Ledakan Besar Hantam Area Sekitar Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Warga Panik

BREAKING NEWS Pada tanggal 15 Mei 2025, sebuah ledakan besar terjadi sekitar 200 meter dari Rumah Sakit Indonesia (RSI) di daerah Tal Zataar. Ledakan ini diduga akibat serangan penjajah yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Meskipun belum ada laporan tentang korban jiwa, ledakan ini menyebabkan kerusakan pada beberapa jendela di Wisma Joserizal. Sebelumnya, penjajah telah mengeluarkan perintah peringatan evakuasi di daerah sekitar Tal Zataar, termasuk RSI dan Wisma, sehingga warga setempat segera bergegas keluar dari rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman. Situasi ini tentu sangat mengkhawatirkan dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga. —————————————————— BREAKING NEWS Massive Explosion Hits Area Around Indonesia Hospital in Gaza On May 15, 2025, a massive explosion occurred approximately 200 meters from the Indonesia Hospital (RS Indonesia) in the Tal Zataar area. The explosion is suspected to be the result of an occupation forces’ attack that occurred several hours earlier. Although there are no reports of casualties, the explosion caused damage to several windows at Wisma Joserizal. Prior to the explosion, the occupation forces had issued an evacuation warning in the surrounding area, including Indonesia Hospital and Wisma, prompting residents to quickly leave their homes in search of safer locations. This situation is certainly alarming and has caused panic among residents. Selengkapnya : – https://www.instagram.com/p/DJrEwoTzlOQ/?img_index=1
Ustaz Abu Bakar Ba’asyir: MER-C, jadilah Pemaaf dan Penolong

Saat bersilaturahim ke kediaman Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, Tim MER-C mendapat sejumlah nasihat dan wejangan dari beliau. Salah satu pesan yang beliau sampaikan adalah agar MER-C senantiasa menjadi pemaaf dan penolong. Menurut beliau, dalam hal menolong, MER-C telah banyak mengamalkannya melalui program-program kemanusiaan yang dijalankan. Karena itu, beliau menekankan pentingnya sikap memaafkan apabila ada perkataan atau perbuatan yang menyakitkan. Semoga Allah senantiasa merahmati dan menjaga kesehatan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, serta memberikan keikhlasan dan kemudahan bagi MER-C dalam menjalankan setiap misi kemanusiaan. —————————————– Ustaz Abu Bakar Ba’asyir: MER-C, Be Forgiving and Helpful During a visit to Ustaz Abu Bakar Ba’asyir’s residence, the MER-C team received valuable advice and guidance from him. One of the messages he conveyed was for MER-C to always be forgiving and helpful. According to him, in terms of helping, MER-C has done a great job through its humanitarian programs. Therefore, he emphasized the importance of forgiveness when faced with hurtful words or actions. May Allah always bless and protect Ustaz Abu Bakar Ba’asyir’s health, and grant MER-C sincerity and ease in carrying out every humanitarian mission. Selengkapnya https://youtu.be/cQAk4PHs-D8?si=ZxogDsbTB2VQlo1k https://www.instagram.com/reel/DJlgYMgzLfT/?igsh=dWR2azh5b291a3o5 https://www.facebook.com/share/v/1P4vcK2wbZ/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZShm8Uxer/
Dukung Advokasi Pengungsi, MER-C Hadiri Workshop JRS di Banda Aceh

