Pesan Tokoh untuk Milad ke-26 MER-C: Meneguhkan Semangat Kemanusiaan

Memasuki usia 26 tahun, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia kembali mendapat doa, harapan, dan dukungan dari berbagai tokoh bangsa. Semangat kemanusiaan yang telah menjadi jati diri MER-C terus digaungkan agar senantiasa memberi manfaat, baik di dalam negeri maupun di berbagai belahan dunia. Menteri Kesehatan RI periode 2004-2009, Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) menyampaikan apresiasi mendalam atas kiprah MER-C. Ia berharap agar semangat pengabdian kemanusiaan yang telah ditunjukkan selama ini tidak pernah surut. “MER-C diharapkan untuk tetap istiqomah dalam segala kegiatan kemanusiaan sebagaimana yang telah dilakukan selama ini baik di Indonesia maupun di luar negeri,” pesannya. Doa dan Harapan dari Pemimpin Redaksi Republika Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-26 untuk MER-C. Dalam pesannya, ia menegaskan pentingnya semangat kemanusiaan yang senantiasa menyala di tubuh MER-C. “Selamat Milad ke-26 MER-C. Semoga semangat kemanusiaan ini menginspirasi dan menguatkan bangsa,” ungkapnya. Pesan Penasihat MER-C, Ahmad Michdan Sebagai salah satu penasihat MER-C, Ahmad Michdan berpesan agar para relawan tetap menjaga spirit perjuangan meski menghadapi berbagai tantangan di usia yang semakin matang. “Usia 26 tahun adalah usia yang penuh cobaan. Mudah-mudahan anggota MER-C akan terus melakukan kegiatannya, darma baktinya, ibadahnya, serta melanjutkan cita-cita MER-C,” ucapnya. https://www.instagram.com/p/DNhbic8z28b/ Rois DSKS, Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir: Seiring Bertambahnya Usia MER-C, maka semoga semakin bertambah pula kebermanfaatannya untuk Ummat https://www.instagram.com/p/DNW63B0zFqY/ Pesan Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, untuk Milad MER-C ke-26 “Mudah-mudahan MER-C istiqomah di jalan kemanusiaan, semua upayanya menjadi amal baik dan diridhoi Allah Swt.” https://www.instagram.com/p/DNXM5EVTbvf/ Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina dr. Munir Al-Bursh dan dr Yousif Salaf Alfarra selaku Direktur Klinik Al Aqsa B, menyampaikan doa dan harapan untuk Milad MER-C ke-26 “MER-C Indonesia, lembaga hebat yang menginisiasi berdirinya RS Indonesia di Gaza, Kami mendoakan semoga sukses, dan Kami berharap semoga MER-C melanjutkan perjuangan dan kontribusnya untuk Palestina. Rakyat Palestina mengucapkan selamat untuk MER-C pada hari peringatan Milad ke-26” https://www.instagram.com/p/DNe9oewzJl8/
Selamat Jalan dr. Marwan Al-Sultan, Sosokmu Abadi di Hati Kami

Gaza — Langit Gaza kembali berselimut duka ketika serangan udara brutal pasukan pendudukan Israel merenggut nyawa dr. Marwan Al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia, bersama keluarganya pada Rabu (2/7). Kabar syahidnya beliau mengguncang relung hati, terutama mereka yang pernah bertugas bersama dr. Marwan di garda depan kemanusiaan. Di mata MER-C Indonesia, dr. Marwan bukan sekadar rekan kerja. Ia adalah saudara seperjuangan, pribadi hangat yang teguh, dan simbol semangat tak kenal lelah dalam melayani kemanusiaan di tengah kecamuk konflik. “Welcome to your embassy” Sebagai spesialis kardiologi intervensi, dr. Marwan adalah pemimpin aktif RS Indonesia di Gaza Utara. Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C banyak berinteraksi dengan beliau. Dr. Hadiki Habib, Ketua Presidium MER-C, mengingat jelas kebiasaan khas dr. Marwan menyambut setiap pagi. “Setiap kali bertemu di pagi hari, ucapannya selalu sama: ‘Welcome doctor Habib, welcome to your embassy in Indonesia Hospital, this is YOUR home’,” kenang dr. Hadiki. Saat bertugas, EMT MER-C ke-7 dan ke-8 rutin melakukan morning meeting harian pada pukul 09.00 pagi. Meski di tengah cuaca yang dingin, dr. Marwan selalu datang satu jam lebih awal. “Kami sering berdebat, karena beliau keras kepala dan penuh prinsip. Tapi akhirnya selalu berakhir dengan kopi hangat dan saling traktir makanan,” ujar dr. Hadiki. Desember 2024, saat RS Indonesia dikepung penjajah, beliau terusir dari rumah sakit. Tapi ia tidak pernah meninggalkan Gaza Utara. Saat gencatan senjata, beliau kembali, memimpin reaktivasi RS Indonesia. Bahkan pada Mei 2025, ketika dr. Marwan kembali terusir, ia tetap memilih bertahan di utara, bukti cinta dan dedikasinya terhadap RS Indonesia. “Syukur, Kami Pernah Bertemu Dengannya” Rasa kehilangan juga dirasakan oleh dr. Tonggo Meaty Fransisca, anggota Presidium MER-C yang juga pernah bertugas di Jalur Gaza. ”Hanya mau ucap syukur sama Allah, Kami semua diberi kesempatan di perkenankan bertemu dengannya, dan dekat dengannya,”tutur dr. Mea. “Semoga energi kebaikan dan keberanian dr. Marwan tidak hanya dirasakan oleh kami yang pernah mengenalnya, tapi juga oleh seluruh relawan MER-C dan masyarakat Indonesia,” tambahnya. Sosok yang Abadi dalam Kenangan dan Perjuangan Kepergian dr. Marwan Al-Sultan meninggalkan duka mendalam di tengah tragedi kemanusiaan yang terus berkecamuk di Gaza. Namun, jejak pengabdian, senyum ramah, dan semangat perjuangannya akan terus hidup dalam hati para relawan, pasien, dan rakyat Gaza. Ia bukan hanya syahid dalam bom penjajah, tapi juga syahid dalam perjuangan kemanusiaan. Seorang dokter, pemimpin, sahabat, dan pejuang. Gaza kehilangan salah satu sosok terbaiknya. MER-C kehilangan saudara seperjuangan. Dan dunia kehilangan simbol keberanian dan keteguhan. Selamat jalan, dr. Marwan. Tempatmu kini adalah tempat terbaik di sisi-Nya. Sosokmu abadi di hati kami.
MER-C Indonesia Official Statement Condemnation of the Killing of Dr. Marwan Al Sultan Director of Indonesia Hospital, North Gaza, Palestine

On Wednesday, July 2, 2025, MER-C Indonesia received the devastating news of the death of our esteemed colleague, Dr. Marwan Al Sultan—a consultant in interventional cardiology and the Director of Indonesia Hospital in North Gaza. He, along with his wife and children, was killed in a direct aerial bombardment on their temporary residence in northern Gaza. Since the onset of the 2023 Gaza genocide, Dr. Al Sultan relentlessly led Indonesia Hospital under grave circumstances, providing essential medical services to the Palestinian people despite the constant threat of Israeli airstrikes and severe resource limitations. After the hospital blockade in December 2024, which forced him out of the facility, he remained in northern Gaza and returned to reactive operations during the January 2025 ceasefire. Known for his openness and cooperative spirit, Dr. Al Sultan worked closely with numerous international humanitarian teams serving in northern Gaza, including those from the UK, France, the Netherlands, Belgium, Spain, Canada, and Morocco. Under his leadership, Indonesia Hospital became a vital hub for healthcare—not a military target as falsely accused by Israeli narratives. Between January and March 2025, MER-C