1000 Paket Bantuan MER-C untuk Staf RS Indonesia Diterima dengan Aman

Gaza – Sebanyak 1000 paket bantuan makanan yang disalurkan oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada 26-27 Juli 2025 diterima dengan aman oleh staf RS Indonesia di Gaza, yang saat ini mengungsi di Gaza City. Paket bantuan ini merupakan amanah dari almarhum dr. Marwan Al Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia. Ia melihat bagaimana staf rumah sakit tetap memberikan pelayanan kesehatan meski tanpa menerima gaji, dan kini mereka ikut merasakan kelaparan. Untuk itu mereka sangat membutuhkan bantuan. Setiap paket bantuan berisi 3 kg tepung, 1 kg tahini (saus wijen), 1 liter minyak goreng, dan 1 kg kacang lentil. Nilai per paket sekitar 600 shekel atau sekitar Rp2,9 juta. Harga tersebut relatif lebih murah dibanding sebelumnya karena masuknya beberapa bantuan ke wilayah Gaza. Mengingat kondisi Gaza saat ini, MER-C menekankan pentingnya pengorganisasian bantuan secara manusiawi. Distribusi dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan korban dan bencana baru. Untuk menjamin keamanan proses distribusi, MER-C bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Palestina (MoH). Kolaborasi ini melibatkan banyak pihak lokal demi memastikan bantuan disalurkan dengan aman. MER-C menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan masyarakat Indonesia atas kepercayaannya. Bantuan ini bukan hanya bentuk solidaritas, tetapi juga wujud kepedulian nyata terhadap penderitaan rakyat Palestina yang hingga kini masih berjuang di tengah blokade dan genosida penjajah Israel. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
Tiba di Gaza, Tim EMT MER-C ke-9 Langsung Bertugas di RS Nasser

Gaza – Emergency Medical Team (EMT) Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) ke-9 telah berhasil memasuki Jalur Gaza, dan langsung mulai bertugas memberikan pelayanan medis. Dua relawan medis, dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS (dokter spesialis bedah saraf), dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, SpOG (dokter spesialis kebidanan dan kandungan), saat ini telah mulai bertugas di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza Selatan. Tim ini sebelumnya berangkat dalam dua tahap melalui Yordania, kemudian masuk ke Gaza melalui jalur darat bersama konvoi bantuan kemanusiaan internasional. Pada tahap pertama, dr. Eka bersama Marissa Noriti (Liaison Officer/LO) berangkat pada Selasa dini hari, 22 Juli 2025, dan berhasil masuk ke Gaza pada 27 Juli 2025. Sementara itu, dr. Regintha menyusul dalam tahap kedua yang berangkat Minggu dini hari, 27 Juli 2025, dan tiba di Gaza pada 29 Juli 2025. Tim EMT MER-C ke-9 ini merupakan kelanjutan dari misi kemanusiaan yang telah dilakukan sejak 18 Maret 2024. Pengiriman tim medis ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan untuk membantu rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza, yang saat ini menghadapi situasi kemanusiaan kritis akibat genosida dan blokade yang belum berakhir. Kehadiran EMT MER-C ke-9 diharapkan dapat memperkuat pelayanan medis di RS Nasser, salah satu rumah sakit di Gaza Selatan yang masih beroperasi di tengah keterbatasan. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina
Klinik Al Aqsa B: Oase Harapan di Tengah Krisis Kesehatan Gaza