Banda Aceh, 5-7 Mei 2025 – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) baru-baru ini mengikuti Workshop Advokasi Pengungsi dari Luar Negeri “Menuju Penanganan dan Perlindungan yang Partisipatoris”, yang diselenggarakan oleh Jesuit Refugee Service (JRS) di Banda Aceh. Dalam workshop ini, MER-C diwakili oleh Ira Hadiati selaku Project Manager MER-C for Rohingya. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas lembaga kemanusiaan dan pemerintah dalam menangani pengungsi, khususnya di Aceh dan sekitarnya. Dalam satu tahun terakhir, kondisi pengungsi Rohingya di Aceh dan sekitarnya semakin menjadi perhatian, dan workshop ini menjadi sarana penting untuk berbagi informasi dan pengalaman antara daerah dan pusat. MER-C aktif dalam menangani pengungsi Rohingya dan telah mengajukan upaya untuk mendorong perbaikan Perpres Nomor 125 Tahun 2016 berupa Policy Brief yang disampaikan melalui Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kemenhum RI. Workshop ini menjadi kesempatan bagi MER-C untuk berkolaborasi dengan lembaga kemanusiaan dan pemerintah lainnya dalam menangani pengungsi. Pembicara dalam kegiatan ini meliputi unsur pemerintahan, lembaga internasional, dan lembaga kemanusiaan, seperti Kombes Pol. Benny M Saragih, S.I.K., S.I. (Satgas Kemenkopolham), Prof Tri Nuke Pudjiastuti (Peneliti Pusat Riset BRIN), perwakilan UNHCR, dan perwakilan IOM. Ira Hadiati berharap workshop ini dapat menjadi langkah penting dalam meningkatkan penanganan pengungsi yang lebih holistik dan partisipatoris, serta memperkuat kolaborasi antara lembaga kemanusiaan dan pemerintah dalam menangani krisis pengungsi.
Rumah Sakit Indonesia di Gaza Kembali Bangkit

Sejak agresi brutal 7 Oktober 2023, MER-C terus berupaya untuk dapat hadir membersamai rakyat Palestina. Di tengah gempuran bom dan blokade yang kian mencekik, MER-C berkomitmen untuk menyalurkan bantuan secara langsung, salah satunya dengan mengirimkan tim medis yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT), yang berada di bawah koordinasi Badan Kesehatan Dunia (WHO). Estafet perjuangan ini telah sampai pada tim ke-8. Tak hanya merawat yang luka, tapi MER-C juga memastikan Rumah Sakit Indonesia bisa bangkit kembali. Dan hari ini, perlahan—di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk, RS Indonesia sudah kembali beroperasi. Terima kasih, rakyat Indonesia. Dukungan dan doa kalian telah menjadi bagian dari harapan yang terus menyala di Gaza. MER-C masih terus mengajak untuk membangun kembali RS Indonesia dan membantu saudara-saudara kita di Jalur Gaza, karena meski sudah beroperasi fasilitas yang ada masih sangat minim dan agresi masih berlangsung.
Lembaga Wakaf MER-C Resmi Terima Izin Nazhir Wakaf Uang dari BWI

Jakarta — Lembaga Wakaf MER-C menandai tonggak penting dalam upayanya mengembangkan wakaf produktif dengan resmi memperoleh izin sebagai nazhir wakaf uang dari Badan Wakaf Indonesia (BWI). Sertifikat dan surat keputusan tersebut diserahkan oleh Wakil Ketua BWI Dr. KH. Tatang Astarudin, S.Ag., S.H., M.Si., dalam acara pembinaan nazhir yang digelar di Hotel Horison Ultimate, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (29/04/2025). Dalam acara tersebut, dr. Citra Haflinda P, Sp.An., TI, selaku Ketua Lembaga Wakaf MER-C, hadir secara langsung dan menerima sertifikat serta surat keputusan dari BWI. Izin ini memberikan legitimasi resmi bagi Lembaga Wakaf MER-C, yang berada di bawah naungan Yayasan Pertolongan Kegawatdaruratan Medis, untuk mengelola dan menyalurkan wakaf secara lebih profesional dan amanah. Dengan izin sebagai nazhir wakaf uang, Lembaga Wakaf MER-C berkomitmen untuk terus menjaga transparansi, akuntabilitas dalam pengelolaan dana wakaf. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas serta memastikan bahwa dana wakaf digunakan secara optimal untuk mendukung program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Lembaga Wakaf MER-C berharap bahwa izin ini akan memperkuat kiprah lembaga dalam mengelola wakaf dan meningkatkan dampak positif bagi masyarakat, sejalan dengan visi dan misi BWI untuk mengembangkan wakaf produktif di Indonesia. Lembaga Wakaf MER-C akan terus berupaya untuk menjadi lembaga wakaf yang terpercaya dan berdampak dalam mendukung kesejahteraan umat.
MER-C Hadiri Aksi Solidaritas “Simpul Warga dari Bekasi untuk Palestina”

Bekasi — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia turut hadir dalam aksi solidaritas, talkshow, doa bersama, dan penggalangan donasi untuk Palestina yang diinisiasi oleh komunitas Salam Setara pada Minggu (27/3). Bertempat di Creative Center Kota Bekasi, acara bertajuk “Simpul Warga dari Bekasi untuk Palestina” ini dihadiri oleh masyarakat Bekasi yang menunjukkan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina. Relawan MER-C dr. Wahyu Bimantoro, Sp.An yang baru saja kembali dari Jalur Gaza bersama sejumlah narasumber lainnya hadir sebagai pembicara dalam talkshow. Dalam kesempatan tersebut, dr. Wahyu Bimantoro membagikan pengalamannya selama bertugas sebagai bagian dari Emergency Medical Team (EMT) ke-8 MER-C di Gaza, Palestina. Ia menceritakan berbagai kegiatan kemanusiaan yang dijalankan, seperti layanan kesehatan, pembangunan kembali Rumah Sakit Indonesia di Gaza, hingga pembagian paket makanan untuk masyarakat terdampak.
Tim EMT MER-C Perlihatkan Kondisi Terkini Area Komplek RS Indonesia di Gaza

Gaza, 18 April 2025 — Tim Emergency Medical Team (EMT) ke-8 MER-C Indonesia memperlihatkan kondisi terbaru di area Komplek Rumah Sakit Indonesia, Gaza, pada Kamis (18/4). Tim EMT MER-C menunjukan bagaimana kondisi terbaru di area komplek RS Indonesia dengan berjalan keliling area rumah sakit. Tim memperlihatkan beberapa pintu utama RS Indonesia yang menjadi akses keluar-masuk bagi pasien maupun relawan medis. Di sekitar area tersebut terdapat banyak pengungsi, karena wilayah tempat tinggal mereka telah hancur akibat serangan dan kini termasuk dalam zona merah (Red Zone). Di tengah krisis dan serangan yang terus berlangsung di Jalur Gaza, MER-C tetap melanjutkan proses rekonstruksi RS Indonesia yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat serangan penjajah Israel. Informasi selengkapnya : https://youtu.be/4WBGrHtg7Ps?si=vUQUOh2MG3rlGvwi https://www.instagram.com/p/DIs4rmVztCI/?igsh=MThsOW53MzNyY3hrYg== https://x.com/mercindonesia/status/1914231129705501057?s=46 https://vt.tiktok.com/ZSrGt7FC8/ https://www.facebook.com/share/v/15mg5kNK56/?mibextid=wwXIfr
Warga Gaza Kembali Jadi Korban dalam Serangan Terbaru Penjajah Israel di Jabalia

