MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Puluhan Nakes Gaza Antusias Ikuti Pelatihan NCD MER-C Bersama Klinik GWB

Para peserta interaktif melakukan tanya jawab. Antusias mereka menunjukkan besarnya kebutuhan akan pembaruan ilmu pengetahuan di tengah keterbatasan akses pendidikan medis di Gaza. dr. Yousef Al Farra, Koordinator Klinik GWB menyampaikan, pelatihan ini digelar untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas pelayanan bagi pasien rentan dengan penyakit kronis di Gaza. “Di masa perang ini, yang banyak terdampak adalah mereka yang rentan dengan penyakit kronis. Karena itu, MER-C Indonesia mendukung pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas pelayanan yang akan diberikan kepada pasien di Klinik Giving Without Borders, guna membantu kelompok rentan dan menangani penyakit mereka,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada MER-C atas terselenggaranya pelatihan ini. MER-C bersama Klinik GWB menggelar tiga pelatihan selama enam hari, mulai 2–7 Februari 2026. Materi pelatihan meliputi sistem respirasi, NCD, serta manajemen dan komunikasi. MER-C berharap dukungan dalam bentuk pelatihan dapat menambah wawasan baik dokter maupun perawat, di tengah minimnya akses pembaruan ilmu pengetahuan di Gaza. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia  

Antusias Staf Klinik Giving Without Borders Sambut Ramadhan

Dengan pernak-pernik buatan tangan dari bahan sederhana, mereka menghias klinik menjadi lebih hangat dan penuh nuansa Ramadhan. Semoga Ramadhan kali ini membawa ketenangan, kekuatan, dan harapan bagi semua.   Selengkapnya di link ini   ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686. 033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753754 Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.290.5803  Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia #KemanusiaanGaza  

ISPA Kian Mengkhawatirkan, MER-C Gelar Pelatihan Respiratory System untuk Nakes Gaza

Pelatihan berlangsung selama dua hari, pada 2–3 Februari 2026, di Khan Younis, Gaza Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh dokter, perawat, dan paramedis yang bekerja di layanan kesehatan. Materi pelatihan disampaikan oleh Ketua EMT MER-C ke-12, dr. Ni Nyoman Indirawati, SpPD-KPMK., bersama sejumlah dokter spesialis penyakit dalam serta dokter spesialis anak. Peningkatan kasus ISPA terjadi sejak musim dingin pada Desember lalu, di tengah blokade dan serangan penjajah Israel yang masih berlanjut. Kondisi ini membuat sistem kesehatan di Gaza yang telah kolaps semakin tertekan dan menimbulkan kondisi katastropik. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya MER-C untuk membantu pelayanan kesehatan di Gaza yang kian terpuruk. Selain pelatihan, MER-C juga mengirimkan tenaga kesehatan ke Gaza, mendukung operasional Klinik Giving Without Borders di Gaza Selatan, merenovasi fasilitas kesehatan di sejumlah rumah sakit, serta menyalurkan berbagai bantuan medis lainnya. Selengkapnya di link ini   ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Food Aid Program Ramadhan

Di saat banyak dari kita dapat menikmati Ramadhan dengan suka cita, saudara-saudara kita di Gaza menghadapi kelaparan yang semakin parah akibat blokade. Serangan yang terus berlangsung telah membuat mereka kehilangan banyak hal, bahkan hingga tak ada lagi yang tersisa. Mereka bertahan dalam kondisi serba kekurangan. Mari ulurkan tangan untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza, Palestina. Hadirkan harapan dan kebahagiaan di tengah Ramadhan mereka melalui program bantuan pangan MER-C.   Salurkan bantuan terbaik Anda melalui: BCA: 686.033.5555BSI: 700.290.5803Mandiri: 124.000.3753.754 Semua rekening atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Selengkapnya di link ini