Gaza – Di tengah puing-puing kehancuran, dentuman bom, dan krisis kemanusiaan yang semakin dalam di Jalur Gaza, Klinik Lapangan Al Aqsa B di Al Mawasi, Khan Younis, hadir memberikan harapan. Klinik ini menjadi satu dari sedikit tempat yang masih beroperasi penuh hingga saat ini, memberikan layanan medis bagi ratusan ribu warga pengungsi yang terdampak agresi militer dan blokade penjajah Israel. Dalam segala keterbatasan, tim medis di Al Aqsa B terus bekerja, menjadi garda depan kemanusiaan di selatan Gaza. Sejak dimulainya dukungan dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dengan kerja sama Kementerian Kesehatan Palestina (MOH) pada 1 Desember 2024, Klinik Al Aqsa B terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan serta memperluas cakupan pelayanannya. Saat ini, klinik tersebut melayani rata-rata 1.200 pasien per hari. Selama enam bulan pertama (Desember 2024 – Mei 2025), Klinik Al Aqsa B beroperasi dengan 38 tenaga medis dan staf pendukung. Seiring meningkatnya kebutuhan, jumlah personel ditambah menjadi 50 orang sejak Juni 2025. Sejumlah dukungan yang diberikan MER-C antara lain insentif penuh kepada seluruh staf sejak awal operasionalnya, bantuan lainnya seperti perlengkapan pengendalian infeksi, alat tulis kantor (ATK), serta coffee break untuk tenaga kesehatan yang menjadi bagian dari upaya mempertahankan semangat dan kenyamanan kerja di tengah situasi penuh risiko. Klinik Al Aqsa B menyediakan layanan spesialisasi yang mencakup poliklinik kedokteran keluarga, penyakit dalam, anak (pediatri), kebidanan dan kandungan, bedah, rehabilitasi medik, ortopedi, neurologi, nutrisi, dan layanan dukungan psikososial. Di wilayah Khan Younis yang menjadi tempat penampungan lebih dari 400 ribu pengungsi, Al Aqsa B adalah satu-satunya fasilitas medis dengan layanan cukup lengkap, dengan total 105.890 pasien yang telah dilayani sejak awal operasional hingga kini. MER-C sendiri saat ini telah memperpanjang keberlanjutan dan peningkatan program, mengingat manfaat besar yang dirasakan warga Gaza. MER-C berkomitmen untuk terus mendampingi, menambah kapasitas, serta menyempurnakan pelayanan Klinik Al Aqsa B.
EMT MER-C ke-9 Berangkat ke Jalur Gaza

JAKARTA – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali mengirimkan Emergency Medical Team (EMT) ke Jalur Gaza. Ini merupakan keberangkatan tim ke-9 sejak 18 Maret 2024. Tim EMT MER-C ke-9 ini terdiri dari tiga relawan, yaitu Marissa Noriti sebagai Liaison Officer (LO), dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS (dokter spesialis bedah saraf), dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, SpOG (dokter spesialis kebidanan dan kandungan). Keberangkatan dilakukan dalam dua tahap melalui Yordania untuk kemudian masuk ke Gaza melalui jalur darat bersama konvoi bantuan internasional. Tahap pertama, dua relawan yaitu dr. Eka dan Marissa telah berangkat pada Selasa dini hari, 22 Juli 2025. Sementara tahap kedua menyusul pada Minggu dini hari, 27 Juli 2025, dengan keberangkatan dr. Regintha. Saat ini, dr. Eka telah berhasil masuk ke dalam Jalur Gaza bersama konvoi WHO dan mulai menjalankan tugas di lapangan. Sementara itu, dua relawan lainnya masih menunggu jadwal untuk bergabung dengan konvoi WHO berikutnya. Pengiriman tim medis ini merupakan salah satu bagian dari komitmen MER-C untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza, yang tengah mengalami genosida dan blokade berkepanjangan.
Lanjutkan Misi Kemanusiaan, EMT MER-C ke-9 Berangkat ke Jalur Gaza

JAKARTA – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali mengirimkan Emergency Medical Team (EMT) ke Jalur Gaza. Ini merupakan keberangkatan tim ke-9 sejak 18 Maret 2024. Tim EMT MER-C ke-9 ini terdiri dari tiga relawan, yaitu Marissa Noriti sebagai Liaison Officer (LO), dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS (dokter spesialis bedah saraf), dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, SpOG (dokter spesialis kebidanan dan kandungan). Keberangkatan dilakukan dalam dua tahap melalui Yordania untuk kemudian masuk ke Gaza melalui jalur darat bersama konvoi bantuan internasional. Tahap pertama, dua relawan yaitu dr. Eka dan Marissa telah berangkat pada Selasa dini hari, 22 Juli 2025. Sementara tahap kedua menyusul pada Minggu dini hari, 27 Juli 2025, dengan keberangkatan dr. Regintha. Saat ini, dr. Eka telah berhasil masuk ke dalam Jalur Gaza bersama konvoi WHO dan mulai menjalankan tugas di lapangan. Sementara itu, dua relawan lainnya masih menunggu jadwal untuk bergabung dengan konvoi WHO berikutnya. Dalam keterangannya, Marissa menyampaikan bahwa EMT ke-9 direncanakan akan ke Gaza City, namun masih menunggu konfirmasi dari Kementerian Kesehatan Palestina dan WHO. Selain itu, tim juga akan memantau program MER-C di Klinik Al Aqsa B di Khan Younis, yang programnya baru saja diperpanjang karena dinilai bermanfaat bagi warga. “Kami akan melihat apa yang bisa ditingkatkan agar pelayanan poli klinik ini lebih bermanfaat lagi,” ujar Marissa. Marissa mengatakan, MER-C tetap memprioritaskan pelayanan medis, namun tidak menutup kemungkinan untuk menyalurkan bantuan pangan seperti pada misi sebelumnya karena isu yang sangat signifikan saat ini adalah kelaparan. “Kami juga meminta dukungan masyarakat Indonesia agar misi MER-C untik membantu perjuangan warga Gaza bisa berjalan lebih baik,” tuturnya. Senada, dr. Eka juga menyoroti buruknya situasi di Gaza saat ini. Ia mengatakan kondisi kali ini berbeda dibanding misi sebelumnya yang dilakukan saat gencatan senjata. Kini, akses lebih terbatas dan situasi lebih kritis. “Tapi apapun yang kami hadapi nanti, kami tetap berpikir positif untuk bisa memberikan bantuan semaksimal mungkin,” katanya. “Saya juga mengingatkan masyarakat Indonesia, jangan pernah bosan dan jangan berhenti mendukung Palestina, minimal lewat doa, berbagi informasi, berdonasi, atau aksi boikot,” tambah dr. Eka. Dalam pernyataannya sebelum keberangkatan, dr. Regintha mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk kembali terlibat dalam misi ke Gaza. Ini adalah kali ketiganya bergabung dalam tim EMT MER-C.“Kali ini mudah-mudahan perjalanannya lancar. Situasinya jauh lebih berat dibandingkan kedatangan pertama dan kedua. Kondisi kelaparan sangat memprihatinkan. Saya berharap bantuan dari Indonesia bisa masuk dan langsung disalurkan kepada masyarakat Gaza yang membutuhkan,” ujarnya. “Ketika diizinkan untuk berangkat lagi, saya banyak berpikir apa yang bisa dikerjakan dan harus lebih baik dari misi sebelumnya. Saya terus berdoa agar keberadaan saya di sana bisa sedikit membantu saudara-saudara kita. Mohon doanya, semoga kami semua berangkat dan pulang dalam keadan baik,” tambahnya. Pengiriman tim medis merupakan salah satu bagian dari komitmen MER-C untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza, yang tengah mengalami genosida dan blokade berkepanjangan. Saat ini, kondisi penduduk Jalur Gaza terus memburuk akibat kelaparan dan malnutrisi yang kian parah. Lebih dari 2 juta penduduk, termasuk sekitar 1 juta anak-anak, mengalami kekurangan pangan akut akibat hampir total blokade bantuan sejak Maret 2025. Jika akses bantuan tidak segera dibuka secara penuh, tragedi ini akan terus berlanjut.
MER-C dan Kedutaan Afghanistan Bahas Rencana Kerja Sama Kemanusiaan untuk Pengungsi di Herat

Jakarta — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Kamis (17/7) bertemu Wakil Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia, Qais Barakzai, membahas rencana kerja sama kemanusiaan untuk pengungsi yang saat ini memadati wilayah Herat, Afghanistan. Pertemuan ini dihadiri oleh Presidium MER-C dr. Tonggo Meaty Fransisca, bersama sejumlah staf dan relawan MER-C yaitu dr. Azizul Hakim, dr. Siti Lirih, drg. Elisabeth L. Sarri, dan Dinda Azzahra. Wakil Duta Besar Afghanistan, Qais Barakzai, menyebut krisis yang terjadi di Herat merupakan salah satu kondisi kemanusiaan paling serius di Asia Tengah saat ini, terutama akibat gelombang besar pengungsi yang di deportasi dari Iran sejak awal 2023. Jumlah pengungsi yang terus meningkat telah menyebabkankrisis Kemanusiaan, yang memicu kekurangan kebutuhan dasar. Hal ini menjadi tantangan besar di sektor kesehatan, pendidikan, serta pangan. Sedangkan Herat sendiri sudah mengalami kerusakan serius akibat gempa bumi 2023, dan belum sepenuhnya pulih. Ia mengatakan, ribuan orang setiap harinya masuk ke wilayah Herat dan tinggal di tenda-tenda darurat, terminal bus, serta tempat penampungan sementara yang minim fasilitas. Kekurangan air bersih, makanan, dan layanan medis menjadi permasalahan utama yang harus segera ditangani. “Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah tenda tahan cuaca, air bersih, WC umum untuk kamp-kamp darurat, dapur umum, bantuan pangan siap saji, dan yang paling penting juga adalah pelayanan medis dan obat-obatan,” ujar Barakzai. Barakzai menekankan, bantuan yang ada saat ini belum mencukupi. Lembaga-lembaga internasional yang hadir pun masih terbatas. Oleh karena itu, pihaknya berharap dapat menjalin kerja sama dengan MER-C, sebagai lembaga kemanusiaan yang sudah dipercaya dan concern kepada masalah kemanusiaan di Afganistan. Dalam kesempatan tersebut, dr. Tonggo Meaty Fransisca menyatakan MER-C akan membawa hasil pertemuan untuk dibahas bersama anggota presidium lainnya. Jika disetujui, MER-C siap menjalin kolaborasi dengan pihak terkait, termasuk Herat University yang sebelumnya telah menjalin kerja sama pada 2024. Pertemuan ini juga menjadi kelanjutan dari komunikasi antara Kedutaan Afghanistan dan dengan Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Dalam pertemuan tersebut, ia menyarankan agar Kedutaan bertemu MER-C dan membahas lebih lanjut terkait respons kemanusiaan di Afghanistan.
Kerusakan Parah Wisma Joserizal Jurnalis: Jejak Kebrutalan Agresi Israel

Gaza – Wisma Joserizal Jurnalis yang terletak di kompleks Rumah Sakit Indonesia, Beit Lahiya, Gaza Utara, kini mengalami kerusakan parah akibat serangan militer penjajah Israel. Sebelum dihancurkan, wisma ini menjadi tempat tinggal para relawan medis Indonesia yang bertugas di Gaza. Wisma ini dibangun oleh MER-C Indonesia dan dinamai untuk mengenang dr. Joserizal Jurnalis, pendiri MER-C, yang semasa hidupnya aktif mengabdi dalam misi kemanusiaan di berbagai wilayah konflik, termasuk Palestina. Sejak awal agresi brutal Israel pada 7 Oktober 2023, wisma ini menjadi pusat koordinasi dan diskusi bagi tim medis Indonesia yang bertugas di RS Indonesia. Selama agresi berlangsung, Israel telah berulang kali melakukan pengepungan dan penyerangan ke area RS Indonesia, termasuk menargetkan Wisma Joserizal. MER-C beberapa kali melakukan perbaikan, namun serangan berulang menyebabkan kerusakan yang terus memburuk. Terakhir, tim Emergency Medical Team (EMT) ke-8 dari MER-C menempati wisma ini sebelum akhirnya agresi kembali meningkat. Pada 2 Juni 2025, seluruh tim medis lokal, pasien, dan warga sipil yang mengungsi di RS Indonesia kembali dipaksa melakukan evakuasi oleh penjajah Israel. Relawan lokal MER-C yang berhasil kembali ke lokasi setelah pasukan Israel mundur dari Beit Lahiya pekan ini melaporkan, kondisi Wisma Joserizal kini sangat memprihatinkan. Barang-barang berserakan, kerusakan bangunan cukup parah, dan area sekitarnya sudah rata dengan tanah akibat gempuran bom. Wisma Joserizal Jurnalis bukan sekadar bangunan, tapi simbol solidaritas dan komitmen Indonesia terhadap kemanusiaan di Gaza. Kehancurannya mencerminkan kebrutalan agresi yang menyasar fasilitas sipil dan relawan kemanusiaan. ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
Relawan Lokal MER-C: Saya Menyaksikan Langsung RS Indonesia Masih Berdiri di Tengah Puing-Puing

Gaza – BEBERAPA hari lalu, setelah mendengar kabar bahwa pasukan penjajah Israel telah mundur dari kawasan sekitar Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya, Gaza Utara, Saya memberanikan diri mendekat lagi ke area rumah sakit. Bahayanya masih ada, karena serangan penjajah Israel masih berlangsung. MER-C Indonesia juga meminta Saya untuk tak mendekat ke Beit Lahiya demi keamanan. Tapi hati Saya tak bisa tenang sebelum melihat langsung kondisi RS Indonesia. Saat tiba, Saya menyaksikan gedung-gedung di sekeliling RS Indonesia telah berubah menjadi puing-puing. Namun, di tengah kehancuran itu, bangunan RS Indonesia masih berdiri kokoh. Ia seakan menjadi simbol bahwa harapan belum sepenuhnya musnah. Di dekatnya, Wisma Joserizal Jurnalis, juga mengalami kerusakan cukup parah. Gudang berisi barang-barang properti milik MER-C berhamburan. Ruang rapat, ruang tidur tamu dan dapur yang hancur nampak terbuka dan kosong. Saat menyusuri setiap ruangannya, Saya teringat rekan-rekan MER-C yang biasa berkumpul dan merencanakan bantuan untuk Kami, masyarakat Gaza, di gedung ini. Saya mengangkat kamera, merekam dan memotret semuanya. Saya tahu, dunia harus melihat ini. Bahwa di tengah kehancuran, RS Indonesia tetap tegak berdiri. Meski pelayanannya kini terhenti karena blokade dan evakuasi paksa oleh penjajah, harapan dari tempat ini belum padam. Teruslah kirimkan doa. Teruslah bersuara. Karena dari tempat yang telah hancur lebur ini, Kami tetap bertahan untuk hidup, untuk harapan, dan untuk kemanusiaan. ——————————————– MER-C’s Local Volunteer: I’m Witnessing the Hospital Still Standing Amidst by Rubble Gaza – Few days ago, after the news of the Israeli Occupation Forces had withdrawn from the area around the Indonesia Hospital in Beit Lahiya, Northern Gaza, I ventured closer to the hospital area. The danger remained, as the attacks continued. MER-C Indonesia asked me not to approach the area of Beit Lahiya for safety reasons. But my heart could not rest until I saw the condition of the Indonesia Hospital firsthand. Upon the arrival, I saw the surrounding buildings at the Indonesia Hospital had been reduced to rubble. However, amidst the destruction, the Indonesia Hospital building still stood strong. It seemed to symbolize that hope had not been completely lost. Nearby, the Joserizal Journalist Guesthouse also suffered significant damage. A warehouse containing MER-C property was scattered. The meeting room, guest bedroom, and kitchen were destroyed, appearing open and empty. As I walked through each rooms, I remembered all of my MER-C colleagues who used to gather and plan aid for us, the people of Gaza, in this building. I raised my camera, filming and photographing everything. I knew the world needed to see this. Amidst the destruction, the Indonesia Hospital remains standing. Although its services have now been halted due to the blockade and forced evacuation by the occupation, the hope of this place has not been extinguished. Keep sending prayers. Keep speaking out. And through this devastating state of place, we continue to stand for life, for hope, and for humanity. ————————- More details at this link ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
Peduli Palestina Masamba Kembali Salurkan Donasi Melalui MER-C

Masamba – Peduli Palestina Masamba kembali menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina melalui MER-C. Pada Selasa, 16 Juli 2025, donasi sebesar Rp9.700.000 telah disalurkan, yang berasal dari hasil penjualan atribut serta penggalangan dana di tiga titik lokasi Car Free Day (CFD): Lampu Merah Rujab, Monumen, dan Bandara Masamba, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2025. Ini merupakan kali kesembilan Peduli Palestina Masamba menyalurkan donasi melalui MER-C. Hingga saat ini, total donasi yang telah disalurkan mencapai Rp72.424.000. MER-C menyampaikan apresiasi atas aksi nyata Peduli Palestina Masamba, juga dukungan dan kepedulian masyarakat Masamba terhadap perjuangan rakyat Palestina. ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
Untuk kedua kalinya, Pendidikan Baiturrahmah Salurkan Donasi Palestina melalui MER-C

Jakarta – Untuk kedua kalinya, Pendidikan Baiturrahmah menyerahkan donasi kemanusiaan Palestina kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Sabtu (13/7/2025). Total donasi yang telah diserahkan berjumlah sebesar Rp5.104.000. Donasi ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap saudara-saudara di Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan. Donasi yang terkumpul berasal dari tiga kali aksi penggalangan dana yang dilaksanakan pada 29 Juni, 6 Juli, dan 13 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan inisiatif pengurus dan dewan guru Lembaga Pendidikan Baiturrahmah, yang didukung oleh para murid serta orang tua/wali murid. Melalui kegiatan ini, Pendidikan Baiturrahmah berharap dapat menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta semangat kemanusiaan para siswa sejak dini. Donasi yang terkumpul telah disalurkan melalui MER-C untuk membantu masyarakat Palestina, sekaligus memfasilitasi dan mempermudah masyarakat untuk menyalurkan donasinya. ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina