PART 1
Rumah Sakit MER-C di Galela tidak lahir dalam waktu singkat. Pembangunannya berakar dari ikatan emosional yang panjang antara MER-C Indonesia dengan masyarakat Galela, pasca-tragedi kemanusiaan di Maluku Utara pada 1999.

Tim dokter dan relawan medis MER-C menembus medan konflik demi memberikan bantuan kegawatdaruratan tanpa memandang latar belakang korban.
Setelah konflik mereda, MER-C tidak lantas pergi dan melupakan Galela. MER-C masih kembali untuk mengadakan pengobatan gratis berkala. Kedekatan ini melahirkan rasa percaya yang luar biasa dari masyarakat setempat.

Hubungan itu kemudian berkembang menjadi sebuah harapan yang lebih besar.
Puncaknya pada tahun 2010, seorang warga lokal dengan sukarela mewakafkan tanah seluas 4.000 m² di Desa Towara kepada MER-C, dengan satu permohonan tulus: meminta MER-C membangun sebuah rumah sakit di sana.
Harapan itu kemudian menjadi awal dari proyek Rumah Sakit MER-C Galela, sebuah fasilitas kesehatan yang dibangun melalui semangat swadaya dan dukungan masyarakat untuk menjawab keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pesisir utara Pulau Halmahera.

Pada 18 Desember 2010, peletakan batu pertama dilakukan sebagai tanda dimulainya pembangunan.
Rumah sakit ini terletak di Desa Towara, yang diharapkan menjadi “oase”, memangkas jarak perjalanan warga pesisir utara Halmahera agar tidak perlu selalu bertolak ke Tobelo untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Namun ternyata, perjalanan pembangunan rumah sakit tidak selalu berjalan mudah.

Selengkapnya di link ini
https://www.instagram.com/p/Ddbh-Qyk1C6/?stkn=MW9oNTIzM3lqaW9kbQ==
https://www.facebook.com/share/p/1E4e1M9VRY/?mibextid=wwXIfr
https://vt.tiktok.com/ZSqtmnnmt










