MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Jalin Silaturahmi dengan MTA, Bahas Rencana Pembangunan Indonesia Medical Center di Gaza Selatan

Solo – MER-C pada Selasa (5/5/2026) silaturahmi ke Kantor Pusat Majlis Tafsir Al-Qura’n (MTA) dan bertemu dengan sejumlah pengurus. Dalam kesempatan tersebut, MER-C menyampaikan sejumlah program kemanusiaan yang sedang berjalan di Jalur Gaza, di antaranya rencana pembangunan Indonesia Medical Center di Gaza Selatan serta perkembangan terbaru kondisi RS Indonesia di Gaza Utara. MTA sendiri merupakan salah satu lembaga yang aktif mendukung berbagai program kemanusiaan MER-C, khususnya di Jalur Gaza. Dalam kunjungan tersebut, tim MER-C dipimpin oleh Ketua Presidium MER-C, Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.EM., dan turut dihadiri Presidium dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Choga Ilham Arlando, staf humas Riny Nurmarita dan Dinda Azzahra, serta dr. Erico Rizqi Yakson Kehadiran MER-C diterima langsung oleh Pembina MTA Ust. Nur Kholid Syaifullah, Lc., M.Hum., Ketua Umum MTA Prof. Drs. Mugijatna, M.Si., Ph.D., Ketua Bidang Pendidikan Drs. Heru Siswanto, Sekretaris Umum Sunarno, S.Sos., M.Hum., serta Ketua Bidang Kominfo Sutikno, ST. Melalui silaturahim ini, diharapkan kolaborasi kemanusiaan antara MER-C dan MTA dapat semakin kuat sehingga setiap program maupun misi yang dijalankan memberikan dampak lebih luas. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DYOWi6ATMql/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

MER-C Bertemu Pendiri PT Tiga Serangkai, Bahas Misi Kemanusiaan dan Komitmen Transparansi

Solo – MER-C pada Rabu (6/5) melakukan kunjungan silaturahmi dengan Pendiri PT Tiga Serangkai Hj. Siti Aminah Abdullah, sosok yang telah banyak mendukung misi kemanusiaan MER-C. Kunjungan diwakili oleh Presidium MER-C dr. Tonggo Meaty Fransisca, staf Humas Riny Nurmarita dan Dinda Azzahra, serta relawan dr. Erico Rizqi Yakson. Dalam pertemuan ini, MER-C membahas berbagai misi kemanusiaan yang telah dilakukan di sejumlah negara, termasuk Palestina. MER-C menjelaskan kepada Hj. Aminah bahwa pelaporan kegiatan kemanusiaan kepada publik merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. MER-C juga menegaskan komitmen untuk menjalankan seluruh kegiatan secara transparan. Hj. Aminah konsisten mendukung berbagai program kemanusiaan MER-C. Ia mengaku terinspirasi dari pendiri MER-C, almarhum dr. Joserizal Jurnalis, yang menurutnya merupakan figur yang gigih dalam memperjuangkan isu-isu kemanusiaan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DYMmUryz2PX/?igsh=MXAzNnh1eXF0NWpseA== https://www.facebook.com/share/r/1CyEnpTxNN/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS9Tkg7td

Ramai Foto Spanduk dan Bendera Penjajah Israel di RS Indonesia, MER-C: Kembalikan Hak Warga Gaza!

