Emergency Medical Team (EMT) Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) ke-6 tiba di tanah air setelah dua bulan lebih bertugas di Jalur Gaza, Palestina.
Tim EMT MER-C ke-6 yang terdiri dari lima orang relawan pulang dalam dua tahap. Pertama yaitu Dokter Bedah dr. Taufiq Nugroho, SpB., FINACS. FICS, dan Perawat Kamal Putra Pratama, AMK., yang tiba di Indonesia pada 1 Januari 2025.
Kemudian Dokter Bedah dr. Faradina Sulistiyani, Sp.B, Dokter Kandungan dr. Regintha Yasmeen, Sp. OG dan satu perawat Nadia Rosi, Amd.Kep., bersama satu relawan logistik Ir. Edy Wahyudi yang telah bertugas selama hampir 10 bulan di Gaza, tiba pada Selasa, 7 Januari 2025.
Semua relawan yang baru tiba mengaku senang bisa kembali ke tanah air, namun juga sedih karena harus meninggalkan warga Gaza di tengah situasi yang terus memburuk, terutama sistem kesehatan yang saat ini menjadi target serangan.
Tim EMT MER-C ke-6 berhasil masuk ke Jalur Gaza pada akhir Oktober tahun lalu, dan bertugas di sejumlah rumah sakit di antaranya Public Aid Hospital di Gaza City dan RS Kamal Adwan, sebelum akhirnya melakukan evakuasi karena serangan penjajah ke Rumah Sakit tersebut.
Dengan penuh haru, para relawan juga menyerukan dukungan untuk warga Gaza yang saat ini dalam kondisi yang terus memburuk akibat agresi penjajah Israel, dengan lebih banyak korban sipil dari perempuan dan anak-anak.
Sejak agresi Israel ke Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, MER-C terus mengirimkan bantuan berupa makanan, air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya melalui relawan yang berada di Jalur Gaza.
MER-C mulai mengirimkan tim medis ke Gaza sejak 18 Maret 2024. MER-C berupaya untuk terus mengirimkan relawan medisnya ke Jalur Gaza, salah satu bantuan yang saat ini sangat dibutuhkan warga Gaza.









