MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Shelter Rohingya di Lhokseumawe: Kolaborasi Dayah ZQA dan MER-C untuk Kemanusiaan

Lhokseumawe — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mendukung penuh penetapan lahan milik Dayah Zurriyatul Qurani Al-Ma’arif (ZQA) di Desa Mesjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, sebagai lokasi shelter bagi pengungsi Rohingya. MER-C menilai langkah yang diinisiasi oleh Dayah ZQA ini sebagai bentuk kolaborasi strategis dalam menjawab kebutuhan mendesak akan tempat penampungan yang layak dan berkelanjutan bagi pengungsi Rohingya.  Dengan menyediakan lahan seluas empat hektare serta membuka akses pendidikan bagi anak-anak pengungsi, inisiatif Dayah ZQA ini sejalan dengan semangat kemanusiaan dan prinsip perlindungan sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri. MER-C siap berkolaborasi dengan Dayah ZQA, Pemerintah Kota Lhokseumawe, serta lembaga-lembaga lainnya untuk mewujudkan shelter ini sebagai solusi kemanusiaan yang konkret.  Pimpinan Dayah ZQA Tgk Sualiman Daud mengajak masyarakat Aceh dan seluruh Indonesia untuk terus membantu pengungsi Rohingya.  “Ini adalah tanggung jawab kemanusiaan kita bersama. Pengungsi Rohingya adalah saudara kita yang sedang membutuhkan perlindungan, dan kita semua memiliki peran untuk membantu,” ujar Tgk Sualiman Daud, Pimpinan Dayah ZQA. Dengan dukungan ini, MER-C berharap penanganan pengungsi Rohingya di Lhokseumawe dapat berjalan secara lebih sistematis, inklusif, dan berkelanjutan. Project Manager MER-C for Rohingya Ira Hadiati saat ini terus aktif mengunjungi lokasi pengungsian Rohingya di sejumlah wilayah di Aceh, untuk melihat kebutuhan mereka serta secara langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan.    Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DKeGqA5zQe6/?igsh=NHV0cXBjbThzd3o=  https://x.com/mercindonesia/status/1930166704111530291?s=46  https://www.facebook.com/share/v/14vZyP362u/?mibextid=wwXIfr  https://vt.tiktok.com/ZSk6E1RP9/  https://youtube.com/shorts/lLA2nUIcf_k?si=bMipphPd3g3vhmG2 

Kolaborasi MER-C Medan dan TBM FK UMSU dalam Meningkatkan Kapasitas Penanganan Bencana

Medan — Relawan MER-C Indonesia Cabang Medan turut berperan sebagai pemateri dan pelatih dalam kegiatan “SALVAGE – First Step to Save” yang diselenggarakan oleh Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FK UMSU) pada Minggu, 11 Mei 2025. Dalam kegiatan ini, sebanyak 53 calon anggota TBM FK UMSU dibimbing langsung oleh relawan MER-C Medan. Materi pelatihan meliputi manajemen bencana (Disaster Management), Bantuan Hidup Dasar (BHD), evakuasi dan transportasi pasien, serta triase bencana. Para relawan juga melakukan observasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan simulasi bencana yang dilakukan oleh peserta. MER-C Medan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan TBM FK UMSU atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada relawan MER-C untuk berperan sebagai pemateri dalam kegiatan Simulasi Bencana ini. Semoga kolaborasi ini dapat memberikan manfaat yang besar dan berkelanjutan kedepannya.

MER-C Serahkan Bangunan Mushollah, Sekolah, dan Posyandu kepada Yayasan Pendidikan Islam Mentawai

Siberut Utara — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) secara resmi menyerahkan banngunan Musholla Al Ikhlas, Madrasah Tsanawiyah Al Muhtadin, dan Posyandu Muara,  di Desa Simatumu, Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, kepada Yayasan Pendidikan Islam Mentawai (YAPISMEN).  Acara serah terima dilakukan pada Rabu (30/4), yang dihadiri sejumlah perwakilan MER-C, yaitu Presidium MER-C Dr.Ir. Ahyahudin Sodri, M.Sc., Pembina MER-C Padang dr. Yusri Dianne Jurnalis, relawan MER-C Padang Ir. Zirma Juneldi, MSi., serta relawan pembangunan sarana umum MER-C di Mentawai Khoirul Mustofa dan  Turut hadir Ketua Yayasan YAPISMEN Zubir Sakarebau, Kepala Sekolah Mts Al Muhtadin Muara Sikabaluan, Imam Musholla Haris Edi Hidayat, serta para guru dan tokoh masyarakat setempat. Presidium MER-C dalam sambutanya menyampaikan harapan bahwa sejumlah bangunan yang telah direnovasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat secara luas. “Harapan kami dari sedikit yang kami lakukan, di mana itu termasuk juga Alhamdulillah dengan selesainya program rekonstruksi pembangunan sekolah, posyandu dan juga renovasi madrasah dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya untuk masyarakat,” ujar Ahyahudin. Imam Mushola Haris Edi Hidayat mengaku warga sangat senang dengan adanya mushollah bantuan MER-C ini. ia mengatkan, selain untuk shalat berjamaah, Mushollah ini juga dipakai untuk kegiatan mengaji anak-anak. Kedepannya diharapkan juga dapat digunakan untuk kegiatan majelis taklim. Salah satu fasilitas yang diserahterimakan adalah Posyandu Muara yang juga dirancang sebagai markas MER-C di wilayah tersebut. Pemanfaatannya akan dilakukan atas kerja sama Yayasan, Desa dan Puskesmas Sikabaluan. Ke depannya Posyandu ini akan melayani enam desa di sekitarnya.  Proses pembangunan dan renovasi ini dilakukan mulai 20 Mei 2024 dan selesai pada 14 Agustus 2024. Dana renovasi dan pembangunan berasal dari donasi masyarakat Indonesia melalui MER-C untuk amanah Mentawai, wilayah yang rawan diguncang gempa dan tsunami.

MER-C Ikut Workshop Konsolidasi Jaringan LSM Aceh Peduli Pengungsi Rohingya

Banda Aceh – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Aceh pada Kamis (20/3) mengikuti workshops konsolidasi jaringan LSM Aceh Peduli Pengungsi Rohingya yang digelar di Banda Aceh.  Acara ini diikuti oleh sekitar 30 orang perwakilan dari koalisi masyarakat sipil Aceh peduli pengungsi Rohingya dan sejumlah stakeholder terkait.  Konsolidasi ini sendiri digelar untuk meningkatkan koordinasi diantara anggota jaringan masyarakat sipil di Aceh yang bekerja terkait pengungsi Rohingnya, sharing pembelajaran antara masing-masing LSM dalam melakukan kegiatan terkait penanganan pengungsi Rohingnya, serta menyusun sebuah peta jalan prioritas bagi jaringan masyarakat sipil di Aceh untuk masa mendatang. Sehingga melalui workshop ini, ada peningkatan kapasitas masing-masing anggota jejaring dalam melaksanakan koordinasi lintas sektor. Pengungsi Rohingya merupakan salah satu persoalan pengungsi yang menjadi sorotan dunia internasional. Sejak konflik yang pecah di Myanmar pada tahun 2012, gelombang pengungsi yang sangat besar terjadi di beberapa wilayah Asia Tenggara, salah satunya yaitu di Indonesia.  Etnis Rohingya telah banyak kehilangan nyawa sehingga mereka mengungsi ke negara lain demi mendapatkan perlindungan secara aman.  Pengungsi Rohingya pertama tiba di Indonesia pada pertengahan Mei 2015 dan terus berdatangan hingga kini jumlahnya terus bertambah.

MER-C Kirim Tim Medis Bantu Korban Banjir Jabodetabek

Jakarta – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) hari Kamis (6/3) mengirimkan tim medis untuk membantu korban banjir Jabodetabek.  Tim yang diturunkan terdiri dari enam orang, yaitu dr. Shinta Chairiah, Sp.P, M.M (Dokter Spesialis Paru), dr. Ilham Wahyu (Dokter Umum) dr. Siti Lirih Chumairah (Dokter Umum),  Iis Islamiah (Tim Logistik), Herlina Endah Atmaja S.S.,  M.A (Tim Dokumentasi) serta Karidi (Tim Transportasi).  Ketua MER-C Jakarta dr. Rifqi Zulfikar, Sp.B., FINACS., M.Ked.Klin mengatakan, tim yang dikirimkan hari ini merupakan tim advance, yang ditugaskan untuk melakukan penilaian wilayah mana saja yang terdampak, bantuan yang diperlukan warga setempat serta menentukan lokasi untuk pendirian posko. “Untuk pemberian bantuan dan pendirian posko MER-C juga akan berkoordinasi dengan BPBD setempat. Adapun lama pendirian posko dan tim bertugas nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi,” kata dr. Rifqi.  Salah satu relawan yang bertugas dr. Siti Lirih Chumairah menambahkan, meski masih dalam tahap penilaian, tim sudah membawa obat-obatan, peralatan kesehatan serta beberapa hal lainnya yang diperlukan untuk kondisi banjir.  “Kalau ada yang memang memerlukan pertolongan emergency kami akan langsung memberikan pertolongan medis,” ujarnya.  Setelah melakukan penilaian, MER-C rencananya akan menurunkan tim di lokasi yang diperlukan pada hari Sabtu dan Minggu.  Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir, Anda dapat menyalurkan melalui Donasi amanah Kemanusiaan MER-C : BCA 686.0099339 BSI 701.5658899Atas nama Medical Emergency Rescue Committee

MER-C Adakan Pelatihan Jurnalistik untuk Relawan

Jakarta – Medical Emergency Rescue Committee ( MER-C) Indonesia pada Sabtu (8/2) mengadakan pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Media Sosial untuk relawan.  “Tujuan pelatihan ini diadakan untuk peningkatan keahlian teman-teman relawan dalam membuat penulisan dan dokumentasi kegiatan MER-C yang mereka ikuti,” ujar Presidium MER-C Indonesia dr. Tonggo Meaty saat menyampaikan sambutan pada Pelatihan tersebut, yang digelar di Kantor Pusat MER-C, Jakarta Pusat.  Selain itu, ketua divisi relawan MER-C dr. Guntur juga mengatakan, pelatihan ini sangat membantu para relawan yang akan terjun langsung ke lapangan dan perlu membuat laporan atau berita.  Pelatihan Jurnalistik dan Pengolahan Media Sosial ini diisi oleh Redaktur Republika M. Nasih, Jurnalis Senior Fitra Ratory dan sejumlah jurnalis senior lainnya. 

MER-C & MUHAMMADIYAH: Perkuat Sinergi Misi Kemanusiaan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Kamis (6/2) bertemu pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk membahas peluang kerja sama serta memaparkan sejumlah program kemanusiaan yang telah dilakukan oleh MER-C.  Kehadiran MER-C disambut oleh Ketua PP Muhammadiyah Dr. Agus Taufiqurrahman, Gunawan Hidayat dari Muhamamdiyah Aid, Direktur Utama LAZISMU Pusat Ibnu Tsani dan Shofia Khoerunisa serta dr. Slamet Budiarto dari Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU).  Dalam kesempatan itu, Presidium MER-C dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.OT.Subsp.Co(K), MARS, menyampaikan sejumlah program yang dikerjakan oleh MER-C. Pertama, terkait pengiriman Emergency Medical Team (EMT) ke Jalur Gaza yang saat ini sudah sampai tahap ketujuh.  “Alhamdulillah sejak Februari tahun lalu, Tim medis kita bisa masuk Gaza di bawah EMT, karena memang sebelum gencatan senjata hanya WHO yang bisa masuk,” ujar dr. Zecky.  MER-C sendiri berharap, pasca genjatan senjata akan banyak lembaga yang bisa masuk Gaza, termasuk Muhammadiyah yang juga memiliki Tim EMT karena saat ini masih sedikit relawan yang masuk dari Asia Tenggara dibandingkan dengan negara-negara Eropa. Ia juga menjelaskan kondisi RS Indonesia di Gaza Utara yang saat ini sudah dapat diakses oleh Tim EMT MER-C ke-7, di mana pelayanan UGD 24 jam sudah dibuka kembali meski masih mengalami kerusakan berat.  MER- juga terus berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza (MoH) terkait rencana pembangunan kembali RS Indonesia.  Selain itu, MER-C juga mengelola klinik spesialis di Gaza Selatan, di mana biaya operasional dan tenaga kesehatannya ditanggung oleh MER-C.  Kedua, MER-C juga menyampaikan terkait upaya pembangunan rumah sakit di Galela, Halmahera Utara, yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Terkait ini MER-C mengajak Muhammadiyah untuk bisa bekerja sama mewujudkan keinginan masyarakat memiliki rumah sakit. Selain itu, dr. Zecky juga menyampaikan beberapa program MER-C di Afghanistan. Terbaru, MER-C telah membangun sumur bor di Provinsi Herat, untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga terdampak gempa bumi 7 Oktober 2023 lalu.  “Semoga kita bisa bersinergi dan melakukan komunikasi lebih lanjut terkait hal yang mungkin bisa kita kerjasamakan ini,” kata dr. Zecky.  Ketua PP Muhammadiya Dr. Agus Taufiqurrahman mengatakan, Muhammadiyah dan MER-C memiliki kesamaan dalam hal kepedulian terhadap umat. Untuk itu, ia berharap banyak hal yang nantinya dapat dikerjakan bersama.  Ia juga memberikan apresiasi atas kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh MER-C, di mana relawannya memiliki keberanian untuk hadir di tempat-tempat atau wilayah konflik yang biasanya justru dihindari.  Dalam kesempatan itu, LAZISMU dan Muhammadiyah Aid juga menyatakan siap untuk bersinergi dengan MER-C.

