MER-C Koordinasi dengan Kemlu RI Terkait Rencana Pengiriman Relawan ke Lebanon

Jakarta – MER-C melakukan audiensi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Rabu (20/5) untuk berkoordinasi terkait rencana pengiriman relawan kemanusiaan ke Lebanon. Kedatangan MER-C yang diwakili oleh Presidium dr. Tonggo Meaty Fransisca dan Manajer Operasional Rima Manzanaris diterima oleh Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI, Ahrul Tsani Fathurrahman. Ahrul Tsani menyambut baik rencana MER-C untuk mengirimkan relawan ke Lebanon. Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Lebanon. “Alhamdulillah hari ini saya bisa bertemu teman-teman MER-C yang menyampaikan rencana keberangkatan ke Lebanon untuk memberikan bantuan kemanusiaan melalui pengiriman relawan. Tentunya kami menyambut baik dan memang ini bagian dari upaya kita memperkuat kerja sama dengan Lebanon,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya pemerintah Lebanon telah meminta bantuan kepada Indonesia di tengah krisis kemanusiaan akibat perang yang masih berlangsung. Ahrul Tsani menegaskan Kementerian Luar Negeri siap memfasilitasi keberangkatan relawan MER-C, termasuk membantu komunikasi dengan pihak dan otoritas di Lebanon. “Mudah-mudahan nanti rencana perjalanannya lancar. Kemudian KBRI Beirut juga akan membantu. Mudah-mudahan masyarakat Indonesia yang peduli dengan Lebanon bisa menyalurkan bantuannya melalui MER-C. Selain itu juga tidak lupa dengan Gaza dan Palestina,” pungkasnya. Rencana misi kemanusiaan MER-C ke Lebanon dilakukan menyusul konflik berkepanjangan di wilayah tersebut yang telah memasuki fase krisis kemanusiaan yang semakin mengkhawatirkan. Pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi juga memperburuk kondisi warga sipil yang membutuhkan perlindungan serta bantuan kemanusiaan mendesak. Selengkapnya di link ini
EMT MER-C dan FKUI akan Gelar EMT Induction Training & Simulation Exercise

🚨 FIRST ANNOUNCEMENT 🚨 EMT Induction Training & Simulation Exercise A collaborative training between MER-C Indonesia, Universitas Indonesia Emergency Medicine Specialist Programme, and MER-C Training Center. This program is designed to strengthen the readiness, leadership, teamwork, and emergency response capacity of Emergency Medical Team (EMT) personnel through intensive training and field simulation exercises. Participants of this program consist of MER-C Indonesia volunteers and Emergency Medicine Resident from Faculty of Medicine Universitas Indonesia. 📍 Buperta Cibubur 📅 June 19–21, 2026 Together, We Learn Something Useful. #EMT #SimulationExercise #EmergencyMedicalTeam #DisasterManagement ____________________________________________________ EMT MER-C dan FKUI akan Gelar EMT Induction Training & Simulation Exercise Jakarta – Emergency Medical Team MER-C Indonesia berkolaborasi dengan Program Studi Spesialis Pendidikan Kedokteran Emergensi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) serta MER-C Training Center, akan menggelar kegiatan EMT Induction Training & Simulation Exercise pada 19–21 Juni 2026 di Buperta Cibubur. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan, kepemimpinan, serta kemampuan kerja tim para relawan MER-C dan dokter residen Spesialis Pendidikan Kedokteran Emergensi FKUI dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan dan bencana. Program pelatihan EMT ini akan menghadirkan berbagai materi, mulai dari kreativitas pembangunan tim EMT, siklus penugasan dan mekanisme aktivasi EMT, hingga pengenalan peralatan dan perlengkapan penugasan lapangan. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan fisik dan manajemen stres, strategi negosiasi tata letak pusat EMT, standar kesehatan, serta Bantuan Hidup Dasar (BLS/RJP). Materi lainnya mencakup pemasangan bidai dan perban, transportasi dan evakuasi korban, triase korban bencana dan manajemen korban massal, termasuk penilaian kesehatan cepat (Rapid Health Assessment/RHA), triase bencana, dan identifikasi korban bencana (Disaster Victim Identification/DVI). Pelatihan juga dilengkapi dengan praktik penyelamatan air, prinsip dan etika kemanusiaan, serta prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi untuk mendukung kesiapan peserta dalam penugasan medis emergensi di lapangan. Bagi Anda yang ingin mengikuti pelatihan ini dapat melakukan pendaftaran melalui kontak 0812 8444 7594 atau melalui Instagram @merctrainingcenter. Selengkapnya di link ini
MER-C Silaturahim ke Ngruki, Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Istri Ustaz Abu Bakar Ba_asyir

Solo – MER-C pada Selasa (5/5/2026) mengunjungi kediaman Ustaz Abu Bakar Ba’asyir di Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Solo, untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sang istri, Umi Aisyah Abdurrahman Baraja. Selain menyampaikan duka cita, kunjungan ini juga untuk mempererat silaturahim antara MER-C dan keluarga Ustaz Abu Bakar Ba’asyir yang telah terjalin sejak masa pendiri MER-C almarhum dr. Joserizal Jurnalis. Kunjungan dilakukan oleh Ketua Presidium MER-C Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.EM., serta dihadiri Presidium dr. Tonggo Meaty Fransisca, relawan MER-C dr. Erico Rizqi Yakson, dan staf humas Riny Nurmarita dan Dinda Azzahra. Dalam kesempatan ini, dr. Mea juga melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir pada Rabu (6/5/2026). Selengkapnya di link ini
MER-C Jalin Silaturahmi dengan MTA, Bahas Rencana Pembangunan Indonesia Medical Center di Gaza Selatan

Solo – MER-C pada Selasa (5/5/2026) silaturahmi ke Kantor Pusat Majlis Tafsir Al-Qura’n (MTA) dan bertemu dengan sejumlah pengurus. Dalam kesempatan tersebut, MER-C menyampaikan sejumlah program kemanusiaan yang sedang berjalan di Jalur Gaza, di antaranya rencana pembangunan Indonesia Medical Center di Gaza Selatan serta perkembangan terbaru kondisi RS Indonesia di Gaza Utara. MTA sendiri merupakan salah satu lembaga yang aktif mendukung berbagai program kemanusiaan MER-C, khususnya di Jalur Gaza. Dalam kunjungan tersebut, tim MER-C dipimpin oleh Ketua Presidium MER-C, Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.EM., dan turut dihadiri Presidium dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Choga Ilham Arlando, staf humas Riny Nurmarita dan Dinda Azzahra, serta dr. Erico Rizqi Yakson Kehadiran MER-C diterima langsung oleh Pembina MTA Ust. Nur Kholid Syaifullah, Lc., M.Hum., Ketua Umum MTA Prof. Drs. Mugijatna, M.Si., Ph.D., Ketua Bidang Pendidikan Drs. Heru Siswanto, Sekretaris Umum Sunarno, S.Sos., M.Hum., serta Ketua Bidang Kominfo Sutikno, ST. Melalui silaturahim ini, diharapkan kolaborasi kemanusiaan antara MER-C dan MTA dapat semakin kuat sehingga setiap program maupun misi yang dijalankan memberikan dampak lebih luas. Selengkapnya di link ini
MER-C jalin silaturahmi dengan pendiri PT Tiga Serangkai, Hj. Siti Aminah Abdullah.

Solo – MER-C pada Rabu (6/5) melakukan kunjungan silaturahmi dengan Pendiri PT Tiga Serangkai Hj. Siti Aminah Abdullah, sosok yang telah banyak mendukung misi kemanusiaan MER-C. Kunjungan diwakili oleh Presidium MER-C dr. Tonggo Meaty Fransisca, staf Humas Riny Nurmarita dan Dinda Azzahra, serta relawan dr. Erico Rizqi Yakson. Dalam pertemuan ini, MER-C membahas berbagai misi kemanusiaan yang telah dilakukan di sejumlah negara, termasuk Palestina. MER-C menjelaskan kepada Hj. Aminah bahwa pelaporan kegiatan kemanusiaan kepada publik merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. MER-C juga menegaskan komitmen untuk menjalankan seluruh kegiatan secara transparan. Hj. Aminah konsisten mendukung berbagai program kemanusiaan MER-C. Ia mengaku terinspirasi dari pendiri MER-C, almarhum dr. Joserizal Jurnalis, yang menurutnya merupakan figur yang gigih dalam memperjuangkan isu-isu kemanusiaan. Selengkapnya di link ini
Pengungsi Rohingya di Aceh akan Direlokasi ke Shelter Baru, MER-C Hadiri Rapat Persiapan

Aceh – Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, pada Senin (13/4) menghadiri rapat terkait kebijakan relokasi penampungan pengungsi Rohingya yang digelar oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setdako Lhokseumawe, Mirdha Ihsan. Rapat ini membahas rencana relokasi pengungsi etnis Rohingya yang saat ini menempati bekas kantor Imigrasi. Para pengungsi direncanakan akan dipindahkan ke shelter baru pada pertengahan Mei 2026. Shelter baru yang berlokasi di Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, kini telah dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Salah satunya adalah klinik kesehatan MER-C. Ira mengatakan, Klinik MER-C telah selesai dibangun dan saat ini sedang dalam proses pengadaan peralatan kesehatan standar klinik pratama. Klinik tersebut akan menjadi bagian penting dalam upaya penyediaan layanan kesehatan bagi para pengungsi. Selain klinik, shelter yang dibangun di atas lahan seluas dua hektare ini juga dilengkapi dengan asrama tempat tinggal, sarana pendidikan, tempat ibadah, akses air bersih, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Pembangunan fasilitas ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah organisasi kemanusiaan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DXIramJk6rE/?igsh=MW5seWI1N3hvMXpicQ== https://www.facebook.com/share/v/1AwG98JiBZ/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSHGB31k7 ——————————————— Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.130.6833Bank Central Asia (BCA), 686.028.0009Bank Mandiri, 124.000.8111.982 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees
MER-C Salurkan Sembako untuk Penyintas Bencana dan Alkes bagi Bidan di Aceh

Bantuan sembako diberikan kepada 100 kepala keluarga (KK) penyintas bencana, yang terdiri dari 50 KK di Aceh Tamiang dan 50 KK di Aceh Utara. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap oleh relawan MER-C. Tahap pertama dilaksanakan pada 7 Maret dengan penyaluran bantuan di Aceh Utara, meliputi Kecamatan Baktiya, Baktiya Barat, Langkahan, dan Sampoiniet. Selanjutnya 12–13 Maret, bantuan disalurkan di Aceh Tamiang. Pada 12 Maret di Desa Jalan Alur Manis, Kecamatan Rantau, serta 13 Maret di Desa Durian, Kecamatan Rantau. Selain bantuan sembako, MER-C juga menyalurkan 25 paket alat kesehatan untuk para bidan di Aceh Utara. Setiap paket berisi stetoskop, tensi digital, oksimeter, partus set, penlight, gel, termometer digital, nierbeken, doppler, serta tas ransel. Nilai setiap paket alat kesehatan mencapai Rp2 juta dengan total bantuan sebesar Rp50 juta. Proses penyaluran saat ini masih terus berlangsung. Bantuan ini diberikan MER-C di tengah masa transisi pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra. Semoga dengan peralatan yang baru, para bidan di Aceh dapat memberikan pelayanan lebih optimal. Adapun program bantuan sembako merupakan bagian dari rangkaian program Ramadhan MER-C. Sebelumnya, MER-C telah membagikan paket iftar untuk pengungsi Rohingya di Aceh yang disalurkan kepada 15 keluarga serta 20 paket untuk individu yang belum berkeluarga. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra
MER-C Hadiri Workshop PRP BRIN Bahas Tata Kelola Pengungsi Luar Negeri di Indonesia

Dalam kegiatan tersebut, MER-C diwakili oleh Project Manager MER-C for Rohingya, Ira Hadiati. Workshop yang digelar pada Selasa (24/2/2026) di Jakarta ini merupakan seri terakhir dari rangkaian workshop bertema “Tata Kelola Pengungsi Luar Negeri di Indonesia”, yang sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak lima kali. Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun dan merumuskan masukan kebijakan. Pada seri terakhir, BRIN memaparkan hasil kajian dengan topik: “Rancangan Naskah Akademik Penguatan Penanganan dan Pelindungan Pengungsi Luar Negeri Berbasis Kemanusiaan di Indonesia: Menuju Revisi Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016.” Workshop tersebut dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga terkait, perwakilan diplomatik Indonesia, serta organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia nasional dan internasional. Selengkapnya di link ini
Tim MER-C Bantu Layanan Medis di RSUD dr. Muchtar Hasbi Aceh Utara

Selama bertugas, tim MER-C membantu memperkuat pelayanan medis di beberapa poli rawat jalan rumah sakit tersebut. Adapun penyakit terbanyak yang ditemukan pada pasien secara umum antara lain hipertensi, penyakit jantung hipertensi atau penyakit jantung koroner (HHD/CAD), osteoartritis, diabetes melitus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma bronkial, serta karies gigi. Sementara itu, pada pasien anak, kasus yang paling banyak ditangani adalah demam tifoid dan dehidrasi. Sedangkan pada pasien Poli Penyakit Dalam, penyakit yang dominan meliputi demam tifoid, vertigo perifer, dispepsia serta kehamilan dengan ISPA. Kehadiran tim MER-C di RSUD dr. Muchtar Hasbi diharapkan dapat membantu meringankan beban layanan kesehatan pascabencana sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Aceh Utara. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra
Sekda Aceh Apresiasi Kontribusi MER-C dalam Penanganan Pascabencana Banjir dan Longsor

Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi nyata MER-C Indonesia dalam upaya tanggap darurat serta pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor. Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan dengan MER-C di Kantor Gubernur Aceh, Jumat (16/1), untuk membahas penguatan kolaborasi penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Aceh. Dalam pertemuan itu, Presidium MER-C, Dr. Ir. Ahyahudin Sodri, M.Sc, menegaskan bahwa kehadiran MER-C adalah untuk melengkapi upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan kesehatan. “Di Aceh Tamiang, Pustu sudah berjalan dan kami mengaktifkan layanan kesehatan untuk membantu petugas lokal. Selama fase tanggap darurat kami tetap berada di sana,” ujar Ahyahudin. Ia menambahkan, fokus utama penanganan saat ini adalah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan kolera, serta persoalan keterbatasan sumber air bersih yang masih menjadi masalah serius bagi para pengungsi. Sebagai wujud komitmen dukungan MER-C untuk masyarakat Aceh yang tengah berupaya pulih pascabencana banjir dan tanah longsor, hingga saat ini, relawan MER-C masih terus bergerak di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Tengah. Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/UgkxkgYTmZpSl9_5Rhg5JvJwJZ10Ln3OO-2F?si=PH_diGf0cOpAGQDg #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra