BDI dan BAZMA SHU Regional 2 PT Pertamina EP menyerahkan bantuan untuk Gaza kepada MER-C

Jakarta — Badan Dakwah Islam (BDI) dan Yayasan Baituzzakah (BAZMA) SHU Regional 2 PT Pertamina EP kembali menyalurkan donasi kemanusiaan Gaza melalui Medical Emergency Rescue (MER-C), Kamis (26/6). Donasi sebesar Rp100 juta diserahkan secara simbolis oleh Bapak Agung Dwi Rakhmadi selaku VP D&D Regional 2 PT Pertamina EP, di Musala An Nafi, Gedung RDTX Square, Kantor Pusat PT Pertamina EP, Jakarta Selatan. Donasi ini diserahkan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap upaya kemanusiaan yang terus dijalankan MER-C di Jalur Gaza. Selain serah terima donasi, kegiatan ini juga diisi dengan presentasi mengenai kegiatan kemanusiaan MER-C di Gaza, Palestina, yang disampaikan oleh dr. Wahyu Bimantoro, Sp.An. Dr. Wahyu merupakan relawan MER-C yang turut terjun langsung dalam misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina, selama lebih dari satu bulan bersama Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-8. selengkapnya lihat link ini
MER-C Silaturahim dengan Ketua MPU Aceh Bahas Sinergi Kemanusiaan untuk Pengungsi Rohingya

Banda Aceh – Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, melakukan silaturahim dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Sibreh, dalam rangka memperkuat sinergi kemanusiaan, khususnya terkait penanganan pengungsi Rohingya di Aceh. Pertemuan ini menjadi wadah diskusi dan tukar pikiran mengenai tantangan serta peluang kerja sama dalam membantu para pengungsi Rohingya yang kini berada di wilayah Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Abu Sibreh menyampaikan terima kasih atas kunjungan MER-C dan upaya kemanusiaan yang telah dilakukan. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Aceh pada dasarnya menyambut pengungsi Rohingya dengan baik. Menurutnya, penolakan yang sempat ramai beberapa waktu lalu lebih disebabkan oleh provokasi pihak-pihak tertentu. Lebih lanjut ia juga mengatakan sudah lama mengikuti program MER-C, khususnya di Jalur Gaza. Ia menyatakan dukungan dan berencana menyerahkan donasi untuk Palestina melalui MER-C. Sementara itu, Ira Hadiati menjelaskan bahwa MER-C terus aktif memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Rohingya, termasuk pelayanan kesehatan gratis, serta distribusi makanan, air bersih, peralatan ibadah, dan kebersihan. Dengan adanya silaturahim ini, diharapkan koordinasi dan kolaborasi dalam upaya kemanusiaan, khususnya untuk pengungsi Rohingya, dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi semua pihak. selengkapnya di link ini
Klinik Al Aqsa B di Gaza Selatan Gelar Pelatihan Medis dan Donor Darah

Khan Younis, Gaza Selatan – Di tengah keterbatasan dan agresi yang masih terus berlangsung, Klinik Lapangan Al Aqsa B yang berada di wilayah Al Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan, terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Didukung oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Palestina (MOH), klinik ini mengadakan sejumlah kegiatan kemanusiaan penting demi merespons situasi darurat yang kian mendesak. Salah satunya adalah pelaksanaan donor darah pada 20 Juni 2025, sebagai respons atas krisis kekurangan stok darah akibat tingginya jumlah korban luka. Berdasarkan keterangan dari dr. Yousif Salah Alfarra selaku penanggung jawab klinik, sebanyak 25 unit darah berhasil dikumpulkan dari para pendonor yang terdiri atas warga kamp pengungsi dan staf klinik. Seluruh unit darah tersebut telah diserahkan kepada Rumah Sakit Nasser, salah satu rumah sakit rujukan di Gaza Selatan. Selain donor darah, Klinik Al Aqsa B juga menggelar pelatihan medis tentang penggunaan antibiotik, yang dibawakan oleh Mohammad Zorrob, staf farmasi klinik, pada 17 Juni 2025. Pelatihan ini merupakan bagian dari program rutin Klinik Al Aqsa B untuk meningkatkan pelayanan. Sejak dimulainya kerja sama MER-C dengan Kementerian Kesehatan Palestina pada 1 Desember 2024, Klinik ini mengalami peningkatan signifikan dalam kapasitas layanan, kualitas perawatan, serta semangat kerja tim medis di lapangan. Saat ini, Klinik Al Aqsa B melayani rata-rata 1.200 pasien per hari. Selengkapnya di link ini
Komitmen Berkelanjutan MER-C dan Kemenkes Gaza Perkuat Layanan Klinik Al Aqsa B

Gaza Selatan — Sebagai bentuk komitmen untuk memberikan dukungan kemanusiaan di Jalur Gaza, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) masih secara aktif mendukung operasional Klinik Lapangan Al Aqsa B di Khan Younis, Gaza selatan. Sejak kerja sama dimulai dengan Kementerian Kesehatan (MOH) pada 1 Desember 2024, Klinik ini telah mengalami peningkatan signifikan dalam kapasitas layanan, kualitas perawatan, serta semangat tim medis yang bertugas di lapangan, juga perbaikan nyata dalam kehidupan pasien. Saat ini Klinik Al Aqsa B melayani rata-rata 1.200 pasien per hari. Sejumlah pencapaian penting yang berhasil diwujudkan Klinik Al Aqsa B berkat dukungan MER-C dan Kementerian Kesehatan Gaza, antara lain: Perluasan Layanan DaruratLayanan Vaksinasi AnakPeningkatan Laboraturium Kapasitas SterilisasiDukungan Klinik GiziPemasangan Lemari Es untuk Penyimpanan FarmasiPelatihan Medis untuk memperkaya pendidikan staf dan kualitas perawatan pasien. MER-C tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas perawatan Jalur Gaza, meski harus menghadapi tantangan luar biasa setiap hari. Dukungan dari MER-C bukan hanya logistik atau keuangan. Ini adalah pengingat bahwa kemanusiaan melampaui batas-batas, dan bahwa kasih sayang dapat membangun kembali apa yang coba dihancurkan oleh perang. Cek link ini ———‐—————- MER-C and Gaza Ministry of Health Strengthen Al Aqsa B Clinic Services In a show of commitment to humanitarian support in Gaza, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) continues to support the operations of Al Aqsa B Field Clinic in Khan Younis, southern Gaza. Since the partnership began on December 1, 2024, the clinic has seen significant improvements in service capacity, quality of care, and staff morale. The clinic now serves an average of 1,200 patients per day. Its activities include: – Expanded emergency services– Child vaccination services– Laboratory upgrades– Sterilization capacity– Nutritional support– Pharmacy storage facilities– Medical training for staff MER-C remains committed to improving healthcare in Gaza, despite facing extraordinary challenges. The organization’s support goes beyond logistics and finance, serving as a reminder that humanity transcends borders and that compassion can rebuild what war destroys.
MER-C Kembali Salurkan Ratusan Paket Bantuan Makanan untuk Warga Gaza

Gaza — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza Gaza. Sebanyak 500 paket bantuan makanan (food aid) telah didistribusikan kepada warga di sejumlah wilayah Gaza Utara pada Senin, 17 Juni 2025. Distribusi bantuan dilakukan secara langsung oleh relawan lokal MER-C yang berada di Gaza. Paket-paket makanan tersebut disalurkan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan, di tengah krisis kemanusiaan yang masih terus berlangsung. Relawan lokal MER-C menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada MER-C Indonesia, yang terus menunjukkan solidaritas dan dukungannya bagi rakyat Palestina. “Terima kasih kepada rakyat Indonesia, khususnya kepada MER-C Indonesia,” ujar salah satu relawan. Bantuan ini merupakan bagian dari program respon MER-C terhadap situasi darurat kemanusiaan di Gaza. Sejak agresi pecah pertama kali pada 7 Oktober 2023, MER-C terus berusaha mengirimkan bantuan berupa makanan, obat-obatan, air, hingga tenaga medis. lihat selengkapnya di link ini
MER-C Cabang Medan menyelenggarakan kegiatan mobile klinik bersama Yayasan Batak Islam Nauli (BIN) dan HMI Komisariat FK USU

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berkolaborasi dengan Yayasan Batak Islam Nauli (BIN) dan HMI Komisariat FK USU telah mengadakan kegiatan mobile klinik berupa Pengabdian Masyarakat untuk daerah minoritas muslim dan terpencil. Kegiatan ini diselenggarakan di Mesjid Agung Hati Nurani Tarutung pada hari Sabtu, 14 Juni 2025. Kegiatan tersebut terdiri dari Sirkumsisi, Pemeriksaan Golongan Darah, Konsultasi Kesehatan dan Pelatihan Pijat Jantung Saja. Dalam kesempatan tersebut, peserta sirkumsisi sebanyak 40 anak, pemeriksaan golongan darah sebanyak 79 orang, serta konsultasi kesehatan sebanyak 5 orang. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen MER-C untuk memberikan pelayan kesehatan terkhusus kepada masyarakat yang memiliki akses terbatas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kegiatan disambut baik oleh BKM Mesjid Agung Hati Nurani Tarutung beserta warga sekitar.
MER-C Salurkan Paket Makanan untuk Warga Gaza di Tengah Krisis yang Terus Memburuk

Gaza — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza saat ini terdampak krisis dan terus memburuk akibat blokade penjajah Israel. Pada 9 Juni 2025, sebanyak 185 paket makanan dibagikan kepada masyarakat Gaza yang tengah menghadapi kelaparan akut. Bantuan yang diberikan berupa bahan makanan pokok seperti sayuran, pasta, beras, dan tepung, komoditas yang saat ini sangat dibutuhkan oleh warga Gaza. Paket-paket tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi satu keluarga yang terdiri dari lima orang dewasa selama lima hari. Mengingat pendistribusian bantuan makanan yang cukup sulit, bantuan ini dibagikan langsung satu persatu kepada penerima yang sudah didata oleh relawan lokal MER-C di Gaza. Hal ini juga dilakukan untuk menghindari kerumunan. Dari total 185 paket makanan, sebanyak 100 paket didistribusikan ke wilayah Gaza utara. Sementara itu, 85 paket lainnya disalurkan ke wilayah selatan, tepatnya di Klinik Al Aqsha B, Al Mawasi, Khan Younis, yang sampai saat ini operasionalnya didukungan oleh MER-C. Ketua Presidium MER-C Indonesia, dr. Hadiki Habib, menyatakan bahwa pembagian ini merupakan tahap awal dari program food aid yang akan terus disalurkan MER-C di Gaza. “Ini adalah langkah awal dari program bantuan pangan MER-C. Ke depan, akan dilakukan distribusi dengan jumlah yang lebih besar dan secara bertahap, dengan tetap mengutamakan keamanan,” ujarnya. Program bantuan pangan ini merupakan salah satu upaya MER-C untuk meringankan beban masyarakat Gaza yang kian hari terus memburuk akibat blokade dan agresi berkepanjangan. MER-C juga berkomitmen untuk terus mendukung dan membantu kebutuhan dasar warga melalui kehadiran langsung relawan di lapangan. Selengkapnya di link ini – https://www.instagram.com/p/DKwlGY2zF1t/ – https://www.youtube.com/watch?v=Y486i5tGVqY ———————————————————— MER-C Distributes Food Packages to Gazans Amid Worsening Crisis Gaza — The Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) has again distributed humanitarian aid to Gazans currently affected by the crisis and worsening due to the Israeli occupation blockade. On June 9, 2025, 185 food packages were distributed to the people of Gaza who are facing acute hunger. The assistance provided was in the form of basic foodstuffs such as vegetables, pasta, rice, and flour, commodities that are currently in great need by the people of Gaza. The packages are estimated to be sufficient to meet the consumption needs of a family of five adults for five days. Given the rather difficult distribution of food aid, this aid was distributed directly one by one to recipients who had been registered by local MER-C volunteers in Gaza. This was also done to avoid crowds. Of the total 185 food packages, 100 packages were distributed to the northern Gaza region. Meanwhile, 85 other packages were distributed to the southern region, precisely at the Al Aqsa B Clinic, Al Mawasi, Khan Younis, whose operations are currently supported by MER-C. Chairman of the MER-C Indonesia Presidium, dr. Hadiki Habib, stated that this distribution is the initial stage of the food aid program that will continue to be distributed by MER-C in Gaza. “This is the initial step of the MER-C food aid program. In the future, distribution will be carried out in larger quantities and in stages, while still prioritizing security,” he said. This food aid program is one of MER-C’s efforts to ease the burden on the people of Gaza, which is getting worse day by day due to the prolonged blockade and aggression. MER-C is also committed to continuing to support and assist the basic needs of residents through the direct presence of volunteers in the field.
MER-C Hadiri Perayaan Idul Adha 1446 H di Lhokseumawe, Perkuat Misi Kemanusiaan dan Persaudaraan Umat

Lhokseumawe — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) turut hadir dalam kegiatan kemanusiaan perayaan Idul Adha 1446 H yang diselenggarakan oleh Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) di Dayah Zurriyatul Qur’ani Al Ma’arif (ZQA), Buket Rata, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh. Kehadiran MER-C dalam acara ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam misi kemanusiaan. Dalam kesempatan tersebut, Koordinator MER-C wilayah Aceh, Ira Hadiati, menegaskan pentingnya momen Idul Adha sebagai sarana mempererat solidaritas dan persaudaraan antarumat Islam, termasuk kepedulian terhadap para pengungsi seperti etnis Rohingya yang kini menetap sementara di Aceh. Kegiatan yang digelar oleh YKMI bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan asal Prancis, Secours Islamique France (SIF), ini menyalurkan ratusan paket daging qurban kepada masyarakat miskin dan prasejahtera di beberapa gampong di Kota Lhokseumawe, termasuk Gampong Alue Awe, Ulee Blang Manee, Meunasah Manyang, dan Mesjid Peunteut, serta kepada guru-guru Dayah Zurriyatul Qur’ani. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH., yang turut hadir, menyampaikan apresiasi kepada YKMI, SIF, dan seluruh pihak pendukung atas kontribusi nyata kepada masyarakat. Ia juga menyerahkan secara simbolis paket daging qurban kepada masyarakat penerima manfaat. Ia mengatakan, acara ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan harus terus dipelihara, terlebih dalam konteks Aceh yang dikenal sebagai masyarakat pemulia jamee (memuliakan tamu). Selain Wali Kota dan perwakilan MER-C, acara turut dihadiri oleh Ketua YKMI Elfi Hasnita, Project Coordinator YKMI Turmizi Ali, Camat Blang Mangat Safriadi, S.STP., M.SM, Sekretaris Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Lhokseumawe Tgk. Ihwansyah, keuchik setempat, serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya.
Evakuasi Total RS Indonesia Gaza: Pasien dan Peralatan Medis Dipindahkan di Bawah Pengawasan Penjajah Israel

Gaza — Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza kini benar-benar kosong setelah seluruh pasien, tenaga medis, serta sebagian besar peralatan medis dievakuasi secara total pada Senin (2/6). Evakuasi dilakukan menyusul tekanan dan perintah tentara penjajah Israel. Proses evakuasi ini berlangsung di bawah koordinasi antara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Palestina (MOH), dengan tentara penjajah Israel memantau langsung di gerbang rumah sakit. Sejumlah pasien dipindahkan ke Rumah Sakit Al-Syifa, padahal masih terdapat satu pasien dalam kondisi kritis yang kemudian juga dipindahkan ke ruang perawatan intensif (ICU). Selain pasien, tim WHO juga mengangkut berbagai perangkat medis penting, obat-obatan, serta peralatan lainnya ke tempat penyimpanan mereka. Namun, relawan lokal MER-C melaporkan bahwa masih banyak alat kesehatan yang tertinggal di RS Indonesia karena keterbatasan waktu dan kondisi keamanan yang sangat genting. Staf RS Indonesia dan relawan lokal MER-C telah bertahan di rumah sakit selama 19 hari, di bawah pengepungan dan serangan intensif penjajah Israel. Serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional, yang secara tegas melarang penargetan fasilitas medis. Serangan ini tidak hanya mengancam nyawa pasien dan tenaga medis, tetapi juga memperburuk krisis kemanusiaan. Untuk itu MER-C kembali menyerukan agar seluruh serangan terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Jalur Gaza harus segera dihentikan. Selengkapnya lihat link ini https://www.instagram.com/p/DKeeo-7zm6V/ https://www.youtube.com/shorts/IweL-lrqaQk
Shelter Rohingya di Lhokseumawe: Kolaborasi Dayah ZQA dan MER-C untuk Kemanusiaan

Lhokseumawe — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mendukung penuh penetapan lahan milik Dayah Zurriyatul Qurani Al-Ma’arif (ZQA) di Desa Mesjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, sebagai lokasi shelter bagi pengungsi Rohingya. MER-C menilai langkah yang diinisiasi oleh Dayah ZQA ini sebagai bentuk kolaborasi strategis dalam menjawab kebutuhan mendesak akan tempat penampungan yang layak dan berkelanjutan bagi pengungsi Rohingya. Dengan menyediakan lahan seluas empat hektare serta membuka akses pendidikan bagi anak-anak pengungsi, inisiatif Dayah ZQA ini sejalan dengan semangat kemanusiaan dan prinsip perlindungan sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri. MER-C siap berkolaborasi dengan Dayah ZQA, Pemerintah Kota Lhokseumawe, serta lembaga-lembaga lainnya untuk mewujudkan shelter ini sebagai solusi kemanusiaan yang konkret. Pimpinan Dayah ZQA Tgk Sualiman Daud mengajak masyarakat Aceh dan seluruh Indonesia untuk terus membantu pengungsi Rohingya. “Ini adalah tanggung jawab kemanusiaan kita bersama. Pengungsi Rohingya adalah saudara kita yang sedang membutuhkan perlindungan, dan kita semua memiliki peran untuk membantu,” ujar Tgk Sualiman Daud, Pimpinan Dayah ZQA. Dengan dukungan ini, MER-C berharap penanganan pengungsi Rohingya di Lhokseumawe dapat berjalan secara lebih sistematis, inklusif, dan berkelanjutan. Project Manager MER-C for Rohingya Ira Hadiati saat ini terus aktif mengunjungi lokasi pengungsian Rohingya di sejumlah wilayah di Aceh, untuk melihat kebutuhan mereka serta secara langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan. Selengkapnya di link ini