Dari Para Pecinta Musik Metal untuk Suriah

Komunitas pecinta musik metal (metalheads) Indonesia menggelar konser amal “Peduli Damai Anti Perang”. Dengan tema “MetalheadS Respect Solidarity For Syria”, acara konser amal kali ini dikhususkan untuk menggalang bantuan bagi korban perang di Suriah. Acara yang merupakan aksi kemanusiaan dari semua metalheads tanah air digelar pada hari Minggu/30 Oktober 2016 bertempat di Outdoor Gelanggang Olah Raga Bulungan, Jakarta Selatan. Pecinta music metal yang ingin menonton konser dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp 40.000,- per orang. Seluruh hasil penjualan tiket dan merchandise pada saat acara didonasikan untuk korban perang di Suriah. MER-C menjadi organisasi yang dipercaya untuk menerima dan menyalurkan amanah ini. Pada konser malam itu terkumpul donasi sebesar Rp 54.361.000,- yang kemudian langsung diserahkan oleh panitia konser amal kepada perwakilan MER-C, Ir. Faried Thalib (Presidium MER-C) dan Ir. Idrus M. Alatas (Ketua Divisi Konstruksi MER-C). Untuk Suriah, MER-C sendiri mempunyai program “Ambulance(s) and Medical Aid for Syria”. Donasi yang diterima dari rekan-rekan pecinta music metal dan dari masyarakat lainnya akan digunakan untuk membeli bantuan ambulans bagi korban perang di Suriah. Ini bukan pertama kalinya komunitas Pecinta Musik Metal menunjukkan kepeduliannya bagi kemanusiaan melalui MER-C. Sebelumnya, untuk membantu rakyat Palestina yang mengalami blockade dan penyerangan Israel, MetalheadS Respect juga mengadakan konser amal serupa dan berhasil mengumpulkan donasi puluhan juta rupiah. Donasi langsung diserahkan kepada MER-C untuk merampungkan pembangunan dan pengadaan alat kesehatan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina.
Bisik Daun Ti Garut…

Bisik Daun Ti Garut adalah rangkaian program “Trauma Healing” hasil kerja bareng Relawan MER-C, WANADRI, Lima Amanah, Panti Asuhan Ibu Aledja Garut, Sumber Alam Garut, ITB’83 dan ILUNI UI. Kegiatan difokuskan di salah satu wilayah terdampak banjir bandang terparah, yaitu kecamatan Tarogong Kidul, khususnya kampung Cimacan, Sabtu/29 Oktober 2016. Bertempat di LEC, Terminal Guntur, Garut, kegiatan dibuka dengan pelayanan kesehatan oleh Tim MER-C yang dimulai sejak pukul 9 pagi – 12 siang. MER-C menurunkan 17 relawannya untuk bertugas pada kegiatan ini. Tercatat sekitar 200 warga korban banjir yang mendapat bantuan pengobatan. Ini adalah kedua kalinya Tim MER-C menyambangi Garut. Sebelumnya, pada masa tanggap darurat, 23 – 25 September 2016, MER-C mengirimkan Tim Medis pertamanya untuk memberikan bantuan medis kepada para korban. Dalam rangka menghibur warga korban banjir, usai pengobatan kegiatan dilanjutkan dengan berbagai acara, seperti persembahan Barongsay dan Taiko dari anak-anak Panti Asuhan Ibu Aledja, pembacaan puisi oleh Sha Ine Febriyanti, penampilan dari grup band Maximum Theory dan Swara Sabila. Sementara ITB’83 dan ILUNI UI memberikan bantuan berupa MCK dan sarana air bersih. Acara ditutup dengan nonton bareng (layar tancap), film Nagabonar.
Banjir Bandang Melanda Garut, MER-C Turunkan Tim Medis

Setelah mengumpulkan informasi dan berkoordinasi dengan jaringan MER-C di wilayah bencana Garut, Jawa Barat, Jum’at pagi/23 September 2016 MER-C segera mengirimkan relawannya sebagai Tim Advance untuk melakukan penilaian dan pemetaan serta memberikan bantuan pengobatan kepada para korban. Tim yang diturunkan dari Jakarta sebanyak 8 relawan, sementara relawan tambahan, diantaranya Dokter Spesialis Anak langsung bergabung dengan Tim di lokasi bencana. Dalam bencana banjir bandang di Garut, MER-C kembali bekerjasama dengan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung (Wanadri). Ini bukan yang pertama, MER-C dan Wanadri sebelumnya pernah bekerjasama pada misi kemanusiaan medis untuk korban bencana gempa bumi di Nepal pada tahun 2015 lalu. Setelah berkoordinasi dengan relawan Wanadri yang sudah tiba di lokasi bencana lebih awal, Sabtu pagi/24 September 2016, relawan MER-C dan Wanadri melakukan penyisiran ke wilayah terdampak banjir di Garut yang belum mendapat bantuan medis. Wilayah yang dituju tim adalah desa Banjarsari, kecamatan Bayongbong, salah satu wilayah yang terdampak banjir. Jembatan yang terputus membuat Tim harus melalui jembatan sementara yang ada untuk mencapai lokasi bencana. Melihat kondisi desa Banjarsari dan informasi dari warga setempat, maka Tim memutuskan untuk mengadakan pengobatan bagi warga korban banjir di RW 03 Kampung Pasantren dan RW 05 Kampung Rancamidin yang berada di Desa Banjarsari, Kec. Bayongbong. Warga yang berobat pada hari ini berjumlah 75 orang. Minggu/25 September 2016, tim kembali melakukan penyisiran ke wilayah banjir lainnya. Pada hari ke-3 misi, Tim menuju desa Mekarjaya, kecamatan Cikajang dan menggelar pengobatan bagi warga di wilayah ini. Hasil pengamatan dan evaluasi dari Tim Advance ini akan didiskusikan untuk menentukan langkah lebih lanjut bagi korban bencana banjir bandang Garut.
Relawan MER-C di Gaza Salurkan Amanah Qurban dari Indonesia

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini MER-C melalui cabangnya di Jalur Gaza (Palestina) kembali menyelenggarakan program qurban di wilayah terblokade ini. Sebanyak 11 ekor domba dan satu ekor sapi disembelih oleh relawan untuk kemudian dagingnya disebarkan secara langsung kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan di Jalur Gaza, baik Gaza Utara, Gaza Tengah hingga ke Gaza Selatan. Pelaksanaan qurban dikomandoi oleh perwakilan relawan MER-C di Gaza, Reza Aldilla Kurniawan yang dibantu sejumlah tenaga lokal. “Alhamdulillah, dengan dibantu oleh beberapa tenaga lokal, hari pertama Iedul Adha kami telah menjangkau keluarga yang membutuhkan di Jalur Gaza Utara dan Jalur Gaza Tengah. Penyaluran daging qurban dilakukan hingga beberapa hari ke depan dengan menjangkau wilayah Jalur Gaza Selatan meliputi Khan Younis dan Rafah,” ungkap Reza. Qurban adalah program rutin tahunan MER-C Cabang Gaza. Sejak resmi terdaftar di Kementerian Dalam Negeri setempat pada tahun 2010, MER-C Cabang Gaza menjadi perpanjangan tangan rakyat Indonesia dalam menyalurkan berbagai amanah bantuan bagi saudara-saudaranya di Gaza (Palestina), salah satunya adalah amanah qurban.
Gaza Diserang, 2 Korban Luka Dilarikan ke RS Indonesia

Gaza – Palestina, Relawan MER-C di Jalur Gaza, Reza Aldilla Kurniawan melaporkan bahwa Minggu (21/8) sekitar pukul 23.00 waktu setempat tadi malam pesawat tempur milik Angkatan Udara Israel mulai berseliweran di langit Jalur Gaza, khususnya di wilayah Gaza Utara. Antara pukul 23.00 hingga pukul 01.00 dini hari, Angkatan Udara Israel membombardir sejumlah wilayah Jalur Gaza Utara dan Tengah. Militer Israel telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya meluncurkan sedikitnya 50 roket dari udara maupun artileri. Target terparah dari serangan ini adalah Jalur Gaza Utara, terutama kota Bait Hanoun dan Bait Lahiya. Kota Bayt Lahiya adalah wilayah dimana RS Indonesia dan Wisma Rakyat Indonesia berada. Pihak Kementerian Kesehatan Jalur Gaza melaporkan sedikitnya 5 orang terluka dengan 2 diantaranya dilarikan ke Rumah Sakit Indonesia sebagai RS yang terdekat dengan lokasi serangan. Sementara korban luka lainnya dibawa ke RS Asy-Syifa di Gaza City. Concangan akibat serangan udara Israel juga dirasakan oleh para relawan yang tinggal di Wisma Rakyat Indonesia yang terletak di dalam kompleks RS Indonesia. “Selama aksi serangan berlangsung, kami yang berada di Wisma Indonesia bisa merasakan goncangannya,” ungkap Reza. “Alhamdulillah kami semua dalam kondisi baik,” imbuhnya.
Selamat Jalan Bapak Adi Sasono
Innalillaahi wa inna ilaihi roojiuun Berita kepergian Bapak begitu mengagetkan kami Duka mendalam kami rasakan karena kehilangan seorang tokoh panutan Tokoh yang sangat peduli dan baik kepada siapa saja Tokoh yang sederhana, rendah hati dan bersahaja Salah satu kenangan bersama Bapak adalah ketika melakukan kampanye untuk Pembangunan RS Indonesia Tanpa ragu Bapak menjadi salah satu tokoh yang turut membantu program RS Indonesia hingga program ini selesai Sewaktu kami bertemu kembali untuk bersilaturahmi dan menengok karena mendengar Bapak sakit, Bapak tetap terlihat tegar, semangat dan terus memberi dukungan untuk program-program kemanusiaan lainnya Kini Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang telah memanggilmu Selamat jalan Bapak Adi Sasono Terima kasih telah membimbing kami sejak awal berdirinya MER-C Meskipun Bapak telah tiada, semangat Bapak akan terus mengiringi langkah kami Doa dari kami seluruh relawan MER-C Semoga ALLAH SWT membalas semua kebaikanmu dan mengampuni semua kesalahanmu Semoga ALLAH SWT menempatkanmu di syurga-NYA Aamiin yaa robbal ‘aalamiin
MER-C Akan Turunkan Tim Relawan ke Poso Bantu Evakuasi 16 DPO

MER-C yang pernah menurunkan Tim Medisnya ke Poso ketika wilayah ini dilanda konflik pada tahun 2000 silam, kini akan kembali mengirimkan relawannya ke Poso. Hal ini dinyatakan salah satu Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT saat menghadiri pertemuan dan konferensi pers dengan Tim 13 yang digelar di Kantor Komnasham, Selasa/9 Agustus 2016. Sebelumnya Komisioner Komnasham yang juga merupakan anggota Tim 13, Siane Indriani menawarkan MER-C untuk ikut terlibat dalam proses evakuasi 16 orang sisa kelompok Santoso, Presidium MER-C langsung merespon hal ini karena MER-C memiliki pengalaman melakukan misi kemanusiaan di wilayah konflik di Poso. “Kita menganggap persoalan terorisme bukan lagi persoalan up to date. Program war on terror sudah banyak dipakai oleh si pembuatnya sendiri di Timur Tengah. Kita ingin di Indonesia persoalan ini juga selesai. Jangan sampai ini menjadi program yang dianggap penting di NKRI, karena di dunia lain juga sudah redup. Makanya kami ingin terlibat di sini. Ketika Ibu Siane menawarkan hal ini, kami langsung merespon ya,” tutur Joserizal. MER-C berencana akan menugaskan 3 hingga 4 orang relawan ke Poso. Relawan yang dipilih untuk ditugaskan dalam misi kali ini adalah para relawan wanita yang akan terdiri dari dokter, perawat dan relawan non medis. MER-C akan membuka posko di Poso untuk jangka waktu 1 sampai 2 bulan sesuai dengan kondisi di lapangan. Presidium MER-C Joserizal menjelaskan bahwa fungsi relawan MER-C adalah masuk ke hutan dan menjemput 16 orang yang masih ada di hutan untuk kemudian membawanya turun. Hal ini dilakukan seandainya proses-proses operasi yang lain mengalami kebuntuan. Tim MER-C akan melakukan perawatan medis terhadap mereka jika ada yang mengalami hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan. Berdasarkan informasi, dari 16 orang tersebut juga terdapat 2 orang wanita sehingga Tim MER-C akan menyiapkan juga masalah-masalah yang berhubungan dengan kesehatan wanita. Hal lainnya yang penting dalam proses ini menurut Joserizal adalah jaminan amnesti bagi para DPO. “Kita perlu jaminan kalau mereka bisa diberikan amnesty. Kalau mereka tidak bisa diberikan amnesti mungkin kelompok ini bisa kita amankan tapi yang lain akan tumbuh lagi dan tingkat kepercayaan akan hilang.” Selain mengirimkan relawan ke Poso, MER-C juga akan membantu operasi salah satu korban konflik Poso yang sampai saat ini masih terdapat peluru di badannya. Salah satu saksi hidup konflik Poso ini rencananya akan didatangkan ke Jakarta oleh Komnasham untuk menjalani pemeriksaan dan tindakan medis yang diperlukan.
MER-C Turunkan Tim Medis Bantu Korban Banjir dan Longsor di Carita dan Anyer

Musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Carita dan Anyer membuat MER-C menurunkan Tim Medisnya untuk memberikan bantuan pasca bencana kepada para korban. Rabu malam/27 Juli 2016, sebanyak 5 personil relawan berangkat dari kantor Pusat MER-C di Jakarta menuju lokasi bencana dengan membawa bantuan obat-obatan dan peralatan medis. Dengan kekuatan personil satu relawan dokter dengan spesialisasi penyakit dalam, satu perawat bedah dan relawan logistik serta relawan pendukung lainnya, Tim akan mencari lokasi bencana yang belum tersentuh bantuan medis. Sistem mobile clinic akan ditempuh guna menjangkau para korban bencana yang masih terisolir. Bekerjasama dengan TAGANA Kabupaten Pandeglang, esok paginya Kamis/28 Juli 2016, Tim langsung melakukan koordinasi dengan Kecamatan dan Puskesmas Carita. Dari hasil koordinasi, Tim mendapat informasi bahwa ada 4 desa yang terendam banjir, yaitu Desa Sukanegara, Banjarmasin, Sukajadi dan Carita. Diantara ke empat desa tersebut, desa yang paling parah terkena dampak bencana adalah desa Sukajadi. Dengan didampingi oleh relawan TAGANA, Tim melakukan suvai langsung ke desa ini dan memutuskan untuk membuka posko pengobatan di Kampung Pagedongan dan Kampung Sukun. Dari dua kampong, total jumlah pasien yang ditangani Tim MER-C mencapai 201 orang dengan perincian 141 pasien di kampong Pagedongan dan 60 pasien di kampong Sukun. Dikarenakan ada korban bencana yang tidak mampu datang ke posko untuk berobat, Tim MER-C kemudian mendatangi rumah pasien (home visit) dengan arahan dari warga. Dari 201 pasien tersebut, sebanyak empat pasien harus dirujuk ke sarana kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dari pengamatan Tim, pemerintah Pandeglang cukup sigap dalam menangani bencana ini. Secara umum, tidak ada korban yang dalam kondisi gawat dan sebagian besar penyakit yang ditemui adalah penyakit pasca bencana dalam kategori ringan sedang. Tim MER-C juga memprediksi tidak akan terjadi kejadian luar biasa untuk penyakit pasca bencana di wilayah Carita. Untuk itu, Jum’at pagi/29 Juli 2016, Tim kembali bergerak mencari wilayah lainnya yang masih membutuhkan bantuan medis. Kali ini Tim menuju kecamatan Mancak di kabupaten Serang. Bersama dengan relawan dari BNPB Provinsi, Tim melakukan koordinasi dengan Puskesmas Mancak. Kepala Puskesmas Mancak mengarahkan tim untuk menuju ke Kampung Cikedung yang merupakan lokasi terjadinya bencana. Pukul 13.00, tim turun ke lokasi longsor dan banjir bandang dengan menggunakan sepeda motor yang ditempuh selama 30 menit. Perjalanan kemudian harus dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 2 jam karena akses ke lokasi bencana yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan. Sepanjang berjalan kaki, tim melihat kerugian material yang sangat besar dari bencana ini walau semua penduduk dapat diselamatkan. Dua jam berjalan kaki dengan medan yang luar biasa berlumpur, tim akhirnya tiba di lokasi dan langsung membuka posko pengobatan di kampung Baru. Kampung Baru merupakan kampung yang terisolir karena semua akses ke dunia luar tertutup lumpur. Selain memberikan pelayanan medis bagi 76 pasien korban bencana alam, di kampung ini Tim juga melakukan 2 kunjungan ke rumah pasien (home visit) yang tidak dapat datang ke posko untuk berobat. Hari mulai beranjak gelap ketika tim MER-C selesai memberikan bantuan pengobatan kepada warga. Karena perjalanan yang cukup berbahaya untuk ditempuh pada malam hari, Tim memutuskan dan meminta izin menginap di rumah Ketua Kampung Cikedung. Seperti halnya di kecamatan Carita, walaupun tidak ditemui korban jiwa di wilayah bencana ini, namun Tim melihat kerugian material yang sangat besar dan merugikan banyak pihak. Meskipun longsor dan banjir bandang hanya terjadi di 4 desa, namun dikarenakan akses menuju 12 desa hanya melalui satu jalur sehingga bencana ini menyebabkan 8 kampung lainnya juga terisolir.
MER-C Bagikan 2.000 Voucher Sembako Ramadhan untuk Rakyat Gaza

Gaza – Selain program buka puasa bersama dengan mengundang 1.000 anak dan keluarga yatim di Gaza, di penghujung Ramadhan MER-C Cabang Gaza juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa pembagian voucher sembako bagi warga Gaza yang membutuhkan. Sebanyak 2.000 voucher dibagikan langsung oleh MER-C Cabang Gaza kepada warga Gaza yang berhak menerimanya. Voucher sembako senilai 150 nis atau setara dengan Rp 510 ribu per voucher dapat ditukarkan oleh warga dengan berbagai kebutuhan pokok yang mereka perlukan di toko yang telah ditunjuk dan bekerjasama dengan MER-C Cabang Gaza. Salah satu relawan MER-C Cabang Gaza, Reza Aldilla Kurniawan, melaporkan bahwa penyebaran voucher sembako mencakup wilayah Gaza Utara, Gaza Tengah dan Gaza Selatan. Untuk wilayah Gaza Utara difokuskan pada warga yang membutuhkan di sekitar RS Indonesia seperti wilayah Bayt Lahiya, Bayt Hanoun dan Jabaliya. “Awalnya MER-C Cabang Gaza hanya bekerjasama dengan 3 toko. Namun, untuk mempermudah warga melakukan penukaran voucher khususnya di Gaza bagian Selatan, maka MER-C Cabang Gaza menambah lagi kerjasama dengan 3 toko lainnya sehingga total toko yang bekerjasama dalam program ini menjadi 6 toko,” terang relawan yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam Gaza. Reza juga menjelaskan bahwa program berlangsung selama 8 hari di akhir Ramadhan mulai tanggal 23 hingga 30 Ramadhan 1437 H. Hal ini bertujuan agar bantuan dari rakyat Indonesia dapat memberikan sedikit keceriaan bagi warga Gaza dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Tim MER-C Cek Kesehatan Ust Abu Bakar Baasyir
Pemeriksaan kesehatan Ustad Abu Bakar Baasyir oleh tim Medis MER-C di LP Gunung Sindur