MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Klinik MER-C Hadir Dukung Layanan Kesehatan Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe

Lhokseumawe – Sejak relokasi pengungsi Rohingya pada 25 Juni 2026, Klinik MER-C Indonesia terus hadir untuk memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi, rekan-rekan NGO, serta masyarakat sekitar yang bertugas dan beraktivitas di Kamp Pengungsi Montujuh, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe. Layanan ini merupakan bagian dari respons kemanusiaan MER-C dalam memberikan pertolongan kesehatan bagi pengungsi Rohingya yang transit di Aceh, khususnya di Kota Lhokseumawe. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan pencernaan, dan hipertensi. Tim Medis MER-C, Khairiah A.Md.Kep., mengatakan keterbatasan asupan nutrisi membuat pengungsi lebih rentan terserang penyakit. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko stunting, terutama pada anak-anak. “Pengungsi masih kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi dan membeli obat secara mandiri. Di sisi lain, ketersediaan obat gratis juga belum mencukupi kebutuhan pengungsi,” ujarnya. Koordinator MER-C Indonesia di Aceh, Ira Hadiati, bersama Pemerintah Kota dan Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe mengajak sejumlah NGO lokal yang bergerak di bidang kesehatan untuk bersama-sama menangani persoalan kesehatan para pengungsi, khususnya mereka yang berada di Kamp Terpadu Lhokseumawe. Pemerintah Kota Lhokseumawe sebelumnya merelokasi 28 pengungsi Rohingya dari bekas Gedung Kantor Imigrasi Punteut ke shelter baru yang lebih layak. Shelter tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas yang dibangun oleh berbagai NGO, termasuk Klinik MER-C yang menjadi salah satu fasilitas pelayanan kesehatan bagi para pengungsi. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DdEAolkE6kG/?stkn=MTEyaTlzeXVpaTFsaQ== https://www.facebook.com/share/p/14owAd2VXw6/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqSh6grX

Langkah Siaga Hadapi Sebaran Abu Vulkanik

Partikel halus abu vulkanik sangat berisiko mengiritasi saluran pernapasan, terutama pada anak-anak dan penderita asma. Tetap waspada dengan menerapkan langkah proteksi diri: ⚠️ Segera bawa ke fasilitas kesehatan jika anak mengalami batuk terus-menerus, sesak nafas yang bertambah, atau terlihat lemas.Salam sehat bersama MER-C! 🩺❤️ Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DdDP1MQTyzc/?stkn=d2lhMHVtOTQ4aTN6 https://www.facebook.com/share/r/1Fe9ongzSS/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqBks5Kk

Tim Bedah MER-C Kembali Lakukan Operasi Korban Gempa NTT di RS Kapal Kapal Ksatria Airlangga

Flores – Tim Bedah MER-C kembali melakukan tindakan operasi korban terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) di atas Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA), di wilayah Lamba Leda Utara, Manggarai Timur. Tim MER-C terdiri dari satu dokter spesialis bedah anak, satu dokter spesialis ortopedi, satu dokter umum, serta relawan dan petugas dokumentasi. Tim MER-C memperoleh informasi dari RS Lapangan Kolaboratif Dampek mengenai empat pasien yang membutuhkan penanganan operasi, yaitu tiga anak dan satu orang dewasa. Keempat pasien tersebut memerlukan penanganan oleh dokter spesialis bedah anak dan dokter spesialis ortopedi MER-C. Pasien kemudian dibawa dari daratan menuju RSKKA. Tim dokter melanjutkan perjalanan melalui laut menggunakan sekoci untuk mencapai kapal yang dilengkapi ruang operasi dan berbagai peralatan penunjang tindakan bedah. Pelaksanaan operasi dilakukan bersama tim dokter dari Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Setelah menjalani operasi, para pasien dibawa kembali ke daratan untuk mendapatkan perawatan dan pemantauan lebih lanjut di RS Lapangan Kolaboratif Dampek. Sebelumnya, Tim Bedah MER-C juga berhasil melakukan sejumlah operasi korban terdampak gempa di atas RSKKA sebagai bagian dari respons kemanusiaan di NTT. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DdBCs66zT9k/?stkn=c2lyYTE0OHBuZXM= https://vt.tiktok.com/ZSqrTJubU

