Ketua Presidium MER-C Ajak Elemen Bangsa Menolak Kehadiran Penjajah Israel

Jakarta, PJMI – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr Sarbini Abdul Murad terus mengajak seluruh elemen bangsa untuk melakukan penolakan terhadap segala bentuk kehadiran dan hubungan dengan Israel. Dia juga mengingatkan pemerintah Indonesia tetap konsisten tidak melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. “Pemerintah tidak boleh memberikan ruang sedikit pun untuk Israel. Semua upaya kerja sama termasuk kerja sama politik, sosial, budaya, ekonomi, olahraga, dengan Israel harus ditolak,” tegas Sarbini saat menerima audiensi pengurus Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) di kantor pusat MER-C, Jakarta, Senin (17/10/2022). Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan jati diri Indonesia yang tetap konsisten dan konsekuen dengan identitasnya sebagai bangsa yang menentang penjajahan. Dalam upaya tersebut, MER-C tengah melakukan Safari Kemanusiaan untuk Menolak Kedatangan Tim Nasional Sepak Bola Israel ke Indonesia dalam ajang Piala Dunia U-20 yang akan diselenggarakan pada 2023 mendatang, di mana Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan olah raga tersebut. “Pada 29 Juni 2022, MER-C bersama lembaga peduli Palestina diantaranya AWG (Aqsha Working Group), BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) dan KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam), menyampaikan pernyataan bersama meminta pemerintah Indonesia harus tegas menolak Tim U-20 Israel,” ujarnya. Sarbini menyatakan, MER-C memang memberikan perhatian khusus terhadap kedatangan Timnas Israel, karena memandang lolosnya Timnas Israel akan menjadi ujian berat bangsa Indonesia untuk membuktikan kekonsistenannya, dalam pembelaan terhadap Palestina dan penolakannya atas segala bentuk penjajahan seperti yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Upaya penolakan ini akan terus dilakukan tidak hanya karena daftar panjang pelanggaran HAM namun juga penjajahan yang masih dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina yang bertentangan dengan konstitusi negara Indonesia dan hukum Internasional. Menurutnya, apabila Timnas Israel bisa lolos ke Indonesia, maka akan menjadi kekalahan konstitusi dan sejarah bangsa Indonesia. “Apabila Tim sepak bola Israel hadir dan berlaga di Indonesia, maka ini akan menjadi sebuah pengakuan secara tidak langsung bagi eksistensi Israel dan bentuk dukungan atas penjajahan yang dilakukan Israel kepada bangsa Palestina,” pungkasnya. Peran Lebih Indonesia Sarbini memperkenalkan MER-C sebagai sebuah lembaga sosial dengan misi kemanusiaan dan perdamaian. Salah satu fokusnya adalah mendorong kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari tanggung jawab sejarah dan konstitusi bangsa Indonesia. “Bagi kami Palestina jadi ikon perjuangan kami. Kami akan terus menggulirkan kampanye perjuangan kemerdekaan Palestina,” tegasnya. Dalam rangka mendorong kemanusiaan dan perdamaian, selain di Palestina, membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza, MER-C juga telah membangun Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State (Myanmar) yang dilakukan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI). MER-C juga telah menjalankan misi kemanusiaannya ke Afghanisan, Irak, Iran, Lebanon Selatan, Kashmir, Sudan, Filipina Selatan, Thailand Selatan, dan lain-lain. Bahkan, Selama perjalanannya selama 23 tahun lebih, MER-C telah melaksanakan lebih dari 300 misi kemanusiaan bencana alam, perang dan konflik, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sarbini juga berharap Indonesia dapat memainkan peran lebih untuk Palestina, demi mendorong perdamaian dan kemerdekaan di negara Timur Tengah tersebut. “Indonesia punya potensi dan mediator persatuan internal Palestina. Indonesia bisa menjadi perekat antara Hamas, Fatah dan kelompok-kelompok lain yang ada di Palestina. Persatuan internal menjadi kunci meraih kemerdekaan,” ujarnya. Program Sinergi Ketua Presidium MER-C sangat bersyukur dan sangat mengapresiasi kehadiran PJMI yang berperan di media dengan memberikan pencerahan kepada masyarakat dunia dari berita yang tidak benar dan terus gigih menyampaikan pesan perdamaian, serta mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dari penjajahan Zionis Israel. “Kami berharap PJMI terus melaksanakan jihad profesi sebagai jurnalis untuk memberitahukan kepada masyarakat dunia khususnya masyarakat Indonesia, bagaimana kondisi sebenarnya di Palestina dan perjuangan saudara-sudara kita untuk mencapai kemerdekaan negaranya. Kita tidak akan pernah diam melihat penjajahan Zionis atas Palestina,” pungkasnya. Audiensi pengurus PJMI dengan Ketua Presidium MER-C, Ketua Umum H. Ismail Lutan, didampingi sejumlah pengurus, antara lain Ketua Dewan Pembina Muhammad Anthoni, Wakil Sekjen Rana Setiawan, Ketua Bidang Humas Turyadi, Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Iin Aura, Irwan Setiawan, Aliyudin Sofyan, Setyohadi, Anwar Aras, dan Mahdi Djayakarta Putra. Sementara Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad didampingi Manajer Operasional MER-C Rima Manzaranis. Ketua Umum PJMI merasa sangat bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan silaturahim dan diskusi bersama Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad. Dia menyatakan komitmen PJMI berperan mendukung perjuangan Palestina dengan melakukan berbagai kolaborasi dan sinergitas program bersama dalam memberikan edukasi dan informasi yang sebenarnya tentang saudara-saudara kita yang didzalimi. “Insya Allah, PJMI akan mengagendakan diskusi mengenai Palestina ini dalam program diskusi dwipekanan PJMI yang diadakan setiap Rabu malam bersama Barisan Nusantara. Kami akan undang pembicara dari MER-C maupun narasumber lainnya,” pungkas Ismail Lutan. Dia menjelaskan, saat ini anggota PJMI berjumlah sekitar 100 orang, terdiri dari wartawan aktif, baik cetak maupun elektronik dan siber yang tersebar di beberapa wilayah Tanah Air. Keanggotaan PJMI tidak semata wartawan, tetapi juga pegiat medsos, blogger, penulis dan aktivis. Ismail juga menyatakan, sejak dipilih menjadi Ketua Umum, 4 Agustus 2022 lalu, pihaknya bertekad mengembangkan PJMI menjadi organisasi yang berwibawa dan berpengaruh. Memperjuangkan kepentingan umat dengan cara-cara yang santun, bermartabat dan cerdas. Pengurus Baru PJMI (periode 2022-2025) direncakan akan melakukan pelantikan tanggal 10 November di Hotel Horison, Rasuna Said, Jakarta.(RS) Jakarta, 17 Oktober 2022 Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI)
MER-C Mengecam Keras Penembakan Mati Dokter Palestina oleh Israel

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang dokter Palestina, Abdullah Al-Teen (43 tahun) ketika melaksanakan tugas profesi dan kemanusiaan membantu korban kekerasan tentara Israel. Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan Palestina, Dokter Abdullah Al-Teen ditembak di kepala oleh tentara Israel, saat ia sedang berusaha menyelamatkan korban luka tembak Israel di depan rumah sakit pemerintah Jenin, Jum’at (14/10). Tidak hanya Dokter Al-Teen, dua petugas ambulans juga dikabarkan menjadi target tentara Israel yang mencegah staf medis untuk mendekati dan menyelamatkan seorang pemuda Palestina yang menjadi korban. MER-C mengutuk kejahatan kemanusiaan yang terus dilakukan Israel terhadap warga Palestina. MER-C mengecam keras penargetan tenaga dan staf medis yang tengah bertugas karena profesi ini dilindungi oleh undang-undang dan hukum internasional meski di wilayah perang atau konflik. Untuk itu, MER-C memandang penargetan tenaga dan staf medis merupakan sebuah perkembangan berbahaya dari tindakan tentara Israel yang harus segera dihentikan. Merespon hal tersebut, MER-C meminta Dewan Keamanan PBB, lembaga HAM dan kemanusiaan Internasional serta masyarakat dunia untuk turut mengecam dan melakukan langkah-langkah tegas dalam rangka memberikan t
MER-C Beri Pelatihan Pertolongan Pertama kepada Masyarakat Cilincing

Relawan MER-C bekerjasama dengan Life Project 4 Youth (LP4Y) melakukan kegiatan latihan pertolongan pertama dalam kondisi sehari-hari untuk awam. Latihan yang bertajuk “Pijat Jantung Saja dan Pertolongan Pertama Kegawatan Medis di Rumah Tangga” dilaksanakan di Kampung Sawah, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat/14 Oktober 2022. Masyarakat binaan yang terdiri dari ibu rumah tangga dan perempuan remaja usia produktif tampak antusias membahas situasi kesehatan yang relevan terjadi sehari-hari.Diskusi berkembang karena banyak pertolongan pertama yang dilakukan berdasarkan mitos atau wawasan lokal yang diketahui masyarakat, ternyata banyak yang keliru, bahkan ada yang membahayakan. Dr. Choga Ilham Arlando, Koordinator MER-C untuk kegiatan ini menyampaikan, peserta dilatih pertolongan pertama tersedak, luka robek, luka bakar, patah tulang ekstremitas, dan henti jantung paru. Dan tidak kalah penting masyarakat harus mengetahui kapan ke fasilitas kesehatan dan bagaimana mengakses sistem gawat darurat terpadu di Jakarta. Ketua PKK yang juga ikut sebagai peserta, Ibuu Zulika, menyampaikan terima kasih dan mengusulkan kegiatan berkelanjutan dengan topik ini di lingkungannya. Ketua Divisi Regenerasi MER-C, dr. Meaty menyampaikan sebanyak 10 relawan dari berbagai profesi ikut terlibat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program mitigasi bencana di daerah urban, dilaksanakan cuma-cuma oleh relawan MER-C sebagai bagian dari jihad profesi.
MER-C Minta Inggris Urungkan Rencana Pemindahan Kedubes ke Yerusalem

Ketua Presidium lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian, Medical Emergency Rescue Committee atau MER-C, Sarbini Abdul Murad, angkat bicara merespon rencana Perdana Menteri Inggris terpilih, Liz Truss, yang akan memindahkan Kedutaan Besar Inggris dari Tel Aviv ke Yerusalem. “Kami (MER-C) meminta PM Liz Truss untuk berfikir ulang dan urungkan rencana memindahkan Kedubes Inggris dari Tel Aviv ke Yerusalem,” ujar Sarbini. Sarbini beralasan rencana Inggris tersebut bisa merusak kesepakatan solusi adil dan terhormat terhadap konflik Palestina dan Israel. “Sebaiknya Inggris jangan menambah kerumitan masalah dengan melakukan hal yang pasti akan ditentang oleh masyarakat Internasional,” ucapnya. Ia juga mengatakan bahwa dipastikan langkah Inggris itu adalah rencana ilegal yang akan menggagalkan dan memburamkan apa yang selama ini sudah disepakati masyarakat Internasional, yaitu dengan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Lebih lanjut Sarbini meminta kepada pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri RI agar dapat melakukan pendekatan dan diplomasi dengan Inggris. “Kami meminta kepada pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemlu RI bisa melakukan pendekatan dan diplomasi dengan Inggris agar rencana ini tidak diwujudkan,” lanjut Sarbini. Bahkan menurutnya, Indonesia bisa menggalang kekuatan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI). “Indonesia bisa menginisiasi untuk menggalang kekuatan OKI untuk bersama-sama berjuang agar rencana ilegal ini bisa digagalkan,” tambahnya.
Bupati KLU Resmikan Masjid Silaturahim di Wilayah Pasca Gempa

Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu SH, meresmikan bantuan masjid yang berada di SMPN 3 Kayangan, desa Gumantar, kec. Kayangan, Rabu/12 Oktober 2022. Masjid yang diberi nama Masjid Silaturahim dibangun atas donasi dari masyarakat Indonesia bagi korban gempa bumi Lombok yang diterima oleh MER-C (Medical Emergency Rescue Committee). Berbagai bantuan medis berupa pengiriman tim secara bergelombang, obat-obatan, bantuan logistik sudah disalurkan oleh MER-C saat awal bencana. Sisa donasi yang ada kini ditunaikan oleh MER-C dalam bentuk pembangunan sarana umum yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga terdampak gempa di KLU, NTB. Bupati KLU menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan dan mengajak guru dan siswa mewujudkan rasa syukur dengan memakmurkan masjid ini agar amal jariyah para donatur bisa mengalir. “Terima kasih kepada saudara-saudara saya dari MER-C yang telah membangun masjid yang cukup indah ini, tinggal kita bersyukur terutama masyarakat sekitar dan warga sekolah di sini dengan memanfaatkan maksimal. Pertama, kita pelihara keramaiannya dengan beribadah supaya amaliah para donatur dan saudara-saudara MER-C bisa terus mengalir. Kedua, pelihara kebersihannya sebagai rumah ibadah,” ujar H. Djohan Sjamsu SH dalam sambutannya. Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Ahmad Maulidi, juga mengucapkan terima kasih dan rasa syukur atas bantuan ini karena sudah lama menanti tempat yang bisa digunakan untuk keperluan ibadah anak-anak didik dan para guru. Sementara itu, MER-C yang diwakili oleh dr. AD Irma Ramdhani selaku Ketua MER-C Cabang Mataram menyampaikan bahwa pembangunan masjid ini dalam rangka menunaikan amanah donasi dari masyarakat Indonesia. Ia juga menyampaikan pesan Presidium MER-C agar masjid yang diberi nama masjid Silaturahim dapat menjadi perekat persatuan umat. “Masjid ini diberi nama Silaturahim agar menjadi perekat persaturan umat. Umat jangan ada pengkotakan yang membuat rapuh persatuan. Kami berharap masjid senantiasa dimakmurkan dengan berbagai aktifitas ibadah baik oleh warga sekolah maupun warga sekitar,” ujar dr. AD. Irma. Masjid Silaturahim dibangun sejak 3 bulan lalu, tepatnya mulai tanggal 1 Juli 2022, sehari setelah acara peletakan batu pertama. Pembangunan dilakukan oleh relawan dari Divisi Konstruksi yang sudah berpengalaman membangun Rumah Sakit Indonesia di wilayah perang dan konflik dunia. Berdiri di atas lahan seluas 200 meter persegi, bangunan masjid memiliki luas 135 meter persegi dengan daya tampung mencapai 160 orang. Kubah masjid didatangkan dari Tulung Agung (Jawa Timur), pusat pembuat kubah yang biasa menerima pesanan dari seluruh Indonesia. Material kubah terbuat dari galvalum yang kedap air dan anti petir. Sementara ubin ruang utama masjid menggunakan granit ukuran 60 x 60 cm. Masjid juga sudah dilengkapi oleh pengeras suara atas dan bawah, lalu toilet dan tempat wudhu yang tersedia untuk laki-laki dan perempuan serta groundtank air dan toren air kapasitas 1.000 liter. Air khususnya air bersih untuk wudhu dan keperluan sehari-hari memang menjadi kendala utama yang dihadapi sekolah dan warga desa selama ini. Warga biasanya mengandalkan air tampungan dari saluran irigasi yang kurang bersih dan jadwalnya tidak teratur. Jika ingin air bersih, maka harus membeli atau berbayar. “Mengebor hingga kedalaman 100 meter pun belum tentu dapat air,” ujar Nur Ikhwan, Site Manager pembanguan masjid Silaturahim. “Alhamdulillah di akhir-akhir masa pembangunan, Allah berikan jalan. Kami mendapat akses air dari pegunungan. Setelah mendapat izin dari pengelola air, kami membeli dan nyambung pipa hingga ke groundtank sekolah dan masjid. Alhamdulillah air bersih sekarang sudah ada untuk dimanfaatkan warga sekolah dan warga desa,” lanjutnya.Selain Bupati, peresmian masjid turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan KLU, Camat Kayangan, Kapolsek Kayangan, Kepala Desa Gumantar, Toga Toma sekitar, Kepala Sekolah dan jajaran guru SMPN 3 Kayangan, Pengurus MER-C Cabang Mataram dan relawan Divisi Konstruksi MER-C.
Catatan Dr. Ben : Diplomasi Profesi

Kunjungan Asst. Professor Emal Wardak, MD, dokter spesialis orthopedi dari Rumah Sakit Wazir Akbar Khan Afghanistan ke Jakarta yang difasilitasi oleh MER-C menjadi tonggak bersejarah bagi MER-C dan Indonesia. Kita paham hari ini Afghanistan dalam kesulitan dalam semua dimensi setelah Taliban berkuasa dengan menumbangkan pemerintahan sebelumnya yang didukung oleh terutama AS dan sekutunya. Taliban mengakibatkan dampak politik dan ekonomi yang besar. Masyarakat internasional dengan koor bersama enggan mendukung Taliban. Keengganan ini berdampak negatif terutama bagi rakyat sipil. Mereka mendapat imbas dari pergolakan politik. Kita mengapresiasi sikap Indonesia yang terus mendorong masyarakat Internasional agar memperhatikan aspek kemanusiaan yang butuh uluran tangan agar tidak terjadi tragedi kemanusiaan di sana. MER-C sebagai organisasi kemanusiaan yang pernah beberapa kali mengirimkan tim medis ke sana juga mencoba memberikan sesuatu yang bisa membantu kesulitan yang dialami oleh rakyat Afghanistan. Satu hal yang menjadi fokus MER-C adalah dengan melatih dokter Afghanistan terutama bedah orthopedi yang itu memang bidang keahlian MER-C. Kedatangan Asst. Professor Emal Wardak menjadi tonggak awal untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pelatihan dokter Orthopedi Afghanistan di Jakarta.Apa yang dilakukan MER-C adalah bagian diplomasi profesi dimana diplomasi ini juga bisa meningkatkan capacity building dokter Afghanistan dalam mengasah kemampuan agar lebih baik di bidang bedah. Bagaimanapun, sektor kesehatan terdampak dari isolasi politik dan ekonomi yang berujung pada kurangnya penanganan dan pelayanan kesehatan terhadap pasien. Diplomasi profesi yang MER-C lakukan berdampak positif bagi Indonesia, artinya rakyat Indonesia hadir dikala rakyat Afghanistan dilanda kesulitan. Meski yang MER-C berikan tidak besar nilainya, tapi di mata rakyat Afghanistan menjadi sesuatu yang bernilai dan mengikat hubungan batin kedua bangsa. Jakarta, 7 Oktober 2022
Kisah Pembangunan Masjid di Lombok:Sulitnya Mencari Sumber Air

Ir. Nur Ikhwan Abadi dan Tim tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bahagia melihat air bersih mengalir mengisi ground tank yang berada di halaman sekolah dimana masjid yang sedang dibangun oleh Divisi Konstruksi MER-C tengah dibangun. “Kami sangat terharu, sampai meneteskan air mata saking senangnya ada air. Pihak sekolah juga bersyukur, setelah sekian lama permasalahan air akhirnya bisa teratasi. Baru kali ini air bening, air bersih bisa masuk ke dalam sekolah,” ucap Nur Ikhwan, Site Manager Pembangunan Masjid di Lombok. Air memang menjadi satu kendala di lokasi pembangunan masjid -bantuan dari masyarakat Indonesia melalui MER-C-, yang terletak di SMP 3 Kayangan, desa Gumantar, kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), NTB. Sejak dulu, baik sekolah SMP 3 Kayangan beserta masyarakat warga desa, kendala kesehariannya adalah air yang sangat sulit. Kebanyakan warga desa mengandalkan beberapa sumber air yang berasal dari saluran irigasi, namun airnya sangat terbatas, tidak layak konsumsi dan jadwalnya tidak teratur. “Sumber air pertama berjarak 2,5 km dari lokasi masjid. Air ini yang sebelumnya dimanfaatkan tim dan warga sekitar untuk keperluan pekerjaan pembangunan dan keperluan sehari-hari. Karena air irigasi, selain untuk tanaman, persawahan dsb, juga dimanfaatkan warga untuk minum ternak, mencuci, dsb,” ujar Nur Ikhwan. “Di awal kami agak kesulitan beradaptasi dengan air ini, hampir semua mengalami gatal-gatal di kulit karena memang sumbernya dari irigasi. Kendala lainnya adalah jadwal pengalirannya yang kurang diperhatikan, kadang rebutan hingga ada kejadian pengrusakan pipa-pipa sehingga hampir beberapa waktu air tidak bisa masuk ke desa ini,” tambahnya. Sumber air ke-2 menurut Nur Ikhwan, berasal dari arah barat. Namun, lagi-lagi kendalanya adalah pengaturan atau jadwalnya pengalirannya yang kurang diperhatikan oleh pengurus. Kemudian timbul ide dari Tim untuk melakukan pengeboran guna mencari sumber air bersih bagi keperluan masjid, sekolah dan warga sekitar. Dari informasi yang didapat, ada 2 perusahaan yang biasa melakukan pengeboran di daerah Gumantar, asalnya dari Mataram. “Baik perusahaan bor pertama maupun kedua mengatakan bahwa daerah Gumantar adalah daerah yang sulit untuk mencari air. Kedalaman bor harus minimal 100 m ke bawah, baru kemungkinan ada air, itupun terkadang tidak ada.,” papar relawan yang pernah bertugas di Jalur Gaza – Palestina tersebut. “Harga yang ditawarkan pun cukup fantastis, mencapai hampir 200 juta rupiah Mereka akan mengebor hingga kedalaman 110 m, namun tidak menjamin sepenuhnya akan ada air, kalaupun ada air, debitnya sangat sedikit. Sehingga kalau dipaksakan, jika tidak ada, maka akan sia-sia,” jelasnya. Tidak putus asa, relawan asal Lampung ini bersama Tim terus mencari alternatif sumber air lainnya. Ada sumber air dari PAM, namun pihak sekolah agak keberatan karena biaya operasional sekolah yang minim, sehingga pihak sekolah khawatir akan sulit nanti ke depannya untuk membayar biaya air PAM. Alterhatif ini pun tidak dipilih. Akhirnya Tim mendapat informasi bahwa ada satu pipa lagi yang diurus secara lebih baik, yaitu sambungan pipa dari gunung. Jadi airnya benar-benar dari sumber mata air di gunung. Awalnya, Tim ingin memasang dan mempunyai pipa air sendiri dari gunung. Tapi setelah dihitung-hitung jaraknya lumayan jauh, yaitu 4 – 5 km dari gunung, bisa habis ratusan juta juga. Akhirnya setelah meminta arahan dan berdiskusi dengan MER-C Pusat Jakarta, diputuskan untuk menyambung dari pipa terdekat milik warga yang sudah ada. Jaraknya kurang lebih 200 m dari ground tank sekolah/masjid. “Bersama pihak sekolah, Tim MER-C lebih dahulu menuemui pengurus sumber air gunung, baik pengurus bagian hulu, tengah dan hilir. Kami duduk bersama dan meminta untuk bisa menyambungkan pipa. Alhamdulillah pengurus menyetujui. Kami pun meminta semacam jaminan dari pengurus agar air ini bisa masuk ke dalam sekolah sehingga bisa dimanfaatkan baik untuk sekolah, masjid dan warga sekitar. Akhirnya dibuat surat pernyataan yang ditanda tangani bersama antara pihak pengurus, pihak sekolah, dan kami dari MER-C,” ungkap Nur Ikhwan yang pernah memimpin pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State/Rohingya, Myanmar. Setelah adanya izin, Tim membeli pipa-pipa. Kemudian bersama warga sekitar dan anak-anak sekolah, Tim bergotong royong memasang dan menyambung pipa. Sementara itu, ground tank sekolah yang tadinya pecah, lumayan hancur dan lumpurnya tebal karena lama tidak digunakan, juga bersama-sama dibersihkan dan diperbaiki dengan menambahkan adukan beton, kawat, diaci dan diberikan waterproof agar tidak bocor. “Sudah beberapa hari ini kita coba isi ground tank. Alhamdulillah, air mengalir lancar dan deras, sehingga untuk memenuhi groud tank dengan panjang 6 m, lebar 3,7 m, dan kedalaman 1,8 m, dalam 2- 3 jam sudah bisa terisi penuh,” ucap Nur Ikhwan penuh rasa syukur. “Intinya kita yang banyak air harus benar-benar bersyukur, daerah lainnya di Indonesia mungkin hanya menggali 8 – 10 m sudah mendapat air. Kalau di sini, Subhanallah, air sebagai sumber kehidupan sangat sulit didapat. Kami sempat membeli air di awal-awal pembangunan, menampung air irigasi bahkan air hujan dengan membuat kolam penampungan dari terpal. Air sekecil apapun tetap kami tampung karena sangat berharga,” kenang Nur Ikhwan. “Mari bersama-sama kita bersyukur kepada Allah atas nikmat air yang luar biasa, karena tanpa air kita tidak bisa hidup. Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sumbangan dan bantuan dari semua pihak sehingga air yang dibutuhkan untuk sekolah, masjid dan warga sekitar bisa terlaksana. Mudah-mudahan menjadi amal jariyah yang akan mendapat ganjaran besar dari Allah karena sudah menyediakan air bagi kebutuhan masyarakat dan umat manusia,” pungkasnya. Sementara itu, proses pembangunan masjid di Lombok sudah mencapai 90% lebih, ditargetkan minggu pertama Oktober bisa selesai, minggu berikutnya masjid bisa resmikan dan diserah terimakan untuk dimanfaatkan bagi warga sekolah dan masyarakat setempat.
MER-C dan Sejumlah Tokoh serta Lembaga Bentuk Afghanistan Support Working Group

Sejumlah Tokoh dan Lembaga Peduli Afghanistan membentuk Afghanistan Support Working Group dalam rangka menggalang dukungan dan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Afghanistan khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Ide ini tercetus saat acara Silaturahim Indonesia – Afghanistan yang diadakan oleh MER-C untuk menyambut kedatangan seorang dokter orthopedi dan tokoh pendidikan Afghanistan, Asst. Prof. Emal Wardak, MD, Sabtu/1 Okt 2022. Acara dihadiri oleh Mayjend TNI (Purn). Arief Rachman (Duta Besar RI untuk Afghanistan), Prof. DR. Hj. Amany Lubis, MA (Rektor UIN Syarif Hidayatullah), DR. KH. Imam Addaruqutni, MA (Tokoh Muhammadiyah), Ustadz Dr. H. Abdurrahman Anton Minardi, MA (Ketua Empathy Foundation) beserta pengurus, dr. Rahyussalim, SpOT, Pengurus Jamaah Muslimin (Hizbullah) dan beberapa media partner diantaranya LKBN Antara, HU Republika, Radio dan TV Silaturahim serta Mi’raj News Agency (MINA). Emal Wardak, MD adalah Kepala Departemen Orthopaedi dan Trauma di RS Nasional Wazir Mohammad Akbar Khan Kabul, Afghanistan. Tim MER-C bertemu dengan ahli bedah orthopedi Afghanistan ini ketika menunaikan misi kemanusiaan ke Afghanistan pada Juli 2022 lalu sebagai respon terhadap bencana gempa bumi dahsyat yang melanda negara tersebut. Saat ia berkunjung ke Kuala Lumpur akhir bulan September lalu untuk suatu kegiatan, kesempatan ini dimanfaatkan MER-C untuk mengundang dokter berusia 43 tahun ini datang ke Indonesia guna menindaklanjuti rencana program capacity building bagi tenaga kesehatan Afghanistan. Selama kunjungannya di Jakarta, MER-C membawa dokter Emal mengunjungi pusat pendidikan orthopedi di FKUI – RSCM, melihat alur dan sistem di IGD RSCM dan IMERI atau Indonesian Medical Education and Research Institute yang merupakan institute pendidikan kedokteran dan penelitian pertama di Indonesia. Pendidikan Kedokteran lain yang juga didatangi adalah FK UIN Syarif Hidayatullah yang berada di Ciputat. Meski waktu kedatangan yang singkat di Indonesia, MER-C bekerjasama dengan RS Islam Jakarta Cempaka Putih, ILUNI FKUI dan PPNI DKI Jakarta berkesempatan mengadakan Seminar dan Worskhop “Mass Casualty Management in Conflict Area”, Minggu/2 Oktober 2022 di Auditoriun RS Islam Jakarta Cempaka Putih dengan pembicara utama Asst. Prof. Emal Wardak dari Afghanistan dan Mohammad Al Attar, MD dari Jalur Gaza, Palestina. Pembicara berkompeten lainnya adalah pembicara dari RSCM, PPNI DKI Jakarta dan relawan MER-C yang berpengalaman di berbagai wilayah konflik dalam dan luar negeri. Seminar dan workshop diadakan secara hybrid dengan peserta yang juga berasal dari tiga negara, yaitu Indonesia, Afghanistan dan Jalur Gaza, Palestina. Kedatangan Asst. Prof. Emal Wardak, MD, diharapkan menjadi awal yang baik untuk terus mempererat jalinan kerjasama yang telah terbangun dan memperkuat dukungan MER-C bersama elemen bangsa Indoensia lainnya untuk bahu membahu membantu rakyat Afghanistan untuk bangkit dari krisis kemanusiaan. Dukungan dan Donasi bagi Program Kemanusiaan MER-C di Afghanistan dapat disalurkan melalui: BSI (Bank Syariah Indonesia)No. Rek. 701.565.8918 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Call Center:0811 99 0176
Tragedi Kanjuruhan Malang, MER-C: Jangan Ada yang Lepas Tangan

Indonesia dan dunia berduka, khususnya para pecinta sepak bola. Ratusan korban meninggal dan ratusan lainnya mengalami luka-luka pasca laga Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu malam/1 Oktober 2022. Hal ini akibat penonton berdesak-desakan dan terinjak-injak lantaran kepanikan yang ditimbulkan gas air mata yang ditembakkan petugas keamanan. MER-C mengucapkan duka dan keprihatinan mendalam atas tragedi Kanjuruhan, sebuah tragedy sepakbola yang kesekian kalinya dan memakan korban terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Yang Maha Kuasa dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Bagi korban luka-luka yang masih dalam perawatan di RS, semoga segera diberikan kesembuhan dan kesehatan. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad meminta jangan ada yang lepas tangan dalam tragedi Kanjuruhan ini. Masing-masing pihak membawa beban kesalahan. Sarbini juga meminta kepada Kapolri agar mengusut tuntas tragedi kemanusiaan ini sehingga jelas dan terang benderang akar permasalahannya. Tragedi ini harus menjadi pelajaran dan introspeksi bersama, agar ke depan kita bisa lebih antisipatif dalam penghelatan yang melibatan massa yang besar. Sebagai sebuah Lembaga kemanusiaan dan kebencanaan, MER-C menyoroti beberapa hal yang patut menjadi perhatian dalam penanganan korban massal (Mass Casualty Management) dalam tragedy kemanusiaan di stadion Kanjuruhan sehingga peristiwa memilukan seperti ini tidak terulang kembali: 1. Overload stadion Kanjuruhan Malang Berdasarkan informasi, stadion Kanjuruhan mempunyai kapasitas 38 ribu penonton, namun pada saat laga Sabtu kemarin, tiket yang dicetak mencapai 42 ribu. Overload merupakan faktor resiko terbesar yang memiliki potensi bencana. Di rumah sakit sekalipun, overload ini bisa menimbulkan secondary-disaster akibat terancamnya patient-safety. Sekali dipicu oleh ketakutan dan kecemasan, massa yang overload ini akan menjadi chaos tak terkendali dan menimbulkan korban seperti misalnya peristiwa Mina pada saat haji. 2. Penggunaan Gas Air Mata (Tear Gas) Gas air mata adalah senjata kimia yang berupa gas dan digunakan untuk melumpuhkan dengan menyebabkan iritasi pada mata dan/atau sistem pernapasan. Gas air mata bisa disimpan dalam bentuk semprotan ataupun granat. Alat ini sangat lazim digunakan oleh kepolisian dalam melawan kerusuhan dan dalam penangkapan. Namun, penggunaan gas air mata oleh petugas keamanan di stadion Kanjuruhan tidak tepat dan menyalahi aturan FIFA yang menyebutkan tidak diperbolehkan sama sekali penggunaan senjata api dan gas air mata untuk pengendalian massa di dalam stadion (ruangan tertutup). Penanganan di stadion tertutup tentu berbeda dengan pengamanan demonstrasi massal dimana dilakukan di ruang terbuka sehingga dengan mudah massa akan menyebar. Ketika gas air mata ditembakkan petugas di stadion Kanjuruhan, penonton mulai panik karena mata mulai perih dan saluran pernafasan tercekik, menyebabkan fenomena bottle-neck dimana penonton berdesak-desakan untuk mencari jalan keluar, sehingga korban pun banyak yang berjatuhan. 3. Upaya Mitigasi Resiko dan Persiapan (Preparedness) yang belum optimal Upaya mitigasi adalah bagaimana meminimalisir kemungkinan terjadinya bencana dengan mengidentifikasi faktor-faktor resiko dan melakukan upaya pemecahan yang adekuat. Dalam kasus Kanjuruhan ini misalnya: a. Mengidentifikasi, usia, derajat kesehatan dan kemungkinan penyakit-penyakit pada para suporter yang hadir. Kemudian dilakukan pemilahan dan pemilihan mana yang diizinkan hadir dan mana yang tidak. Misalnya kelompok balita dan lanjut usia (geriatric) dilarang hadir atau melalui daring saja. b. Menskrining para suporter agar tidak membawa barang-barang yang bisa membahayakan seperti senjata tajam dan bahan-bahan yang bisa terbakar. c. Membuat alur dan jalur evakuasi serta titik kumpul yang adekuat pada masing-masing sisi stadion untuk evakuasi pada saat terjadi hal yg tidak diinginkan 4. Upaya Medis dan Penanganan Korban massal (mass casualty management) a. Menyiapkan Tim Medis dan Tim Penanganan Bencana yang mengerti dan terampil dengan jumlah yang cukup. b. Mensiagakan sistem pra hospital; sistem triage, ambulance, call center dan faskes-faskes dengan berbagai level, agar para korban bisa segera tertangani, tidak menumpuk pada satu atau dua RS saja. Terkait prosedur pengamanan, panitia dan aparat keamanan juga perlu memahami standar dan aturan yang ada serta mengevaluasi prosedur apa yang tepat untuk mengatasi massa yang overload dalam satu ruang stadion tertutup dimana akses evakuasi terbatas.
Gempa Tapanuli Utara MER-C Kirimkan Tim Assessment

Sehubungan dengan bencana alam Gempa Bumi yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara pada Tanggal 01 Oktober 2022, MER-C kirimkan relawan guna assessment pada tanggal 02 – 04 Oktober 2022, tim yang dikirimkan yaitu dr. Miftahul Masruri (Koordinator), Ns. Kipa Jundapri, M.Kep, Bima Anggara, S.Kep dan Budi. Selain assessment tim juga menyiapkan perlengkapan medis yang nantinya dapat digunakan untuk layanan kesehatan dasar. Do’akan kami bantu kami, mari kita ringankan bebang saudara kita yang tertimpa musibah. Info : MER-C Cabang Medan Jl. Setia Budi Kompleks Ruko Milala Mas No. B22, Kel. Tanjung Rejo, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan. Telp : 0811 648 1408 FB : Relawan MER-C Medan IG : MER-C MEDAN Email : mercmedancenter@gmail.com Rekening Kemanusiaan : Bank Mandiri Syariah (BSM), 7074585099 Atas nama : MER-C Cabang Medan