Ketua presidium MER-C Indonesia Dr. dr. Hadiki Habib mengutuk serangan pasukan penjajah Israel ke Wisma dr. Joserizal pada Rabu (17/12) lalu, yang menyebabkan sejumlah kerusakan parah.
“Wisma tersebut merupakan situs bersejarah yang menjadi bagian perjanjian internasional antara pemerintah Palestina dan rakyat Indonesia yang di wakili MER-C ketika awal pendirian Rumah Sakit Indonesia,” ujar dr. Hadiki Habib, Sabtu (21/12).
Ia menegaskan, serangan militer ke situs budaya yang masih fungsional untuk sistem kesehatan di Gaza Utara adalah kejahatan perang yang nyata, karena bertentangan dengan pasal 53 Konvensi Den Haag tahun 1953 dan pasal 15 Konvensi UNESCO tahun 1972.
Selain serangan bertubi-tubi ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Penjajah Israel juga menyasar Wisma dr. Joserizal Jurnalis yang menyebabkan Semua pintu dan jendela Wisma hancur.
Staf lokal mengatakan berusaha menutup pintu Wisma Joserizal Jurnalis saat serangan terjadi, tetapi tembakan artileri terus-menerus terjadi.
Wisma dr. Joserizal Jurnalis mulai dibangun oleh MER-C pada Juli 2014. Terletak di dalam kompleks RS Indonesia, tanah wisma juga merupakan wakaf dari pemerintah Palestina di Gaza.
Wisma dr. Joserizal Jurnalis selama ini dimanfaatkan sebagai kantor MER-C Cabang Gaza dan juga tempat tinggal relawan MER-C saat menunaikan tugas di Jalur Gaza.
Wisma mulai mengalami kerusakan sejak agresi hari pertama 7 Oktober 2023, saat salah satu serangan penjajah Israel menyasar area kompleks RS Indonesia dan mengenai kendaraan operasional MER-C yang terparkir tepat di depan Wisma dr. Joserizal Jurnalis. Sejumlah bagian Wisma mengalami kerusakan akibat terdampak ledakan dan getaran yang hebat.
Wisma sempat diperbaiki pada Agustus – September 2024 saat Tim EMT MER-C bisa mencapai Gaza Utara dan bertugas di RS Indonesia. Namun akibat serangan terbaru yang menyasar RS Indonesia dan sekitarnya, Wisma dr. Joserizal Jurnalis kembali mengalami kerusakan parah.