MER-C Kembali Kirim Tim Medis dan Psikolog Bantu Korban Gempa NTT

Jakarta – MER-C kembali mengirimkan tim medis ke lokasi terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (1/9/2026). Dalam misi kali ini, MER-C turut mengirimkan psikolog klinis untuk memberikan layanan psikososial kepada para penyintas bencana. Tim berjumlah empat relawan, terdiri dari satu dokter spesialis bedah anak, satu dokter spesialis ortopedi, satu perawat, dan satu psikolog klinis. Psikolog Klinis MER-C, Nida Nur Rahmawati, mengatakan layanan psikososial akan diberikan kepada penyintas dari berbagai kelompok usia, khususnya anak-anak. “Untuk anak-anak, kami membantu menangani trauma agar tidak berdampak berkepanjangan. Sementara untuk orang dewasa dan lansia, kami membantu menangani stres agar tidak berkembang menjadi gangguan yang dapat memengaruhi kondisi fisik maupun aspek lainnya,” ujar Nida. Dalam memberikan pendampingan kepada anak-anak, tim juga membawa sejumlah perlengkapan sederhana untuk mendukung kegiatan bermain dan membantu proses pemulihan psikologis, seperti krayon dan karet gelang. Selain memberikan layanan psikososial, tim medis MER-C juga akan memberikan pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah terdampak gempa, bekerja sama dengan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI). Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/Dc-8PH2zHWC/?stkn=eDNvbHB1bDJpcDBy https://www.facebook.com/share/v/1EcTZP32o2/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSq6qPDAC

Tim Medis MER-C Layani 223 Warga Dusun Terpencil di Reo Barat

Manggarai Tengah— Tim medis MER-C menggelar pelayanan kesehatan di Dusun Nggalak dan Dusun Jong, Desa Way Kajong, Kecamatan Reo Barat, Kabupaten Manggarai Tengah, Minggu (1/9/2026). Tim yang terdiri dari 1 dokter spesialis KKLP, 1 spesialis bedah tulang (Sp.OT), 3 dokter umum, 1 perawat, dan 1 dokumentasi ini sempat mendapat prioritas pengisian BBM di Reo sebelum menempuh perjalanan 2,5 jam melintasi jalan rusak. Sebanyak 223 warga antusias memeriksakan kesehatan. Antusiasme tinggi ini dipicu oleh ketiadaan tenaga dokter di puskesmas yang menaungi desa setempat. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tiga penyakit terbanyak yang ditemukan pada pasien meliputi tuberkulosis (TB), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan hipertensi. Aksi medis ini menjadi bentuk respons MER-C dalam menjangkau wilayah terpencil yang minim akses fasilitas kesehatan pascabencana. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/Dc9-8S9Trty/?stkn=NXo0NGE4a3Q1ZW44 https://www.facebook.com/share/v/19hsz2Wr6F/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqjoLEJR

WASPADA ABU VULKANIK GUNUNG ANAK KRAKATAU

Abu vulkanik dapat terbawa angin hingga puluhan kilometer dan memicu gangguan pernapasan, menghambat aktivitas, serta mencemari air. Langkah Siaga Diri & Keluarga: Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Dc8pu26T-80/?utm_source=ig_web_copy_link&stkn=MzRlODBiNWFlZA==

MER-C Terjunkan Tim Medis Layani Korban Gempa di Kecamatan Lamba Leda Utara, NTT

Manggarai Timur— Tim medis MER-C menggelar pelayanan kesehatan di Desa Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (31/8/2026). Giat ini menerjunkan 7 personel: 1 dokter spesialis KKLP, 1 dokter spesialis bedah tulang (Sp.OT), 3 dokter umum, 1 perawat, dan 1 dokumentasi. Tim dibagi dua kelompok. Tim pertama bertugas di RS Lapangan Kolaboratif Dampek memantau 4 pasien rawat inap pascaoperasi dan merapikan stok obat. Tim kedua menyisir Kampung Nanga Lirang secara mobile dan berhasil memberikan pelayanan kesehatan kepada 31 warga setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, mayoritas warga mengeluhkan gangguan kesehatan berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, dan dermatitis. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi risiko pemburukan kondisi kesehatan masyarakat terdampak pascabencana. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/Dc3L2XuzVCj/?igsi=MXBucnB6bDU3dDJ2aw== https://www.facebook.com/share/v/14naPAT7SHp/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqRKArwm

Tim Mobile MER-C Berikan Layanan Kesehatan untuk Warga Terdampak Gempa di Reok Barat, NTT

Flores – Tim Mobile MER-C yang terdiri dari dua dokter umum, satu dokter spesialis bedah anak, dan dua perawat kembali memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Sabtu (29/8/2026), tim memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas Wae Kajong, Kecamatan Reok Barat, serta menjangkau masyarakat di Kampung Ngolak yang merupakan salah satu wilayah kerja Puskesmas Wae Kajong. Di Kampung Kolang, tim melayani 51 pasien. Sementara itu, pelayanan di pos kesehatan Puskesmas Wae Kajong mencatat 50 pasien. Keluhan yang paling banyak ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kepala Puskesmas Wae Kajong, Bonefasius Ceisman atau yang akrab disapa Beni, menyambut positif kehadiran relawan MER-C dalam membantu pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. “Ini merupakan hal yang positif dan menjadi kebanggaan bagi kami sebagai petugas kesehatan di Puskesmas Wae Kajong dengan kehadiran tim relawan MER-C dari Jakarta maupun Mataram,” ujarnya. Ia mengapresiasi para relawan MER-C yang dengan sukarela mendatangi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Wae Kajong dan memberikan pelayanan kesehatan secara langsung. “Kami atas nama teman-teman Puskesmas mengucapkan terima kasih banyak kepada para relawan MER-C dari Jakarta maupun Mataram. Kiranya silaturahmi dan persaudaraan ini semakin erat, tidak hanya hari ini, tetapi terus berlanjut kapan pun dan di mana pun,” katanya. Pelayanan kesehatan mobile ini menjadi bagian dari upaya MER-C menjangkau masyarakat di wilayah terdampak gempa yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan, termasuk daerah yang sulit dijangkau. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Dc0jnPZk0w2/?igsi=NGs5ZXR3cTJibGp3 https://www.facebook.com/share/v/1Lrxw7bNJv/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqeFwtRN

Penyintas Gempa di Reok Mulai Bangkit, MER-C Dampingi Pemulihan

Manggarai— Relawan MER-C Indonesia, dr. M. Rizky Firmansyah melaporkan kondisi pascagempa bumi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT. Gempa ini merusak pemukiman, ruko, hingga masjid yang terpaksa berpindah ke tenda darurat. Di tengah kerusakan parah, para penyintas mulai bangkit pascabencana. Salah satu warga, Mama Nancy, menceritakan kepanikan saat gempa melanda. “Langsung lari, ketakutan dibilang tsunami, lari ke Gunung Cunggu tempat pengungsian,” ungkapnya. Sekitar seminggu setelah bencana, warga seperti pasangan Bapak Ivan-Mama Nancy serta Mama Saputri memberanikan diri kembali berjualan makanan dan kue demi menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Aktivitas ini menjadi tumpuan warga untuk memulihkan trauma dan ekonomi. Relawan dr. M. Rizky menyebutkan, timnya rutin membeli sarapan di warung warga untuk mendukung usaha para korban yang terus berjuang di tengah keterbatasan. Melalui basecamp di Reok, MER-C Indonesia terus mendampingi warga dan menyalurkan bantuan kemanusiaan guna mempercepat proses pemulihan korban bencana. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcyDFysTRNW/?igsi=MWJtdGFnbWtiazF6cA== https://www.facebook.com/share/v/19Vkn6ejVw/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVowYuat

Milad ke-27 MER-C Resmikan Markas Yogyakarta dan Masjid An-Nur

Yogyakarta — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menggelar peringatan Milad ke-27 yang dirangkaikan dengan peresmian Markas MER-C Cabang Yogyakarta dan Masjid An-Nur di Jalan Jambon, Trihanggo, Gamping, Sleman, Sabtu (29/8/2026). Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah dan tokoh masyarakat, antara lain PLT Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman, Wildan Solichin, S.I.P., M.T.; Pengasuh PP Al Mukmin Ngruki, Ustadz KH. Abu Bakar Ba’asyir; serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Cahya Purnama, M.Kes. Turut hadir pula perwakilan dari Kadinkes DIY yang diwakili oleh Kudiyana, SKM., M.Sc., dari Bidang Penanggulangan Bencana Dinkes DIY, beserta jajaran pengurus MER-C, pembina yayasan, perwakilan Basarnas, dan warga sekitar. Selain prosesi seremoni dan pemotongan pita, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan agenda khitanan massal gratis bagi anak-anak di wilayah setempat. Peresmian ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi sosial dan kemanusiaan antara MER-C dengan pengurus masjid serta masyarakat Sleman. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcxLRYAT5qE/?igsi=bTZpYTFsNHRib29s https://www.facebook.com/share/v/1DPPHeCdie/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVEbQwG4

Silahkan bertanya?