MER-C’s Equipment Assessment at Gaza, Palestina

Jakarta – MER-C departed a team to Gaza stripe, Palestina on February 17, 2014. The team consists of MER-C’s Presidium Ir. Faried Thalib, Site Manager of Indonesia Hospital in Gaza (RSI) Ir. Nur Ikhwan Abadi, Medical Technologist Ahyahudin Sodri, accompanied by Yoebal Ganesha Rasyid from Republika journal and Subhan Hariadi Putra from TVOne, a national TV station. They took off at 07.45 AM to Cairo, Egypt, by Emirates Airlines, before continuing their journey to Gaza stripe, Palestina. According to MER-C’s Presidium, dr. Joserizal Jurnalis SpOT, the team brought mission to conduct medical equipment assessment for Indonesia Hospital in Gaza, expecting it will be completed around two weeks of time. Joserizal added that although Indonesia Hospital building has been finished, but still MER C will conduct fundraising that of 65 Billion Rupiahs for the hospital’s medical equipment. Meanwhile, the hospital is in need for a fresh fund of 13 Billion Rupiahs for immediate operation.
Misi Equipment Assessment MER-C di Gaza, Palestina

Jakarta – Pada hari ini (17/2) MER-C kembali memberangkatkan tim ke jalur Gaza, Palestina. Tim yang terdiri dari Presidium MER-C Ir. Faried Thalib, Site Manager Rumah Sakit Indonesia (RSI) Ir. Nur Ikhwan Abadi, Medical Technologist Ahyaudin Sodri, didampingi oleh Yoebal Ganesha Rasyid dari Republika dan Subhan Hariadi Putra dari TVOne take off pukul 07.45 WIB menuju Kairo, Mesir, dengan menaiki pesawat Emirates Airlines, sebelum melanjutkan perjalanan mereka menuju jalur Gaza, Palestina. Menurut Presidium MER-C dr. Joserizal Jurnalis SpOT, tujuan keberangkatan tim kali ini adalah untuk melakukan assessment terhadap pengadaan alat kesehatan bagi RSI, di mana waktu yang diperlukan untuk melakukan tugas ini diperkirakan mencapai dua minggu. Joserizal menambahkan bahwa walaupun bangunan Rumah Sakit Indonesia dapat dikatakan telah rampung, akan tetapi MER-C masih akan menggalang dana sebesar 65 miliar Rupiah untuk pengadaan alat kesehatan bagi RSI, di mana dana yang dibutuhkan sesegera mungkin, agar RSI dapat mulai dioperasikan, berjumlah 13 miliar rupiah. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Dukungan untuk Pengadaan Alat Kesehatan RS INDONESIA dapat disalurkan melalui: Bank Syariah Mandiri (BSM) : 700.1352.061 Bank Central Asia (BCA) : 686.0153678 BNI Syariah : 08.111.929.73 Bank Rakyat Indonesia (BRI) : 033.501.0007.60308 Bank Muamalat Indonesia (BMI) : 301.00521.15 Semua rekening atas nama Medical Emergency Rescue Committee Donasi RSI juga bisa melalui iB Hasanah Card dari BNI Syariah. Info dan Pendaftaran Donasi hubungi 500046. ——— Info progress pembangunan RSI dapat diikuti di: Facebook : RSIndonesia Twitter : @RSIndonesia Instagram : @rsindonesia
Relawan MER-C Jakarta, Yogyakarta dan Solo Bergerak ke Kelud

Yogyakarta – Sabtu (15/2), MER-C Cabang Yogyakarta dan MER-C Cabang Solo menurunkan tim relawan medisnya dengan menggunakan 1 unit ambulans operasional. Wilayah tujuan Tim adalah Kabupaten Kediri, tepatnya kecamatan Wates. Sabtu pagi tim medis bergerak dari Yogyakarta menuju Kediri dengan membawa sejumlah bantuan dari donatur seperti : pampers anak, pampers dewasa, pembalut wanita, minyak telon, sereal dan mie instan. Setelah berkoordinasi dengan Satkorlak setempat, Tim MER-C diarahkan menuju Kecamatan Wates. Sabtu malamnya, Tim membuka posko pengobatan di lokasi pengungsian Kantor Kecamatan Wates. Pada hari yang sama, MER-C Pusat Jakarta juga mengirimkan relawan medisnya beserta bantuan masker. Ditutupnya jalur penerbangan membuat Tim MER-C Jakarta menggunakan sarana angkutan kereta api menuju Yogyakarta. Setelah berkoordinasi dengan Cabang MER-C di wilayah ini, dengan menggunakan dua mobil, Minggu (16/2), Tim MER-C bersama rekan-rekan dari FIM (Forum Indonesia Muda) menyusul bergerak menuju lokasi bencana di Kabupaten Kediri. Seperti biasa, Tim MER-C akan memberikan bantuan pengobatan di posko dan melalui pelayanan mobile clinic agar dapat menjangkau masyarakat korban bencana yang masih membutuhkan. Bantuan untuk Korban Bencana Letusan Gunung Kelud dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C: BCA, Cab Kwitang, 686.0099339 BSM, Cab Salemba, 701.5658899 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Acts in Kelud Tragedy

Jakarta – February 14, 2014. MER-C acts to provide humanitarian aid in medical emergency following Kelud mountain eruption in East Java. The aid for Kelud mountain victims now can be transferred to Humanitarian-Disaster Account : BCA, Kwitang branch 686.0099339 and BSM, Salemba branch 701.5658899 on behalf of Medical Emergency Rescue Committee.
“Suara Anak Bangsa” Salurkan bantuan Korban Kelud Melalui MER-C

Jakarta, 15 Rabi’ul Akhir 1435/15 Februari 2014 (MINA) – Komunitas Suara Anak Bangsa menyerahkan bantuan kemanusiaan melalui lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Comitte (MER-C) untuk diteruskan pada korban bencana alam letusan Gunung Kelud. Sumbangan dana yang disalurkan sebesar Rp 37 juta, diserahkan oleh penyanyi sekaligus pendiri komunitas Suara Anak Bangsa, Vadi Akbar Kalamata, kepada Kepala Divisi Penggalangan Dana MER-C, Luly Larisa, Sabtu (15/2) malam di FX Sudirman Jakarta. Dana tersebut adalah hasil penggalangan selama satu jam pada malam itu, dalam rangkaian acara soft launching komunitas Suara Anak Bangsa dengan mengusung tema “Kita Peduli”. “Dana kami kumpulkan untuk membantu korban-korban bencana letusan Gunung Kelud,” kata Vadi. Menurutnya, sumbangan diserahkan melalui MER-C karena ia mengetahui MER-C selama ini, sebagai lembaga yang bergerak di bidang kegawatdaruratan, selalu transparan dan profesional dalam penyaluran dana bantuan. MER-C juga selalu menerjunkan para relawannya untuk membantu korban bencana di beberapa daerah, bahkan di beberapa daerah konflik luar negeri. “MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, professional dan netral,” kata penyanyi yang belum lama ini me-release singlenya yang berjudul “Jangan Salah”. Sementara itu, Luly dari MER-C menyambut langkah yang telah diambil oleh Suara Anak Bangsa yang menurutnya memiliki prinsip yang sama dengan MER-C. “Dana yang disumbangkan akan masuk ke rekening MER-C untuk bencana dan akan disalurkan khusus untuk korban Gunung Kelud dalam bentuk obat-obatan dan lainnya,” kata Luly. Gunung Kelud yang terletak di perbatasan Kediri-Blitar, Jawa Timur, telah meletus sekitar pukul 22.50 WIB, Kamis malam (13/2). Hujan abu akibat dampak letusan Gunung Kelud telah menerpa hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Yogyakarta, yang berjarak lebih dari 200km dari gunung Kelud. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, hujan abu menyebar di beberapa wilayah, seperti Kediri, Malang, Blitar, Surabaya, Ponorogo, Pacitan, Solo, Yogya, Boyolali, Magelang, Purworejo, serta Temanggung. Total ada tujuh orang meninggal akibat erupsi Gunung Kelud. Korban tewas akibat tertimpa bangunan dan penyakit yang disebabkan abu vulkanik. Rata-rata mereka menderita penyakit infeksi saluran pernafasan akut (Ispa). (L/P09/K02/IR). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/15167-mer-c-dipercaya-salurkan-bantuan-untuk-korban-gunung-kelud.html
MER-C Bergerak di Kelud

Jakarta – 14 February 2014. MER-C bergerak untuk memberi bantuan kemanusiaan di bidang medis menyusul meletusnya gunung Kelud, Jawa Timur. Bantuan untuk korban gunung Kelud dapat dikirimkan ke Rekening Bencana – Kemanusiaan: BCA, Cab Kwitang, 686.0099339, BSM, Cab Salemba, 701.5658899 an. Medical Emergency Rescue Committee.
MER-C Bergerak di Gunung Kelud

Jakarta – 14 Februari 2014 MER-C bergerak untuk memberi bantuan kemanusiaan di bidang medis menyusul meletusnya Gunung Kelud, Jawa Timur. Bantuan untuk korban Gunung Kelud dapat dikirimkan ke Rekening Bencana Kemanusiaan : BCA, Cab. Kwitang, 686.0099339 BSM, Cab. Salemba, 701.5658899 a.n Medical Emergency Rescue Committee
Journalism Training with MER-C

Jakarta – In this era where every kind of information is always sought for, the ability to produce news becomes significant. Now everyone can write about anything, in which this style of writing is known as citizen journalism. With so many easily accessed social media, the types of news shared becomes wide and it might become too much done. This is why MER-C on Sunday 2 February 2014 organized a journalism training for its volunteers. Held in MER-C head office, Firtra Ratory shared his experience and knowledge in TV One as a free lancer journalist. Silvano Hajid from Kompas TV and Hery Alamsyah from MNC TV were also present to complement the event on that day. 15 participants were expected to always be able to deliver quality news and able to fulfill the basic concept of journalism, which are What, Who, Where, When, Why, and How.
Pelatihan Jurnalistik Bersama MER-C

Jakarta – Di era yang haus dengan segala macam jenis informasi ini, kemampuan mengolah berita menjadi sangat penting. Bahkan saat ini semua orang bisa menulis apapun, biasa dikenal dengan istilah citizen journalism. Didukung dengan begitu banyaknya pilihan media sosial yang dapat diakses dengan mudah, maka bentuk penyampaian berita menjadi sangat luas dan bahkan bisa menjadi kebablasan. Dilatarbelakangi dengan kondisi tersebut, MER-C pada hari minggu tanggal 2 Februari 2014 mengadakan Pelatihan Jurnalistik yang ditujukan bagi relawan MER-C. Bertempat di kantor MER-C pusat, jalan Kramat Lontar J 157, Fitra Ratory selaku salah satu pengisi acara, berbagi pengalaman dan ilmunya berkaitan dengan latar belakangnya yang pernah menjadi free lancer journalist di TV One. Hadir pula Silvano Hajid dari Kompas TV dan Hery Alamsyah dari MNCTV yang melengkapi khazanah pengetahuan jurnalistik pada hari itu. 15 peserta yang hadir diharapkan dapat selalu menyampaikan berita yang dapat dipertanggung jawabkan serta dapat memenuhi konsep dasar jurnalistik, yaitu 5W+1H yaitu What, Who, Where, When, Why, and How.
RSI Gaza Dibangun Bermodalkan Ketulusan Hati