Pada tanggal 20 April 2026, beredar foto di berbagai platform media, spanduk berbahasa Ibrani yang dipasang militer penjajah Israel di sisi timur laut gedung RS Indonesia di Gaza. Spanduk bertuliskan, “Lihatlah, suatu kaum yang bangkit seperti singa betina, yang mengaum seperti singa jantan”, dipasang dalam rangka Hari Paskah Yahudi. Kejadian ini terjadi sekitar awal April 2026. Tentara Israel masuk dan melaksanakan perayaan serta tarian di atap Rumah Sakit Indonesia. Saat ini, menurut sumber lokal MER-C di Gaza, gedung RS Indonesia telah kosong dan tidak ada aktivitas. Menanggapi kejadian tersebut, MER-C Indonesia menegaskan bahwa penguasaan wilayah Gaza utara oleh penjajah Israel merupakan kejahatan kemanusiaan. Penyalahgunaan fungsi bangunan Rumah Sakit Indonesia juga merupakan pelanggaran serius terhadap Hukum Humaniter Internasional, khususnya Konvensi Jenewa 1949, serta tindakan yang memprovokasi moral masyarakat Palestina dan Indonesia. MER-C Indonesia mendorong pemerintah Indonesia agar menyampaikan nota protes keras atas tindakan provokatif tentara Israel tersebut dan mendesak agar Israel menarik diri dari wilayah Gaza yang diduduki secara ilegal. Rumah Sakit Indonesia adalah bukti solidaritas masyarakat Indonesia kepada masyarakat Palestina. Pembangunan RS Indonesia yang diinisiasi MER-C dari hasil donasi masyarakat Indonesia mulai dibangun pada 14 Mei 2011. Rumah Sakit Indonesia mulai beroperasi pada 27 Desember 2015 setelah Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza secara resmi membukanya, dan diresmikan secara simbolis oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 9 Januari 2016 di Jakarta. Selama genosida, rumah sakit ini telah menjadi bukti usaha warga Gaza menjaga kedaulatan dan mempertahankan nilai kemanusiaan. Sejak Oktober 2023 sampai Oktober 2025, militer Israel telah melakukan lebih dari 300 serangan ke Rumah Sakit Indonesia dan wilayah sekitarnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DXcOa99kz96/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Gugurnya 3 Personel TNI di Lebanon, MER-C dan TPM Soroti Pelanggaran HAM dan Serukan Perlindungan Misi Kemanusiaan

Perwakilan MER-C Indonesia menyampaikan pernyataan di acara solidaritas kemanusiaan.

Para pahlawan yang gugur adalah: • Praka Farizal Rhomadhon (gugur 29 Maret 2026 akibat serangan artileri), • Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar (gugur 30 Maret 2026 saat memimpin misi pengawalan), • Sertu Muhammad Nur Ichwan (gugur 30 Maret 2026 dalam insiden ledakan kendaraan). Peristiwa ini merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan. Para prajurit TNI yang gugur tengah mengemban amanah mulia sebagai bagian dari misi internasional untuk menjaga perdamaian dunia. Gugurnya mereka menjadi bukti nyata bahwa situasi konflik di Lebanon semakin memburuk dan tidak lagi menghormati prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional. PERNYATAAN TEGAS: INI ADALAH KEJAHATAN PERANG MER-C Indonesia dan TPM dengan tegas menyatakan bahwa serangan yang dilakukan terhadap personel penjaga perdamaian UNIFIL, termasuk gugurnya tiga prajurit TNI, merupakan KEJAHATAN PERANG (WAR CRIME) . Berdasarkan Pasal 8 ayat (2) huruf b angka (iii) Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional (ICC), serangan yang sengaja ditujukan terhadap personel,   instalasi, material, unit, atau kendaraan yang terlibat dalam misi pemeliharaan perdamaian sesuai dengan Piagam PBB dikategorikan sebagai kejahatan perang. Selain itu, Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 (2006) dan Konvensi Jenewa IV juga secara tegas melindungi pasukan penjaga perdamaian dari segala bentuk serangan. Dengan demikian, tindakan militer Israel yang secara berulang menyasar personel UNIFIL tidak hanya merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional, tetapi juga merupakan kejahatan yang dapat diadili di hadapan Mahkamah Pidana Internasional. MER-C Indonesia dan TPM mengecam keras segala bentuk serangan terhadap personel penjaga perdamaian serta fasilitas misi internasional. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan norma-norma internasional yang seharusnya dijunjung tinggi oleh semua pihak yang berkonflik. TUNTUTAN DAN SERUAN Kami menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam konflik, khususnya pihak Israel sebagai pemicu eskalasi kekerasan di wilayah tersebut, untuk segera menghentikan serangan dan menghormati keberadaan serta netralitas tim internasional yang bertugas menjalankan misi kemanusiaan. MER-C dan TPM menuntut: 1. Akuntabilitas penuh dari pemerintah Israel, termasuk investigasi independen, penindakan pelaku di lapangan sebagai pelaku kejahatan perang, dan kompensasi kepada keluarga korban serta Pemerintah Indonesia. 2. Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri, untuk mengambil langkah diplomatik tegas, membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC), serta mengevaluasi protokol perlindungan personel TNI di zona konflik. 3. Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk serangan terhadap UNIFIL, membentuk mekanisme investigasi independen, memperkuat mandat perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian, dan segera merujuk kasus ini ke ICC jika diperlukan. 4. Masyarakat internasional untuk tidak tinggal diam terhadap kejahatan perang yang terus berulang ini. Solidaritas global diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada impunitas bagi pelaku kejahatan terhadap pasukan penjaga perdamaian. Di sisi lain, kondisi di Lebanon saat ini telah memasuki fase krisis kemanusiaan yang semakin parah. Konflik berkepanjangan telah memperburuk situasi warga sipil yang membutuhkan perlindungan dan bantuan mendesak. Oleh karena itu, MER-C Indonesia menegaskan pentingnya solidaritas global untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di Lebanon. Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral, MER-C Indonesia akan terus berkomitmen untuk memberikan perhatian serta dukungan terhadap upaya-upaya kemanusiaan di wilayah konflik, termasuk Lebanon. TPM juga menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan hukum dan advokasi bagi keluarga korban serta mendukung upaya pemerintah dalam memperjuangkan hak-hak hukum korban di forum internasional. Bersama, kami mengajak seluruh elemen bangsa dan masyarakat internasional untuk bersatu mendukung perlindungan terhadap misi kemanusiaan dan menuntut keadilan bagi para pahlawan yang gugur, serta memastikan bahwa kejahatan perang ini tidak dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban. Jakarta, 01 April 2026 1. DR. Dr. Hadiki Habib, Sp.PD., Sp.Em (Ketua Presidium MER-C Indonesia) 2. H. Achmad Michdan, S.H.(Wakil Ketua Pembina TPM/Tim Pengacara Muslim) Selengkapnya di link ini

