MER-C akan Kembali Kirim Bantuan Alat Kesehatan ke Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akan kembali mengirimkan bantuan alat kesehatan berupa instrumen bedah plastik dan bedah saraf, dengan total volume sebanyak tiga pallet atau lebih dari 2.5 miliar rupiah, ke Jalur Gaza, Palestina. Ini merupakan bantuan alat kesehatan tahap kedua yang dipesan dari Yordania. Bantuan alat kesehatan pertama telah diserahterimakan pada September 2024 untuk memenuhi kebutuhan RS Indonesia di Gaza Utara. Saat perbatasan Rafah masih dibuka, MER-C juga menyalurkan bantuan alat kesehatan untuk dua RS di Gaza Selatan melalui Kairo, Mesir. Bantuan ini sebagai upaya lebih lanjut dari MER-C untuk membantu sistem kesehatan di Jalur Gaza yang hancur akibat perang genosida penjajah Israel selama lebih dari 15 bulan. MER-C juga telah mengirimkan dua delegasi ke Yordania yaitu Ketua Emergency Medical Team (EMT) MER-C dr. Arief Rachman, SpRad dan Liaison Officer EMT MER-C Nanang Khoirono untuk melakukan peninjauan terkait kesiapan dan kelengkapan alat kesehatan yang akan dikirim. Nanang mengatakan, bantuan alat kesehatan sudah siap dikirim untuk mendukung fasilitas kesehatan di Jalur Gaza khususnya di RS Indonesia, namun saat ini masih menunggu izin untuk bisa masuk ke Gaza. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang tiada henti dalam mendukung program-program MER-C Indonesia di Palestina,” ujarnya. ———————————————————————— MER-C Will Assist Another Medical Equipment Support to the Gaza Strip The Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) will again assist a medical equipment support in the form of plastic surgery and neurosurgery instruments, with a total volume of three pallets or more than 2.5 billion rupiah, to the Gaza Strip, Palestine. This is the second phase of medical equipment support that have been ordered from Jordan. The first assist of medical equipment was handed over in September 2024 to meet the needs of the Indonesia Hospital in Northern Gaza. Back when the Rafah border was still open, MER-C also distributed medical equipment support to two hospitals in the South of Gaza via Cairo, Egypt. This support is a further effort by MER-C to help the healthcare system in the Gaza Strip which had been destroyed by the genocidal war of the Israeli occupation for more than 15 months. MER-C has sent two delegations to Jordan, namely the Head of the MER-C Emergency Medical Team (EMT) dr. Arief Rachman, Sp.Rad and the EMT MER-C Liaison Officer Nanang Khoirono to review the readiness and completeness of the medical equipments support that need to be sent. Nanang said that the medical equipment support is now ready to be sent to help the healthcare facilities in the Gaza Strip, especially in the Indonesia Hospital, but still currently waiting for permission to entering Gaza. “We would like to thank all Indonesian people who have continued to support MER-C Indonesia’s programs in Palestine,” he said.
Pelayanan Gawat Darurat 24 Jam RS Indonesia di Gaza kembali dibuka

Breaking News Sejak Sabtu, 1 Februari 2025, pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam di RS Indonesia kembali di buka, EMT MER-C ke 7 turut berpartisipasi dalam kegiatan dengan menurunkan 2 dokter spesialis dan 1 perawat. Ketua EMT MER-C ke 7 yang juga Ketua Presidium MER-C, DR. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em menjelaskan, tim akan bekerja sesuai pembagian shift dengan staf medis rumah sakit. “Penting untuk mendukung pelayanan ini, karena populasi di gaza utara meningkat cepat setelah check point di area Netzarim ditutup” “Saat ini UGD RS. Indonesia dapat melayani kasus-kasus trauma minor dan keluhan simtomatik, pelayanan dapat diperluas apabila instalasi gas medis sentral rumah sakit sudah selesai diperbaiki” papar beliau, “Dibukanya UGD RS Indonesia diharapkan dapat membantu mengurangi kondisi UGD penuh sesak di RS Al-Awda, Gaza Utara” Tim EMT MER-C mendukung pelayanan UGD RS Indonesia bersama-sama dengan staf RS yang masih tersisa, dan dokter-dokter muda warga lokal yang menjadi relawan.
Bertemu Kemenkes Palestina di Gaza, MER-C Sampaikan Komitmen Reaktivasi RS Indonesia

Gaza, Kamis, 30 Januari 2025 – Tim Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-7 mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan Palestina di Gaza, Dr. Yousef Abu Al Rish, di Rumah Sakit Indonesia, Gaza Utara. Pertemuan ini membahas rencana pemulihan layanan kesehatan di Gaza, khususnya upaya percepatan reaktivasi Rumah Sakit Indonesia (RS Indonesia) sebagai fasilitas kesehatan utama di wilayah tersebut. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Yousef Abu Al Rish menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan Palestina secara bertahap akan mengaktifkan kembali layanan kesehatan di seluruh Gaza. Salah satu prioritas utama adalah reaktivasi layanan di RS Indonesia, mengingat RS Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza City dan Utara, telah mengalami kerusakan berat akibat agresi militer. Ia memaparkan beberapa layanan yang mendesak untuk segera dioperasikan kembali meliputi unit gawat darurat (UGD), layanan dialisis, serta unit pelayanan medis lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ketua EMT MER-C ke-7, yang juga Ketua Presidium MER-C, DR. dr. Hadiki Habib, Sp.PD., Sp.Em menegaskan kembali komitmen MER-C dan masyarakat Indonesia dalam mendukung pemulihan kondisi masyarakat Gaza pasca genosida. Dalam kesempatan ini, ia juga menyampaikan program “Build Back Better RS Indonesia”, yaitu membangun kembali rumah sakit Indonesia dengan lebih baik di masa depan. “Kami akan melakukan penilaian kerusakan (damage assessment) secara menyeluruh dan detail terhadap struktur bangunan rumah sakit Indonesia, instalasi gas, air, listrik, internet, serta mengevaluasi kelengkapan alat-alat medis dan elektromedis yang masih dapat digunakan,” ujar dr. Hadiki. Pertemuan ini difasilitasi oleh Direktur RS Indonesia, dr. Marwan Al Sultan beserta staf rumah sakit. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga di wilayah Gaza, Palestina. Tim MER-C sendiri terdiri dari lima relawan Indonesia dan empat staf local yang berhasil mencapai Gaza Utara hari Kamis, 30 Januari 2025. Pada kesempatan memasuki Gaza Utara pasca kesepakatan gencatan senjata tersebut, Tim MER-C langsung melakukan penilaian ke tiga rumah sakit di Gaza Utara, yaitu RS Al Awda, RS Kamal Adwan dan RS Indonesia. ————————————————————————————— Meet the Palestinian Ministry of Health in Gaza, MER-C Delivers Its Commitment to Reactivate the Indonesia Hospital in Gaza On Thursday, January 30th, 2025, in Gaza – The 7th team of MER-C Emergency Medical Team (EMT) held a meeting with the Deputy Minister of Health of Palestine in Gaza, Dr. Yousef Abu Al Rish, at the Indonesia Hospital, Northern Gaza. Discussed plans to restore the health facility services in the Gaza Strip, especially new efforts to accelerate the reactivation of the Indonesia Hospital (RS Indonesia) as the main health facility in the region. In that meeting also, Dr. Yousef Abu Al Rish has expressed the will from the Palestinian Ministry of Health to gradually reactivate healthcare services throughout Gaza. One of their top main priorities is the reactivation of services at the Indonesia Hospital, considering that Al-Shifa Hospital, the largest hospital in the North and the Gaza City, has been severely damaged by military aggression. He explained several services that urgently need to be reactivated immediately, including the emergency unit (UGD), dialysis services, and other medical service units that are greatly needed by the community. The Chairman of the 7th team of EMT MER-C, who is currently also the Chairman of the MER-C Presidium, DR. dr. Hadiki Habib, Sp.PD., Sp.Em reaffirmed the commitment of MER-C and the Indonesian people to support the recovery conditions in the Gaza community after the genocide. On that occasion, he also conveyed the “Build Back a Better RS Indonesia” program, which is to rebuild Indonesia Hospital in a better form ultimately. “We will conduct a comprehensive and detailed damage assessment of the structure of the Indonesia Hospital building, gas, water, electricity, internet installations, and evaluate the completeness of medical and electromedical equipment that can still be used,” said dr. Hadiki. This meeting was facilitated by the Director of RS Indonesia in Gaza, dr. Marwan Al Sultan along with the hospital staffs. Who were also present at the meeting with other representatives from various ministries and institutions in the Gaza region, Palestine. The MER-C team itself consists of five Indonesian volunteers and four local staffs who manage to reach Northern Gaza on Thursday, January 30th, 2025. On this occasion of entering the North Gaza after ceasefire agreement, MER-C immediately conducted an assessment of three hospitals in Northern Gaza area, namely Al Awda Hospital, Kamal Adwan Hospital and the Indonesia Hospital. ———————————————————————————————- لقاء مع وزارة الصحة الفلسطينية في غزة: “MER-C” تؤكد التزامها بإعادة تفعيل المستشفى الاندونيسي. غزة، الخميس، 30 يناير 2025 – عقد الفريق الطبي الطارئ السابع (EMT) التابع لمنظمة MER-C اجتماعًا مع نائب وزير الصحة الفلسطيني في غزة، د. يوسف أبو الريش، في المستشفى الاندونيسي بشمال غزة. ناقش الاجتماع خطة استعادة الخدمات الصحية في القطاع، مع التركيز على تسريع إعادة تفعيل المستشفى الاندونيسي كمرفق صحي رئيسي في المنطقة. خلال الاجتماع، أكد د. يوسف أبو الريش أن وزارة الصحة الفلسطينية تعمل تدريجياً على إعادة تفعيل الخدمات الصحية في جميع أنحاء غزة، مشيرًا إلى أن أحد الأولويات الرئيسية هو إعادة تشغيل الخدمات في المستشفى الاندونيسي، خاصة بعد تعرض مستشفى الشفاء، وهو أكبر مستشفى في مدينة غزة والشمال، لأضرار جسيمة نتيجة العدوان العسكري. وأوضح أن هناك خدمات طبية عاجلة تحتاج إلى إعادة تشغيل فوري، بما في ذلك قسم الطوارئ، وخدمات غسيل الكلى، بالإضافة إلى وحدات طبية أخرى ضرورية لسكان غزة. من جانبه، أكد رئيس الفريق الطبي الطارئ السابع ورئيس مجلس رئاسة MER-C، د. حديقي حبيب، التزام MER-C والشعب الإندونيسي بدعم المجتمع الغزي بتعافيه بعد المجازر التي تعرض لها. كما استعرض خلال الاجتماع برنامج “إعادة بناء المستشفى الاندونيسي بشكل أفضل” (Build Back Better RS Indonesia)، الذي يهدف إلى إعادة بناء المستشفى بمواصفات محسنة في المستقبل. وقال د. حديقي: “سنقوم بإجراء تقييم شامل ودقيق للأضرار التي لحقت بالمستشفى، بما في ذلك هيكل المبنى، وشبكات الغاز والمياه والكهرباء والإنترنت، بالإضافة إلى تقييم المعدات الطبية والإلكترونية القابلة للاستخدام”. عُقد الاجتماع بتنظيم مدير المستشفى الاندونيسي، د. مروان السلطان، وطاقم المستشفى، بحضور ممثلين من مختلف الوزارات والهيئات في قطاع غزة. يُذكر أن فريق MER-C يضم خمسة متطوعين إندونيسيين وأربعة موظفين محليين، وقد تمكنوا من الوصول إلى شمال غزة يوم الخميس، 30 يناير 2025. وبمجرد دخولهم غزة بعد اتفاق وقف النار قام الفريق بإجراء تقييم للأضرار في ثلاثة مستشفيات في شمال غزة، وهي المستشفى الاندونيسي،
EMT MER-C ke 7 melakukan Disaster Triage di Gaza Utara

Kamis Pagi (30/1) setelah masuk ke Gaza Utara, EMT MER-C ke 7 segera melakukan Disaster Triage dan penilaian cepat kondisi pasca genosida. “Ekosistem Gaza Utara mengalami kehancuran terbesar akibat Genosida, meskipun demikian, populasi meningkat sangat cepat setelah gencatan senjata dan koridor Netzarim dibuka” papar ketua EMT MER-C ke 7, dr.Hadiki Habib. “Kita akan segera menghadapi kasus-kasus luka-luka pasca perang, eksaserbasi akut penyakit kronik, dan penyakit infeksi seperti gastroenteritis dan pneumonia di wilayah Gaza Utara” lanjut dr. Hadiki “Gaza saat ini masih musim dingin, dan sumber air sangat terbatas di Utara” RS Al-Awda masih menjadi satu-satunya rumah sakit yg berfungsi di utara, rumah sakit ini awalnya fokus kepada layanan Obstetri,namun menerima kasus umum lainnya pasca perang. Direktur RS Al Awda, Mohammed Salha mengatakan, layanan gawat darurat mereka saat ini menerima lebih dari 300 kunjungan sehari dan tenaga dokter yang bertugas merupakan fresh graduate dan masih sangat terbatas jumlahnya Diantara puing-puing RS Kamal Adwan, tenaga kesehatan yg tersisa berniat mengaktifkan kembali ruang poliklinik yang relatif tidak hancur, dalam 1 minggu ke depan, rencana 5 poliklinik akan dijalankan kembali oleh staf rumah sakit. “RS Kamal Adwan membutuhkan dukungan logistik RS lapangan seperti tenda, sumber listrik dan air, agar klinik yang dibuka bisa berjalan optimal” dr. Hadiki menjelaskan RS Indonesia sendiri mengalami kerusakan bangunan, interior dan alat medis yang banyak, “Walau demikian, kami siap mengaktifkan kembali Unit Gawat Darurat” terang dr. Marwan, Direktur RS Indonesia di Gaza Utara. “Sumber energi dari solar panel yang dirusak penjajah masih mampu mendukung pelayanan gawat darurat di RS Indonesia” sambung dr. Hadiki, “Aktivasi pelayanan IGD 24 jam dan rawat inap terbatas menjadi prioritas agar penumpukan pasien di rs Al Awda bisa kita diversi, untuk itu, tim akan melakukan komunikasi aktif ke kementerian kesehatan Palestina dan WHO untuk mendukung perbaikan instalasi gas medis, instalasi sanitasi dan sterilisasi dan logistik farmasi ke RS Indonesia”
EMT MER-C ke-7 Berhasil Masuk Gaza Utara Bersama dengan Kembalinya Ratusan Ribu Warga

BREAKING NEWS Kamis pagi (30 Januari 2025), EMT (Emergency Medical Team) MER-C Indonesia ke-7 berhasil memasuki Gaza Utara, tim langsung menuju RS Indonesia untuk melakukan penilaian cepat. Sejak Rabu pagi, 29 Januari 2025, tim MER-C bersama dengan konvoi WHO di Gaza Selatan bergerak menuju Gaza Utara. Lima orang tim MER-C Indonesia beserta empat staf lokal melalui 8 jam perjalanan darat melewati jalan sempit dan puing-puing sisa perang, yang dipenuhi oleh warga Gaza yang berbondong-bondong pulang ke Utara setelah penjagaan di koridor Netzarim dialihkan dari pasukan penjajah kepada tim militer Internasional. Keluarga-keluarga berjalan kaki, menggunakan keledai, dan mobil-mobil usang membawa barang yang masih bisa diselamatkan, kembali ke tanah tempat tinggal mereka. Rabu sore, tim berpisah dengan iring-iringan WHO, karena akan melanjutkan perjalanan ke Gaza Utara. Tim tiba di RS Public Aid, Gaza City, diterima langsung oleh Direktur RS Public Aid Eng. Mohammed Abu Yusuf. Setelah bermalam di tempat ini dan mengumpulkan informasi terkait situasi pelayanan kesehatan, perjalanan dilanjutkan pada Kamis pagi (30/1). EMT MER-C ke-7 tediri dari empat relawan medis yaitu dua dokter spesalis penyakit dalam DR. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em., dan dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, Sp.PD., satu dokter spesialis bedah saraf dr. Eka Budhi Satyawardhana, Sp.BS., serta satu perawat Puren Prasetiyadi, Amd.Kep. Tim bertolak dari Jakarta ke Amman Yordania pada hari Kamis (23/1) dan berhasil masuk ke Jalur Gaza bersama konvoi WHO pada Selasa (28/1). Dengan masuknya EMT MER-C ke-7, jumlah relawan MER-C di Gaza saat ini sebanyak lima orang. Tim ini rencananya akan bertugas selama satu setengah bulan di Jalur Gaza.