Breaking News Jabalia — Serangan udara kembali mengguncang wilayah Jabalia, Gaza, pada Sabtu (12/4) siang waktu setempat. Serangan yang terjadi sekitar 300 meter dari Rumah Sakit Indonesia itu menghantam sebuah sekolah, menyebabkan dua warga syahid, satu luka berat, dan tiga lainnya luka ringan. yang syahid langsung disemayamkan di ruang jenazah dekat RS Indonesia. Salah satu korban diketahui sebagai seorang ayah yang sebelumnya telah kehilangan seluruh anggota keluarganya dalam serangan 19 Maret lalu. Pada tanggal tersebut, serangan udara Israel merenggut nyawa anak, saudara perempuan dan ibunya. Tepat sebulan setelah tragedi itu, pria tersebut menyusul keluarga kecilnya. Ia meninggalkan seorang gadis kecil yang kini hidup seorang diri tanpa ayah, ibu dan saudaranya. Kisah pilu ini menambah daftar panjang penderitaan warga Gaza yang terus menjadi target serangan tanpa henti.
Katastropik Kemanusiaan Terburuk mengancam, MER-C Desak Tindakan Nyata Dunia Internasional Menghentikan Penghancuran Gaza Oleh Israel

Siaran Pers Jakarta, 10 April 2025 — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia melalui konferensi pers pada Kamis (10/4), menyampaikan keprihatinan mendalam atas memburuknya kondisi di Jalur Gaza yang saat ini diambang katastropik kemanusiaan. Ketua Presidium MER-C Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em., menegaskan bahwa Israel telah berulang kali membunuh tenaga medis Gaza yang sedang aktif melakukan pelayanan kesehatan dan ini merupakan kejahatan kemanusiaan. “Keadaan ini harus terus disuarakan, karena diam adalah bentuk pembiaran,” ujarnya dalam konferensi pers di Markas Besar MER-C di Jakarta. Di tengah upaya gencatan senjata, Israel terus melakukan kejahatan kemanusiaan yang sistematis dan terencana, termasuk penyerangan terhadap tenaga medis dan pekerja kemanusiaan, bahkan staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penutupan akses bantuan kemanusiaan semakin memperparah situasi, mengancam terjadinya bencana kelaparan terburuk dalam sejarah Gaza. Rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan tenaga medis menjadi sasaran serangan, pelanggaran yang secara nyata bertentangan dengan hukum humaniter internasional. Sejak 18 Maret 2025 MER-C telah mengirimkan delapan tim medis ke Jalur Gaza dan saat ini enam relawan masih berada di Rumah Sakit Indonesia, Gaza Utara. Mereka menyaksikan langsung serangan serta kehancuran demi kehancuran yang terjadi setiap hari. Ini bukan lagi sekadar konflik. Ini adalah tragedi kemanusiaan besar yang tidak boleh dibiarkan berlangsung lebih lama. Dunia internasional harus bersuara dan bertindak. Informasi lebih lanjut:Call Center MER-C: 0811990176 Hormat kami,MER-C Indonesia
MER-C Berpartisipasi dalam Aksi “Lindungi Tenaga Medis Gaza” di Jakarta

Jakarta — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) turut ambil bagian dalam aksi damai bertajuk “Lindungi Tenaga Medis Gaza” yang digelar di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (7/4). Aksi ini merupakan inisiatif gabungan dari berbagai lembaga kesehatan dan dikoordinasi langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebanyak 10 relawan dari MER-C dikerahkan untuk mengikuti aksi solidaritas ini, yang merupakan bagian dari gerakan global untuk mengecam pembunuhan terhadap tenaga kesehatan yang sedang bertugas di Gaza, Palestina. Ketua Presidium MER-C Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em menyampaikan pernyataan sikap di hadapan peserta aksi, menegaskan bahwa Israel telah berulang kali melakukan kejahatan kemanusiaan dengan membunuh tenaga medis Gaza yang sedang aktif melakukan pelayanan kesehatan. “Keadaan ini harus terus disuarakan, karena diam adalah bentuk pembiaran,” tegasnya dalam orasi. Selain itu, relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C yang pernah bertugas di Gaza juga turut menyampaikan orasi yaitu dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, Sp.PD., drg. Elisabeth L. Sarri serta Presidium MER-C dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.O.T., SubSp.C.O.(K)., M.A.R.S., Ketiganya menekankan pentingnya kesadaran global atas situasi genting yang dialami tenaga medis di Gaza, Palestina.