Menengok Wisma Rakyat Indonesia di Gaza

Sebagai wilayah misi jangka panjang, di dalam area kompleks RS Indonesia tepatnya di belakang RS Indonesia, MER-C juga telah mempersiapkan sebuah bangunan yang diberi nama “Wisma Rakyat Indonesia”. Wisma yang terdiri dari 2 lantai ini dibangun oleh para relawan dan berfungsi sebagai kantor MER-C serta tempat tinggal para relawan Indonesia yang bertugas di Gaza. Saat ini sebanyak 4 relawan masih menempati Wisma Rakyat Indonesia. Ke depan, Wisma akan menjadi tempat tinggal bagi para relawan Indonesia baik medis maupun non medis yang akan bertugas di Gaza selanjutnya. Warga Indonesia yang sedang berkunjung ke Gaza, juga dipersilahkan untuk singgah ke wisma ini. Yuk menengok ke bagian dalam Wisma Rakyat Indonesia…
Bantu Warga Palestina, Ayah Vidi Aldiano Dapat Penghargaan MER-C

Harry Kiss, ayah dari Vidi Aldiano, memperlihatkan penghargaan yang diberikan oleh MER-C REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Harry Kiss, ayah dari Vidi Aldiano, merasa tergugah mendapat penghargaan dari lembaga non pemerintah Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Ia berjanji akan terus memberikan perhatiannya kepada warga muslim yang ada di Palestina. ”Saya sangat berterimakasih kepada MER-C karena diberi kesempatan untuk membantu tugas mulia ini,” kata Harry Kiss kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/2). MER-C memberikan penghargaan kepada Harry karena telah turut berkontribusi dalam pembangunan RS Indonesia di Gaza Palestina. Ia merasa sangat bahagia bisa turut memberikan peran nyata dalam mendukung dan melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan di bidang kesehatan dan siaga bencana. “Bisa dipercaya membantu MER-C, menjadi hal yang luar biasa buat saya,” ujarnya. “Selama ini, banyak orang di luar sana, yang memiliki banyak uang tetapi tidak dikasih kesempatan untuk membantu. Kami walau pas-pasan, tapi bersyukur bisa dikasih kesempatan untuk turut serta membantu warga Palestina,” sambungnya kembali. Sumber : http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/02/09/o2a71x336-bantu-warga-palestina-ayah-vidi-aldiano-dapat-penghargaan-merc
Ruang Operasi RS Indonesia
Bagi yang bertanya-tanya kenapa nama pulau Jawa tidak ada dalam daftar nama ruang perawatan di RS Indonesia, ini jawabannya…. Nama pulau Jawa ditetapkan sebagai nama untuk ruang operasi di RS Indonesia. Rumah sakit karya anak bangsa ini dilengkapi dengan 4 kamar operasi yang diberi nama Jawa 1, Jawa 2, Jawa 3 dan Jawa 4. Dengan 4 ruang operasi, RS Indonesia sanggup melakukan semua operasi kedaruratan berupa bedah umum, trauma kepala, trauma dada dan abdomen hingga kegawatan kardiovaskuler. Peralatan bedah terkini memudahkan dokter bedah dan anestesi untuk melakukan tindakan dengan aman, nyaman dan efisien sehingga meningkatkan survival rate pasien operasi. Sejak dibuka pada akhir Desember 2015 lalu, hingga saat ini, ruang operasi RS Indonesia telah menangani banyak pasien. #Semoga_terus_manfaat
RS INDONESIA DI GAZA MULAI BEROPERASI

Minggu/27 Desember 2015 menjadi salah satu hari bersejarah dalam proses panjang program pembangunan RS INDONESIA di Jalur Gaza, Palestina. Pada hari ini, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza secara resmi membuka dan mengoperasionalkan RS INDONESIA. Bahkan dua hari sebelumnya, Kamis (24/12), Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS INDONESIA melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan sudah melakukan uji coba kesiapan peralatan-peralatan medis di RS INDONESIA dengan adanya tindakan operasi bagi tiga pasien yang berasal dari Gaza Utara. Operasi dilakukan di Ruang Operasi Jawa 1 dan Ruang Operasi Jawa 2. Usai operasi pasien langsung dipindahkan dan diinapkan ke ruang rawat inap Batam yang berada di lantai 2 RS INDONESIA. Pembukaan RS INDONESIA disambut antusias oleh warga Gaza. Pada hari Sabtu (26/12), RS INDONESIA sudah mulai menerima antrian pasien rawat jalan yang sementara masih dilayani di Ruang IGD Teungku Cik Ditiro karena Ruang Poliklinik masih dalam tahap persiapan untuk pembukaan. Sejak hari Sabtu – Minggu (26 – 27 Desember 2015), jumlah pasien rawat jalan yang berobat ke RS INDONESIA sudah mencapai 312 orang. Ruang Rawat Inap dan ICU pun mulai terisi pasien. RS Indonesia adalah sebuah karya anak bangsa yang dikerjakan oleh putra-putra bangsa dengan donasi seluruhnya murni berasal dari rakyat Indonesia tanpa bantuan asing. Dicetuskan pada Januari 2009, kemudian pembangunan fisik RS INDONESIA dimulai pada Mei 2011. Melalui dua peperangan besar pada tahun 2012 dan 2014, pembangunan RS Indonesia tetap berjalan dan selesai pada pertengahan tahun 2014. Pembangunan kemudian dilanjutkan dengan pengadaan alat kesehatan, furniture serta instalasi listrik, oksigen, telepon, internet, dll yang dimulai sejak November 2014 hingga Desember 2015. Kini di penghujung tahun 2015, tepatnya Minggu/27 Desember 2015 RS Indonesia akhirnya resmi dibuka dan memberikan pelayanan medis bagi rakyat Gaza yang membutuhkan. Rasa syukur tak terhingga dan haru yang luar biasa ketika melihat RS INDONESIA mulai dipenuhi oleh tenaga medis dan para pasien yang mengantri untuk mendapatkan pengobatan. Alat-alat medis canggih dan modern pun, akhirnya mulai digunakan dan dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan medis terbaik bagi warga Gaza yang selama ini hidup dalam agresi dan blokade illegal ketat Israel. Terima kasih dan selamat kepada rakyat Indonesia atas beroperasinya RS INDONESIA di Gaza, Palestina. Semoga semua doa, donasi, jerih payah dan keikhlasan, menjadi amal baik yang terus mengalir bagi para relawan dan donatur serta seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung program ini.
MER-C Adakan Videoconference dengan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza

Rabu (28/10), pkl 19.00 wib atau sekitar pkl 14.00 waktu Gaza, Tim MER-C yang diwakili oleh dr. Joserizal Jurnalis, SpOT (Presidium), Ir. Faried Thalib (Presidium), Ahyahudin Sodri, MSc. VDI (Ketua Tim Alkes RSI) dan dr. Yogi Prabowo, SpOT mengadakan videoconference dengan Wakil Menteri Kesehatan Palestina (dr. Yusuf Abu Al Reesh) yang didampingi staf Kementerian Kesehatan untuk membicarakan persiapan operasionalisasi RS INDONESIA. Videoconference yang berlangsung selama lebih dari 1 jam 30 menit tersebut membahas berbagai hal detail terkait persiapan pembukaan RS INDONESIA seperti kebutuhan SDM Medis dan Non Medis yang akan bertugas, pemasangan jaringan IT rumah sakit, penambahan peralatan serta sarana lainnya untuk mendukung berjalannya RS INDONESIA nanti. Rencananya, kegiatan videoconference ini akan diadakan rutin dan berkala hingga RS INDONESIA dibuka. Sementara itu, sampai saat ini MER-C masih menempatkan empat relawannya di Jalur Gaza, Palestina. Mereka adalah Ir. Edy Wahyudi, Karidi bin Martono Parjo, Miyanto Modo Sodimejo dan salah satu relawan muda yang juga tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam Gaza, Reza Aldilla Kurniawan. Meskipun pembangunan RS INDONESIA telah selesai , namun tugas keempat relawan ini masih sangat penting dan berat. Para relawan dibawah komando Ir. Edy Wahyudi harus berkoordinasi dengan berbagai pihak di Gaza, khususnya Kementerian Kesehatan Palestina untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar RS INDONESIA bisa segera dibuka.
MER-C Bagikan Bantuan Sarana Belajar untuk Anak-anak Desa Klalin 4 Papua Barat

Atas bantuan dan donasi dari para donatur untuk program “Satu untuk Papua”, Tim Relawan MER-C di Sorong Papua Barat telah membeli sejumlah perlengkapan seperti papan tulis, buku tulis, buku pelajaran dan seragam sekolah untuk melengkapi sarana belajar mengajar bagi anak-anak di Desa Klalin 4. Semoga dengan adanya perlengkapan ini dapat menambah semangat belajar anak-anak Desa Klalin 4, sebuah desa yang terletak di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat dimana warganya merupakan suku asli Papua bernama suku Kokoda yang beragama Islam. Awalnya wilayah Klalin adalah salah satu wilayah mobile clinic dari Klinik Sosial MER-C di Sorong Papua Barat. Melihat sarana dan prasarana kesehatan, sekolah dan keagamaan warga yang masih sangat minim, Tim MER-C di Papua tergerak untuk membuat program TERPADU (Kesehatan, Pendidikan, Agama dan Ekonomi) bagi warga desa setidaknya untuk 1 hingga 2 tahun ke depan. Dukungan dan bantuan untuk program “Satu untuk Papua” – Klalin 4* dapat disalurkan melalui : BCA, 686.06666.08 BNI Syariah, 08.111.929.62 A/n. Medical Emergency Rescue Committee *Harap menambahkan angka 81 diakhir nominal donasi
MER-C DIY Kirim Tim ke-2 ke Gunung Lawu

Selasa (27/10), MER-C DIY kembali memberangkatkan Tim Medis ke gunung Lawu, Cemorosewu, Magetan. Tim terdiri dari 7 orang relawan, yaitu : 1. dr. Kurniawan Harya 2. dr. Naila Amalia 3. Nanang Khoirino 4. Aji Widyatmoko 5. Ikhsan Adi Kurniawan 6. Mega Rizkawati 7. Sakti Mutiara Evitasari Pada misi kali ini, Tim MER-C DIY berencana melakukan mobile clinic pasca terjadi lagi kebakaran hebat di Gunung Lawu hari Minggu sore lalu. Berdasarkan laporan SAR UNS, masyarakat di sekitar lokasi kejadian mulai terserang penyakit seperti batuk-batuk dan muntah akibat terpaan asap pembakaran. Sebelumnya, pada hari Selasa (20/10), MER-C DIY bersama MER-C Solo juga telah mengirimkan Tim Pertama yang merupakan Tim pendampingan medis untuk BPBD, SAR, para relawan dan juga para korban dalam proses pengevakuasian korban kebakaran di gunung Lawu, Cemorosewu, Magetan. Dukungan dan bantuan bagi program ini dapat disalurkan melalui: Bank Syariah Mandiri a/n. MER-C DIY No. Rek. 700.4995818 Info lebih lanjut: Markas MER-C DIY Jl. Kaliurang Km. 6,7 Gg. Timor Timur No. E 4 B, sono, Sinduadi, Mlato, Sleman, Yogyakarta Endah, Humas MER-C DIY (085758065994) Sekretariat MER-C DIY (082135258145)
MER-C TERIMA PENGHARGAAN ‘PESAN INDONESIA KEPADA DUNIA’ DARI KEM. KOMINFO DAN ISKI

ketua Presidium MER-C, Henry Hidayatullah, saat di wawancarai MINA Wawancara Eksklusif MINA dengan dr. Henry Hidayatullah, Ketua Presidium Lembaga Kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue – Committee). Ketua Presidium Lembaga Kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), dr. Henry Hidayatullah menyatakan rasa terimakasih kepada pemerintah dan masyarakat, atas kesetiaan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada MER-C dalam menangani tugas kemanusiaan di daerah konflik maupun bantuan non konflik kepada masyarakat, di dalam maupun di luar negeri. MER-C telah menerima penghargaan ‘Pesan Indonesia kepada Dunia’ dalam ajang Anugerah Komunikasi Inodnesia (AKI) yang digelar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), awal pekan ini. Sebanyak tujuh insan dan lembaga yang dinilai telah berkomunikasi positif di ruang publik, menerima AKI, MER-C adalah salah satu penerima penghargaan itu. Dr. Henry menyatakan penghargaan yang diperoleh MER-C adalah hasil kerja bersama dan relawan-relawan yang selalu setia bersama dan masyarakat yang selalu memberikan kepercayaan kepada MER-C atas bantuan yang disalurkan untuk masyarakat di daerah-daerah konflik dan di daerah-daerah bencana. MER-C sebagai lembaga kemanusiaan tetap semangat untuk berkarya memberikan manfaat bagi semua orang tanpa memandang ras, agama dan sikap politik. Apa saja harapan MER-C ke depan untuk mengemban amanah ini ? Berikut wawancara wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Septia Eka Putri dan Ketua Presidium MER-C dr. Henry Hidayatullah, yang berlamgsung Kamis petang di Rumahsakit Pusat Pertamina di Jakarta Selatan. MINA: Apa makna penghargaan ‘Pesan Indonesia kepada Dunia’ ini bagi MER-C ? Henry Hidayatullah (MER-C): Ya, Anugerah Komunikasi Indonesia (AKI) itu ada beberapa kategori di antaranya ‘Pesan Indonesia kepada Dunia’. Sebenarnya siapa saja yang menjadi nominator kami tidak tahu, kami coba menerka-nerka saja. Yang disampaikan Ketua AKI adalah bahwa aktifitas-aktifitas MER-C, yang menunjukkan Peran Indonesia di Mata Dunia, meskipun masyarakat Indonesia sendiri masih dalam kondisi susah. Tapi apa yang kita lakukan ternyata memberikan pesan bahwa Indonesia masih peduli, nah, segi itu yang mereka nilai. Sementara dari kami sendiri, itu memang sudah menjadi ranah kita kerja, ranah kita melakukan kegiatan kemanusiaan, tapi kemudian ternyata ada apresiasi sendiri. Menteri Kominfo Rudyantara yang menyampaikan bahwa, kami mendapatkan penghargaan itu. Sebenarnya ini di luar dugaan. Penghargaan ini pertama kali diadakan. MINA: Berbicara prestasi MER-C, seperti apa MER-C di mata masyarakat sehingga mendapatkan penghargaan ini? Henry Hidayatullah : Sekali lagi, bahwa yang kita cari bukan itu, itu hanya bentuk apresiasi orang ketika melihat seseorang atau lembaga yang melakukan kegiatan yang menyentuh, misalnya atau ternyata memberikan dampak dengan indikator tertentu. Bahwa eksistensi masyarakat Indonesia di mata dunia masih tampak jelas dan itu mereka lihat ada di MER-C. Itu yang kemudian membuat kita sangat hargai. Kita sangat bersyukur terhadap apresiasi pada apa yang kita lakukan, dan itu bentuk apresiasi masyarakat. Lalu apa benyuk apresiasi lainnya dari masyarakat? Adalah masyarakat masih mempercayakan dana-nya kepada MER-C untuk disalurkan. Jadi bentuk apresiasi mereka, berbentuk kepedulian, dan kepercayaan pada MER-C untuk menyalurkan bantuan merekan. Kan sekarang banyak lembaga yang menerima bantuan, tapi tentunya masyarakat memilih lembaga yang bisa menyalurkan bantuan mereka sesuai harapan mereka. Nah mungkin mereka melihat MER-C. Kenapa bisa saya sampaikan seperti itu? Salah satu contoh adalah pengumpulan donasi untuk membangun RS Indonesia di Gaza. Besar dana terkumpul total akhir mencapai Rp. 120 miliar dan itu dari masyarakat. Jadi respon dan kepercayaan itulah yang masyarakat berikan kepada MER-C. Artinya bukan tiba-tiba masyarakat memberikan dananya kepada MER-C, tapi proses perjalanan panjang. Kita tidak ada pemberitan hoax, ini penting, tranparansi bekerja, dana, ini yang kita tekankan di organisasi ini. Tidak hanya darmawisata kemanusiaan, foto-foto kemudian pulang, tidak, ini adalah kerja nyata untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Apa yang kita lihat, apa yang kita dengar itulah yang kita informasikan. Tidak mengabarkan melakukan operasi seratus, sementara yang kita lakukan dua real nya, gakk, kalau dua yang kita lakukan, ya kita informasikan dua. Kita mencoba berjalan di atas track itu, harus clear dalam masalah itu, atas sebab itu masyarakat bisa percaya pada MER-C. MINA: Bagaimana MER-C mendapat kepercayaan masyarakat dan pemerintah ? Henry Hidayatullah : Begini, kita melakuikan sebuah kegiatan berdasarkan penilaian pada suatu hal, bukan berdasarkan kepada projek. Jadi bagi kita, apa sih program yang pas buat masyarakat? Sekali lagi, azaz manfaat bagi masyarakat itu yang kita lakukan. Yang kedua adalah politik kemanusiaan, kita melakukan politik untuk menyelamatkan kemanusiaan. Nah, ini penting, karena peranan itu harus dimainkan, sehingga ada nilai nilai kemanusiaan, ada kepedulian. Kemudian misalnya begini, menginisiasi orang untuk ikut peduli, menginisiasi pejabat atau pemerintah untuk ikut berperan. Mungkin saja mulanya mereka tidak sadar, ini peranan politik kemanusiaan, jadi intinya mengajak orang lain untuk peduli. MINA: Apa program ke depan serta harapan? Henry Hidayatullah : Yang jelas, pasti semua orang targetnya menjadi lebih baik, tentunya kita akan memperbaik internal kita dan eksternal. Internal otomatis yang berkaitan dengan kerelawaan untuk terjun kelapangan, bagaimana kemudian kita menyiapkan masyarakat lebih percaya kepada donasi yang kita sampaikan. Ini kan perlu pembenahan, Sumber Daya Alam (SDM), pendanaan, harus kita perbaiki. Saya tidak menafikan ada relawan yang belum mencapai kerelawaan yang sebenarnya, serta misi dan visi belum dapat, nah, ini tentunya koreksian untuk kita. Kemudian eksternal, tentunya terkait dengan dunia kemanusiaan pada umumnya. Memang kesulitannya adalah ketika kita mengambil ranah-ranah kemanusiaan dan itu berbaur politik, maka peran kita adalah menyadarkan bagaimana tidak terus terjadi tragedi kemanusiaan, Lagi-lagi politik kemanusiaan. Contohnya begini. Ada pengungsian akibat peperangan, pengungsian ini, ditanganin gak? Ditangani, tapi kalau perangnya terus terjadi ? Sebenarnya pengungsian ditangani, tapi lebih bijak lagi, kalau kita memberikan saran, perang dihentikan. Intinya itu. MINA: Perluasan peran MER-C seperti di Sorong ? Henry Hidayatullah : Kita tidak terlepas dari visi dan misi, kita dasarnya adalah organisai kemanusiaan yang bergerak di bidang medis, kemudian, cord nya memang medis, walaupun kemudian bisa juga merambah ke dunia lain untuk kepentingan kemanusiaan. Sementara itu untuk program-program yang berjalan, kalau untuk di daerah Indonesia Timur, hanya melanjutkan program yang sudah ada sebelumnya. Yaitu kerjasama yang namanya klalin di daerah Sorong, pengobatan, kemudian di klining mobile klinik plus pendidikan. Kerjasama dengan teman teman yang ada di NU, mereka sangat membutuhkan itu, tidak hanya kesehatan tapi juga pendidikan, belum lagi berbicara tentang lingkungan. MINA: Program MER-C di Myanmar ? Henry Hidayatullah : Problem di Myanmar adalah kaum
MER-C TEGASKAN BANGUN RUMAH SAKIT DI RAKHINE MYANMAR

Jakarta, 28 Dzulhijjah 1436/12 Oktober 2015 (MINA) – Lembaga Kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyambut baik kedatangan Menteri Sosial Rakhine State, Myanmar Aung Kyaw Min beserta rombongan di kantor pusat MER-C, Jakarta Pusat. Dalam kunjungannnya, Aung Kyaw Min membahas komitmen MER-C untuk membangun rumah sakit di wilayah tersebut. Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murrad mengatakan, rumah sakit yang akan di bangun merupakan sumbangan dari seluruh rakyat Indonesia untuk rakyat Myanmar. ” Selama ini, hubungan antara pemerintah Indonesia-Myanmar sudah terjalin dengan baik. Kali ini masyarakatnya harus melakukan sesuatu yang lebih baik pula,” kata Sarbini. Sementara itu, Sekretaris daerah Rakhine State, U Tin Maung Swe yang turut serta dalam rombongan menyatakan, saat ini yang dibutuhkan warga Rakhine adalah pendidikan dan kesehatan. Dalam bidang kesehatan, MER-C siap membantu membangun rumah sakit dengan biaya dari seluruh masyarakat Indonesia. Rencananya, MER-C akan memulai pembangunan rumahsakit di mulai pada bulan Desember 2015 mendatang. Letak rumah sakit sangat strategis karena berada di tengah-tengah komunitas Muslim Rohingya dan Budha. Dalam kunjungannya, hadir para relawan yang telah beberapa kali memberikan bantuan medis ke Myanmar, diantaranya; Ichsan Thalib dan dr. Tonggo Meaty Fransisca. Dalam misi terakhir, Agustus 2015 lalu, MER-C menyumbang ambulance kepada warga Rakhine. MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi. MER-C bertujuan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri. Organisasi ini dibentuk pada Agustus 1999. (L/Wdo/R03) Sumber : http://mirajnews.com/id/internasional/asia/merc-terima-kunjungan-mensos-rakhine-state-myanmar/
MER-C KEMBALI MENYELENGGARAKAN PROGRAM QURBAN DI GAZA

Jakarta, 25 Dzulqa’dah 1436/9 September 2015 (MINA) – Lembaga Kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Cabang Gaza kembali menyelenggarakan program Qurban untuk warga di Jalur Gaza Palestina, setelah tahun lalu melakukan hal serupa. Program Qurban ini akan dilakukan langsung oleh empat orang relawan RS Indonesia di Gaza, mulai dari memilih, membeli, menyembelih hingga membagikan hewan qurban langsung kepada yang berhak menerimanya. “Kita percaya dengan kapasitas dan kinerja para relawan di sana dalam melaksanakan program qurban tersebut dari pembelian, pemotongan, sampai mengantarkan ke rakyat Gaza,” kata Rima Manzanaris, Manajer Operasional MER-C, kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jakarta, Rabu (9/9). Menurut informasi dari tim relawan MER-C di Gaza, Ir. Edi Wahyudi, hewan qurban berupa kambing dengan berat 40 kg, di Gaza jika dirupiahkan mencapai harga Rp6 juta/ekor, sedangkan sapi dengan berat 400 kg mencapai Rp34,5 juta (sudah termasuk biaya operasional). “Kita akan buka pendaftaran Qurban bagi para donatur yang ingin menyalurkan bantuan mulai hari ini,” ujar Rima MER-C memberi batas pentransferan dana dari para donatur program tersebut hingga tanggal 18 September 2015. Hal itu untuk mempermudah kepengurusan qurban di Gaza. Bagi yang berminat berqurban untuk dibagikan kepada warga di Jalur Gaza dapat menghubungi Kantor MER-C Pusat Jakarta melalui nomor telepon 021-3159235 atau di telepon genggam 0811990176, . Dana juga dapat ditransfer melalui Rekening Program Qurban MER-C: BSM, Cabang Kramat No. Rek. 701.565.8902 a.n. Medical Emergency Rescue Committee, Bukti transfer dikirimkan ke MER-C mll fax 021-3159256 atau email ke merc@indosat.net.id, website www.mer-c.org, beserta nama lengkap, alamat, no tlp/hp, alamat email. (L/P007/P4) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/merc-kembali-selenggarakan-program-qurban-untuk-gaza-2/