Tim Ke-3 MER-C Tiba di NTT untuk Misi Kemanusiaan Pasca Bencana

Manggarai — Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia memberangkatkan Tim ke-3 Misi Kemanusiaan menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (29/8/2026). Tim yang terdiri dari empat personel—meliputi 1 Dokter Spesialis Kesehatan Keluarga Pelayanan Primer (dr. D. Lingga, Sp.KKLP), 2 Dokter Umum (dr. Ilham Wahyu dan dr. Rizqy), serta 1 staf dokumentasi (Novinto Sulihantoro Asdi)—diberangkatkan dari Jakarta menuju Labuan Bajo, NTT. Perjalanan ditempuh melalui jalur udara dari Jakarta menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, selama kurang lebih 2 jam penerbangan dan tiba sekitar pukul 16.00 WITA. Setelah mendarat di Labuan Bajo, tim langsung melanjutkan perjalanan darat menuju Posko MER-C yang berlokasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, dengan waktu tempuh sekitar 8 jam perjalanan. Keberangkatan tim medis ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan serta pemeriksaan medis secara langsung bagi masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah NTT. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcsTiYdT3-s/?igsi=MXVwZjhtc21qMWIzOA== https://www.facebook.com/share/v/1DzYN7FPSK/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVcQEq8m
Tim Bedah MER-C Lakukan Lima Operasi Korban Gempa NTT di Atas RS Kapal Ksatria Airlangga

Flores – Tim Bedah MER-C pada 26 Agustus 2026 melakukan lima tindakan operasi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA). Salah satu tindakan yang dilakukan adalah operasi pemasangan Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) pada pasien patah tulang paha yang mengalami cedera akibat gempa. Tindakan operasi dilakukan oleh dr. Alfian Marthunus sebagai operator, dr. Wahyu Bimantoro sebagai dokter anestesi, dr. Awan Wicaksana sebagai asisten anestesi, serta Hendrik sebagai perawat bedah. Selain menangani pasien dengan cedera akibat gempa, Tim Bedah MER-C juga melakukan tindakan operasi terhadap pasien dengan kondisi yang tidak berkaitan dengan trauma. Seluruh operasi yang dilakukan di atas kapal melalui kolaborasi antara Tim Bedah MER-C dan RSKKA berjalan dengan lancar. Pasien merasa sangat terbantu dengan kehadiran layanan operasi tersebut di tengah situasi pascagempa. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Dcn65gPE6oV/?igsi=eHc2Mzd4OHp2d2Nr https://www.facebook.com/share/p/1HRSJ925mQ/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVngPa3v
MER-C Turunkan Tim Medis Kawal Demo di Gedung DPR

Jakarta — Tim MER-C Indonesia menerjunkan 16 personel medis untuk mengawal aksi penyampaian pendapat di Sekitar Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Berkoordinasi dengan PK3D DKI Jakarta, tim yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, mahasiswi kedokteran, hingga logistik ini menyiagakan 1 ambulans, 1 mobile clinic, dan 1 motor trail. Sejak siang hingga malam, tim melakukan asesmen serta penanganan medis bagi peserta aksi di lapangan. Dari hasil siaga, MER-C menangani 8 korban mual, pusing, sesak napas, hingga luka ringan, serta merujuk 1 pasien ke rumah sakit terdekat. Situasi tetap terkendali hingga massa membubarkan diri secara tertib. Tim MER-C menyelesaikan tugas pengawalan dan meninggalkan lokasi pukul 20.00 WIB. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DckamlMSEqf/?igsi=aGpzNDdqcHVzd2V6 https://www.facebook.com/share/v/1ciESwnqC8/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVseBQ5F
Tim MER-C dan SAR MTA Jangkau Ratusan Korban Gempa di Sejumlah Desa NTT

Flores – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama SAR Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) berhasil menjangkau ratusan korban gempa di sejumlah desa. Pada Selasa (25/8/2026), Tim Mobile MER-C yang terdiri dari dr. Ramadhita, Sp.BA, dr. AD Irma Ramdani, dan Samsudin Aziz, S.Kep., bersama SAR MTA dan petugas Puskesmas Benteng, menempuh perjalanan sekitar tiga jam untuk mencapai tiga titik pelayanan, yaitu Kampung Langkas, Desa Compang Deru; Kampung Vodong, Desa Gorang Meni Utara; dan Batu Pajul, Desa Deru. Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan pelayanan kesehatan kepada 360 pasien. Selanjutnya, pada Kamis (26/8/2026), tim kembali memberikan pelayanan kesehatan di Kampung Ajang, Desa Golo Rentung. Untuk mencapai lokasi, tim membutuhkan waktu lebih dari 30 menit karena kondisi akses jalan yang sulit. Sejumlah warga mulai mengalami keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) karena sejak gempa yang terjadi pada 15 Agustus warga harus tinggal dan tidur di tenda, sementara wilayah Kecamatan Lamba Leda berada di dataran tinggi dengan suhu udara malam hari dapat mencapai 14 derajat Celsius. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DclZ9g2FKRJ/?igsi=MTBrNjVsdGhteDVqZg== https://www.facebook.com/share/v/1ErtMzkzNY/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVGjApgQ
Tim MER-C Jangkau Ratusan Pasien di Wilayah Sulit di Lamba Leda, NTT

Flores – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (25/8/2026) bergerak memberikan layanan kesehatan melalui mobile clinic di sejumlah titik wilayah yang sulit dijangkau di Kecamatan Lamba Leda. Melalui layanan mobile clinic, Tim MER-C berhasil menjangkau ratusan pasien di sejumlah wilayah yang sulit mengakses fasilitas kesehatan. Pelayanan dilakukan hingga malam hari. Selain mobile clinic, Tim MER-C juga melakukan penanganan korban di Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSTKA) serta mengunjungi Puskesmas Benteng Jawa. Kepala Puskesmas Benteng Jawa, Grandus Hsu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian MER-C yang turut membantu masyarakat terdampak gempa di NTT. “Atas nama Puskesmas Benteng Jawa, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Relawan MER-C yang datang, baik dari NTB maupun dokter dari Jakarta, yang telah datang jauh-jauh untuk membantu kami,” ujar Grandus. Layanan mobile clinic MER-C merupakan bagian dari upaya untuk memastikan warga tetap dapat mengakses layanan kesehatan, khususnya masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau, pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di NTT. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DciiyPyT_r5/?igsi=MXR2YWk0dHlkYm5iNQ== https://www.facebook.com/share/v/1E19QEt2Ce/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVg8rxpq
Tim MER-C Lakukan Tindakan Bedah Korban Gempa NTT di Atas Kapal RSKKA

Flores – Tim Bedah MER-C yang diterjunkan dalam respons bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bergerak memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak di lokasi pengungsian. Pada Senin (24/8/2026), Tim Bedah MER-C berkolaborasi dengan perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA), Emergency Medical Team (EMT) IDI Jawa Timur, mengunjungi Posko Dampek di Manggarai Timur. Kunjungan dilakukan untuk melakukan asesmen terhadap korban gempa, khususnya mencari pasien yang mengalami trauma akibat gempa dan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Berdasarkan hasil asesmen, sebagian besar pasien telah mendapatkan penanganan sebelumnya. Sementara itu, sejumlah pasien bedah yang datang ke RS Lapangan Kolaboratif, tempat Tim MER-C bertugas, merupakan pasien yang mengalami kendala mengakses fasilitas kesehatan lanjutan. Beberapa kasus yang ditemukan antara lain abses pada kaki serta ruptur otot. Pasien memilih datang ke RS Lapangan Kolaboratif, karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal mereka dan pasien juga tidak bersedia dirujuk ke fasilitas kesehatan lain. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Tim MER-C bekerja sama dengan RSKKA, Pemerintah Provinsi NTB dan EMT IDI Jawa Timur melakukan tindakan bedah di atas kapal RSKKA. Para pasien menyampaikan rasa syukur karena keluhan yang telah lama mereka alami akhirnya dapat ditangani oleh tim dokter. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DciEtavE9Us/?igsi=ZGkzcXQ1cjVrZmpq https://www.facebook.com/share/v/1EwcriCR9E/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVbmAw2X
MER-C Berangkatkan Tim Bedah ke NTT

Jakarta – MER-C Indonesia pada Minggu (23/8/2026) memberangkatkan Tim Bedah ke lokasi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman Tim Bedah merupakan tindak lanjut dari respons MER-C terhadap bencana gempa bumi di NTT. Sebelumnya, MER-C telah memberangkatkan Tim Advance untuk melakukan asesmen awal di lokasi. Setelah Tim Bedah, MER-C juga berencana mengirimkan tim lanjutan, yakni Emergency Medical Team Fixed 1 (EMT-F1). Tim Bedah ini terdiri dari dokter spesialis bedah anak, dokter spesialis bedah ortopedi, dokter umum, serta perawat kamar bedah. Dalam misi ini, Tim membawa sejumlah bantuan untuk mendukung penanganan kasus bedah anak, trauma, dan kasus lainnya. Bantuan tersebut meliputi peralatan dan instrumen ortopedi, implan ortopedi, serta peralatan untuk tindakan konservatif pada kasus-kasus ortopedi. Salurkan bantuan Anda melalui Rekening Bank Amanah Kemanusiaan Umum Rek. No. 686.0099339 Bank Central Asia (BCA) Rek. No. 701.5658.899 Bank Syariah Indonesia (BSI) atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcgLmuFz9vi/?igsi=MTMxcDIxNDJ4c2RuOQ== https://www.facebook.com/share/v/1JsZL8qfLV/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVVgVstY
Tiba di NTT, Tim MER-C Langsung Bergerak ke Area Terdampak Gempa

Flores– Tiba di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (22/8), tim MER-C Indonesia langsung bergerak memeriksa sejumlah korban luka terdampak gempa bumi di lokasi pengungsian. Sebelumnya, tim MER-C telah melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan sejumlah pihak, di antaranya Puskesmas Dampek dan Camat Lawa Leda Utara, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga, Tim Medis Pemerintah Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Manggarai Tengah dan Dinas Kesehatan Manggarai Timur, serta Rumah Sakit Lapangan Pusat Krisis di Ruteng Tim kemudian mendapat informasi dari Puskesmas Dampek mengenai sejumlah pengungsi yang mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan rumah saat gempa terjadi. Mendapat informasi tersebut, tim MER-C bersama tim medis Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga dr. Agus Harianto, Sp.B, serta Tim Kesehatan NTB bergerak menuju lokasi pengungsian di Dusun Waso, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para korban direncanakan menjalani pemeriksaan penunjang berupa rontgen untuk menentukan penanganan selanjutnya. Relawan MER-C,dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.OT., Subsp.CO(K)., berangkat dari Jakarta pada Jumat (21/8)6 menuju Labuan Bajo. Setibanya di Labuan Bajo, ia langsung melanjutkan perjalanan menuju Ruteng. Dari Ruteng, perjalanan dilanjutkan menuju Reo kemudian ke Dampek. Dalam perjalanan menuju wilayah terdampak, tim menemukan sejumlah kondisi jalan yang terdampak bencana. Di beberapa titik terdapat bekas longsoran, sementara jembatan Wae Pesi di ruas Ruteng-Reo mengalami kerusakan ringan. Tim MER-C juga sempat bertemu dengan Yayasan Nurul Huda di Masjid Nurul Huda Reo. Masjid tersebut mengalami kerusakan berat sehingga didirikan masjid darurat di halaman. MER-C berencana membuka posko di sekitar masjid tersebut, karena akses air, listrik serta bangunan yang dapat digunakan sebagai posko di lokasi tersebut dalam kondisi cukup baik. Berdasarkan pemantauan awal tim MER-C, kerusakan akibat gempa cukup berat di sejumlah wilayah. Di wilayah Reo, Manggarai Tengah, tingkat kerusakan diperkirakan mencapai 30–40 persen. Sementara di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, kerusakan dilaporkan mencapai sekitar 90 persen. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DcbBFhZkyqY/?igsi=MTNxcmQ0YXFuaGVzaA== https://www.facebook.com/share/v/1Jj3Bbdunq/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVxycBLm
MER-C Berangkatkan Tim Advance ke NTT

Jakarta – MER-C Indonesia pada Jumat (21/8/2026) memberangkatkan tim advance ke lokasi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim tersebut terdiri dari tiga relawan medis, yakni Presidium MER-C dr. Zecky Eko Triwahyudi yang berangkat dari Jakarta, serta dr. AD Irma dan perawat Samsudin Aziz dari Mataram. Tim advance dikirim untuk melakukan asesmen langsung di lapangan dan memetakan sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi penugasan bagi tim lanjutan yang akan diberangkatkan MER-C. Dr. Zecky mengatakan, sebagai respons terhadap situasi di NTT, MER-C berencana mengirimkan dua tim utama, yakni tim bedah trauma dan Emergency Medical Team Fixed 1 (EMT-F1). “Kita tahu beberapa area cukup luas dan berbagai tim sudah turun di sana. MER-C akan melengkapi tim yang sudah ada di sana. Kita akan menyusuri area yang masih membutuhkan tenaga medis,” ujar dr. Zecky. MER-C rencananya akan bertugas di wilayah Ngada dan Nagekeo. Namun, lokasi penugasan masih akan ditinjau lebih lanjut berdasarkan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat terdampak. “Sejauh mana wilayah-wilayah terdampak membutuhkan tim medis akan kita lihat di lapangan, sehingga kondisi kesehatan masyarakat masih bisa kita back up sementara waktu sampai fasilitas kesehatan di lokasi pulih kembali,” katanya. Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WIB. Menurut data BMKG, sebanyak 87 orang dilaporkan meninggal dunia, 1.298 orang luka-luka, dan 150.576 jiwa terpaksa mengungsi di berbagai posko akibat gempa tersebut. Bencana tersebut juga menyebabkan sedikitnya 11.925 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat, serta merusak puluhan fasilitas ibadah dan sekolah. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcXoPKGToJS/?igsi=bGtsbjRsY3kwdXFx https://www.facebook.com/share/v/1BpkfAY6Fp/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVu1SDyo
Milad ke-27: Pembangunan Tahap Kedua RS MER-C dimulai disertai Pengobatan Gratis di Galela

Galela — Tim relawan MER-C bertolak menuju Kecamatan Galela, Maluku Utara, pada 13 Agustus 2026. Perjalanan yang menempuh jalur udara, laut, dan darat ini bertujuan untuk memperingati milad MER-C ke-27. Dalam aksi kemanusiaan tersebut, MER-C memberikan layanan pengobatan umum, khitanan massal, dan pemeriksaan dokter spesialis secara gratis kepada warga setempat. Kegiatan ini digelar untuk merespons minimnya fasilitas kesehatan di daerah yang memiliki ikatan sejarah panjang dengan MER-C sejak konflik sosial tahun 2000. Bakti sosial tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya pembangunan tahap dua Rumah Sakit MER-C di atas tanah hibah dari masyarakat Galela, yang telah berkomitmen dengan MER-C sejak 2010 demi menghadirkan fasilitas kesehatan yang memadai. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcU5fNyB_Mv/?igsi=MXF1cmNieDM4OHMycA== https://www.facebook.com/share/v/1WDpV3uYxs/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVmmFN5c