Perwakilan HAMAS Kunjungi Relawan RSI Gaza

Gaza, 12 Jumadil Akhir 1434/22 April 2013 (MINA) – Rombongan petinggi Hamas malam Senin kemarin bersilaturahim kepara relawan Indonesia yang sedang membangun Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Palestina. Suasana hangat menyambut kunjungan bersejarah itu, kata Husain satu di antara 30 relawan Indonesia di Gaza. Kedatangan para petinggi Hamas itu disambut 30 relawan Indonesia yang sedang mengawal pembangunan RSI di Gaza. Terlihat wajah-wajah penuh senyum para relawan begitu bahagia menyambut langsung kedatangan saudara-saudaranya dari petinggi Hamas itu. Kami sangat bahagia bisa mendapat kunjungan istimewa ini, tambah Husain. Rombongan yang mewakili gerakan Hamas yang terdiri dari 15 orang itu punya profesi bermacam-macam antara lain; ada arsitek, dosen, wakil rektor Universitas Al Al-Aqsa, staf kementrian kesehatan dan juga pendidikan. Setelah berkenalan satu sama lain, pimpinan proyek pembangunan RSI Gaza, Edy Wahyudi mewakili para relawan bahkan seluruh Muslim Indonesia yang jumlahnya sekitar 200 juta orang, memberikan kata sambutan kepada para tamu istimewa itu. Dalam sambutannya, Wahyudi mengatakan betapa senang dan bahagia perasaannya dan para relawan atas kunjungan silaturahim yang terjalin itu. Saya sangat bahagia dan berterimakasih sekali atas kunjungan saudara semua kepada kami yang mendapat amanah membangun RSI di Gaza ini, ujarnya terharu. Rasa haru dan bahagia itu diungkap pula oleh salah satu rombongan tamu yakni Abu Bilal Al Ja’bir. Dia mengatakan bahwa kunjungan mereka merupakan wujud rasa syukur dan terima kasih atas kedatangan para relawan yang telah menempuh jarak ribuan kilo demi membantu saudara Muslimnya di Gaza. Saya dan teman-teman semua juga merasa sangat bersyukur. Kami semua rakyat Gaza sangat berterima kasih kepada para relawan dari Indonesia. Saya yakin, kedatangan saudara semua ke Gaza atas dasar hubungan akidah. Karena itu meski kita dipisahkan jarak yang begitu jauh tapi kita tetap dekat secara akidah. Kita tak bisa dipisahkan oleh jarak. Sebab kita bersaudara atas dasar akidah yang satu, katanya dengan nada penuh haru. Bilal menambahkan bahwa pertolongan Allah untuk Islam ini sudah sangat dekat. Hal ini menurutnya dibuktikan dengan fenomena negeri-negeri Muslim yang semakin dengan dengan persatuan umat. Tak bisa dipungkiri, kesatuan umat Islam diseluruh negeri ini mulai terasa, ujar pensiunan akuntan Universitas Islam Gaza (UIG) ini. Sementara itu, ketua rombongan Abu Ahmad Suhair juga menyampaikan beberapa poin dari kedatangan mereka tersebut. Dia menegaskan bahwa kedatangan mereka merupakan kunjungan resmi mewakili gerakan Hamas wilayah Utara Gaza. Dia juga menyampaikan salam dari pimpinan tertinggi Hamas yang tak lain Ismail Haniya, PM Palestina. Secara khusus kami sampaikan salam dari pimpinan kami, Ismail Haniya untuk para relawan yang sedang membangun RSI ini, ujarnya. Perbincangan antara tamu dan para relawan terasa kian hangat. Terlebih saat para tamu yang rata-rata punya berpendidikan itu banyak bercerita tentang sejarah Indonesia dan perkembangan Islam nusantara. Selain bercerita tentang sejarah Indonesia yang mereka pahami, sajian informasi baru tentang kondisi umat Islam Indonesia yang disampaikan para relawan semakin menghidupkan suasana silaturahim itu. Puncak dari kunjungan itu ditutup dengan makan malam bersama. Para tamu yang juga tokoh-tokoh yang dituakan di daerah Gaza ini sengaja membawa makan malam berupa “syawarma” (makanan khas gaza) untuk setiap relawan RSI dan rombongan. Sebelum berakhir, Abu Bilal memanjatkan doa bersama dan menyampaikan rasa optimisnya bahwa kelak kita akan di kumpulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala di masjid Al Aqsa baik itu sebagai mujahid yang membebaskan Al Aqsa atau pun sebagai syahid fie sabilillah.(K9/R2). Sumber : http://mirajnews.com/palestina/4149-hamas-utara-kunjungi-relawan-rsi-gaza.html
UI Adakan konser Peduli Palestina

Festival Timur Tengah, Sabtu (20/4) Jakarta. Foto: Miraj News Agency (MINA) Jakarta, 11 Jumadil Akhir 1434/21 April 2013 (MINA) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan acara konser musik dimana dananya disalurkan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. Konser musik tersebut merupakan puncak acara dari “Festival Timur Tengah 2013” yang diselenggarakan pada 16 – 20 April 2013. Rakyat Indonesia sangat perlu untuk membantu perjuangan rakyat Palestina yang saat ini dijajah oleh Israel. Kalau kita belum bisa membantu secara fisik, mungkin kita bisa membantu dengan menyediakan dana dan fasilitas kesehatan kepada mereka, kata Yogi Reinaldi selaku ketua panitia Festival Timur Tengah 2013 di Jakarta, Sabtu (20/4). Kepada wartawan Miraj News Agency (MINA), Yogi mengatakan, Festival Timur Tengah itu sudah diadakan di UI selama empat kali sejak 2009. Festival Timur Tengah 2013 adalah Festival Timur Tengah keempat yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM), Ikatan Keluarga Asia Barat (IKABA) selaku Himpunan Mahasiswa Jurusan Program Studi Arab Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI. Menutut Yogi, tujuan utama dari acara konser musik yang bertemakan “Pesona Negeri 1001 Malam” itu untuk menghimpun dana yang selanjutnya akan disalurkan melalui Medical Emergency Rescue Commette (MER-C) yang saat ini sedang membangun Rumah Sakit Indonesia di wilayah Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. MER-C mempunyai proyek pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Kami sangat mendukung sekali program tersebut, kemudian kami berinisiatif menyumbangkan beberapa persen dari penjualan tiket untuk membantu pembangunan Rumah Sakit persembahan rakyat Indonesia di Jalur Gaza, ujarnya. Selanjutnya, mahasiswa semester enam berasal dari Bandar Lampung itu berharap dengan adanya acara Festival Timur Tengah tersebut bisa menjadikan inspirasi semangat peradaban untuk Indonesia. Dimana peradaban arab yang sangat dekat dengan peradaban Islam itu juga sangat menginspirasi peradaban-peradaban dunia diantaranya peradaban Eropa, peradaban Persia, peradaban Melayu, dan peradaban Cina selama 14 abad lamanya. Dan kita sebagai manusia yang berbudaya dan beradab sebisa mungkin kita mengambil semangat peradaban itu yaitu dari Timur-Tengah, tegas Yogi. Lembaga-lembaga baik luar maupun dalam negeri sangat mengapresiasi acara tersebut. Lembaga-lembaga yang mendukung Festival Timur Tengah 2013 antara lain, Kedutaan Besar Arab Saudi, kedutaan Besar Yaman, kedutaan Besar Irak, Kedutaan Besar Uni Emirat Arab, kedutaan Besar Maroko, Kementerian Agama, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (L/P04/P015/P02) Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/4100-ui-adakan-konser-peduli-palestina.html
Sarana Pendukung RS Indonesia di Gaza Terus Dilengkapi

Gaza, Palestina – Jum’at (19/4) atau bertepatan dengan 8 Jumadil Akhir 1434 H MER-C sebagai organisasi yang memikul amanah dari rakyat Indonesia kembali menapakkan penambahan sebuah bangunan di bumi para nabi Palestina Gaza. Bangunan tersebut adalah Mortuary and Technical Room atau Bangunan Kamar Mayat dan Teknis dengan luas bangunan 356 m2 sebagai sarana pelengkap RS Indonesia (RSI) di Gaza. Bangunan yang terletak di sebelah Barat RSI tersebut juga dilengkapi dengan berbagai ruangan yang akan menjadi satu kesatuan fungsi yang terdiri dari beberapa ruang, yaitu gas, pumpa, R.O (Reverse Osmosis), workshop, 4 ruang toilet, 2 ruang kantor, kantor utama, penyimpanan mayat, washing gowning dan administrasi. Ruang pumpa adalah untuk menghisap air dari ground tank kemudian dialirkan menuju tangki-tangki penampung air rumah sakit yang diletakkan pada lantai atap. Kamar Mayat dipersiapkan untuk tempat menyimpan atau meletakkan sementara jenazah sebelum diambil oleh keluarganya.
Progres Pembangunan Deep Well RS Indonesia Di Gaza Dimulai

Gaza, Palestina – Salah satu agenda pelaksanaan pembangunan RS Indonesia di Gaza adalah tahapan pembangunan pekerjaan Deep Well. Tahapan ini merupakan rangkaian Pekerjaan Mekanikal. Deep Well adalah sumur bor yang mengambil sumber air tertekan dari lapisan Aquifer atau Zona Jenuh di bawah tanah. Kedalaman pengeboran di Gaza umumnya berkisar antara 60 s.d 200 meter atau tergantung dari kondisi hidrogeologi. Keuntungan menggunakan Deep Well adalah ketersediaan airnya yang lebih banyak dari sumur pantek atau sumur dangkal. Selain itu, lapisan akifer yang mengandung air asin maupun payau dapat dihindari. Keberadaan jalur air yang disalurkan oleh pemerintahan Gaza melalui pipa-pipa kecil ke lokasi pembangunan RS Indonesia tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan air di lokasi proyek. Selain keperluan air untuk pembangunan, air juga untuk memenuhi keperluan air sehari-hari 30 relawan RS Indonesia di Gaza Palestina. Pelaksanaan pekerjaan Deep Well RS Indonesia di Gaza dimulai pada hari Rabu/17 April 2013 yang sampai dengan hari Jum’at 19 April 2013 pengeboran sudah mencapai 47 meter dari 80 meter yang direncanakan. Casing steel deep well RS Indonesia di Gaza menggunakan pipa steel berdiameter 8 inch direncanakan mencapai kedalaman 70 meter kemudian dianjutkan dengan Pipa Nurustho berdiameter 8 inch sedalam 10 meter. Pada bagian pipa Nurustho dilengkapi dengan pengisian hasma sebanyak tiga ton sebagai filter. Pompa yang digunakan adalah jenis Pompa Submersible yang ditempatkan pada kedalaman 70 meter. Sedangkan pipa air dari pompa ke Groundtank melalui manhole menggunakan pipa Galvanis dua inch. Seiring perkembangan progress Pembangunan RS Indonesia, kebutuhan air bersih kian meningkat. Musim panas di Gaza pernah mencapai suhu antara 38 sampai dengan 43 derajat celcius membuat jalur-jalur air dari pemerintahan Gaza biasanya akan terhenti atau dipadamkan secara bergilir setiap tiga hari. Kesulitan warga Gaza tidak hanya listrik yang hanya menyala 8 jam/harinya, ketersediaan gas dan termasuk juga untuk mendapatkan air bersih disebabkan oleh aksi Israel yang menempatkan mesin-mesin penyedot air tanah di sekitar perbatasannya dengan Jalur Gaza.
MER-C Cek Kesehatan Baasyir di LP Nusakambangan

Cilacap, Antara Jateng/ Selasa, 09 Apr 2013 – Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memeriksa kesehatan terpidana kasus terorisme Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Pulau Nusakambangan, Cilacap. “Dalam pemeriksaan terhadap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, ada keluhan di persendian dan kantong-kantong mata beliau kelihatan menggelembung,” kata Pembina Tim Pengacara Muslim (TPM) Achmad Michdan di Cilacap, Selasa siang. Oleh karena itu, pihaknya akan berkonsultasi dengan dokter mata terkait kondisi mata Ba’asyir. Kendati demikian, dia mengatakan bahwa Ba’asyir secara umum dalam kondisi sehat. “Secara fisik, beliau dalam keadaan sehat, hanya keluhan pada persendian dan mata saja,” kata dia. Selain mendampingi Tim MER-C yang memeriksa kesehatan Ba’asyir, pihaknya juga membahas rencana pengajuan Peninjauan Kembali (PK) atas vonis 15 tahun yang dijatuhkan Mahkamah Agung (MA) terhadap pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki itu. “Kita baru bicarakan masalah itu (PK, red.) dan untuk pengajuan. Mungkin dalam waktu dekat,” katanya. Terkait adanya keinginan keluarga agar Ba’asyir dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan terdekat dengan kampung halamannya, dia mengatakan, hal itu sudah menjadi bagian dari rencana TPM untuk mengajukan pemindahan tersebut. Akan tetapi, katanya, sampai dengan saat ini, Ba’asyir merasa betah di Lapas Pasir Putih karena kondisinya berbeda dengan Rumah Tahanan Bareskrim Mabes Polri. “Beliau merasa betah karena udaranya segar, sehat. Tapi kita masih memikirkan untuk mengusulkan pemindahan itu,” katanya. Ba’asyir terbukti merencanakan atau menggerakkan orang lain agar memberikan dananya untuk kegiatan militer di Aceh. Dana yang dihimpun Ba’asyir mencapai Rp350 juta yang berasal dari Haryadi Usman sebesar Rp150 juta dan Syarif Usman sebesar Rp200 juta, serta satu “handycam” dari Abdullah Al Katiri. Uang itu untuk pelatihan militer di Pegunungan Jantho, Aceh Besar. Oleh karena itu, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ba’asyir. Terkait vonis tersebut, Ba’asyir melalui TPM mengajukan banding dan hukumannya menjadi sembilan tahun penjara. Selanjutnya, TPM mengajukan kasasi, namun Mahkamah Agung justru membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta nomor 332/Pid/2011 PT.DKI pada Oktober 2011 yang memutuskan hukuman sembilan tahun penjara terhadap Ba’asyir dan kembali kepada vonis yang telah diputus oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yakni 15 tahun penjara. Atas putusan kasasi tersebut, TPM berencana mengajukan PK kepada Mahkamah Agung. Oleh : Sumarwoto Editor : Achmad Zaenal M Sumber : http://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=76917%2FMer-C-Cek-Kesehatan-Ba%27asyir-di-LP-Nusakambangan#.UWYutTdaeNW
Kelangkaan Gas Kembali Terjadi Di Gaza

Gaza – Penutupan kembali perlintasan Gaza oleh zionis Israel sejak Senin (8/4) pada jalur Karem Shalom berimbas dengan kembalinya kelangkaan gas melanda Gaza. Abu Ali sebagai pemilik pangkalan Gas terbesar di Gaza tepatnya di daerah Sijaiah juga telah menutup pangkalan gasnya setelah pangakalan-pangkalan gas yang lebih kecil lainnya tutup. Kelangkaan gas di Gaza sudah berjalan 7 hari ini sehingga salah seorang relawan RS Indonesia saudara Abdurrahman belum juga mendapatkan gas walaupun sudah setiap hari terus mencari hingga seluruh Gaza. Syuhada salah seorang relawan RSI yang bertugas memimpin tim dapur relawan RS Indonesia mengatakan bahwa beberapa hari kedepan gas stok dapur relawan akan habis sehingga perlu dicari alternatip penggantinya untuk masak di dapur umum relawan. Dalam waktu satu bulan dibutuhkan delapan sampai dengan sembilan tabung 12 kilogram. Kebutuhan gas itu untuk penyediaan konsumsi 30 relawan RS Indonesia di Gaza. Harga setiap tabung gas ukuran 12 kg di Gaza sekitar 65 sheikel atau setara dengan Rp. 169.000,- Sementara kebutuhan gas dua juta penduduk di Gaza memerlukan tujuh kontainer per harinya. Bila satu kontainer gas menampung 21.800 kg gas maka berarti Gaza memerlukan 152.600 kg gas perharinya. Sampai saat ini militer Israel masih menahan tidak kurang dari seribu armada truk pengangkut pangan dan kebutuhan sandang milik organisasi bantuan internasional di perbatasan. Akibatnya, jutaan sipil di Gaza terancam kekurangan pangan dan kebutuhan sehari-hari.
Dimulainya Pemasangan Granit Tangga RSI Gaza Palestina

Gaza – Rumah sakit Indonesia di Gaza adalah Rumah Sakit Traumatology dan bagian integral dari organisasi MER-C yang fungsi menyediakan pelayanan komprehensif, penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat Gaza Palestina. Nantinya rumah sakit ini juga direncanakan sebagai pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan para dokter di Palestina. Desain bentuk Rumah Sakit ini dibuat menyerupai kubahtuh sakhrah di Kompleks Masjidil Aqsha sebagai wujud rasa cinta kaum muslimin terhadap masjid tersebut, untuk menghubungkan ruangan-ruangan yang berada pada segi delapan maka ditempatkan empat sisi tangga yaitu di bagian Utara, Selatan, Timur dan Barat yang memiliki luas tangga 350 m2 yang akan dilapis dengan Granit. Granit adalah jenis batuan yang umum dan banyak ditemukan di daerah Tepi Barat Palestina. Granitnya kebanyakan besar, keras dan kuat, dan oleh karena itu banyak digunakan sebagai batuan untuk konstruksi. Kepadatan rata-rata granit adalah 2,75 gr/cm³ dengan jangkauan antara 1,74 dan 2,80. Selain dilengkapi dengan tiga jalur Lift RSI juga dilengkapi dengan tangga utama yang dimulai pelapisan Granitnya pada hari Selasa tanggal 2 April 2013 atau bertepatan dengan tanggal 21 Jumadil Awal 1434 Hijriyah. Semoga tangga utama ini dapat memberikan kenyamanan pemakainya dalam kondisi keseharian karena menjadi sirkulasi utama. Dan yang terpenting dari satu bagian ini saja dapat mengalirkan jariyah atau balasan yang berlipat ganda dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada para donatur pembangunan RSI ini hingga hari Qiyamat, seperti halnya janji Allah dalam Al Qur’an yang artinya : Dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [At Taubah 121]
Relawan RSI Gaza Berlomba Mencari Ridla Allah

Gaza – Ditengah penat dan letih, ditengah udara panas yang mulai merayap menggantikan musim semi di Gaza, ditengah suasana Gaza yang belum kondusif akan tetapi para relawan RSI masih menyempatkan diri untuk berpuasa sunah Senin dan Kamis bahkan ada yang berpuasa sunah Daud (sehari puasa sehari tidak). Semua yang mereka lakukan hanya semata untuk berlomba menggapai dan mencapai Ridla Ilahi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa surga diliputi dengan perkara-perkara yang tidak disenangi, dan neraka diliputi dengan syahwat. Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya): Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” [Hadits Riwayat Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa’id Al-Khudry, ini adalah lafadz Muslim. Sabda Rasulullah: “70 musim” yakni: perjalanan 70 tahun, demikian dikatakan dalam Fathul Bari 6/48]. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka” [Hadits Riwayat Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dan Utsman bin Abil ‘Ash. Ini adalah hadits yang shahih]. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka di antara dia dan neraka ada parit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi” [Dikeluarkan oleh Tirmidzi no. 1624 dari hadits Abi Umamah]. Masyarakat Gaza sempat terperanjat saat mengetahui sebagian besar para relawan RSI berpuasa sunah secara rutin. “Bagaimana bisa kalian bekerja keras sambil berpuasa?” demikian salah satu ungkapan mereka kepada para relawan. Atas ijin dan karunia Allah semata sebagian masyarakat yang mengetahui kondisi semangat para relawan RSI di bumi para nabi di Palestina ini berusaha secara bergantian mengundang para relawan RSI untuk futhur buka puasa dengan makanan-makanan ala Gaza di rumah-rumah mereka atau secara bersama di Masjid walau dalam hati kecil para relawan berkata Subhanallah bahwa masyarakat Gaza Palestina yang sedang terblokade masih ingin menghormati tamu-tamunya yaitu para relawan RSI Gaza Palestina. Sangat terasa kasih sayang antara masyarakat Gaza Palestina dengan masyarakat Indonesia karena mereka memang bersaudara dalam ikatan Allah Subhanahu wa Ta’ala Yaa Allah penguasa langit dan bumi jadikanlah puasa para relawan yang berada di jalan Mu dan Al-Qur’an yang dibaca oleh mereka akan memberikan syafaat kepada mereka di hari Kiamat.
Relawan MER-C, Saksi Mata Perang 8 Hari Gaza

Jakarta, 20 Jumadil Awal 1434/1 April 2013 (MINA) – Relawan Pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Nur Ikhwan Abadi pulang ke Indonesia hari Ahad (31/3). Nur ikhwan yang sempat beberapa tahun di Gaza sebagai tim koordinator teknis pembangunan RSI di Gaza yang saat ini masih terus berjalan, menuturkan kepada Miraj News Agency (MINA) pengalaman saat terjadi perang delapan hari di Gaza. Berikut penuturan Nur Ikhwan. Ketika perang terjadi, kami dan para relawan yang lain tetap bekerja meneruskan pembangunan RSI di Gaza, akan tetapi karena kondisi memang sangat genting, para relawan pindah ke basement (ruang di bawah tanah), yang hikmahnya bagian basement RSI bisa selesai pada waktu perang itu berlangsung. Setiap malam, para relawan bisa menghitung berapa kali bunyi bom yang diluncurkan Israel satu persatu. RSI di Gaza tidak menjadi sasaran bom. Tetapi, disekitar RSI yang jaraknya begitu dekat, menjadi sasaran bom dari Israel karena di daerah tersebut merupakan tempat latihan sayap militer Hamas, Brigade Al Qasam, yang sempat di bombardir oleh Israel yang menyebabkan pecahan puing-puing yang sebesar karung hingga ke RSI. “Karena jarak yang begitu dekat, sehingga mendengar suara bom itu seperti mendengar suara petir didepan muka. Pada awal mendengar bom-bom tersebut tentunya kaget sekali, akan tetapi setelah beberapa hari kita sudah mulai terbiasa mendengar bom,” kata Nur Ikhwan Abadi. Sebenarnya ada beberapa dari orang Palestina yang bersedia memberikan tempat untuk mengungsi bagi para relawan agar segera melakukan evakuasi ketempat yang lebih aman, untuk menghindari hal yang lebih mengerikan lagi yaitu perang darat, Karena apabila terjadi perang darat matilah kalian, tutur Nur Ikhwan menirukan perkataan salah seorang warga Palestina saat itu. Kemudian saya bicarakan dengan para rekan relawan lain, kemudian kita bermusyawarah, sempat melakukan sholat Istikharoh juga, dan akhirnya kami memutuskan untuk tidak pindah dari RSI dan akan tetap disana walaupun harus kehilangan nyawa, kami harus tetap disini, karena ini sudah menjadi amanah kami. Selama di Gaza, Yang kami amati mengenai perang 8 hari tersebut adalah, sejak tahun 2009 sampai tahun 2012 sebelum terjadinya perang 8 hari Gaza itu, Israel memang selalu memancing HAMAS dengan bom-bomnya, dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan HAMAS sejauh mana, akan tetapi HAMAS tidak mudah terpancing. Yang kami lihat justru Jihad Islam yang kemudian meladeni dan membalas bom-bom tersebut, tetapi sepertinya israel kurang menaggapi balasan Jihad Islam tersebut karena memang diperkirakan kekuatan Jihad Islam hanya 20 persen dari kekuatan HAMAS. Menurut saya, itulah yang membuat Israel kemudian merancang setrategi, yaitu membunuh Muhammad Aljabari dengan cara dibom, pada waktu kejadian tersebut kami sedang melakukan Rukyatul hilal (melihat bulan) di laut, ketika kita sampai pantai kemudian berita dibomnya Aljabari menyebar, yang menyebabkan para relawan sempat terpisah selama satu hari, sebagian dipantai termasuk saya, sebagian lagi berada di RS, karena jika dipaksakan pulang saat itu akan sangat berbahaya mengingat baku tembak masih terus berlangsung. Rindukan Persatuan Rakyat Palestina sangat merindukan persatuan di antara mereka. Saat terjadi perang 8 hari itu, semua faksi bersatu dengan sayap militer mereka masing-masing, bersatu menyerang Israel, belum pernah ada dalam sejarah Palestina hal itu terjadi, dan sebetulnya mereka rindu persatuan tersebut, hanya saja yang mereka bingungkan adalah format persatuan melalui apa dan seperti apa. jika melalui jalur politik, saya ibaratkan seperti rebutan kue, ada kepentingan dari masing-masing faksi yang berbeda, akan saling ambil keuntungan sesuai misi mereka masing-masing. Mengingat tentang diselenggarakanya deklarasi Bandung (Conferensi Internasional Al Quds), salah satu poinnya adalah mengirimkan ulama dan Zuama Indonesia dan Malaysia ke Gaza. Jika memungkinkan, menurut kami segera mungkin difollow up, karena sangat diperlukan sekali saat ini, posisi kita yang ditengah-tengah faksi-faksi tersebut untuk menjadi pemersatu kaum Muslimin disana. Jangan kita memihak salah satu golongan kemudian golongan lain akhirnya terabaikan. Begitulah sekelumit pengalaman kami sewaktu perang 8 hari berlangsung di Gaza, ketika terjadi penyerangan dari Israel semua masyarakat Palestina menyerukan kalimat takbir di radio-radio, masjid-masjid, dan semua orang mengucapkan kata Allohu Akbar, seperti tidak ada rasa takut, mereka menyambut serangan tersebut dengan kalimat takbir. (L/P02/P015/R2). Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/3467-relawan-merci-saksi-mata-perang-8-hari-gaza.html
Penggalangan Dana MER-C untuk RSI Gaza Tercapai

Presidium MER-C Indonesia, Dr. Joserizal Jurnalis (FOTO ANTARA/Reno Esnir) Dukungan dari rakyat Indonesia terhadap program Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Palestina masih terus mengalir. Bogor (ANTARA News) – Target awal penggalangan dana yang dilakukan organisasi relawan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina telah tercapai. “Dukungan dari rakyat Indonesia terhadap program Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Palestina masih terus mengalir. Sampai dengan awal Maret 2013, dana yang sudah terkumpul untuk program ini sebesar Rp31 miliar,” kata Presidium MER-C dr Joserizal Jurnalis, SpOT kepada ANTARA News, di Bogor, Sabtu. Joserizal pada Jumat (15/3) malam melepas keberangkatan sebanyak tujuh orang relawan, tiga di antaranya adalah insinyur ke Kairo, Mesir untuk selanjutnya menuju ke Jalur Gaza. “Saat ini, fokus pengglangan dana adalah untuk pengadaan alat kesehatan dan bangunan pendukung RS. Semoga menjadi amal baik bersama,” katanya. Sementara itu, keberangkatan tim dipimpin langsung oleh Ketua Divisi Konstruksi MER-C Ir Faried Thalib kali ini adalah untuk melakukan supervisi pembangunan tahap kedua RS Indonesia yang masih berlangsung di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Tim dijadwalkan akan tiba di Kairo, Mesir pada Sabtu (16/3) pukul 09.30 waktu setempat atau pukul 14.30 WIB. Dari bandara Kairo, tim akan langsung menuju perbatasan Rafah untuk mencoba langsung masuk ke Gaza berbekal surat izin yang sudah didapat. Editor: Ella Syafputri Sumber : http://www.antaranews.com/berita/363573/penggalangan-dana-mer-c-untuk-rsi-gaza-tercapai