RS Ananda Group Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina Melalui MER-C

Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-23, Rumah Sakit Ananda Group Pada hari Rabu, 29 Januari 2025 menyerahkan bantuan kemanusiaan yang akan disalurkan kepada pengungsi Palestina melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Bantuan yang tekumpul dari donasi karyawan RS Ananda Bekasi ini diserahkan oleh Komisaris PT. Rajut Ananda Hidup Mandiri Ibu Hj. Lidesma, M.Si kepada perwakilan MER-C yang hadir dalam acara tersebut yaitu Presidium MER-C dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.OT., Kepala Divisi Humas Diana Caroline dan Sri Baeti, relawan MER-C yang bertugas di Jalur Gaza pada awal tahun 2023. Dalam kesempatan itu, dr. Zecky memaparkan sejumlah program yang saat ini dilakukan oleh MER-C di Palestina, di antaranya rekonstruksi Rumah Sakit Indonesia di Gaza, peningkatan peralatan medis, pembangunan menara baru yang akan digunakan sebagai klinik spesialis, serta peluncuran berbagai program kesehatan penting seperti pengobatan darurat dan program WASH (Air, Sanitasi, dan Higiene). Ia mengatakan MER-C akan terus berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan mendukung pembangunan infrastruktur kesehatan di Palestina melalui berbagai program yang telah dijalankan. Acara ini juga sebagai wujud semakin eratnya kerja sama antara RS Ananda Group dan MER-C, serta menunjukkan semakin banyak pihak yang peduli terhadap nasib pengungsi Palestina dan kondisi kesehatan di daerah konflik.
Bantuan Terus Berlanjut, MER-C Kembali Berangkatkan Tim Medis ke Jalur Gaza

Meski genjatan senjata antara penjajah Israel dan Hamas telah disepakati, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C tetap berkomitmen melanjutkan bantuan untuk warga Gaza, salah satunya dengan kembali mengirimkan tim medis ke Jalur Gaza. Pada Kamis (23/1), Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-7 yang tediri dari empat relawan yatu dua dokter spesalis penyakit dalam DR. dr. Hadiki Habib, Sp.P.D, Sp.Em., dan dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, Sp.P.D., satu dokter spesialis bedah saraf dr. Eka Budhi Satyawardhana, Sp.BS., serta satu perawat Puren Prasetiyadi, Amd.Kep diberangkatkan dari Jakarta untuk bertugas di Jalur Gaza. Ketua Presidium MER-C yang juga menjadi Ketua Tim EMT ke-7 dr. Hadiki Habib mengatakan, rencananya, Tim EMT MER-C ke-7 ini akan bertugas selama satu setengah bulan di Jalur Gaza. “Tugas kita kali ini adalah melakukan pelayanan kesehatan di wiayah Gaza, khususnya di pelayanan medis perawatan pasca perang dan perawatan kasus trauma, serta kemudian menjajaki kemungkinan rencana rehabilitasi RS Indonesia di Gaza Utara,” ujarnya. ia juga berharap, dengan situasi yang saat ini relatif dianggap lebih baik, mobilisasi bisa lebih mudah sehingga proses komunikasi dan koordinasi bisa lebih cepat. “Kita sama-sama berdoa agar situsasi ini dapat terus bertahan dan semakin baik, sehingga masyarakat yang mengalami krisis kemanusiaan di Jalur Gaza bisa mendapatkan bantuan yang seharusnya,” kata dr. Hadiki.
MER-C Sampaikan Rencana Rekonstruksi RS Indonesia dalam Konferensi Internasional Gaza: Beat of the Heart di Yordania

Presidium Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) DR. Ir. Ahyahudin Sodri, MSc menyampaikan rencana rekonstruksi Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara dalam Konferensi Internasional Gaza: Beat of the Heart di Amman, Yordania, yang digelar pada 23-24 Januari 2025. Dalam kesempatan tersebut, Ahyahudin memaparkan rencana rekonstruksi RS Indonesia serta pengadaan alat-alat kesehatan yang mengalami kerusakan, agar RS Indonesia secepatnya bisa beroperasi kembali, juga rencana pengembangan layanan poliklinik untuk menambah kapasitas pelayanan rawat jalan pasien yang berkunjung ke RS Indonesia. Dalam paparannya, Ahyahudin juga menjelaskan proses pembangunan RS Indonesia yang merupakan komitmen dan amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. Selain itu, ia menyampaikan kerja kemanusiaan yang dilakukan oleh MER-C di Jalur Gaza, sejak tahun 2009 hingga 2024. Ia mengatakan, sejak awal agresi 7 Oktober 2023 MER-C telah pengiriman Emergency Medical Team (EMT) untuk merespon krisis kesehatan yang terjadi di Jalur Gaza. Sejauh ini, MER-C telah mengirimkan 7 tim yang terdiri dari dokter umum dan spesialis, bidan serta perawat. Konferensi yang digelar oleh Jordanian Medical Association ini bertujuan untuk memberdayakan serta memulihkan layanan kesehatan penting di Gaza, melalui proyek-proyek khusus yang dipresentasikan selama Konferensi. Konferensi ini dihadiri berbagai organisasi internasional, regional, dan lokal. MER-C mengirimkan empat delegasi untuk mengikuti Konferensi ini yaitu Presidium MER-C DR. Ir. Ahyahudin Sodri, MSc, Ketua EMT MER-C Indonesia dr. Arief Rachman, SpRad, Liaison Officer EMT MER-C Indonesia Nanang Khoirino serta Ketua Divisi Relawan MER-C dr. Guntur Utama Putera, SpOT.
MER-C Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih dan Perlengkapan Ibadah untuk Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali menyalurkan bantuan untuk pengungsi Rohingya di kamp eks-imigrasi, Lhokseumawe, Aceh Timur. “Alhamdulillah pada 9-18 Januari 2025, MER-C kembali menyalurkan bantuan berupa air bersih sebanyak satu mobil tangka air ukuran 5000 ml setiap harinya,” ujar Project Manager MER-C Ira Hadiati, Kamis (23/1). Kemudian pada 21 Januari 2025, MER-C juga memberikan bantuan berupa 78 mukenah dan satu rol terpal alas sholat dengan lebar empat meter untuk pengungsi yang baru tiba beberapa waktu lalu. Ira mengatakan bantuan yang diberikan ini sesuai dengan kebutuhan yang diinformasikan oleh Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Aceh Timur. Lebih lanjut Ira mengatakan, suplai bantuan air bersih ini rencananya akan dilanjutkan pada 23 Januari hingga 5 Februari 2025, mengingat kebutuhan air bersih di kamp pengungsi eks-Kantor Imigrasi Lhokseumawe saat ini masih belum terpenuhi. Sebelumnya MER-C juga telah memberikan bantuan tujuh tangki air bersih sebanyak 35.000 liter untuk pengungsi Rohingya di eks-gedung Imigrasi Lhokseumawe, karena memang pengungsi di kamp tersebut mengalami kekurangan air bersih.
Jusuf Kalla Apresiasi Kerja Kemanusiaan MER-C

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) M Jusuf Kalla mengapresiasi kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). “Apresiasi dan terima kasih kepada MER-C yang mengabdi kerja kemanusiaan sampai ke Gaza, sejak dulu telah mendirikan rumah sakit di Gaza,” kata Jusuf Kalla saat menerima kunjungan MER-C pada Selasa (21/1), di Kantor Pusat PMI, di Jakarta. “Mudah-mudahan ini berlanjut terus, ini amal yang sangat tinggi di antara kita semua,” tuturnya. MER-C pada kunjungan ini diwakili oleh tiga anggota presidium yaitu DR. dr. Yogi Prabowo, SpOT, SubSp.Onk.Orth.R(K) Sp.Em, dr. T. Meaty Fransisca, dan dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.OT. Dr. Yogi dalam kesempatan itu menyampaikan terkait perkembangan terkini misi MER-C di Jalur Gaza , Palestina dan untuk Rohingya. Sementara itu, dr. T. Meaty Fransisca, yang baru kembali dari bertugas di Afghanistan juga menyampaikan update misi dan program kemanusiaan MER-C di sana, khususnya di wilayah Herat pasca gempa. dr. Mea juga menyampaikan harapan Gubernur Herat agar Indonesia dapat membantu pelayanan kesehatan mental bagi warga mereka dan pembangunan klinik. Ia menegaskan pihak pemerintah Afghanistan telah menyatakan siap menyediakan lahan untuk klinik serta operasionalnya.