MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Jalin Silaturahmi dengan MTA, Bahas Rencana Pembangunan Indonesia Medical Center di Gaza Selatan

Solo – MER-C pada Selasa (5/5/2026) silaturahmi ke Kantor Pusat Majlis Tafsir Al-Qura’n (MTA) dan bertemu dengan sejumlah pengurus. Dalam kesempatan tersebut, MER-C menyampaikan sejumlah program kemanusiaan yang sedang berjalan di Jalur Gaza, di antaranya rencana pembangunan Indonesia Medical Center di Gaza Selatan serta perkembangan terbaru kondisi RS Indonesia di Gaza Utara. MTA sendiri merupakan salah satu lembaga yang aktif mendukung berbagai program kemanusiaan MER-C, khususnya di Jalur Gaza. Dalam kunjungan tersebut, tim MER-C dipimpin oleh Ketua Presidium MER-C, Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.EM., dan turut dihadiri Presidium dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Choga Ilham Arlando, staf humas Riny Nurmarita dan Dinda Azzahra, serta dr. Erico Rizqi Yakson Kehadiran MER-C diterima langsung oleh Pembina MTA Ust. Nur Kholid Syaifullah, Lc., M.Hum., Ketua Umum MTA Prof. Drs. Mugijatna, M.Si., Ph.D., Ketua Bidang Pendidikan Drs. Heru Siswanto, Sekretaris Umum Sunarno, S.Sos., M.Hum., serta Ketua Bidang Kominfo Sutikno, ST. Melalui silaturahim ini, diharapkan kolaborasi kemanusiaan antara MER-C dan MTA dapat semakin kuat sehingga setiap program maupun misi yang dijalankan memberikan dampak lebih luas. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DYOWi6ATMql/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

MER-C Bertemu Pendiri PT Tiga Serangkai, Bahas Misi Kemanusiaan dan Komitmen Transparansi

Solo – MER-C pada Rabu (6/5) melakukan kunjungan silaturahmi dengan Pendiri PT Tiga Serangkai Hj. Siti Aminah Abdullah, sosok yang telah banyak mendukung misi kemanusiaan MER-C. Kunjungan diwakili oleh Presidium MER-C dr. Tonggo Meaty Fransisca, staf Humas Riny Nurmarita dan Dinda Azzahra, serta relawan dr. Erico Rizqi Yakson. Dalam pertemuan ini, MER-C membahas berbagai misi kemanusiaan yang telah dilakukan di sejumlah negara, termasuk Palestina. MER-C menjelaskan kepada Hj. Aminah bahwa pelaporan kegiatan kemanusiaan kepada publik merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. MER-C juga menegaskan komitmen untuk menjalankan seluruh kegiatan secara transparan. Hj. Aminah konsisten mendukung berbagai program kemanusiaan MER-C. Ia mengaku terinspirasi dari pendiri MER-C, almarhum dr. Joserizal Jurnalis, yang menurutnya merupakan figur yang gigih dalam memperjuangkan isu-isu kemanusiaan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DYMmUryz2PX/?igsh=MXAzNnh1eXF0NWpseA== https://www.facebook.com/share/r/1CyEnpTxNN/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS9Tkg7td

Puluhan Rumah Hangus dan 251 Jiwa Mengungsi, MER-C Sigap Salurkan Bantuan di Kampong Jawa

Aceh – MER-C menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran besar yang melanda Dusun Muthadahuddin, Desa Kampong Jawa, Kota Lhokseumawe, pada Selasa (5/5/2026). Sebagai bagian dari fase respons awal, MER-C memberikan bantuan berupa 15 dus mi instan dan 10 dus biskuit. Bantuan tersebut diserahkan oleh Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati. Ia juga mengunjungi lokasi kejadian untuk melihat langsung kondisi rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat kebakaran. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan rumah hangus terbakar dan ratusan warga terpaksa mengungsi. Berdasarkan data sementara dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, tercatat sebanyak 77 unit rumah terbakar maupun rusak. Sebanyak 81 kepala keluarga (KK) dengan total 251 jiwa terdampak dalam kejadian tersebut. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DYCLzIqE5nA/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan

MER-C Bersama Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Bahas Penanganan Pengungsi Rohingya di Aceh

Aceh – Nasib pengungsi Rohingya yang tersebar di sejumlah titik pengungsian di Aceh hingga kini masih belum menentu dan cukup memprihatinkan. Untuk itu, MER-C bersama sejumlah lembaga dan organisasi kemanusiaan lainnya terus berupaya memberikan perhatian melalui berbagai program bantuan serta advokasi pemenuhan hak-hak dasar pengungsi. Pada Senin (4/5), MER-C turut menghadiri pertemuan koordinasi bersama sejumlah lembaga kemanusiaan lainya guna membahas penanganan pengungsi Rohingya di Aceh. Pertemuan tersebut menggarisbawahi sejumlah permasalahan utama, antara lain akses pendidikan anak-anak pengungsi yang belum konsisten, terbatasnya kesempatan pendidikan bagi pengungsi usia dewasa, lemahnya pemberdayaan ekonomi karena bantuan CBI (cash-based interventions) yang belum mencukupi, serta tidak adanya akses kerja formal akibat keterbatasan legal. Selain itu, sistem pengelolaan data pengungsi masih belum optimal untuk mendukung pengambilan kebijakan, sementara penurunan anggaran kemanusiaan akibat instabilitas ekonomi global turut berdampak pada lembaga yang menangani pengungsi. Praktik kerja informal yang tidak terdata, belum optimalnya integrasi sosial-ekonomi dengan masyarakat sekitar, serta belum berkelanjutannya mekanisme rujukan layanan kesehatan, terutama untuk kasus non-darurat, juga menjadi perhatian. Pendekatan penanganan pengungsi pun dinilai belum sepenuhnya humanis di tingkat nasional maupun lokal. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, MER-C bersama sejumlah lembaga lainnya mendorong dibukanya akses pendidikan yang berkelanjutan bagi anak-anak serta perluasan pembelajaran bagi pengungsi dewasa melalui skema berbagi keterampilan. Selain itu, diharapkan adanya penguatan pemberdayaan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan aman, peningkatan integrasi sosial-ekonomi dengan masyarakat, serta perluasan layanan kesehatan dan sistem rujukan yang lebih berkelanjutan, disertai pendekatan kebijakan yang lebih manusiawi dan inklusif. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DX6mwCPk-7j/?igsh=cW5lbmJwY2U3c2tx https://www.facebook.com/share/p/18UuJCPZYD/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS9CMC6cD http://youtube.com/post/UgkxVUvJkVFakUKQtqnlyIo6DXuSc6Nl49si?si=gPS92eBpPmPHtGbI #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees

MER-C dan MTC Perkuat Kapasitas Tenaga Kesehatan Aceh Utara Lewat Program Capacity Building

Aceh – MER-C bersama MER-C Training Center (MTC) menyelenggarakan program capacity building bagi tenaga kesehatan di Aceh Utara, sebagai bagian dari upaya lanjutan pascabencana hidrometeorologi. Program ini berlangsung pada 27 April hingga 6 Mei di RSUD dr. Muchtar Hasbi, Aceh Utara, dengan dua kegiatan utama. Pertama, pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang bertujuan meningkatkan kompetensi perawat dalam menangani kegawatdaruratan trauma dan kardiovaskular secara cepat, tepat, dan terstandar. Kedua, workshop Fundamental Emergency Response in Maternal, Neonatal, and Children yang difokuskan pada peningkatan kompetensi bidan dalam menangani kegawatdaruratan obstetrik, non-obstetrik, neonatus, dan anak. Melalui program ini, diharapkan tenaga kesehatan semakin siap, sigap, dan tanggap dalam menghadapi kondisi darurat, serta mampu memberikan pelayanan yang cepat dan tepat guna menyelamatkan lebih banyak nyawa, khususnya di wilayah rawan bencana. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DXy-HD-E2sT/?igsh=ZmljN2FzaHlsM215 https://www.facebook.com/share/p/1CMANbhCdM/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS9af8vQV http://youtube.com/post/Ugkx8mQPrz79_sVvbNNWZ3nAojFVs8ylElCx?si=c99i8xROGOntbMbq #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra #capacitybuildingAceh

Klinik MER-C untuk Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Rampung Dibangun

Aceh – Pembangunan Klinik Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk pengungsi Rohingya di Lhokseumawe, Aceh, telah rampung dan saat ini memasuki tahap pelengkapan interior serta alat kesehatan. Pembangunan klinik mulai dilaksanakan pada Senin (27/10/2025) dan menjadi bagian dari fasilitas penampungan sementara (shelter) bagi pengungsi Rohingya di Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Sebelumnya, Presidium MER-C, dr. Tonggo Meaty Fransisca, melakukan peletakan batu pertama pembangunan klinik pada 30 Agustus 2025, bertepatan dengan rangkaian peringatan Milad ke-26 MER-C. Project Manager MER-C for Rohingya, Ira Hadiati, pada Rabu (30/4), menyampaikan harapannya bahwa kehadiran klinik ini dapat menjadi bagian penting dalam penyediaan layanan kesehatan bagi para pengungsi. “Semoga klinik ini dapat memberikan layanan kesehatan yang maksimal bagi pengungsi Rohingya maupun masyarakat sekitar, serta dapat bersinergi dengan fasilitas kesehatan lain seperti Puskesmas Blang Cut, Puskesmas Blang Mangat, dan rumah sakit di Kota Lhokseumawe,” ujarnya. Selain itu, ia juga berharap nantinya akan terjalin kolaborasi dengan berbagai NGO atau lembaga lain yang bergerak di bidang kesehatan umum, kesehatan reproduksi, dan bidang terkait lainnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DXwHrjBk6CH/?igsh=dnMybGVtMnVndXRp https://www.facebook.com/share/p/1J5X7czbXh/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS9fXyuYv http://youtube.com/post/UgkxVQZfHv0X6XmfrZszgdz-ilWlOxTiaiXQ?si=B5kUHk2c3O2hvZYp #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees

MER-C Audiensi ke Kedubes Myanmar, Bahas Misi Kemanusiaan dan Kondisi RS Indonesia di Rakhine

MER-C Audiensi ke Kedubes Myanmar, Bahas Misi Kemanusiaan dan Kondisi RS Indonesia di Rakhine Jakarta — MER-C pada Selasa (14/4) melakukan audiensi dengan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta untuk membahas situasi terkini serta rencana misi kemanusiaan di Myanmar. Kunjungan tim MER-C disambut oleh Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Myanmar, Mr. Mang Hau Thang, bersama Sekretaris Kedutaan, Ms. Hlaing. Delegasi MER-C terdiri dari Presidium dr. Tonggo Meaty Fransisca, EMT MER-C Gaza drg. Elisabeth L. Sarri, Manajer Operasional Rima Manzanaris, serta tim humas Dinda Zahra. Dalam pertemuan tersebut, MER-C mengonfirmasi terkait kondisi Rumah Sakit Indonesia di Mrauk U, Rakhine State, menyusul beredarnya kabar bahwa fasilitas tersebut rusak terbakar. Namun, pihak Kedutaan menyampaikan belum dapat memastikan karena wilayah tersebut masih terblokade oleh Arakan Army, sehingga kondisi di lapangan belum dapat diketahui secara pasti. Pihak Kedutaan menyatakan akan terus berupaya memperoleh informasi terbaru terkait kondisi Rumah Sakit Indonesia dan akan segera menyampaikannya kepada MER-C. Terkait situasi di Rakhine State saat ini, MER-C berencana kembali menjalankan misi kemanusiaan, termasuk melakukan asesmen kondisi terkini Rumah Sakit Indonesia. MER-C telah mengirimkan relawan untuk membangun rumah sakit pada tahun 2017 dan beroperasi penuh sejak Agustus 2021 untuk melayani warga Muslim dan Buddha. RS ini dibangun atas kerja sama dengan PMI, dan WALUBI. Mr. Mang Hau Thang menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan berbagai program kemanusiaan yang telah dilakukan MER-C bagi masyarakat di Rakhine State. “Kami senang dengan apa yang telah MER-C lakukan,” ujarnya. Ia juga menyatakan kesiapan Kedutaan untuk mendukung upaya MER-C kembali melakukan misi kemanusiaan di Myanmar. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DXZQ7SqE0qN/?igsh=Nm45MHF0MWN5ZXMx https://www.facebook.com/share/r/1WEaAPBbaN/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS9dw13Ja ——————————————— #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees

Pengungsi Rohingya di Aceh akan Direlokasi ke Shelter Baru, MER-C Hadiri Rapat Persiapan

Relawan MER-C bersama pejabat lokal saat rapat persiapan relokasi pengungsi Rohingya ke shelter baru.

Aceh  – Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, pada Senin (13/4) menghadiri rapat terkait kebijakan relokasi penampungan pengungsi Rohingya yang digelar oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setdako Lhokseumawe, Mirdha Ihsan. Rapat ini membahas rencana relokasi pengungsi etnis Rohingya yang saat ini menempati bekas kantor Imigrasi. Para pengungsi direncanakan akan dipindahkan ke shelter baru pada pertengahan Mei 2026. Shelter baru yang berlokasi di Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, kini telah dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Salah satunya adalah klinik kesehatan MER-C. Ira mengatakan, Klinik MER-C telah selesai dibangun dan saat ini sedang dalam proses pengadaan peralatan kesehatan standar klinik pratama. Klinik tersebut akan menjadi bagian penting dalam upaya penyediaan layanan kesehatan bagi para pengungsi. Selain klinik, shelter yang dibangun di atas lahan seluas dua hektare ini juga dilengkapi dengan asrama tempat tinggal, sarana pendidikan, tempat ibadah, akses air bersih, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Pembangunan fasilitas ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah organisasi kemanusiaan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DXIramJk6rE/?igsh=MW5seWI1N3hvMXpicQ== https://www.facebook.com/share/v/1AwG98JiBZ/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSHGB31k7 ——————————————— #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees

MER-C Salurkan Sembako untuk Penyintas Bencana dan Alkes bagi Bidan di Aceh

Penyerahan sembako dan alat kesehatan kepada penyintas bencana di Aceh.

Bantuan sembako diberikan kepada 100 kepala keluarga (KK) penyintas bencana, yang terdiri dari 50 KK di Aceh Tamiang dan 50 KK di Aceh Utara. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap oleh relawan MER-C. Tahap pertama dilaksanakan pada 7 Maret dengan penyaluran bantuan di Aceh Utara, meliputi Kecamatan Baktiya, Baktiya Barat, Langkahan, dan Sampoiniet.  Selanjutnya 12–13 Maret, bantuan disalurkan di Aceh Tamiang. Pada 12 Maret di Desa Jalan Alur Manis, Kecamatan Rantau, serta 13 Maret di Desa Durian, Kecamatan Rantau. Selain bantuan sembako, MER-C juga menyalurkan 25 paket alat kesehatan untuk para bidan di Aceh Utara. Setiap paket berisi stetoskop, tensi digital, oksimeter, partus set, penlight, gel, termometer digital, nierbeken, doppler, serta tas ransel.  Nilai setiap paket alat kesehatan mencapai Rp2 juta dengan total bantuan sebesar Rp50 juta. Proses penyaluran saat ini masih terus berlangsung. Bantuan ini diberikan MER-C di tengah masa transisi pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra. Semoga  dengan peralatan yang baru, para bidan di Aceh dapat memberikan pelayanan lebih optimal. Adapun program bantuan sembako merupakan bagian dari rangkaian program Ramadhan MER-C. Sebelumnya, MER-C telah membagikan paket iftar untuk pengungsi Rohingya di Aceh yang disalurkan kepada 15 keluarga serta 20 paket untuk individu yang belum berkeluarga. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DWEgWrPkx_e/?igsh=cWd3N2NjZnZrMm8z  https://www.facebook.com/share/v/1DEnw9ioQL/?mibextid=wwXIfr  https://x.com/mercindonesia/status/2034649131394973800?s=46  https://vt.tiktok.com/ZSugdH2yF/  https://youtu.be/cReKvufdplc?si=CB50XnHcE_gK3nAJ  ——————————————— #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra  

MER-C Hadiri Workshop PRP BRIN Bahas Tata Kelola Pengungsi Luar Negeri di Indonesia

Seminar tentang perlindungan pengungsi di Indonesia di ballroom Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, MER-C diwakili oleh Project Manager MER-C for Rohingya, Ira Hadiati. Workshop yang digelar pada Selasa (24/2/2026) di Jakarta ini merupakan seri terakhir dari rangkaian workshop bertema “Tata Kelola Pengungsi Luar Negeri di Indonesia”, yang sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak lima kali. Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun dan merumuskan masukan kebijakan. Pada seri terakhir, BRIN memaparkan hasil kajian dengan topik: “Rancangan Naskah Akademik Penguatan Penanganan dan Pelindungan Pengungsi Luar Negeri Berbasis Kemanusiaan di Indonesia: Menuju Revisi Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016.” Workshop tersebut dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga terkait, perwakilan diplomatik Indonesia, serta organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia nasional dan internasional. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DVNQycYk0se/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==  

Silahkan bertanya?