satu bentuk ukhuwah, dan kita tahu persaudaraan sangat tinggi nilainya  dalam agama,” kata Imaam Yakhsyallah. “Orang-orang Palestina itu saudara sekandung kita, oleh karena itu kita akan terus membela dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah kita menggelar futsal pada sore hari ini, dan ini menjadi salah satu gambaran kita menolak Timnas Israel di Piala Dunia U-20,” tambahnya. Presidium AWG, Rustam Effendy mengatakan, setidaknya ada empat alasan penolakan Timnas Israel, pertama, komitmen bangsa Indonesia untuk menghapuskan penjajahan di atas dunia telah termaktub pada alinea ke 4 UUD 1945. Kedua, Presiden Pertama RI, Soekarno telah memberikan contoh kongkrit dengan menolak Timnas Indonesia berlaga dengan Timnas Israel. Padahal saat itu Indonesia berpeluang besar ikut Piala Dunia 1958. Ketiga, Presiden Jokowi melalui KTT OKI 2016 menyerukan boikot produk-produk Israel. Keempat, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pun menyatakan Israel melanggar hukum internasional. Link berita:https://minanews.net/tolak-kedatangan-timnas-israel-awg-mer-c-gelar-futsal-fun-match/

Sejumlah Organisasi Tolak Timnas U-20 Israel Masuk Indonesia, Ketua DPD RI: Sarankan Laga Grup Israel Main di Singapura

JAKARTA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan solusi terkait penolakan sejumlah organisasi kemanusiaan terhadap kedatangan timnas U-20 Israel di Indonesia untuk mengikuti Piala Dunia U-20 tahun 2023. LaNyalla menyarankan pertandingan yang melibatkan timnas Israel digelar di negara terdekat, misalnya di Singapura. Solusi itu disampaikan LaNyalla saat menerima beberapa organisasi kemanusiaan Indonesia yang concern terhadap persoalan Palestina, antara lain MER-C, AWG, KISDI dan BSMI di Ruang Delegasi Lantai 8, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (16/9/2022). Hadir Ketua Presidium MER-C Indonesia, Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) M. Ansorullah, HM Mursalin (KISDI), Taufik Hidayat (LPPI), Bima Pradana (BSMI), Rima Manzanaris (Manager Operasional MER-C) dan Bayu E.K (BSMI) Ketua DPD RI didampingi Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin dan Togar M Nero. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad meminta dukungan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti agar pemerintah menolak kedatangan timnas U-20 Israel. “Pertama spiritnya adalah Israel merupakan negara pelanggar hak asasi manusia dan penjajah bangsa Palestina. Ini tentu bertentangan dengan hukum internasional. Bertentangan juga dengan tujuan negara kita yang ingin mewujudkan perdamaian di muka bumi ini dan menolak segala bentuk penjajahan,” katanya. “Selain itu, antara Indonesia dan Israel juga tidak punya hubungan diplomatik, sehingga sudah seharusnya tidak mengeluarkan visa bagi mereka,” imbuh Sarbini. Lanjutnya, kehadiran Israel melukai perjuangan negara ini dalam hal kemanusiaan. Jika Israel sampai ke tanah air dan bisa bertanding, artinya sia-sia saja kerja para pegiat kemanusiaan di Palestina. “Makanya kami minta Pak LaNyalla untuk surati Presiden agar kita tidak berikan visa ke Israel. Sebagai bentuk komitmen menentang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Israel terhadap Palestina yang masih terjadi hingga saat ini,” papar dia. Mursalin dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) berpendapat sama. Menurutnya penolakan terhadap Timnas Israel merupakan amanat Konstitusi. “Kita tahu Indonesia sangat cinta sepakbola, tapi kecintaan Indonesia akan perdamaian di Palestina semoga jadi pertimbangan juga bagi bangsa ini,” ucapnya. Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menerima aspirasi tersebut. Namun dia mengingatkan bahwa di sepakbola atau sport mempunyai aturan tersendiri atau Lex Sportiva dan itu tidak bisa diintervensi. “Win-win solution-nya setelah drawing nanti, semoga pot-nya Indonesia beda dengan Israel, sehingga grup Israel bisa melakukan pertandingan di negara terdekat Indonesia. Artinya secara sport, pertandingan jalan, sedangkan secara kemanusiaan dan hubungan diplomatik dengan Palestina juga terjalin baik,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu. Ditambahkan LaNyalla, DPD RI secara konstitusi lebih spesifik menyuarakan kepentingan daerah. Namun soal perdamaian dan ketertiban dunia sesuai tujuan negara, seperti soal penjajahan di Palestina, dirinya sudah sering menyuarakan. LaNyalla berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut ke pemerintah, dalam hal ini presiden, kemenlu dan kemenpora.

Silahkan bertanya?