Indonesia’s EMT team collaborated directly with Dr. Al Sultan in reviving emergency services and restoring full hospital operations. He was known for his candor, spontaneity, and firm leadership—traits that shaped daily hospital management meetings, often filled with rigorous debates and always ending with camaraderie over coffee and shared meals. The killing of Dr. Marwan Al Sultan and his family is a flagrant violation of humanitarian principles and a grave act of injustice that must be held accountable. This is a day of mourning for all of humanity. We refuse to remain silent. Jakarta, July 2, 2025MER-C Indonesia More Info https://www.instagram.com/p/DLo9K32zjSx/?img_index=1
Dr. Marwan Al-Sultan, Direktur RS Indonesia di Gaza, Syahid dalam Serangan Udara Israel

Gaza – Kabar duka kembali datang dari Jalur Gaza. Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dr. Marwan al-Sultan, syahid bersama anggota keluarganya dalam serangan udara Israel yang menghantam kediamannya, di kawasan Tal al-Hawa, sebelah barat daya Kota Gaza, Rabu (2/7/2025). Informasi yang diterima menyebutkan bahwa total sembilan warga Palestina syahid dunia dalam serangan tersebut, dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. “Dengan penuh duka yang mendalam, saya sampaikan berita yang memilukan tentang gugurnya dr. Marwan Sultan dan keluarganya, setelah terjadi serangan langsung di rumah mereka,” ujar relawan lokal MER-C di Gaza kepada MER-C. “Hati kami dipenuhi duka, dan kata-kata tidak dapat mengungkapkan besarnya kehilangan ini. Semoga Allah merahmati jiwa mereka, menganugerahkan mereka tempat terbaik di surga, dan memberikan ketabahan bagi semua yang mengenal dan mencintai mereka,” tuturnya. Dr. Marwan al-Sultan merupakan sosok yang berdedikasi tinggi dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gaza, khususnya selama masa-masa krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi rekan-rekan sejawat, tetapi juga bagi para pasien dan seluruh masyarakat Gaza yang mengenalnya. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan tempat terbaik di sisi-Nya bagi Dr. Marwan dan keluarganya. ————————————————————————– Dr. Marwan Al-Sultan, Director of Indonesia Hospital in Gaza, Martyred in Israeli Airstrike Gaza – Tragic news has emerged from the Gaza Strip. Dr. Marwan Al-Sultan, Director of the Indonesia Hospital in Gaza, was martyred along with family members in an Israeli airstrike that hit their home in the Tal al-Hawa area, southwest of Gaza City, on Wednesday (7/2/2025). According to reports, a total of nine Palestinians were martyred in the attack, and several others were injured. “With profound sorrow, I convey the devastating news of the passing of Dr. Marwan Sultan and his family, after a direct attack on their home,” said a local MER-C volunteer in Gaza to MER-C Indonesia. “Our hearts are filled with grief, and words cannot express this huge of loss. May Allah have mercy on their souls, grant them the best place in paradise, and provide patience to all who knew and loved them,” he added. Dr. Marwan Al-Sultan was a highly dedicated figure in providing healthcare services to the people of Gaza, especially during prolonged humanitarian crises. His passing leaves a deep sorrow, not only for his colleagues but also for the patients and the entire Gaza community who knew him. May Allah bestow mercy and the best place by His side upon Dr. Marwan and his family.
MER-C Hadiri Perayaan Idul Adha 1446 H di Lhokseumawe, Perkuat Misi Kemanusiaan dan Persaudaraan Umat

Lhokseumawe — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) turut hadir dalam kegiatan kemanusiaan perayaan Idul Adha 1446 H yang diselenggarakan oleh Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) di Dayah Zurriyatul Qur’ani Al Ma’arif (ZQA), Buket Rata, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh. Kehadiran MER-C dalam acara ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam misi kemanusiaan. Dalam kesempatan tersebut, Koordinator MER-C wilayah Aceh, Ira Hadiati, menegaskan pentingnya momen Idul Adha sebagai sarana mempererat solidaritas dan persaudaraan antarumat Islam, termasuk kepedulian terhadap para pengungsi seperti etnis Rohingya yang kini menetap sementara di Aceh. Kegiatan yang digelar oleh YKMI bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan asal Prancis, Secours Islamique France (SIF), ini menyalurkan ratusan paket daging qurban kepada masyarakat miskin dan prasejahtera di beberapa gampong di Kota Lhokseumawe, termasuk Gampong Alue Awe, Ulee Blang Manee, Meunasah Manyang, dan Mesjid Peunteut, serta kepada guru-guru Dayah Zurriyatul Qur’ani. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH., yang turut hadir, menyampaikan apresiasi kepada YKMI, SIF, dan seluruh pihak pendukung atas kontribusi nyata kepada masyarakat. Ia juga menyerahkan secara simbolis paket daging qurban kepada masyarakat penerima manfaat. Ia mengatakan, acara ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan harus terus dipelihara, terlebih dalam konteks Aceh yang dikenal sebagai masyarakat pemulia jamee (memuliakan tamu). Selain Wali Kota dan perwakilan MER-C, acara turut dihadiri oleh Ketua YKMI Elfi Hasnita, Project Coordinator YKMI Turmizi Ali, Camat Blang Mangat Safriadi, S.STP., M.SM, Sekretaris Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Lhokseumawe Tgk. Ihwansyah, keuchik setempat, serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya.
Penjajah Israel Ledakkan RS Noor Al-Khaabi di Dekat RS Indonesia, Bangunan Rata dengan Tanah

BREAKING NEWS Gaza – Gedung dialisis Noor Al-Khaabi, hancur. Usai diledakkan oleh penjajah Israel pada Senin (2/6). Menurut saksi mata, pasukan Israel menempatkan sejumlah alat peledak di sekitar bangunan. Tak lama kemudian, ledakan dahsyat terdengar bersamaan dengan robohnya RS Noor Al-Khaabi yang berjarak hanya sekitar 100 meter dari Rumah Sakit Indonesia. Gedung Abu Safia yang berada di sekitarnya juga ikut hancur akibat ledakan ini. Bangunan yang terletak di bagian utara Gaza itu telah dikosongkan sejak pengepungan yang terjadi beberapa waktu lalu rata dengan tanah Saat ini, masih terdapat sejumlah staf rumah sakit, relawan lokal MER-C Indonesia dan beberapa warga di RS Indonesia yang menolak untuk dievakuasi dan tetap bertahan di tengah situasi yang semakin berbahaya. Info lengkap lihat di link ini https://www.instagram.com/reel/DKY5NvcT7Kf/?igsh=bG9pdXRrcXg2ZDRh https://x.com/mercindonesia/status/1929433107092197550?s=46 https://www.facebook.com/share/v/16jV7U94YW/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSkYdfden/ https://youtu.be/g-rRdFANz90?si=FKWeTM7vJvb-_f98
Pernyataan Sikap MER-C Indonesia terkait Lumpuhnya Sistem Kesehatan di Gaza Utara

Meski dengan berbagai kecaman dan peringatan, penjajah israel terus melakukan kejahatan kemanusiaan di Jalur Gaza. Terbaru, 30 Mei 2025 telah terjadi penutupan seluruh layanan rumah sakit di Gaza Utara. Selama agresi, penjajah israel juga melakukan pengrusakan Rumah Sakit Indonesia dan wisma dr. Joserizal Jurnalis. Pengrusakan ini akan melukai bangsa dan rakyat Indonesia yang sudah bersusah payah membangun dan mengoperasikan Rumah Sakit Indonesia untuk menolong warga Palestina. MER-C mengambil sikap sesuai dengan konstitusi bangsa Indonesia, bahwa tidak mengakui penjajahan dalam bentuk apapun, sehingga penjajahan dan kejahatan kemanusiaan oleh israel harus dipertanggungjawabkan di tingkat internasional. Saat ini, kita terus berusaha mendukung sistem kesehatan Gaza dengan operasional klinik bersama Kementrian Kesehatan Palestina di Al Mawasi, Gaza Selatan. Namun, penderitaan masyarakat sangat besar akibat kelaparan dan opsi bantuan terbatas karena blokade pangan. Krisis kemanusiaan tidak layak dijadikan bahan transaksi, hentikan peperangan dan buka blokade pangan di Gaza, Palestina. Tuntutan ini akan terus dan tetap kami suarakan ! Jakarta, 30 Mei 2025MER-C Indonesia ——————————————————- Position Statement of MER-C Indonesia Regarding the Collapse of the Health System ini North Gaza Despite widespread condemnation and numerous warnings, the Israeli occupying force persists in committing crimes against humanity in the Gaza Strip. Most recently, as of May 30, 2025, all hospital services in Northern Gaza have been shut down. Throughout this ongoing aggression, Israeli forces have also caused damage to the Indonesia Hospital and Dr. Joserizal Jurnalis’s guesthouse. This destruction deeply affects the Indonesian nation and its people, who painstakingly built and operated the hospital to provide assistance to the Palestinian. MER-C adopts a position consistent with the Constitution of the Republic of Indonesia, which rejects all forms of colonialism. Therefore, the occupation and crimes against humanity perpetrated by Israel must be held accountable at the international level. Currently, we continue supporting Gaza’s healthcare system by operating a clinic in Al Mawasi, Southern Gaza, in collaboration with the Palestinian Ministry of Health. However, the suffering is immense due to widespread starvation and severely limited aid options, exacerbated by the ongoing food blockade.The humanitarian crisis must not be exploited for transactional purposes. We demand an immediate ceasefire and the lifting of the food blockade in Gaza, Palestine. These demands will continue to be our unwavering voice. Jakarta, May 30, 2025MER-C Indonesia Info lengkap lihat di link ini – https://www.instagram.com/p/DKS3wlnTAAG/
Israel Hancurkan Generator Listrik RS Indonesia

BREAKING NEWS Gaza – Serangan bom penjajah Israel melalui quadcopter terjadi pada Selasa (20/5), pukul 00.43 waktu setempat, yang menargetkan pusat generator di sebelah barat Rumah Sakit Indonesia. Serangan tersebut menyebabkan 3 generator terbakar. Relawan lokal MER-C, Abeed, menyatakan bahwa peristiwa ini menyebabkan pasokan air dan listrik terganggu, serta menimbulkan ketakutan di kalangan warga dan staf rumah sakit. Generator yang menggunakan bahan bakar solar ini merupakan komponen vital dalam operasional rumah sakit, karena menyuplai aliran listrik ke seluruh fasilitas. Selain itu, lokasi generator yang berdampingan dengan tangki solar menambah risiko bahaya kebakaran yang lebih besar. Selain generator, tiang pemancar sinyal internet juga dilaporkan menjadi target serangan, yang menyebabkan munculnya api kecil. Namun, belum dapat dipastikan apakah api tersebut menyebabkan kebakaran besar atau tidak, karena tidak ada yang dapat melihat keadaan di atap untuk memadamkan api. Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan Palang Merah setempat untuk merespons situasi darurat ini. Setelah hampir 2 jam menunggu izin, penjajah akhirnya mengizinkan pemadam kebakaran untuk memadamkan api pada pukul 02.44 WIB. Api telah berhasil dipadamkan, namun diperkirakan semua generator mengalami kerusakan parah. Situasi ini sangat mengkhawatirkan, mengingat pentingnya rumah sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Serangan terhadap fasilitas kesehatan sudah tidak diindahkan penjajah sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional. Selengkapnya : https://www.instagram.com/reel/DJ3LiN8TDKG/?igsh=cXNucWx4bnhlZ2N2 https://x.com/mercindonesia/status/1924689282318663974?s=46 https://www.facebook.com/share/v/16m9YeiNkN/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZShgprQfP/
Dr. Marwan Al-Sultan Minta Pemerintah Indonesia untuk Desak Penjajah Israel Berlakukan Gencatan Senjata

