Genosida yang berlangsung sejak 2023 serta blokade yang semakin ketat membawa Jalur Gaza ke dalam krisis kemanusiaan yang kian memburuk.
Sektor kesehatan menjadi salah satu yang paling terdampak. Fasilitas medis lumpuh, obat-obatan esensial semakin langka, sementara ancaman wabah penyakit terus meningkat.
Tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan juga tak luput dari serangan. Banyak di antara mereka yang gugur, terluka, maupun ditahan. Kondisi ini menyebabkan tenaga medis yang tersisa harus bekerja dalam keadaan kelelahan di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan.
Merespons situasi ini, MER-C Indonesia terus hadir bersama masyarakat Gaza dengan mengupayakan pelayanan kesehatan yang lebih baik melalui pengiriman langsung tim medis dari berbagai disiplin spesialis.
Sejak 18 Maret 2024 hingga hari ini, MER-C telah memberangkatkan 13 tim untuk bertugas di Jalur Gaza. Kehadiran mereka telah membantu memperkuat layanan kesehatan di tengah keterbatasan tenaga medis dan tingginya jumlah pasien yang harus ditangani.
Tidak hanya memberikan pelayanan klinis, tim medis MER-C juga berkontribusi dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan lokal melalui kuliah ilmiah di berbagai rumah sakit Gaza.
Selengkapnya di link ini
https://www.instagram.com/reel/DZHmxCZzNYr/?igsh=MWxjZ2ZwNDg4aTBkNA==
https://fb.watch/HvLXfszK_o/?mibextid=wwXIfr
https://vt.tiktok.com/ZSxEbxahx
https://x.com/mercindonesia/status/2062106117627318747?s=46
#mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia #KemanusiaanGaza







