MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Banda Aceh, Bahas Kondisi Gaza

Banda Aceh – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Rabu (26/11) melakukan audiensi dengan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banda Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP., untuk membahas kondisi terkini di Jalur Gaza, Palestina. Presidium MER-C, dr. Tonggo Meaty Fransisca, menjelaskan berbagai program MER-C di Gaza, termasuk kondisi terkini Rumah Sakit Indonesia, aktivitas Emergency Medical Team (EMT), serta operasional Klinik Giving Without Borders yang didukung MER-C bersama Kementerian Kesehatan Palestina. Murthalamuddin menyampaikan adanya peluang kerja sama antara MER-C dan Pemerintah Aceh, seperti program edukasi kepada masyarakat mengenai situasi Palestina maupun kegiatan penggalangan dana. “Bisa juga MER-C dalam bidang-bidangnya berperan dalam kegiatan publik di Aceh, misalnya terkait bencana banjir dan longsor yang menimpa Aceh, MER-C memberikan edukasi mitigasi bencana dan penyuluhan sehingga masyarakat Aceh bisa merasakan kehadiran MER-C,” ujarnya. Menanggapi hal itu, Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, menyatakan kesiapan mengajukan kerja sama dengan Pemerintah Daerah Aceh untuk merancang program pelatihan yang nantinya dilakukan oleh MER-C Training Center (MTC). Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DRlvJg6k1O5/?igsh=YXEzbjE2YmJ2ZjF4  https://www.facebook.com/share/v/17fBdTTp2y/?mibextid=wwXIfr  https://vt.tiktok.com/ZSfxNGjyg/  https://x.com/mercindonesia/status/1994289764682637428?s=46  https://youtu.be/c_9LS6IgtNg?si=V84YhvpgHQMezWFg 

Perkuat Sinergi, MER-C dan YKMI Bahas Progres Pembangunan Kamp Pengungsi Rohingya di Aceh

Lhokseumawe, Aceh — Untuk memperkuat sinergi dalam kerja kemanusiaan, MER-C dan Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) pada Ahad (23/11) menggelar diskusi mengenai progres pembangunan Kamp Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe, Aceh. Diskusi tersebut dihadiri oleh Program Coordination YKMI, Turmizi Ali, Presidium MER-C, dr. Tonggo Meaty Fransisca, Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, Kepala Divisi Humas MER-C, Diana Caroline, serta Pimpinan Pesantren Dayyah Zurriyatul Qurani Al Ma’arif, Tgk. Sulaiman Daud. Saat ini, progres pembangunan kamp masih berada pada tahap awal berdasarkan site plan dari International Organization for Migration (IOM).  Kamp tersebut direncanakan mampu menampung sekitar 90 pengungsi. Jika pilot project ini berjalan sukses, ke depannya diharapkan dapat dilakukan sentralisasi penampungan pengungsi Rohingya di Aceh yang saat ini berjumlah sekitar 429 orang. Kamp yang dibangun di atas lahan milik Pesantren Dayyah ini akan dilengkapi dengan asrama tempat tinggal, sarana pendidikan, rumah ibadah, akses air bersih, serta fasilitas penunjang lainnya. Proses pembangunan melibatkan berbagai organisasi kemanusiaan. Sementara itu, pembangunan klinik kesehatan MER-C untuk kamp pengungsi tersebut telah mulai dilaksanakan pada Senin (27/10). YKMI juga rencananya akan membangun MCK enam pintu. Aceh sendiri merupakan salah satu fokus misi kemanusiaan MER-C, terutama dalam penanganan medis sejak pascagempa dan tsunami, hingga tanggap darurat di Pidie Jaya dan Bener Meriah, dan kini dalam isu penanganan pengungsi Rohingya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DRcKXu3EzHb/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==  ——————————————— Donation Account: Amanah RohingyaBSI, 700.130.6833BCA, 686.028.0009Mandiri, 124.000.8111.982 #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees

MER-C Dorong Sinergi Penanganan Pengungsi Lewat Forum Diskusi Publik di Aceh

Lhokseumawe, Aceh – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menegaskan pentingnya sinergi dalam penanganan pengungsi luar negeri di Aceh dalam Forum Diskusi Publik bertema “Pengungsi Luar Negeri di Aceh: Sejarah dan Praktik Baik Penanganan” yang digelar di Banda Sakti, Lhokseumawe, Kamis (13/11). Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, mengatakan diskusi publik yang melibatkan unsur akademisi, pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, media, hingga tokoh masyarakat ini menjadi ruang penting untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi terkait penanganan pengungsi di Aceh. “Kegiatan ini bersifat advokasi, dan MER-C terlibat karena menjadi salah satu dari sejumlah NGO seperti JRS Indonesia, YKMI, dan lainnya yang memprakarsai penyediaan lokasi penampungan terstruktur untuk membantu peran pemerintah dalam penanganan pengungsi, khususnya di Lhokseumawe,” ujarnya. Diskusi menghadirkan narasumber Dr. Faisal, penyusun Qanun Pengungsi Aceh dan SOP Penanganan Pengungsi, Dr. Malahayati dari Universitas Malikussaleh (Unimal), dan Asisten I Pemkot Lhokseumawe, Muksalminal. Dalam sambutanya, Dr. Faisal menekankan pentingnya dasar hukum yang jelas agar penanganan pengungsi dapat dilakukan secara efektif. “Ketika para pengungsi datang, termasuk perempuan hamil, anak-anak, dan orang tua, kita tidak bisa menolak. Tapi kita juga harus memiliki aturan yang konkret agar penanganannya sesuai hukum,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa nilai kemanusiaan dan adat Aceh harus tetap menjadi ruh dalam setiap kebijakan. “Kemuliaan kita sebagai orang Aceh adalah ketika tamu datang, kita wajib menghormati mereka, siapa pun mereka. Itu nilai yang harus terus kita junjung tinggi,” tambahnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DRBsvUHk2lQ/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==  

MER-C Bangun Klinik untuk Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe

Lhokseumawe, Aceh – Pembangunan klinik kesehatan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk pengungsi Rohingya mulai dilaksanakan pada Senin (27/10).  Klinik ini menjadi bagian dari pembangunan fasilitas penampungan sementara (shelter) bagi 92 pengungsi Rohingya di Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Klinik tersebut akan menjadi bagian penting dalam upaya penyediaan layanan kesehatan bagi para pengungsi. Sebelumnya, Presidium MER-C, dr. Tonggo Meaty Fransisca telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan klinik pada 30 Agustus 2025, bertepatan dengan rangkaian peringatan Milad ke-26 MER-C.  Dalam kesempatan itu, dr. Meaty menyampaikan bahwa Aceh merupakan salah satu fokus misi kemanusiaan MER-C, terutama dalam penanganan medis sejak masa konflik, pascagempa dan tsunami, hingga tanggap darurat di Pidie Jaya dan Bener Meriah, serta kini terkait isu pengungsi Rohingya. Selain klinik, shelter yang dibangun di atas lahan pemerintah seluas dua hektare ini juga akan dilengkapi dengan asrama tempat tinggal, sarana pendidikan, tempat ibadah, akses air bersih, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Pembangunan akan dilakukan dengan melibatkan sejumlah organisasi kemanusiaan. Pemerintah Provinsi Aceh akan memantau langsung proses pembangunan, yang ditargetkan rampung pada akhir November mendatang. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DQZHSRxk4oX/?img_index=5&igsh=MTdxN2l5bnhtN3lmOQ==  https://www.facebook.com/share/v/1BnbyAV3rZ/?mibextid=wwXIfr  https://x.com/mercindonesia/status/1983504993287127227?s=46  https://vt.tiktok.com/ZSy8acByy/  http://youtube.com/post/Ugkxki-GqcUNhWJNJVzI1V7WcmcXvrX5pnLT?si=9byxQXachtOZl4aO  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.028.0009Bank Mandiri, 124.000.8111.982Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1306.833 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee

Siswa TK-SMP Aceh Utara Galang Donasi Rp162 Juta untuk Anak-Anak Palestina

Aceh Utara – Siswa TK, SD, hingga SMP di Kabupaten Aceh Utara menggalang donasi sebesar Rp162 juta untuk anak-anak Palestina. Donasi tersebut diserahkan melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, kepada Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, dalam acara Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW 1447 H yang digelar Pemkab Aceh Utara di Lapangan Landing, Kecamatan Lhoksukon, Selasa (7/10/2025). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Aceh Utara, H. Jamaluddin, yang mewakili para siswa, kemudian menyerahkan donasi tersebut secara tunai kepada MER-C. “Alhamdulillah, selain menggelar Maulid, hari ini kita juga dapat mengundang MER-C untuk menerima bantuan dari anak-anak TK, SD, dan SMP di Kabupaten Aceh Utara. Mereka menyumbangkan donasi untuk teman-temannya di Palestina,” ujar Jamaluddin. Ia menegaskan bahwa MER-C semakin terpercaya sebagai lembaga kemanusiaan.  “Kami yakin bantuan ini akan sampai ke Palestina, khususnya kepada anak-anak di Gaza. Alhamdulillah, terima kasih kerja keras MER-C dengan komitmen, dedikasi, dan ikhtiar yang terus dilakukan, semoga semakin jaya dalam rangka membantu warga Palestina,” tambahnya. Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan siswa di Aceh Utara. Ia mengatakan, saat ini rakyat Palestina, terutama anak-anak di Gaza, sangat membutuhkan bantuan dan perhatian dari semua pihak. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DPinxCGE0EC/?igsh=MTBuOG5iOHh3eTA3bA==  https://www.facebook.com/share/v/1ATaq9R3Kh/?mibextid=wwXIfr  https://x.com/merc_indonesia/status/1975840889210896850?s=46  https://vt.tiktok.com/ZSU2sHkwC/  https://youtube.com/shorts/69ND3a9Y4f8?si=LUWyNS3rhYC5Dxs9  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

