MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Ratusan Warga Aceh Utara Terima Layanan Kesehatan Gratis MER-C

Pada Senin (29/12), tim MER-C menggelar mobile clinic di Desa Rawang Itiek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Tercatat sebanyak 218 warga menerima pelayanan.  Berdasarkan hasil pemeriksaan, kasus penyakit terbanyak yang ditemui meliputi dermatofitosis dan penyakit kulit lainnya, gangguan neuromuskuloskeletal, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan saluran cerna (gastrointestinal), serta hipertensi. Mobile clinic ini dilakukan oleh tim relawan medis yang terdiri dari tiga tenaga kesehatan, yakni dr. Nurul Gina Fadlillah, dr. Dita Ayu Dewi Laras Sati, serta perawat Bustomi. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Sempat Tertahan saat Keluar Gaza, Lima Relawan MER-C Akhirnya Tiba di Tanah Air

Proses kepulangan kelima relawan sempat mengalami kendala akibat situasi keamanan. Tim harusnya dijadwalkan keluar dari Gaza pada Selasa (30/12/2025), namun konvoi World Health Organization (WHO) yang akan membawa mereka keluar terpaksa dibatalkan. Seluruh relawan medis dari berbagai negara yang telah berada di dalam bus diminta turun dan kembali ke posko masing-masing sambil menunggu izin lebih lanjut. Tim MER-C pun kembali ke posko di Deir al-Balah. Keesokan harinya, Rabu (31/12/2025), EMT MER-C menerima informasi izin atau green light untuk keluar dari Gaza. Seluruh EMT WHO yang telah menyelesaikan masa tugas akhirnya dapat meninggalkan Jalur Gaza, termasuk lima relawan MER-C Indonesia. Selama bertugas, para relawan merasakan pengalaman berkesan dan tak terlupakan. Mereka menyaksikan langsung ketabahan serta kehangatan warga Gaza, merasakan serangan yang begitu dekat, dan tetap menjalankan tugas medis di tengah keterbatasan fasilitas. Kepulangan kelima relawan disambut dengan rasa bahagia dan haru oleh keluarga, staf, serta relawan MER-C di Tanah Air.   Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Kebutuhan Medis di Aceh Tamiang Masih Tinggi, Layanan Kesehatan MER-C Terus Berlanjut

  Aceh Tamiang – Layanan kesehatan gratis MER-C melalui program mobile clinic di Aceh Tamiang terus berlanjut di tengah kebutuhan medis yang masih tinggi.    Risiko berbagai penyakit masih mengintai para penyintas banjir, sementara akses layanan kesehatan di sejumlah wilayah masih sulit. Di beberapa lokasi, tim MER-C biasanya melayani hingga ratusan pasien.  Tim MER-C di Aceh Tamiang pada Minggu (28/12) kembali bergerak memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak banjir dan tanah longsor. Sebanyak 54 warga Desa Sekerak Kiri, Kecamatan Sekerak, mendapatkan pelayanan medis. Keluhan terbanyak yang ditemukan di antaranya hipertensi, myalgia, dan dispepsia. Program mobile clinic MER-C terus dilaksanakan untuk menjangkau masyarakat, khususnya di wilayah yang masih terisolasi, agar warga tetap memperoleh akses layanan kesehatan di tengah kondisi pascabencana yang belum sepenuhnya pulih.   Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/Ugkx1WiBPby7GtNjkb4j6gTGd4WaFeZunFbj?si=Ptnnrad4LKlbADAx  ———————————————   Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Gabung EMT MER-C ke Gaza, dr. Reynaldi Rela Tunda Pendidikan Residen di UGM

Jakarta – Sebagai wujud dukungan nyata dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina, MER-C pada Sabtu (3/1) kembali memberangkatkan Emergency Medical Team (EMT) ke Jalur Gaza, wilayah yang hingga kini masih bergejolak dan berada dalam blokade. EMT MER-C ke-12 terdiri dari dua relawan, yaitu dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, SpPD, KPMK., dan dr. Mohamad Reynaldi. Keduanya dijadwalkan bertugas selama satu bulan di Gaza.  Demi menjalankan misi kemanusiaan ini, dr.  Reynaldi memilih untuk menunda pendidikan residen Ilmu Penyakit Dalam di Universitas Gadjah Mada (UGM).  “Karena saya sudah mendapatkan panggilan hati sebelum masuk kedokteran untuk ke Gaza, maka saya meminta izin kepada pihak kampus, orang tua, dan rumah sakit untuk menunda satu semester. Alhamdulillah, pihak kampus mengizinkan,” ujar dr. Reynaldi. Sementara itu, bagi dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma atau dr. Indira, penugasan ini merupakan pengalaman keduanya di Jalur Gaza. Sebelumnya, ia tergabung dalam EMT MER-C ke-7 pada periode Januari hingga Maret 2025. Setelah setahun berlalu, dr. Indira kembali terpanggil untuk menyumbangkan waktu dan keahliannya dalam membantu warga Gaza. Dr. Indira dan dr. Mohamad Reynaldi dijadwalkan memasuki Jalur Gaza bersama konvoi World Health Organization (WHO) pada 6 Januari 2026. Sementara itu, saat ini masih terdapat satu relawan medis MER-C yang bertugas di dalam Jalur Gaza, yakni perawat Nadia Rosi. Ia merupakan relawan EMT MER-C ke-10 yang telah berada di Gaza sejak 27 November 2025 dan pada bulan ini memasuki bulan ketiga masa penugasan. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

MER-C Hadiri Apel Satgas Kemendagri untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana di Aceh

Aceh – Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, menghadiri Apel Pembukaan Tim Satuan Tugas Kementerian Dalam Negeri (Satgas Kemendagri) untuk percepatan aktivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana di Provinsi Aceh, Senin (5/1). Apel yang berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri UMKM Maman Abdurrahman serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.  Dalam kesempatan tersebut, Ira Hadiati menyampaikan berbagai program yang telah dijalankan MER-C sejak awal bencana hidrometeorologi melanda Sumatra. Ia juga berdiskusi dengan Pusat Krisis (Puskris) Kementerian Kesehatan terkait penanganan pascatanggap darurat di wilayah terdampak. Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/Ugkx_WDyK2BzcCDHeYpRiVyNWm2SwvXZQVMa?si=JLZEGlaNN4ZpJfvX  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Tim Medis MER-C Terus Bergerak Menyisir Wilayah Terdampak Banjir di Aceh

Aceh — Sejak awal bencana banjir dan tanah longsor melanda Sumatra, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) langsung bergerak cepat dengan mengirimkan relawan serta menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan. Hingga kini, tim medis MER-C di Aceh masih terus bergerak menyisir wilayah-wilayah terdampak bencana guna memastikan para penyintas mendapatkan pelayanan kesehatan.  Pada Sabtu (27/12), tim MER-C bergerak ke Desa Lok Beuringen dan Desa Lok Merebo, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Dalam kegiatan tersebut, tim melayani sebanyak 245 pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dermatofitosis dan penyakit kulit lainnya, dispepsia, mialgia, serta hipertensi. Kehadiran tim medis MER-C di tengah para penyintas diharapkan dapat membawa harapan serta membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana, sekaligus memastikan akses layanan kesehatan tetap tersedia. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

MER-C Kembali Gelar Mobile Clinic Bersama Puskesmas Banda Sakti dan UNIMAL

Aceh — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Minggu (28/12) kembali menggelar layanan mobile clinic bekerja sama dengan Puskesmas Banda Sakti dan Universitas Malikussaleh (UNIMAL). Layanan kesehatan gratis kali ini dilaksanakan di Desa Lampoh Rayeuk, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, dan berhasil melayani sebanyak 278 pasien. Seperti di wilayah terdampak banjir lainnya, tim medis menemukan berbagai keluhan kesehatan yang dialami warga, di antaranya dermatitis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, diare, pemeriksaan ibu hamil, serta perawatan luka.  Selain itu, tim juga membagikan masker kepada warga karena lumpur sisa banjir yang telah mengering berubah menjadi debu dan beresiko mengganggu kesehatan pernapasan. Program mobile clinic MER-C yang dilaksanakan bersama berbagai lembaga dan organisasi kemanusiaan lainnya telah menjangkau puluhan desa terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh. Melalui layanan ini, ribuan warga di daerah terdampak dan terisolasi dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan secara gratis sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/UgkxRGOZX38XP3mfsBNeitaBXM2rrBc6Fzct?si=Hy3FgxbXzMs3rb0N  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Pekan Keempat Respons Bencana Sumatra: MER-C Perluas Jangkauan Layanan Kesehatan

Aceh – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Rabu (17/12) kembali menyampaikan update terkait penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Memasuki pekan keempat, tim MER-C terus bergerak memberikan pelayanan kesehatan melalui pos kesehatan dan mobile clinic ke wilayah-wilayah yang masih terisolir. Berdasarkan hasil penilaian tim MER-C sejak awal bencana, terdapat sejumlah rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah guna mempercepat proses pemulihan.  Salah satu kebutuhan paling mendesak adalah penyediaan air bersih. Hingga saat ini, akses air bersih masih didapatkan oleh masyarakat terdampak, padahal air bersih merupakan kebutuhan vital. Selain itu, MER-C juga menyoroti perlunya percepatan pembersihan lumpur serta material sisa banjir dan longsor. Banyak akses jalan yang masih tertutup, sehingga menghambat distribusi bantuan. Kondisi ini juga berdampak pada meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), karena lumpur yang mengering berubah menjadi debu. MER-C Incident Commander, dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.O.T., menyampaikan MER-C akan melanjutkan misi kemanusiaan di Aceh dengan mengirimkan tim tambahan dari berbagai cabang MER-C di Indonesia. Pada pekan keempat ini, MER-C juga akan membuka dua pos utama di Aceh Tamiang dan Lhokseumawe. “Dengan dibukanya dua basecamp tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan dapat menjangkau wilayah terdampak yang lebih luas,” ujar dr. Zecky. Ia menambahkan, MER-C berkomitmen untuk memberikan bantuan tanggap darurat dan pemulihan di Aceh hingga dua bulan pascabencana. Sementara itu, untuk wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat, MER-C tetap bersiaga. Apabila kondisi memburuk, tim akan kembali diterjunkan. MER-C mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, agar mereka mampu melewati masa sulit ini, serta mencegah terjadinya bencana kedua pascabanjir dan tanah longsor. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Banyak Wilayah Terisolir, Bantuan MER-C untuk Warga Aceh Diangkut Becak

Aceh – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Selasa (2/12) kembali menyalurkan bantuan sembako untuk warga terdampak banjir di Aceh. Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, mengatakan bantuan berupa beras, mi instan, dan biskuit disalurkan langsung ke rumah-rumah warga di Desa Bayu dan Lancok, Aceh Utara, yang hingga kini belum menerima bantuan. “Transportasi harus menggunakan truk dari Lhokseumawe ke Bayu, Aceh Utara. Setelah itu, bantuan diantarkan ke rumah-rumah warga dengan becak,” ujar Ira. Sebelumnya, pada Senin (1/12), MER-C juga telah menyalurkan bantuan sembako bekerja sama dengan Dayah Zurriyatul Qur’ani Al-Ma’arif (ZQA). Bantuan tersebut diolah di dapur umum sebelum dibagikan kepada warga terdampak banjir di Aceh. Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/Ugkx1DE_sPEsbmZ2hN7Ofbf_zWtifh30WQUN?si=N7HTZdetIqPW2sR7  ———————————————         Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra     

Tim MER-C untuk Banjir Sumatera Utara: Banyak Desa di Tapanuli Belum Tersentuh Bantuan

Medan – Tim MER-C untuk penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Utara mengatakan bahwa masih banyak desa di wilayah Tapanuli yang belum mendapatkan bantuan akibat sulitnya akses ke lokasi. “Masih banyak desa-desa yang belum tersentuh sama sekali. Bahkan belum bisa diakses. Listrik masih mati, kadang hidup hanya sebentar. Air PDAM juga belum berfungsi,” ujar dr. M. Malik Abdillah Siregar, Rabu (3/12). Ia menjelaskan tim telah melakukan koordinasi dengan BPBD, yang saat ini juga kewalahan dan kekurangan makanan, sehingga bantuan pangan masih menjadi prioritas utama. Selanjutnya tim akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat terkait informasi pelayanan kesehatan, serta assesment ke sejumlah wilayah lainnya yang masih terisolasi. Tim MER-C Medan yang bertugas di Tapanuli terdiri dari tiga dokter, dua perawat, satu mahasiswa kedokteran, satu mahasiswa keperawatan, serta dua relawan logistik. Selain obat-obatan dan perlengkapan medis, tim juga membawa bantuan berupa biskuit, mi instan, diapers anak dan dewasa, serta pembalut. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Silahkan bertanya?