MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Lakukan Pengobatan Gratis untuk Pengungsi Rohingya di Aceh

Aceh — Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis untuk pengungsi Rohingya yang mengalami gangguan kesehatan di kamp pengungsian ex-imigrasi Lhokseumawe, Aceh pada Ahad (13/7).  Berdasarkan hasil pemeriksaan, tiga pengungsi menderita berbagai penyakit, seperti amandel dengan peradangan kronis, gondongan, serta penyakit kulit. Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, menjelaskan bahwa beberapa kasus yang ditemukan ini memerlukan penanganan medis lebih lanjut.  “Ditemukan penyakit yang membutuhkan penanganan lebih khusus, antara lain penyakit amandel dengan peradangan yang telah berlangsung kurang lebih enam bulan. Ini perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis THT untuk penanganan lanjutan yang lebih mendalam,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tim juga melakukan evaluasi terhadap jenis obat yang digunakan, karena pengobatan sebelumnya tidak memberikan reaksi yang signifikan terhadap kondisi pasien. “MER-C Aceh akan segera berkoordinasi dengan MER-C pusat untuk langkah penanganan lebih lanjut, agar para pengungsi bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” tambah Ira. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen MER-C dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi para pengungsi Rohingya yang saat ini masih berada di wilayah Aceh. ——————————————— Donation Account: Amanah RohingyaBSI, 700.130.6833BCA, 686.028.0009Mandiri, 124.000.8111.982 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees

MER-C Salurkan Bantuan Pangan untuk 350 Warga di Gaza Selatan

Gaza — Sebanyak 350 warga di Kamp Al-Mawasi, Gaza Selatan, menerima bantuan pangan yang disalurkan oleh MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) pada Senin (30/6). Distribusi dilakukan di dekat Klinik Al Aqsa B, yang juga didukung oleh MER-C.    Setiap paket bantuan bernilai sekitar 499 shekel (Rp2.417.655), dan berisi 3 kg tepung, 1,5 kg tomat, 1,5 kg zucchini, 1,5 kg terong, 1 kg mentimun, dan 250 gram paprika hijau. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya MER-C dalam merespons krisis pangan yang melanda Gaza akibat blokade berkepanjangan. Blokade total yang diberlakukan sejak Maret 2025 telah menyebabkan keruntuhan sistem pangan, kesehatan, dan energi di Gaza. Hampir setengah dari populasi Gaza mengalami kelaparan akut, sementara rumah sakit kesulitan beroperasi karena kekurangan bahan bakar dan pasokan medis. Kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan. Laporan menyebutkan lebih dari 57.000 warga Palestina telah meninggal dunia sejak agresi dimulai, mayoritas adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. MER-C dan mitra lokal terus berupaya menjangkau warga Gaza meski dalam kondisi sulit, dengan bmemastikan distribusi bantuan dilakukan dengan memperhitungkan situasi keamanan yang saat ini masih beresiko tinggi.

MER-C Indonesia Sediakan Makan Malam untuk 350 Staf RS As Shifa di Gaza

Gaza City – MER-C Indonesia kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza. Kali ini, bantuan diberikan dalam bentuk makanan siap konsumsi berupa roti bagi 350 staf medis Rumah Sakit As Shifa, Gaza City. Distribusi ini dilakukan selama lima hari berturut-turut, terhitung sejak 21 Juni 2025.   Pemberian bantuan ini dilakukan atas permintaan langsung dari manajemen RS As Shifa, mengingat kondisi di lapangan yang semakin sulit. Kelangkaan bahan makanan serta akses yang terbatas membuat rumah sakit tidak mampu menyediakan makanan bagi para tenaga medisnya.  Dalam pernyataannya, pihak manajemen RS As Shifa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MER-C Indonesia.  “Kami menyampaikan terima kasih kepada MER-C Indonesia atas upaya yang penuh berkah ini dalam mendistribusikan makanan untuk 350 staf RS As Shifa selama lima hari. Menyediakan makanan ini menjadi sangat sulit, bahkan nyaris tidak mungkin, dalam situasi yang penuh tantangan ini, ” kata perwakilan dari manajemen RS As Shifa. “Kami berdoa semoga Allah memberkahi kalian, melimpahkan karunia-Nya, menjauhkan rakyat Indonesia dan orang-orang tercinta mereka dari segala kesulitan, dan membalas segala kebaikan kalian,” ujarnya.  MER-C Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk terus peduli terhadap kondisi warga Gaza, terutama para tenaga kesehatan yang tetap bertugas di garda terdepan meskipun berada dalam kondisi sulit. Dukungan dari kita sangat berarti untuk menjaga semangat dan harapan di Gaza.  