MER-C Gelar Sunatan Massal dan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Klinik di Lhokseumawe

Lhokseumawe – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menggelar sunatan massal bagi anak-anak Rohingya dan santri Dayah Zurriyatul Qur’ani Al-Ma’arif (ZQA) di Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Sabtu (30/8).  Pada kesempatan yang sama, turut dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Klinik MER-C di kawasan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-26 MER-C serta 20 tahun MoU Helsinki, dengan mengusung tema “Bakti untuk Negeri”. Selain layanan sunatan massal, MER-C juga memberikan pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) kepada para santri. Materi yang diberikan meliputi penanganan luka, pingsan, hingga tindakan darurat sederhana sebelum tenaga medis profesional tiba.  Presidium MER-C, dr. Tonggo Meaty Francisca, dalam sambutannya menyampaikan sejumlah misi kemanusiaan yang telah dilakukan MER-C di daerah konflik dunia, termasuk Myanmar dan Palestina.  Namun ia menegaskan, perhatian di dalam negeri tetap menjadi prioritas, terutama dalam penanganan medis di Aceh sejak masa konflik, pascagempa dan tsunami, hingga bencana di Pidie Jaya dan Bener Meriah. Acara tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe, Drs. Ikhwansyah, yang hadir mewakili Wali Kota Lhokseumawe, serta Camat Blang Mangat Safriadi dan sejumlah tokoh masyarakat. Mewakili Pemko Lhokseumawe, Ikhwansyah menyampaikan terima kasih atas komitmen MER-C dan Dayah ZQA untuk bersama-sama membantu dalam bidang kesehatan bagi pengungsi Rohingya dan masyarakat umum lainnya. Program “Bakti untuk Negeri” MER-C berlangsung sejak 23 hingga 31 Agustus 2025 dengan menjangkau enam provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat. Rangkaian kegiatan mencakup pelayanan sunatan massal, edukasi penanganan bencana, serta pelatihan keterampilan pertolongan pertama bagi masyarakat. Selengkapnya lihat link ini https://www.instagram.com/reel/DOVcBngkoaA/?igsh=MXVkcHk5dGN3YjA1ZA==  https://www.facebook.com/share/v/1C4qd5avXB/?mibextid=wwXIfr  https://x.com/mercindonesia/status/1964974074322731518?s=46  https://youtube.com/shorts/l7cqN96fP_w?si=x1a1mdzl6XSIb4LA   ——————————————— Donation Account: Amanah Rohingya BSI, 700.130.6833BCA, 686.028.0009Mandiri, 124.000.8111.982 #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees

MER-C Gelar Pengabdian Masyarakat “Bakti Untuk Negeri” di Sejumlah Daerah

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia sekaligus Milad ke-26, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akan menggelar rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Bakti Untuk Negeri” pada 23–31 Agustus 2025. Kegiatan ini hadir di enam daerah, yaitu Jawa Timur, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Banten, Sumatera Utara, dan Aceh. Warga dapat mengikuti berbagai kegiatan sosial mulai dari sunatan massal gratis, penyuluhan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) untuk santri, hingga pelatihan keterampilan pertolongan pertama serta kesiapsiagaan bencana untuk masyarakat. Jadwal Kegiatan: 23 Agustus | Banten Sunatan massal di Masjid Jami Al Khusaeni, Sukajadi Carita, Pandeglang. Pelatihan keterampilan pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana di Gedung Guru Carita. 23–24 Agustus | Jawa Timur Sunatan massal gratis untuk 30 peserta di Klinik Utama Rawat Inap Asy Syifa, Desa Druju, Sumbermanjing Wetan. 24 Agustus | Sumatera Utara Sunatan massal di Masjid Jami’, Pancur Batu.  30 Agustus | Aceh Sunatan massal gratis dan penyuluhan P3K untuk santri di Dayah Zuriyyatul Qurani Al Maarif, Lhokseumawe. 31 Agustus | Nusa Tenggara Barat Sunatan massal di RSU Adikarsa Praya, Jalan Basuki Rahmat, Praya, Mataram.  Jangan lewatkan kesempatan ini! Karena kuota peserta terbatas di setiap lokasi, segera daftarkan diri Anda. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DNiaj6dTxzT/?igsh=MXF2dWQ3NDJvZWo5Yg==  https://x.com/mercindonesia/status/1957793594791923830?s=46  https://www.facebook.com/share/p/1BbrPQyszs/?mibextid=wwXIfr  https://vt.tiktok.com/ZSAFJ4P76/ 

MER-C Lakukan Pengobatan Gratis untuk Pengungsi Rohingya di Aceh

Aceh — Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis untuk pengungsi Rohingya yang mengalami gangguan kesehatan di kamp pengungsian ex-imigrasi Lhokseumawe, Aceh pada Ahad (13/7).  Berdasarkan hasil pemeriksaan, tiga pengungsi menderita berbagai penyakit, seperti amandel dengan peradangan kronis, gondongan, serta penyakit kulit. Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, menjelaskan bahwa beberapa kasus yang ditemukan ini memerlukan penanganan medis lebih lanjut.  “Ditemukan penyakit yang membutuhkan penanganan lebih khusus, antara lain penyakit amandel dengan peradangan yang telah berlangsung kurang lebih enam bulan. Ini perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis THT untuk penanganan lanjutan yang lebih mendalam,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tim juga melakukan evaluasi terhadap jenis obat yang digunakan, karena pengobatan sebelumnya tidak memberikan reaksi yang signifikan terhadap kondisi pasien. “MER-C Aceh akan segera berkoordinasi dengan MER-C pusat untuk langkah penanganan lebih lanjut, agar para pengungsi bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” tambah Ira. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen MER-C dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi para pengungsi Rohingya yang saat ini masih berada di wilayah Aceh. ——————————————— Donation Account: Amanah RohingyaBSI, 700.130.6833BCA, 686.028.0009Mandiri, 124.000.8111.982 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees

MER-C Silaturahim dengan Ketua MPU Aceh Bahas Sinergi Kemanusiaan untuk Pengungsi Rohingya

Banda Aceh – Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, melakukan silaturahim dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Sibreh, dalam rangka memperkuat sinergi kemanusiaan, khususnya terkait penanganan pengungsi Rohingya di Aceh. Pertemuan ini menjadi wadah diskusi dan tukar pikiran mengenai tantangan serta peluang kerja sama dalam membantu para pengungsi Rohingya yang kini berada di wilayah Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Abu Sibreh menyampaikan terima kasih atas kunjungan MER-C dan upaya kemanusiaan yang telah dilakukan.  Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Aceh pada dasarnya menyambut pengungsi Rohingya dengan baik. Menurutnya, penolakan yang sempat ramai beberapa waktu lalu lebih disebabkan oleh provokasi pihak-pihak tertentu. Lebih lanjut ia juga mengatakan sudah lama mengikuti program MER-C, khususnya di Jalur Gaza. Ia menyatakan dukungan dan berencana menyerahkan donasi untuk Palestina melalui MER-C.  Sementara itu, Ira Hadiati menjelaskan bahwa MER-C terus aktif memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Rohingya, termasuk pelayanan kesehatan gratis, serta distribusi makanan, air bersih, peralatan ibadah, dan kebersihan. Dengan adanya silaturahim ini, diharapkan koordinasi dan kolaborasi dalam upaya kemanusiaan, khususnya untuk pengungsi Rohingya, dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi semua pihak. selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DLWq2aKzJKu/?igsh=Y2FmbXo3Y3J5MG55  https://x.com/mercindonesia/status/1938129968732508291?s=46  https://www.facebook.com/share/v/1AcCFQXV8i/?mibextid=wwXIfr  https://vt.tiktok.com/ZSB16mJDb/  https://youtube.com/shorts/zQLao2jk0Po?si=z4DVwAmrNgXY-qbW 

MER-C Cabang Medan menyelenggarakan kegiatan mobile klinik bersama Yayasan Batak Islam Nauli (BIN) dan HMI Komisariat FK USU

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berkolaborasi dengan Yayasan Batak Islam Nauli (BIN) dan HMI Komisariat FK USU telah mengadakan kegiatan mobile klinik berupa Pengabdian Masyarakat untuk daerah minoritas muslim dan terpencil. Kegiatan ini diselenggarakan di Mesjid Agung Hati Nurani Tarutung pada hari Sabtu, 14 Juni 2025.  Kegiatan tersebut terdiri dari Sirkumsisi, Pemeriksaan Golongan Darah, Konsultasi Kesehatan dan Pelatihan Pijat Jantung Saja. Dalam kesempatan tersebut, peserta sirkumsisi sebanyak 40 anak, pemeriksaan golongan darah sebanyak 79 orang, serta konsultasi kesehatan sebanyak 5 orang.  Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen MER-C untuk memberikan pelayan kesehatan terkhusus kepada masyarakat yang memiliki akses terbatas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kegiatan disambut baik oleh BKM Mesjid Agung Hati Nurani Tarutung beserta warga sekitar.    

Silahkan bertanya?