Semarak Milad ke-27, MER-C Gelar Khitanan Massal dan Layanan Kesehatan Gratis di Galela

Halmahera Utara – Dalam rangka memperingati Milad ke-27, MER-C Indonesia menggelar bakti sosial khitanan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat Galela, Halmahera Utara, Sabtu (15/8). Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi MER-C, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku Utara, Poltekkes Kemenkes Ternate, dan Yayasan Medikal Perdamaian Galela. Total ada 57 relawan yang ikut berpartisipasi, terdiri dari sembilan dokter spesialis, 26 dokter umum, satu dokter gigi, satu bidan, 11 perawat dan sembilan relawan non medis. Sembilan dokter spesialis yang terlibat yaitu dua dokter spesialis penyakit dalam, serta masing-masing satu dokter spesialis saraf, kulit, paru, ortopedi, obstetri dan ginekologi (Obgyn), serta bedah umum. Warga menyambut antusias kegiatan ini. Tercatat sebanyak 187 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan umum, 13 ibu hamil mendapatkan pemeriksaan, dan 71 anak mengikuti khitanan massal. Dalam sambutannya, Presidium MER-C Indonesia, dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.OT., Subsp.CO(K)., MARS., MM., AIFO-K, menyampaikan salam hangat dan hormat untuk seluruh masyarakat Galela, serta ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan bakti sosial ini. Ia mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan ikatan kemanusiaan dengan masyarakat. dr. Zecky dalam sambutannya juga menyampaikan perkembangan pembangunan rumah sakit MER-C di Galela, Halmahera Utara. Ia mengatakan, tahap pertama pembangunan rumah sakit telah rampung, ditandai dengan selesainya 100 persen struktur utama bangunan. “Sekarang kita sedang menuju tahap kedua, yaitu menyelesaikan pekerjaan arsitektur serta sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP),” jelasnya. Setelah tahap tersebut selesai, MER-C akan melanjutkan proses perizinan klinik dan rumah sakit. MER-C rumah sakit untuk masyarakat Galela ini dapat mulai beroperasi tahun depan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DcF85cQk473/?igsh=MTE1N3U3OXB2enRxMg== https://www.facebook.com/share/p/1BcFqCBQ7E/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVFqWqNQ
MER-C Berikan Pelatihan CPR dalam Kegiatan EDRR Indonesia 2026

Jakarta – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberikan pelatihan cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau pijat jantung kepada masyarakat dalam kegiatan Emergency Disaster Reduction and Rescue (EDRR) Indonesia 2026 yang berlangsung pada 12–14 Agustus 2026 di Hall D2 JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pelatihan tersebut diberikan kepada masyarakat awam agar semakin banyak orang memiliki kemampuan melakukan pertolongan pertama dalam situasi darurat. Kegiatan ini sejalan dengan motto MER-C, “Semua Bisa Menolong.” Sebanyak 10 relawan MER-C hadir untuk memberikan pelatihan kepada para peserta yang mengunjungi pameran. Para peserta menyambut antusias kegiatan ini karena tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi mereka juga berkesempatan mempraktikkan langsung teknik CPR. Praktik langsung bertujuan memberikan gambaran kepada peserta mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat secara nyata. Sejumlah peserta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MER-C atas pelatihan yang diberikan. Mereka menilai pelatihan ini memberikan pengetahuan baru yang dapat dipraktikkan ketika menghadapi kondisi darurat. Para peserta juga berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih banyak untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat awam dalam memberikan pertolongan pertama. EDRR Indonesia 2026 digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk ketiga kalinya pada tahun ini. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, dan ketangguhan nasional. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcNl1lIzsRQ/?utm_source=ig_web_copy_link&igsi=MzRlODBiNWFlZA== https://www.facebook.com/share/v/1C5cjcw9BS/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVBnBk9S
Misi Kemanusiaan Gempa Nusa Tenggara Timur

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) telah menyebabkan sejumlah kerusakan dan korban jiwa. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, MER-C tengah menyiapkan keberangkatan tim medis untuk memberikan dukungan pelayanan kesehatan bagi para korban. MER-C mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung misi kemanusiaan bagi saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT. Dukungan dapat disalurkan melalui: Medical Emergency Rescue Committee (MER-C)Amanah Kemanusiaan Umum Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 686.0099339 Bank Syariah Indonesia (BSI)Rek. No. 701.5658.899 Mari bersama membantu meringankan beban masyarakat terdampak dan mendukung upaya pemulihan pascagempa di NTT.
PRAY FOR NUSA TENGGARA TIMUR

Duka menyelimuti saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Gempa bumi yang terjadi meninggalkan kepanikan, kehilangan, dan ketidakpastian bagi masyarakat yang terdampak. MER-C Indonesia menyampaikan duka dan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh masyarakat terdampak musibah gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Semoga mereka yang sedang menghadapi masa sulit diberi kekuatan, ketabahan, dan perlindungan. Mari bersama, menguatkan Nusa Tenggara Timur.
27 Tahun Bakti MER-C untuk Negeri: Menebar Manfaat, Menguatkan Semangat Kemanusiaan

Medical Emergency Rescue Committee lahir dari sebuah gerakan kemanusiaan yang diinisiasi oleh para relawan Tim Medis Mahasiswa Universitas Indonesia (TMM-UI) saat menjalankan misi kemanusiaan dalam konflik Ambon, Maluku. Menyaksikan langsung banyaknya korban konflik tidak memperoleh pelayanan medis yang layak akhirnya menggugah Jose Rizal Jurnalis, Syafiq Basalamah, Basuki Supartono, Yogi Prabowo, Henry Hidayatullah, Edi Patmini, Bona Akhmad Fithrah dan puluhan relawan lainnya, untuk mendirikan Medical Emergency Rescue Committee pada 14 Agustus 1999. Keprihatinan terhadap penanganan korban konflik di Ambon ini menjadi titik awal lahirnya tekad para pendiri untuk membangun MER-C sebagai lembaga kegawatdaruratan medis yang amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan memiliki mobilitas tinggi dalam menjalankan misi kemanusiaan. Sejak hari itu langkah kemanusiaan MER-C tak pernah berhenti. MER-C terus bergerak memberikan pelayanan medis bagi korban perang, konflik bersenjata, kerusuhan, kejadian luar biasa, hingga bencana alam. Dengan semangat “To Help the Most Vulnerable People and the Most Neglected People”, MER-C hadir menjangkau mereka yang paling membutuhkan, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia. Selama 27 tahun pengabdian, MER-C terus menjaga komitmen untuk memberikan bantuan tanpa membedakan suku, agama, ras, kebangsaan, maupun latar belakang politik. Hingga saat ini, MER-C telah melaksanakan sekitar 500 misi kemanusiaan di dalam dan luar negeri, dan jumlah tersebut akan terus bertambah berkat dukungan serta kepercayaan masyarakat Indonesia. Di tingkat internasional, MER-C telah mengirimkan relawan ke berbagai wilayah konflik dan bencana, di antaranya Afghanistan, Irak, Iran, Palestina, Suriah, Lebanon Selatan, Kashmir, Sudan, Filipina Selatan, Thailand Selatan, serta berbagai negara lainnya yang dilanda konflik maupun bencana alam. Di Indonesia, MER-C juga hadir di berbagai lokasi bencana dan konflik dengan mengirimkan tim medis darurat, obat-obatan, serta melakukan evakuasi dan pelayanan kesehatan bagi para korban. Berbagai misi telah dijalankan di Aceh, Papua, Sumatra Barat, Lombok, Palu, Sumatra Utara, serta berbagai daerah lain yang terdampak gempa bumi, tsunami, banjir, maupun erupsi gunung api. Saat ini, Palestina masih menjadi salah satu fokus utama misi kemanusiaan MER-C. Di tengah blokade dan krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Jalur Gaza, MER-C terus mengupayakan pembangunan kembali Rumah Sakit Indonesia yang mengalami kerusakan akibat serangan. MER-C juga berupaya memperkuat layanan kesehatan melalui pengiriman bantuan obat-obatan, peralatan medis, perlengkapan kesehatan, serta pengiriman tim medis yang terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan bidan yang telah berlangsung sejak 18 Maret 2024 hingga saat ini. Selain itu, MER-C terus mendukung operasional MER-C Indonesia Medical Center di Khan Younis, Gaza Selatan, yang kini menjadi salah satu tumpuan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan para pengungsi di wilayah tersebut. Perbaikan sejumlah fasilitas kesehatan di Jalur Gaza juga terus dilakukan agar pelayanan medis tetap dapat berjalan meski di tengah keterbatasan. Di dalam negeri, MER-C juga memberikan perhatian kepada pengungsi Rohingya di Aceh. Bantuan yang telah disalurkan meliputi paket sembako, perlengkapan kebersihan, perlengkapan ibadah, pelayanan kesehatan gratis, hingga pembangunan klinik di shelter pengungsi di Lhokseumawe yang kini telah beroperasi dan melayani kebutuhan kesehatan para pengungsi. Selain Palestina, MER-C juga tengah mempersiapkan pengiriman tim kemanusiaan ke Lebanon setelah sebelumnya mengirimkan tim asesmen untuk meninjau kondisi di lapangan. Langkah ini merupakan respons terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi akibat konflik serta sebagai wujud kepedulian MER-C dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak. Selama 27 tahun, MER-C telah membuktikan bahwa semangat kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah, suku, agama, maupun kebangsaan. Dan setiap misi yang dijalankan merupakan amanah yang lahir dari kepedulian masyarakat Indonesia kepada mereka yang paling membutuhkan. Terima kasih kepada seluruh relawan, mitra, dan seluruh masyarakat Indonesia yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan MER-C. Dukungan, doa, dan kepercayaan yang diberikan menjadi kekuatan bagi MER-C untuk terus hadir di garis depan misi kemanusiaan. 27 Tahun MER-C. Terus Bergerak, Menebar Manfaat, dan Menguatkan Semangat Kemanusiaan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcAP6GJzA9u/?igsh=Mnhsc2wwY2Q5Z210 https://www.facebook.com/share/v/199buvDBW4/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVJ7UeMa
MER-C Hadiri FGD FH UI Bahas Perlindungan Misi Kemanusiaan di Wilayah Konflik

Jakarta – MER-C Indonesia pada Kamis (9/7/2026) menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Centre for Research of Welfare Law, Children Protection and Global Migration (CRESWELL), Fakultas Hukum Universitas Indonesia, di Ruang Boedi Harsono, Gedung F Lantai 1, FH UI, Depok, Jawa Barat. FGD mengusung tema “Memetakan Kebijakan dan Mekanisme Perlindungan Negara pada Misi Kemanusiaan di Wilayah Konflik” dan dihadiri oleh perwakilan sejumlah lembaga kemanusiaan. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kerangka hukum dan mekanisme perlindungan negara bagi misi kemanusiaan di wilayah konflik, memetakan peran serta tantangan yang dihadapi lembaga kemanusiaan, merumuskan rekomendasi mekanisme perlindungan, serta menyusun elemen awal peta jalan damai Palestina yang menempatkan perlindungan kemanusiaan sebagai salah satu pilar utama. Mewakili MER-C sebagai penanggap dalam FGD, Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT) MER-C, Marissa Noriti, menekankan pentingnya pemerintah Indonesia memiliki mekanisme perlindungan yang baku bagi misi kemanusiaan. Menurut Marissa, pemerintah perlu mengoptimalkan jaringan dan koordinasi yang lebih terintegrasi sehingga ketika dibutuhkan dukungan diplomasi kemanusiaan, organisasi kemanusiaan telah memiliki jalur koordinasi yang jelas mengenai langkah yang harus ditempuh dan pihak-pihak yang perlu dihubungi. “Kami sudah mendapatkan dukungan yang cukup baik dari WHO. Namun akan lebih baik jika negara juga dapat memberikan dukungan yang lebih optimal dan selaras melalui mekanisme perlindungan yang baku, bukan hanya bersifat spontan ketika terjadi insiden,” ujarnya. Ia menilai, apabila mekanisme tersebut dapat diwujudkan hingga pada tataran diplomasi kemanusiaan, hal itu akan memperkuat upaya diplomasi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Untuk itu, Marissa berharap hasil FGD ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan yang nyata. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Da1sg-Ik__e/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
Bupati Halmahera Utara Dukung Pembangunan Tahap II RS MER-C di Galela

Halmahera Utara – Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., menyambut baik dan mendukung rencana pembangunan tahap II Rumah Sakit MER-C di Galela. Hal tersebut ia sampaikan saat menerima kunjungan MER-C Perwakilan Maluku Utara di Kantor Bupati Halmahera Utara, Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Senin (29/06/2026). Dalam kesempatan tersebut, MER-C Perwakilan Maluku Utara yang diwakili dr. Musriyono Nabiu, M.Kes., dan dr. Nurnyita Nabiu menjelaskan rencana kelanjutan pembangunan Rumah Sakit MER-C tahap II yang berlokasi di Desa Towara, Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Selain meminta dukungan rencana pembangunan rumah sakit tahap II, MER-C juga mengajukan kerja sama dengan Pemerintah Daerah terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam jangka panjang. Saat ini, progres pembangunan Rumah Sakit MER-C di Galela telah mencapai sekitar 30 persen dan pembangunan tahap II segera dilanjutkan. Sambil menunggu pembangunan selesai, MER-C akan memfungsikan bangunan yang sudah ada sebagai klinik. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DacUFvmE9al/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== ——————————————— Donation Account: Bank Negara Indonesia (BNI), 014.0600983Bank Syariah Indonesia (BSI), 888.7775583Bank Mandiri, 124.000.8111.990 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #RSGalela #maluku_utara #berbagikebaikan #tim_medis_merc
Apa yang dilakukan peserta selama mengikuti EMT Induction Training & Simulation Exercise?