Relawan MER-C Bagikan Pengalaman Bertugas di Gaza dalam Konferensi Pemuda Indonesia untuk Palestina

Bandung — Nadia Rosi, seorang perawat yang bergabung dalam relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-6, hadir sebagai pembicara dalam Konferensi Pemuda Indonesia untuk Gaza Palestina yang digelar di Gedung Merdeka, Bandung, Sabtu (12/7).  Dalam kesempatan itu, Nadia membagikan  kisah dan pengalamannya selama bertugas langsung di Gaza, Palestina. Di hadapan peserta konferensi yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan dan lembaga kemanusiaan, Nadia menuturkan kondisi lapangan yang dihadapinya selama menjadi relawan medis.  Ia menggambarkan bagaimana keterbatasan alat medis, ancaman serangan, serta krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di wilayah tersebut menjadi tantangan harian yang harus dihadapi tim EMT MER-C dan tenaga medis lokal di Jalur Gaza.  “Di tengah keterbatasan dan situasi yang sangat genting, kami tetap berusaha memberikan pelayanan medis terbaik. Setiap tindakan yang kami lakukan adalah bentuk solidaritas dan kepedulian dari rakyat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Gaza,” ujarnya dengan suara bergetar. Kehadiran Nadia dalam forum ini menjadi pengingat bahwa dukungan terhadap Palestina bukan hanya dalam bentuk wacana, tetapi juga aksi nyata di lapangan. Ia juga mengajak para pemuda untuk tidak tinggal diam dan terus menyuarakan keadilan serta kemerdekaan bagi rakyat Palestina.  Konferensi ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), sebuah peristiwa bersejarah yang melahirkan semangat solidaritas, anti-penjajahan, dan perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, sekaligus menghidupkan kembali semangat Dasa Sila Bandung.  Mengusung tema “Dalam Rangka Mewujudkan Dasa Sila Bandung”, acara ini menghadirkan berbagai organisasi pemuda, aktivis kemanusiaan, serta lembaga yang terlibat aktif dalam isu Palestina.

Tim Lokal MER-C Kunjungi Pekerja Bangunan RS Indonesia di Gaza, Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Gaza – Pada 25 dan 27 Juni 2025, tim lokal MER-C melakukan kunjungan kemanusiaan kepada sejumlah pekerja bangunan yang sebelumnya terlibat dalam renovasi Rumah Sakit Indonesia di Gaza, di antaranya Muhammad, Abdurahman Salih, dan Ahmad Abid. Pekerja tersebut kini mengungsi di Gaza City dan selatan. Kondisinya cukup memprihatinkan akibat gencarnya serangan penjajah Israel. Mereka sangat membutuhkan bantuan medis, peralatan kesehatan, serta pasokan makanan untuk bertahan hidup.  MER-C Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan membantu para pekerja lokal yang ikut andil dalam renovasi RS Indonesia. Bantuan yang disalurkan menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas atas kontribusi mereka, sekaligus upaya untuk meringankan beban akibat agresi berkepanjangan. Salurkan bantuan & donasi anda BCA: 686.0153678Mandiri: 124.000.8111.925BSI: 700.1352.061BRI: 033.501.0007.60308Mega Syariah: 1000.209.400Muamalat: 358.000.1720 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee —————————————————————————– MER-C Local Team Visits Indonesia Hospital Construction Workers in Gaza, Distributes Humanitarian Aid Gaza – June 25th and 27th, 2025, the local team of MER-C conducted humanitarian visit to several construction workers who were previously involved in the renovation of the Indonesia Hospital in Gaza, including Muhammad, Abdurahman Salih, and Ahmad Abid. These workers are being displaced to the Gaza City and to the Southern area. They are in a state of concern due to the ongoing Israeli attacks in Gaza. And they are also in dire need of medical assistance, medical equipment, and food supplies to survive. MER-C Indonesia affirms its commitment to continue assisting and helping its local workers who have been involved in the renovation of the Indonesia Hospital. The assistance being distributed as a form of concern and solidarity to their contributions, as well as an effort to ease the burden caused by the ongoing aggression. Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee   More info at this link

MER-C Perbaiki 100 Tempat Tidur Pasien dan Pasang 4 AC di RS Al-Shifa, Gaza

Gaza — Tim lokal Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) telah menyelesaikan renovasi 100 unit tempat tidur pasien serta pemasangan 4 unit pendingin ruangan (AC) untuk ruang ICU di Rumah Sakit Al-Shifa, Kota Gaza, pada pertengahan Juni 2025. Perbaikan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan fasilitas medis setelah RS Al-Shifa mengalami kehancuran parah akibat serangan dan pembakaran oleh pasukan pendudukan Israel pada tahun 2024. Saat ini, rumah sakit tersebut telah kembali beroperasi secara terbatas melalui ruang-ruang temporer yang dibangun selama masa genosida 2024–2025. Presidium MER-C, dr. Hadiki Habib, menjelaskan bahwa proses renovasi dilakukan dengan peralatan seadanya yang masih tersedia di dalam wilayah Gaza.  “Meski menggunakan sarana terbatas, kami pastikan seluruh peralatan yang diperbaiki dapat berfungsi dengan baik,” ujarnya. Kompleks RS Al-Shifa kini menjadi pusat layanan kesehatan utama di Kota Gaza, menyusul penghentian operasi seluruh rumah sakit di Gaza Utara akibat evakuasi paksa oleh pihak penjajah. Wakil Menteri Kesehatan Gaza, dr. Yousef Abu Al Reesh, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada MER-C dan masyarakat Indonesia atas dukungan yang terus mengalir.   Selengkapnya lihat link ini

Ashabul Aqlam Indonesia Silaturahim ke Kantor MER-C

Jakarta – Komunitas peduli Palestina, Ashabul Aqlam Indonesia (AAI), pada Senin (8/7), silaturahim ke Kantor Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Jakarta. AAI sendiri telah menyerahkan donasi untuk Palestina dalam enam tahap kepada MER-C, dengan total nominal sebesar Rp16.992.753,-. Dana tersebut dikumpulkan secara bertahap sejak Oktober tahun lalu, dimulai dari nominal kecil seperti Rp1.000. “Ini hasil donasi yang dikumpulkan sedikit demi sedikit sejak Oktober, dari mulai seribu rupiah. Kami mempercayakan sepenuhnya kepada MER-C karena sudah terbukti menyalurkan bantuan langsung ke Palestina,” ujar perwakilan Ashabul Aqlam Indonesia. “Semoga apa yang kita kirimkan dan kita titipkan sampai ke Palestina, serta menjadi berkah untuk kita semua,” lanjut perwakilan tersebut. MER-C menyambut baik serta menyampaikan apresiasi atas kepedulian serta kepercayaan yang diberikan oleh Ashabul Aqlam dan para donaturnya. Selengkapnya lihat link ini

Selamat Jalan dr. Marwan Al-Sultan, Sosokmu Abadi di Hati Kami

Gaza — Langit Gaza kembali berselimut duka ketika serangan udara brutal pasukan pendudukan Israel merenggut nyawa dr. Marwan Al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia, bersama keluarganya pada Rabu (2/7). Kabar syahidnya beliau mengguncang relung hati, terutama mereka yang pernah bertugas bersama dr. Marwan di garda depan kemanusiaan. Di mata MER-C Indonesia, dr. Marwan bukan sekadar rekan kerja. Ia adalah saudara seperjuangan, pribadi hangat yang teguh, dan simbol semangat tak kenal lelah dalam melayani kemanusiaan di tengah kecamuk konflik. “Welcome to your embassy” Sebagai spesialis kardiologi intervensi, dr. Marwan adalah pemimpin aktif RS Indonesia di Gaza Utara. Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C banyak berinteraksi dengan beliau. Dr. Hadiki Habib, Ketua Presidium MER-C, mengingat jelas kebiasaan khas dr. Marwan menyambut setiap pagi. “Setiap kali bertemu di pagi hari, ucapannya selalu sama: ‘Welcome doctor Habib, welcome to your embassy in Indonesia Hospital, this is YOUR home’,” kenang dr. Hadiki. Saat bertugas, EMT MER-C ke-7 dan ke-8 rutin melakukan morning meeting harian pada pukul 09.00 pagi. Meski di tengah cuaca yang dingin, dr. Marwan selalu datang satu jam lebih awal. “Kami sering berdebat, karena beliau keras kepala dan penuh prinsip. Tapi akhirnya selalu berakhir dengan kopi hangat dan saling traktir makanan,” ujar dr. Hadiki.  Desember 2024, saat RS Indonesia dikepung penjajah, beliau terusir dari rumah sakit. Tapi ia tidak pernah meninggalkan Gaza Utara. Saat gencatan senjata, beliau kembali, memimpin reaktivasi RS Indonesia. Bahkan pada Mei 2025, ketika dr. Marwan kembali terusir, ia  tetap memilih bertahan di utara, bukti cinta dan dedikasinya terhadap RS Indonesia. “Syukur, Kami Pernah Bertemu Dengannya” Rasa kehilangan juga dirasakan oleh dr. Tonggo Meaty Fransisca, anggota Presidium MER-C yang juga pernah bertugas di Jalur Gaza.   ”Hanya mau ucap syukur sama Allah, Kami semua diberi kesempatan di perkenankan bertemu dengannya, dan dekat dengannya,”tutur dr. Mea. “Semoga energi kebaikan dan keberanian dr. Marwan tidak hanya dirasakan oleh kami yang pernah mengenalnya, tapi juga oleh seluruh relawan MER-C dan masyarakat Indonesia,” tambahnya. Sosok yang Abadi dalam Kenangan dan Perjuangan Kepergian dr. Marwan Al-Sultan meninggalkan duka mendalam di tengah tragedi kemanusiaan yang terus berkecamuk di Gaza. Namun, jejak pengabdian, senyum ramah, dan semangat perjuangannya akan terus hidup dalam hati para relawan, pasien, dan rakyat Gaza. Ia bukan hanya syahid dalam bom penjajah, tapi juga syahid dalam perjuangan kemanusiaan. Seorang dokter, pemimpin, sahabat, dan pejuang. Gaza kehilangan salah satu sosok terbaiknya. MER-C kehilangan saudara seperjuangan. Dan dunia kehilangan simbol keberanian dan keteguhan. Selamat jalan, dr. Marwan. Tempatmu kini adalah tempat terbaik di sisi-Nya. Sosokmu abadi di hati kami.

MER-C Indonesia Official Statement Condemnation of the Killing of Dr. Marwan Al Sultan Director of Indonesia Hospital, North Gaza, Palestine

On Wednesday, July 2, 2025, MER-C Indonesia received the devastating news of the death of our esteemed colleague, Dr. Marwan Al Sultan—a consultant in interventional cardiology and the Director of Indonesia Hospital in North Gaza. He, along with his wife and children, was killed in a direct aerial bombardment on their temporary residence in northern Gaza. Since the onset of the 2023 Gaza genocide, Dr. Al Sultan relentlessly led Indonesia Hospital under grave circumstances, providing essential medical services to the Palestinian people despite the constant threat of Israeli airstrikes and severe resource limitations. After the hospital blockade in December 2024, which forced him out of the facility, he remained in northern Gaza and returned to reactive operations during the January 2025 ceasefire. Known for his openness and cooperative spirit, Dr. Al Sultan worked closely with numerous international humanitarian teams serving in northern Gaza, including those from the UK, France, the Netherlands, Belgium, Spain, Canada, and Morocco. Under his leadership, Indonesia Hospital became a vital hub for healthcare—not a military target as falsely accused by Israeli narratives. Between January and March 2025, MER-C Indonesia’s EMT team collaborated directly with Dr. Al Sultan in reviving emergency services and restoring full hospital operations. He was known for his candor, spontaneity, and firm leadership—traits that shaped daily hospital management meetings, often filled with rigorous debates and always ending with camaraderie over coffee and shared meals. The killing of Dr. Marwan Al Sultan and his family is a flagrant violation of humanitarian principles and a grave act of injustice that must be held accountable. This is a day of mourning for all of humanity. We refuse to remain silent. Jakarta, July 2, 2025MER-C Indonesia More Info  

Dr. Marwan Al-Sultan, Direktur RS Indonesia di Gaza, Syahid dalam Serangan Udara Israel

Gaza – Kabar duka kembali datang dari Jalur Gaza. Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dr. Marwan al-Sultan, syahid bersama anggota keluarganya dalam serangan udara Israel yang menghantam kediamannya, di kawasan Tal al-Hawa, sebelah barat daya Kota Gaza, Rabu (2/7/2025).  Informasi yang diterima menyebutkan bahwa total sembilan warga Palestina syahid dunia dalam serangan tersebut, dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. “Dengan penuh duka yang mendalam, saya sampaikan berita yang memilukan tentang gugurnya dr. Marwan Sultan dan keluarganya, setelah terjadi serangan langsung di rumah mereka,” ujar relawan lokal MER-C di Gaza kepada MER-C.  “Hati kami dipenuhi duka, dan kata-kata tidak dapat mengungkapkan besarnya kehilangan ini. Semoga Allah merahmati jiwa mereka, menganugerahkan mereka tempat terbaik di surga, dan memberikan ketabahan bagi semua yang mengenal dan mencintai mereka,” tuturnya.  Dr. Marwan al-Sultan merupakan sosok yang berdedikasi tinggi dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gaza, khususnya selama masa-masa krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi rekan-rekan sejawat, tetapi juga bagi para pasien dan seluruh masyarakat Gaza yang mengenalnya. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan tempat terbaik di sisi-Nya bagi Dr. Marwan dan keluarganya. ————————————————————————– Dr. Marwan Al-Sultan, Director of Indonesia Hospital in Gaza, Martyred in Israeli Airstrike Gaza – Tragic news has emerged from the Gaza Strip. Dr. Marwan Al-Sultan, Director of the Indonesia Hospital in Gaza, was martyred along with family members in an Israeli airstrike that hit their home in the Tal al-Hawa area, southwest of Gaza City, on Wednesday (7/2/2025). According to reports, a total of nine Palestinians were martyred in the attack, and several others were injured. “With profound sorrow, I convey the devastating news of the passing of Dr. Marwan Sultan and his family, after a direct attack on their home,” said a local MER-C volunteer in Gaza to MER-C Indonesia. “Our hearts are filled with grief, and words cannot express this huge of loss. May Allah have mercy on their souls, grant them the best place in paradise, and provide patience to all who knew and loved them,” he added. Dr. Marwan Al-Sultan was a highly dedicated figure in providing healthcare services to the people of Gaza, especially during prolonged humanitarian crises. His passing leaves a deep sorrow, not only for his colleagues but also for the patients and the entire Gaza community who knew him. May Allah bestow mercy and the best place by His side upon Dr. Marwan and his family.  

Silahkan bertanya?