Dr. Marwan Al-Sultan, Direktur RS Indonesia di Gaza, menyerukan agar pemerintah Indonesia mendesak penjajah Israel untuk segera menghentikan agresi dan memberlakukan gencatan senjata, hal ini disampaikan lewat video yang dikirimkan langsung ke MER-C Indonesia hari ini, Senin 19 Mei 2025 Dr. Marwan saat ini masih bertahan di RS Indonesia bersama relawan lokal MER-C dan sejumlah staf lainnya. Ia juga memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk keselamatan mereka. ————-Dr. Marwan Al-Sultan Urges Indonesian Government to Pressure Israel for Ceasefire Dr. Marwan Al-Sultan, Director of the Indonesia Hospital in Gaza, has called on the Indonesian government to pressure Israel to halt its aggression and implement a ceasefire. He conveyed this urgent appeal through a video message sent directly to MER-C Indonesia on Monday, May 19, 2025. Currently, Dr. Marwan is still holding out at the Indonesia Hospital alongside local MER-C volunteers and other staff members. He also seeks support and prayers from the Indonesian people for their safety. #CeaseFireNow#OpenTheSiege#SaveIndonesiaHospital#FreeGaza#FreePalestine Selengkapnya: https://x.com/mercindonesia/status/1924461758699434036?s=46 https://www.instagram.com/p/DJ1i5PMTd4_/?igsh=eDNsbmxwZ2Zlejd4 https://vt.tiktok.com/ZShgpsva1/ https://www.facebook.com/share/v/1KK2hkvGnf/?mibextid=wwXIfr
Serangan di Area RS Indonesia Kembali Telan Korban, Jenazah Baru Bisa Dievakuasi Setelah Izin Penjajah

Gaza, Palestina – Serangan bom dari drone penjajah Israel kembali menelan korban jiwa di sekitar Kompleks Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, pada Minggu pagi waktu setempat (18/5). Seorang warga sipil menjadi target serangan saat berusaha melintasi bagian barat rumah sakit. Korban dilaporkan langsung syahid di tempat. Namun, jenazahnya terpaksa dibiarkan tergeletak di lokasi selama beberapa jam. Tidak ada satu pun warga atau tenaga medis yang berani keluar dari bangunan rumah sakit untuk mengevakuasi jenazah tersebut, karena situasi yang sangat berisiko. Baru setelah mendapatkan izin dari penjajah, relawan lokal MER-C bersama staf medis RS Indonesia dapat mengevakuasi jenazah. Setelah berhasil dibawa ke dalam kompleks rumah sakit, korban kemudian dishalatkan dengan Direktur RS Indonesia sebagai imam. Jenazah kemudian dimakamkan di salah satu area kompleks RS Indonesia. Sejak 13 Mei 2025, serangan penjajah Israel di Gaza utara semakin intens dan terus mendekat ke area RS Indonesia. Serangan ini mengakibatkan layanan medis di RS Indonesia terganggu dan warga di sekitarnya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. —————————————————- New Attack Near Indonesia Hospital Claims Victim, Body Only Evacuated After Occupier’s Permission Gaza, Palestine – A drone bombing attack by Israeli occupation forces claimed another victim near the Indonesia Hospital complex in the Gaza Strip on Sunday morning local time (18/5). A civilian was targeted while trying to cross the western part of the hospital. The victim was reportedly killed instantly. However, the body was left lying at the scene for several hours. No residents or medical staff dared to venture out of the hospital building to evacuate the body due to the high-risk situation. Only after receiving permission from the occupation forces, local MER-C volunteers and Indonesia Hospital medical staff were able to evacuate the body. After being brought into the hospital complex, the victim was prayed for with the Director of the Indonesia Hospital as the imam. The body was then buried in one of the hospital complex areas. Since May 13, 2025, Israeli occupation attacks in northern Gaza have intensified and continued to approach the Indonesia Hospital area. These attacks have disrupted medical services at the Indonesia Hospital and forced residents in the surrounding area to evacuate to safer locations. please see this link: https://www.instagram.com/p/DJ1GJ8EzK8-/?igsh=aTF5dHNqdHlmNWZx https://www.facebook.com/share/v/1C23v1Eyrd/?mibextid=wwXIfr https://x.com/mercindonesia/status/1924393502101606532?s=46 https://vt.tiktok.com/ZShbBR7WF/