Berpulangnya KH. Muhammad Adnan Arsal, Salah Satu Tokoh Perdamaian di Poso

KH. Muhammad Adnan Arsal saat menerima penghormatan di acara duka.

Bagi MER-C, KH. Adnan Arsal memiliki tempat tersendiri. Ia merupakan sosok teladan dalam pengabdian kepada masyarakat, serta perjuangannya yang konsisten dalam menyerukan perdamaian di Poso. Hubungan MER-C dengan KH. Adnan Arsal telah terjalin cukup lama. Dalam berbagai kegiatan kemanusiaan MER-C di Poso, beliau kerap terlibat dan memberikan dukungan. Beliau juga banyak membantu serta memberikan arahan kepada relawan MER-C, sehingga program-program yang dijalankan dapat berlangsung dengan baik. Ada satu kenangan yang membekas bagi relawan MER-C. Setiap kali menjawab telepon, beliau langsung mengenali dan menyapa dengan hangat, “Apa kabar, Dokter?” Dan ketika ditanya apakah masih mengingat MER-C, beliau langsung menjawab, “Tentu saja ingat, karena MER-C selalu di hati.” Sosoknya kini mungkin telah tiada, namun jasa-jasanya dalam menghadirkan perdamaian dan kemanusiaan di Poso akan selalu dikenang. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DWgOmVxEy3h/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== 

Pekan Keempat Respons Bencana Sumatra: MER-C Perluas Jangkauan Layanan Kesehatan

Aceh – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Rabu (17/12) kembali menyampaikan update terkait penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Memasuki pekan keempat, tim MER-C terus bergerak memberikan pelayanan kesehatan melalui pos kesehatan dan mobile clinic ke wilayah-wilayah yang masih terisolir. Berdasarkan hasil penilaian tim MER-C sejak awal bencana, terdapat sejumlah rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah guna mempercepat proses pemulihan.  Salah satu kebutuhan paling mendesak adalah penyediaan air bersih. Hingga saat ini, akses air bersih masih didapatkan oleh masyarakat terdampak, padahal air bersih merupakan kebutuhan vital. Selain itu, MER-C juga menyoroti perlunya percepatan pembersihan lumpur serta material sisa banjir dan longsor. Banyak akses jalan yang masih tertutup, sehingga menghambat distribusi bantuan. Kondisi ini juga berdampak pada meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), karena lumpur yang mengering berubah menjadi debu. MER-C Incident Commander, dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.O.T., menyampaikan MER-C akan melanjutkan misi kemanusiaan di Aceh dengan mengirimkan tim tambahan dari berbagai cabang MER-C di Indonesia. Pada pekan keempat ini, MER-C juga akan membuka dua pos utama di Aceh Tamiang dan Lhokseumawe. “Dengan dibukanya dua basecamp tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan dapat menjangkau wilayah terdampak yang lebih luas,” ujar dr. Zecky. Ia menambahkan, MER-C berkomitmen untuk memberikan bantuan tanggap darurat dan pemulihan di Aceh hingga dua bulan pascabencana. Sementara itu, untuk wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat, MER-C tetap bersiaga. Apabila kondisi memburuk, tim akan kembali diterjunkan. MER-C mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, agar mereka mampu melewati masa sulit ini, serta mencegah terjadinya bencana kedua pascabanjir dan tanah longsor. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DSbhQ4iE5_T/?igsh=MW05YnI1YnB1eHJjaA==  https://www.facebook.com/share/v/17ky6MiaJY/?mibextid=wwXIfr  https://x.com/mercindonesia/status/2001860125662023949?s=46  https://vt.tiktok.com/ZSPX1Nmkw/  https://youtu.be/yZdK9nkBVfY?si=QU6jmiY7_nUeo1EP  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

MER-C kerahkan relawan nasional dukung penanggulangan bencana Hidrometeorologi di Sumatra

Jakarta, 2 Desember 2025 – MER-C Indonesia menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh korban bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak akhir November. Sampai hari ini, kondisi di tiga provinsi tersebut masih belum pulih, masih banyak daerah yang terisolir karna akses jalan yang putus total. Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), estimasi total warga terdampak di tiga provinsi tersebut mencapai 3,2 juta jiwa. MER-C Indonesia telah mengerahkan relawan nasional di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan fokus kepada  pelayanan medis, dan bantuan bahan pokok dan alat hygiene ke kantong-kantong pengungsi MER-C menghimbau Dukungan bersama kita sebagai bangsa agar tiap provinsi dapat bangkit dan mengantisipasi bencana hidrometeorologi susulan.  MER-C Indonesia berkomitmen untuk terus membersamai masyarakat di wilayah terdampak melalui pelayanan medis, pendampingan, serta penyaluran bantuan kemanusiaan. Jakarta, 2 Desember 2025MER-C INDONESIA Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DRyjnlEE6Xz/?igsh=cW1zOHFkMWhsdDdq  https://www.facebook.com/share/p/17V6BC82at/?mibextid=wwXIfr  https://x.com/mercindonesia/status/1996093330565075016?s=46  https://vt.tiktok.com/ZSftE5Cs9/  http://youtube.com/post/UgkxS8S_6RIr1NMRPoHKYhP4st454PbHQwYn?si=RkfoEnk1bTwqL56w   

Ketua Presidium MER-C Hadiri FGD UGM, Bahas Peran Indonesia dalam Isu Palestina

Jakarta – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, DR. dr. Hadiki Habib, SpPD., SpEm, ikut berpartisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Institute of International Studies, Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Gadjah Mada (UGM), di Jakarta, Senin (6/10). FGD ini merupakan rangkaian dari kegiatan penelitian berjudul “Diplomasi Indonesia dalam Merespons Krisis Kemanusiaan di Palestina” yang dipimpin oleh Dr. Ririn Tri Nurhayati, dengan peneliti Muhadi Sugiono, MA.  Dalam kesempatan itu, dr. Hadiki memperkenalkan serta menjelaskan kiprah MER-C dalam berbagai misi kemanusiaan, khususnya di Palestina. Ia menekankan pentingnya dukungan Indonesia dalam merespons krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza. Penelitian tersebut berupaya menelaah sejauh mana diplomasi kemanusiaan Indonesia berkontribusi dalam penyelesaian krisis kemanusiaan di Palestina, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan untuk merumuskan strategi diplomasi yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa depan. Selain MER-C dan tim peneliti UGM, hadir pula berbagai lembaga dan organisasi, di antaranya Muhammadiyah (LAZISMU), NU CARE-LAZISNU, BRIN, BAZNAS, Kementerian Luar Negeri, Hubungan Internasional Universitas Indonesia, serta perwakilan The Boycott, Divestment, Sanctions (BDS). Kehadiran berbagai pihak ini diharapkan dapat memperkaya diskusi dan menghasilkan gagasan konkret untuk memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi kemanusiaan, khususnya mendukung perjuangan rakyat Palestina. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DPi1L6BE70y/?igsh=MTB3MjEzZ2czYzc2dg==  https://www.facebook.com/share/p/1BEbm5ACKi/?mibextid=wwXIfr  https://x.com/merc_indonesia/status/1975865495594397901?s=46  https://vt.tiktok.com/ZSU2KMhev/  http://youtube.com/post/UgkxJnd-uGIwuEbCNg3fLb_u9m52ptlq9glx?si=J81iR8y-QNnBSfQo  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Ucapan Selamat Dubes Palestina Dr. Zuhair Al Shun untuk Milad ke-26 MER-C Indonesia

Jakarta, Duta Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia, Dr. Zuhair Al Shun, dengan rasa hormat dan kasih sayang tulus, menyampaikan ucapan selamat yang terhangat atas peringatan 26 tahun Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) Indonesia.  Selama lebih dari dua dekade, MER-C telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dan menyalurkan bantuan kemanusiaan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai belahan dunia, termasuk tanah suci kita tercinta, Palestina. Kami, rakyat Palestina, tidak akan pernah melupakan keberanian, pengorbanan, dan solidaritas yang ditunjukkan oleh para relawan MER-C, terutama dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Rumah sakit ini merupakan simbol nyata persaudaraan dan cinta antara rakyat Indonesia dan Palestina. Semoga MER-C terus berjaya, tetap kuat, dan selalu menjadi mercusuar harapan bagi mereka yang membutuhkan. Terima kasih atas semua yang telah dan akan terus Anda lakukan. Selamat ulang tahun ke-26 MER-C Indonesia. -Dr. Zuhair Al ShunDuta Besar Palestina untuk Republik Indonesia   Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DN5Yn1TE_jD/ 

Ketua EMT MER-C Soroti Tantangan Evakuasi Warga Gaza ke Pulau Galang

Jakarta – Ketua Emergency Medical Team (EMT) MER-C, dr. Arief Rachman, menyampaikan sejumlah pertimbangan terkait wacana pemerintah untuk mengevakuasi 2.000 warga Gaza ke Pulau Galang, Batam, sebagaimana diumumkan Presiden RI Prabowo Subianto dalam sidang kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/8). Menurut dr. Arief, ide ini patut diapresiasi, namun implementasinya sangat menantang. Ia mengatakan, pasien yang bisa dibawa ke Indonesia kemungkinan hanya pasien dengan kasus ringan karena pasien trauma harus distabilisasi dan diselamatkan nyawanya terlebih dahulu sebelum mendapat perawatan lanjutan.  “Kalau membawa pasien dalam kondisi darurat justru akan membuang waktu, tenaga, dan sumber daya,” ujarnya dalam diskusi Merah Putih di Nusantara tv, Rabu (13/8). Ia menekankan, tantangan besar lainnya adalah perizinan. Evakuasi pasien dari Gaza bukan hanya berkoordinasi dengan otoritas Palestina, tetapi juga harus mendapat persetujuan Israel.  “Saat ini banyak pasien yang sudah kami koordinasikan untuk dievakuasi dengan WHO ditolak Israel. Penolakan ini bukan hanya terhadap pasien tapi juga pendamping pesien untuk ikut. Karena pasien tidak mungkin keluar sendiri,” jelasnya. Selain jumlah pasien, pemerintah juga perlu menghitung jumlah pendamping yang akan dibawa. Dr. Arief kemudian mempertanyakan kesiapan fasilitas di Pulau Galang, khususnya untuk menangani kasus trauma atau rehabilitasi pascatrauma.  “Kalau bicara stabilisasi trauma, prinsipnya makin dekat, makin cepat, makin baik,” tegasnya. Ia mengingatkan agar Pulau Galang tidak menjadi “penjara kedua” bagi warga Gaza. Menurutnya, evakuasi ideal adalah ke negara atau wilayah terdekat demi pertimbangan jarak, bahasa, dan budaya.  “Kalau ke Pulau Galang, mereka bisa terisolasi dan mengalami culture shock,” tambahnya. Dr. Arief mengungkap, isu ini juga mengganggu kerja lapangan tim medis. “Riaknya bukan hanya di dalam negeri. Warga Gaza memantau dan mempertanyakan mengapa Indonesia justru mendukung rencana Israel untuk mengosongkan Gaza. Pemerintah harus mendengar aspirasi ini,” katanya. Ia menegaskan, tindakan yang paling mendesak saat ini adalah menghentikan genosida dan membuka blokade bantuan kemanusiaan.  “Rencana evakuasi harus dilakukan dengan perencanaan yang tepat. Kami sebagai tim medis akan fokus pada bagaimana menangani korban, mengaktifkan kembali rumah sakit, dan memastikan pasien sembuh tanpa cacat,” tutup dr. Arief.   Selengkapnya di link ini https://www.youtube.com/live/b9bWDPOtcm4?si=HwLgEzo-xucqnkx6  https://www.instagram.com/p/DNkJGJWzRsJ/?img_index=1 

Silahkan bertanya?