Jakarta, 28 Rabi’ul Awwal 1435/30 Januari 2014 (MINA)-Rampungnya pelaksanaan konstuksi fisik Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza yang dibangun di lokasi sulit, dinilai oleh Ketua Tim Konstruksi Pembanguan, Ir. Faried Thalib sebagai pertolongan Allah melalui hati-hati dan tangan-tangan yang tulus. “Kita tidak pungkiri,ini pertolongan Allah melalui hati-hati yang ikhlas dan tangan-tangan yang tulus dari rakyat Indonesia,” kata Faried saat di temui oleh Mi’raj Islamic News Agenc,y (MINA) di Jakarta, Rabu malam (29/1). Menurut insinyur yang mengomandani pembangunan RSI di Gaza itu, dana pembangunan murni berasal dari rakyat Indonesia yang membantu dengan menyisihkan sebagian rezekinya dan donatur lebih banyak berasal dari kalangan menengah ke bawah. Faried yang juga menukangi pembangunan Rumah Sakit Galela di Maluku, mengaku sangat bersyukur kepada Allah yang memberikan kesempatan kepadanya untuk ikut ambil bagian dalam tim pembangunan RSI di Gaza. “Rumah sakit Indonesia di Gaza, Palestina, tidak berdiri sendiri atau karena saya, tapi ini kerja tim semuanya, MER-C, Ponpes Al-Fatah, dan banyak pihak, terutama rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” ujar Faried yang sedang menunggu ijin keberangkatannya ke Gaza bersama tim RSI selanjutnya. Menurut salah satu Anggota Presidium MER-C ini, RSI di Gaza adalah bukti tanda mata kasih dan cinta dari rakyat Indonesia kepada Palestina. “Inilah suatu ungkapan, bukan sekedar sebuah rumah sakit, tapi lebih dari itu. Indonesia akan memberikan yang terbaik untuk Palestina, in syaallah.” Lebih murah dibandingkan di Indonesia “Di akhir pembangunan ini, saya coba menghitung biaya pembangunan permeternya. Subhanallah. Jika saya bangun di Indonesia, jauh lebih mahal. Itu relatif murah dengan kualitas bangunan yang lebih baik,” kata Faried. Untuk daerah konflik, harga tanah relatif normal dan harga material murah, dapat dikategorikan sama dengan di Indonesia. “Perbandingannya, di Gaza pembangunannya permeter bisa tiga atau empat jutaan Rupiah, tapi di Indonesia, tidak mungkin di bawa lima juta.” /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Karena di sana daerah konflik, ada tingkat-tingkat kesulitan yang dialami di awal-awal pembangunan. Namun setelah tim dari Indoensia lebih mengetahui medan di lapangan, tidak terlalu sulit mendapatkan barang-barang tersebut. Walaupun daerah konflik, ternyata suplai material tidak terlalu sulit. Bahan-bahan dibeli di Gaza, suplierrnya dari Mesir dan Israel. Memang saat terjadi ketegangan usai pemboman, baik di Israel maupun di Gaza, barang-barang agak sulit diperoleh untuk beberapa waktu. Namun, dua atau tiga minggu kemudian, kembali normal lagi. Pasca kudeta Mesir, suplai material terkendala sejak tertutupnya jalur-jalur tidak resmi dari Mesir,tidak seperti pada era pemerintahan Muhammad Mursi memerintah, sehingga suplai hanya tinggal dari satu pihak, yaitu Israel. Keunikan Israel, meski pun militernya berperang dengan Gaza, perdagangan barang ke wilayah yang dikuasai Hamas tetap berjalan. Rumah sakit yang membidangi bidang traumatologi tersebut bangunannya berbentuk segi delapan yang seluruh bagian luarnya ditutup dengan marmer. Marmer yang tebalnya lima centimeter, akan menjadi pelapis untuk menangkal cuaca ekstrim. Ketika musim panas, bahan marmer mampu meredam suhu menjadi dingin dan ketika musim dingin, suhu tetap hangat. Tebal tembok bangunan sekitar 27 centimeter. Tahapan pembangunan fisik RSI sudah selesai dan memasuki tahap pengadaan peralatan kesehatan. Menurut Faried, anggaran yang diperlukan sekitar Rp60 – 75 milyar, atau meningkat dua kali lipat dari jumlah yang semula dianggarkan. (L/P09/E02/Mi’raj News). Sumber : http://mirajnews.com/palestina/14554-rsi-di-gaza-dibangun-oleh-tangan-tangan-yang-tulus.html