Relawan MER-C di Gaza City: Belum Ada Perintah Evakuasi, Bahan Pangan Masih Langka

Gaza – Di tengah rencana pendudukan Gaza yang telah disetujui Kabinet Keamanan Israel pekan lalu, relawan medis MER-C yang bertugas di RS As Shifa, Gaza City, dr. Eka Budhi Satyawardhana, mengatakan hingga Senin (11/8) belum ada perintah evakuasi bagi warga Gaza City ke wilayah selatan. “Sampai detik ini rencana evakuasi warga Gaza City ke selatan belum ada. Kami juga sudah konfirmasi ke staf lokal dan beberapa penduduk Gaza. Sampai hari ini belum ada instruksi apa pun dari penjajah Israel untuk penduduk Gaza City,” kata dr. Eka, dokter spesialis bedah saraf, yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9. Terkait blokade dan kelangkaan bahan pangan di Jalur Gaza, dr. Eka mengungkapkan, pemenuhan kebutuhan pokok seperti makanan, air, dan listrik masih sangat minim. Meski perbatasan sempat dibuka untuk masuknya truk bantuan dan logistik pedagang besar, serta harga-harga mulai turun, warga kurang mampu tetap mengandalkan bantuan organisasi kemanusiaan. “Menu yang diberikan kepada warga pun sangat sederhana. Cuma nasi dengan bumbu khas Timur Tengah tanpa protein. Paling ditambahkan kacang, terong, atau kentang. Secara umum proteinnya kurang, hanya karbohidrat dan protein nabati,” jelasnya. Menurut dr. Eka, situasi saat ini di Jalur Gaza masih jauh dari ideal, khususnya di sektor layanan medis. Ia mengatakan, kondisi di rumah sakit juga memprihatinkan. Air cuci tangan yang digunakan berasal langsung dari ledeng dan bukan air steril. Ini tentu meningkatkan risiko infeksi. Di bidang bedah saraf, keterbatasan peralatan membuat operasi kepala harus dilakukan secara manual menggunakan kawat karena alatnya rusak. Kendala lain adalah ketiadaan alat medis habis pakai seperti pen untuk operasi tulang belakang. “Kalaupun harus dilakukan, pasien terpaksa dirujuk. Benang operasi juga terbatas, ukuran yang tersedia sering tidak sesuai. Bahkan kasa steril ukuran kecil sudah habis, sehingga terpaksa memakai yang besar untuk operasi kecil,” papar dr. Eka. Meski dengan segala keterbatasan, tim medis terus berimprovisasi agar pelayanan tetap berjalan. “Banyak improvisasi dilakukan. Misalnya, teman-teman bedah toraks memanfaatkan apa yang ada sehingga operasi tetap bisa dilakukan,” tambahnya. EMT MER-C ke-9 tiba di Gaza City pada 5 Agustus dan langsung bergabung untuk memperkuat layanan medis di RS As Shifa, pusat layanan kesehatan terbesar di wilayah utara Gaza. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
Ketua EMT MER-C Soroti Tantangan Evakuasi Warga Gaza ke Pulau Galang

Jakarta – Ketua Emergency Medical Team (EMT) MER-C, dr. Arief Rachman, menyampaikan sejumlah pertimbangan terkait wacana pemerintah untuk mengevakuasi 2.000 warga Gaza ke Pulau Galang, Batam, sebagaimana diumumkan Presiden RI Prabowo Subianto dalam sidang kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/8). Menurut dr. Arief, ide ini patut diapresiasi, namun implementasinya sangat menantang. Ia mengatakan, pasien yang bisa dibawa ke Indonesia kemungkinan hanya pasien dengan kasus ringan karena pasien trauma harus distabilisasi dan diselamatkan nyawanya terlebih dahulu sebelum mendapat perawatan lanjutan. “Kalau membawa pasien dalam kondisi darurat justru akan membuang waktu, tenaga, dan sumber daya,” ujarnya dalam diskusi Merah Putih di Nusantara tv, Rabu (13/8). Ia menekankan, tantangan besar lainnya adalah perizinan. Evakuasi pasien dari Gaza bukan hanya berkoordinasi dengan otoritas Palestina, tetapi juga harus mendapat persetujuan Israel. “Saat ini banyak pasien yang sudah kami koordinasikan untuk dievakuasi dengan WHO ditolak Israel. Penolakan ini bukan hanya terhadap pasien tapi juga pendamping pesien untuk ikut. Karena pasien tidak mungkin keluar sendiri,” jelasnya. Selain jumlah pasien, pemerintah juga perlu menghitung jumlah pendamping yang akan dibawa. Dr. Arief kemudian mempertanyakan kesiapan fasilitas di Pulau Galang, khususnya untuk menangani kasus trauma atau rehabilitasi pascatrauma. “Kalau bicara stabilisasi trauma, prinsipnya makin dekat, makin cepat, makin baik,” tegasnya. Ia mengingatkan agar Pulau Galang tidak menjadi “penjara kedua” bagi warga Gaza. Menurutnya, evakuasi ideal adalah ke negara atau wilayah terdekat demi pertimbangan jarak, bahasa, dan budaya. “Kalau ke Pulau Galang, mereka bisa terisolasi dan mengalami culture shock,” tambahnya. Dr. Arief mengungkap, isu ini juga mengganggu kerja lapangan tim medis. “Riaknya bukan hanya di dalam negeri. Warga Gaza memantau dan mempertanyakan mengapa Indonesia justru mendukung rencana Israel untuk mengosongkan Gaza. Pemerintah harus mendengar aspirasi ini,” katanya. Ia menegaskan, tindakan yang paling mendesak saat ini adalah menghentikan genosida dan membuka blokade bantuan kemanusiaan. “Rencana evakuasi harus dilakukan dengan perencanaan yang tepat. Kami sebagai tim medis akan fokus pada bagaimana menangani korban, mengaktifkan kembali rumah sakit, dan memastikan pasien sembuh tanpa cacat,” tutup dr. Arief. Selengkapnya di link ini
MER-C Gelar Pengabdian Masyarakat “Bakti Untuk Negeri” di Sejumlah Daerah

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia sekaligus Milad ke-26, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akan menggelar rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Bakti Untuk Negeri” pada 23–31 Agustus 2025. Kegiatan ini hadir di enam daerah, yaitu Jawa Timur, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Banten, Sumatera Utara, dan Aceh. Warga dapat mengikuti berbagai kegiatan sosial mulai dari sunatan massal gratis, penyuluhan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) untuk santri, hingga pelatihan keterampilan pertolongan pertama serta kesiapsiagaan bencana untuk masyarakat. Jadwal Kegiatan: 23 Agustus | Banten Sunatan massal di Masjid Jami Al Khusaeni, Sukajadi Carita, Pandeglang. Pelatihan keterampilan pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana di Gedung Guru Carita. 23–24 Agustus | Jawa Timur Sunatan massal gratis untuk 30 peserta di Klinik Utama Rawat Inap Asy Syifa, Desa Druju, Sumbermanjing Wetan. 24 Agustus | Sumatera Utara Sunatan massal di Masjid Jami’, Pancur Batu. 30 Agustus | Aceh Sunatan massal gratis dan penyuluhan P3K untuk santri di Dayah Zuriyyatul Qurani Al Maarif, Lhokseumawe. 31 Agustus | Nusa Tenggara Barat Sunatan massal di RSU Adikarsa Praya, Jalan Basuki Rahmat, Praya, Mataram. Jangan lewatkan kesempatan ini! Karena kuota peserta terbatas di setiap lokasi, segera daftarkan diri Anda. Selengkapnya di link ini
Pesan Tokoh untuk Milad ke-26 MER-C: Meneguhkan Semangat Kemanusiaan

Memasuki usia 26 tahun, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia kembali mendapat doa, harapan, dan dukungan dari berbagai tokoh bangsa. Semangat kemanusiaan yang telah menjadi jati diri MER-C terus digaungkan agar senantiasa memberi manfaat, baik di dalam negeri maupun di berbagai belahan dunia. Menteri Kesehatan RI periode 2004-2009, Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) menyampaikan apresiasi mendalam atas kiprah MER-C. Ia berharap agar semangat pengabdian kemanusiaan yang telah ditunjukkan selama ini tidak pernah surut. “MER-C diharapkan untuk tetap istiqomah dalam segala kegiatan kemanusiaan sebagaimana yang telah dilakukan selama ini baik di Indonesia maupun di luar negeri,” pesannya. Doa dan Harapan dari Pemimpin Redaksi Republika Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-26 untuk MER-C. Dalam pesannya, ia menegaskan pentingnya semangat kemanusiaan yang senantiasa menyala di tubuh MER-C. “Selamat Milad ke-26 MER-C. Semoga semangat kemanusiaan ini menginspirasi dan menguatkan bangsa,” ungkapnya. Pesan Penasihat MER-C, Ahmad Michdan Sebagai salah satu penasihat MER-C, Ahmad Michdan berpesan agar para relawan tetap menjaga spirit perjuangan meski menghadapi berbagai tantangan di usia yang semakin matang. “Usia 26 tahun adalah usia yang penuh cobaan. Mudah-mudahan anggota MER-C akan terus melakukan kegiatannya, darma baktinya, ibadahnya, serta melanjutkan cita-cita MER-C,” ucapnya. Rois DSKS, Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir: Seiring Bertambahnya Usia MER-C, maka semoga semakin bertambah pula kebermanfaatannya untuk Ummat Pesan Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, untuk Milad MER-C ke-26 “Mudah-mudahan MER-C istiqomah di jalan kemanusiaan, semua upayanya menjadi amal baik dan diridhoi Allah Swt.” Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina dr. Munir Al-Bursh dan dr Yousif Salaf Alfarra selaku Direktur Klinik Al Aqsa B, menyampaikan doa dan harapan untuk Milad MER-C ke-26 “MER-C Indonesia, lembaga hebat yang menginisiasi berdirinya RS Indonesia di Gaza, Kami mendoakan semoga sukses, dan Kami berharap semoga MER-C melanjutkan perjuangan dan kontribusnya untuk Palestina. Rakyat Palestina mengucapkan selamat untuk MER-C pada hari peringatan Milad ke-26”
Relawan MER-C Bersama Tim Medis Lokal Selamatkan Anak Gaza Korban Tembakan Israel

Gaza City – Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9 bersama tim medis lokal pada Selasa (12/8) berhasil melakukan operasi terhadap seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, korban luka tembak di kepala akibat serangan penjajah Israel. Operasi tersebut dilakukan oleh dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS, dokter spesialis bedah saraf, bersama Kepala Bedah Saraf Rumah Sakit Al Shifa, dr. Hazem Khail. Operasi berjalan sukses meski dilaksanakan di tengah keterbatasan fasilitas. Dr. Eka dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, SpOG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, sempat bertugas di RS Nasser sebelum mulai bertugas di RS Al Shifa pada 5 Agustus 2025. Tiap pekan, mereka melakukan puluhan operasi warga Gaza yang sakit dan terluka. Menurut catatan lembaga kemanusiaan internasional, anak-anak menjadi salah satu kelompok paling rentan dalam agresi penjajah Israel di Jalur Gaza. Sejak awal 2025, ratusan anak dilaporkan tewas dan ribuan lainnya mengalami luka, akibat serangan udara maupun tembakan langsung. Agresi serta blokade yang dilakukan penjajah Israel juga mengakibatkan sebagian besar fasilitas kesehatan di Gaza tidak lagi berfungsi dan kekurangan pasokan medis. MER-C Indonesia sendiri terus berupaya mengirimkan tenaga medis dan bantuan kemanusiaan lainnya ke Gaza sejak awal agresi berlangsung. ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #emtmercindonesia #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
Sambut Milad ke-26, MER-C Goes to Pesantren Hadir di Solo

Solo – Dalam rangka menyambut Milad ke-26, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menggelar program MER-C Goes to Pesantren dengan mengunjungi sejumlah pondok pesantren di wilayah Solo. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap Palestina pada generasi muda sekaligus memberikan pembekalan keterampilan dasar seperti public speaking dan first aid for teen. Kegiatan yang berlangsung 2–6 Agustus ini diisi oleh Presidium MER-C dr. Tonggo Meaty Fransica, Ketua Divisi Humas MER-C Diana Caroline, serta tim MER-C Training Center (MTC) pusat dan Yogyakarta. Dalam kesempatan ini, MER-C menyampaikan update kondisi terkini di Gaza, memotivasi para santri untuk menjadi generasi yang peduli isu kemanusiaan, serta melatih keterampilan berbicara di depan publik dan penanganan pertama pada kondisi darurat. Sejumlah pesantren yang menjadi tujuan kunjungan antara lain: 1. PP. Salman Alfarisi, Solo – Sabtu (2/8) – dihadiri lebih dari 300 peserta.2. PP. Qoryatul Quran, Sukoharjo – Ahad (3/8) – lebih dari 500 peserta.3. PP. Al Mukmin, Ngruki – Senin (4/8) – lebih dari 500 peserta.4. PP. Al Islam, Surakarta – Selasa (5/8) – lebih dari 300 peserta.5. PP. Darusyahadah – Selasa (5/8) – lebih dari 350 peserta.6. PP. Ibnu Abbas, Klaten – Rabu (6/8) – lebih dari 350 peserta. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian santri terhadap isu kemanusiaan di Palestina, sekaligus membekali para santri dengan kemampuan praktis yang bermanfaat. Selengkapnya lihat link ini
Kesaksian Relawan MER-C saat Pengeboman yang Merenggut Nyawa Jurnalis Anas Al-Sharif

Gaza – Kabar serangan udara penjajah Israel pada Ahad (10/8) yang menargetkan tenda kru jurnalis Al Jazeera, dan mengakibatkan syahidnya jurnalis muda Anas Al-Sharif bersama empat rekannya masih menyisakan duka bagi warga Gaza dan dunia. Dr. Eka Budhi Satyawardhana, dokter spesialis bedah saraf yang merupakan anggota Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9, menyaksikan langsung peristiwa pengeboman tersebut karena tenda yang menjadi sasaran serangan berada dekat pintu masuk RS Shifa di Gaza City, tempat ia bertugas sejak 5 Agustus. “Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.20 waktu Gaza,” ujar Dr. Eka pada Senin (11/8). Saat itu, ia dan tim medis lainya sedang beristirahat di mess yang berjarak berjarak sekitar 300 meter dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS As Shifa. “Kami semua terbangun karena mendengar suara ledakan yang sangat keras. Dugaan awal kami, bom itu jatuh di area depan IGD,” tuturnya. Ledakan tersebut diikuti oleh kepanikan petugas malam yang tengah berjaga. Mereka kemudian segera bergegas keluar untuk mencari tahu apa yang terjadi. Tidak lama kemudian, dr. Eka mendapat kabar pengeboman dilakukan menggunakan drone quadcopter yang dilengkapi sistem kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi target. “Biasanya mereka mengintai, lalu jika wajah target sesuai data, bom langsung dilepaskan,” ujarnya. Tenda Jurnalis Menjadi Sasaran Menurut pengamatan Dr. Eka, ada dua hingga tiga tenda yang berdiri dekat RS As Shifa. Area tersebut kerap ramai, karena di sana terdapat warung makan sederhana yang menjadi tempat berkumpul para jurnalis dan warga. “Ketika jurnalis Anas terdeteksi, bom dilepaskan. Ledakannya cukup besar, menyebabkan korban collateral damage,” jelasnya. Salah satu rekan Dr. Eka dari organisasi kemanusiaan lain langsung dipanggil untuk melakukan operasi darurat thoracotomy. Namun, pasien yang ditangani bukan Anas, melainkan warga sipil yang ikut menjadi korban. “Pasien itu tidak tertolong karena pendarahan organ dalam yang masif,” ungkapnya. Gelombang Solidaritas Pagi harinya, RS As Shifa dipenuhi ratusan jurnalis yang menggelar aksi solidaritas di parkiran rumah sakit. Mereka menyuarakan duka dan kemarahan atas syahidnya Anas Al-Sharif, rekan seperjuangan yang selama ini merekam realitas pahit di Gaza. “Situasi IGD juga masih agak sibuk jam 8 hingga 9 pagi untuk menangani korban-korban korban ledakan,” ujar dr. Eka. Anak-anak turut menjadi korban Korban lain yang menjadi perhatian dr. Eka adalah seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun. Ia mengalami blast injury yang sangat parah. Organ dalam di perutnya keluar akibat ledakan. Operasi berlangsung hingga pukul 13.30 waktu Gaza, sebelum pasien dipindahkan ke ICU. Selain itu, banyak korban dengan luka bakar, patah tulang terbuka, dan cedera kepala. “Rata-rata mengalami luka ringan hingga sedang. Ada tiga atau empat pasien yang masih menunggu operasi setelah tindakan sebelumnya,” kata dr. Eka. Pembunuhan Anas bersama empat rekanya menambah panjang daftar kejahatan Israel terhadap jurnalis. Al Jazeera melaporkan, hampir 270 jurnalis dan pekerja media terbunuh oleh serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023, atau sekitar 13 jurnalis setiap bulannya. ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
Tiba di Gaza City, Haru Warnai Reuni Relawan MER-C Indonesia dengan Tim Lokal

Gaza City — Momen haru mewarnai kedatangan Tim Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9 di Gaza City, Palestina pada Selasa (5/8). Dua relawan medis, dr. Eka Budhi Satyawardhana (dokter spesialis bedah saraf) dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum (dokter spesialis kebidanan dan kandungan), disambut hangat oleh tim lokal MER-C Gaza. Bagi dr. Regintha, ini adalah penugasan ketiganya di Gaza, sementara bagi dr. Eka, ini menjadi misi kedua. Keduanya pernah bekerja sama dengan tim MER-C Gaza dalam misi sebelumnya, sehingga pertemuan kali ini terasa penuh kehangatan. Pelukan erat dari para relawan lokal menjadi simbol persahabatan dan solidaritas. Kini, dr. Regintha dan dr. Eka bertugas di RS As Shifa, Gaza City, rumah sakit terbesar di wilayah utara Gaza. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat pelayanan medis di wilayah tersebut. Sebelumnya Tim EMT MER-C ke-9 bertugas di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza Selatan. Perjalanan menuju Gaza City ditempuh melalui jalur darat melewati Netzarim, dilakukan setelah koordinasi dengan World Health Organization (WHO) terkait penempatan tim medis. Saat ini, terdapat tiga relawan MER-C yang bertugas di Jalur Gaza. Selain dr. Eka dan dr. Regintha, ada pula Liaison Officer Marissa Noriti, dibantu sejumlah relawan lokal MER-C lainnya. MER-C terus berkomitmen memberikan bantuan bagi warga Gaza, meski di tengah tantangan besar situasi keamanan dan keterbatasan akibat blokade dan agresi penjajah Israel. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
Bersama MER-C, Klinik Al Aqsa B Hadirkan Layanan Kesehatan untuk Warga Gaza

Gaza Selatan — Di tengah agresi brutal dan blokade berkepanjangan oleh penjajah Israel, Klinik Al Aqsa B yang didukung oleh MER-C menjadi salah satu tumpuan utama layanan kesehatan di wilayah Gaza selatan, khususnya di Al-Mawasi, Khan Younis. Kawasan ini kini menampung sekitar 500.000 pengungsi dari Rafah dan Khan Younis, menjadikannya salah satu wilayah terpadat di Jalur Gaza. Direktur Klinik Al Aqsa B dr. Yousif Salah Alfarra menjelaskan, fasilitas ini menyediakan layanan kesehatan dengan 12 spesialisasi, antara lain kedokteran keluarga, penyakit dalam deng sub-spesialisasi neurologi dan endokrinologi, bedah umum, ortopedi, kebidanan dan kandungan, gizi, fisioterapi, psikiatri, dan layanan gawat darurat. Klinik Al Aqsa B juga menjalankan layanan laboratorium farmasi, keperawatan, serta vaksinasi rutin anak sesuai jadwal nasional Palestina sepanjang pekan. Dengan meningkatnya jumlah pasien setiap harinya, klinik ini menangani keluhan yang semakin kompleks. Klinik nutrisi, misalnya, setiap hari merawat 20 hingga 30 pasien dengan kasus malnutrisi berat. “Masalah terbesar saat ini adalah kekurangan makanan dan kelaparan. Ini tantangan terbesar bagi semua orang di sini,” ungkap dr Yousif, seraya menekankan bahwa populasi paling rentan adalah anak-anak dan ibu hamil. Sementara itu, klinik anak melayani sekitar 250 kasus setiap hari, termasuk gastroenteritis, infeksi kulit, dan dalam tiga bulan terakhir mulai muncul kasus meningitis. Seorang dokter spesialis anak mengatakan, meningkatnya kasus kesehatan juga diiringi dengan krisis ketersediaan obat-obatan seperti antibiotik dan analgesik. Saat ini ketersediaan obat-obatan tidak mencukupi untuk mengatasi jumlah kasus yang dihadapi setiap harinya. Di layanan kebidanan dan kandungan, pasien yang datang pun terus bertambah. “Kami memberikan layanan pra-konsepsi, pemeriksaan kehamilan dan pasca melahirkan, dan menangani kasus ginekologis seperti perdarahan tidak normal atau menstruasi yang terhenti. Setiap hari kami menerima sekitar 60 hingga 70 pasien,” ujar seorang dokter yang bertugas di klinik tersebut. Meski dalam keterbatasan, semangat para tenaga medis dan relawan tidak surut. Klinik Al Aqsa B menjadi harapan bagi ribuan warga Palestina yang membutuhkan perawatan medis. “Terima kasih kepada rakyat Indonesia dan MER-C,” kata Direktur Klinik Al Aqsa B. Dukungan dan solidaritas kita tidak boleh berhenti. Mari terus mendukung perjuangan rakyat Palestina dengan doa dan bantuan kemanusiaan. Setiap langkah kita adalah bagian dari harapan mereka. Selengkapnya di link ini
Tim Medis Klinik Al Aqsa B yang Didukung MER-C Berhasil Selamatkan Lansia Korban Tembakan Israel

Gaza – Tim medis Klinik Al Aqsa B, yang didukung oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), pada Minggu (3/8) berhasil menyelamatkan seorang pria lanjut usia berusia 66 tahun. Pasien datang dengan benjolan pada bagian paha karena peluru yang berada tepat di bawah kulit (subkutan). Tim dokter IGD dan dokter bedah telah berhasil melakukan tindakan untuk mengangkat peluru tersebut. Menurut keterangan tim medis, kondisi pasien saat ini sudah membaik dan akan kembali menjalani pemeriksaan lanjutan dalam beberapa hari mendatang. MER-C bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Palestina (MoH) telah memberikan dukungan operasional kepada Klinik Al Aqsa B yang terletak di Al Mawasi, Gaza Selatan, sejak 1 Desember 2024. Selengkapnya di link ini ————————————————— Medical Team of Al Aqsa Clinic B Supported by MER-C Successfully Saves an Elderly Victim from Israeli Gunfire Gaza – The medical team of Al Aqsa Clinic B, supported by the Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), on Sunday (August 3rd) successfully rescued a 66-year-old man. Patient came presented with a lump on his thigh caused by a bullet lodged just under the skin (subcutaneous). The team consisting of Emergency Room (ER) doctors and surgeons successfully removed the bullet. According to the medical team, the condition of the patient is improving and will return for further examination in the coming days. MER-C, in collaboration with the Palestinian Ministry of Health (MoH), has been providing operational support to the Al Aqsa Clinic B, located in Al Mawasi, Southern Gaza, since December 1st, 2024. ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina