MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Pengungsi Rohingya di Aceh akan Direlokasi ke Shelter Baru, MER-C Hadiri Rapat Persiapan

Aceh  – Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, pada Senin (13/4) menghadiri rapat terkait kebijakan relokasi penampungan pengungsi Rohingya yang digelar oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setdako Lhokseumawe, Mirdha Ihsan. Rapat ini membahas rencana relokasi pengungsi etnis Rohingya yang saat ini menempati bekas kantor Imigrasi. Para pengungsi direncanakan akan dipindahkan ke shelter baru pada pertengahan Mei 2026. Shelter baru yang berlokasi di Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, kini telah dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Salah satunya adalah klinik kesehatan MER-C. Ira mengatakan, Klinik MER-C telah selesai dibangun dan saat ini sedang dalam proses pengadaan peralatan kesehatan standar klinik pratama. Klinik tersebut akan menjadi bagian penting dalam upaya penyediaan layanan kesehatan bagi para pengungsi. Selain klinik, shelter yang dibangun di atas lahan seluas dua hektare ini juga dilengkapi dengan asrama tempat tinggal, sarana pendidikan, tempat ibadah, akses air bersih, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Pembangunan fasilitas ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah organisasi kemanusiaan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DXIramJk6rE/?igsh=MW5seWI1N3hvMXpicQ== https://www.facebook.com/share/v/1AwG98JiBZ/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSHGB31k7 ——————————————— Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.130.6833Bank Central Asia (BCA), 686.028.0009Bank Mandiri, 124.000.8111.982 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees

MER-C Salurkan Sembako untuk Penyintas Bencana dan Alkes bagi Bidan di Aceh

Bantuan sembako diberikan kepada 100 kepala keluarga (KK) penyintas bencana, yang terdiri dari 50 KK di Aceh Tamiang dan 50 KK di Aceh Utara. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap oleh relawan MER-C. Tahap pertama dilaksanakan pada 7 Maret dengan penyaluran bantuan di Aceh Utara, meliputi Kecamatan Baktiya, Baktiya Barat, Langkahan, dan Sampoiniet.  Selanjutnya 12–13 Maret, bantuan disalurkan di Aceh Tamiang. Pada 12 Maret di Desa Jalan Alur Manis, Kecamatan Rantau, serta 13 Maret di Desa Durian, Kecamatan Rantau. Selain bantuan sembako, MER-C juga menyalurkan 25 paket alat kesehatan untuk para bidan di Aceh Utara. Setiap paket berisi stetoskop, tensi digital, oksimeter, partus set, penlight, gel, termometer digital, nierbeken, doppler, serta tas ransel.  Nilai setiap paket alat kesehatan mencapai Rp2 juta dengan total bantuan sebesar Rp50 juta. Proses penyaluran saat ini masih terus berlangsung. Bantuan ini diberikan MER-C di tengah masa transisi pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra. Semoga  dengan peralatan yang baru, para bidan di Aceh dapat memberikan pelayanan lebih optimal. Adapun program bantuan sembako merupakan bagian dari rangkaian program Ramadhan MER-C. Sebelumnya, MER-C telah membagikan paket iftar untuk pengungsi Rohingya di Aceh yang disalurkan kepada 15 keluarga serta 20 paket untuk individu yang belum berkeluarga. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DWEgWrPkx_e/?igsh=cWd3N2NjZnZrMm8z  https://www.facebook.com/share/v/1DEnw9ioQL/?mibextid=wwXIfr  https://x.com/mercindonesia/status/2034649131394973800?s=46  https://vt.tiktok.com/ZSugdH2yF/  https://youtu.be/cReKvufdplc?si=CB50XnHcE_gK3nAJ  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

MER-C Hadiri Workshop PRP BRIN Bahas Tata Kelola Pengungsi Luar Negeri di Indonesia

Dalam kegiatan tersebut, MER-C diwakili oleh Project Manager MER-C for Rohingya, Ira Hadiati. Workshop yang digelar pada Selasa (24/2/2026) di Jakarta ini merupakan seri terakhir dari rangkaian workshop bertema “Tata Kelola Pengungsi Luar Negeri di Indonesia”, yang sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak lima kali. Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun dan merumuskan masukan kebijakan. Pada seri terakhir, BRIN memaparkan hasil kajian dengan topik: “Rancangan Naskah Akademik Penguatan Penanganan dan Pelindungan Pengungsi Luar Negeri Berbasis Kemanusiaan di Indonesia: Menuju Revisi Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016.” Workshop tersebut dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga terkait, perwakilan diplomatik Indonesia, serta organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia nasional dan internasional. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DVNQycYk0se/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==  

Tim MER-C Bantu Layanan Medis di RSUD dr. Muchtar Hasbi Aceh Utara

Selama bertugas, tim MER-C membantu memperkuat pelayanan medis di beberapa poli rawat jalan rumah sakit tersebut.  Adapun penyakit terbanyak yang ditemukan pada pasien secara umum antara lain hipertensi, penyakit jantung hipertensi atau penyakit jantung koroner (HHD/CAD), osteoartritis, diabetes melitus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma bronkial, serta karies gigi. Sementara itu, pada pasien anak, kasus yang paling banyak ditangani adalah demam tifoid dan dehidrasi. Sedangkan pada pasien Poli Penyakit Dalam, penyakit yang dominan meliputi demam tifoid, vertigo perifer, dispepsia serta kehamilan dengan ISPA.  Kehadiran tim MER-C di RSUD dr. Muchtar Hasbi diharapkan dapat membantu meringankan beban layanan kesehatan pascabencana sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Aceh Utara. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DUkwaBdE24R/?utm_source=ig_web_copy_link  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Sekda Aceh Apresiasi Kontribusi MER-C dalam Penanganan Pascabencana Banjir dan Longsor

Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi nyata MER-C Indonesia dalam upaya tanggap darurat serta pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor. Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan dengan MER-C di Kantor Gubernur Aceh, Jumat (16/1), untuk membahas penguatan kolaborasi penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Aceh. Dalam pertemuan itu, Presidium MER-C, Dr. Ir. Ahyahudin Sodri, M.Sc, menegaskan bahwa kehadiran MER-C adalah untuk melengkapi upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan kesehatan. “Di Aceh Tamiang, Pustu sudah berjalan dan kami mengaktifkan layanan kesehatan untuk membantu petugas lokal. Selama fase tanggap darurat kami tetap berada di sana,” ujar Ahyahudin. Ia menambahkan, fokus utama penanganan saat ini adalah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan kolera, serta persoalan keterbatasan sumber air bersih yang masih menjadi masalah serius bagi para pengungsi. Sebagai wujud komitmen dukungan MER-C untuk masyarakat Aceh yang tengah berupaya pulih pascabencana banjir dan tanah longsor, hingga saat ini, relawan MER-C masih terus bergerak di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Tengah. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DUPs01Jk53J/?igsh=MWs0Zm02Y3Y2b21vYQ== https://www.facebook.com/share/p/1FDUMdUYJu/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSagM31wq/ http://youtube.com/post/UgkxkgYTmZpSl9_5Rhg5JvJwJZ10Ln3OO-2F?si=PH_diGf0cOpAGQDg https://x.com/mercindonesia/status/2018208611714101643?s=46 #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Tim MER-C Lakukan Pemeriksaan Kesehatan di Dua Desa Terdampak Banjir di Aceh Utara

Aceh – Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bersama Puskesmas Banda Sakti pada Ahad (10/01/2026) melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di dua desa yang terdampak banjir di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Tim pertama bergerak ke Desa Meudang Ara dan melayani sekitar 60 warga. Selanjutnya, tim melanjutkan kegiatan ke Desa Bujok dengan jumlah penerima layanan sekitar 115 warga. Pemeriksaan kesehatan difokuskan pada skrining kesehatan dan pengobatan bagi seluruh kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia. Selain pelayanan medis, tim juga menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak sebagai upaya pemulihan psikologis, menghadirkan keceriaan di tengah kondisi sulit pascabanjir. Melalui kegiatan ini, MER-C berharap dapat membantu meringankan beban warga terdampak serta mendukung percepatan pemulihan kondisi masyarakat Aceh Utara. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DUKu-vhE9m0/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Bertemu Menteri Hukum, MER-C Mengajukan Kolaborasi Kerja Kemanusiaan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Senin (30/12) bertemu dengan Menteri Hukum Republik Indonesia Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H di Gedung Kementerian Hukum (Kemenkum).  Tim MER-C yang hadir sebanyak lima orang yaitu Presidium dr. Yogi Prabowo, Sp.O.T, SubSp.Onk.Orth.R (K)., Sp.Em., dan dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.O.T., SubSp.C.O.(K)., M.A.R.S., Project Manager MER-C for Rohingya Ira Hadiati, SH., Ketua Divisi Humas Diana Caroline serta Manajer Operasional Rima Manzanaris.  Dalam kesempatan itu, dr. Yogi Prabowo mngajukan kolaborasi ke Kementrian Hukum RI terkait kegiatan kemanusiaan MER-C baik di dalam dan luar negeri.  dr. Yogi secara khusus menyampaikan permasalahan pengungsi Rohingya di Aceh, terkait status pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan HAM pengungsi.  Ia juga meminta adanya perlindungan hukum internasional bagi RS Indonesia Gaza dan RS Indonesia Rakhine, Myanmar, karena adanya permasalahan pelanggaran HAM dan Hukum International di Gaza dan Rakhine terkait akses bantuan kemanusiaan.  Untuk penanganan pengungsi Rohingya, MER-C lebih lanjut meminta penanganan yang mengedepankan HAM, dan pemerintah untuk memberikan akses sekolah, kebebasan bergerak, peluang berkontribusi terhadap lingkungan seperti warga domisili sementara sambil mereka menunggu proses selanjutnya, serta tempat penampungan yang layak atau akses ketempat-tempat tinggal mandiri seperti pengungsi-pengungsi yang tinggal mandiri di kota-kota lain.  Dalam kesempatan itu, Menteri Hukum Supratman menyampaikan apresiasi atas kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh MER-C dan menyatakan siap untuk memberikan dukungan serta bantuan yang diperlukan dalam melakukan kerja kemanusiaan ini.  “Saya sangat senang berinteraksi dan menerima kunjungan teman-teman MER-C. Pertama-tama saya memberi apresiasi atas seluruh kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh MER-C, itu adalah sebuah pekerjaan yang tidak semua orang bisa lakukan, terutama kepada teman-teman pengungsi di Rohingya di Indonesia, maupun di Rohingya sendiri,” ujar Supratman.  “Keterlibatan MER-C dalam kerja kemanusiaan patut kita apresiasi dan untuk itu pemerintah akan memberikan dukungan maksimal, termasuk dalam hal perubahan regulasi yang dibutuhkan oleh MER-C maupun lembaga-lembaga internasional yang melakukan kerja-kerja kemanusiaan terutama di bidang pengungsi,” tambahnya.  Selain itu, Supratman juga memberikan apresiasi atas langkah MER-C di Gaza, yang memberikan layanan walaupun dalam kondisi perang. Menurutnya, pengelolaan RS Indonesia oleh MER-C menjadi sesuatu yang sangat membanggakan dan sekali lagi pemerintah memberikan apresiasi yang sangat tinggi.  “Bekerja terus untuk nilai-nilai kemanusiaan, memperjuangkan kemanusian adalah tugas mulia. Saya berharap MER-C terus berdiri di garis terdepan untuk memberikan pelayanan, terutama di daerah-daerah konflik maupun bencana alam,” tuturnya. 

Ratusan Warga Aceh Utara Terima Layanan Kesehatan Gratis MER-C

Pada Senin (29/12), tim MER-C menggelar mobile clinic di Desa Rawang Itiek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Tercatat sebanyak 218 warga menerima pelayanan.  Berdasarkan hasil pemeriksaan, kasus penyakit terbanyak yang ditemui meliputi dermatofitosis dan penyakit kulit lainnya, gangguan neuromuskuloskeletal, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan saluran cerna (gastrointestinal), serta hipertensi. Mobile clinic ini dilakukan oleh tim relawan medis yang terdiri dari tiga tenaga kesehatan, yakni dr. Nurul Gina Fadlillah, dr. Dita Ayu Dewi Laras Sati, serta perawat Bustomi. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DTNeNmnExjd/?igsh=MXZxaDF3eXJub2tpMg==  https://www.facebook.com/share/v/17r15Txxqd/?mibextid=wwXIfr  https://x.com/mercindonesia/status/2008888856284901794?s=46  https://youtu.be/W0MmrCgG9P4?si=Rrs4NCZS80AqHFDn  https://vt.tiktok.com/ZS59f8Ra7/  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Kebutuhan Medis di Aceh Tamiang Masih Tinggi, Layanan Kesehatan MER-C Terus Berlanjut

  Aceh Tamiang – Layanan kesehatan gratis MER-C melalui program mobile clinic di Aceh Tamiang terus berlanjut di tengah kebutuhan medis yang masih tinggi.    Risiko berbagai penyakit masih mengintai para penyintas banjir, sementara akses layanan kesehatan di sejumlah wilayah masih sulit. Di beberapa lokasi, tim MER-C biasanya melayani hingga ratusan pasien.  Tim MER-C di Aceh Tamiang pada Minggu (28/12) kembali bergerak memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak banjir dan tanah longsor. Sebanyak 54 warga Desa Sekerak Kiri, Kecamatan Sekerak, mendapatkan pelayanan medis. Keluhan terbanyak yang ditemukan di antaranya hipertensi, myalgia, dan dispepsia. Program mobile clinic MER-C terus dilaksanakan untuk menjangkau masyarakat, khususnya di wilayah yang masih terisolasi, agar warga tetap memperoleh akses layanan kesehatan di tengah kondisi pascabencana yang belum sepenuhnya pulih.   Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/Ugkx1WiBPby7GtNjkb4j6gTGd4WaFeZunFbj?si=Ptnnrad4LKlbADAx  ———————————————   Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

MER-C Hadiri Apel Satgas Kemendagri untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana di Aceh

Aceh – Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, menghadiri Apel Pembukaan Tim Satuan Tugas Kementerian Dalam Negeri (Satgas Kemendagri) untuk percepatan aktivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana di Provinsi Aceh, Senin (5/1). Apel yang berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri UMKM Maman Abdurrahman serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.  Dalam kesempatan tersebut, Ira Hadiati menyampaikan berbagai program yang telah dijalankan MER-C sejak awal bencana hidrometeorologi melanda Sumatra. Ia juga berdiskusi dengan Pusat Krisis (Puskris) Kementerian Kesehatan terkait penanganan pascatanggap darurat di wilayah terdampak. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DTKlcAOE7uP/?igsh=MTc3NDB6ZnBhbmw1YQ==  https://www.facebook.com/share/v/17jdqJNdNv/?mibextid=wwXIfr  https://x.com/mercindonesia/status/2008483328333119816?s=46  http://youtube.com/post/Ugkx_WDyK2BzcCDHeYpRiVyNWm2SwvXZQVMa?si=JLZEGlaNN4ZpJfvX  https://vt.tiktok.com/ZS5mSmaQF/  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Silahkan bertanya?