Tim MER-C Bantu Layanan Medis di RSUD dr. Muchtar Hasbi Aceh Utara

Selama bertugas, tim MER-C membantu memperkuat pelayanan medis di beberapa poli rawat jalan rumah sakit tersebut.  Adapun penyakit terbanyak yang ditemukan pada pasien secara umum antara lain hipertensi, penyakit jantung hipertensi atau penyakit jantung koroner (HHD/CAD), osteoartritis, diabetes melitus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma bronkial, serta karies gigi. Sementara itu, pada pasien anak, kasus yang paling banyak ditangani adalah demam tifoid dan dehidrasi. Sedangkan pada pasien Poli Penyakit Dalam, penyakit yang dominan meliputi demam tifoid, vertigo perifer, dispepsia serta kehamilan dengan ISPA.  Kehadiran tim MER-C di RSUD dr. Muchtar Hasbi diharapkan dapat membantu meringankan beban layanan kesehatan pascabencana sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Aceh Utara. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

RS Indonesia: Last Standing Building

Di tengah gencatan senjata yang seharusnya berlaku, agresi brutal penjajah Israel masih terus menggempur Gaza Utara. Hingga hari ini, gedung-gedung di kawasan tersebut tetap menjadi sasaran serangan. Terbaru, penjajah menghancurkan gedung  pusat pendidikan dan sekolah perempuan, Kuwait Secondary School for Girls, di sebelah RS Indonesia.  Kini RS Indonesia menjadi yang terakhir masih berdiri di tengah reruntuhan. – Indonesia Hospital: The Last Standing Building The Indonesia Hospital in North Gaza is now the last standing structure in the area, despite suffering severe damage from repeated attacks. Even during what should be a ceasefire, the brutal aggression of the Israeli occupation continues to pound North Gaza. To this day, buildings throughout the region remain targets of ongoing strikes. Most recently, occupying forces destroyed an educational center and a girls’ school—the Kuwait Secondary School for Girls—located right next to the Indonesia Hospital. Now, the Indonesia Hospital stands alone amidst the surrounding ruins. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Sekda Aceh Apresiasi Kontribusi MER-C dalam Penanganan Pascabencana Banjir dan Longsor

Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi nyata MER-C Indonesia dalam upaya tanggap darurat serta pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor. Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan dengan MER-C di Kantor Gubernur Aceh, Jumat (16/1), untuk membahas penguatan kolaborasi penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Aceh. Dalam pertemuan itu, Presidium MER-C, Dr. Ir. Ahyahudin Sodri, M.Sc, menegaskan bahwa kehadiran MER-C adalah untuk melengkapi upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan kesehatan. “Di Aceh Tamiang, Pustu sudah berjalan dan kami mengaktifkan layanan kesehatan untuk membantu petugas lokal. Selama fase tanggap darurat kami tetap berada di sana,” ujar Ahyahudin. Ia menambahkan, fokus utama penanganan saat ini adalah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan kolera, serta persoalan keterbatasan sumber air bersih yang masih menjadi masalah serius bagi para pengungsi. Sebagai wujud komitmen dukungan MER-C untuk masyarakat Aceh yang tengah berupaya pulih pascabencana banjir dan tanah longsor, hingga saat ini, relawan MER-C masih terus bergerak di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Tengah. Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/UgkxkgYTmZpSl9_5Rhg5JvJwJZ10Ln3OO-2F?si=PH_diGf0cOpAGQDg #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Tim MER-C Lakukan Pemeriksaan Kesehatan di Dua Desa Terdampak Banjir di Aceh Utara

Aceh – Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bersama Puskesmas Banda Sakti pada Ahad (10/01/2026) melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di dua desa yang terdampak banjir di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Tim pertama bergerak ke Desa Meudang Ara dan melayani sekitar 60 warga. Selanjutnya, tim melanjutkan kegiatan ke Desa Bujok dengan jumlah penerima layanan sekitar 115 warga. Pemeriksaan kesehatan difokuskan pada skrining kesehatan dan pengobatan bagi seluruh kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia. Selain pelayanan medis, tim juga menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak sebagai upaya pemulihan psikologis, menghadirkan keceriaan di tengah kondisi sulit pascabanjir. Melalui kegiatan ini, MER-C berharap dapat membantu meringankan beban warga terdampak serta mendukung percepatan pemulihan kondisi masyarakat Aceh Utara. Selengkapnya di link ini #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Gaza dari Mata dr. Amanda: Menjahit Luka di Tanah Para Syuhada

Setiap mereka yang bertugas punya kisah tersendiri, yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya datang dari dr. Reina Inka Amanda Sugihen, Sp.B.P.R.E (Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik), Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-11, yang baru saja menuntaskan misinya di Jalur Gaza. Ia membagikan cerita yang menggugah nurani dan membuka mata kita tentang realitas yang sesungguhnya terjadi di Gaza. Saksikan cerita lengkap dr. Amanda melalui kanal MER-C Indonesia. ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Bertemu Menteri Hukum, MER-C Mengajukan Kolaborasi Kerja Kemanusiaan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Senin (30/12) bertemu dengan Menteri Hukum Republik Indonesia Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H di Gedung Kementerian Hukum (Kemenkum).  Tim MER-C yang hadir sebanyak lima orang yaitu Presidium dr. Yogi Prabowo, Sp.O.T, SubSp.Onk.Orth.R (K)., Sp.Em., dan dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.O.T., SubSp.C.O.(K)., M.A.R.S., Project Manager MER-C for Rohingya Ira Hadiati, SH., Ketua Divisi Humas Diana Caroline serta Manajer Operasional Rima Manzanaris.  Dalam kesempatan itu, dr. Yogi Prabowo mngajukan kolaborasi ke Kementrian Hukum RI terkait kegiatan kemanusiaan MER-C baik di dalam dan luar negeri.  dr. Yogi secara khusus menyampaikan permasalahan pengungsi Rohingya di Aceh, terkait status pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan HAM pengungsi.  Ia juga meminta adanya perlindungan hukum internasional bagi RS Indonesia Gaza dan RS Indonesia Rakhine, Myanmar, karena adanya permasalahan pelanggaran HAM dan Hukum International di Gaza dan Rakhine terkait akses bantuan kemanusiaan.  Untuk penanganan pengungsi Rohingya, MER-C lebih lanjut meminta penanganan yang mengedepankan HAM, dan pemerintah untuk memberikan akses sekolah, kebebasan bergerak, peluang berkontribusi terhadap lingkungan seperti warga domisili sementara sambil mereka menunggu proses selanjutnya, serta tempat penampungan yang layak atau akses ketempat-tempat tinggal mandiri seperti pengungsi-pengungsi yang tinggal mandiri di kota-kota lain.  Dalam kesempatan itu, Menteri Hukum Supratman menyampaikan apresiasi atas kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh MER-C dan menyatakan siap untuk memberikan dukungan serta bantuan yang diperlukan dalam melakukan kerja kemanusiaan ini.  “Saya sangat senang berinteraksi dan menerima kunjungan teman-teman MER-C. Pertama-tama saya memberi apresiasi atas seluruh kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh MER-C, itu adalah sebuah pekerjaan yang tidak semua orang bisa lakukan, terutama kepada teman-teman pengungsi di Rohingya di Indonesia, maupun di Rohingya sendiri,” ujar Supratman.  “Keterlibatan MER-C dalam kerja kemanusiaan patut kita apresiasi dan untuk itu pemerintah akan memberikan dukungan maksimal, termasuk dalam hal perubahan regulasi yang dibutuhkan oleh MER-C maupun lembaga-lembaga internasional yang melakukan kerja-kerja kemanusiaan terutama di bidang pengungsi,” tambahnya.  Selain itu, Supratman juga memberikan apresiasi atas langkah MER-C di Gaza, yang memberikan layanan walaupun dalam kondisi perang. Menurutnya, pengelolaan RS Indonesia oleh MER-C menjadi sesuatu yang sangat membanggakan dan sekali lagi pemerintah memberikan apresiasi yang sangat tinggi.  “Bekerja terus untuk nilai-nilai kemanusiaan, memperjuangkan kemanusian adalah tugas mulia. Saya berharap MER-C terus berdiri di garis terdepan untuk memberikan pelayanan, terutama di daerah-daerah konflik maupun bencana alam,” tuturnya. 

Silahkan bertanya?