MER-C Cabang Medan Gelar Sunatan Massal

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Cabang Medan bersama Yayasan Batak Islam Nauli (BIN), HMI Komisariat Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) pada 26 Januari 2025 menggelar sunatan massal.  Sunatan massal digelar di Masjid Al-Ikhlas Desa Sukandebi, Kecamatan Tigaligga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, yang merupakan daerah Minoritas Muslim dan Terpencil.  Tim medis dan relawan berangkat menggunakan 3 mobil dengan personil sebanyak 17 orang, terdiri dari lima orang dokter, lima orang mahasiswa kedokteran, tiga orang keperawatan, dua orang mahasiswa keperawatan dan dua tenaga administrasi.  Total peserta sunatan massal sebanyak 64 orang, 59 orang anak-anak dan 5 orang dewasa.  MER-C Cabang Medan menyampaikan terima kasih kami kepada para donatur dan pihak-pihak yg berpartisipasi demi suksesnya acara sunatan massal ini.     

MER-C Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih dan Perlengkapan Ibadah untuk Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali menyalurkan bantuan untuk pengungsi Rohingya di kamp eks-imigrasi, Lhokseumawe, Aceh Timur. “Alhamdulillah pada 9-18 Januari 2025, MER-C kembali menyalurkan bantuan berupa air bersih sebanyak satu mobil tangka air ukuran 5000 ml setiap harinya,” ujar Project Manager MER-C Ira Hadiati, Kamis (23/1). Kemudian pada 21 Januari 2025, MER-C juga memberikan bantuan berupa 78 mukenah dan satu rol terpal alas sholat dengan lebar empat meter untuk pengungsi yang baru tiba beberapa waktu lalu. Ira mengatakan bantuan yang diberikan ini sesuai dengan kebutuhan yang diinformasikan oleh Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Aceh Timur. Lebih lanjut Ira mengatakan, suplai bantuan air bersih ini rencananya akan dilanjutkan pada 23 Januari hingga 5 Februari 2025, mengingat kebutuhan air bersih di kamp pengungsi eks-Kantor Imigrasi Lhokseumawe saat ini masih belum terpenuhi. Sebelumnya MER-C juga telah memberikan bantuan tujuh tangki air bersih sebanyak 35.000 liter untuk pengungsi Rohingya di eks-gedung Imigrasi Lhokseumawe, karena memang pengungsi di kamp tersebut mengalami kekurangan air bersih.

MER-C bersama Sejumlah Organisasi Wartawan Gelar Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan 4 Organisasi Wartawan yakni Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Aceh, Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar peringatan 20 tahun gempa dan tsunami Aceh pada Kamis (26/12), dengan tema “Mengenang Sahabat”. Acara ini digelar di Sinargalih, AJI Banda Aceh, dengan rangkaian acara tausyiah, doa bersama, santunan untuk 50 anak yatim-piatu dan dhuafa serta syukuran atau makan bersama.  Koordinator MER-C Aceh Ira Hadiati mengatakan, hampir setiap tahun MER-C mengadakan peringatan tsunami Aceh bersama lembaga-lembaga lainnya yang berada di Aceh. “Ini sebagai pengingat dan untuk mengambil pelajaran dari kejadian gempa dan tsunami tersebut agar kita kedepan bisa menjadin insan yang lebih baik dan berguna untuk umat,” ujarnya.  Ia mengatakan hingga saat ini MER-C telah menjalankan berbagai macam misi kemanusiaan di luar negeri seperti Palestina, Afganistan, Suria, Myanmar/Rohingya, namun  MER-C tetap memperhatikan dan menjalankan berbagai misi kemanusiaan di dalam negeri. 20 tahun yang lalu tepatnya 26 Desember 2004, terjadi gempa dan tsunami Aceh. Tsunami terjadi setelah gempa berkekuatan 9,2 SR, mengguncang Aceh, disusul gelombang laut setinggi 30 meter.  Tsunami Aceh ini menelan korban hingga ratusan ribu jiwa. Disebutkan sekitar 126.741 orang tewas dan 93.285 orang dinyatakan hilang tersapu ombak. Bencana ini merupakan bencana alam paling mematikan pada abad ke-21, dan bencana terburuk sepanjang sejarah Indonesia.

Silahkan bertanya?