Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan 4 Organisasi Wartawan yakni Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Aceh, Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar peringatan 20 tahun gempa dan tsunami Aceh pada Kamis (26/12), dengan tema “Mengenang Sahabat”.
Acara ini digelar di Sinargalih, AJI Banda Aceh, dengan rangkaian acara tausyiah, doa bersama, santunan untuk 50 anak yatim-piatu dan dhuafa serta syukuran atau makan bersama.
Koordinator MER-C Aceh Ira Hadiati mengatakan, hampir setiap tahun MER-C mengadakan peringatan tsunami Aceh bersama lembaga-lembaga lainnya yang berada di Aceh.
“Ini sebagai pengingat dan untuk mengambil pelajaran dari kejadian gempa dan tsunami tersebut agar kita kedepan bisa menjadin insan yang lebih baik dan berguna untuk umat,” ujarnya.
Ia mengatakan hingga saat ini MER-C telah menjalankan berbagai macam misi kemanusiaan di luar negeri seperti Palestina, Afganistan, Suria, Myanmar/Rohingya, namun MER-C tetap memperhatikan dan menjalankan berbagai misi kemanusiaan di dalam negeri.
20 tahun yang lalu tepatnya 26 Desember 2004, terjadi gempa dan tsunami Aceh. Tsunami terjadi setelah gempa berkekuatan 9,2 SR, mengguncang Aceh, disusul gelombang laut setinggi 30 meter.
Tsunami Aceh ini menelan korban hingga ratusan ribu jiwa. Disebutkan sekitar 126.741 orang tewas dan 93.285 orang dinyatakan hilang tersapu ombak.
Bencana ini merupakan bencana alam paling mematikan pada abad ke-21, dan bencana terburuk sepanjang sejarah Indonesia.