Jakarta, Setelah dua hari mendapatkan sejumlah materi, diskusi, dan praktik keterampilan dasar Emergency Medical Team, hari ketiga menjadi fase penerapan melalui skenario Gempa Palu. Peserta menyusun struktur tim, menentukan team leader, membagi peran medis, logistik, WASH, liaison officer, dan security, serta merancang strategi agar tim siap diterjunkan ke lokasi terdampak. Dalam simulasi, peserta secara tim berkoordinasi untuk mengatur kebutuhan logistik, merancang alur rumah sakit lapangan, melakukan triase, dan menangani korban yang datang silih berganti. Proses ini menunjukkan bahwa materi yang diberikan dapat diserap dan diterapkan melalui koordinasi, komunikasi, serta kerja sama tim yang semakin terbentuk. Pelatihan ini menjadi ruang penting untuk mengubah knowledge menjadi skill—dari pemahaman di kelas menjadi kesiapan bertindak di lapangan. Mari terus membangun kesiapsiagaan dan kolaborasi, karena tim yang terlatih hari ini dapat menjadi harapan dalam situasi darurat esok hari. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaVPzlKPOau/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #togetherwelearnsomethinguseful #relawanmerc #tim_emt_merc
Operasional Klinik dan Pembangunan Rumah Sakit di Halmahera Utara Segera Berjalan, MER-C Temui Dinkes

Halmahera Utara – MER-C Perwakilan Maluku Utara pada Selasa (30/6) bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Utara, Selpianus H. Kaya, S.Kep., didampingi staf Dinas Kesehatan, Muh. Abdi Samaun, S.Kep., Ns., selaku Penelaah Teknis Kebijakan. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Utara di Tobelo ini membahas rencana operasional klinik MER-C serta pembangunan tahap II rumah sakit di Desa Towara, Kecamatan Galela, KabupatenHalmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, termasuk proses pengurusan perizinan klinik dan rumah sakit. Saat ini pembangunan Rumah Sakit Galela telah mencapai sekitar 30 persen pada bagian depan bangunan dan akan dilanjutkan ke tahap II. Sambil menunggu proses pembangunan selesai, MER-C akan memfungsikan bangunan yang telah ada sebagai klinik untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Galela yang saat ini masih mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Operasional klinik direncanakan mulai berjalan pada Agustus mendatang, sementara pembangunan rumah sakit tahap II diperkirakan selesai akhir tahun ini. Setelah pembangunan selesai awal tahun depan, status klinik akan ditingkatkan menjadi rumah sakit. Terkait rencana tersebut, MER-C meminta dukungan serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah dalam pembangunan rumah sakit tahap II ini dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) jangka panjang. Sambil menunggu proses pembangunan yang direncanakan mulai berjalan pada Agustus mendatang, MER-C memfungsikan klinik kepada masyarakat Galela yang terbatas pada akses layanan kesehatan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DaU26Y8E61O/?igsh=ejVlN2RmNmZobDNl https://www.facebook.com/share/p/1bCXjV1UGd/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSCXSC2ge ——————————————— Donation Account: Bank Negara Indonesia (BNI), 014.0600983Bank Syariah Indonesia (BSI), 888.7775583Bank Mandiri, 124.000.8111.990 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #RSGalela #maluku_utara #berbagikebaikan #tim_medis_merc
Klinik MER-C Siap Layani Pengungsi Rohingya di Shelter Baru Lhokseumawe

Lhokseumawe — Pemerintah Kota Lhokseumawe telah merelokasi 28 pengungsi Rohingya dari penampungan lama di bekas Kantor Imigrasi Punteuet menuju shelter baru di Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (25/6/2026). Shelter baru yang dibangun melalui kerja sama sejumlah lembaga kemanusiaan ini telah dilengkapi fasilitas kesehatan Klinik MER-C Indonesia untuk memberikan pelayanan kepada para pengungsi pasca relokasi. Project Manager MER-C untuk Pengungsi Rohingya, Ira Hadiati, mengatakan Klinik MER-C telah siap beroperasi memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi. “Saat ini untuk tenaga kesehatan untuk pelayanan di Klinik, MER-C bekerja sama dengan Puskesmas Punteuet,” ujarnya. Kehadiran Klinik MER-C menjadi salah satu fasilitas penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup para pengungsi, terutama dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dasar. Sebanyak 28 pengungsi yang direlokasi terdiri dari 15 laki-laki dan 13 perempuan. Pemindahan dilakukan sebagai langkah Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk meningkatkan kualitas hunian sementara bagi para pengungsi yang sebelumnya tinggal di gedung bekas Kantor Imigrasi Punteuet dengan keterbatasan fasilitas. Selain fasilitas kesehatan melalui Klinik MER-C, shelter baru tersebut juga dilengkapi sarana hunian 15 unit bangunan semi permanen. Fasilitas pendukung lainnya meliputi MCK, akses air bersih, tempat ibadah, serta berbagai program pendukung lainnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaDbuQLTqtO/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees