MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Progres Pembangunan Tahap Dua Rumah Sakit Galela

Pembangunan tahap dua Rumah Sakit MER-C di Galela, Halmahera Utara, yang dimulai sejak 12 Agustus 2026, saat ini memasuki tahap pekerjaan arsitektur, mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) pada bangunan utama. Setelah pekerjaan bangunan utama selesai, pembangunan akan dilanjutkan dengan bangunan penunjang, di antaranya dapur, laundry, power house, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Presidium MER-C, Dr. Ir. Ahyahudin Sodri, M.Sc., mengatakan proses pembangunan ditargetkan dapat diselesaikan pada Desember 2026 atau paling lambat Januari 2027. Pada pembangunan tahap kedua ini, MER-C juga melakukan sejumlah perbaikan fundamental, khususnya dari sisi desain dan tata ruang rumah sakit. “Kami menata ulang zona RS agar memenuhi standar Kementerian Kesehatan sebagai RS Tipe D dengan kapasitas 30–40 tempat tidur. Beberapa layanan medis dan penunjang medis juga kami sertakan, di antaranya ruang radiologi dan laboratorium. Kami juga menambahkan dapur dan laundry sebagai penunjang nonmedis,” ujarnya. Menurut Ahyahudin, secara teknis MER-C optimistis target penyelesaian bangunan dapat dicapai. Namun, dukungan pendanaan masih menjadi tantangan utama dalam menyelesaikan pembangunan. “Saat ini pendanaan pembangunan RS MER-C Galela masih mengandalkan pendanaan internal MER-C. Karena itu, kami mengundang siapa pun untuk terlibat agar proyek baik ini dapat selesai dan rumah sakit segera beroperasi,” katanya. Dukungan dari berbagai pihak, baik individu, organisasi nonpemerintah, maupun organisasi pemerintah, dapat membantu mempercepat penyelesaian pembangunan RS MER-C Galela, sehingga segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Galela dan wilayah sekitarnya yang hingga saat ini belum memiliki rumah sakit. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DeLj8FCExyD/?stkn=MTd0ajk4NzVvZjRmZA== https://www.facebook.com/share/p/1D6ffhQX73/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSbVGEvUd

MER-C dan Puskesmas Banda Sakti Periksa Kesehatan Ibu Hamil Pengungsi Rohingya

Aceh – MER-C bersama UPTD Puskesmas Banda Sakti memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu hamil pengungsi Rohingya di Gedung UPTD Puskesmas Banda Sakti, Aceh, Senin (28/9/2026). Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memantau kondisi kesehatan ibu sekaligus perkembangan janin selama masa kehamilan. Rangkaian pelayanan diawali dengan pemeriksaan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut. Selanjutnya, para ibu hamil menjalani pemeriksaan laboratorium, di antaranya Triple Eliminasi yang mencakup pemeriksaan HIV, sifilis, dan Hepatitis B, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), serta protein urine. Untuk menunjang pemeriksaan dan memantau perkembangan janin, tim medis juga melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan ibu secara berkala, mengetahui perkembangan janin, serta mendeteksi secara dini potensi risiko, komplikasi, atau gangguan kesehatan selama kehamilan. Kolaborasi MER-C dan UPTD Puskesmas Banda Sakti menjadi bagian dari upaya memberikan akses layanan kesehatan yang layak bagi ibu hamil pengungsi Rohingya. Selain layanan tersebut, MER-C juga telah membangun klinik di shelter pengungsian Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh. Klinik tersebut aktif memberikan pelayanan kesehatan bagi pengungsi Rohingya sejak mereka direlokasi pada 25 Juni 2026. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Dd-ygWIlLNU/?stkn=MXNraHp6bjBoeWJhag== https://www.facebook.com/share/v/1FGmHsmq8C/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSbPRt8p6

Relawan MER-C Sampaikan Materi Etika Kerelawanan dalam Simulasi Holistik Bencana FK Unimal

Lhokseumawe – Relawan MER-C Indonesia, dr. Wahyu Bimantoro, Sp.An., menyampaikan materi mengenai Etika Relawan dan Lessons from the Field dalam rangkaian kegiatan Simulasi Holistik Bencana pada Kasus Kegawatdaruratan Lintas Bagian Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh bekerja sama dengan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe dan berlangsung pada Jumat–Minggu, 25–27 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, dr. Wahyu membahas sejumlah aspek penting dalam kerelawanan, mulai dari kriteria dan prinsip kerelawanan, urgensi dan tujuan menjadi relawan, hingga berbagai tantangan, motivasi, serta etika yang perlu diperhatikan dalam menjalankan misi kemanusiaan. Dr. Wahyu merupakan salah satu relawan yang bergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) MER-C dan pernah menjalankan misi kemanusiaan di Jalur Gaza. Ia tergabung dalam misi EMT MER-C ke-8 dan bertugas memberikan pelayanan medis di tengah situasi konflik. Dalam misi tersebut, dr. Wahyu turut merawat korban di rumah sakit setempat salah satunya pelayanan di Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Dd0QJepkyIm/?utm_source=ig_web_copy_link&exln=MzRlODBiNWFlZA==&srtk=MzRlODBiNWFlZA==

PKBI Aceh Salurkan Bantuan Alat Kontrasepsi untuk Pengungsi Rohingya Melalui MER-C

Aceh – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Aceh menyalurkan bantuan alat kontrasepsi untuk mendukung kebutuhan kesehatan reproduksi pengungsi Rohingya di Lhokseumawe melalui MER-C Indonesia, Rabu (23/9/2026). Bantuan yang disalurkan meliputi 10 kotak alat kontrasepsi pria, dengan masing-masing kotak berisi 15 buah, lima kotak pil KB kombinasi dengan masing-masing kotak berisi dua strip, lima kotak pil KB menyusui dengan lima strip per kotak, serta 14 ampul Gestin F3 untuk kebutuhan tiga bulan. Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya PKBI Aceh dalam mendukung pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi bagi pengungsi dan masyarakat di sekitar lokasi pengungsian. Selanjutnya, alat kontrasepsi tersebut dikelola dan didistribusikan oleh MER-C sesuai dengan kebutuhan serta mekanisme pelayanan kesehatan yang diterapkan di lapangan. Saat ini, terdapat 28 pengungsi Rohingya yang tinggal di shelter baru di Gampong Mesjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Mereka terdiri atas 15 laki-laki dan 13 perempuan. Untuk membantu pemenuhan layanan kesehatan bagi pengungsi Rohingya, MER-C Indonesia turut memberikan fasilitas klinik di shelter tersebut. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Ddoe707E5UX/?stkn=MTB3NHh3MWdqZHd2Ng== https://www.facebook.com/share/p/18htL19HtT/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSbeorqBH

MER-C Indonesia Dorong Efisiensi Kerja Lewat Pelatihan Lean Six Sigma

Jakarta – MER-C Indonesia pada Sabtu (19/9/2026) menggelar pelatihan Lean Six Sigma sebagai upaya meningkatkan kinerja agar proses kerja dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan efisien. Pelatihan ini menghadirkan Dawera Taher, Praktisi Continuous Improvement and Innovation, yang memberikan pemahaman mengenai penerapan metode Lean Six Sigma dalam meningkatkan efisiensi proses kerja di organisasi. Lean Six Sigma merupakan metode perbaikan proses yang memadukan konsep Lean untuk mempercepat alur kerja dengan Six Sigma untuk menjaga kualitas melalui analisis data. Dawera mengatakan, metode Lean Six Sigma tidak hanya dapat diterapkan di perusahaan profit, tetapi juga relevan bagi organisasi non-profit. “Saya lihat ternyata ilmu metode lean six sigma ini tidak hanya bisa diterapkan di perusahaan yang profit tapi organisasi non-profit juga memerlukan. Saat ini, tuntutan dari para stakeholder semakin tinggi sehingga setiap organisasi diharapkan terus melakukan improvement,” ujarnya. Ia mengatakan, kiprah MER-C dalam memberikan kontribusi kemanusiaan, yang tidak hanya di Indonesia tapi juga berbagai wilayah di dunia, menjadi salah satu alasan dirinya tertarik untuk membantu menerapkan prinsip perbaikan berkelanjutan melalui metode Lean Six Sigma. Dawera berharap penerapan Lean Six Sigma di MER-C dapat membantu meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi kualitas layanan kemanusiaan yang diberikan. “Bagaimana MER-C sebagai organisasi non-profit bisa melakukan doing more good with less waste, memberikan kebaikan kepada semakin banyak orang dengan proses yang lebih efisien,” ujarnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DdlWm1DTE6A/?stkn=a2M1Z255ZWdwcWE5 https://www.facebook.com/share/v/1JG4uxZ9P5/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqE6y26v

Mengapa Pembangunan Tahap 2 RS MER-C di Galela Halmahera Utara Harus Terus Berjalan Hingga Rampung

Part 2 Pembangunan sempat terhenti sehingga bangunan yang telah berdiri belum dapat sepenuhnya dimanfaatkan sebagai fasilitas rumah sakit. Lebih dari dua dekade setelah hubungan itu pertama kali terjalin, MER-C kembali melanjutkan ikhtiar tersebut. Kali ini, harapannya bukan hanya menghadirkan bangunan rumah sakit, tetapi juga layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat Galela dan wilayah pesisir utara Halmahera. Harapan tersebut kembali hadir pada Agustus 2026. Bertepatan dengan Milad ke-27, MER-C kembali bertolak ke Galela untuk melanjutkan pembangunan rumah sakit. Kedatangan MER-C menandai dimulainya pembangunan tahap kedua sekaligus dimulainya operasional klinik dasar di bagian depan bangunan. Klinik ini untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia agar dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat, sambil pembangunan rumah sakit terus dilanjutkan. Bagi MER-C, pembangunan Rumah Sakit Galela bukan sekadar pembangunan sebuah fasilitas kesehatan. Proyek ini merupakan bagian dari perjalanan panjang bersama masyarakat Galela, dimulai sejak masa sulit ketika relawan datang membawa pertolongan medis, berlanjut melalui pengobatan gratis, hingga akhirnya masyarakat mempercayakan tanah wakafnya untuk dibangun sebuah rumah sakit. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Ddi2rzikwjj/?stkn=eTY5bmNsMXh2eGdx https://www.facebook.com/share/p/1Hx4d52HR6/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqTVdFjp

Pertukaran Perspektif Kemanusiaan, Mahasiswa University of Chicago Kunjungi MER-C

Bagaimana sebuah organisasi kemanusiaan bekerja di tengah keterbatasan akses, merespons kebutuhan masyarakat, dan membangun kolaborasi untuk menghadirkan bantuan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian dari pertemuan 24 mahasiswa/i undergraduate University of Chicago bersama pendamping mereka, Paige Williams dan Erick Amick, saat berkunjung ke Markas MER-C Indonesia, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Dalam suasana dialog yang hangat dan terbuka, para mahasiswa yang disambut oleh perwakilan Presidium dr. Tonggo Meaty Fransisca, Kepala Divisi Humas Diana Caroline, S.E, Manajer Operasional Rima Manzanaris, perwakilan relawan juga jajaran staff MER-C, berkesempatan mengenal lebih dekat kiprah MER-C dalam berbagai misi kemanusiaan. Mereka berdiskusi mengenai pengalaman di lapangan, pendekatan dalam membangun dukungan dan kolaborasi, hingga berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dalam memperoleh akses layanan kesehatan. Bagi para mahasiswa, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat bagaimana kerja-kerja kemanusiaan berlangsung di dunia nyata—bukan hanya melalui teori dan pembelajaran di ruang akademik, tetapi melalui pengalaman, cerita, dan praktik langsung di lapangan. Sementara bagi MER-C, pertemuan ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, bertukar perspektif, dan membuka dialog lintas negara tentang kemanusiaan serta akses kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DddCtQ9TmcC/?stkn=MXBhaDBnODdha2E5Zg== https://www.facebook.com/share/v/1Duh7AR2jK/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqnweUvE

Mengapa Pembangunan Tahap 2 RS MER-C Di Galela – Halmahera Utara Harus Terus Berjalan Hingga Rampung

PART 1 Rumah Sakit MER-C di Galela tidak lahir dalam waktu singkat. Pembangunannya berakar dari ikatan emosional yang panjang antara MER-C Indonesia dengan masyarakat Galela, pasca-tragedi kemanusiaan di Maluku Utara pada 1999. Tim dokter dan relawan medis MER-C menembus medan konflik demi memberikan bantuan kegawatdaruratan tanpa memandang latar belakang korban. Setelah konflik mereda, MER-C tidak lantas pergi dan melupakan Galela. MER-C masih kembali untuk mengadakan pengobatan gratis berkala. Kedekatan ini melahirkan rasa percaya yang luar biasa dari masyarakat setempat. Hubungan itu kemudian berkembang menjadi sebuah harapan yang lebih besar. Puncaknya pada tahun 2010, seorang warga lokal dengan sukarela mewakafkan tanah seluas 4.000 m² di Desa Towara kepada MER-C, dengan satu permohonan tulus: meminta MER-C membangun sebuah rumah sakit di sana. Harapan itu kemudian menjadi awal dari proyek Rumah Sakit MER-C Galela, sebuah fasilitas kesehatan yang dibangun melalui semangat swadaya dan dukungan masyarakat untuk menjawab keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pesisir utara Pulau Halmahera. Pada 18 Desember 2010, peletakan batu pertama dilakukan sebagai tanda dimulainya pembangunan. Rumah sakit ini terletak di Desa Towara, yang diharapkan menjadi “oase”, memangkas jarak perjalanan warga pesisir utara Halmahera agar tidak perlu selalu bertolak ke Tobelo untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun ternyata, perjalanan pembangunan rumah sakit tidak selalu berjalan mudah. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Ddbh-Qyk1C6/?stkn=MW9oNTIzM3lqaW9kbQ== https://www.facebook.com/share/p/1E4e1M9VRY/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqtmnnmt

Tim Bedah MER-C dan ILUNI FKUI Kembali Operasi Pasien di Rumah Sakit Kapal Kesatria Airlangga

Tim bedah Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bersama Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) dan satu dokter ortopedi TNI kembali menggelar operasi di atas Rumah Sakit Kapal Kesatria Airlangga (RSKKA) yang berlabuh di perairan Kecamatan Lamba Leda Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (05/09/2026). Layanan kesehatan lanjutan ini ditangani langsung oleh tim gabungan. Tim tersebut terdiri dari seorang dokter spesialis ortopedi dan traumatologi (bedah tulang), seorang dokter spesialis bedah anak, dua dokter umum, satu perawat, serta satu petugas dokumentasi. Proses penanganan dimulai saat pasien dijemput dari Rumah Sakit Lapangan Kolaboratif Dampek menggunakan ambulans menuju tepi pantai. Dari pantai, pasien diseberangkan menggunakan sekoci untuk dinaikkan ke atas kapal RSKKA. Di atas kapal, dokter bedah anak dari MER-C mengoperasi sekaligus melakukan prosedur sirkumsisi (sunatan) terhadap tiga anak warga setempat. Pada saat yang sama, dokter ortopedi juga melakukan tindakan bedah tulang pada pasien lainnya. Setelah seluruh proses operasi selesai, tim medis memantau kondisi para pasien secara ketat di ruang perawatan kapal. Setelah dinyatakan stabil, pasien diantar kembali ke RS Lapangan Kolaboratif Dampek untuk menjalani rawat inap hingga pulih. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DdTLeSTT-VR/?stkn=aTZpbmwzZGc1YjM2 https://www.facebook.com/share/v/1Hdvr8AoBV/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqXX4fQK

Tim MER-C Gelar Mobile Clinic dan Pendampingan Psikososial Bagi Pengungsi Gempa di Lamba Leda Utara

Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali menggelar aksi Mobile Clinic untuk memberikan pelayanan kesehatan serta dukungan psikososial bagi para pengungsi gempa di Kampung Tumbak, Desa Satar Pundak, Kecamatan Lamba Leda Utara, Jumat (4/9/2026). Langkah pelayanan keliling ini dilakukan guna merespons kondisi psikologis masyarakat dan anak-anak yang masih terdampak trauma akibat gempa bumi, terlebih dengan masih dibayangi hadirnya gempa susulan di wilayah tersebut. Dalam penanganan medis, tim berhasil melayani sebanyak 26 warga. Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi temuan dominan untuk kategori penyakit menular, sementara Hipertensi mendominasi kategori penyakit tidak menular. Selain itu, psikolog MER-C mencatat banyak warga yang mengalami Gangguan Stres Akut (Acute Stress Disorder/ASD). Untuk meredakan kecemasan anak-anak, Psikolog Klinis merancang sesi trauma healing interaktif melalui kegiatan bernyanyi bersama. Pendekatan ini terbukti efektif menciptakan suasana aman dan keceriaan bagi anak-anak di tengah situasi darurat pascabencana. Aksi kemanusiaan ini menerjunkan lima personel yang terdiri dari satu dokter Spesialis Kedokteran Keluarga dan Pelayanan Primer (Sp.KKLP), satu dokter umum, satu perawat, satu Psikolog Klinis, serta satu personil dokumentasi. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DdFtq-FTJjh/?stkn=a3J2eWg3YTFkMTZv https://www.facebook.com/share/v/1EeJ65kqzi/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqD82AR4

Silahkan bertanya?